Volume 3 Issue 2 . Pages 61-67 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah E-ISSN: 3063-1181 Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Seftyana Ayu Susanti1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro. seftyanayu@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi meliputi: . penggunaan pembelajaran kontekstual, . pemanfaatan media dan alat peraga konkret, . penerapan pembelajaran aktif dan partisipatif, . pemberian soal berbasis masalah, dan . pembiasaan literasi numerasi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah Adapun kendala dalam implementasinya seperti perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, dan minimnya sarana pendukung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik pembelajaran numerasi di Madrasah Ibtidaiyah, khususnya dalam merancang strategi pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berpusat pada siswa. Kata Kunci: strategi guru, literasi numerasi, pembelajaran kontekstual Abstract This study aims to explore teacher strategies in improving students' numeracy literacy. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that teacher strategies in improving numeracy literacy include: . the use of contextual learning, . the use of concrete media and teaching aids, . the application of active and participatory learning, . providing problem-based questions, and . habituating numeracy literacy in learning activities. These strategies have been proven to be able to increase student engagement, conceptual understanding, and critical thinking skills in solving numeracy problems. The obstacles in their implementation include differences in student abilities, time constraints, and minimal supporting The results of this study are expected to contribute to the development of numeracy learning practices in Madrasah Ibtidaiyah, especially in designing contextual, innovative, and student-centered learning strategies. Keywords: teacher strategies, numeracy literacy, contextual learning PENDAHULUAN Literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21 (Fahmy, dkk. Literasi numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan menggunakan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan seharihari (Syaepudin, dkk. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), penguasaan literasi numerasi menjadi fondasi penting bagi keberhasilan belajar siswa pada jenjang pendidikan selanjutnya (Aldi & Hidayat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat literasi numerasi siswa sekolah dasar, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah, masih tergolong rendah (Ibrahim, dkk. Hal ini terlihat dari kesulitan siswa dalam memahami soal berbasis konteks, menginterpretasikan data sederhana, serta menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata. Rendahnya literasi Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 3. , 2026 | 61 Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah numerasi ini tidak hanya disebabkan oleh faktor kognitif siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas (MaAorifatullah, dkk. Guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan literasi numerasi siswa melalui pemilihan pendekatan, metode, serta media pembelajaran yang tepat (Rojabiyah, dkk. Strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa diyakini mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi (Hotimah, dkk. Namun demikian, dalam praktiknya, masih banyak guru yang cenderung menggunakan pendekatan konvensional yang berfokus pada prosedur dan hafalan, sehingga kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Di sisi lain, karakteristik siswa Madrasah Ibtidaiyah yang berada pada tahap operasional konkret menuntut adanya strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan kognitif mereka (Sari, dkk. Pembelajaran numerasi seharusnya dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa, menggunakan media yang menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif agar konsep matematika dapat dipahami secara bermakna (Amatullah, dkk. Oleh karena itu, penting untuk menggali lebih dalam bagaimana strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di MI. Penelitian tentang literasi numerasi telah banyak dilakukan, namun sebagian besar masih berfokus pada pengukuran kemampuan siswa secara kuantitatif (Fatdilah & Sari, 2. Sementara itu, kajian yang secara mendalam mengeksplorasi praktik dan pengalaman guru dalam mengembangkan literasi numerasi melalui pendekatan kualitatif masih relatif terbatas, khususnya dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah. Padahal, pemahaman yang komprehensif mengenai strategi guru sangat diperlukan untuk merumuskan praktik pembelajaran yang efektif dan kontekstual (A & Muthi, 2. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan guna mengeksplorasi secara mendalam strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian literasi numerasi, serta kontribusi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di Madrasah Ibtidaiyah dalam konteks nyata. Studi kasus memungkinkan peneliti memahami fenomena secara holistik, kontekstual, dan mendalam berdasarkan pengalaman subjek penelitian (Sinaga. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathul Anwar. Kecamatan Parengan. Kabupaten Tuban yang dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu pada madrasah yang terdapat praktik pembelajaran numerasi yang aktif. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap paling mengetahui dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran literasi Penelitian dilakukan di kelas 6 dengan pertimbangan akan menghadapi TKA (Tes Kemampuan Akademi. Subjek sebanyak 3 orang yaitu guru kelas yang mengampu pembelajaran numerasi (EN), siswa (RA), dan kepala madrasah (LM). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa teknik yaitu observasi . ntuk mengamati secara langsung proses pembelajaran di kelas, khususnya terkait strategi guru dalam mengajarkan literasi 62 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah numeras. , wawancara mendalam . ntuk menggali informasi mengenai strategi pembelajaran, kendala, serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan literasi numeras. , dan dokumentasi . engan mengumpulkan dokumen pendukung seperti modul ajar, media pembelajaran, hasil kerja siswa, serta foto kegiatan pembelajara. yang dilakukan pada kurun waktu 2 minggu pertama di bulan Maret 2026. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu: Reduksi Data: Menyederhanakan dan memilih data yang relevan dengan fokus Penyajian Data: Menyusun data dalam bentuk narasi deskriptif, tabel, atau matriks agar mudah dipahami Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi: Menarik makna dari data yang telah dianalisis serta melakukan pengecekan ulang untuk memastikan keabsahan data Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber . uru, siswa, kepala madrasa. , triangulasi teknik . bservasi, wawancara, dokumentas. , dan ketekunan pengamatan . bservasi berulang untuk memperoleh data yang konsiste. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, diperoleh temuan bahwa strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa Madrasah Ibtidaiyah meliputi beberapa aspek berikut: Penggunaan Pembelajaran Kontekstual Guru mengaitkan materi numerasi dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti penggunaan uang dalam kegiatan jual beli, pengukuran panjang benda di sekitar kelas, serta pengolahan data sederhana dari aktivitas harian siswa. Strategi ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep matematika karena bersifat nyata dan dekat dengan pengalaman Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan antusias ketika pembelajaran dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata. Wawancara dengan siswa juga mengungkapkan bahwa mereka lebih mudah memahami soal cerita dibandingkan soal Pemanfaatan Media dan Alat Peraga Guru menggunakan berbagai media pembelajaran seperti benda konkret . oin, penggaris, benda di sekita. , gambar, serta media visual sederhana. Penggunaan media ini membantu siswa dalam memahami konsep numerasi yang bersifat abstrak. Dokumentasi menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Guru juga menyatakan bahwa siswa lebih cepat memahami konsep jika disertai visualisasi. Penerapan Pembelajaran Aktif dan Partisipatif Guru menerapkan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan pemecahan masalah bersama. Siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam proses Pemberian Soal Berbasis Masalah (Problem-Based Learnin. Guru memberikan soal-soal berbasis masalah yang menuntut siswa untuk berpikir kritis dan menggunakan konsep numerasi dalam konteks tertentu. Soal yang diberikan tidak hanya Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 | 63 Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah menuntut jawaban benar, tetapi juga proses berpikir siswa. Wawancara dengan guru menunjukkan bahwa strategi ini membantu melatih kemampuan analisis siswa, meskipun masih terdapat kendala pada siswa dengan kemampuan dasar yang rendah. Pembiasaan Literasi Numerasi Guru membiasakan kegiatan literasi numerasi melalui aktivitas rutin seperti latihan soal kontekstual, membaca data sederhana, serta diskusi hasil pekerjaan siswa. Pembiasaan ini dilakukan secara berkelanjutan dalam setiap pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mulai terbiasa membaca dan memahami informasi numerik, meskipun tingkat pemahaman masih bervariasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa Madrasah Ibtidaiyah cenderung mengarah pada pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan bermakna. Hal ini sejalan dengan konsep literasi numerasi yang menekankan pada kemampuan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan pembelajaran kontekstual terbukti efektif dalam membantu siswa memahami konsep numerasi secara lebih konkret. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme yang menyatakan bahwa pengetahuan akan lebih bermakna apabila dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa (Ulya. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Nurhabibah & Yusup . yang menyatakan bahwa pembelajaran metematika adalah proses pengajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif melalui pemahaman konsep matematika serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Matematika berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manusia dan teknologi, sehingga pembelajaran yang menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman dan retensi siswa (Hamidah & Ain, 2. Pemanfaatan media dan alat peraga juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan literasi numerasi. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah, siswa berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan bantuan visual dan benda nyata untuk memahami konsep abstrak (Handayani, dkk. Temuan ini memperkuat pentingnya penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik. Selain itu, penerapan pembelajaran aktif dan partisipatif memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran mendorong mereka untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan menggunakannya dalam konteks yang berbeda. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Himayati, dkk. yang menyatakan bahwa metode pembelajaran yang monoton pada mata pelajaran matematika membuat siswa kurang dalam memahami materi. Alat peraga edukatif dapat diartikan sebagai sarana untuk belajar bagi siswa yang mengandung nilai pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak. Strategi pemberian soal berbasis masalah juga menunjukkan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi numerasi. Soal berbasis masalah melatih siswa untuk menganalisis situasi, memilih strategi penyelesaian, serta mengevaluasi hasil yang diperoleh. Hal ini sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Mardhiyah, dkk. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan dasar siswa serta keterbatasan waktu pembelajaran dan sarana prasarana yang tersedia. Pada penelitian yang dilakukan oleh Rahman, dkk . menjelaskan bahwa perbedaan kemampuan dasar siswa menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil belajarnya. Kemampuan dasar matematika siswa terdiri atas kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Ssiwa dengan kemampuan belajar rendah akan cenderung 64 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3. , 2026 Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah kesusahan dalam menyelesaikan masalah numerasi. Hal ini berbanding terbalik dengan siswa dengan kemampuan dasar matematika yang tinggi akan mudah dalam memahami masalah yang diberikan, menginterpretasikan permasalahan, dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniasih, dkk . pembelajaran matematika dapat berjalan efektif apabila sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut memenuhi, sehingga dapat menunjang proses pembelajaran. Sarana prasarana yang dimaksud seperti kesediaan alat peraga. LCD proyektor, smart tv, ataupun sarana lain yang relevan. Sarana prasarana harus dissuaikan dengan jumlah siswa yang ada pada sekolah tersebut, sehingga siswa tidak perlu mengantri apabila membutuhkan peralatan yang digunakan untuk pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dari guru dan pihak sekolah untuk mengoptimalkan strategi pembelajaran numerasi. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa strategi guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan literasi numerasi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Secara keseluruhan, keberhasilan peningkatan literasi numerasi siswa sangat dipengaruhi oleh kreativitas dan inovasi guru dalam merancang pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Strategi yang dapat diterapkan guru dalam meningkatkan pembelajaran numerasi meliputi penerapan pembelajaran kontekstual, penggunaan media konkret, pembelajaran aktif dan partisipatif, pemberian soal berbasis masalah, serta pembiasaan literasi numerasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Adapun beberapa kendala yang dihadapi, seperti perbedaan kemampuan dasar siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keterbatasan media dan sarana pendukungdiharapkan dapat perhatian lanjutan dari guru dan pihak sekolah untuk mengoptimalkan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran numerasi yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dalam bidang literasi numerasi di Madrasah Ibtidaiyah. DAFTAR PUSTAKA