ISSN CETAK : 1979-1879 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. XVII. No. 2 Juli 2023 ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. STUDI LITERATUR KANDUNGAN SENYAWA FLAVONOID PADA DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) Lailatul Badriyah . Siti Mutripah. , . Program Studi Diploma Tiga Farmasi Akademi Farmasi Kusuma Husada Purwokerto Email : lailatul@kusumahusada. id, siti@kusumahusada. ABSTRAK Daun Sukun (Artocarpus altili. mengandung senyawa flavonoid yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi metode ekstraksi yang senyawa flavonoid daun sukun ( Artocarpus altilis ) dan untuk mengidentifikasi golongan flavonoid apakah yang terdapat di dalam daun sukun (Artocarpus altilis ) dengan berbagai studi literatur. Studi literatur kandungan senyawa flavonoid pada daun sukun (Artocarpus altili. menggunakan 11 literatur maksimal 10 tahun ke belakang yang terdiri dari 8 literatur nasional dan 3 literatur internasional. Golongan flavonoid berupa khalkon, auron, flavanon, flavonol, atau antosianidin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dari hasil studi Kata Kunci : Daun Sukun (Artocarpus altili. , flavonoid, studi literatur LITERATURE STUDY OF SEYAWA FLAVONOID CONTENT ON SUKUN LEAVES (Artocapus altili. ABSTRACT Sukun leaves (Artocarpus altili. contain flavonoid compounds used as folk remedies. This research aims to provide information on the exact extraction method of sukun leaf flavonoid compounds (Artocarpus altili. and to identify what flavonoid groups are found in sukun leaves (Artocarpus altili. with various literature studies. The study of the content of flavonoid compounds on sukun leaves (Artocarpus altili. used 11 literatures a maximum of 10 years behind consisting of 8 national literature and 3 international literature. Flavonoids in the form of khalkon, auron, flavanon, flavonols, or anthothyridine have antioxidant activity from literature studies. Keywords: Sukun leaves (Artocarpus altili. , flavonoids, literature studies Vol. XVII. No. 2 Juli 2023 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 PENDAHULUAN Tanaman sukun merupakan salah satu jenis tanaman yang paling banyak di Indonesia, namun tanaman tersebut masih belum bisa dimanfaatkan secara optimal terutama daun sukun yang bermanfaat sebagai obat tradisional belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Indonesia merupakan tempat tumbuh 80Itanaman obat dari yang ada di seluruh dunia. Sekitar 1. 000 dari 28. 000 spesies tanaman tumbuh dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat (Pramono, 2. Masyarakat Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan sebagai solusi dalam memelihara dan menanggulangi masalah kesehatan. Konsumsi obat yang diturunkan dari tanaman telah tersebar luas meningkat secara signifikan baik pada obat tradisional maupun modern. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 80I populasi dunia di negara -negara berkembang bergantung pada obat yang berasal dari tumbuhan sebagai kebutuhan dasar pengobatan mereka (Canter dkk, 2. Salah satu sumber senyawa bahan alam yang diketahui berpotensi sebagai obat adalah tumbuhan Artocarpus altilis. Artocarpus altilis yang secara umum dikenal di Indonesia sebagai sukun, adalah tanaman asli Indonesia dan Papua Nugini dan tersebar di seluruh Asia Tenggara dan Afrika. Masyarakat Indonesia mengkonsumsi buahnya yang kaya akan pati setelah direbus atau digoreng. Buah sukun mengandung serat dan karbohidrat dalam jumlah besar, begitu juga dengan protein, vitamin, kalsium, magnesium, kalium, tembaga, besi, niasin, tiamin, riboflavin, lutein, dan senyawasenyawa fenolik (Appiah dkk, 2. Daun sukun mengandung komponen bioaktif flavonoid yang secara ilmiah telah terbukti mempunyai aktivitas antioksidatif (Mu'nisa,dkk,2. Kemampuan flavonoid sebagai antioksidan telah banyak diteliti belakangan ini karena memiliki kemampuan untuk merubah atau mereduksi radikal bebas dan juga sebagai antioksidan (Mu'nisa, dkk,2. METODE Subyek yang digunakan pada studi literatur ini adalah studi literatur hasil penelitian kandungan senyawa flavonoid daun sukun (Artocarpus altilis ) . Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah jurnal 10 tahun kebelakang tentang senyawa flavonoid pada daun sukun (Artocapus altili. dengan studi literatur ISSN CETAK : 1979-1879 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. XVII. No. 2 Juli 2023 yang berhubungan. Penelusuran literatur melelui database google scholar dengan keyword flavonoid breadfruit leave dan flavonoid daun sukun dengan pembatasan publikasi 10 tahun kebelakang, hasilnya 11 studi literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4. Hasil Perbandingan Studi Literature No Bahan UjiMetode Daun Spektrofoto Spektrofoto Spektrofoto Proses Bahan Kandungan Kadar Maserasi dan Pelarut Flavonoid ( ) Flavonoid Ekstraksi Etil asetat 0,5554 % Metanol Etanol 70 Etil asetat Etil asetat Peneliti Tahun Penelitan SriWardatu n,Ike Yulia. Aprizaya 0,3727 % , 2016 Hima wan,A. atu,M. Mian i , 29,442A1. ATrihadi 20. gQE/ gKusuma, dkk. PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan oleh Sri Wardatun, dkk, ( 2. dengan judul Kandungan Flavonoid Ekstrak Metanol dan Ekstrak Etil Asetat Daun Sukun (Artocarpus altili. dan Aktivitasnya terhadap Penurunan Kadar Glukosa secara in Vitro menggunakan metode Nelson Somogyi dengan acuan nilai penurunan 50% kadar glukosa baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun sukun terhadap penurunan kadar glukosa dan korelasinya dengan kandungan flavonoid. Daun sukun (Artocarpus altili. dideterminasi terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran dari daun sukun (Artocarpus altili. Daun dibersihkan dari pengotor yang menempel kemudian dicuci bersih dan dikeringkan dengan oven sampai beratnya konstan, digiling dan diayak. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi bertingkat menggunakan pelarut non polar . -heksa. , semi polar . , dan polar . Penentuan kadar flavonoid dilakukan secara spektrofotometri pada panjang gelombang 430 nm natrium asetat dan aluminium klorida. Hasil penelitian menunjukan kadar flavonoid total ekstrak etil asetat 0,5554 % dan ekstrak metanol 0,3727 % berat sampel. Penelitian yang dilakukan oleh H. Himawan, dkk, . dengan judul Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 70 % dan Etil Asetat Daun Sukun (Artocarpus altili. sebagai Vol. XVII. No. 2 Juli 2023 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Inhibitor Tirosinase. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya daya inhibisi tirosinase pada ekstrak etanol 70 % dan ekstrak etil asetat daun sukun. Perolehan ekstraksi dengan cara maserasi dan metode spektrofotometri ELISA Reader EPOCH untuk menghitung persentase inhibisi dari perbedaan serapan antara absorban sampel dengan absorban tirosin-tirosinase. Kandungan senyawa daun sukun yang terekstrak oleh pelarut etil asetat yaitu flavonoid, saponin, tanin, dan steroid, sedangkan senyawa yang terekstrak oleh pelarut etanol 70 % yaitu flavonoid, saponin, dan hidrokuinon. Senyawa flavonoid dan tanin yang diharapkan merupan senyawa turunan fenol yang memiliki banyak gugus OH. Dimana kandungan flavonoid dan tanin pada daun sukun terdapat pada ekstrak etil asetat , sedangkan pada ekstrak etanol 70 % hanya memiliki flavonoid, sehingga IC50 yang dihasilkan oleh ekstrak etil asetat memiliki daya inhibisi lebih baik dibanding ekstrak etanol 70 %. Penelitian yang dilakukan oleh A. Trihadi Kusuma, dkk, . dengan judul Penentuan Kadar Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Sukun (Artocarpus altili. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid ekstrak etil asetat daun Serbuk simplisia diekstrak dengan maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Penentuan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri diukur pada panjang gelombang 435 nm dengan pembanding kuersetin (QE) dengan hasil 29,442A1,20 mgQE/g. PENUTUP Daun Sukun (Artocarpus altili. mengandung senyawa metabolik sekunder diantaranya senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid dalam pengekstrakan tidak tahan terhadap pemanasan atau suhu tinggi yang bisa merusak komponen. Dari 11 Studi Literatur menunjukan senyawa flavonoid pada Daun Sukun (Artocarpus altilis ) mengidentifikasi flavonoid karena lebih tepat atau frekuensi lebih. DAFTAR PUSTAKA