ANALISIS HUBUNGAN SISTEM TRANSIVITAS DAN KONTEKS SITUASI DALAM PIDATO POLITIK HATTA RAJASA: TINJAUAN SISTEMIK FUNGSIONAL Nurfaedah Manajemen Informatika. STMIK Handayani Makassar Jl. Adhyaksa Baru No. Pandang. Makassar E-mail: edha. nurfaedah@yahoo. Abstract. The Analysis Relation of Trasivity System and Situation Context in Hatta RajasaAos Political Speech: Systemic Functional Linguistics Overview. The research aims to describe relation of the type of transitivity process and situation context in Hatta RajasaAs Political Speech. This research is a descriptive research, used a qualitative approach and was supported by quantitative data. The object of research is in the form of political speech text delivered by Hatta Rajasa. The data sources used are the spoken data in the form of audiovisual. The population is in the form of political speech text delivered by Hatta Rajasa. The researchAs samples are the process type, the participants, and the circumstances found in the data. The method used is the method of seeing, then proceed with the noted technique. The research finding indicated that . the type of process which was found in the analysis of Hatta RajasaAs political speech cons ists of six process that are the material process, the mental process, the relational process, the behavioral process, the verbal process, and the existential process. The dominated process is the material process that was represented the life that was oriented on the action, the activity, and the real action . circumstances found were the location, manner, cause, accompanying, and ranges. There was a dominating percentage in appearance and there were only appear occasionally. The most frequent circumstance is the location circumstance that indicated a desire of the speaker to do something through the specified time and place planning. based on the analysis of situational context connected with the analysis of transitivity system can be known the purpose of the delivery of Hatta RajasaAs political speeches through the process, the participant, and the circumstances. It can be seen that Hatta RajasaAs desire is the intention of delivering the ideas on the realization of the ideals of the Indonesian people through the developing of a democratic and economic system. Abstrak. Analisis Hubungan Sistem Transivitas dan Konteks Situasi dalam Pidato Politik Hatta Rajasa: Tinjauan Sistemik Fungsional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan tipe proses transitivitas dan konteks dalam pidato politik Hatta Rajas a. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dibantu dengan data kuantitatif. Objek penelitian berupa teks Pidato Politik yang dibawakan oleh Hatta Rajasa. Sumber data yang digunakan berupa data lisan dalam bentuk audiovisual. Populasi berupa teks pidato politik yang dibawakan oleh Hatta Rajasa. Sampel penelitian yaitu tipe proses, partisipan, serta sirkumstan yang ditemukan dalam data. Metode yang digunakan yaitu metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa . Tipe proses yang ditemukan dalam analisis Pidato Politik Hatta Rajasa terdiri dari 6 Proses yakni Proses Material. Proses Mental. Proses Relasional. Proses Behavoiral. Proses Verbal, dan Proses Eksistensial. Adapun proses yang mendominasi adalah Proses Material yang merepresentasikan kehidupan yang berorientasi pada perbuatan, kegiatan, dan aksi nyata. Sirkumstan yang ditemukan yakni sirkumstan lokasi, cara, sebab, penyerta, dan rentang. Persentase kemunculannya ada yang mendominasi dan ada yang hanya muncul sesekali. Sirkumstan yang persentase kemunculannya paling banyak adalah sirkumstan Lokasi menunjukkan keinginan pembicara melakukan sesuatu dengan perencanaan waktu dan tempat yang telah ditentukan . Berdasarkan analisis konteks situasi dihubungkan dengan analisis sistem transitivitas dapat diketahui tujuan dari penyampaian pidato politik Hatta Rajasa melalui proses, partisipan, dan sirkumstannya. Dapat dilihat gambaran Nurfaedah. Analisis Hubungan Transivitas dan Konteks Situasi dari apa yang Hatta Rajasa inginkan yakni lebih kepada penyampain maksud mewujudkan cita -cita rakyat Indonesia dengan mengembangkan sistem demokrasi dan ekonomi. Kata Kunci: Transitivitas. Konteks Situasi. Pidato Politik. Teks adalah rangkaian kata, klausa, atau kalimat yang saling berhubungan dan membentuk suatu makna. Teks bisa berupa teks tertulis ataupun teks lisan. Dalam memahami suatu teks, harus dilihat tidak hanya dari satu aspek atau sudut pandang, tetapi bisa ditelaah dari banyak sisi. Seperti konsep yang dikemukakan oleh Halliday, yaitu context of situation, maksudnya Aumelalui sebuah hubungan yang sistematik antara lingkungan sosial pada satu sisi dan organisasi bahasa yang fungsional pada posisi lainnyaAy (Halliday, 1. Oleh karena itu, untuk memahami makna suatu teks harus juga dilihat dari konteks situasinya. Dalam beberapa teks dapat ditemukan berada pada satu halaman yang sama pada suatu majalah, misalnya, tetapi ketika dilihat lebih dalam teks-teks tersebut akan didapati berbagai perbedaan, baik dilihat dari judulnya, bahasa yang digunakan, bentuk teks yang digunakan, pesan yang ada dalam teks tersebut, maupun yang lainnya. Suatu teks harus dilihat juga dari segi tata bahasa dan strukturnya, tetapi belum tentu akan memiliki pesan atau makna jika tidak dibuat dengan konsep dan tujuan. Jadi, teks merupakan suatu keseluruhan, baik dari segi tata bahasa maupun makna yang dikandungnya. Selain itu, kepaduan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya harus diperhatikan. Lebih lanjut keberadaan bahasa sebagai teks selalu dikelilingi oleh lingkungannya, baik fisik maupun nonfisik yang secara langsung mendukung keberadaan suatu teks. atau dengan kata lain teks selalu berada di dalam konteksnya. Menurut Sutjaja . , sebuah teks selalu terkait dengan dua tataran: . tataran ekstralinguistik yang mencakupi tautan budaya dan situasi, dan. tataran linguistik yang mencakupi . semantik dan lexicogrammer, dan . ekspresi yang mencakupi sistem pembunyian. Teks tidak bisa ditentukan oleh panjang pendeknya berdasarkan jumlah kata, kalimat atau paragraf yang dimiliki suatu teks. Suatu teks bisa hanya berupa satu kata, satu kelompok kata, satu kalimat, satu paragraf, tetapi juga bisa mencapai satu buku, atau satu uraian panjang selama 2 Yang terpenting adalah bahwa unit bahasa itu berada dalam konteks dan membawakan suatu fungsi sosial tertentu (Santoso, 2. Salah satu bentuk teks lisan adalah Pidato merupakan kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan yang dapat keefisienan dan keefektifan pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu situasi tertentu (BP BSID, 2. Penyampaian gagasan dalam berpidato harus dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan yang dapat mendukung keefisienan dan keefektifan pengungkapan gagasan. Pidato yang baik dapat memberikan kesan positif bagi yang mendengarkan serta dapat membantu mempermudah komunikasi dengan pihak lain. Dalam tulisan ini, penulis mencoba menerapkan satu pendekatan linguistik fungsional sistemik (LFS), untuk mengkaji pidato politik yang dipaparkan oleh Hatta Rajasa. Penulis ingin mengetahui kata kerja apa yang lebih banyak muncul jika ditinjau jenis-jenis proses yang ada pada pidato politik, sirkumstan serta kaitannya dengan konteks situasi. Pemilihan teori LFS sebagai pendekatan analisis wacana dalam tulisan ini, didasari oleh pemikiran bahwa pendekatan ini terbukti mampu menjawab berbagai persoalan kebahasaan, baik secara mikro maupun secara makro. Bahwa. LFS dipandang cukup pantas dan berguna untuk kajian teks yang berhubungan dengan antara lain . pendidikan bahasa . anguage educatio. , . perkembangan bahasa anak . hild languagedevelopmen. , . linguistik kompu-tasi . omputational linguisti. wacana media . edia discours. , dan . percakapan lepas . asual conversatio. (Eggins. Bahkan. Halliday . merekomendasikan 21 butir relevansi aplikasi LFS. samping itu, kekuatan LFS terletak pada pandangan holistiknya terhadap bahasa, yakni pandangan yang mempertimbangkan bahasa sebagai semiotik . Dalam LFS dikenal istilah transitivitas. Jika dibicarakan dalam nuansa kelinguistikan. Jurnal Retorika. Volume 10. Nomor 1. Februari 2017, hlm. 1Ai71 transitivitas bisa dilihat dari berbagai sudut Ketransitifan suatu klausa dapat diukur jika dilihat dari sudut semantik dan Dalam kaitan ini kata kerja yang berperan dalam suatu klausa atau kalimat bisa berupa kata kerja transitif ataupun intransitif. Berbeda dengan istilah transitivitas yang dibahas dalam tulisan ini. Secara umum, transitivitas dapat dikatakan menjelaskan bagaimana suatu makna direpresentasikan dalam suatu kalimat. Seperti yang dijelaskan oleh Sinar, . dunia realitas luaran yang dibawa ke dalam dunia realitas dalaman dalam alam sadar seseorang, yang diproses dalm sistem transitivitas bahasa yang diinter-pretasikan sebagai Aproses yang sedang terjadiA, yang berhubungan dengan gerak, kejadian-kejadian, kondisi, dan hubungan-hubungan materi. Transitivitas memiliki peran dalam menunjukkan bagaimana manusia menggambarkan pikiran mereka mengenai kenyataan dan bagaimana mereka menggabungkan pengalaman itu dengan kenyataan sekitar mereka. Namun, dalam linguistik, transitivitas berhubungan deng-an makna proposional dan fungsi elemenelemen semantik. Sistem transitivitas menjelaskan berbagai macam proses yang terlibat dan struktur yang mewujudkannya. Pada dasarnya secara semantik, proses mencakup . proses itu . partisipan yang terlibat dalam dan . keterangan-keterangan yang terkait dengan proses (Maknun, 2. Berdasarkan beberapa pemaparan, maka pene-litian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe proses transitivitas dalam pidato politik Hatta Rajasa. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kebahasaan yang menggunakan Tata Bahasa Sistemik Fungsional sebagai acuan. Adapun yang ditekankan adalah analisis sistem transitivitas dan konteks situasi pada pidato politik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, suatu penelitian yang umum digunakan, dan sering berupa penyelidikan perubahan (Surakhmad, 1. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian menurut Arikunto adalah keseluruhan obyek penelitian . Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan teks yang terdapat dalam pidato politik yang dibawakan oleh Hatta Rajasa. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pupisive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Arikunto, 2. Sampel penelitian ini adalah proses-proses yang di dapatkan dalam klausa yang dianalisis, partisipan serta sirkumstannya yang diwujudkan dalam sistem transitivitas. Sumber Data Sumber data yang digunakan sebagai data dalam tulisan ini adalah sumber lisan, yaitu pidato politik Hatta Rajasa dalam bentuk Pemerolehan data tidak melibatkan penulis secara langsung tetapi data diperoleh dari salah satu anggota kader PAN dalam bentuk file rekaman video pidato politik Hatta Rajasa pada ulang tahun PAN ke 15. Pemilihan pidato Hatta Rajasa sebagai objek analisis didasari pemikiran bahwa pidato tersebut dirangkai oleh klausa-klausa yang memiliki kelugasan dalam pemilihan katanya. Teknik Pengumpulan Data Teknik digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak yangdilakukan dengan melibatkan seluruh panca indra dan memusatkan konsentrasi pada objek yang akan diteliti. Kemudian dilanjutkan dengan teknik catat (Sudaryanto, 1. Teknik ini digunakan karena sumber data berupa data lisan dan dipindahkan dalam bentuk tulisan untuk kemudian dianalisis. Memindahkan pidato yang telah ada ke dalam bentuk tertulis. Bagian dari teks pidato yang sudah berbentuk tulisan dipilah dalam bentuk paragraf, dari paragraf dipilah ke dalam bentuk klausa, dari klausaklausa tersebut akan diperoleh sistem transitivitas data yang dianalisis yang terdiri dari kategori proses, partisipan, dan sirkumstan. Analisis Data Analisis data didefinisikan sebagai proses mengorganisasi dan mengurutkan data ke Nurfaedah. Analisis Hubungan Transivitas dan Konteks Situasi dalam pola dan mengurutkan data ke dalam pola dan kategori sehingga dapat ditemukan tema, kemudian dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Moloeong, 2. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Adapun langkah-langkah pengolahan data adalah sebagaia berikut . mengidentifikasi dan menganalisis proses dan partisipan yang terdapat dalam data, . data yang sudah dipilah berdasarkan prosesprosesnya dalam klausa, kemudian diidentifikasi dan dihitung persentase kemunculannya, . menghitung persentase kemunculan proses dengan menggunakan rumus x 100% , . berdasarkan hasil persentase, data dianalisis untuk menginterpretasikan sebab-sebab kemunculan tipe proses transitivitas yang mendominasi, . data kemudian dipilah untuk memperoleh tipe sirkumstan yang muncul, . menghitung persentase kemunculan sirkumstan, . data kemudian diidentifikasikan dan Dianalisis sesuai dengan konteks situasi yang melingkupinya, . menyimpulkan hasil ana-lisis. HASIL PENELITIAN Relasional Proses Behavioral Proses Verbal Proses Eksistensial Sumber: Data Primer 2015 Pada Tabel 1 diketahui persentase kemunculan proses yang berbeda-beda. Proses yang mendominasi adalah proses Material yang jumlah kemunculannya dalam data sebanyak 62 data dengan persentase kemunculan 30. kemudian disusul dengan proses Mental yang jumlah kemunculannya dalam data sebanyak 42 data dengan persentase kemunculan 20. proses Relasional jumlah kemunculannya dalam data sebanyak 41 data dengan persentase 09%, proses Behavioral jumlah kemunculannya dalam data sebanyak 22 data dengan persentase kemunculan 10. 78%, proses Verbal jumlah kemunculannya dalam data sebanyak 20 data dengan persentase kemunculan 9. 8%, dan terakhir proses Eksistensial jumlah kemunculannya dalam data sebanyak 17 data dengan persentase kemunculan 8. Tipe Proses Transitivitas dalam Pidato Politik Hatta Rajasa Tipe Proses Sirkumstan dalam Pidato Politik Hatta Rajasa Dalam pidato politik Hatta Rajasa, ditemukan tipe-tipe transitivitas tersebut. Adapun yang mendominasi dari enam tipe transitivitas adalah proses material, disusul proses mental, proses relasional, proses behavioral, proses verbal, dan terakhir proses Dari hasil analisis sistem transitivitas yang telah dijabarkan di atas maka dapat dikatakan bahwa dalam satu unit pengalaman linguistik apabila dilihat dari segi semantik, merupakan unsur pusat karena unsur tersebut dapat menentukan partisipan. Data yang dianalisis, sirkumstan yang ditemukan sebanyak lima jenis, jadi ada sirkumstan yang tidak ditemukan. Sirkumstan yang ditemukan hanya lima jenis yakni sirkumstan lokasi, cara, sebab, penyerta, dan Persentase kemunculannya ada yang mendominasi dan ada yang hanya muncul sesekali seperti tampak pada Tabel 2. Tabel 1. Persentase Kemunculan Tipe Proses Transtivitas Tipe Proses Transitivitas Proses Material Proses Mental Proses Kemunculan Persentase Kemunculan Tabel 2. Sirkumstan Persentase Sirkumstan Lokasi Cara Sebab Penyerta Rentang Kemunculan Kemunculan Tipe Persentase Kemunculan Sumber: Data Primer 2015 Sirkumstan yang persentase kemunculannya paling banyak adalah sir-kumstan Lokasi dengan jumlah kemunculan dalam data sebanyak 31 data dengan pembagian Lokasi Jurnal Retorika. Volume 10. Nomor 1. Februari 2017, hlm. 1Ai71 waktu dan tempat, persentase kemun-culannya sirkumstan yang berada pada urutan kedua yakni sirkumstan cara dengan jumlah kemunculan sebanyak 9 data dan persentase kemunculan sebesar 18. Sirkumstan yang ketiga yakni sirkumstan sebab dengan kemunculan dalam data sebanyak 4 data dan besar persentase kemunculannya 8. Sirkumstan yang keempat adalah sirkumstan penyerta dengan jumlah kemunculan dalam data sebanyak 3 data dan persentase kemunculannya Sirkumstan yang terakhir yakni sirkumstan rentang dengan kemunculannya dalam data sebanyak 2 data dan persentase kemunculannya sebesar 4. PEMBAHASAN Kemunculan proses material sebagai peringkat tertinggi bermakna bahwa dalam pidatonya Hatta Rajasa ingin menekankan bahwa kita harus lebih banyak melakukan aksi nyata, melakukan sesuatu untuk membawa bangsa kita menjadi bangsa yang maju. Merepresentasikan kehidupan yang berorientasi pada perbuatan, kegiatan, dan aksi seseorang. Bukan hanya orang per orang tetapi seluruh rakyat Indonesia. Transitivitas merupakan konsep semantik karena berupaya menjelaskan atau memaparkan makna pengalaman linguistik . ungsi Transitivitas berpusat pada unsur proses, dengan demikian proses merupakan bagian utama dalam transitivitas. Sementara itu, partisipan dan sirkumstan hadir sesuai kebutuhan dari proses. Dengan mengetahui sistem tansitivitas yang ada dalam suatu teks, diharapkan dapat mempermudah dalam analisis konteks situasi. Perbedaan mendasar pada penggunaan sirkumstan menunjukkan dalam pidato yang dikemukakan oleh Hatta Rajasa dapat diketahui bahwa beliau menekankan wilayah kerja serta hal-hal yang harus dilakukan mesti dengan perencanaan waktu dan tempat yang telah ditentukan dengan seksama. Bukan penentuan jarak serta durasi yang sifatnya terbatas. Kerja jangka panjang untuk mewujudkan bangsa yang maju melalui peningkatan pada wilayah sistem transitivitas adalah representasi analisis wacana. Halliday . telah menemukan sembilan jenis utama sirkumstan di dalam sistem transitivitas bahasa Inggris. Dalam data yang dianalisis oleh penulis, sirkumstan yang ditemukan sebanyak lima jenis, jadi ada sirkumstan yang tidak ditemukan. Sirkumstan yang ditemukan hanya lima jenis yakni sirkumstan lokasi, cara, sebab, penyerta, dan Persentase kemunculannya ada yang mendominasi dan ada yang hanya muncul Dalam analisis transitivitas dapat kita lihat apa yang diutarakan oleh Hatta Rajasa dalam pidatonya baik itu proses material yang mendominasi, proses mental, serta resalional dapat kita lihat apa yang telah dilakukan atau yang ingin dilakukan oleh Hatta Rajasa, apa yang dipikirkan, serta harapan-harapan apa yang akan dicapai ke depannya. Transitivitas diinterpretasikan sebagai proses yang sedang terjadi yang berhubungan dengan gerak, kejadian-kejadian, kondisi, dan hubungan-hubungan Dihubungkan dengan konteks situasi yakni lingkungan fisik yang melingkupi tuturan yang berlangsung dalam hal ini pidato politik yang disampaikan oleh Hatta Rajasa yang meliputi field, tenor, dan mode dalam lingkungan yang ada dalam dan di sekitar teks. Demikian pula halnya dengan sirkumstan yang kita ketahui bersama sirkumstan yang mendominasi adalah sirkumstan Lokasi yang menandakan bahwa dalam pidato yang dikemukakan oleh Hatta Rajasa menunjukkan keinginannya melakukan sesuatu dengan perencanaan waktu dan tempat yang telah Jadi kita dapat melihat bagaimana analisis transitivitas itu mencakup keseluruhan teks sehingga mempermudah kita menghubungkannya dengan konteks situasinya. KESIMPULAN Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tipe proses yang ditemukan dalam analisis Pidato Politik Hatta Rajasa terdiri dari 6 Proses yakni Proses Material. Proses Mental. Proses Relasional. Proses Behavoiral. Proses Verbal, dan Proses Eksistensial. Kemunculan proses material sebagai peringkat tertinggi bermakna bahwa dalam pidatonya Hatta Rajasa ingin menekankan bahwa kita harus lebih banyak melakukan aksi nyata, melakukan sesuatu untuk Nurfaedah. Analisis Hubungan Transivitas dan Konteks Situasi membawa bangsa kita menjadi bangsa yang Merepresentasikan kehidupan yang berorientasi pada perbuatan, kegiatan, dan aksi Sirkumstan yang ditemukan sebanyak lima jenis, jadi ada sirkumstan yang tidak Sirkumstan yang ditemukan yakni sirkumstan lokasi, cara, sebab, penyerta, dan Berdasarkan analisis konteks situasi dihubungkan dengan analisis sistem transitivitas dapat diketahui tujuan dari penyampaian pidato tersebut melalui proses, partisipan, dan sirkumstannya. Melalui penaf-siran personal dapat dilihat gambaran dari apa yang Hatta Rajasa inginkan yakni lebih kepada penyampain maksud mewujudkan cita-cita rakyat Indonesia dengan mengembangkan sistem demokrasi dan Saran dalam penelitian ini adalah kemampuan dalam mengkaji teks secara menyeluruh maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai transitivitas karena apa yang telah penulis ungkapkan dalam penelitian ini masih perlu ditinjau ulang dan disempurnakan untuk meningkatkan kemampuan orang-orang yang berkecimpung dalam lingkup linguistik terutama yang membahas tentang teori transitivitas dalam analisisnya. DAFTAR PUSTAKA