Jurnal Magistra Volume 3 Nomor 2 Juni 2024 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/magistra Peran Kepemimpinan Pendidikan untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan Paulinus Kanisius Ndoa STP Dian Mandala Gunungsitoli. Indonesia Alamat: Jl. Nilam No. Ilir Gunungsitoli Korespondensi email: nus. ndoa@stpdianmandala. Abstract. Leaders at any level and in any organization are needed to organize and mobilize various resources in the organization in order to achieve the goals of the organization. Likewise in the context of educational The leaders of universities and school principals play a very important role in leading, organizing, mobilizing and managing the educational institutions they lead in order to create quality education. This research was conducted with a literature approach, where researchers examined various theoretical studies from experts on leadership in general, educational leadership and the findings of previous researchers related to the role and influence of educational leadership on achieving the goals of educational organizations. From various literatures, it can be concluded that the quality of leadership possessed by an educational leader substantially influences the success of an educational institution. The type and style of leadership they have and apply also determine the effectiveness and speed of an educational institution in achieving the vision and mission as outlined by the educational institution. Keywords: learders. Leadership, educational Abstrak. Pemimpin pada level manapun dan pada oragnisasi apapun sangat dibutuhkan untuk menata dan menggerakan berbagai sumber daya yang ada dalam organisasi demi pecapaian tujuan organisasi tersebut. Demikian juga dalam konteks organisasi pendidikan. Pimpinan Perguruan Tinggi serta para kepala sekolah sangat berperan penting dalam memimpin, mengorganisasir, menggerakan dan menata lembaga pendidikan yang dipimpinnya guna terciptanya pendidikan berkualitas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kepustakaan, dimana peneliti menelaah berbagai kajian teoritis dari para ahli tentang kepemimpinan secara umum, kepempinan pendidikan serta temuan para peneliti pendahulu terkait peran dan pengaruh kepempinan pendidikan terhadap pencapain tujuan organisasi pendidikan. Dari berbagai literatur dapat disimpulkan bahwa kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan secara substansial berpengaruh terhadap keberhasilan suatu lembaga pendidikan. Tipe dan gaya kepemimpinan yang mereka miliki dan terapkan juga turut menentukan efektivitas dan kecepatan suatu lembaga pendidikan dalam mencapai visi-misi sebagaimana yang digariskan oleh lembaga pendidikan tersebut. Kata kunci: Pemimpin. Kepempimpinan. Pendidikan LATAR BELAKANG Pemimpin mempunyai peran sentral dalam organisasi. Berhasil tidaknya organisasi salah satunya sangat ditentukan oleh kepemimpinan. Maka diskursus tentang kepemimpinan selalu terkait dengan pertanyaan: bagaimana cara, upaya dan strategi yang dilakukan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasinya. Gaya kepemimpinan yang bagaimana yang cocok untuk konteks tertentu, faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan. Dalam banyak literatur tentang kepemimpinan para ahli banyak mengupas dan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar ini. Menurut Edwin A. Locke . terdapat empat kunci untuk memimpin dengan sukses yang ditunjukkan dalam model kepemimpinan. Empat kunci ini adalah: . Alasan dan sifat-sifat pemimpin . Pengetahuan, keahlian, dan kemampuan, . Visi, . Implementasi dari visi. Selain itu efektivitas seorang pemimpin ditentukan oleh kepiawaiannya mempengaruhi dan Received: Mei 28, 2025. Revised: Mei 15, 2025. Accepted: Juni 29, 2025. Published: Juni 30, 2025 Peran Kepemimpinan Pendidikan untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan mengarahkan para anggotanya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari orang-orang yang dipimpinnya. (Euis Soliha, dkk, 2. Insitusi membutuhkan peran seorang pemimpin. Keberadaan seorang pemimpin dalam insitusi pendidikan tidak hanya membuat insitusi tersebut sah secara hukum dan administratif tetapi juga memungkinkan insitusi pendidikan mencapai tujuan, visi-misi sebagaimana Atas dasar inilah maka diskursus tentang peran dan kualitas kepemimpinan pendidikan tetap relevan sampai saat ini. Banyak penelitian membuktikan hal itu. Salah satunya yang dilakukan oleh Heyneman dan Loxley . ketika mengadakan riset pada 13 negara maju dan 14 negara berkembang. Temuan mereka menunjukkan hasil yang konsisten bahwa sekitar sepertiga dari varians mutu pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah Pemimpin pendidikan mesti mengarahkan segala sumber daya pendidikan menuju pencapaian mutu pendidikan. Untuk mencapai mutu pendidikan maka kepala sekolah juga harus bermutu. El Widah, dkk . dalam penelitiannya menemukan adanya hubungannya antara keberhasilan mutu pendidikan sekolah dengan mutu kepala sekolah. Sekolah yang berhasil adalah sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang bermutu, begitu juga sebaliknya sekolah kurang berhasil adalah sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang kurang bermutu. Kepala sekolah dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin dan pengelola sekolah harus memiliki visi dan misi. Agar seorang pemimpin pendidikan mampu menggerakan berbgai sumber daya pendidikan maka dia mesti memiliki kemampuan baik secara teoritik tentang kepemimpinan, pemahaman tentang visi-misi organisasi serta karisma kepemimpinan yang tampak dalam tipe kepemimpinan yang diterapkan sehari-hari. Pilihan gaya atau tipe kepemimpinan yang diterapkan hendaknya beradaptasi dengan visi-misi organisasi serta karakteristik orang-orang yang bekerja sama dengan dia. Hal ini yang sering diabaikan oleh seorang pemimpin pendidikan. Karena itu dalam proses kepemipinannya, seorang pemimpin sering mengalami kesulitan dalam mempengaruhi orang-orang dalam organisasi untuk berjalan bersama meraih tujuan sebagaimana diharapkan. Realitas ini menunjukan bahwa seorang pemimpin kurang mampu mengorganisir dan menata sumber daya manusia yang dimiliki dalam organisasi pendidikan agar produktif dan berkontribusi pada pencapaian visi-misi insitusi pendidikan. JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. KAJIAN TEORITIS Gambaran Umum Tentang Kepemimpinan Pendidikan Konsep Dasar Kepemimpinan Terminologi kepemimpinan bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan maupun dalam berbagai organisasi. Kepemimpinan adalah topik yang menarik untuk dibicarakan dan dikaji dalam tataran dunia akademik. Hemhil & Coons mendefinisikan kepemimpinan sebagai perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama . hared goa. Rauch & Behling memandang kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan Dari berbagai pandangan para ahli tentang kepemimpinan kita menemukan tiga hal yang merupakan benang merah terkait dengan kepemimpinan, yakni: . Kepemimpinan selalu terkait dengan suatu proses, upaya serta kegiatan dari seseorang . Upaya, proses dan kegiatan dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain dalam suatu kelompok/organisasi. Aktivitas kepemimpinan berorentasi pada tercapainya tujuan akhir yang diharapkan dalam sebuah kelompok/organisasi. Konsep dan teori kepemimpinan berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini seturut dengan tuntutan perubahan dan kompeleksitas kebutuhan akan kepemimpinan yang berbeda dari waktu ke waktu. Hal ini juga menuntut adanya pemgembangan kepemimpinan . eadership developmen. Pengembangan kepemimpinan . eadership developmen. dapat diartikan sebagai perpanjangan dari kapasitas seseorang untuk menjalankan manajemen untuk mencapai sesuatu yang lebih efektif dalam peran dan proses kepemimpinan (Muhamad Fatih Rusydi Syadzili, 2. Berbagai Teori Kepemimpinan Jika ditelusuri dari sejarah perkembangan kepemimpinan, teori kepemimpinan genetik adalah teori kepemimpinan yang paling awal muncul dengan ungkapan yang sangat populer Aua leader is born, not madeAy. Artinya kepemimpinan itu dilahirkan bukan Inilah keyakinan tradisonal tentang kepemimpinan. Sifat-sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya. Pada efektivitas kepemimpinan sangat tergantung pada kehebatan karakter pemimpin yang ditandai dengan sifat yang dimiliki yakni kepribadian, keunggulan fisik dan kemampuan Penganut teori ini yakin bahwa dengan memiliki keunggulan karakter di atas, maka seseorang akan memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan dapat menjadi pemimpin Peran Kepemimpinan Pendidikan untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan yang efektif. Dengan demikian teori ini secara perlahan mematahkan teori awal kepemimpinan yang meyakini bahwa jiwa kepemimpinan diturunkan dari garis keturunan. Selanjutnya pada tahun 1940-an para ahli mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti AubehaviorAy atau perilaku seorang pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Fokus pembahasan teori kepemimpinan pada periode ini beralih dari siapa yang memiliki kemampuan memimpin ke bagaimana perilaku seseorang untuk memimpin secara efektif. Teori perilaku ini muncul pertama kali dari penelitian universitas Ohio tahun 1940-an. (Fridayana Yudiatmaja, 2. Seturut perkembangan zaman karakteristrik kepemimpinan juga dirasa perlu untuk terus ditingkatkan. Maka munculah teori situasional. Pengembangan teori situasional teori-teori meramalkan kepemimpinan yang paling efektif. Dalam Ausituational leadershipAy pemimpin yang efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkannya secara tepat. Seorang pemimpin yang efektif dalam teori ini harus bisa memahami dinamika situasi dan menyesuaikan kemampuannya dengan dinamika situasi yang ada. Empat dimensi situasi yakni kemampuan manajerial, karakter organisasi, karakter pekerjaan dan karakter pekerja. Keempatnya secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap efektivitas kepemimpinan seorang pemimpin (A. Rahman, 2. Selanjutnya teori kepemimpinan yang paling mutakhir adalah teori kepemimpinan Kepemimpinan transformasional ditemukan secara konseptual pada tahun 1978 di Amerika Serikat oleh James Mac Gregor, seorang sejarawan. Kepemimpinan transformasional pada dasarnya lahir sebagai jawaban atas tantangan zaman yang terus berubah. Seorang pemimpin dengan tipe transformasional adalah seorang yang berupaya mengembangkan potensi yang dimilikinya serta bawahannya secara inovatif. Kepemimpinan transformasional ini sangat ideal dimiliki oleh para pemimpin pendidikan. Karena dengan menerapkan kepemimpinan transformasional, pemimpin pendidikan memberdayakan dan melibatkan segala sumber daya pendidikan entah guru, dosen, masyarakat dan stakeholders lainnya untuk bergandengan tangan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kepustakaan, dimana peneliti menelaah berbagai kajian teoritis dari para ahli tentang kepemimpinan secara umum, kepempinan pendidikan serta temuan para peneliti pendahulu terkait peran dan pengaruh kepempinan JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. pendidikan terhadap pencapain tujuan organisasi pendidikan. Pemaparan hasil penelitian dilakukan secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Kepemimpinan Pendidikan: Esensi dan Fungsi Kepemimpinan Pendidikan Secara konseptual, kepemimpinan adalah serangkaian tindakan dan upaya untuk mempengaruhi orang lain dalam organisasi untuk bekerja mencapai tujuan organisasi. Bertolak dari definisi umum tentang kepemimpinan maka kita bisa merumuskan konsep kepemimpinan pendidikan sebagai proses, upaya dan kemampuan untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan agar dapat dicapai tujuan pendidikan atau sekolah secara efektif dan efisien. (Supriyanto Seni, 2. Kepemimpinan pendidikan merupakan proses mempengaruhi, menggerakkan dan mengkoordinasikan individuindividu dalam organisasi/ lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam organisasi pendidikan peran dan fungsi kepemimpinan dijalankan pertamatama oleh kepala sekolah untuk konteks pendidikan dasar dan menengah, dan Rektor atau dekan dalam konteks pendidikan Tinggi. Sebagai pemimpin, maka kepala sekolah atau Kualitas kepemimpinan Kepala Sekolah atau rektor secara substansial berpengaruh terhadap keberhasilan suatu sekolah. Gaya kepemimpinan pemimpin pendidikan berperan dalam peningkatan lembaga pendidikan tersebut. Kepala Sekolah yang profesional harus mampu menunjukan motivasi dan kinerja yang tinggi yang berdampak pada produktivitas sekolah. Kepemimpinan dalam institusi pendidikan memiliki peranan yang berbeda dengan model kepemimpinan institusi lain. Pemimpin pendidikan mesti mengarahkan segala sumber daya pendidikan menuju pencapaian mutu pendidikan. Untuk mencapai mutu pendidikan maka kepala sekolah juga harus bermutu. Karena menurut El Widah, dkk . ada hubungannya antara keberhasilan mutu pendidikan sekolah dengan mutu kepala sekolah. Sekolah yang berhasil adalah sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang bermutu, begitu juga sebaliknya sekolah kurang berhasil adalah sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang kurang Kepala sekolah dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin dan pengelola sekolah harus memiliki visi dan misi, serta strategi manajemen pendidikan secara utuh dan berorientasi kepada mutu. Peran Kepemimpinan Pendidikan untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan Charles W. Boardman dalam Steven R . menekankan bahwa seorang pemimpin pendidikan harus memiliki beberapa ketrampilan, yakni:. kemampuan mengorganisir dan membantu staf dalam merumuskan program pembelajaran, . memupuk kepercayaan diri guru-guru dan staf sekolah, . membangun kerja sama dalam pengembangan program supervisi, . mendorong personalia sekolah agar turut berpartisipasi dalam mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan pendidikan memiliki orientasi agar sumber daya manusia dalam ruang lingkup pendidikan dapat dikoordinasikan untuk berkerja secara optimal dalam mencapai tujuan yang ada (Abd. Haris, 2. Maka Esensi dari kepemimpinan pendidikan adalah bagaimana seorang pemimpin pendidikan membawa lembaga pendidikan yang dipimpinnya menunju pencapaian tujuan pendidikan sebagaimana yang dirumuskan dalam visi-misi. Hal ini ditunjukan melalui kemampuannya dalam merumuskan perencanaan pendidikan, mengambil keputusan yang tepat, mengkomunikasikan, menginformasikan dan menggerakan berbagai kekuatan sumber daya untuk mencapai mutu pendidikan di Menurut El Widah, dkk . Esensi kepemimpinan adalah kepengikutan kemauan orang lain untuk mengikuti keinginan pemimpin. Kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu menimbulkan kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing serta memberikan dorongan, memacu dan berdiri didepan demi kemajuan dan memberikan inspirasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor penentu, tinggi rendahnya mutu pendidikan dan efektifitas sekolah ialah kepemimpinan kepala sekolah Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan unsur- unsur sekolah dengan situasi lingkungan budayanya, yang merupakan kondisi bagi terciptanya sekolah yang efektif. Yang mampu menghasilkan sumber daya peserta didik yang sesuai dengan untutan dan keinginan masyarakat dan menjawab tantangan moral, mental dan perkembangan ilmu serta teknologi. Sehingga mereka kelak bisa menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat bangsa. (Nazwi Septiani, 2. Perkembangan kepemimpinan pendidikan dari waktu ke waktu beradaptasi dengan tuntutan perubahan serta kebutuhan pelanggan pendidikan baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Untuk konteks terkini kepemimpinan pendidikan harus berorentasi pada pencapaian tujuan pendidikan dengan orientasi akhir adalah kepuasan pelanggan. Menurut Parasuraman dalam El Widah, dkk . terdapat beberapa layanan yang harus diwujudkan oleh kepala sekolah agar pelanggan puas, yakni layanan sesuai dengan yang JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. dijanjikan (Reliabilit. , mamp menjamin kualitas pembelajaran (Assuranc. , iklim sekolah yang kondusif (Tangibl. , memberikan perhatian penuh kepada peserta didik (Emphat. , cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta didik (Responsivenes. Model kepemimpinan yang paling cocok untuk konteks penyelenggaraan pendidikan adalah perpaduan antara tipe kepemimpinan demokratis dan kharismatis. Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya partisipasi dalam penentuan tujuan serta perpaduan berbagai pendapat atau pikiran untuk menentukan cara-cara terbaik dalam pelaksanaan Sementara tipe kepemimpinan kharismatik menekankan pada karakteristik dari kualitas pemimpin yang cukup istimewa, sehingga mampu menciptakan kepatuhan dari para pengikutnya. Kedua tipe kepemimpinan ini cocok untuk konteks lembaga pendidikan dimana didalamnya terdiri dari berbagai sumber daya manusia, yakni guru, tenaga kependidikan, orang tua murid dan masyarakat yang mesti digerakan dan difasilitasi untuk bersama-sama mengupayakan tercapainya tujuan pendidikan. Untuk kepentingan tersebut pemimpin pendidikan harus tampil karismatis, diikuti dan mau mendengarkan berbagai aspirasi dari bawahan. Selain tipe demokratis, dan kharismatik, gaya kepemimpinan yang cocok untuk dunia pendidikan adalah sebagaimana falsafah kepemimpinan yang diwariskan oleh Khi Hajar Dewantara yakni: Ing Ngarso Sung Tulodo. Ing Madya Mangun Karso. Tut Wuri Handayani. Inilah Trilogi kepemimpinan yakni cara memimpin dengan memadukan tiga kelakuan kepemimpinan. Dalam Falsaf pendidikan yang diwariskan oleh Khi Hajar Dewantara terkandung hubungan antar manusia, yaitu hubungan mempengaruhi dan keteladanan antara pemimpin dan anggotanya karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin dan cara pemimpin mengelola lembaga atau organisasinya. (Wahyu Wardoyo. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan seorang kepala sekolah harus menjadi orang yang berada di depan untuk memberikan contoh dan teladan ( Ing Ngarsa Sung Tuladh. Ketika seorang pemimpin itu di depan, ia tidak serta merta hanya Seorang pemimpin harusnya memberikan teladan dan tanggungjawab untuk membawa kepada visi bersama yang telah direncanakan. Selanjutnya, seorang kepala sekolah harus berada di tengah . ng madya mangun kars. untuk mengayomi dan memberi motivasi bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk bekerja sama mencapai visi-misi pendidikan. Seorang pemimpin harus bisa merangkul yang dipimpinnya, mau menerima kritik dan saran, serta mampu menggugah semangat bersama untuk meraih visi bersama. Saat di tengah-tengah pemimpin harus bisa membuat atmosfer organisasi menjadi positif, sehingga akan muncul semangat bersama Peran Kepemimpinan Pendidikan untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan untuk saling memotivasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Implementasinya yaitu Kepala sekolah, mampu meningkatkan semangat, mampu membangkitkan gairah kerja, mampu menimbulkan kebersamaan, mampu mengarahkan dan memberi saran, mampu memberi arahan yang memperlancar, mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif. Pada akhirnya kepala sekolah juga harus berada di belakang . ut wuri handayan. untuk mendorong individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya berada di depan untuk memperoleh kemajuan dan prestasi. Pemimpin diharapkan mampu untuk mendidik dan dipimpinnya agar terbentuk pula pemimpin- pemimpin baru sehingga tercipta proses regenerasi. KESIMPULAN DAN SARAN Pendidikan yag berkualitas merupakan visi yang senatiasa disung oleh institusi pendidikan pada berbagai level. Pendidikan yang berkaulitas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepemimpinan. Kepempinan pendidikan memainkan peran sentral dalam menentukan terjadinya proses penyelenggaraan pedidikan berkualitas. Hal ini terjadi karena dia mampu mengorganisir, menata dan menggerakan berbagai potensi yang dimiliki oleh para guru dan dosen agar produktif, bekerja sama dan berjalan bersama menuju pencapaian visi-misi insitusi pendidikan sebagaimana yang diharapkan. Kemampuan seorang pemimpin dalam mengorganisir, menata dan menggerakan berbagai sumber daya manusia di lembaga pendidikan sangat dipengaruhi juga oleh kharisma kepemimpinan, karakteristik atau gaya kepemimpinan yang diterapkan serta pemahaman yang mendalam tentang visi-misi yang diusung organisasi. Karena itu sangat diharapkan agar hendaknya seorang pemimpin memiliki kepekaan dan ketepatan dalam memilih tipe atau gaya kepempinan yang relevan sesuai karakteristik organisasi dan orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut. DAFTAR REFERENSI Atmojo. The influence of transformational leadership on job satisfaction, organizational commitment, and employee performance. Jurnal Internasional Ilmu Bisnis, 5. Bligh. Leadership and trust. In J. Marques & S. Dhiman (Eds. Leadership today . 21Ae. Switzerland: Springer International Publishing. Dirham. Gaya kepemimpinan yang efektif. DINAMIS: Journal of Islamic Management and Business, 2. , 1Ae10. JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. Heyneman. , & Loxley. The effect of primary school quality on academic achievement across twenty-nine high and low-income countries. American Journal of Sociology, 88. , 1162Ae1194. Jenkins. John R. Wooden. Stephen R. Covey and servant leadership. International Journal of Sports Science & Coaching, 9. , 1Ae24. Kasiyadi. , & Soliha. Pengaruh leader member exchange (LMX) dan kepribadian terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai variabel mediasi (Studi pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Remban. Jurnal Ilmiah Telaah Manajemen, 15. , 33Ae48. Locke. The essence of leadership: The four keys to leading successfully. Lexington Books. Minah El Widdah. Isnandar, & Rifai. Leadership kepala sekolah menuju sekolah Prosiding International Seminar on Islamic Studies and Education (ISoISE). Nanus. Visionary leadership: Creating a compelling sense of direction for your San Francisco. CA: Jossey-Bass Publishers. Natalia, & Ellitan. Strategies to achieve competitive advantage in industrial International Journal of Research Culture Society, 3. , 10Ae16. Pham. -V. Nguyen. Huynh-The. Hwang. -J. , & Pathirana. Artificial intelligence (AI) and big data for coronavirus (COVID-. pandemic: A state-of-the-arts. Ie Access, 1Ae13. https://doi. org/10. 1109/ACCESS. Rahman. Perkembangan teori kepemimpinan dan pandangan dalam konsep Islam. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 6. , 42Ae50. Seni. Kepemimpinan pendidikan di sekolah. Atma Reksa: Jurnal Pastoral dan Kateketik, 5. , 25Ae35. Snijders. Matzat. , & Reips. -D. AuBig dataAy: Big gaps of knowledge in the field of internet. International Journal of Internet Science, 7. , 1Ae5. Tulasi. Widodo. , & Setiawan. The role of leadership in industrial International Journal of Trend in Research and Development, 6. , 1Ae5. Wardoyo. Konsep kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara (Perspektif kepemimpinan manajemen pendidikan Isla. [Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijag. Yudiatmaja. Kepemimpinan: Konsep, teori, dan karakter. Jurnal Media Komunikasi, 30, 1Ae10.