Open Access Bunyan al-Ulum. Page 40 Ae 59. Vol. 2 No. DOI : 10. E-ISSN 3109-5275 P-ISSN 3063-2048 id/index. php/bunyanal-ulum Comparative Analysis Of Conventional And Digital Learning Media In Islamic Religious Education Learning Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital Dalam Pembelajaran PAI Zendi Ahmad Maghrobi1. Hafidz2 Universitas Muhammadiyah. Surakarta Universitas Muhammadiyah. Surakarta o100240026@student. haf682@ums. Received: 13 Ae 05 Ae 2025 Accepted: 27 Ae 06 Ae 2025 Published: 31 Ae 07 Ae 2025 Abstract This research analyzes the comparison between conventional and digital learning media in Islamic Religious Education (PAI). The research objectives are to analyze characteristics, compare effectiveness, and provide recommendations for optimizing the use of both types of media in PAI learning. The research method uses a comparativeanalytical literature review approach with data from scientific journals and empirical research from the last 5 years. The results show that conventional media excels in universal accessibility, affordable costs, and suitability to Islamic traditions through personal Digital media offers high interactivity, access flexibility, and visualization suitable for the digital generation. This research concludes that a blended learning approach that synergistically combines conventional and digital media is the most ideal and relevant solution for PAI learning in the contemporary era. The future of PAI learning lies in harmonizing tradition and innovation for effective religious knowledge transfer while maintaining Islamic spiritual values. Keywords: Learning Media. Islamic Religious Education. Blended Learning Abstrak Penelitian ini menganalisis perbandingan media pembelajaran konvensional dan digital dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik, membandingkan efektivitas, dan memberikan rekomendasi optimalisasi penggunaan kedua jenis media dalam pembelajaran PAI. Metode penelitian menggunakan pendekatan literature review komparatif-analitis dengan data dari jurnal ilmiah dan penelitian empiris 5 tahun terakhir. Hasil menunjukkan media konvensional unggul dalam aksesibilitas universal, biaya terjangkau, dan kesesuaian tradisi Islam melalui interaksi Media digital menawarkan interaktivitas tinggi, fleksibilitas akses, dan visualisasi yang sesuai generasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan blended learning yang mengombinasikan media konvensional dan digital secara sinergis merupakan 40 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2025 Some rights reserved Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI solusi paling ideal dan relevan untuk pembelajaran PAI di era kontemporer. Masa depan pembelajaran PAI terletak pada harmonisasi tradisi dan inovasi untuk transfer ilmu agama yang efektif sambil mempertahankan nilai spiritual Islam. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Pendidikan Agama Islam. Blended Learning Pendahuluan Era digital telah membawa transformasi fundamental dalam dunia pendidikan, tidak terkecuali dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)1. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan berbagai inovasi media pembelajaran yang mengubah paradigma tradisional dalam transfer ilmu agama. Transformasi ini menimbulkan dinamika baru dalam proses pembelajaran PAI, dimana media konvensional yang telah lama menjadi andalan mulai berhadapan dengan media digital yang menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan engaging2. Pentingnya media pembelajaran dalam PAI tidak dapat dipungkiri, mengingat karakteristik materi agama yang sarat dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan praktik ibadah yang memerlukan pemahaman mendalam3. Media pembelajaran berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan konsep abstrak keagamaan dengan pemahaman konkret siswa. Dalam konteks ini, muncul perdebatan akademis dan praktis mengenai efektivitas antara media konvensional dan media digital dalam mencapai tujuan pembelajaran PAI yang optimal4. Hidayatullah. AuStrategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Era Digitalisasi di SMP Sultan Agung Seyegan Sleman Yogyakarta,Ay Addabana: Jurnal Pendidikan Agama Islam 6, no. Oktober 2. : 119Ae33, https://doi. org/10. 47732/adb. Rifqi Fahrudin. Riyadi Sollikhin, dan Anis Masruroh. AuInovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Teknologi Artificial Intelligence Untuk Meningkatkan Interaksi Siswa,Ay Mauriduna: Journal of Islamic Studies 5, no. Desember 2. : 79Ae91, https://doi. org/10. 37274/mauriduna. Muhammad Alwi Yahya dan Dini Rohmayani. AuMedia Pembelajaran Interaktif Tatacara Wudhu. Shalat dan DoAoa Setelah Shalat Berbasis Mobile (Studi Kasus Taman Pendidikan Al-Quran Al-Fatta. ,Ay Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) 7, no. Agustus 2. : 899Ae909, https://doi. org/10. 32672/jnkti. Abdi Ahadi dan Khusnul Wardan. AuPemanfaatan Media Youtube dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Rayah Al-Islam 8, no. Desember 2. : 2628Ae43, https://doi. org/10. 37274/rais. 41 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Urgensi analisis perbandingan antara kedua jenis media ini menjadi semakin penting mengingat kebutuhan untuk mengoptimalkan pembelajaran PAI di era Guru PAI dituntut untuk mampu memilih dan mengintegrasikan media pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik materi, kebutuhan siswa, dan konteks pembelajaran yang dihadapi. Berdasarkan kompleksitas dinamika pembelajaran PAI di era digital tersebut, penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan fundamental yang Pertama, apa perbedaan penggunaan media konvensional dan digital dalam pembelajaran PAI, baik dari segi karakteristik, implementasi, maupun dampaknya terhadap proses pembelajaran. Kedua, media manakah yang lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, atau bagaimana kedua media dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Sejalan dengan rumusan masalah yang telah diidentifikasi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam karakteristik media pembelajaran konvensional dalam konteks PAI, termasuk kelebihan dan keterbatasannya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menganalisis karakteristik media pembelajaran digital dalam PAI beserta potensi dan tantangannya. Lebih lanjut, penelitian ini berupaya membandingkan kelebihan dan kekurangan kedua jenis media secara komprehensif untuk memberikan gambaran yang objektif tentang kesesuaian masing-masing media dalam berbagai konteks pembelajaran PAI6. Evaluasi efektivitas masing-masing media dalam mencapai tujuan PAI juga menjadi fokus penting untuk memberikan dasar empiris dalam pengambilan keputusan7. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi strategis untuk optimalisasi penggunaan media pembelajaran dalam mencapai tujuan PAI yang efektif dan efisien. Eko Purnomo Susanto dan Rahmatullah Rahmatullah. AuOptimalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Melalui Google Clasroom,Ay Journal Piwulang 2, no. Maret 2. : 129, https://doi. org/10. 32478/piwulang. Ahadi dan Wardan. AuPemanfaatan Media Youtube dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Ay Yahya dan Rohmayani. AuMedia Pembelajaran Interaktif Tatacara Wudhu. Shalat dan DoAoa Setelah Shalat Berbasis Mobile (Studi Kasus Taman Pendidikan Al-Quran Al-Fatta. Ay BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai aspek pengembangan pembelajaran PAI. Secara teoritis, penelitian ini dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang media pembelajaran PAI dengan menyediakan analisis komprehensif yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan teori pembelajaran agama Islam di era digital8. Penelitian ini juga dapat memberikan panduan konkret bagi guru PAI dalam memilih media pembelajaran yang tepat sesuai konteks pembelajaran dan karakteristik siswa, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi pengambil kebijakan Islam pembelajaran PAI yang efektif, termasuk dalam penyusunan standar, alokasi anggaran, dan pengembangan program pelatihan yang mendukung implementasi Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review atau kajian pustaka dengan metode penelitian komparatif-analitis10. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik, kelebihan, dan kekurangan media pembelajaran konvensional dan digital dalam konteks PAI11. Sumber data primer penelitian ini meliputi jurnal ilmiah tentang media pembelajaran PAI12, buku referensi pendidikan Islam dan teknologi pembelajaran. Tio Satrio mohammaf fajar dan Arif Yudianto. AuPengembangan Media Komik Digital pada Mata Pelajaran PAI Untuk Kelas Vi Di SMP Negeri 3 Cibeber,Ay utile: Jurnal Kependidikan 9, no. Juni 2. : 38Ae46, https://doi. org/10. 37150/jut. Susanto dan Rahmatullah. AuOptimalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Melalui Google Clasroom. Ay Nurul Afifah. AuPeran dan Dampak Pengembangan Materi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Epistemic: Jurnal Ilmiah Pendidikan 1, no. Mei 2. : 221Ae38, https://doi. org/10. 70287/epistemic. Hidayatullah. AuStrategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Era Digitalisasi di Smp Sultan Agung Seyegan Sleman Yogyakarta. Ay Ratu Dinny Fauziah dan Muhammad Rizal. AuPengembangan Kompetensi Guru melalui Seminar Metode dan Media Pembelajaran PAI di Madrasah Diniyah Al-Ihya Kecamatan Bogor Barat. Kota Bogor,Ay Jurnal Abdi Inovatif (Pengabdian Kepada Masyaraka. 3, no. Mei 2. 50Ae63, https://doi. org/10. 31938/jai. 43 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta serta hasil penelitian empiris tentang efektivitas media pembelajaran 13. Database akademik yang digunakan mencakup Google Scholar. JSTOR, dan Research Gate untuk memastikan kredibilitas dan relevansi sumber data14. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan analisis literatur terkini dalam rentang waktu 5 tahun terakhir untuk memastikan relevansi dengan perkembangan teknologi pembelajaran terkini15. Sintesis hasil penelitian terdahulu dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang topik yang dikaji16. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif komparatif dan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, tema, dan temuan utama dari berbagai sumber Triangulasi sumber dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh17. Hasil dan Pembahasan Konsep Dasar dan Fungsi Media Pembelajaran Definisi dan Fungsi Media Pembelajaran Media pembelajaran dalam konteks PAI dapat didefinisikan sebagai segala bentuk perantara atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran agama Islam kepada siswa dengan tujuan mencapai pemahaman yang optimal tentang ajaran Islam18. Media pembelajaran PAI Mardiah Astuti dkk. AuPengembangan Model Pembelajaran Islam Berbasis Teknologi untuk Generasi Milenial,Ay Jurnal Mahasiswa Kreatif 1, no. Juni 2. : 68Ae75, https://doi. org/10. 59581/jmk-widyakarya. Dinda Salsabilla. Nur Azizah, dan Gusmaneli Gusmaneli. AuPenggunaan Media dan Penerapan Teori Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam,Ay Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan. Bahasa dan Matematika 2, no. November 2. : 293Ae307, https://doi. org/10. 61132/arjuna. Yusriadi Yusriadi dkk. AuImplementation of artificial intelligence in Indonesia,Ay International Journal of Data and Network Science 7, no. : 283Ae94, https://doi. org/10. 5267/j. Muhammad Arif Nugraha dan Adang Hambali. AuProbematics and Challenges of The Education System in Indonesia,Ay Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah 8, no. Januari 2. : 24Ae32, https://doi. org/10. 54892/jmpialidarah. Debora Glori Permatasari dan Eko Prasetyo Nugroho Saputro. AuKomunikasi pemasaran digital brand AoGood DayAo di media sosial . nalisis konten dan persepsi konsumen pada customer engagement brand AoGood DayAo di media sosial Instagra. ,Ay Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi 6, no. Maret 2. , https://doi. org/10. 21831/lektur. Himatul Ulya. Noer Hidayatul Laily, dan Mukhamad Luqman Hakim. AuPengembangan Media Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Video Explanasi. Pop Up dan Kahoot,Ay Edudeena: BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI berfungsi sebagai alat bantu yang memfasilitasi proses transfer ilmu agama, memperjelas konsep-konsep keagamaan yang abstrak, dan meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Peran media dalam mencapai tujuan PAI sangat strategis, mengingat karakteristik materi PAI yang mencakup aspek kognitif . engetahuan agam. , afektif . enghayatan nilai-nilai Isla. , dan psikomotorik . raktik Media pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa tidak hanya memahami konsep-konsep keagamaan secara teoritis, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari19. Klasifikasi Media Pembelajaran PAI Media pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa Berdasarkan teknologi yang digunakan, media pembelajaran dibagi menjadi media konvensional . dan media digital . Berdasarkan cara penyampaian materi, media dapat dikategorikan sebagai media visual, audio, audiovisual, dan multimedia20. Sedangkan berdasarkan tingkat interaktivitas, media pembelajaran dapat dibedakan menjadi media pasif, interaktif, dan adaptif21. Media Pembelajaran Konvensional dalam PAI Karakteristik Media Konvensional Media pembelajaran konvensional dalam PAI merujuk pada berbagai alat dan metode pembelajaran yang telah digunakan secara turun-temurun dalam pendidikan agama Islam. Media ini dicirikan oleh penggunaan teknologi sederhana atau bahkan tanpa teknologi sama sekali, mengandalkan interaksi Journal Islamic Religious Education . Juni https://doi. org/10. 30762/ed. Susanto dan Rahmatullah. AuOptimalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Google Clasroom. Ay Yahya dan Rohmayani. AuMedia Pembelajaran Interaktif Tatacara Wudhu. Shalat dan DoAoa Setelah Shalat Berbasis Mobile (Studi Kasus Taman Pendidikan Al-Quran Al-Fatta. Ay Rahmat Hidayat Hanafi. AuDesain Media Pebelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Aplikasi Android pada Siswa Kelas XI Ps Dan XI Tn SMK Muhammadiyah Somagede-Banyumas,Ay Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal 4, no. Februari 2. : 81Ae98, https://doi. org/10. 15575/ath. 45 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta langsung antara guru dan siswa, serta mengutamakan komunikasi verbal dan visual yang bersifat statis seperti penggunaan papan tulis dan buku cetak dalam pembelajaran agama22. Prinsip penggunaan media konvensional dalam PAI didasarkan pada tradisi pembelajaran yang telah mengakar dalam sistem pendidikan Islam, seperti metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung, yang dinilai efektif dalam mentransmisikan nilai-nilai moral dan spiritual secara Media ini menekankan pada aspek personal dan spiritual dalam proses pembelajaran, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengutamakan hubungan guru-murid yang penuh berkah. Bentuk-bentuk Media Konvensional PAI Media visual konvensional meliputi papan tulis, poster, gambar, dan kartu yang digunakan untuk memvisualisasikan konsep-konsep keagamaan. Media audio mencakup ceramah langsung, rekaman tilawah Al-QurAoan, dan musik islami yang mendukung suasana pembelajaran religius. Media audiovisual konvensional berupa film dokumenter dan video ceramah yang menggunakan teknologi sederhana. Sedangkan media realita meliputi alat peraga, miniatur, dan benda asli yang digunakan untuk menjelaskan praktik ibadah secara Kelebihan Media Konvensional Media pembelajaran konvensional memiliki beberapa keunggulan signifikan dalam konteks pembelajaran PAI. Pertama, media ini mudah diakses dan tidak memerlukan teknologi khusus, sehingga dapat digunakan di berbagai Ridho Ilmiansyach. AuPenerapan metode menghafal dalam pembelajaran kitab Tauhid di Pondok Pesantren Manaaru Al-Huda Al-Islamy Malang,Ay https://consensus. app/papers/penerapan-metode-menghafal-dalam-pembelajaran-kitabilmiansyach/7cadcd8fd36c562985c96a0a61d496c8/. Umi Mahmudah. AuPeran guru PAI dalam menginternalisasi nilaiAenilai multikultural pada siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Islam: Studi kasus di Sekolah Mitra Harapan Madiun,Ay https://consensus. app/papers/peran-guru-pai-dalam-menginternalisasinilaiAenilai-mahmudah/5d7a8d42e439528d89500655fe179938/. Ilham Ramadhani dkk. AuPembelajaran Tradisional Dengan Media Pop-Up Book Berbasis Gambar Sebagai Upaya Mengembangkan Karakter Sosial Siswa MI NW Taman,Ay Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan. Sosial, dan Humaniora 3, no. Desember 2. : 79Ae89, https://doi. org/10. 29303/darmadiksani. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI kondisi geografis dan ekonomi. Kedua, biaya pengadaan dan maintenance relatif murah dan terjangkau bagi sebagian besar lembaga pendidikan Islam25. Ketiga, media konvensional sudah familiar bagi guru dan siswa, sehingga tidak memerlukan proses adaptasi yang kompleks26. Keempat, media ini tidak bergantung pada ketersediaan listrik atau koneksi internet, membuatnya sangat reliable dalam berbagai situasi. Kelima, media konvensional memungkinkan interaksi langsung dan personal antara guru dan siswa, yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas. Keenam, penggunaan media konvensional sesuai dengan tradisi pembelajaran agama yang telah mengakar dalam budaya Islam, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat dan stakeholder pendidikan Islam. Kekurangan Media Konvensional Meskipun konvensional juga memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, media ini terbatas dalam kemampuan memvisualisasikan materi yang bersifat abstrak, seperti konsep-konsep teologis yang kompleks. Kedua, media konvensional kurang menarik bagi generasi digital native yang terbiasa dengan stimulasi visual dan interaktif yang dinamis27. Ketiga, proses update konten pada media konvensional relatif sulit dan memakan waktu 28. Keempat, media ini tidak dapat diakses secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan individual Kelima, media konvensional memiliki keterbatasan dalam menyajikan simulasi dan animasi yang dapat membantu pemahaman konsep-konsep kompleks dalam PAI. Akhmad Fatkhul Wahhab. Nurul Fitriani Sedagadi, dan Evi Cahyani Ruslin. AuPenggunaan Media Pembelajaran Canva: Implementasi Penggunaan Media Pembelajaran Canva pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Islam Bani Hasyim,Ay MutaAoallim: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. Desember 2. : 267Ae75, https://doi. org/10. 18860/mjpai. Fauziah dan Muhammad Rizal. AuPengembangan Kompetensi Guru Melalui Seminar Metode dan Media Pembelajaran PAI di Madrasah Diniyah Al-Ihya Kecamatan Bogor Barat. Kota Bogor. Ay Elly Sukmanasa. Tustiyana Windiyani, dan Lina Novita. AuPengembangan Media Pembelajaran Komik Digital pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Di Kota Bogor,Ay Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 3, no. September 2. 171, https://doi. org/10. 30870/jpsd. Yolenta Varista TeAoa dkk. AuPeran Guru Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dengan Menerapkan Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Ipa Sd Kelas Rendah,Ay Jurnal Citra Pendidikan Anak 2, no. Maret 2. : 47Ae55, https://doi. org/10. 38048/jcpa. 47 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta Media Pembelajran Digital dalam PAI Karakteristik Media Digital Media pembelajaran digital dalam PAI merupakan evolusi teknologi pendidikan yang memanfaatkan perangkat elektronik dan teknologi digital untuk menyampaikan materi pembelajaran agama Islam. Media ini dicirikan oleh interaktivitas tinggi, kemampuan multimedia, aksesibilitas yang fleksibel, dan potensi personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individual Evolusi media digital dalam pendidikan agama telah menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari e-learning platform hingga aplikasi mobile yang memungkinkan pembelajaran PAI dapat dilakukan kapan saja dan di mana Prinsip penggunaan media digital dalam PAI harus tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam, dengan memastikan konten yang disajikan sesuai dengan ajaran agama dan tidak bertentangan dengan norma-norma keislaman30. Bentuk-bentuk Media Digital PAI E-Learning Platform seperti Moodle. Google Classroom, dan Edmodo memungkinkan guru PAI untuk mengelola pembelajaran secara online dengan fitur-fitur yang mendukung distribusi materi, penugasan, dan evaluasi. Aplikasi mobile berupa QurAoan digital, aplikasi hafalan online, dan games edukatif memberikan pengalaman pembelajaran yang engaging dan Media sosial edukatif seperti YouTube. Instagram, dan WhatsApp grup dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan konten pembelajaran PAI yang menarik dan viral32. Teknologi Virtual Reality memungkinkan simulasi Wahhab. Sedagadi, dan Ruslin. AuPenggunaan Media Pembelajaran Canva: Implementasi Penggunaan Media Pembelajaran Canva pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Islam Bani Hasyim. Ay Nanang Budianto dan Mukhsin Mukhsin. AuTelaah Media Online dalam Proses Belajar Mengajar (Pb. Pendidikan Agama Islam (Pa. di Era Pandemi Covid-19,Ay Falasifa: Jurnal Studi Keislaman 12, no. Maret 2. : 82Ae94, https://doi. org/10. 36835/falasifa. Zuniatul Hasanah dan Qorriq Aina Maryam. AuPemanfaatan Chromebook Dalam Proses Pembelajaran Pai Berbasis Kurikulum Merdeka,Ay Teaching: Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan 4, no. Februari 2. : 347Ae61, https://doi. org/10. 51878/teaching. Sri Rejeki. Saddam Saddam, dan Zedi Muttaqin. AuEvaluasi Implementasi Pemanfaatan Bahan Ajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Pembelajaran Daring,Ay Pendekar: BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI pengalaman haji dan virtual tour masjid yang memberikan pengalaman immersive kepada siswa. Artificial Intelligence dalam bentuk chatbot PAI dan adaptive learning system dapat memberikan pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan individual siswa. Kelebihan Media Digital Media pembelajaran digital memiliki berbagai keunggulan yang signifikan dalam konteks pembelajaran PAI kontemporer. Pertama, media digital sangat menarik dan interaktif bagi siswa modern yang terbiasa dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, media ini dapat diakses kapan saja dan dimana saja, memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam proses Ketiga, konten digital mudah diupdate dan didistribusikan secara massal dengan biaya yang relatif rendah. Keempat, media digital mendukung berbagai model pembelajaran, baik individual maupun kolaboratif, sesuai dengan preferensi dan kebutuhan siswa. Kelima, media digital dapat menyediakan multimedia yang kaya dan variatif, memungkinkan penyajian materi PAI dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami34. Keenam, sistem digital dapat melacak progress pembelajaran secara otomatis, memberikan data analitik yang berguna untuk evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Kekurangan Media Digital Penggunaan media digital dalam pembelajaran PAI juga menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan. Pertama, implementasi media digital memerlukan infrastruktur teknologi yang memadai, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan internet yang stabil. Kedua, investasi awal untuk pengadaan dan pengembangan media digital relatif tinggi dan mungkin tidak Jurnal Pendidikan Berkarakter . Desember https://doi. org/10. 31764/pendekar. Yahya dan Rohmayani. AuMedia Pembelajaran Interaktif Tatacara Wudhu. Shalat dan DoAoa Setelah Shalat Berbasis Mobile (Studi Kasus Taman Pendidikan Al-Quran Al-Fatta. Ay Balqis Nahdliya Azzaha. Nastiti Mufidah, dan Muthia Aprianti. AuPenggunaan Media Powtoon dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Daring pada Pembelajaran IPS,Ay Asanka: Journal of Social Science and Education 3, no. September 2. , https://doi. org/10. 21154/asanka. 49 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta terjangkau bagi semua lembaga pendidikan35. Ketiga, penggunaan media digital membutuhkan kompetensi digital yang memadai dari guru dan siswa, yang mungkin memerlukan proses pelatihan dan adaptasi yang tidak mudah. Keempat, media digital sangat bergantung pada ketersediaan koneksi internet dan listrik, yang dapat menjadi kendala di daerah-daerah dengan infrastruktur teknologi yang terbatas36. Kelima, lingkungan digital berpotensi menimbulkan dari konten non-edukatif mengganggu fokus Keenam, terdapat kekhawatiran dari sebagian kalangan tentang potensi erosi nilai-nilai agama tradisional akibat pengaruh teknologi digital yang dianggap terlalu liberal atau sekuler. Analisis Perbandingan Aspek Efektivitas Pembelajaran Dalam aspek efektivitas pembelajaran, media konvensional menunjukkan keunggulan dalam penyampaian materi hafalan seperti bacaan Al-QurAoan, doadoa, dan hadits, serta dalam facilitasi diskusi mendalam mengenai nilai-nilai Interaksi langsung antara guru dan siswa memungkinkan transfer nilai-nilai spiritual yang lebih personal dan bermakna37. Sebaliknya, media digital lebih efektif dalam visualisasi konsep-konsep abstrak keagamaan, simulasi pengalaman ibadah, dan penyajian materi yang memerlukan ilustrasi Kemampuan media digital dalam menyediakan berbagai format konten memungkinkan akomodasi terhadap berbagai gaya belajar siswa38. Ananda Qomaruzzaman. AuArtificial Intelligence Sebagai Asisten Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran,Ay Mauriduna: Journal of Islamic Studies 5, no. Desember 2. 704Ae15, https://doi. org/10. 37274/mauriduna. Tiarni Soamole. Samad Umarella, dan Saddam Husein. AuPenggunaan Multimedia Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas X Sma Negeri 5 Buru Kecamatan Lilialy Kabupaten Buru,Ay Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 1, no. September 2. : 66, https://doi. org/10. 33477/kjim. Hermanto Hermanto. AuStrategi Pembelajaran Inovatif Pendidikan Agama Islam Dengan Media Powerpoint Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smp Negeri 3 Mattirobulu,Ay Educational Leadership: Jurnal Manajemen Pendidikan 1, no. Januari 2. : 131Ae40, https://doi. org/10. 24252/edu. Susanto dan Rahmatullah. AuOptimalisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pa. Melalui Google Clasroom. Ay BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI Aspek Aksesibilitas Media konvensional memiliki keunggulan dalam hal aksesibilitas universal, karena dapat digunakan di semua kondisi geografis tanpa tergantung pada infrastruktur teknologi. Hal ini sangat penting dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman kondisi geografis dan ekonomi39. Media digital, meskipun menawarkan aksesibilitas yang fleksibel dalam hal waktu dan tempat, terbatas pada area dengan infrastruktur teknologi yang memadai. Digital divide masih menjadi tantangan serius dalam implementasi media digital di berbagai daerah40. Aspek Keterlibatan Siswa Media konvensional menghasilkan keterlibatan siswa melalui interaksi sosial langsung, diskusi face-to-face, dan pembentukan community learning yang kuat. Aspek emosional dan spiritual dalam pembelajaran lebih mudah dikembangkan melalui interaksi personal41. Media digital menciptakan keterlibatan melalui gamifikasi, interaktivitas, dan multimedia yang engaging. Generasi digital native cenderung lebih responsif terhadap stimulasi visual dan interaktif yang disediakan oleh media digital42. Aspek Biaya dan Efisiensi Dari segi biaya, media konvensional memerlukan investasi awal yang rendah dan biaya maintenance yang minimal. Namun, dalam jangka panjang. Sinta Rosalina dkk. AuDiseminasi Pengembangan Informasi Pelayanan Masyarakat Berbasis Multimedia Interaktif Di Desa Sindangkarya,Ay Jmm (Jurnal Masyarakat Mandir. 7, no. Februari 2. : 257, https://doi. org/10. 31764/jmm. Dana Indra Sensuse dkk. AuDigital Divide in Sumatra Island. Indonesia,Ay dalam 2019 Fourth International Conference on Informatics and Computing (ICIC) (Ie, 2. , 1Ae6, https://doi. org/10. 1109/ICIC47613. Havi Nata Tamara. AuPengaruh Kemandirian Belajar. Pemanfaatan Media Pembelajaran. Kreativitas. Serta Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Ekonomisiswa Kelas Xi Ips Sma Xaverius Pringsewu Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019,Ay https://api. org/CorpusID:203473354. Ashar. Muh. Fahreza W, dan Andi Arifuddin Iskandar. AuPemanfaatan Media Audio-Visual Berbasis Aplikasi Canva Pada Pembelajaran Ipas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa,Ay Edutech: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi 4, no. Oktober 2. : 193Ae99, https://doi. org/10. 51878/edutech. 51 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta efisiensi distribusi dan update konten menjadi terbatas43. Media digital memerlukan investasi awal yang tinggi untuk infrastruktur dan pengembangan konten, namun dalam jangka panjang menawarkan efisiensi yang tinggi dalam distribusi, update, dan skalabilitas pembelajaran44. Aspek Kesesuaian dengan Nilai-nilai Islam Media konvensional memiliki keunggulan dalam hal kesesuaian dengan tradisi pembelajaran agama Islam yang telah mengakar selama berabad-abad. Metode pembelajaran yang digunakan selaras dengan nilai-nilai Islam yang mengutamakan adab dan etika dalam menuntut ilmu45. Media digital memerlukan kurasi konten yang ketat untuk memastikan kesesuaian dengan syariat Islam. Tantangan utama adalah menjaga keaslian dan kemurnian ajaran agama dalam format digital yang rentan terhadap modifikasi dan interpretasi yang keliru46. Aspek Adaptabilitas dan Fleksibilitas Media konvensional cenderung stabil namun kurang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pembelajaran individual dan perubahan kurikulum yang dinamis. Media digital sangat adaptif dan dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan individual siswa, perkembangan kurikulum, dan feedback pembelajaran secara real-time47. Tarsikah Tarsikah dan Lisa Purbawaning Wullandari. AuAnalisis Kebutuhan Media Edukasi Digital Perawatan Pra Konsepsi,Ay Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) 5, no. November 2. : 333Ae41, https://doi. org/10. 37792/jukanti. Kamsia Sitinjak. AuMenumbuh-kembangkan Spiritualitas Anak melalui Pendidikan Kristiani Berbasis Media Digital,Ay JURNAL TERUNA BHAKTI 5, no. Februari 2. : 322, https://doi. org/10. 47131/jtb. Satria Wiranata dan Abdillah Riziq Dhofin. AuEtika Komunikasi Muslim Dalam Bermedia Sosial Perspektif Hadits,Ay JOISCOM (Journal of Islamic Communicatio. 4, no. Oktober 2. : 11Ae19, https://doi. org/10. 36085/joiscom. Budianto dan Mukhsin. AuTelaah Media Online dalam Proses Belajar Mengajar (Pb. Pendidikan Agama Islam (Pa. di Era Pandemi Covid-19. Ay Depri Saputri. Destiniar Destiniar, dan Murjainah Murjainah. AuPengembangan Modul Digital Berbasis Multimedia Untuk Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar (S. ,Ay Geography: Jurnal Kajian. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 11, no. Mei 2. : 1, https://doi. org/10. 31764/geography. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. Analisis Perbandingan Media Pembelajaran Konvensional dan Digital dalam Pembelajaran PAI Implementasi dalam Pembelajaran PAI Model Blended Learning PAI Model pembelajaran optimal dalam PAI adalah integrasi antara media konvensional dan digital melalui pendekatan blended learning. Kombinasi ini memungkinkan pemanfaatan kelebihan masing-masing media sambil meminimalkan kekurangannya. Strategi integrasi yang efektif meliputi penggunaan media konvensional untuk aspek-aspek pembelajaran yang memerlukan interaksi personal dan transfer nilai-nilai spiritual, serta penggunaan media digital untuk visualisasi, simulasi, dan personalisasi Kriteria Pemilihan Media Pemilihan media pembelajaran PAI harus mempertimbangkan beberapa kriteria utama. Pertama, kesesuaian dengan karakteristik materi pembelajaran, dimana materi yang bersifat praktik ibadah mungkin lebih cocok dengan media konvensional, sementara materi yang memerlukan visualisasi kompleks lebih sesuai dengan media digital. Kedua, karakteristik siswa termasuk usia, latar belakang teknologi, dan gaya belajar. Ketiga, ketersediaan sumber daya meliputi infrastruktur, budget, dan kompetensi SDM yang tersedia di lembaga Tantangan dan Solusi Implementasi Implementasi media pembelajaran PAI menghadapi berbagai tantangan teknis dan non-teknis. Hambatan teknis meliputi keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital, dan biaya pengadaan50. Hambatan non-teknis mencakup resistensi terhadap perubahan dan kekhawatiran terhadap dampak teknologi Khoirul Nikmah Nikmah dan Ramdanil Mubarok. AuPenerapan Metode Pembelajaran Blended Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti,Ay Thawalib | Jurnal Kependidikan Islam 3, no. April 2. : 37Ae46, https://doi. org/10. 54150/thawalib. Resti Angreni dkk. AuPerancangan Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan Kodular untuk Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tilatang Kamang,Ay Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) 7, no. Oktober 2. : 1457Ae66, https://doi. org/10. 32672/jnkti. Hanum Hanifa Sukma dan Ganis Amurdawati. AuPengembangan Modul Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Local Wisdom pada Materi Menulis Karangan Narasi untuk Siswa SD,Ay Jurnal Kiprah 8, no. November 2. : 143Ae50, https://doi. org/10. 31629/kiprah. 53 | BUNYAN AL-ULUM: Jurnal Studi Islam Zendi Ahmad Maghrobi. Hafidz Universitas Muhammadiyah Surakarta terhadap nilai-nilai agama. Solusi yang dapat diterapkan meliputi pengembangan strategi change management yang bertahap, pelatihan berkelanjutan untuk guru dan siswa, serta pengembangan infrastruktur yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan lembaga. Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, media pembelajaran konvensional dan digital memiliki karakteristik serta kelebihan yang unik dalam pembelajaran PAI. Media konvensional unggul dalam aksesibilitas universal, biaya terjangkau, dan kesesuaian dengan tradisi pembelajaran Islam melalui interaksi personal gurusiswa. Sebaliknya, media digital menawarkan interaktivitas tinggi, fleksibilitas akses, dan kemampuan visualisasi yang sesuai dengan karakteristik generasi digital. Kedua media ini memiliki peran saling melengkapi dalam mencapai tujuan pembelajaran PAI yang komprehensif. Implementasi optimal pembelajaran PAI memerlukan pendekatan blended learning yang mengintegrasikan kelebihan kedua media secara sinergis. Pemilihan media harus didasarkan pada kesesuaian materi, kebutuhan siswa, dan ketersediaan sumber daya. Meskipun menghadapi tantangan infrastruktur dan kompetensi digital, hal ini dapat diatasi melalui strategi bertahap dan pelatihan berkelanjutan. Masa depan pembelajaran PAI terletak pada kemampuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang harmonis antara tradisi dan inovasi, memastikan transfer ilmu agama yang efektif sambil mempertahankan nilai-nilai spiritual Islam. Daftar Pustaka