MEMBANGUN USAHA SOSIAL DI DESA CIJAYANTI. BABAKAN MADANG, KABUPAEN BOGOR Mulawarman Awaloedin1. Syahrial Sidik2 Correspondensi e-mail: amulawarman. awaloedin@gmail. 1Program Sarjana. Program Studi Aktuaria. STMA Trisakti. Jakarta 2Program Diploma Tiga. Program Studi Asuransi Kerugian. STMA Trisakti. Jakarta ABSTRACT This community service activity is aimed at developing a community in the village of Cijayanti. Babakan Madang. Bogor Regency. West Java. This activity is a continuation of similar activities in the Rawamangun area and its surroundings which were transferred to Cijayanti village by building new This facility will later be used for social enterprise activities. The social enterprises that will be developed are: . Al-Quran reading and memorization . program, . Fast counting learning program, and . Entrepreneurship training program. The three programs are implemented in stages. The impact of this program will be the implementation of social business activities that provide benefits to the community in Cijayanti village and its surroundings. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk mengembangkan sebuah komunitas di desa Cijayanti. Babakan Madang. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa di kawasan Rawamangun dan sekitarnya yang dialihkan ke desa Cijayanti dengan membangun fasilitas baru. Fasilitas ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan usaha sosial. Adapun usaha sosial yang bakal dikembangkan adalah: . Program membaca dan menghafal . Al Quran, . Program belajar berhitung cepat, dan . Program pelatihan Ketiga program tersebut dilaksanakan secara bertahap. Dampak dari program ini nantinya adalah terselenggaranya kegiatan usaha sosial yang memberikan manfaat untuk masyarakat di desa Cijayanti dan ARTICLE INFO Submitted: 19 Februari 2023 Revised: 01 Maret 2023 Accepted: 20 Maret 2023 Keywords: social enterprise. Entrepreneurship. DOI: 10. 55080/jim. Kata kunci: Usaha sosial. PENDAHULUAN Usaha Sosial Usaha sosial merupakan sebuah konsep dalam menyelesaikan permasalahan sosial kemasyarakatan yang berkembang tanpa teori, metoda dan beragam perdebatan akademik yang seakan tanpa ujung. Usaha sosial dan para pelakunya yang sering di sebut sebagai wirausaha sosial merupakan turunan langsung Secara sederhana, wirausaha sosial merupakan peran yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang yang mengerti dan memahami persoalan-persoalan sosial di masyarakat guna melakukan perubahan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan dasar dan kesejahteraan bersama (Santoso, 2. Meskipun demikian, praktik usaha sosial atau kewirausahaan sosial ini lebih banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dibanding kajian-kajian yang bersandar pada pendekatan keilmuan (Anis Fitria, 2. Menjadi wirausaha sosial merupakan sebuah tantangan (Dewi Meisari et. , 2. , dan juga memberi keuntungan keuangan yang menarik (Dewi et. , 2. Konsep kewirausahaan sosial . ocial entrepreneurshi. merupakan pendekatan kewirausahaan . yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sosial juga tidak luput dari tantangan tersebut. Pg. Kewirausahaan sosial menawarkan cara baru dalam mengatasi masalah sosial. Namun, tidak sedikit pihak yang ragu bahwa cara tersebut dapat dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Hal ini karena praktik organisasi bisnis yang umum ditemui adalah praktik yang bertujuan memaksimalkan laba, bukan untuk menyelesaikan masalah sosial. Masalah sosial dipandang sebagai urusan organisasi-organisasi sosial . harity atau yayasa. yang memang tidak memiliki orientasi laba . ot-forproft organizatio. dan umumnya bergantung pada donasi untuk mendanai kegiatan mereka. Sementara itu, masalah sosial yang besar sudah sepantasnya diurus oleh negara. Pihak-pihak yang skeptis tersebut memandang tujuan bisnis dan tujuan sosial seperti air dan minyak sehingga menyatukannya sama saja dengan imajinasi kosong yang tidak mungkin dapat diwujudkan. Diperkenalkan pertama kali pada sekitar tahun 1970-an, konsep social entrepreneurship menarik perhatian banyak orang yang ingin melakukan perubahan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Lembaga-lembaga yang bertujuan khusus untuk mempromosikan dan mendorong kewirausahaan sosial pun bermunculan, salah satunya adalah Ashoka Foundation yang lahir pada 1981. Para akademisi dan pengamat pun mulai mengangkat tema tersebut. Charles Leadbeater . cukup berhasil mengungkit perhatian banyak orang. Pada tahun 2006. Muhammad Yunus sebagai seorang social entrepreneur mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian. Terkait dengan konteks kemampuan masyarakat guna merespon kondisi perekonomian yang sulit, kewirausahaan sosial muncul sebagai solusi atas permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat di pedesaan (Anik Susanti, et al, 2. , menjadi modal dan pendorong pertumbuhan perekonomian wilayah maupun negara (Didip Diandra, 2. Selain itu, implementasi dari kewirausahaan sosial ini dapat digunakan sebagai usaha sosial berbentuk pengumpulan dana masyarakat seperti zakat (Mansur Efendi, 2. serta kepemudaan (Muliadi Palesangi, 2. Regulasi Sampai saat ini kebijakan pemerintah Indonesia belum memberikan perhatian secara khusus terhadap kewirausahaan sosial. Namun, perhatian terhadap isu kewirausahaan secara umum telah ada. Regulasi terkait kegiatan usaha sosial terdapat pada Undang-Undang No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (Pasal . dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 tentang penanaman modal (Pasal 17, 25, dan . Undang-undang ini mewajibkan perusahaan dan penanam modal untuk melakukan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Banyak wirausaha sosial . ocial enterpris. telah berhasil memperoleh dana CSR dari beberapa perusahaan yang ingin mematuhi regulasi tersebut. Terkait Badan Usaha Milik Negara, pemerintah juga telah mengatur tanggung jawab sosial seluruh BUMN melalui Keputusan Menteri BUMN Tahun 1999 dan Peraturan Menteri Negara BUMN Tahun 2007 mengenai Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL sendiri adalah salah satu bentuk dari implementasi CSR pada BUMN, di mana BUMN diwajibkan mengalokasikan maksimal 2% dari labanya untuk kegiatan PKBL tersebut. Oleh karena itu, mengacu ke situasi seperti diuraikan di atas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa: Membangun Kegiatan Wirausaha Sosial di Desa Cijayanti. Babakan Madang. Kabupaten Bogor. Model Bisnis Usaha Sosial Terdapat dua model pemecahan persoalan sosial yakni, model adaptif dan inovatif. Seperti pengembangan yang dilakukan oleh Michael Kirton melalui KAI (Kirton Adaption Innovatio. guna mengukur gaya pemecahan persoalan individu (Michael Laverty, 2. Mengacu pada kedua model ini, berikutnya dikembangkan sejumlah model-model usaha guna mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam konteks usaha sosial. Model-model itu diantaranya adalah: Model bisnis terintegrasi, dan Model bisnis terpisah Kedua model diatas, diturunkan dari model bisnis kanvas. Untuk kasus usaha sosial yang akan dikembangkan di desa Cijayanti, diterapkan tipe model usaha sosial yang banyak ditemukan di Indonesia yakni model usaha mencari keuntungan untuk memeroleh manfaat yang berguna bagi masyarakat . rofit-for-benefi. Pg. METODE Informasi Desa Cijayanti Desa Cijayanti. Kecamatan Babakan Madang. Kabupaten Bogor. Jawa Barat berlokasi di koordinat 879047BT/-6. 602126LS, dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah utara dengan desa Babakan Madang/Sumur Batu. Sebelah selatan dengan desa Gunung Geulis. Sebelah timur dengan desa Bojong Koneng. Sebelah barat dengan desa Cikeas/Nagrak. Berikut peta lokasi dari desa Cijayanti. Gambar 1. Peta Lokasi Desa Cijayanti . iunduh dari: http://cijayanti-babakanmadang. id/#!) Desa Cijayanti berdiri sejak tahun 1930, memiliki luas 1500,499 Ha. Mengacu ke sensus penduduk tahun 2020, desa ini di diami oleh sekitar 16. 444 jiwa dengan komposisi laki-laki sebanyak 8. 496 jiwa dan perempuan sebanyak 7. 948 jiwa. Berikutnya, terkait dengan sebaran penduduk, desa ini terdiri dari 2. Dusun, dengan 8 . Rukun Warga (RW) dan 45 . mpat puluh lim. Rukun Tetangga (RT). Guna memfasilitasi kegiatan masyarakat, saat ini, di desa Cijayanti terdapat 12 Mesjid, 40 Mushala, satu Fasilitas Kesehatan tingkat satu yakni Puskesmas dan dengan 17 Pusat Pelayanan Terpadu (Posyand. Di bidang pendidikan, kondisi yerkini dari des Cijayanti adalah, terdapat satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), satu sekolah kejuruan dan satu sekolah kedinasan, serta ada 4. pondok pesantren. Informasi lengkap tentang desa Cijayanti dapat diakses di kanal desa Cijayanti . ttps://w. com/watch?v=PzG0Qjgdg0&t=329. Untuk melakukan pengembangan pendidikan non formal di desa Cijayanti, tim investor telah melakukan serangkaian survei guna mewujudkan keinginan mengembangkan sebuah lokasi yang baik. Adapun lokasi itu berada di desa Cijayanti. Pg. Gambar 2. Peta Rancangan Lokasi HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep usaha sosial yang dikembangkan merupakan kelanjutan dari usaha sosial yang sudah ada Konsep tersebut mengacu ke akte pendirian Yayasan Bato Indonesia (BIF=Bato Indonesia Foundatio. , yang dibentuk pada bulan Desember tahun 2018 lalu. Pengembangan dari konsep awal yang hanya berfokus pada pendirian Rumah Quran Persahabatan (RQP), guna melaksanakan program 1a, 2a, dan 3c, serta program 3a berupa program penggalangan dana untuk tujuan kemanusiaan. telah terlaksana dengan cukup baik dan mendapat respon positif dari mayarakat pengguna. Namun demikian, pandemi C19 telah mengubah tujuan program yang sudah di rancang sebelumnya. Mengacu ke rapat tim manajemen usaha sosial dan investor . ngel investo. BIF, serangkaian percepatan program diajukan. Satu program unggulan yang di percepat adalah pembangunan pondok pesantren modern berlokasi yang berlokasi di desa Cijayanti. Babakan Madang. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Dalam percepatan ini, terdapat beberapa tahap yang segera di lakukan, yaitu: Pembangunan fisik di lokasi. Melaksanakan kerjasama dengan organisasi usaha sosial lainya di Jabodetabek. Berikut adalah model kanvas dari usaha sosial yang dikembangkan. Tabel 1. Model Kanvas dari Usaha Sosial yang dikembangkan Mitra Kunci Aktivitas Kunci Oe Teknologi pendukung dalam aplikasi berbasis Oe Kegiatan rutin Oe Dana dari angel Oe Mengelola Proposisi Nilai Oe Pemberdayaan produk/jasa, yaitu produk/jasa yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Cijayanti dan sekitarnya, disertai dengan layanan Hubungan Pelanggan Oe Forum pelatihan/ pendidikan atau sesi berbagi/ diskusi rutin . Segmen Pelanggan Oe Penerima di desa Cijayanti lan rendah. Oe Tenaga pendamping, seperti guru dan administrasi sebagai fasilitator pendamping Pg. Oe Dukungan SDM dilapangan yang Oe Masyarakat yang akan menjadi Oe Dukungan pasokan bahan Oe Pemberdayaan Oe Memberikan sebuah Oe Memantau Sumberdaya Kunci Saluran Oe Tujuan, visi, dan nilai-nilai organisasi Oe Sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha: kantor administrasi/ruang belajar, toko ataupun web Oe Sumber daya lain untuk mendukung aktivitas usaha Struktur Biaya Aliran Pendaptan Oe Biaya untuk pelaksanaan aktivitas usaha pada umumnya: o Gaji guru dan tenaga administrasi. o Biaya perawatan lokasi dan energy. Oe Biaya pemberdayaan dan Biaya dampak Oe Dana dari angel investor Oe Dana hibah dari masyarakat lainnya Oe Penjualan produk atau jasa Pembangunan Fisik Pembangunan fisik yang sedang dilaksanakan adalah pembangunan ruang belajar dan ruang aula dan ruang tidur untuk menampung sekitar 20 peserta, selain guru dan administrator. Berikut adalah gambar bangunan dan denahnya. Gambar 4. Rancangan gedung Pg. Gambar 5. Pembangunan gedung Kerjasama Dengan Usaha Sosial Amanat lainnya dari akte pendirian yayasan adalah menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga sejenis di Jabodetabek . Amanat ini merupakan tindaklanjut dari pembangunan fisik pondok pesantren modern. Untuk tahap awal kerjasama dilakukan dengan beberapa lembaga sejenis. Kerjasama ini meliputi pengadaan peserta dan guru yang akan belajar membaca dan menghafal Al Quran di Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur'an Al-Madina. Sentul. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Target Capaian Program yang sedang di desain oleh tim manajemen adalah berupa: Program membaca dan menghafal . Al Quran untuk anak-anak Ae remaja dengan kisaran usia 8 . Ae 12 . ua belas ) tahun. Program ini adalah program santri menginap selama 1. - 2. tahun dengan biaya sepenuhnya berasal dari dari angel investor. Program belajar berhitung cepat untuk anak-anak usia 6. - 15. ima bela. tahun, baik yag berada di sekitar lokasi, maupun di desa Cijayanti dan sekitarnya. Program pelatihan kewirausahan. Program ini di desain secara khusus, di mana pada tahap awal peserta dilatih untuk mengubah pola pikir dari pola pikir kuadran kiri ke pola pikir kuadran kanan. KESIMPULAN Pengembangan usaha sosial dari Yayasan Sosial BIF yang semula akan dikembangkan di kawasan Jakarta Timur, dialihkan ke desa Cijayanti. Babakan Madang. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Angel Investor yang menjadi donatur, telah menyepakati untuk membangun fisik dan mengembangkan sesuai proposal dengan mengacu ke kanvas usaha sosial yang diajukan. Program-program melanjutkan pada akte pendirian dengan beberapa penyesuaian. DAFTAR PUSTAKA