Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PERAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KADAR TESTOSTERON PADA PRIA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI METFORMIN Maiyeni Sabrina1. Stefanus Lukas1* Fakultas Farmasi. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta *Email: stefanus. lukas@uta45jakarta. Artikel diterima: 2025-08-15. Disetujui: 2025-08-25 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 (DMT. merupakan salah satu penyakit metabolik yang sering disertai penurunan testosteron pada pria. Metformin efektif menurunkan glukosa darah, namun pengaruhnya terhadap testosteron masih kontroversial. Menilai pengaruh dosis metformin, usia, dan perubahan indeks massa tubuh (IMT) terhadap perubahan kadar testosteron pada pria dengan DMT2. Studi preAepost pada 79 pasien pria dengan DMT2 pengguna metformin. Data meliputi dosis metformin, usia. IMT, dan testosteron sebelumAesesudah terapi. Analisis menggunakan korelasi Spearman dan regresi linear berganda. Perubahan IMT berhubungan kuat (A = 0. p = 0. dan dosis metformin berhubungan moderat (A = 0. p = 0. dengan perubahan Regresi menunjukkan IMT sebagai faktor dominan ( = 0. p = 0. sedangkan usia tidak signifikan . > 0. Analisis simultan dosis metformin. IMT, dan usia dengan desain preAepost menunjukkan temuan unik bahwa penurunan IMT justru diikuti penurunan testosteron, berbeda dari sebagian besar studi internasional. Perubahan IMT merupakan faktor dominan yang memengaruhi kadar testosteron pada pria DMT2 pengguna metformin. Kata kunci: DMT2. Metformin. Testosteron. IMT ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder often accompanied by decreased testosterone levels in men. Metformin is effective in lowering blood To evaluate the effects of metformin dose, age, and changes in body mass index (BMI) on testosterone levels in men with T2DM. A preAepost study was conducted on 79 male T2DM patients receiving metformin. Data included metformin dose, age. BMI, and testosterone levels before and after therapy. Spearman correlation and multiple linear regression were used for analysis. Changes in BMI showed a strong correlation (A = 0. p = 0. and metformin dose showed a moderate correlation (A = 0. p = 0. with changes in testosterone. Regression analysis identified BMI as the dominant factor ( = 0. p = 0. , while age was not significant . > 0. This study provides simultaneous analysis of metformin dose. BMI, and age using a preAe post design. A unique finding was that BMI reduction was followed by decreased testosterone levels, contrasting with most international studies. Changes in BMI were Maiyeni Sabrina, dkk | 179 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 the most dominant factor influencing testosterone levels in men with T2DM receiving Keywords: T2DM. Metformin. Testosterone. BMI PENDAHULUAN Diabetes tipe 1. DM tipe 2, diabetes gestasional, gangguan metabolik yang dicirikan dan tipe lainnya. Menurut International oleh kadar gula darah yang tinggi. Diabetes Federation (IDF), sekitar 98% disebabkan oleh gangguan pada sekresi kasus DM merupakan DM tipe 2. Hal maupun kerja insulin. Secara global ini menunjukkan bahwa masyarakat prevalensi diabetes melitus (DM) terus memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami DM tipe 2 dibandingkan diperkirakan akan meningkat hingga dengan DM tipe lainnya. Strategi tiga kali lipat pada tahun 2030 (Hossain pengelolaan diabetes melitus tipe 2 et al. , 2. Berdasarkan prediksi meliputi pendidikan pasien, pengaturan WHO . orld health organizatio. , pola makan melalui terapi nutrisi medis (TNM), farmakologis (Aulia Ramdini et al. sementara IDF . nternational diabetes 16,75 Metformin antidiabetes oral yang paling sering (Federation, 2. Di Indonesia, data diresepkan pada penderita diabetes RISKESDAS mencatat bahwa jumlah melitus tipe 2 (Putri Maria Natasya et penderita DM telah melebihi 1 juta Provinsi lampung menempati terutama melalui penurunan produksi peringkat ke-8 secara nasional, dengan glukosa di hati . serta total kasus sebanyak 32. 148 jiwa (Rifka peningkatan penyerapan glukosa oleh Alkhilyatul MaAorifat. I Made Suraharta. Diabetes federatio. memprediksi pada 2045 (DM) Mekanisme mitokondria pada sel hati (Foretz et al. diklasifikasikan menjadi empat jenis Namun, berdasarkan penyebabnya, yaitu DM diketahui memiliki efek samping yang Maiyeni Sabrina, dkk | 180 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 cukup signifikan, salah satunya adalah menurunkan kadar testosteron melalui kemampuannya memengaruhi kadar pengaruh pada jalur steroidogenesis, testosteron (Cai et al. , 2. sementara studi lain melaporkan efek Testosteron merupakan hormon androgen utama yang berperan penting dalam system reproduksi pria, termasuk penurunan IMT. Bahkan, sejumlah penelitian melaporkan tidak adanya dorongan seksual, dan fungsi ereksi. hubungan signifikan antara penggunaan Kadar testosteron yang normal sangat metformin dan kadar testosteron pada dibutuhkan untuk menjaga kepadatan Ketidakkonsistenan ini menandakan system saraf pusat, serta kesehatan adanya faktor lain yang mungkin kognitif (Rojas-Zambrano et al. , 2. memengaruhi, seperti IMT dan usia. Pengaruh metformin terhadap kadar yang secara fisiologis berhubungan testosteron masih menjadi perdebatan, dengan kadar testosteron. Namun, dengan berbagai hasil penelitian yang sejauh ini belum banyak penelitian yang menilai secara simultan peran dosis ciri-ciri konsisten (Hu et al. , 2. DMT2. IMT, dan usia dalam Gangguan fungsi pada sumbu memengaruhi perubahan testosteron, hipotalamusAehipofisisAetestis berpotensi terutama pada populasi pria dengan menurunkan sekresi hormon luteinizing DMT2 di Indonesia. Oleh karena itu, (LH), yang pada akhirnya berdampak penelitian ini diharapkan dapat mengisi pada penurunan produksi testosteron di kekosongan tersebut. dalam tubuh. Kondisi ini menjadi Berdasarkan perhatian khusus pada pasien pria tersebut, penelitian ini dirancang untuk dampak jangka panjang pemberian memengaruhi keseimbangan hormonal. Beberapa menunjukkan bahwa metformin dapat testosteron pada pria penderita diabetes pengobatan tunggal metformin di RS Maiyeni Sabrina, dkk | 181 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Bhayangkara Bandar Lampung. Desain perubahan kadar testosteron sebelum dan sesudah intervensi secara lebih Penelitian ini juga menjadi pretestAeposttest kuantitatif analitik, melibatkan total 79 responden pria yang baru memulai menawarkan nilai kebaruan dan potensi terapi tunggal metformin, sehingga manfaat yang signifikan. Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian desain pra-eksperimental . ne group penelitian ini dilakukan pada alur pretest-posttes. , dimana satu kelompok pelayanan rutin dengan keterbatasan responden diukur sebelum dan sesudah waktu dan sumber daya. Seluruh pasien pemberian metformin selama 3 bulan, yang berurutan hadir dalam periode untuk menilai efeknya terhadap kadar Oktober 2024 sampai Februari 2025 testosteron pada pria dengan DM tipe 2 dan memenuhi kriteria inklusi dan di RS Bhayangkara Bandar Lampung Kriteria inklusi mencakup (Dr. Elvera & Yesita Astarina, 2. pasien berusia di atas 18 tahun, baru Variabel independen meliputi dosis metformin, umur, perubahan IMT, sebagai terapi tunggal, serta memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam variabel dependen. Untuk mengonsumsi obat. Adapun kriteria eksklusi meliputi pasien yang sedang perancu, maka kepatuhan meminum menjalani terapi hormon atau yang obat dan aktifitas fisik dikendalikan, meninggal selama masa penelitian. Studi ini telah memperoleh persetujuan langsung kepada pasien dan melihat Komite jumlah obat yang diresepkan dengan Kesehatan (KEPK) Universitas 17 sisa obat yang tersedia. Penelitian Agustus Penelitian inimelibatkan populasi berjumlah 150 131/KEPK- orang, dengan 79 responden yang UTA45JKT/EC/FB/11/2024, dilaksanakan sesuai dengan prinsip- Etik Maiyeni Sabrina, dkk | 182 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 prinsip etika penelitian yang tercantum dalam Deklarasi Helsinki. Analisis Pengumpulan data dilakukan variabel penelitian. Analisis bivariat secara primer melalui pemeriksaan dilakukan untuk melihat hubungan Bhayangkara antara dosis metformin, usia, dan IMT Bandar Lampung, dengan pengukuran dengan kadar testosteron dianalisis kadar testosteron serum menggunakan alat yang berbasis metode fluorescence dominan yang memengaruhi perubahan metformin diperoleh dari rekam medis kadar testosteron, digunakan analisis dan wawancara pasien, sementara IMT Data Spearman- Untuk HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden Variabel Frekuensi Umur < 50 tahun Ou 50 tahun Sebagian besar pasien . ,3%) berada pada kelompok usia Ou 50 tahun. Hal ini disebabkan Sebagian besar responden n = 79 berusia Ou 50 tahun . ,3%), sehingga Dosis Metformin < 1500 mg/hari menunjukkan distribusi yang kurang Ou 1500 mg/hari n = 79 Perubahan IMT Mayoritas Tetap Naik Turun n = 79 Tetap Naik Turun n = 79 Perubahan TT Tabel ,6%) mendapatkan resep metformin dari dokter dengan dosis Ou 1500 mg per Setelah dilakukan intervensi berupa pemberian terapi metformin, 83,5% mengalami penurunan indeks massa tubuh (IMT). Selain itu, sebanyak 82,3% Maiyeni Sabrina, dkk | 183 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 penurunan kadar testosteron total (TT) Tabel 3. Menunjukkan hasil dibandingkan dengan hasil pengukuran spearman-correlation pengaruh yang moderat antara dosis dengan perubahan kadar testosteron (A metformin tidak hanya memengaruhi = 0,564. p = 0,. , sehingga terdapat parameter metabolik seperti IMT, tetapi juga berpotensi memberikan Temuan testosteron pada pasien pria dengan Tabel 4. Pengaruh IMT Terhadap Perubahan Testosteron diabetes melitus tipe 2. Variabel Tabel 2. Pengaruh Umur Terhadap Perubahan Testosteron Perubahan IMT vs Perubahan Testosteron Variabel Umur vs Perubahan Testosteron (A) 0,023 0,842 spearman-correlation menunjukkan korelasi sangat lemah antara umur dan perubahan kadar testosteron (A = 0,023. p = 0,. , sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Tabel 4. Memperlihatkan hasil uji (A) 0,564 0,000 menunjukkan korelasi kuat antara perubahan IMT dengan perubahan kadar testosteron (A = 0,608. , sehingga terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Tabel 5. Faktor Dominan yang Memengaruhi Perubahan Kadar Testosteron Variabel Tabel 3. Pengaruh Dosis Terhadap Perubahan Kadar Testosteron Dosis vs Perubahan Testosteron 0,000 spearman-correlation Tabel 2. Memperlihatkan hasil uji Variabel (A) 0,608 (A) p-value Umur 0,013 0,892 Tidak Dosis 0,102 0,604 Tidak Perubahan IMT 0,523 0,009** Signifikan. (Beta p < 0. Maiyeni Sabrina, dkk | 184 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Berdasarkan tabel 5. Hasil uji regresi linear berganda, menunjukkan bahwa perubahan IMT merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi Berdasarkan analisa korelasi yang kadar testosteron ( = 0,523. p = 0,. telah dilakukan pada beberapa variabel yang artinya setiap penurunan 1 kg/m2 independen maka didapatkan hasil berat badan maka kadar testosteron berupa, tidak terdapat pengaruh yang turun sebesar 0,523 ng/dL. Sementara itu, umur dan dosis metformin tidak perubahan kadar testosterone . >0. berpengaruh signifikan. Hal ini disebabkan Sebagian besar responden berusia Ou 50 tahun . ,3%). PEMBAHASAN sehingga menunjukkan distribusi yang Penelitian ini menggunakan desain kurang seimbang antar kelompok usia. pra-eksperimental dengan model one Namun, group pretest-posttest untuk menilai kelompok usia lanjut dalam sampel, pengaruh metformin terhadap kadar hasil ini perlu ditafsirkan dengan hati- testosteron pada pria dengan DM tipe 2 hati karena keterbatasan distribusi selama 3 bulan. Sampel sebanyak 79 responden dipilih secara convenience Selain itu, hal ini juga sejalan sampling berdasarkan kriteria inklusi dengan penelitian (Liu et al. , 2. Data bukanlah hal utama dalam penyebab penurunan testosteron, banyak faktor yang menjadi penyebabnya, diantara lain obesitas. IMT ataupun bisa dosis, dan perubahan indeks massa tubuh (IMT) dianalisa menggunakan gangguan nutrisi, aktivitas fisik dan lain-lain. Studi yang dilakukan oleh (Okobi et al. , 2. dalam literature spearman-correlation penurunan kadar testosteron tidak independen dengan perubahan kadar Sedangkan Maiyeni Sabrina, dkk | 185 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 disebabkan oleh umur akan tetapi . mpact of weight los. akibat dari penurunan berat badan. Selain itu, dosis metformin terhadap perubahan kadar testosteron memilki Meskipun pengaruh yang moderat dan signifikan. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja signifikan antara dosis metformin dan perubahan kadar testosteron, hubungan Penurunan IMT gluconeogenesis di hati, meningkatkan setelah dimasukkan ke dalam model sensitifitas insulin, tetapi terdapat efek dijelaskan oleh adanya kemungkinan Hal penurunan kadar testosteron, misalnya metformin dan indeks massa tubuh perubahan sensitifitas insulin, atau (IMT), karena pada praktik klinis perubahan jalur hormonal. pasien dengan IMT lebih tinggi Karena efeknya tidak langsung, maka umumnya mendapat dosis metformin pengaruh dosis pada testosteron tidak yang lebih besar. Analisis asumsi sekuat efeknya terhadap gula darah. regresi telah menunjukkan bahwa Selain residual berdistribusi normal, tidak terhadap metformin berbeda, seperti terdapat heteroskedastisitas, dan nilai dipengaruhi genetik, fungsi hati dan VIF masih berada dalam batas yang ginjal, status hormonal awal, sehingga korelasi ini menjadi moderat bukan dianggap valid. Dengan demikian, kuat (Damanhouri et al. , 2. temuan ini mengindikasikan bahwa Hal ini berbeda dengan perubahan perubahan kadar testosteron lebih indeks massa tubuh (IMT) terhadap banyak dijelaskan oleh faktor IMT perubahan testosteron. IMT memiliki dibandingkan dosis metformin itu pengaruh yang kuat dan signifikan, sendiri (Safiah et al. , 2. IMT Penurunan indeks massa tubuh (IMT) yang terjadi secara cepat setelah Maiyeni Sabrina, dkk | 186 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 hormonal lain untuk memperjelas memicu penurunan kadar testosteron, mekanisme biologis yang mendasari. sebagai dampak tidak langsung dari KESIMPULAN (Giagulli et al. , 2. Penurunan IMT Sebagai kesimpulan, penurunan indeks massa tubuh (IMT) merupakan faktor yang paling berkontribusi terhadap keseimbangan energi maupun regulasi Penurunan IMT yang cepat mengendalikan kadar glukosa darah, menurunkan produksi GnRH oleh potensi dampaknya terhadap hormon hipotalamus, sehingga sekresi LH dan tetap harus diwaspadai. Secara klinis. FSH berkurang, yang pada akhirnya temuan ini penting bagi farmasis dan menurunkan stimulasi sel Leydig dan tenaga kesehatan dalam melakukan produksi testosteron. Kondisi ini menegaskan perlunya Pengelolaan berat badan dan IMT tidak pemantauan hormonal secara berkala pada pasien dengan penurunan berat hormonal, khususnya testosteron. Oleh karena itu, edukasi pasien terkait berdampak pada fungsi seksual, massa kepatuhan obat sekaligus pengelolaan otot, dan kualitas hidup, dokter perlu gaya hidup . iet, aktivitas fisi. menjadi krusial. Mengingat Untuk DMT2. termasuk evaluasi terapi tambahan bila Hasil ini juga menyoroti longitudinal dengan sampel lebih besar, serta menambahkan variabel steroidogenesis . isalnya LH. FSH. Maiyeni Sabrina, dkk | 187 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 179-189 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 SHBG). Hal ini dapat memperkuat IMT. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis pihak yang telah pelaksanaan penelitian ini, khususnya kepada Rumah Sakit Bhayangkara Ruwa Jurai Bandar Lampung atas fasilitas dan bntuan teknis yang Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Dr. Stefanus Lukas. MARS atas masukan, arahan, dan diskusi yang konstruktif selama proses penelitian dan penulisan artikel Penulis seluruh biaya dalam penelitian ini adanya pendanaan dari institusi atau sponsor eksternal. DAFTAR PUSTAKA