Jurnal STEI Ekonomi Journal homepage: https://journal. org/index. php/jemi p-ISSN: 0854-0. e-ISSN: 2527-4783 Vol 34. No. 2, 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Research article Green brand innovation dan green brand loyalty: Peran moderasi green knowledge Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri* Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. Indonesia ABSTRACT The background of this study is based on the increasing awareness of environmental issues and the importance of green brand innovation in building customer loyalty to a brand. This study aims to analyze the impact of green brand innovation on green brand loyalty and to examine the moderating role of green knowledge among users of Livin' by Mandiri m-banking services. A quantitative approach was applied through a survey method involving 167 respondents using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using moderation regression techniques to evaluate the interaction between the variables studied. The results of the study revealed that green brand innovation has a positive effect on green brand loyalty, green knowledge has a positive effect on green brand loyalty, and green knowledge does not act as a moderator in the effect of green brand innovation on green brand loyalty. These findings indicate that green knowledge does not affect the strength of the relationship between green brand innovation and green brand loyalty. These findings provide strategic implications for Bank Mandiri to optimize sustainable innovation and consumer education programs in building long-term Keywords: Green brand innovation. Green brand loyalty. Green knowledge Article Information: Received 10/16/2025 / Revised 12/24/2025 / Accepted 12/29/2025 / Online First 12/30/2025 Corresponding author: Muhammad Ali Fikri. Email: muhammad. fikri@mgm. A The Author. Published by Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia jakarta. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/ licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. The terms on which this article has been published allow the posting of the Accepted Manuscript in a repository by the author. or with their consent. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Abstrak Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan pentingnya green brand innovation dalam membangun loyalitas pelanggan terhadap suatu merek. Studi ini bermaksud untuk menganalisis dampak green brand innovation terhadap green brand loyalty serta menguji peran moderasi green knowledge di kalangan pengguna layanan m-banking LivinAo by Mandiri. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui metode survei yang melibatkan 167 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi moderasi untuk mengevaluasi interaksi antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa green brand innovation mempunyai pengaruh positif terhadap green brand loyalty, green knowledge berpengaruh positif terhadap green brand loyalty, dan green knowledge tidak berperan sebagai moderator pada pengaruh green brand innovation terhadap green brand Temuan ini menunjukkan bahwa green knowledge tidak memengaruhi kekuatan hubungan antara green brand innovation dan green brand loyalty. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi Bank Mandiri untuk mengoptimalkan inovasi berkelanjutan dan program edukasi konsumen dalam membangun loyalitas jangka panjang. Kata Kunci: Green brand innovation. Green brand loyalty. Green knowledge Pendahuluan Era transformasi digital telah membawa perubahan fundamental dalam industri perbankan, tidak hanya dalam aspek efisiensi operasional dan kualitas layanan, tetapi juga dalam integrasi nilai-nilai keberlanjutan lingkungan ke dalam strategi bisnis. Perkembangan teknologi digital memungkinkan institusi perbankan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya fisik, seperti kertas dan energi, sekaligus menekan emisi karbon melalui proses transaksi yang Kondisi ini selaras dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu-isu lingkungan serta tuntutan terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab secara ekologis (Zhu et al. , 2. Dalam konteks tersebut, perbankan digital tidak lagi dipandang semata sebagai inovasi teknologi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan praktik bisnis berkelanjutan. Sejalan dengan perkembangan tersebut, muncul konsep green brand innovation dalam layanan perbankan digital. Konsep ini merujuk pada upaya perusahaan dalam mengembangkan produk, layanan, dan proses operasional yang mempertimbangkan dampak lingkungan melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan (Li et al. , 2020. Vitriani & Fasa, 2. Inovasi seperti paperless banking, transaksi digital berbasis aplikasi, serta penggunaan teknologi cerdas untuk efisiensi energi menjadi contoh konkret implementasi green brand innovation di sektor Inovasi hijau ini tidak hanya berfungsi sebagai respons terhadap tekanan regulasi dan sosial, tetapi juga sebagai sumber keunggulan kompetitif yang dapat membedakan merek perbankan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Implementasi green brand innovation mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan sekaligus berpotensi memperkuat hubungan jangka panjang dengan Salah satu bentuk hubungan tersebut adalah green brand loyalty, yaitu kecenderungan konsumen untuk terus memilih, mendukung, dan merekomendasikan merek yang secara konsisten menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan (Lin et al. , 2. Dalam perspektif pemasaran berkelanjutan, loyalitas merek hijau menjadi aset strategis karena tidak Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge hanya menciptakan pembelian berulang, tetapi juga mendorong advokasi positif serta meningkatkan ketahanan merek terhadap tekanan kompetitif (Firdaus & Yunani, 2. Namun demikian, efektivitas green brand innovation dalam membentuk green brand loyalty tidak selalu bersifat langsung dan linear. Hubungan antara green brand innovation dan green brand loyalty sangat dipengaruhi oleh tingkat green knowledge yang dimiliki konsumen. Green knowledge merujuk pada sejauh mana konsumen memahami isu lingkungan, atribut ramah lingkungan suatu merek, serta manfaat dari produk atau layanan yang berkelanjutan (Amoako et al. , 2. Konsumen dengan tingkat pengetahuan lingkungan yang tinggi cenderung lebih mampu mengevaluasi kredibilitas dan keaslian inovasi hijau yang dilakukan perusahaan (Jalu et al. , 2024. Pamungkas & Risman. Dengan demikian, keberhasilan strategi green brand innovation dalam meningkatkan loyalitas merek sangat bergantung pada kemampuan konsumen untuk memahami, mengapresiasi, dan mempercayai komitmen lingkungan yang ditunjukkan oleh perusahaan (Lestari & Merthayasa, 2. Dalam literatur pemasaran berkelanjutan, green brand loyalty dipandang sebagai indikator penting keberhasilan strategi jangka panjang yang berorientasi pada lingkungan (Firdaus & Yunani, 2. Loyalitas ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penggunaan layanan secara berkelanjutan, tetapi juga melalui sikap resistensi terhadap merek pesaing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai hijau (Rahmadhani et al. , 2. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa konsumen dengan orientasi lingkungan yang tinggi cenderung lebih loyal terhadap merek yang konsisten dalam menerapkan praktik berkelanjutan, karena nilai-nilai pribadi konsumen tercermin dalam identitas merek tersebut (Lah et al. , 2. Interaksi ini membentuk siklus inovasi berkelanjutan, di mana loyalitas konsumen berperan sebagai umpan balik positif yang mendorong perusahaan untuk terus melakukan inovasi ramah lingkungan (Liubana et al. , 2. Namun demikian, kekuatan pengaruh green brand loyalty terhadap keberlanjutan inovasi juga dipengaruhi oleh tingkat green knowledge konsumen. Konsumen yang memiliki pemahaman mendalam mengenai manfaat dan implikasi dari green brand innovation cenderung memberikan dukungan yang lebih kuat dan berkelanjutan terhadap strategi hijau perusahaan (Amalia & Rahmadhany, 2. Bahkan, konsumen dengan tingkat green knowledge tinggi sering berperan sebagai agen advokasi yang menyebarkan informasi positif mengenai merek kepada masyarakat luas (Lin et al. , 2. Oleh karena itu, green brand loyalty tidak hanya berfungsi sebagai hasil dari inovasi hijau, tetapi juga sebagai motor penggerak yang memperkuat siklus green brand innovation, khususnya ketika didukung oleh pemahaman dan apresiasi konsumen yang memadai (Alex & Putra, 2. Peran green knowledge menjadi semakin krusial dalam membentuk persepsi dan perilaku konsumen terhadap merek yang mengusung nilai keberlanjutan (Sun et al. , 2020. Gede et al. , 2. Konsumen dengan tingkat pengetahuan lingkungan yang tinggi cenderung lebih kritis dalam menilai klaim keberlanjutan yang disampaikan perusahaan, sehingga mampu membedakan antara inovasi hijau yang autentik dan praktik greenwashing (Patidar & Patidar. Dalam konteks ini, green knowledge berfungsi tidak hanya sebagai determinan langsung dari green brand loyalty, tetapi juga sebagai variabel moderator yang memperkuat atau memperlemah pengaruh green brand innovation terhadap loyalitas merek hijau (Arasyi & Kusumawati, 2. Pemahaman yang baik membuat konsumen lebih reseptif terhadap inovasi teknologi ramah lingkungan yang diimplementasikan perusahaan (Krishnan et al. , 2. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. sehingga menciptakan hubungan timbal balik yang berkelanjutan antara inovasi dan loyalitas (Negassa, 2023. Malelak et al. , 2. Dalam konteks perbankan Indonesia. Bank Mandiri menjadi salah satu institusi keuangan yang secara konsisten menunjukkan komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan. Pada tahun 2023. Bank Mandiri meraih penghargaan Bank Implementasi Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Terbaik kategori Bank BUMN dalam ajang KEJAR Award 2023 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan sejak dini, tetapi juga mendukung green brand innovation melalui pengurangan transaksi manual berbasis kertas (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Selain itu. Bank Mandiri juga memperoleh pengakuan sebagai bank dengan pencapaian terbaik dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2023, yang memperkuat kepercayaan dan keterikatan konsumen terhadap merek (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) yang diperoleh Bank Mandiri turut meningkatkan green knowledge konsumen terkait integritas dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan. Perkembangan teknologi perbankan digital, khususnya melalui aplikasi mobile banking seperti LivinAo by Mandiri, semakin memperkuat peran perbankan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Platform digital memungkinkan eliminasi penggunaan kertas dan optimalisasi proses transaksi elektronik, yang berdampak langsung pada pengurangan jejak karbon (Tsakila et al. , 2. Teknologi lanjutan seperti artificial intelligence dan blockchain juga berkontribusi terhadap efisiensi energi dan transparansi operasional perbankan (Maulani et al. Djumadi, 2023. Mir et al. , 2. Penelitian ini difokuskan pada pengguna aplikasi LivinAo by Mandiri di Indonesia karena pesatnya pertumbuhan perbankan digital di tengah tantangan keberlanjutan yang masih Meskipun jumlah pengguna dan nilai transaksi digital terus meningkat (Bank Mandiri, 2. , implementasi green banking di Indonesia masih menghadapi keterbatasan regulasi, kesenjangan literasi keberlanjutan, serta rendahnya konversi kesadaran lingkungan menjadi loyalitas merek (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Oleh karena itu, terdapat research gap terkait inkonsistensi temuan penelitian terdahulu dan minimnya kajian empiris pada konteks perbankan digital Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memiliki originalitas dengan menguji kembali pengaruh green brand innovation terhadap green brand loyalty serta menganalisis peran green knowledge sebagai variabel moderasi pada pengguna aplikasi LivinAo by Mandiri. Tinjauan Pustaka Penelitian ini berlandaskan social identity theory yang menjelaskan bahwa identitas individu terbentuk melalui keterikatan dengan kelompok sosial yang memiliki nilai bersama (Tajfel & Turner, 2. Dalam pemasaran hijau, green brand innovation berperan sebagai simbol komitmen keberlanjutan yang memperkuat identitas sosial pro-lingkungan konsumen (Chen & Chang, 2. Konsumen dengan green knowledge tinggi mampu mengevaluasi inovasi hijau sebagai kesesuaian nilai pribadi dan nilai merek, sehingga memperkuat identifikasi dan keterikatan emosional yang mendorong green brand loyalty (Reed et al. , 2012. Yang et al. Kombinasi inovasi hijau yang konsisten dan pengetahuan yang memadai menghasilkan loyalitas merek hijau yang lebih kuat dan tahan terhadap pengaruh pesaing (Zheng et al. , 2. Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge Selain itu, theory of planned behavior menegaskan bahwa green knowledge membentuk sikap positif, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku pro-lingkungan yang memperkuat green brand loyalty (Ajzen, 1. Pemahaman konsumen terhadap manfaat ekologis dan fungsional inovasi hijau meningkatkan keyakinan dan komitmen loyalitas jangka panjang (Jalu et al. , 2024. Zhang & Fu, 2. , sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa loyalitas merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kolektif (Negassa, 2023. Arasyi & Kusumawati, 2. Dari perspektif resource-based view dan knowledge-based view, green brand innovation merupakan sumber daya strategis yang efektivitasnya bergantung pada tingkat green knowledge konsumen (Barney, 1991. Nonaka et al. , 1. Green knowledge berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh green brand innovation terhadap green brand loyalty karena memungkinkan konsumen memahami nilai fungsional dan simbolis inovasi hijau (Jalu et al. , 2024. Lin et al. , 2. Sebaliknya, rendahnya pengetahuan melemahkan diferensiasi dan dampak inovasi terhadap loyalitas (Jalu et al. , 2. , sehingga menegaskan peran pengetahuan sebagai sumber daya kunci dalam penciptaan keunggulan kompetitif dan loyalitas merek hijau yang berkelanjutan (Khan et al. , 2. Green brand innovation Green brand innovation didefinisikan sebagai upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pengembangan produk, layanan, dan proses bisnis guna memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mengurangi dampak lingkungan (Chen & Chang. Konsep ini menjadi strategi penting dalam mendukung transformasi berkelanjutan, termasuk pada industri perbankan digital (Jinliang et al. , 2023. Hariadi et al. , 2. Dalam konteks digital banking, inovasi hijau diwujudkan melalui layanan paperless, investasi ramah lingkungan, serta edukasi finansial berkelanjutan berbasis teknologi (Garg & Kumar, 2. Keberhasilan green brand innovation bergantung pada sinergi teknologi, kebijakan perusahaan, serta integrasi pengetahuan eksternal yang relevan (Sulistiawati et al. , 2025. Vitriani & Fasa. Implementasi inovasi hijau yang konsisten terbukti meningkatkan diferensiasi merek dan membangun loyalitas jangka panjang konsumen yang sadar lingkungan (Jalu et al. , 2. Green brand loyalty Green brand loyalty mencerminkan komitmen jangka panjang konsumen terhadap merek yang secara konsisten menerapkan praktik keberlanjutan dan inovasi hijau (Arasyi & Kusumawati. Loyalitas ini terbentuk melalui keterikatan emosional ketika nilai lingkungan konsumen selaras dengan identitas merek. Konsistensi antara janji merek dan praktik keberlanjutan yang dapat diverifikasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat green brand loyalty (Qayyum et al. Pengalaman positif terhadap kinerja produk atau layanan hijau memperkuat kepercayaan dan validasi atas komitmen lingkungan merek, sehingga meningkatkan retensi konsumen dan nilai jangka panjang perusahaan. Green knowledge Green knowledge merupakan tingkat pemahaman konsumen terhadap atribut lingkungan merek dan dampaknya terhadap ekosistem (Isac et al. , 2. Konsumen dengan green knowledge tinggi lebih mampu mengenali inisiatif hijau yang autentik serta menghindari praktik tidak berkelanjutan (Putri & Hayu, 2. Dalam perbankan digital, green knowledge mencakup DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. pemahaman manfaat layanan seperti pengurangan kertas, efisiensi energi, dan dukungan terhadap ekonomi berkelanjutan (Mir et al. , 2. Konsumen yang memiliki green knowledge tinggi cenderung lebih konsisten menggunakan layanan mobile banking yang berkontribusi pada lingkungan (Anggraeni et al. , 2. Pengetahuan ini diperoleh melalui pengalaman, komunikasi pemasaran, dan word-of-mouth, sehingga edukasi konsumen menjadi strategi penting dalam mendukung keberhasilan inovasi hijau (Lin et al. , 2024. Rahmawati et al. , 2. Green brand innovation terhadap green brand loyalty Green brand innovation berkontribusi langsung dalam meningkatkan green brand loyalty melalui penciptaan nilai keberlanjutan yang dirasakan konsumen (Lin et al. , 2. Konsistensi inovasi hijau dalam memenuhi kebutuhan layanan ramah lingkungan dan dukungan keberlanjutan mendorong keterikatan emosional, persepsi kualitas, serta preferensi berkelanjutan terhadap merek (Putri & Hayu, 2024. Mir et al. , 2. Keterkaitan ini menegaskan bahwa inovasi hijau yang relevan memperkuat loyalitas berbasis nilai dan identitas konsumen (Lin et al. , 2. Berdasarkan social identity theory, keselarasan inovasi hijau dengan nilai ekologis konsumen memperkuat identifikasi sosial dan rasa memiliki terhadap merek, yang tercermin dalam loyalitas berkelanjutan (Tajfel & Turner, 2004. Salehzadeh et al. , 2. Selain itu, dalam kerangka theory of planned behavior dan knowledge-based view theory, inovasi hijau yang dipersepsikan bermanfaat memperkuat sikap positif, kontrol perilaku, kepuasan, serta kepercayaan yang mendorong loyalitas jangka panjang (Ajzen, 1991. Nonaka et al. , 1996. Jalu et , 2024. Mendrofa, 2. H1: Green brand innovation berpengaruh positif terhadap green brand loyalty Green knowledge terhadap green brand loyalty Green knowledge membentuk sikap positif dan mendorong green brand loyalty melalui pemahaman konsumen terhadap atribut hijau dan komitmen keberlanjutan merek (Jalu et al. Pengetahuan yang kuat membuat konsumen merasa keputusan penggunaan layanan selaras dengan nilai lingkungan pribadi, sehingga meningkatkan preferensi, niat berulang, dan komitmen loyalitas (Leckie et al. , 2021. Qayyum et al. , 2. Dalam perspektif theory of planned behavior, green knowledge sebagai faktor kognitif memperkuat niat dan perilaku loyal (Myller et al. , 2. , sementara keterikatan emosional terhadap merek ramah lingkungan semakin menguat seiring meningkatnya pemahaman konsumen (Jia et al. , 2. Selaras dengan knowledge-based view theory, pengetahuan berfungsi sebagai aset strategis yang memperkuat keyakinan, komitmen, dan loyalitas jangka panjang konsumen (Nonaka et al. , 1996. Putra et al. H2: Green knowledge berpengaruh positif terhadap green brand loyalty Green knowledge memoderasi green brand innovation terhadap green brand loyalty Green knowledge berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara green brand innovation dan green brand loyalty (Lin et al. , 2. Konsumen dengan tingkat pengetahuan tinggi lebih mampu mengevaluasi kredibilitas inovasi hijau, sehingga loyalitas meningkat ketika inovasi dipersepsikan autentik dan berdampak lingkungan positif (Putri & Hayu, 2. Dalam kerangka theory of planned behavior, pengetahuan memperkuat keyakinan terhadap manfaat inovasi hijau (Ajzen, 1. , sementara social identity theory menjelaskan Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge bahwa pemahaman lingkungan memperdalam keterikatan emosional dengan merek. Dari perspektif knowledge-based view theory, green knowledge konsumen menjadi sumber daya eksternal yang memperkuat diferensiasi dan keunggulan bersaing melalui loyalitas yang terbentuk dari inovasi hijau (Nonaka et al. , 1996. Xia et al. , 2. H3: Green knowledge memoderasi pengaruh positif pada green brand innovation terhadap green brand loyalty Green Brand Innovation Green Brand Loyalty Green Knowledge Gambar 1. Model Penelitian Metode Sampel dan Prosedur Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menguji hubungan kausal antara green brand innovation, green brand loyalty, dan green knowledge pada pengguna aplikasi LivinAo by Mandiri. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan pengukuran hubungan antarvariabel secara objektif melalui analisis statistik (Hutauruk et al. , 2022. Abduh et al. , 2. Desain cross-sectional digunakan karena data dikumpulkan pada satu periode waktu tertentu, sehingga relevan untuk menganalisis persepsi, sikap konsumen, serta hubungan struktural dan efek moderasi dalam konteks perbankan digital. Populasi penelitian mencakup seluruh pengguna aplikasi LivinAo by Mandiri, dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pengguna aktif aplikasi, memiliki pemahaman mengenai green brand innovation, green brand loyalty, dan green knowledge, memiliki kesadaran terhadap praktik perbankan berkelanjutan, serta pernah mengikuti seminar atau pelatihan terkait pemasaran hijau, manajemen pengetahuan hijau, atau manajemen Jumlah sampel sebanyak 167 responden telah memenuhi ketentuan minimum analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yaitu minimal 100 responden (Hair et al. , 2. , serta dinilai memadai untuk meningkatkan statistical power dan stabilitas estimasi parameter, termasuk pengujian variabel moderasi. Berdasarkan deskripsi responden (Tabel . , partisipan terdiri dari 79 pria dan 82 wanita, dengan mayoritas berprofesi sebagai wiraswasta . Kelompok pendapatan terbanyak berada pada kisaran Rp 3Ae5 juta . , sementara tingkat pendidikan didominasi oleh lulusan sarjana . Intensitas penggunaan mobile banking menunjukkan mayoritas responden menggunakan layanan lebih dari 10 kali per bulan . Seluruh responden memiliki pemahaman dan kesadaran terhadap praktik DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. perbankan berkelanjutan serta pengalaman mengikuti kegiatan edukatif terkait pemasaran hijau, manajemen pengetahuan hijau, dan inovasi. Tabel 1. Deskripsi Responden Karakteristik Jenis Kelamin Pekerjaan Tingkat Pendapatan Tingkat Pendidikan Berapa kali Saudara/i menggunakan M-Banking Mandiri dalam 1 bulan. Keterangan Frekuensi . Presentase (%) Pria Wanita Pelajar/Mahasiswa Wiraswasta Karyawan Swasta Pedagang Pegawai Negeri < Rp 1 Juta Rp 1-3 Juta Rp 3-5 Juta > Rp 5 Juta SMA/SMK Diploma Sarjana Pasca Sarjana 1-4 Kali 5 Ae 10 Kali >10 Kali Sumber: data diolah Pengukuran Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju hingga 5 = sangat setuj. Green brand innovation diukur menggunakan 3 indikator yang diadaptasi dari Schiederig et al. , green brand loyalty menggunakan 4 indikator dari Wakeford et al. , dan green knowledge menggunakan 4 indikator dari Wakeford et al. Evaluasi kualitas pengukuran dilakukan dalam kerangka PLS-SEM melalui pengujian validitas konvergen (AVE Ou 0,. dan reliabilitas konstruk (CronbachAos Alpha Ou 0,. untuk memastikan konsistensi dan keandalan instrumen. Teknik analisis Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4. 0 untuk menguji measurement model dan structural model. PLS-SEM dipilih karena sesuai untuk model prediktif dengan distribusi data non-normal, ukuran sampel menengah, dan model struktural yang relatif kompleks (Hair et al. Evaluasi measurement model mencakup validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk, sedangkan structural model diuji melalui path coefficient, nilai t-statistik, dan p-value. Efek moderasi green knowledge diuji melalui pembentukan interaction term dengan green brand innovation dalam satu model struktural. Signifikansi hipotesis ditentukan berdasarkan nilai t-statistik > 1,96 dan p-value < 0,05 pada tingkat signifikansi 5%. Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge Hasil Dan Pembahasan Model struktural dalam penelitian ini mencakup pengujian signifikansi yang bertujuan untuk memperkirakan koefisien jalur . ath coefficien. Dalam model ini, hubungan antara green brand innovation (GBI), green brand loyalty (GBL), dan green knowledge (GK) sebagai variabel moderasi diuji melalui pendekatan struktural. Sebelum melakukan perhitungan koefisien jalur, model struktural yang mencakup konstruk GBI. GBL, dan GK di uji validitas konvergennya pada Gambar 2 dan ini menjadi dasar untuk mengevaluasi sejauh mana green brand innovation berdampak pada green brand loyalty dengan mempertimbangkan peran moderasi dari green Gambar 2. Model Penelitian Evaluasi awal terhadap instrumen penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang dipersyaratkan dalam penelitian struktural. Hal ini sejalan dengan temuan Jalu et al. , . yang menekankan pentingnya validitas konvergen dalam mengukur green brand innovation dalam konteks perbankan digital. Tabel 2. Model Pengukuran Variabel Green brand GBI 1 GBI 2 GBI 3 Green brand GBL 1 GBL 2 GBL 3 GBL 4 Green GK 1 GK 2 GK 3 GK 4 GK X GBI Outer Loading VIF CR . CR . AVE Sumber: data diolah oleh SmartPLS DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Hasil analisis outer loadings menunjukkan seluruh indikator memiliki nilai di atas 0,7, dengan rentang 0,831Ae0,879, yang menegaskan kontribusi indikator yang kuat terhadap konstruk laten. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk seluruh indikator, termasuk variabel interaksi . reen knowledge y green brand innovatio. , berada pada kisaran 1,000Ae2,576 dan berada di bawah batas kritis 5, sehingga tidak terdapat masalah multikolinearitas, sejalan dengan Hair et al. Konstruk green brand innovation menunjukkan reliabilitas sangat baik dengan nilai CronbachAos Alpha 0,842. Composite Reliability 0,905, dan AVE 0,760. Konstruk green brand loyalty juga memiliki konsistensi internal yang tinggi (CronbachAos Alpha 0,888. Composite Reliability 0,922. AVE 0,. , sejalan dengan temuan Watson et al. mengenai pentingnya validitas konstruk pada loyalitas merek hijau. Sementara itu, konstruk green knowledge menunjukkan reliabilitas dan validitas konvergen yang memadai (CronbachAos Alpha 0,875. Composite Reliability 0,914. AVE 0,. , mendukung temuan Vania dan Ruslim . terkait pentingnya instrumen yang valid dan reliabel dalam mengukur pemahaman konsumen terhadap praktik berkelanjutan. Table 3. R-Square Test Result Variable R-Square R-Square Adjusted Green brand loyalty Sumber: data diolah oleh SmartPLS Hasil pengujian R-Square menunjukkan bahwa nilai R-square untuk konstruk green brand loyalty mencapai 0. 742, mengindikasikan bahwa konstruk green brand innovation dan green knowledge secara bersama-sama mampu menjelaskan 74. 2% varian dalam green brand Nilai R-square adjusted sebesar 0. 737 menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang stabil dan tidak mengalami overfitting. Temuan ini sejalan dengan penelitian Jabeen et al. yang mengidentifikasi bahwa faktor-faktor hijau memiliki kemampuan prediktif yang kuat terhadap green brand loyalty. Table 4. Hypothesis Test Result Hypothesis Original Sample Sample Mean Standard Deviation Green brand innovationIe Green brand Green knowledgeIe Green brand loyalty Green InovationIe Green knowledge Ie Green brand loyalty Sumber: data diolah oleh SmartPLS Statistic Values Hasil pengujian menunjukkan bahwa green brand innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap green brand loyalty ( = 0. t = 4. p < 0. , sehingga H1 diterima. Green knowledge juga terbukti berpengaruh positif terhadap green brand loyalty ( = 0. p < 0. , mendukung H2. Namun, efek moderasi green knowledge pada hubungan green brand innovation dan green brand loyalty tidak signifikan ( = Ae0. t = 1. p = 0. Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge sehingga H3 ditolak. Meskipun tidak signifikan, arah koefisien negatif mengindikasikan bahwa pada tingkat green knowledge yang tinggi, pengaruh green brand innovation terhadap green brand loyalty cenderung melemah, sejalan dengan temuan Chua et al. yang menyatakan bahwa konsumen berpengetahuan tinggi cenderung lebih skeptis terhadap klaim hijau merek. Pembahasan Pengaruh positif green brand innovation terhadap green brand loyalty Hasil penelitian menunjukkan bahwa green brand innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap green brand loyalty, di mana inovasi hijau dalam perbankan digital memperkuat loyalitas konsumen melalui manfaat fungsional dan emosional (Solehati et al. , 2023. Al-Dmour et al. , 2. Dalam perspektif social identity theory, inovasi hijau membentuk citra merek yang selaras dengan identitas pro-lingkungan konsumen, sehingga memperkuat keterikatan dan loyalitas merek (Kamalanon et al. , 2. Berdasarkan Theory of Planned Behavior, inovasi hijau membentuk sikap positif, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku yang mendorong penggunaan berkelanjutan dan loyalitas jangka panjang (Ajzen, 1991. Xia et al. , 2022. Gyspyr et al. , 2. Sementara itu, knowledge-based view theory menempatkan green brand innovation sebagai hasil pemanfaatan pengetahuan strategis perusahaan yang mampu membangun loyalitas merek secara berkelanjutan (Liu et al. , 2020. Jung, 2. Temuan ini konsisten dengan Lin et al. dan Jalu et al. , serta menegaskan peran inovasi hijau sebagai simbol identitas sosial konsumen dalam konteks perbankan digital (Us et al. , 2. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan loyalitas nasabah memerlukan pengembangan green brand innovation yang konsisten dan autentik. Oleh karena itu. Bank Mandiri disarankan untuk terus mengalokasikan sumber daya strategis pada fitur berkelanjutan seperti paperless banking, carbon footprint tracking, dan produk investasi hijau yang terintegrasi dalam aplikasi LivinAo. Pengaruh positif green knowledge terhadap green brand loyalty Penelitian ini menunjukkan bahwa green knowledge merupakan determinan penting dalam membentuk green brand loyalty, di mana pemahaman konsumen terhadap praktik berkelanjutan mendorong sikap positif, persepsi kontrol perilaku, dan niat penggunaan berulang (Ajzen, 1. Selain itu, green knowledge memperkuat identifikasi nilai konsumen dengan merek dan membangun keterikatan emosional, sebagaimana dijelaskan dalam social identity theory (Tajfel & Turner, 2. Dari perspektif knowledge-based view theory, pengetahuan konsumen berperan sebagai dasar loyalitas jangka panjang berbasis nilai keberlanjutan, sejalan dengan temuan Khan et al. Implikasinya, strategi edukasi lingkungan yang terintegrasi dalam aplikasi menjadi penting untuk memperkuat loyalitas konsumen. Hasil ini menunjukkan pentingnya strategi edukasi lingkungan. Bank Mandiri perlu mengembangkan konten edukatif interaktif, notifikasi berbasis keberlanjutan, serta penyajian informasi dampak lingkungan layanan digital guna meningkatkan green knowledge dan loyalitas DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Green knowledge memoderasi pengaruh positif pada green brand innovation terhadap green brand loyalty Hasil penelitian menunjukkan bahwa green knowledge tidak memoderasi pengaruh green brand innovation terhadap green brand loyalty. Namun, arah koefisien negatif mengindikasikan bahwa konsumen dengan tingkat green knowledge tinggi cenderung lebih kritis dan skeptis terhadap inovasi hijau yang dinilai kurang autentik (Jalu et al. , 2024. Salehzadeh et al. , 2. Dalam social identity theory, pada konsumen berpengetahuan tinggi, standar normatif terhadap inovasi hijau menjadi lebih ketat sehingga ketidaksesuaian nilai dapat melemahkan loyalitas merek (Liu et al. , 2024. Zhang & Fu, 2. Sejalan dengan knowledge-based view theory, konsumen dengan literasi lingkungan tinggi mengevaluasi nilai strategis inovasi secara lebih mendalam, sehingga efektivitas inovasi sangat bergantung pada kredibilitas dan konsistensi praktik keberlanjutan perusahaan (Chen & Chang, 2012. PanciN et al. , 2. Bank Mandiri perlu menerapkan strategi segmentasi berbasis tingkat green knowledge. Konsumen dengan literasi lingkungan tinggi memerlukan komunikasi transparan dan berbasis bukti nyata, sementara konsumen dengan literasi rendah membutuhkan pendekatan edukatif yang lebih fundamental. Selain itu, penguatan sistem monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas green brand innovationAimeliputi penggunaan fitur hijau, keterikatan nasabah, dan persepsi kredibilitas keberlanjutanAimenjadi krusial untuk menjaga dan meningkatkan green brand loyalty (Al Firdaus & Rachmawati, 2024. Qayyum et al. , 2023. Van Vo & Nguyen, 2. Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa green brand innovation berpengaruh signifikan terhadap green brand loyalty pada pengguna LivinAo by Mandiri, menegaskan peran inovasi hijau tidak hanya sebagai strategi operasional tetapi juga sebagai representasi nilai dan identitas Green knowledge terbukti berpengaruh langsung terhadap green brand loyalty, namun tidak memoderasi hubungan antara green brand innovation dan green brand loyalty. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat green knowledge yang tinggi dapat mendorong evaluasi yang lebih kritis terhadap keaslian inovasi hijau, sehingga perusahaan perlu menekankan kredibilitas dan edukasi berkelanjutan. Mengingat keterbatasan konteks geografis dan demografis, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan populasi yang lebih luas dan variabel tambahan guna memperkaya pemahaman empiris. Penelitian mendatang disarankan mengkaji green brand innovation secara lebih spesifik, seperti fitur digital ramah lingkungan, edukasi keberlanjutan, dan efisiensi operasional (Chen, 2010. Jalu et al. , 2. Untuk memperkuat green brand loyalty, variabel emosional seperti green trust dan green satisfaction perlu dipertimbangkan (Chen & Chang, 2013. Lin et al. , 2. Selain itu, peran green knowledge dapat diuji sebagai mediator atau dibandingkan dengan green awareness dan green perceived value (Utami et al. , 2. Secara praktis. Bank Mandiri disarankan memperkuat komunikasi keberlanjutan yang autentik dan edukatif agar green brand innovation selaras dengan ekspektasi konsumen dan mendorong loyalitas jangka panjang (Chen & Chang, 2. Referensi Abduh. Alawiyah. Apriansyah. Abdullah. , & Afgani. Survey design: Cross sectional dalam penelitian kualitatif. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 3. , 31Ae Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge https://doi. org/10. 47709/jpsk. Ajzen. The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50. , 179Ae211. https://doi. org/10. 1016/0749-5978. Al Firdaus. , & Rachmawati. The influence of e-service quality on customer loyalty through customer satisfaction among LivinAo by Mandiri users. International Journal of Social Science and Business, 8. , 142Ae150. https://doi. org/10. 23887/ijssb. Al-Dmour. Hadad. , & Al-Dmour. The impact of the adoption of green marketing on corporate performance of non-profitable organizations: An empirical study. Social Responsibility Journal, 19. , 1Ae19. https://doi. org/10. 1108/SRJ-03-2021-0114 Alex. , & Putra. Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen terhadap pembelian sepatu bermerek di Kota Batam. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8. , 210Ae231. https://doi. org/10. 31955/mea. Amalia. , & Rahmadhany. Analisis pengaruh citra merek dan pengalaman merek terhadap kepuasan merek dan loyalitas merek kosmetik Wardah. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Manajemen Indonesia, 6. , 468Ae479. https://doi. org/10. 31842/jurnalinobis. Amoako. Doe. , & Dzogbenuku. Perceived firm ethicality and brand loyalty: The mediating role of corporate social responsibility and perceived green marketing. Society and Business Review, 16. , 398Ae419. https://doi. org/10. 1108/SBR-05-2020-0076 Anggraeni. Listyorini. , & Prihatini. Pengaruh brand ambassador, sales promotion, dan hedonic shopping motivation terhadap keputusan pembelian pada pengguna e-commerce Tokopedia di Kota Semarang. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 13. , 813Ae822. https://doi. org/10. 14710/jiab. Arasyi. , & Kusumawati. Investigating the determinants of green loyalty: Understanding factors influencing customer commitment to sustainable brands in Indonesia. Journal of Consumer Studies and Applied Marketing, 1. , 157Ae165. https://doi. org/10. 58229/jcsam. Bank Mandiri. Bank Mandiri serentak digitalkan 241 cabang di seluruh Indonesia. https://w. id/en/pressdetail?primaryKey=62375332 Barney. Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17. , 99Ae120. https://doi. org/10. 1177/014920639101700108 Chen. The drivers of green brand equity: Green brand image, green satisfaction, and green trust. Journal of Business Ethics, 93. , 307Ae319. https://doi. org/10. 1007/s10551009-0223-9 Chen. , & Chang. Enhance green purchase intentions: The roles of green perceived value, green perceived risk, and green trust. Management Decision, 50. , 502Ae https://doi. org/10. 1108/00251741211216250 Chen. , & Chang. Greenwash and green trust: The mediation effects of green consumer confusion and green perceived risk. Journal of Business Ethics, 114. , 489Ae500. https://doi. org/10. 1007/s10551-012-1360-0 Chua. Kim. Baah. Moon. Yu. , & Han. When hospitality brands go green: The role of authenticity and stereotypes in building customerAegreen brand Journal Sustainable Tourism, 32. , 1118Ae1141. https://doi. org/10. 1080/09669582. Djumadi. Teknologi blockchain dalam perspektif ekonomi dan keuangan Islam. AlKharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah, 6. , 3897Ae3915. https://doi. org/10. 47467/alkharaj. Firdaus. , & Yunani. Brand image sebagai variabel mediator pengaruh green marketing terhadap loyalitas konsumen. JMBI UNSRAT, 11. , 936Ae947. https://doi. org/10. 35794/jmbi. Garg. , & Kumar. Harnessing digital technologies for triple bottom line sustainability DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. in the banking industry: A bibliometric review. Future Business Journal, 10. , 62. https://doi. org/10. 1186/s43093-024-00336-2 Gyspyr. Pataki. Barta, yA. Thalmeiner. , & Zyman. Consumer segmentation of green financial products based on sociodemographic characteristics. Journal of Risk and Financial Management, 16. , 98. https://doi. org/10. 3390/jrfm16020098 Gede. Lasmini. Rumini. Wijayati. , & Narti. From green marketing to brand loyalty. International Research Journal of Management. IT and Social Sciences, 9. , 676Ae681. https://doi. org/10. 21744/irjmis. Hair. Jr. Hult. Ringle. Sarstedt. Danks. , & Ray. Partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) using R: A workbook. Springer Nature. https://doi. org/10. 1007/978-3-030-80519-7 Hutauruk. Sutarmo. , & Bachtiar. Metodologi penelitian untuk ilmu sosial humaniora dengan pendekatan kuantitatif. Salemba Empat. Hariadi. Moengin. , & Maulidya. Impact of green practices through green product and service innovation: Sustainable product-service system performance model. International Journal Sustainable Engineering, 16. , 1Ae15. https://doi. org/10. 1080/19397038. Isac. Javed. Radulescu. Cismasu. Yousaf. , & Serbu. greenwashing impacting on green brand trust and purchase intentions? Mediating role of Environment. Development Sustainability. https://doi. org/10. 1007/s10668-023-04352-0 Jabeen. Khan. Zain. , & Atlas. Buy green only: Interplay between green marketing, corporate social responsibility and green purchase intention. The mediating role of green brand image. Business Strategy and Development, 6. , 503Ae518. https://doi. org/10. 1002/bsd2. Jalu. Dasalegn. Japee. Tangl. , & Boros. Investigating the effect of green brand innovation and green perceived value on green brand loyalty: Examining the Sustainability, 16. , https://doi. org/10. 3390/su16010341 Jia. Tang. , & Du. How is the value of the exhibition brand in the eyes of the audience? Based on the perspective of green practice. Frontiers in Psychology, 13, https://doi. org/10. 3389/fpsyg. Jinliang. Chau. Baei. Moslehpour. Nguyen. , & Nguyen. Integrated perspective of eco-innovation, green branding, and sustainable product: A case of an emerging economy. Economic ResearchAeEkonomska Istraivanja, 36. https://doi. org/10. 1080/1331677X. Jung. The impact of eco-friendly marketing by sportswear brands in response to climate change awareness on the intention to continue use: The mediating effects of social value and corporate reputation. Journal of Asian Scientific Research, 14. , 341Ae359. https://doi. org/10. 55493/5003. Kamalanon. Chen. , & Le. Why do we buy green products? An extended theory of planned behavior model for green product purchase behavior. Sustainability, 14. , 689. https://doi. org/10. 3390/su14020689 Khan. Kaur. Jabeen. , & Dhir. Green process innovation: Where we are and where we are going. Business Strategy and the Environment, 30. , 3273Ae3296. https://doi. org/10. 1002/bse. Krishnan. Nusraningrum. Prebakarran. , & Wahid. Fostering consumer loyalty through green marketing: Unveiling the impact of perceived value in MalaysiaAos retail sector. Journal of Ecohumanism, 3. https://doi. org/10. 62754/joe. Lah. Singh. Alshdaifat. , & Hanaysha. Embedding ESG practices into corporate strategy: A pathway to brand loyalty through consumer brand identification Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge Discover Sustainability, 6. , https://doi. org/10. 1007/s43621-025-01346-y Leckie. Rayne. , & Johnson. Promoting customer engagement behavior for green brands. Sustainability, 13. , 8404. https://doi. org/10. 3390/su13158404 Lestari. , & Merthayasa. Peran teknologi dalam perubahan bisnis di era Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7. , 16706Ae16711. https://doi. org/10. 36418/syntax-literate. Li. Msaad. Sun. Tan. Lu. , & Lau. Green innovation and business sustainability: New evidence from energy-intensive industry in China. International Journal Environmental Research Public Health, 17. , https://doi. org/10. 3390/ijerph17217826 Lin. Huang. , & Li. Consumer perceived green brand innovativeness and green word-of-mouth intention: The moderating role of green knowledge. Total Quality Management Business Excellence, 35. Ae. , 814Ae834. https://doi. org/10. 1080/14783363. Lin. Lobo. , & Leckie. The influence of green brand innovativeness and value perception on brand loyalty: The moderating role of green knowledge. Journal of Strategic Marketing, 27. , 81Ae95. https://doi. org/10. 1080/0965254X. Liu. Cao. , & Zhu. Competitive pricing and innovation investment strategies of green products considering firmsAo farsightedness and myopia. International Transactions in Operational Research, 28. , 839Ae871. https://doi. org/10. 1111/itor. Liu. Yu. Song. , & Fu. Green innovation drives globalization: A longitudinal case study of Angel YeastAos evolution from a start-up to a world-class manufacturer. Journal of Evolutionary Studies in Business, 9. , 35Ae61. https://doi. org/10. 1344/jesb2024. Liubana. Kowey. Alfonso. , & Putra. Pengaruh strategi pemasaran digital, citra merek, dan loyalitas pelanggan terhadap kinerja penjualan produk fashion di e-commerce Shopee. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science, 2. , 352Ae361. https://doi. org/10. 58812/jbmws. Malelak. Setiawan. , & Maulidah. Analysis of marketing mix on consumer loyalty: Empirical study of customer satisfaction of local product. International Journal of Business. Technology Organizational Behavior, 1. , 160Ae168. https://doi. org/10. 52218/ijbtob. Maulani. Herdianto. Syawaludin. , & Laksana. Penerapan teknologi blockchain pada sistem keamanan informasi. Jurnal Sosial Teknologi, 3. , 99Ae102. https://doi. org/10. 59188/jurnalsostech. Mendrofa. The effect of green marketing, sustainable market research, and consumer engagement on brand loyalty and consumer legitimacy in MSMEs in Indonesia. International Journal of Business. Law, and Education, 5. , 824Ae836. https://doi. org/10. 56442/ijble. Mir. Bhat. Al-Adwan. Farooq. Jamali. , & Malik. Green banking practices and customer satisfaction: Way to green sustainability. Innovation and Green Development, 4. , 100221. https://doi. org/10. 1016/j. Myller. Acevedo-Duque, yA. Myller. Kalia. , & Mehmood. Predictive sustainability model based on the theory of planned behavior incorporating ecological Sustainability, 13. , https://doi. org/10. 3390/su13084248 Negassa. Exploring the influence of green brand innovation and perceived value on brand loyalty: Examining the role of green knowledge as a moderator. Preprints. https://doi. org/10. 20944/preprints2023070179. Nonaka. Takeuchi. , & Umemoto. A theory of organizational knowledge creation. International Journal Technology Management, 11. Ae. , 833Ae845. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. https://doi. org/10. 1504/IJTM. Otoritas Jasa Keuangan. Bangun generasi muda menabung untuk Indonesia maju: Peringatan Hari Indonesia Menabung 2023. https://w. Pamungkas. , & Risman. Literature review: Manajemen risiko environmental, social, and governance (ESG) dalam bisnis berkelanjutan. Jurnal Doktor Manajemen, 7. , 124. https://doi. org/10. 22441/jdm. PanciN. SerdaruiN. , & IuNiN. Green marketing and repurchase intention: Stewardship of green advertisement, brand awareness, brand equity, green innovativeness, and brand innovativeness. Sustainability, 15. , 12534. https://doi. org/10. 3390/su151612534 Patidar. , & Patidar. A demographic analysis of understanding the role of green marketing on purchase intention. Asian Journal of Management and Commerce, 4. , 26Ae https://doi. org/10. 22271/27084515. Putra. Farid. , & Auriza. Meningkatkan loyalitas merek ramah lingkungan: Peran konsep diri, altruisme, dan pengetahuan. Akuntansi Bisnis & Manajemen, 32. https://doi. org/10. 35606/jabm. Putri. , & Hayu. The influence of environmental knowledge, green product knowledge, green word of mouth, greenwashing, and green confusion as mediator of green purchase intention. EKOMBIS Review: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 12. , 459Ae https://doi. org/10. 37676/ekombis. Qayyum. Jamil. , & Sehar. Impact of green marketing, greenwashing and green confusion on green brand equity. Spanish Journal of Marketing Ae ESIC, 27. , 286Ae305. https://doi. org/10. 1108/SJME-03-2022-0032 Rahmadhani. Nofirda. , & Sulistyandari. Pengaruh kualitas produk, citra merek dan kepercayaan merek terhadap loyalitas merek dengan kepuasan pelanggan sebagai DeReMa: Development Research of Management, 17. , 205. https://doi. org/10. 19166/derema. Rahmawati. Purbawati. , & Listyorini. Pengaruh kualitas produk dan promosi penjualan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 13. , 823Ae834. https://doi. org/10. 14710/jiab. Reed. II. Forehand. Puntoni. , & Warlop. Identity-based consumer behavior. International Journal Research Marketing, 29. , 310Ae321. https://doi. org/10. 1016/j. Salehzadeh. Sayedan. Mirmehdi. , & Heidari Aqagoli. Elucidating green branding among Muslim consumers. Journal of Islamic Marketing, 14. , 250Ae272. https://doi. org/10. 1108/JIMA-08-2019-0169 Schiederig. Tietze. , & Herstatt. Green innovation in technology and innovation R&D Management, 42. , 180Ae192. https://doi. org/10. 1111/j. Solehati. Pramuditha. , & Rahma. Eco-brand and customer-based brand JURISMA: Jurnal Riset Bisnis & Manajemen, 13. , 173Ae182. https://doi. org/10. 34010/jurisma. Sulistiawati. Yansyah. , & Maleha. Analisis persepsi risiko dalam layanan digital banking di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis. Manajemen dan Akuntansi, 4. , 223Ae232. https://doi. org/10. 61930/jebmak. Sun. Rabbani. Ahmad. Sial. Cheng. Zia-ud-Din. , & Fu. CSR, co-creation and green consumer loyalty. Sustainability, 12. , 10688. https://doi. org/10. 3390/su122410688 Tajfel. , & Turner. The social identity theory of intergroup behavior. In Political psychology . 276Ae. Psychology Press. Tsakila. Wirahadi. Fadilah. , & Simanjuntak. Analisis dampak fintech Tyas Carin Anjellika & Muhammad Ali Fikri Green Brand Innovation. Green Brand Loyalty. Green Knowledge terhadap kinerja dan inovasi perbankan. Indonesian Journal of Law and Justice, 1. , 11. https://doi. org/10. 47134/ijlj. Us. Pimonenko. , & Lyulyov. Corporate social responsibility and renewable energy development for the green brand within SDGs. Energies, 16. , 2335. https://doi. org/10. 3390/en16052335 Utami. Natassia. , & Syahrul. Green brand innovativeness, green knowledge dan utilitarian environmental benefits terhadap green perceived value. Jurnal Ekobistek, 11. , 150Ae155. https://doi. org/10. 35134/ekobistek. Van Vo. , & Nguyen. Greening the Vietnamese supply chain. Heliyon, 9. , e15953. https://doi. org/10. 1016/j. Vania. , & Ruslim. The effect of environmental concern and green brand knowledge on green purchase behavior. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 9. , 325. https://doi. org/10. 22441/jimb. Vitriani. , & Fasa. Transformasi green banking dalam perbankan syariah. Revenue: Lentera Bisnis Manajemen, 3. , 84Ae91. https://doi. org/10. 59422/lbm. Wakeford. Gebreeyesus. Ginbo. Yimer. Manzambi. Okereke. , & Mulugetta, . Innovation for green industrialisation. Journal of Cleaner Production, 166, 503Ae https://doi. org/10. 1016/j. Watson. Perrigot. , & Dada. The effects of green brand image on brand loyalty. Business Strategy and the Environment, 33. , 806Ae819. https://doi. org/10. 1002/bse. Xia. Ling. Main. Lim. Li. Zhang. , & Cao. Creating a low carbon economy through green supply chain management. International Journal of Logistics Research Applications, 27. , 1154Ae1184. https://doi. org/10. 1080/13675567. Yang. Bu. Huang. , & Liu. How green marketing practices improve customer Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 37. , 1067Ae1088. https://doi. org/10. 1108/APJML-01-2024-0095 Zhang. , & Fu. Green public procurement and corporate green innovation. Research Square. https://doi. org/10. 21203/rs. rs-6077212/v1 Zheng. Ling. , & Cho. How social identity affects green food purchase intention. Behavioral Sciences, 13. , 664. https://doi. org/10. 3390/bs13080664 Zhu. , & Jin. How does the digital transformation of banks improve efficiency and ESG performance? Systems, 11. , 328. https://doi. org/10. 3390/systems11070328 Additional information Authors and Affiliations Tyas Carin Anjellika Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. Indonesia Email: tyascarinanjellika@gmail. Muhammad Ali Fikri Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. Indonesia Email: muhammad. fikri@mgm. DOI: https://doi. org/10. 36406/jemi. Declarations