Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB TEMA II PENTINGNGYA MAKANAN SEHAT BAGI TUBUH DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING DI KELAS V SDN 100308 PANOMPUAN Oleh: Angela1*. Sartika Rati Asmara2. Rani Kusuma Ningtyas3. Eko Sucahyo4 1*,2,3,4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email: angelanasution810@gmail. DOI: 10. 37081/jipdas. Article history: Submitted: 05 Maret 2024 Accepted: 25 Mei 2024 Published: 28 Mei 2024 Abstract This study aims to improve student learning outcomes in science learning outcomes in science learning in class V of SD Negeri 100308 Panompuan East Angkola sub-district. This type of research is classroom action research (PTK) consist of two cycles which include planning, action, observing and The subject were 23 fifth grade student at SD Negeri 100308 Panompuan. East Angkola District. Data collection tekchinques throught activity sheets and test sheest. Based on the observerAos observations, teacher and student activity increased in each cycle. In cycle I the teacherAos aktivities score of 65,62% and in cyle II it was 85,93%. While student avtivities in cycle I obtained an average score of 64,28% and cycle II was 89,28%. In learning cycle I to cycle II there was an increase in student learning outcomes. The value of student learning in cycle I was an average of 74,78% and in cycle II there was an increase in student learning outcomes with an average value of 85,21%. The result of this research show that the mind mapping method can improve student learning outcomes. Keywords: Mind Mapping Method. Learning Outcomes. PTK. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 100308 Panompuan Kecamatan Angkola Timur. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 2 siklus yang mencakup 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 23 siswa kelas V SD Negeri 100308 Panompuan Kecamatan Angkola Timur. Tehnik pengumpulan data melalui lembar aktivitas dan lembar Berdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas guru dan siswa terjadi peningkatan pada tiap Pada siklus I aktivitas guru memperoleh nilai rata-rata 65,62% dan siklus II menjadi 85,93%. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 64,28% dan siklus II menjadi 89,28%. Pada pembelajaran siklus I ke siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 74,78 dan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 85,21. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Metode Mind Mapping. Hasil Belajar. PTK Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia, pendidikan bisa terjadi apabila adanya hubungan secara langsung antara guru dan siswa. Hubungan tersebut bisa terjadi ketika saat dilaksanakannya proses belajar mengajar secara langsung di sekolah. Dalam proses pembelajaran berlangsung guru memegang kendali yang sangat penting dalam mengembangkan potensi atau kemampuan siswa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan sejak kecil merupakan hal penting yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh. Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan Aupendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negaraAy. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan media pembelajaran, dan lingkungan untuk mencapai tujuan pendidikan seperti yang tertera dalam undang-undang. Keberhasilan dalam pencapaian tujuan pendidikan bergantung proses pembelajaran dimana terdapat tiga komponen pembelajaran yaitu guru, materi pembelajaran, dan siswa serta melibatkan sarana dan prasarana seperti metode, media pembelajaran dan penataan lingkungan. IPA merupakan salah satu pembelajaran utama yang di dalamnya terdapat pembahasan tentang alam dengan segala isinya. IPA ditujukan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga mampu membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai alam di sekitarnya. Hal ini berarti pendidikan IPA lebih menekankan pada keaktifan siswa untuk mempelajari dan mendapatkan pengetahuan tentang alam yang bermanfaat bagi dirinya. IPA biasanya memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menghasilkan siswa yang berkualitas, yaitu siswa yang dapat berpikir kritis, kreatif, logis dalam menanggapi dampak yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Dalam kegiatan belajar, siswa diharapkan dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dalam setiap prosesnya. Proses pembelajaran seharusnya dapat menciptakan keinginan belajar yang tinggi terhadap setiap siswa. Tercapainya atau tidaknya ketuntasan siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor dari dalam siswa dan faktor dari luar siswa. Faktor dari diri siswa bersifat biologis yang membuat anak lambat dalam belajar, sedangkan faktor dari luar siswa adalah faktor dari keluarga yang kurang peduli terhadap anaknya, lingkungan masyarakat yang tidak sehat maupun sekolah yang kurang menerapkan cara belajar anak yang baik. Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan wali kelas V Bapak Ardo Kombang. Pd di SD Negeri No. 100308 Panompuan, pada hari selasa tanggal 08 Agustus 2023. Ketika kegiatan pembelajaran berlangsung terlihat kurangnya keaktifan siswa dalam belajar, hasil belajar siswa yang tidak meningkat karna kurangnya pemahaman siswa, siswa yang kurang kreatif saat belajar, adanya siswa yang asik bermain dengan mainan yang telah dibawa dari rumah, pembelajaran kurang menarik karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan hanya merujuk pada buku. Sehingga mengakibatkan siswa menjadi pasif. Berikut ini tabel rekapitulasi nilai ulangan harian IPA Di Kelas V SDN 100308 Panompuan : Tabel 1 Rekapitulasi nilai hasil ulangan siswa IPA kelas V SD Negeri 100308 Panompuan KKM Keterangan Jumlah Peserta Persentase Didik >75 Tuntas 39,13% <75 Tidak Tuntas 60,87% Jumlah Sumber : Ardo kombang. Berdasarkan kenyataan dari data ulangan yang disajikan pada tabel diatas, bahwa dari jumlah 23 orang siswa kelas V SD Negeri 100308 Panompuan Kec. Angkola Timur T. A 2023/2024 ternyata hanya Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. 39,13% . siswa yang sudah berhasil mencapai KKM, dan 60,87% . siswa belum mencapai KKM yaitu 75, sehingga harus mengikuti remedial. Hal ini masih jauh dari yang diharapkan yaitu ketuntasan 80%. Untuk mengatasi masalah tersebut ada upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Untuk mengatasi permasalahan diatas, diperlukan suatu upaya yang bagus yaitu sebuah metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan bagi hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Kelas V SD Negeri 100308 Panompuan Kabupaten Tapanuli Selatan, maka peneliti berupaya menerapkan metode Mind Mapping sebagai salah satu alternatif pembelajaran. Metode pembelajaran Mind Mapping bisa menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Metode Mind Mapping adalah metode peta pikiran, dimana siswa diminta untuk menggambarkannya secara aktif dan kreatif, yang mengharuskan siswa untuk menghubungkan topik utama dengan sub topik materi sehingga akan memaksimalkan pemahaman siswa dan tentu akan menarik perhatian siswa. Metode Mind Mapping dapat dijadikan alternative solusi untuk meningkatkan hasil belajar khususnya pada pembelajaran IPA. Hal tersebut dikarenakan tujuan Mind Mapping adalah : . Mengaktifkan seluruh otak, . memungkinkan siswa berfokus untuk pokok bahasan, . membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, . memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, . memungkinkan siswa mengelompokkan konsep, . dan mensyaratkan siswa untuk memusatkan pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Berdasarkan kondisi tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul AuMeningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Sub Tema II Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh Dengan Menggunakan Metode Mind Mapping Di Kelas V SDN 100308 Panompuan. Ay Belajar sebagai proses manusiawi memiliki kedudukan dan peran penting baik dalam kehidupan masyarakat tradisional maupun modern. Belajar adalah suatu aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan kepribadian. Pengetahuan bukan hanya didapat saat proses belajar mengajar berlangsung, tetapi pengetahuan bisa juga diperoleh melalui pengalaman yang terjadi di sekitar kita. Menurut Sudjana dalam Susanto . menyatakan AuBelajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku. Aktivitas itu terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungan yang disadariAy. Menurut Zulfadli . yang menyatakan AuBelajar sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya dengan melibatkan unsur cipta, rasa dan karsa serta karya yang berguna untuk dirinya dan orang lainAy. Menurut Hilgard dalam Suyono . yang menyatakan AuBelajar suatu proses dimana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap suatu situasiAy. Menurut Burton dalam susanto . yang menyatakan AuBelajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkunganya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannyaAy. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku manusia yang diperoleh secara bertahap baik berasal dari pengalaman dan proses Hasil belajar merupakan tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran Menurut Pebriana . AuHasil belajar merupakan berakhirnya puncak proses belajarAy. Metode merupakan sebuah perencanaan pelaksanaan pembelajaran dalam menyajikan materi pelajaran yang dilakukan secara teratur dan bertahap untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Swadarma . yang menyatakan AuMind Mapping merupakan cara mencatat yang efektif, efisien, kreatif, menarik, mudah dan berdaya guna untuk mengembangkan ide dan pemikiran sesuai dengan mekanisme kerja otak sehingga dapat membuka seluruh potensi dan kapasitas otak yang masih tersembunyiAy. Dengan kata lain mapping adalah metode efektif untuk merenungkan semua gagasan yang ada di dalam Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Menurut Shoimin dalam Rahmad . yang menyatakan AuMind Map merupakan teknik pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual dan frasarana grafis lainnya untuk membentuk kesanAy. Menurut Buzan dalam Rofisian . yang menyatakan AuMind Map . eta pemikira. dapat menghubungkan konsep yang baru diperoleh siswa dengan konsep yang sudah didapat dalam proses pembelajaran, sehingga akan menciptakan suatu hasil peta pemikiran berupa konsep materi yang baru dan berbeda. Ay Peta pikiran merupakan salah satu produk kreatif yang dihasilkan oleh siswa dalam kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar menggunakan metode Mind Map ini, siswa aktif menyusun inti-inti dari suatu materi pembelajaran menjadi peta pemikiran. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Mind Mapping adalah metode atau cara membelajarkan kepada siswa melalui cara mencatat yang mudah, menarik, dan menyenangkan dengan memanfaatkan keseluruhan kemampuan otak siswa melalui perpaduan warna, garis, simbol, dan gambar berwarna-warni. Mind Mapping dapat membentuk kesan mendalam sehingga pembelajaran akan lebih diingat dan bermakna serta dapat meningkatkan kreativitas siswa. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 100308 Panompuan Kecamatan Angkola Timur. Kabupaten Tapanuli Selatan. Waktu penelitian direncanakan kurang lebih 2 bulan yaitu dari bulan oktober-november. Subjek penelitian merupakan beberapa orang atau kelompok yang akan diteliti. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 100308 Panompuan. Adapun yang menjadi subjek yang akan diteliti yaitu seluruh siswa kelas V SD Negeri 100308 Panompuan yang berjumlah 23 Siswa dimana terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Objek yang diteliti oleh peneliti yaitu meningkatkan hasil belajar siswa pada sub tema II pentingnya makanan sehat bagi tubuh dengan menggunakan metode mind mapping di SD Negeri 100308 Panompuan. Pada penelitian ini instrument yang digunakan diantaranya adalah lembar observasi dan soal tes. Alur penelitian yang digunakan adalah model penelitian yang dikembangkan olehKemmis dan Mc Taggart dalam Nizar . seperti yang tampak pada Bagan dibawah ini: Bagan 1. Alur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Refleksi Perencanaan I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Hasil Belajar Meningkat Atau Tidak Sumber : Kemmis dan Mc. Taggart dalam Nizar . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Observasi . Tes Tehnik Analisis Data Teknik persentase yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus sebagai berikut (Arikunto, 2. yce P = ycu 100% ycu Keterangan Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. P = Persentasi F = Skor yang diperoleh N = Nilai maksimal Kriteria taraf keberhasilan ditentukan sebagai berikut : 80% - 100 % : Sangat Baik 70% - 79 % : Baik 60% - 69 % : Cukup < 59% : Kurang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penerapan Siklus I Pada akhir siklus I, setelah semua materi pelajaran di ajarkan guru kembali memberikan tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan atas tindakan yang diberikan. Secara singkat tingkat keberhasilan siswa pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut ini . Hasil Tes siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2 Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus I Dengan Materi Makanan Sehat dan Organ Pencernaan Manusia Menggunakan Metode Mind Mapping. Nama Siswa Kkm Nilai Keterangan Afika Syaputri Jawa Ahmad Fai Ali Syahbana Lubis Alwi Ramadhan Asifa Dwi Anggina Delisma Sari Faith Haidar Akbar Ifwandi Syaputra Ikwan Hafis Hsb Jahira Al Parida Khofifah Aulia Hrp Kurniawan Siregar Latifah Handayani Nadia Fristy Nurul Padilah Putri Inda Rahmad Efendi Risky Amelia Rosyanti Hsb Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Sahniar Siregar Sania Marwah Hsb Tidak Tuntas Tuntas Santi harahap Yahdi Ramos Hrp Jumlah Rata-rata 74,78 Tidak Tuntas Tuntas Cukup Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dari tabel 4. 3 di atas maka dapat diketahui dari 23 orang siswa pada saat diberikan tes pada siklus I terdapat 10 orang siswa mendapat nilai sangat baik, sebanyak 3 orang siswa yang mendapat nilai baik, sebanyak 8 orang siswa mendapat nilai cukup dan sebanyak 2 orang siswa yang mendapat nilai kurang dengan rata-rata nilai 74,78. Untuk mengetahui tingkat persentasi ketuntasan minimal maka diuraikan pada tabel berikut ini : Tabel 3 Deskripsi Nilai Siklus I Nilai Jumlah Persentase Keterangan Siswa Jumlah Siswa 43,47 Sangat Baik 13,04 Baik 34,78 Cukup < 59 8,69 Kurang Jumlah Berdasarkan rumus ketuntasan belajar siswa secara minimal diperoleh : Berdasarkan hasil perhitungan maka data diketahui bahwa dari 23 orang siswa terdapat sebanyak 10 orang . ,47%) yang mendapat nilai sangat baik, sebanyak 3 orang siswa . yang mendapat nilai baik, sebanyak 8 orang ( 34,. siswa yang mendapat nilai cukup dan sebanyak 2 orang . siswa yang mendapat nilai Berdasarkan penelitian dilakukan, keberhasilan dan kekuranganya selama penelitian dari hasil data yang di peroleh pada saat proses pembelajaran, apabila hasil analisis pada siklus 1 ada kekurangannya, maka hasil analisis tersebut akan dievaluasi untuk menentukan tindakan pada siklus II dalam rangka mencapai tujuan. Tabel 3 Hasil Refleksi Siklus I Masalah Penyebab Solusi Pembelajaran belum Peneliti belum maksimal Dalam siklus ke II akan secara dalam mengondisikan kelas lebih memperhatikan selama pembelajaran situasi atau kondisi kelas sebelum memulai Penyampaian Materi Peneliti belum paham Sebelum pembelajaran kurang secara maksimal dalam dimulai materi baiknya peneliti lebih sebelum pembelajaran Aktivitas Peneliti dan Peserta didik masih takut- Alangkah peserta didik dalam takut untuk memberikan peneliti tugas hasil jawaban yang telah memahami belum berjalan secara diperoleh Pada akhir siklus II, siswa diberikan tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan atas tindakan yang diberikan, dan untuk mengetahui letak kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengerjakan soal makanan sehat dan organ pencernaan manusia. Hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 4 Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II Dengan Materi Makanan Sehat dan Organ Pencernaan Manusia Menggunakan Metode Mind Mapping Nama Siswa Kkm Nilai Keterangan Afika Syaputri Ahmad Fai Ali Syahbana Alwi Ramadhan Asifa Dwi Delisma Sari Faith Haidar Ifwandi Ikwan Hafis Hsb Jahira Al Parida Khofifah Aulia Kurniawan Latifah Nadia Fristy Nurul Padilah Putri Inda Rahmad Efendi Risky Amelia Rosyanti Hsb Sahniar Siregar Sania Marwah Santi harahap Yahdi Ramos Jumlah Rata- rata 85,21 Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Dari tabel 4. 8 di atas maka dapat diketahui dari 23 orang siswa pada saat diberikan tes pada siklus II, sebanyak 14 orang siswa mendapat nilai sangat baik, sebanyak 6 orang siswa mendapat nilai baik, sebanyak 2 orang siswa yang mendapat nilai cukup dan yang mendapat nilai krang sebanyak 1 orang dengan rata-rata sebesar 85,21 Nilai < 59 Jumlah Tabel 4. Deskripsi Nilai Siklus II Jumlah Persentase Siswa Jumlah Siswa 60,86 26,08 8,69 4,34 Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan temuan data hasil penelitian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata yaitu 85,21 bila dibandingkan dengan nilai tes pada siklus I maka dapat dikatakan terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 85,21% - 74,78% = 10,43%. Dengan demikian maka dapat terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II. Dari hasil analisis siklus II ditemukan terdapat peningkatan sebesar 10,43% hasil ini menunjukkan bahwa Metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga tidak perlu dilakukan tindakan perbaikan lagi pada siklus Pembahasan Dari hasil penelitian dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan Metode Mind Mapping mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Materi yang telah di pelajari adalah materi makanan sehat dan organ pencernaan manusia dengan menggunakan Metode Mind Mapping. Pembelajaran dengan menggunakan Metode Mind Mapping memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk semakin kreatif dan berkembang pada saat pembelajaran. Penerapan dengan menggunakan Metode Mind Mapping semakin memotivasi peserta didik untuk lebih semangat lagi dalam pembelajaran dan mampu menyelesaikan permasalahan atau soal-soal materi makanan sehat dan organ pencernaan manusia yang menyangkut kepada kehidupan sehari-hari dan lebih mudah lagi untuk semakin giat dalam belajar. Berikut juga Rekapitulasi hasil belajar siswa pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 4. Rekapitulasi Nilai Siklus I dan Siklus II Nama Persentase Perolehan Keterangan Siswa Siklus I Siklus II Afika Meningkat Ahmad Fai Meningkat Ali Syahbana Meningkat Alwi Tetap Asifa Tetap Delisma Sari Tetap Fatih Haidar Meningkat Ifwandi Tetap Ikwan Hafis Tetap Jahira Al Meningkat Khofifah Meningkat Kurniawan Tetap Latifah Meningkat Nadia Fristy Meningkat Nurul Padilah Tetap Putri Inda Meningkat Rahmad Meningkat Risky Amelia Rosyanti Hsb Sahniar Sania Marwah Santi harahap Yahdi Ramos Jumlah Tetap Tetap Meningkat Meningkat Meningkat Tetap Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Ketuntasan Minimal Rata Aerata 74,78 85,21 85,21 Meningkat Berdasarkan tabel 4. 7 di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang berarti hasil belajar ketika siklus I dan siklus II dengan nilai 74,78 dan siklus II 85,21. Tingkat keberhasilan Metode Mind Mapping dapat digambarkan seperti diagram berikut : Grafik 1 Peningkatan Hasil Belajar Pada Materi Makanan Sehat dan Organ Pencernaan Manusia Rata -rata Tingkat Ketuntasan Siklus I dan Siklus II Rata -rata Berdasarkan analisis pada siklus I dan siklus II maka yang menjadi pokok penting yang perlu dikaji adalah sebagai berikut : Berdasarkan rumus analisis data diperoleh pada siklus I dapat diketahui bahwa dari 23 orang siswa terdapat 10 orang . ,47%) yang mendapat nilai sangat baik, sebanyak 3 orang . ,04%) yang mendapat nilai baik, sebanyak 8 orang . ,78%) yang mendapat nilai cukup dan yang medapat nilai kurang sebanyak 2 orang ( 8,69%) dengan rata-rata sebesar 74,78. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam Metode Mind Mapping pada siklus 1 yaitu : a. pembelajaran belum terlaksana secara baik, penyebabnya yaitu peneliti belum maksimal dalam mengondisikan kelas selama pembelajaran, b. materi pembelajaran kurang jelas penyebabnya yaitu peneliti belum paham secara maksimal dalam penyampaian materi pembelajaran, c. aktivitas peneliti dan peserta didik dalam menyelesaikan tugas belum berjalan secara maksimal. Dalam refleksi siklus I terjadi perubahan pada siklus II mengetahui solusi dari kekurangan siklus I yaitu : a. siklus II peneliti lebih memperhatikan kondisi atau situasi kelas sebelum melakukan pembelajaran, b. sebelum pembelajaran dimulai peneliti dapat memahami materi pembelajaran, c. peneliti lebih memahami karakteristik Peserta didik. Dari hasil temuan penelitian pada siklus II dapat dijelaskan bahwa terdapat sebanyak 14 orang . ,86%) yang mendapat nilai sangat baik, sebanyak 6 orang . ,08%) yang mendapat nilai baik, sebanyak 2 orang . ,69%) yang mendapat nilai cukup dan yang medapat nilai kurang sebanyak 1 orang ( 4,34%). Dengan rata-rata sebesar 85,21. Berdasarkan temuan hasil penelitian terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 10,43%. Dengan demikian maka dapat dikatakan terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II sehingga peneliti tidak perlu melakukan tindakan pada siklus selanjutnya. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Penerapan dengan menggunakan Metode Mind Mapping pendekatan pada materi makanan sehat dan organ pencernaan manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 100308 Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Panompuan dapat meningkatkan aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar Siswa. Peningkatan aktivitas mengajar guru dapat dilihat pada perolehan nilai aktivitas guru pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 65,62 dengan kriteria Aucukup Ay dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 85,93 dengan kriteria AuBaikAy. Peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada perolehan nilai aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 64,28 dengan kriteria AucukupAy dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 89,28 dengan kriteria AubaikAy. Nilai tersebut menunjukkan bahwa peneliti sudah menguasai materi pembelajaran dan langkah-langkah dalam menggunakan Metode Mind Mapping. Pelaksanaan siklus I dengan menggunakan Metode Mind Mapping diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar nilai rata-rata 74,78 Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan Metode Mind Mapping diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar yaitu sebanyak dengan rata- rata 85,21 . DAFTAR PUSTAKA