Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol. No. April 2026, pp. Studi Bibliometrik terhadap Literasi Keuangan dalam Literatur Perilaku Keuangan . 0 - 2. Loso Judijanto IPOSS Jakarta. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan literatur literasi keuangan dalam konteks Perilaku Keuangan selama periode 2000Ae2026 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari database Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola kolaborasi penulis, pengaruh kutipan, serta struktur konseptual melalui analisis keyword co-occurrence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan tema inti yang memiliki keterkaitan kuat dengan konsep seperti financial education, financial inclusion, financial behavior, dan financial well-being. Analisis kutipan mengungkap bahwa studi tinjauan sistematis dan konseptual mendominasi literatur dengan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori. Sementara itu, analisis kata kunci menunjukkan adanya pergeseran tren penelitian dari fokus pada pengetahuan dan perilaku dasar menuju isu yang lebih luas seperti kesejahteraan finansial, teknologi finansial . , kesehatan mental, serta dampak krisis global seperti COVID-19. Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan berkembang menjadi bidang multidisipliner yang mengintegrasikan aspek ekonomi, psikologi, dan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memetakan arah perkembangan literatur serta mengidentifikasi peluang penelitian di masa depan. Received Apr, 2026 Revised Apr, 2026 Accepted Apr, 2026 Kata Kunci: Literasi Keuangan. Perilaku Keuangan. Bibliometrik. Vosviewer. Scopus Keywords: Financial Literacy. Financial Behavior. Bibliometric Analysis. Vosviewer. Scopus ABSTRACT This study aims to analyze the development of financial literacy literature within the context of Perilaku Keuangan over the period 2000Ae2026 using a bibliometric approach. The data were collected from the Scopus database and analyzed using VOSviewer to identify coauthorship patterns, citation impact, and conceptual structures through keyword co-occurrence analysis. The findings reveal that financial literacy serves as the central theme, strongly interconnected with concepts such as financial education, financial inclusion, financial behavior, and financial well-being. Citation analysis indicates that systematic reviews and conceptual studies dominate the literature and play a crucial role in shaping the theoretical foundation of the field. Meanwhile, keyword analysis highlights a shift in research trends from basic financial knowledge and behavior toward broader issues, including financial well-being, financial technology . , mental health, and the impact of global crises such as COVID-19. These results confirm that financial literacy has evolved into a multidisciplinary field integrating economic, psychological, and technological perspectives. This study contributes by mapping the intellectual structure of the field and identifying future research opportunities. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jekws A 329 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Literasi keuangan telah menjadi isu global yang semakin mendapatkan perhatian dalam beberapa dekade terakhir, terutama dalam konteks meningkatnya kompleksitas sistem keuangan Perkembangan produk keuangan, digitalisasi layanan keuangan, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar keuangan menuntut individu untuk memiliki pemahaman yang memadai terkait pengelolaan keuangan pribadi. Tanpa literasi keuangan yang baik, individu berisiko mengambil keputusan keuangan yang tidak rasional, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kesejahteraan ekonomi mereka (Cucinelli & Soana, 2. Oleh karena itu, literasi keuangan tidak hanya dipandang sebagai kemampuan individu, tetapi juga sebagai faktor penting dalam stabilitas ekonomi secara makro. Dalam konteks perilaku keuangan . inancial behavio. , literasi keuangan memiliki hubungan yang erat dengan bagaimana individu membuat keputusan keuangan sehari-hari. Teori perilaku keuangan menjelaskan bahwa keputusan keuangan tidak selalu rasional, melainkan dipengaruhi oleh bias kognitif, emosi, serta keterbatasan informasi (Atkinson & Messy, 2. Literasi keuangan berperan sebagai mekanisme yang dapat mengurangi bias tersebut dengan kemampuan individu dalam mengelola utang, merencanakan investasi. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung memiliki perilaku keuangan yang lebih sehat, seperti menabung secara rutin, berinvestasi dengan bijak, dan menghindari utang berlebihan (Fernandes et al. , 2. Seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap literasi keuangan, jumlah publikasi ilmiah dalam bidang ini juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Studi-studi terdahulu menunjukkan bahwa literatur mengenai literasi keuangan tidak hanya berkembang dalam bidang ekonomi dan keuangan, tetapi juga meluas ke bidang psikologi, pendidikan, dan kebijakan public (Mudzingiri et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan konsep multidisipliner yang terus berkembang. Namun, perkembangan literatur yang pesat ini justru menimbulkan tantangan baru, yaitu bagaimana memahami struktur pengetahuan, tren penelitian, serta hubungan antar topik dalam bidang tersebut. Pendekatan bibliometrik menjadi salah satu metode yang efektif untuk menganalisis perkembangan literatur secara sistematis dan kuantitatif. Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola publikasi, jaringan kolaborasi penulis, serta tema-tema utama dalam suatu bidang penelitian (Donthu et al. , 2. Dalam konteks literasi keuangan, pendekatan ini dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai evolusi penelitian dari waktu ke waktu, termasuk topik yang paling banyak diteliti, penulis yang paling berpengaruh, serta negara yang menjadi pusat penelitian. Dengan demikian, analisis bibliometrik dapat membantu mengidentifikasi arah penelitian di masa depan serta kesenjangan penelitian yang masih perlu dieksplorasi. Vol. No. April 2026, pp. A 330 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Meskipun sejumlah penelitian telah membahas literasi keuangan, studi yang secara khusus memetakan perkembangan literatur literasi keuangan dalam perspektif perilaku keuangan dalam rentang waktu panjang . 0Ae2. masih relatif terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada pengaruh literasi keuangan terhadap variabel tertentu, seperti kesejahteraan finansial atau keputusan investasi, tanpa melihat secara holistik bagaimana bidang ini berkembang secara ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan suatu studi bibliometrik yang dapat memberikan pemetaan komprehensif terhadap literatur literasi keuangan dalam konteks perilaku keuangan, sehingga dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang lebih mendalam. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya pemetaan yang komprehensif dan sistematis mengenai perkembangan literatur literasi keuangan dalam konteks perilaku keuangan selama periode 2000Ae2026. Pertumbuhan publikasi yang pesat belum diiringi dengan analisis yang mampu mengidentifikasi struktur intelektual, tren penelitian, pola kolaborasi, serta tema-tema dominan dalam bidang ini. Selain itu, masih terdapat keterbatasan dalam memahami bagaimana literasi keuangan dikaji dalam perspektif multidisipliner serta bagaimana arah perkembangan penelitian di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan bibliometrik untuk menjawab kesenjangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memetakan perkembangan literatur literasi keuangan dalam konteks perilaku keuangan selama periode 2000Ae2026 menggunakan pendekatan bibliometrik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis perkembangan literatur mengenai literasi keuangan dalam konteks perilaku keuangan selama periode 2000Ae2026. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus karena cakupannya yang luas, kualitas seleksi jurnal yang ketat, serta relevansi dalam studi bibliometrik. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kata kunci seperti Aufinancial literacyAy dan Aufinancial behaviorAy pada judul, abstrak, dan kata kunci artikel, dengan kriteria inklusi berupa publikasi berbahasa Inggris, jenis dokumen artikel dan review, serta berada dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Data yang telah diperoleh kemudian diekspor dalam format CSV untuk dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis dilakukan melalui teknik keyword co-occurrence analysis untuk memetakan struktur tema dan tren penelitian. Visualisasi jaringan yang dihasilkan digunakan untuk menginterpretasikan hubungan antar elemen penelitian secara sistematis, sehingga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan dan arah penelitian literasi keuangan dalam perspektif perilaku keuangan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Kutipan Analisis kutipan dilakukan untuk mengidentifikasi karya ilmiah yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan literatur literasi keuangan dalam bidang Perilaku Keuangan. Tabel 1. Dokumen yang Paling Sering Dikutip Citations Authors and year (Goyal & Kumar, 2. (Holman et al. , 2. Title Financial literacy: A systematic review and bibliometric analysis Barriers to human papillomavirus vaccination among us adolescents a systematic review of the literature Vol. No. April 2026, pp. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science (Stolper & Walter, 2. (Farrell et al. , 2. (T. Kaiser et al. , 2. (Witte et al. , 2. (Campbell, 2. (Sivaramakrishnan et al. (Garg & Singh, 2. (Amagir et al. , 2. A 331 Financial literacy, financial advice, and financial behavior The significance of financial self-efficacy in explaining women's personal finance behaviour Financial education affects financial knowledge and downstream Methods for measuring financial toxicity after cancer diagnosis and treatment: a systematic review and its implications Household finance Attitudinal factors, financial literacy, and stock market Financial literacy among youth A review of financial-literacy education programs for children and Source: Scopus, 2026 Tabel 1 menunjukkan bahwa literatur literasi keuangan dalam konteks Perilaku Keuangan didominasi oleh studi-studi berbasis tinjauan sistematis dan analisis konseptual yang memiliki dampak sitasi tinggi, dengan artikel oleh (Goyal & Kumar, 2. sebagai publikasi paling Dominasi penelitian berbasis review ini mengindikasikan bahwa bidang literasi keuangan masih dalam tahap konsolidasi teoritis, di mana peneliti berupaya merangkum, mengklasifikasikan, dan memetakan pengetahuan yang ada. Selain itu, munculnya studi-studi seperti oleh (Stolper & Walter, 2. serta Annamaria Lusardi dalam karya bersama (M. Kaiser & Berger, 2. menunjukkan bahwa hubungan antara literasi keuangan, perilaku keuangan, dan edukasi keuangan menjadi tema sentral yang terus berkembang. Kehadiran penelitian tentang selfefficacy, partisipasi pasar saham, dan literasi keuangan pada kelompok spesifik seperti perempuan dan generasi muda juga mencerminkan perluasan fokus kajian ke arah pendekatan yang lebih kontekstual dan multidimensional. Menariknya, beberapa artikel dengan sitasi tinggi berasal dari konteks non-tradisional seperti kesehatan . isalnya studi tentang financial toxicit. , yang mengindikasikan bahwa konsep literasi keuangan semakin lintas disiplin dan relevan dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi individu. 2 Analisis Keyword Co-Occurrence Analisis keyword co-occurrence digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar konsep dan tema yang berkembang dalam literatur literasi keuangan. Dalam konteks Perilaku Keuangan, analisis ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi topik-topik utama, tren penelitian, serta evolusi fokus kajian dari waktu ke waktu. Melalui visualisasi jaringan kata kunci, dapat diketahui keterkaitan antar variabel, munculnya tema-tema baru, serta area penelitian yang masih terbuka untuk dikembangkan di masa depan. Visualisasi Jaringan Visualisasi pada Gambar berikut menyajikan hasil analisis keyword co-occurrence dalam literatur literasi keuangan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antar kata kunci, mengelompokkan tema-tema penelitian utama, serta menggambarkan struktur konseptual dalam bidang Perilaku Keuangan selama periode 2000Ae2026. Vol. No. April 2026, pp. A 332 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Gambar 1. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah Hasil visualisasi menunjukkan bahwa financial literacy menjadi pusat jaringan dengan ukuran node paling besar, yang menandakan tingginya frekuensi kemunculan sekaligus perannya sebagai tema inti dalam literatur. Node ini terhubung kuat dengan berbagai konsep seperti financial education, financial inclusion, dan financial behavior, yang mengindikasikan bahwa literasi keuangan tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam kerangka perilaku individu dan sistem keuangan yang lebih luas. Klaster berwarna hijau memperlihatkan keterkaitan erat antara literasi keuangan dengan topik seperti investment, retirement planning, dan household finance, yang menunjukkan fokus penelitian pada pengambilan keputusan keuangan jangka panjang dan kesejahteraan finansial rumah tangga. Di sisi lain, klaster merah menyoroti hubungan antara literasi keuangan dengan aspek psikologis dan sosial seperti behavior, psychology, dan mental health, termasuk konteks khusus seperti COVID-19. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran penelitian ke arah pendekatan multidisipliner yang mengaitkan literasi keuangan dengan kondisi emosional dan krisis global. Sementara itu, klaster biru menekankan aspek kemampuan individu seperti financial knowledge, financial attitude, dan financial well-being, yang merefleksikan dimensi dasar literasi Visualisasi Overlay Gambar berikut menampilkan hasil analisis keyword co-occurrence berbasis overlay visualization menggunakan perangkat lunak VOSviewer, yang bertujuan untuk menggambarkan perkembangan temporal topik penelitian dalam literasi keuangan. Visualisasi ini tidak hanya menunjukkan keterkaitan antar kata kunci dalam bidang Perilaku Keuangan, tetapi juga mengindikasikan tahun kemunculan relatif dari setiap topik, sehingga memungkinkan identifikasi tren lama maupun topik yang lebih mutakhir. Vol. No. April 2026, pp. A 333 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Gambar 2. Visualisasi Overlay Sumber: Data Diolah Hasil visualisasi menunjukkan bahwa financial literacy tetap menjadi pusat jaringan dengan konektivitas yang tinggi, namun variasi warna mengindikasikan dinamika perkembangan topik dari waktu ke waktu. Node dengan warna lebih gelap . iruAeung. seperti psychology, mental health, dan behavior merepresentasikan topik yang relatif lebih awal berkembang dalam literatur. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan awal dalam literasi keuangan banyak berakar pada perspektif psikologi dan perilaku individu. Selain itu, topik seperti education dan financial system juga termasuk dalam kelompok yang lebih awal, mencerminkan fokus awal pada sistem pendidikan dan struktur keuangan sebagai fondasi literasi. Sebaliknya, node dengan warna lebih terang . uningAehija. seperti financial well-being, financial knowledge, financial attitude, dan financial inclusion menunjukkan tren penelitian yang lebih baru dan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus dari sekadar pemahaman konsep keuangan menuju dampak nyata literasi keuangan terhadap kesejahteraan individu dan inklusi Kehadiran topik seperti fintech dan COVID-19 juga memperkuat indikasi bahwa penelitian literasi keuangan semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan kondisi global. Visualisasi Densitas Gambar berikut menampilkan density visualization dari hasil analisis keyword cooccurrence menggunakan VOSviewer. Visualisasi ini digunakan untuk melihat tingkat kepadatan tema penelitian berdasarkan frekuensi kemunculan dan kekuatan hubungan antar kata kunci dalam literatur literasi keuangan pada bidang perilaku keuangan. Vol. No. April 2026, pp. A 334 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Gambar 3. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah Hasil visualisasi menunjukkan bahwa financial literacy menjadi area dengan kepadatan paling tinggi, ditandai dengan warna kuning yang paling terang. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan tema dominan dan pusat perhatian utama dalam literatur. Di sekitar tema tersebut, terdapat kata kunci seperti financial inclusion, financial education, financial attitude, dan financial knowledge, yang memperlihatkan bahwa penelitian literasi keuangan banyak dikaitkan dengan aspek pengetahuan, sikap, edukasi, dan akses terhadap layanan keuangan. Selain itu, beberapa tema lain seperti finance, literacy, mental health, psychology, retirement planning, dan behavioral finance tampak memiliki tingkat kepadatan menengah. Ini menunjukkan bahwa kajian literasi keuangan telah berkembang ke arah yang lebih luas dan multidisipliner, tidak hanya terbatas pada pengetahuan keuangan, tetapi juga mencakup perilaku, psikologi, kesehatan mental, perencanaan masa depan, dan pengambilan keputusan. Pembahasan Pembahasan hasil studi bibliometrik ini menunjukkan bahwa literatur literasi keuangan dalam bidang Perilaku Keuangan telah berkembang secara signifikan baik dari sisi kuantitas publikasi maupun kompleksitas tema yang dikaji. Dominasi kata kunci financial literacy dalam seluruh visualisasi mengindikasikan bahwa konsep ini menjadi inti dari berbagai diskursus Namun demikian, literasi keuangan tidak lagi dipahami secara sempit sebagai kemampuan kognitif semata, melainkan telah berevolusi menjadi konsep multidimensional yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, perilaku, hingga kesejahteraan finansial individu. Hasil analisis co-authorship menunjukkan adanya pola kolaborasi yang relatif terfragmentasi, dengan beberapa klaster peneliti yang aktif namun belum sepenuhnya terintegrasi secara global. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian literasi keuangan masih berkembang dalam komunitaskomunitas akademik tertentu, sering kali berbasis wilayah atau institusi. Kondisi ini membuka Vol. No. April 2026, pp. A 335 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science peluang untuk memperluas kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin guna memperkaya perspektif dan meningkatkan kualitas kontribusi ilmiah di bidang ini. Dari sisi analisis kutipan, terlihat bahwa artikel-artikel dengan sitasi tinggi didominasi oleh studi tinjauan sistematis dan penelitian konseptual yang berperan dalam membangun fondasi teoritis literasi keuangan. Karya-karya tersebut banyak menyoroti hubungan antara literasi keuangan dengan perilaku keuangan, pengambilan keputusan, serta kesejahteraan finansial. Selain itu, munculnya penelitian yang mengaitkan literasi keuangan dengan faktor seperti self-efficacy, partisipasi pasar keuangan, serta kelompok demografis tertentu menunjukkan adanya pergeseran fokus ke arah pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis individu. Analisis keyword co-occurrence dan overlay visualization memperlihatkan adanya dinamika perkembangan tema penelitian dari waktu ke waktu. Pada fase awal, penelitian lebih berfokus pada aspek psikologis dan perilaku seperti behavior dan psychology. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran ke arah topik-topik yang lebih aplikatif seperti financial well-being, financial inclusion, dan fintech. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan semakin diposisikan sebagai instrumen penting dalam mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di era digital. Temuan studi ini menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bidang penelitian yang terus berkembang dan semakin bersifat multidisipliner. Integrasi antara perspektif ekonomi, psikologi, teknologi, dan sosial menjadi ciri utama dalam perkembangan literatur terkini. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih mengeksplorasi hubungan kausal antar variabel, memperluas konteks geografis khususnya di negara berkembang, serta mengintegrasikan pendekatan digital dan kebijakan publik dalam upaya meningkatkan literasi keuangan secara berkelanjutan. KESIMPULAN Studi ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan dalam literatur perilaku keuangan periode 2000Ae2026 berkembang sebagai bidang kajian yang semakin luas, multidimensional, dan lintas disiplin. Hasil bibliometrik menunjukkan bahwa financial literacy menjadi tema inti yang terhubung kuat dengan financial education, financial inclusion, financial knowledge, financial attitude, financial behavior, dan financial well-being. Temuan kutipan memperlihatkan dominasi studi tinjauan sistematis dan artikel konseptual sebagai fondasi utama pengembangan literatur. Sementara itu, analisis kata kunci menunjukkan pergeseran fokus dari aspek pengetahuan dan perilaku dasar menuju isu yang lebih kontemporer seperti kesejahteraan finansial, inklusi keuangan, fintech, kesehatan mental, dan dampak krisis global. Dengan demikian, literasi keuangan tidak hanya berperan sebagai kemampuan memahami konsep keuangan, tetapi juga sebagai faktor penting dalam membentuk keputusan, perilaku, dan ketahanan finansial individu. DAFTAR PUSTAKA