Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 1 Januari 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Memperdalam Kemampuan Berbahasa Inggris Anak Panti Asuhan Taruna Melati Pematangsiantar Agus Suriadi*1. Syifa Salsabila Damanik2 1,2Jurusan Kesejahteraan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sumatera Utara. Indonesia *e-mail: agusur@gmail. com1, syifaadmk@gmail. Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak di Panti Asuhan pada umumnya terkait dengan pembelajaran di masa pandemic seperti sekarang ini. Anak-anak panti yang berkisar dari SD sampai SMA memiliki kesulitan dalam belajar, termasuk belajar ber Bahasa Inggris. Selain karena Bahasa Inggris bukan bahasa sehari-hari yang membuat mereka asing menggunakannya. Bahasa Inggris juga menurut mereka adalah bahasa yang sulit. Hal ini banyak terjadi di banyak panti asuhan, seperti anak-anak di Panti Asuhan Taruna Melati Muhammadiyah Pematangsiantar. Mereka ingin bersaing dengan Bahasa Inggris karena Bahasa Inggris merupakan Bahasa Internasional. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan praktikum untuk Kelompok (Groupwor. ini adalah pendidikan secara komprehensif tentang pentingnya paham mengenai Bahasa Inggris, kemudian dilanjutkan menjawab pertanyaan berbahasa Inggirs. Program Intervensi yang digunakan dalam kegiatan Praktikum ini adalah Intervensi Mezzo oleh Zastrow yang terdiri dari. Persiapan . engan Pendekatan Non-Direkti. Intake / Engangement. Assesment. Perencanaan. Implementasi dan Rencana Aksi. Evaluasi dan Terminasi. Hasil dari kegiatan ini adalah bertujuan agar anak-anak di Panti Asuhan ini mampu bersaing dengan teman-temannya yang lain, tidak ketinggalan, serta agar masa depan mereka lebih cerah dan cemerlang. Kata kunci: Bahasa Inggris. Kemampuan. Panti Asuhan Abstract The problems faced by children in orphanages are generally related to learning during a pandemic like today. The orphanage children ranging from elementary to high school have difficulties in learning, including learning English. Apart from the fact that English is not their everyday language that makes them foreign to use it. English is also a difficult language for them. This happens a lot in many orphanages, such as the children at the Taruna Melati Muhammadiyah Pematangsiantar Orphanage. They want to compete with English because English is an International language. The solution offered in this group work is a comprehensive education on the importance of understanding English, followed by answering questions in English. The Intervention Program used in this practicum is the Mezzo Intervention by Zastrow which consists of. Preparation . ith a Non-Directive Approac. Intake / Engagement. Assessment. Planning. Implementation and Action Plan. Evaluation and Termination. The results of this activity are aimed at making the children at the orphanage able to compete with other friends, not to be left behind, and so that their future is brighter. Keywords: Ability. English. Orphanages PENDAHULUAN Setiono . keluarga adalah sekelompok orang yang ada hubungan darah atau Seorang laki-laki dan seorang perempuan dari keluarga yang berbeda lalu disatukan dalam ikatan perkawinan atau pernikahan maka dapat dikatakan sebagai keluarga. Sepasang suami istri yang dikaruniai seorang anak maka antara orang tua dan anak dapat dikatakan sebuah keluarga karena disatukan oleh ikatan darah. Keluarga idealnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah dan Ibu merupakan orang terpenting bagi kehidupan dan keberlangsungan hidup anaknya. Anak yang kehilangan orangtua tentu akan memberikan pengaruh dalam tumbuh kembang anak tersebut. Anak menjadi kehilangan arah dalam kehidupan yang akan datang. Kehilangan satu atau dua orangtua dapat mengakibatkan masalah tertentu yang akan berpengaruh besar terhadap kehidupan anak dimasa yang datang dan masa depan sang anak. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 1 Januari 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Anak Panti Asuhan juga memerlukan perhatian dan kasih sayang. Apalagi di usia mereka yang menginjak remaja sangat lah memerlukan kehadiran orang tua yang berguna untuk memberikan semangat dan kasih sayang dari kedua orang tua. Anak yang berada di Panti Asuhan dituntut untuk menjadi orang yang mandiri, dan menjadi anak yang tidak bisa bersandar kepada orang tua, dan dituntut untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Peran keluarga apalagi orang tua sangatlah penting bagi keberhasilan tumbuh kembang dari sang anak. Hal ini di karenakan oleh orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan di Panti Asuhan Taruna Melati Pematangsiantar. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris ini, banyak sekali manfaatnya. Salah satunya adalah kesempatan mendapat pekerjaan lebih besar, dapat mengikuti perkembangan zaman, paham teknologi, dan meningkatkan pengetahuan. Di Indonesia Bahasa Inggris adalah bahasa asing, namun menempati posisi yang penting dalam keseharian masyarakat kita. Hal ini terlihat jelas dalam dunia pendidikan di Indonesia. Bahasa Inggris adalah salah satu pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Selain daripada itu. Bahasa Inggris telah menjadi satu kata kunci yang sanggup menggenggam segala aspek, baik bisnis, politik, sosial, maupun budaya. Bahwa dalam belajar, tidak ada kata terlambat jika ada kemauan. Pendidikan bahasa asing untuk anak-anak di Amerika dan Eropa sudah dimulai sejak tahun lima puluhan dan menjadi sangat populer pada tahun enam puluhan, namun agak menurun pada tahun tujuh Pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris didasari suatu pemikiran bahwa belajar bahasa asing atau bahasa kedua akan lebih baik bila dimulai lebih awal (Hammerby, 1982: . Banyak asumsi tentang usia dan pembelajaran bahasa antara lain adalah anak-anak belajar bahasa lebih baik dari pebelajar dewasa, pembelajaran bahasa asing disekolah sebaiknya dimulai seawal mungkin, lebih mudah menarik perhatian dan minat anak-anak daripada orang dewasa seperti diungkapkan oleh Ur . 6: . METODE Metode yang dilakukan kepada klien pada kegiatan ini yaitu melalui metode Groupwork oleh Zastrow secara General, dan tahapannya adalah sebagai berikut: Intake dan Contract: berisi tentang pengenalan Klien dan perjanjian berapa lama proses intervensi akan dilakukan. Assesment: mendengarkan para klien memaparkan permasalahan individu, inti dan juga pernyataan masalah. Planning / Perencanaan: Pada tahap ini penulis merancang strategi berupa keberlanjutan atau pengaruh langsung dan juga merupakan teknik pertolongan yang mana dalam bimbingan sosial perorangan ini dilaksanakan setelah pekerja sosial memahami situasi klien dan mempunyai pengertian yang dalam masalahnya mengenai prosedur yang tertentu. Mungkin diantaranya adalah dengan memberikan dorongan . upportive relationshi. juga menjelaskan persoalan . larification of the proble. Intervensi dan Formulasi Program: Tentunya disini ada proses yang dilakukan oleh penulis. Penulis melakukan pendampingan untuk menghasilkan perubahan berencana dalam diri para klien. Pemberian edukasi tentang konsep pentingnya belajar Bahasa Inggris dan mengajarkan para kliennya untuk bisa suka dan paham tentang Bahasa Inggris. Evaluasi: tahap ini dilakukan penulis dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh klien. Pada tahap ini. Syifa mengetahui yang mana klien yang memang sudah paham dengan Bahasa Inggris dasar, dan yang mana yang belum. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 1 Januari 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Terminasi: pada tahap ini penulis menutup kontrak yang sudah disepakati diawal, dengan memberikan buku Bahasa Inggris agar klien mampu mendalami Bahasa Inggris dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Survei Pendahuluan dan Persiapan Materi Kegiatan Survei Pendahuluan ini pada awalnya dilaksanakan pada tanggal 19-Agustus-2021 di Panti Asuhan Taruna Melati Kota Pematangsiantar, yang bertempat di Jln. Sumbawa. Bantan. Kec Siantar Barat. Pematangsiantar. Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk menanyakan ketersediaan pengelola Panti Asuhan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah itu, diperoleh lah kesepakatan bahwa akan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat sekitar 23 bulan lamanya. Setelah memperoleh kesepakatan tersebut, maka penulis juga menjelaskan kegiatan penjadwalan kegiatan, dan menjelaskan beberapa topik yang akan dilakukan di Panti Asuhan ini, salah satunya sosialisasi, dan belajar Bahasa Inggris. Sosialisasi dan Kegiatan Pelatihan Kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai Bahasa Inggris yang dilakukan di Panti Asuhan Taruna Melati Kota Pematangsiantar dilakukan selama seminggu dua kali terhitung dari tanggal 19 Agustus 2021. Pelatihan kegiatan mengenai Bahasa Inggris dihadiri oleh 10-12 orang warga panti asuhan tersebut, dan disambut dengan ramah dan hangat. Kegiatan awalnya bermula dari sosialisasi mengenai pentingnya mengetahui Bahasa Inggris, dan menjelaskan alasan-alasan yang menarik untuk belajar Bahasa Inggris yang bertujuan untuk menarik antusias warga panti asuhan tersebut mengenai Bahasa Inggris. Kemudian, dilanjutkan dengan membuat permainan-permainan dari Bahasa Inggris agar warga panti asuhan tersebut tertarik untuk belajar Bahasa Inggris. Warga panti asuhan tersebut juga diajak berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris secara mudah. Misalnya untuk menanyakan kabar, alamat, dan nama. Gambar 1. Proses Pembelajaran Bahasa Inggris. Pada kegiatan pelatihan mengenai Bahasa Inggris ini, warga panti asuhan tersebut diberikan kesempatan yang sebesar-besarnya untuk bertanya apapun yang mereka tidak paham mengenai Bahasa Inggris. Warga panti asuhan tersebut juga menanyakan mengenai pekerjaan rumah mereka mengenai Bahasa Inggris. Beberapa warga panti asuhan tersebut juga sudah mulai paham mengenai Bahasa Inggris dasar. Gambar 2. Bermain permainan mengenai Bahasa Inggris. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 1 Januari 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tidak hanya memberikan sosialisasi dan kegiatan tentang Bahasa Inggris, penulis juga memberikan edukasi mengenai bagaimana cara memakai masker yang benar, dan kesalahan apa saja yang sering dilakukan dalam menggunakan masker. Kegiatan ini juga dilakukan dengan menempelkan poster di dalam Panti Asuhan Taruna Melati mengenai topik tersebut. Gambar 3. Pemempelan poster. Hasil dari kegiatan ini adalah warga Panti Asuhan Taruna Melati Pematangsiantar sudah mulai merasakan bahwa Bahasa Inggris adalah Bahasa yang penting dan asik untuk dipelajari. Perbedaan dari sebelum belajar Bahasa Inggris sampia sudah belajar Bahasa Inggris adalah anak-anak di Panti Asuhan Taruna Melati Pematangsiantar lebih percaya diri, mampu berbicara kepada teman-temannya secara baik dengan menggunakan Bahasa Inggris dan mampu menjawab soal-soal Bahasa Inggris yang sederhana dengan mudah. KESIMPULAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam di Panti Asuhan Taruna Melati yang telah dilakukan, membawa pengaruh yang baik terhadap seluruh anak panti asuhan. Anak panti asuhan lebih rajin dan lebih minat untuk belajar Bahasa Inggris. Hal ini diapresiasi oleh bapak Pengelola Panti Asuhan karena membawa dampak yang positif dan baik pada anak-anak yang berada disitu. Saran untuk anak-anak yang ada di panti asuhan adalah agar lebih semangat lagi dalam belajar, termasuk belajar Bahasa Inggris agar masa depan lebih cemerlang. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Pengelola Panti Asuhan Taruna Melati. Bapak Supriadi dan Istri yang telah banyak membantu penulis dalam kegiatan ini, serta menerima penulis layaknya seperti saudara sendiri. Serta anak-anak yang berada di Panti Asuhan Taruna Melati yang menyambut dengan ramah dan hangat sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA