JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 3 TAHUN 2023 (Halaman 154-. Diterima: Desember 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 PELATIHAN KESEHATAN TENTANG MELAKUKAN LATIHAN MANDIRI DI RUMAH SETELAH OPERASI KANKER PAYUDARA HEALTH TRAINING ON SELF PRACTICE AT HOME AFTER BREAST CANCER SURGERY Anastasia Putu Martha Anggarani1. Raditya Kurniawan Djoar2*. Atik Swandari3 ,Meisa Alvalen Cahyanti4 1,2,4 STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo. Surabaya. Indoensia Jl. Jambi 12 Surabaya Universitas Muhamadiyah . Surabaya. Indoensia Jl. Sutorejo No. Surabaya * Penulis Korespodensi : radit. stikvinct@gmail. ABSTRAK Penderita kanker payudara akan mengalami keterbatasan gerak pada bahu dan lengan setelah menjalani perawatan medis berupa operasi pengangkatan payudara dan akan mengganggu kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari. Olahraga yang bisa dilakukan sendiri di rumah menjadi salah satu strategi untuk mencegah hal tersebut terjadi. Permasalahan mitra di komunitas kanker payudara Surabaya adalah 75% anggota memiliki kualitas hidup yang kurang baik karena adanya rasa tidak nyaman dan kelemahan pada lengan di sisi payudara yang dioperasi sehingga menyulitkan mereka untuk melakukan tugas sehari-hari setelah payudara mereka diangkat. Format talk show dengan tanya jawab interaktif digunakan untuk pendidikan kesehatan ini. Kegiatan ini mendemonstrasikan bagaimana pelatihan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang senam mandiri di rumah setelah operasi Menurut data yang dikumpulkan sebelum kegiatan, 15% responden memiliki pengetahuan rendah, 50% memiliki pengetahuan sedang, dan 35% memiliki pengetahuan baik. Namun setelah kegiatan, 85% responden memiliki pengetahuan baik dan 15% memiliki pengetahuan sedang. Komunitas kanker payudara Surabaya disarankan untuk membantu anggotanya, terutama yang telah menjalani operasi pengangkatan payudara, terutama dengan senam mandiri di rumah. Kata Kunci: pendidikan, pelatihan, paska mastektomi ABSTRACT Breast cancer survivors will have restricted movement on shoulder and arm after undergo the medical treatment of breast removal surge and will interfere with ability to do daily tasks. Exercises that may be done alone at home are one strategy to prevent this from happening. The issue with partners in the Surabaya breast cancer community is that 75% of members have a poor quality of life because they have discomfort and weakness in the arm on the side of the breast that was operated on, making it difficult for them to carry out everyday tasks after having their breasts removed. A talk show format with interactive questions and answers is used for this health education. This activity demonstrates how health training can raise knowledge levels about independent exercise at home following mastectomy surgery. According to data collected before the activity, 15% of respondents had low knowledge, 50% had moderate knowledge, and 35% had good knowledge. After the activity, however, 85% of respondents had good knowledge and 15% had moderate knowledge. It has been suggested that the Surabaya breast cancer community aid its members, particularly those who have undergone breast removal surgery, especially with independent exercises at home. Keywords: education, self training, post mastectomy PENDAHULUAN Salah satu jenis kanker yang sering dialami wanita adalah kanker payudara (Vinay Kumar. Stanley L. Robbins, 2. Jenis kanker ini menimbulkan dampak psikologis yang besar bagi pengidapnya karena adanya risiko dilakukan operasi pengangkatan payudara bagi penderita (Lehmann et al. , 2. Kehilangan salah satu anggota tubuh karena proses Anggarani et al. Pelatihan Kesehatan TentangA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 3 TAHUN 2023 (Halaman 154-. Diterima: Desember 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 memalukan bagi sebagian besar wanita karena bagi wanita, payudari berfungsi sebagai symbol kewanitaan, keindahan dan merupakan organ seksual sekunder (Vinsensia Ela Anjela & Krismi Diah Ambarwati, 2. Sehingga penyakit kanker dapat menghancurkan masa depannya (Komariah et al. , 2. Prevalensi penyakit kanker payudara di Indonesia yaitu 1,4% dari insiden kanker sebesar 40 per 100. 000 perempuan. Angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Ratarata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk (Kementrian Kesehatan, 2. Saat seseorang didiagnosis menderita kanker, umunya mereka akan beranggapan bahwa penyakit kanker yang diderita merupakan kondisi penyakit kronis yang memiliki efek yang sangat tidak menyenangkan bahkan menakutkan, mulai dari penurunan kondisi fisik sampai kenyataan bahwa penyakit (Nurmalasari & Allenidekania, 2. Tindakan medis yang dilakukan untuk penyintas kanker payudara salah pengangkatan payudara (Kim & Kim. Dimana setelah menjalani operasi tersebut, akan mengalami keterbatasan gerakan di area bahu dan lengan dan menggangu aktivitas fungsinal (Beutel et , 2. Untuk mencegah terjadi penurunan aktivitas fungsinal paska operasi salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan latihan mandiri di rumah. Penelitian yang dilakukan pada 30 orang yang usai menjalani operasi pengangkatan payudara di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2008 mengemukakan bahwa terjadi intervensi latihan fisik di RS dan mandiri di rumah dibandingkan dengan kelompok penelitian yang hanya diberikan obat analgesic saja. Selisih penurunan tingkat nyeri sebesar 7, 23 sedangkan kelompok yang hanya menggunakan analgesic hanya menurun 5,26. Dapat disimpulkan bahwa latihan fisik dapat berpengaruh pada penurunan tingkat nyeri pasien paska pengangkatan payudara (Komariah et al. Penelitian lain yang dilakukan pada 32 orang usai menjalani operasi bahwa melakukan latihan memiliki lymphedema pada pasien kanker payudara paska operasi pengangkatan payudara dengan nilai signifikansi p=0,0001 (Roring, 2. Komunitas kanker payudara surabaya merupakan kelompok penyintas kanker payudara di surabaya yang terbagi dalam beberapa komunitas. Beranggotakan sekitar 200 penyintas kanker payudara di kota surabaya. Kelompok ini merupakan komunitas yang dibentuk secara mandiri oleh pasien penyintas kanker payudara dan beberapa komunitas belum berbadan hukum sehingga akses mengenai informasi kesehatan khususnya mengenai kanker payudara masih terbatas . Kegiatan yang biasa dilakukan adalah senam yoga dan penyuluhan kesehatan. Hal tersebut dilakukan tidak rutin dan tidak semua anggota aktif dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 75% dari anggotanya memiliki kualitas hidup yang kurang baik karena keterbatasan akses informasi mengenai kanker payudara terutama anggota yang usai menjalani operasi pengangkatan Berdasarkan survey yang Anggarani et al. Pelatihan Kesehatan TentangA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 3 TAHUN 2023 (Halaman 154-. Diterima: Desember 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 dilakukan, terdapat masalah fisik yang sering dialami anggota nyeri dan lemah di lengan sisi payudara yang dioperasi, ketergantungan akan kegiatan sehari-hari dan kehilangan nafsu makan. Pada aspek psikologis, banyak anggota mengalami kemurungan, kecemasan, perasaan tidak kesendirian, kekhawatiran karena merasa menjadi beban orang lain dan merasa malu karena tidak mempunyai arti bagi orang lain (Mosher et al. , 2. Wanita yang divonis kanker kadang tidak mampu beradaptasi dan menerima kenyataan bahwa dirinya terkena kanker (Suhardin et , 2. Dampaknya, kualitas hidup yang menurun pada wanita menyebabkan ia tidak dapat memenuhi peran dan tugasnya. Secara anggota komunitas kanker payudara di surabaya adalah rendahnya kualitas hidup anggota karena banyaknya keluhan nyeri dan lemah di lengan sisi operasi. Hal tersebut yang melatarbelakangi kegiatan pelatihan kesehatan ini dilakukan dengan tujuan menambah pengetahuan anggota komunitas kanker payudara di surabaya tentang latihan mandiri di rumah setelah menjalani operasi kanker payudara sehingga anggota komunitas dapat maksimal melakukan aktivitas sehari hari dan kualitas hidup menjadi baik. METODE Kegiatan diawali dengan melakukan survey di komunitas kanker payudara Surabaya dan melakukan diskusi dengan pengurus mengenai masalah dan kebutuhan anggota komunitas. Pengurus komunitas berperan aktif dalam kegiatan ini. Peran pengurus dalam survey ini adalah ikut menyusun jenis dan rencana pelaksanan Setelah itu tim yang terdiri dari tim pengabdian masyarakat dan pengurus komunitas menyusun dan menetapkan Kegiatan pelatihan kesehatan diberikan secara online yang dikemas dalam bentuk tanya jawab talkshow interaktif. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini aktif dan memberikan respon yang baik. Hasil kuesioner pre dan post pelatihan kesehatan selanjutnya diolah sehingga didapatkan hasil tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kesehatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa dari 32 penyuluhan dilakukan sebanyak 15% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 50% memiliki tingkat pengetahuan sedang dan 35% memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai latihan yang bisa dilakukan mandiri di rumah pasca operasi mastektomi. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, terdapat peningkatan yang cukup signifikan terhadap tingkat pengetahuan responden yaitu sebanyak pengetahuan baik dan sebanyak 15% responden memiliki tingkat pengetahuan Berdasarkan didapatkan dapat diketahui bahwa adanya pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode tanya jawab dalam talkshow interaktif mampu meningkatkan tingkat pengetahuan responden mengenai latihan mandiri di rumah pasca operasi mastektomi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemberian edukasi kesehatan dengan menggunakan metode ini merupakan tindakan yang cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran Anggarani et al. Pelatihan Kesehatan TentangA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 3 TAHUN 2023 (Halaman 154-. Diterima: Desember 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 orang yang usai melakukan operasi mastektomi agar dapat tetap melakukan aktivitas fungsionalnya dengan baik. Mengingat bahwa sasaran dari kegiatan ini adalah anggota komunitas kanker payudara Surabaya yang didominasi dengan wanita berusia diatas 50 tahun, pemberian edukasi kesehatan tentang latihan mandiri paska operasi mastektomi diupayakan melalui media yang menarik agar penyampaian materi dapat diterima dengan mudah dan menghindari adanya kejenuhan Pada lansia pemberian intervensi dalam kurun waktu yang lama dengan penggunaan media yang lebih interaktif sering berpeluang lebih besar dalam merubah perilaku sehat (Syolihan Rinjani Putri et al. , 2. Sejalan dengan penelitian (Annisa et , 2. bahwa metode ceramah yang digunakan cukup efektif, dilihat dari minat dan keingintahuan terhadap sesuatu. Saat melakukan metode ceramah bisa diselingi dengan melakukan tanya jawab diakhir untuk menunjang kejelasan materi yang Metode ceramah dengan meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas (Adha et al. , 2. Selain metode ceramah dapat mengunakan metode demonstrasi, (Aeni. Nurul. Yuhandini, demonstrasi pendidik dapat mengarahkan peserta kearah berfikir yang sama sehingga dapat mengurangi kesalahan Ae kesalahan bila dibandingkan hanya dengan membaca dan mendengarkan karena peserta bisa langsung mendapatkan gambaran yang jelas dari hasil yang telah di lihat. Selain memberikan edukasi kesehatan secara langsung dengan menggunakan metode penyuluhan, penyuluh memberikan video demonstrasi berupa jenis latihan mandiri yang bisa dilakukan di rumah paska dokumentasi dengan tujuan video tersebut bisa digunakan sebagai bahan latihan di rumah secara mandiri. Sejalan dengan penelitian (Aeni. Nurul. Yuhandini, 2. mengenai efektifitas penggunaan video dalam pemberian edukasi menunjukkan bahwa informasi yang dipaparkan mudah dimengerti dan dapat diringkas dalam waktu yang singkat namun tetap sarat informasi. Sehingga pemberian video sebagai bahan latihan pembelajaran dapat lebih mudah dipahami, ditiru serta dilakukan. Gambar 1. Tingkat pengetahuan Responden Gambar 2. Pelaksanaan Kegiatan PENUTUP Pelatihan menggunakan metode tanya jawab dalam talkshow interaktif mampu meningkatkan tingkat pengetahuan responden mengenai latihan mandiri di rumah pasca operasi mastektomi yaitu sebelum kegiatan sebanyak 15% responden memiliki tingkat Anggarani et al. Pelatihan Kesehatan TentangA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 3 TAHUN 2023 (Halaman 154-. Diterima: Desember 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 pengetahuan kurang dan 50% memiliki tingkat pengetahuan sedang dan 35% memiliki tingkat pengetahuan baik dan setelah kegiatan, terdapat peningkatan yang pengetahuan responden yaitu sebanyak pengetahuan baik dan sebanyak 15% responden memiliki tingkat pengetahuan Saran bagi komunitas kanker payudara di Surabaya adalah melakukan pendampingan bagi anggota komunitas khususnya yang usai menjalani operasi pendampingan mengenai latihan mandiri di UCAPAN TERIMAKASIH