Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK http://ejurnal. iaipd-nganjuk. Ajaran Tazkiyah al Nafs Dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah di Kota Makassar Ahmad Hikam Muthaaliin Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta hikamahmad95@gmail. Yuminah R Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta yuminah@uinjkt. Info Artikel Submit : 10 September 2024 Revisi : 15 September 2024 Diterima : 16 September 2024 Publis : 17 September 2024 Kata kunci Abstrak This study examines the concept and practice of the tazkiyah al-nafs teachings within the Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah Sufi order in Makassar, as well as evaluating their role and benefits for the followers of the order. This field research employs a descriptive analysis method to provide an overview of the order and its lineage, which can be traced back to the Prophet Muhammad, making it a recognized Sufi order . arekat muktabara. The teachings of tazkiyah al-nafs in this order involve the practice of dhikr . emembrance of Go. and wirid . , guided by the spiritual leader . , with a focus on the importance of repentance, dhikr, and prayer as part of the process of purifying the soul. These practices are performed regularly, both in specific circumstances and in everyday life, with the aim of maintaining heart purity and inner peace. The studyAos findings reveal that the tazkiyah al-nafs teachings have positive impacts both socially and spiritually, with followers becoming more tolerant, patient, morally upright, and feeling closer to Allah SWT. This research highlights the significance of tazkiyah al-nafs in shaping strong and virtuous individual character, which is crucial in facing the challenges of contemporary life. Tazkiyah al Nafs. Tarekat. Dhikr Pendahuluan Salah satu aspek penting dalam pemahaman Islam adalah tasawuf. Tasawuf merupakan cabang spiritualitas dan mistik dalam Islam yang berfokus pada pengembangan hubungan pribadi dengan Allah, pemurnian batin, serta mencapai keselarasan antara jiwa dan tuhan. Ini melibatkan praktik-praktik seperti meditasi, dzikir . engingat Alla. , serta pengejaran nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. Tasawuf Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 bertujuan untuk mencapai makrifat dan mencapai akhlakul karimah. 1 Tasawuf merupakan salah satu khazanah intelektual yang kehadirannya saat ini semakin Sebab. Fakta yang terjadi pada era modern saat ini dengan kemajuan yang amat pesat dalam bidang pengetahuan dan teknologi adalah timbulnya aksi modernisme yang hedonism dan sekularisme justru membuat manusia terperosok kedalam jurang petaka yakni krisis spiritualitas dan moralitas. Ketika ilmu pengetahuan berkembang, menciptakan teknologi canggih, dan membawa manusia ke era modern, kemanusiaan saat ini terkadang terabaikan. Saat ini, banyak yang sibuk bersaing dalam kompetisi dunia, dengan keberhasilan diukur oleh pencapaian materi. Nilai-nilai spiritual dan keberadaan Tuhan seringkali terlupakan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dalam era modern ini, tasawuf dianggap sangat penting sebagai cara untuk melawan dominasi materialisme, sekularisme, serta mengatasi krisis spiritual dan moral. Tasawuf menawarkan konsep-konsep spiritual Islam yang kaya dan dalam, menjadi landasan untuk menemukan keseimbangan dalam kehidupan manusia. Salah satu kota terbesar di Indonesia yang juga masyarakatnya terkena dampak negatif dari era modern saat ini yaitu Kota Makassar. Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu kota terbesar di Indonesia dengan memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan budaya. Namun,seperti kota besar lainnya. Makasar menghadapi banyak tantangan sosial, termasuk tingginya tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh berbagai kalangan usia dalam masyarakat. Tingginya tingkat kriminalitas ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan peningkatan spiritualitas dan moralitas di kalangan masyarakat. Salah satu cara untuk mencegah adanya kasus yang serupa, yaitu dengan menyucikan jiwa. Didalam surah Al-Syams ayat 9-10 Allah SWT menjelaskan bahwa merupakan suatu keberuntungan bagi orang yang dapat menyucikan jiwa, dan berlaku sebaliknya kerugian bagi mereka yang mengotori jiwanya. Aa aII a acO aNA a A aOCae A ACae a eAEa a aII a acE O aNA 1Sadik Kakac. AuUnderstanding Sufism: Concepts. Practices, and Challenges in the Contemporary WorldAy, 56. Journal of Religion and Health, 2017,1677. 2Fitri Rahmawati. AuTasawuf Sebagai Terapi Problematika Masyarakat ModernAy. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaan, vol. 1 (Agustus 2. , 132. 3Meutia Farida. AuPerkembangan Pemikiran Tasawuf dan Implementasinya di Era ModernAy. Vol. 12, jurnal substantia, 2011, 105. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 AuSesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Ay4 Dari ayat ini dapat dipahami bahwa upaya menyucikan jiwa memiliki dampak positif terhadap kehidupan manusia. Karena jiwalah yang akan menuntun kepada kecenderungan berbuat baik atau buruk. Sehingga dapat dikatakan bahwa bersih atau tidaknya jiwa merupakan awal terbentuknya perilaku seseorang. Maka dari itu, kebersihan jiwa harus benar-benar di perhatikan agar dapat tergolong kepada orang yang beruntung dan bukan tergolong orang yang merugi. 5 Inti ajaran dari tasawuf yang mengajarkan cara mensucikan jiwa dikenal dengan tazkiyah al-nafs. Tazkiyah al-nafs atau penyucian jiwa adalah upaya atau proses menghilangkan sifat-sifat buruk kemudian mengisinya dengan perbuatan atau sifat-sifat terpuji melalui latihan dan kesungguhan. Terdapat suatu metode di dalam tasawuf yang dikenal sebagai tarekat yang memungkinkan seseorang untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam dan secara praktik menjalankan proses tazkiyah al-nafs atau penyucian jiwa. Tarekat juga hadir sebagai suatu opsi untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasaslahan krisis moral dan degradasi akhlak dengan proses Tazkiyah alnafs dalam tarekat yang merupakan Pendidikan moral versi tarekat itu sendiri. Tazkiyah al-nafs merupakan usaha psikologis dari individu yang berperan sebagai agen moral, dalam hal ini tarekat, untuk menghilangkan kecenderungan negatif yang ada dalam Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengatasi konflik internal antara nafs allawwamat dan al-nafs al-amarat. Melalui usaha ini, diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan konflik ini, tumbuh sebagai individu yang kuat, dan mampu melakukan tindakan sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Berkaitan dengan hal tersebut di Sulawesi Selatan tepatnya di kota Makassar terdapat tarekat yang Bernama Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah. Tarekat ini tergolong muktabarah. Diakui shahih, sah dan sebagai bagian integral Jam`iyah Ahlit Thariqah al-Muktabarah al-Nahdiyah Nahdlatul Ulama (Jatman-NU). 4 Departemen Agama Republik Indonesia. AuAl-Qur`an dan TerjemahnyaAy. (Bandung: PT. Syaamil Cipta Media, 2. 5Hakam Rahmatullah. AuKonsep Tazkiyah al-nafs Imam al Ghazali Dalam Upaya Mengatasi Krisis Moral di era Revolusi Industri 4. 0Ay. (Skripsi S1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2. , 3. 6Zamaksyari Hasballah. Rijal Sabri, dan Abu Nasir. AuKonsep Tazkiyah al-nafs (Studi Pendidikan Akhlak Dalam Al qur`an Surat Asy Syams 7-. Ay. Vol. Sabilarrasyad, 2018, 40. 7 Anis Humaidi. AuPendidikan Moral Dalam Perspektif Tarekat Versus Pendidikan Moral Dalam Perspektif dan Sistem Pendidikan Modern,Ay Empirisma, vol. No. 1 (Januari 2. : 5 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Kalangan tertentu menamakan tarekat ini sebagai Haqiqatul Muhammadiyah. Muhammadiyah al Sanusiyah, dan al Idrisiyah. 8 Tarekat al Idrisiyah ini telah muncul di Indonesia sekitar empat tahun yang lalu, dimulai dari tahun 2020M. Meskipun di Makassar Tarekat Muhammadiyah as Sanusiyah ini memiliki pengikut yang cukup banyak, penelitian yang mendalam tentang pemahaman dan praktik ajaran tazkiyah alnafs dalam tarekat ini masih sangat minim dan terbatas. Diharapkan melalui penelitian ini akan mampu menjelaskan bagaimana konsep Tazkiyah al-nafs dalam Tarekat Muhammadiyah as Sanusiyah. Diharapkan ada pemahaman yang lebih mendalam tentang Tarekat Muhammadiyah as Sanusiyah terkhusus tentang praktik Tazkiyah alnafs dalam tarekat ini, juga memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan spiritualitas individu dan bagaimana ia berkontribusi pada pemahaman Islam yang lebih mendalam. Metode Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan model penelitian lapangan atau field research. Penelitian model ini adalah jenis penelitian di mana data dikumpulkan secara langsung dari sumbernya, yaitu di lokasi atau lapangan yang sesuai. Tujuan utama dari penelitian lapangan adalah untuk menyajikan informasi tentang keadaan, situasi, atau fenomena yang sedang berlangsung di lapangan, serta untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu isu atau fenomena tertentu. Metode Penelitian Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendalami suatu fenomena tertentu. Fenomena ini dapat mencakup berbagai aspek seperti perilaku, pandangan, motivasi, tindakan, dan lain sebagainya yang akan secara komprehensif diungkapkan dalam bentuk kata-kata yang mencerminkan situasi sebagaimana adanya. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif, di mana proses analisis 8 Riko Putra. AuSejarah Tarekat Muhammadiyah Al-Sunusiyah Al Idrisiyah Sulawesi SelatanAy. INTIRUH. Februari 02 2018, https://w. com/2018/02/sejarah-tarekat-muhammadiyahal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dilakukan secara induktif dan lebih menekankan pada pemahaman makna daripada mencoba membuat generalisasi. Sumber Data Peneliti menggunakan data yang dikumpulkan berdasarkan dua sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer Data primer ini merupakan sumber data yang digunakan untuk sumber utama dalam penelitian berupa wawancara, observasi, dan kajian atas dokumen-dokumen yang ada. Adapun objek dari wawancara tersebut adalah sejumlah tokoh, peserta, dan terutama pimpinan Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah di kota Makassar. Data Sekunder Data sekunder adalah pernyataan atau informasi yang tidak langsung. Adapun dalam sumber sekunder ini penulis menggunakan beberapa literatur terkait dengan tema pembahasan mengenai tazkiyah al-nafs, nafs, dan tarekat yang didapatkan dari beberapa referensi seperti halnya catatan, skripsi, jurnal, tesis, disertasi, buku dan lain sebagainya. Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif untuk memahami konsep dan praktik ajaran tazkiyah al-nafs dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah di kota Makassar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengikut tarekat, dan studi dokumentasi dari sumber yang relevan. Setelah data terkumpul, dilakukan seleksi dan penyederhanaan untuk menyaring informasi yang penting dan relevan. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel untuk memudahkan Kemudian dilakukan triangulasi data dengan membandingkan temuan dari berbagai sumber dan metode pengumpulan data. Hasil dari analisis data ini memberikan gambaran yang mendalam tentang bagaimana konsep tazkiyah al-nafs dipahami dan dipraktikkan dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah, serta peran dan manfaatnya dalam kehidupan para pengikut tarekat. 9 Feni Rita Fiantika, dkk. Metodologi Penelitian Kualitatif (Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi, 2. , 4. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Pembahasan Sejarah Terbentuknya Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah Tarekat ini dinamakan Muhammadiyah karena dinisbatkan langsung kepada nabi Muhammad SAW atau ada yang menamakannya tarekat Ahmadiyah karena dinisbatkan kepada Ahmad sebagai nama lain dari Muhammad SAW. Bahkan Sayyid Muhammad Ali al-Sanusi dalam kitabnya al-Manhalu al-Rawi al-Ra`iq al-Sanis al-Ulum wa Ushuli al-Thariq menyebut tarekat ini dengan al-Muhammadiyah. 10 Data lain menyebutkan bahwa disebut tarekat Ahmadiyah karena dinisbatkan kepada Ahmad Idris . 3-1253/ 1760-1873 M). Salah seorang mursyid tarekat Idrisiyah yang menerima ijazah dari gurunya. Abd. Al-Wahhab al-Tazi . 1990 H) dari gurunya syekh Abd. Aziz al-Dabbag . 1131 H) sebagai mursyid yang memiliki kasyaf luar biasa dan memiliki banyak murid. Berdasarkan hubungan tawasul dan silsilah sanad Tarekat Muhammadiyah dari satu guru ke guru yang telah dijelaskan diatas, mulai dari Ahmad bin Idris melalui Abd. Al-Wahhab al-Tazi, lalu syekh Abd. Aziz al-Dabbag, dan Ahmad Khidir, hingga mencapai Rasulullah saw, tarekat tersebut mengalami perkembangan. Diketahui bahwa Ahmad bin Idris telah mentransmisikan tarekat ini kepada murid-muridnya. Selain itu, ada sumber lain yang menyebutkan tarekat ini sebagai Ahmadiyah dan Idrisiyah. Kemudian, setelah Ahmad bin Idris mentransmisikan kepada muridnya yang bernama syekh Muhammad Imam As Sanusi, pada tahun 1276 H/1858 M, pengikutnya kemudian mengenalnya dengan nama tarekat As Sanusiyah. Meskipun silsilah Tarekat Idrisiyah mencapai Nabi Muhammad, namun tarekat ini berbeda dengan tarekat-tarekat lainnya dalam hal silsilah. Jika Nabi Muhammad selalu mengaitkan silsilahnya dengan Ali bin Abi Thalib atau sahabat-sahabat lainnya, maka Tarekat Idrisiyah mengaitkan silsilahnya dengan Nabi Khidir. Menurut Syekh alAkbar. Nabi Khidir hingga saat ini belum wafat dan masih aktif dalam membimbing murid-murid Tarekat Idrisiyah atau siapa pun yang dikehendaki-Nya. Tarekat ini didirikan oleh Syekh Ahmad bin Idris bin Muhammad bin Ali. Lahir di Ma`sur dekat kota Fez. Maroko pada tahun 1173H/1760 M, beliau berasal dari 10 Wartoi. AuThariqah Idrisiyah: Sejarah dan Kisah Berjumpa Nabi Khidr Hingga RasulullahAy, artikel diakses pada 15 Juli 2024 dari https://jatman. id/thariqah-idrisiyah-sejarah-dan-kisah-berjumpanabi-khidir-hingga-rasulullah 11 Muhammad Yusuf. Merawat Silaturrahmi Tanpa Batas: 70 tahun AG. DR. KH. Baharuddin HS. A, (Makassar: Nala Cipta Litera, 2. , h. 12 Abdul Wadud Kasyful Humam. Satu Tuhan Seribu Jalan, (Yogyakarta: Forum, 2. , h. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 keluarga yang taat beragama. Sejak kecil, pendidikan agama telah menjadi bagian hidupnya, dengan mempelajari Al-Qur'an, hadis, tafsir, akidah Islam, dan fikih. Beliau memulai perjalanan keilmuan tasawufnya di bawah bimbingan seorang sufi terkemuka. Syekh Abu al Mawahib Abd al Wahhab al Tazi, yang juga merupakan salah satu mursyid dalam tarekat, serta Syekh Abu Qasim al Wazir. Tarekat Idrisiyah mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1930 M, di mana Syekh Abdul Fattah . 4-1947 M), satu-satunya murid asal Indonesia yang menerima bimbingan dan ijazah langsung dari Syekh Ahmad Syarif al-Sanusi al-Khathibi di Jabal Abu Qais. Syekh Ahmad Syarif sendiri adalah pendiri Tarekat Sanusiyah dan juga murid dari pendiri Tarekat Idrisiyah. Sayyid Ahmad bin Idris bin Muhammad bin Ali. Pada tahun 1930. Syekh Abdul Fattah diberi mandat untuk menjadi khalifah Tarekat Sanusiyah oleh Syaikh al-Sanusi, dan kemudian membawanya ke Indonesia. Mengingat situasi politik Indonesia saat itu kurang kondusif untuk menyebarkan dakwah Tarekat Sanusiyah karena Belanda curiga dengan kemungkinan persamaan gerakan perlawanan terhadap penjajahan Barat (Peranci. di Aljazair, maka Syekh Abdul Fattah mengubah nama tarekat Sanusiyah menjadi Tarekat Idrisiyah. Setelah kembali dari Mekkah pada tahun 1932. Syekh Abdul Fattah mulai mengajarkan Tarekat Idrisiyah di Pangendingan. Tasikmalaya. Dia dihormati dengan panggilan Syekh Al-Akbar . uru agun. Setelah wafat pada 14 Juni 1947, kepemimpinan Tarekat Idrisiyah di Tasikmalaya diambil alih oleh putranya. Syekh Muhammad Dahlan, yang pusatnya berada di Pesantren Fathiyyah di Pangendingan. Tasikmalaya. Tarekat ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta. Di kota Makassar sendiri. Tarekat ini muncul baru kurang lebih empat tahun terhitung dari 2020 M dan dipimpin oleh mursyid AGH Baharuddin HS. Menurut ketua Tanfidziyah Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah yakni KH. Amrullah Amri bahwa tarekat ini muncul baru empat tahun. Awalnya tarekat ini hanyalah berupa kelompok pengajian di tengah kota Makassar yang bernama Riyadhul Jannah karena inisiatif AGH Baharuddin HS ingin menyebarkan pengajaran tasawuf, barulah ketika 13 Abdul Wadud. Satu Tuhan. , h. 14 Abdul Wadud. Satu Tuhan. , h. 15 Pengurus Yayasan Al Idrisiyah. Mengenal Tarekat Idrisiyah Sejarah dan Ajarannya (Jakarta: Al- Idrisiyah, 2. , h. 16 Abdul Wadud. Satu Tuhan. , h. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 AGH Baharuddin HS melanjutkan kemursyidan Tarekat Muhammadiyah dari mendiang kakaknya AGH Syekh Muhammad Harisah, dan dikukuhkan sebagai mursyid Tarekat Muhammadiyah barulah nama pengajiannya berubah menjadi seperti nama Tarekat Muhammadiyah yang melakukan pengajian disetiap hari Ahad pagi yang dilakukan di kediaman mursyid tepatnya di kecamatan Wajo kota Makassar. AGH. Baharuddin HS, yang di kalangan tarekat Muktabarah lebih dikenal dengan panggilan Syekh Bahar, adalah salah satu mursyid tarekat Muhammadiyah. Pada 8 Oktober 2017, pukul 05. 40 WITA, saat subuh menjelang pagi di Mushalah Lantai 1 Kediaman Habib Luthfi. Syekh Bahar menerima ijazah tarekat Syadziliah dari Habib Luthfi yang diterima dari gurunya. Syekh Muhammad AshAoad Abd. Malik, dari al-Alim Allamah Ahmad al-Nahrawi al-Makki, dari Mufti Mekah-Madinah al-Kabir al-Sayyid Syekh Shalih al-Hanafi dan seterusnya sampai ke Imam al-Syadziliy. Saat menerima baiAoah Tarekat Syadziliah dari Habib Luthfi. Syekh Bahar juga menerima khirqah . enyematan tanda jas. sebagai sinyal sekaligus izin berisi amanah baginya untuk mengembangkan tarekat al-Muktabarah di Makassar. Selain menerima baiAoah dan khirqah. Syekh Bahar juga menerima ijazah khusus untuk mengajarkan Kitab Syarh al-Hikam Ibn AtaAoillah al-Iskandariy. Dengan demikian. Syekh Bahar adalah satusatunya mursyid tarekat di Makassar yang mendapat legitimasi dari Habib Luthfi untuk mengajarkan Kitab al-Hikam yang disyarah AuIqaadzul Himam fi Syarh al-HikamAy yang ditulis/disyarah oleh Syekh Ibnu AoAjibah dan Syarh al-Hikam AuMudzakkiraat fi Manaazil a-Shiddiiqiin wa al-RabbaniyyiinAy yang ditulis/disyarah oleh Syekh Said HawwaAo. Silsilah Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah Adapun di Sulawesi Selatan. Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah nama lain dari tarekat Idrisiyah saat ini dipimpin oleh mursyid yang bernama AGH. Dr. Baharuddin HS. Syekh Bahar meneruskan ajaran yang sebelumnya dipegang oleh mendiang kakaknya. Allahu yarham AGH. Syekh Muhammad Harisah. Sebagai pengesahan kemursyidan Syekh Bahar dalam melanjutkan tarekat Muhammadiyah dari mendiang kakaknya. Syekh Bahar dikukuhkan sebagai mursyid oleh Syekh Sayyid Muhammad Rijal Assegaf Puang Awing. Pengukuhan ini diterima dari gurunya sekaligus mertuanya, al-Allamah Nashir al-Sunnah AGH Muhammad Nur. Selain dari mertuanya. Puang Awing juga menerima ijazah kemursyidan Tarekat Muhammadiyah 17 Wawancara pribadi dengan KH. Amrullah Amri. Makassar, 25 Februari 2024 18 Muhammad Yusuf. Merawat Silaturrahmi A, h. 19 Muhammad Yusuf. Merawat Silaturrahmi A, h. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dari KHS Jamaluddin Assegaf Puang Ramma pada malam Jumat, 26 Shafar 1417 H, bertepatan dengan 11 Juli 1996. Sejak saat itu. Syekh Bahar resmi menjadi mursyid tarekat Muhammadiyah sebagai pemegang silsilah sanad tarekat dari gurunya. Puang Awing. AGH Muhammad Nur. Puang Ramma. Muhammad al-Mahdi. Muhammad al-Sanusi. Ahmad bin Idris. Abdul Wahab al-Tazi. Abdul Aziz al-Dabbag. Ahmad al-Khidir As, hingga Rasulullah. Muhammad Saw. 21 Kemudian jalur silsilah dan sanad syekh Bahar didapat melalui dua jalur yang bermula darinya diterima dari syekh Muhammad Rijal Assegaf. Dua jalur yang dimaksudkan itu adalah jalur kubra dan jalur silsilah shugra. Silsilah kubra tersebut adalah sebagai berikut: Nabi Muhammad SAW -632 M/ 51 SH-12 H) Syekh Daud al-Balakhi . 5 M/ 735 H) Al-Imam Ali bin Abi Thalib -660 M/ 23 SH-40 H) Syekh Muhammad Bahr al-Shafa . 1359 M/ 760 H) Al-Imam Hasan bin Ali -670 M/ 30-50 H) Syekh Ali bin Muhammad bin Wafa . 1404 M/ 807 H) Al-Imam Hasan bin al Bashri -728 M/ 21-110 H) Syekh Yahya al-Qadiri . 5-1453 M/ 798-857 H) Syekh Habib al Ajami ekitar tahun 600-an M, wafat tahun 738 M/ 120 H) Syekh Daud al-Tha`i . bad ke 7 M, wafat antara tahun 776-783 M) Syekh Ma`ruf al-Karkhi . ahir sekitar 750-760 M, wafat sekitar tahun 815-820 M) Syekh Sirriy al-Saqathi . ahir sekitar tahun 765 M, wafat sekitar tahun 845 M) Syekh Junaid al-Baghdadi . -910 M/ 215- 297 H) Syekh Abu al-Farraj al-Tustur -923 M/ 245-311 H) Syekh Ahmad bin Aqabah al-Hadrami . 1-1490 M/ 824-895 H) Syekh Ahmad bin Zarruq 2-1494 M/ 846-899 H) Syekh Ahmad bin Yusuf al-Ghilani Syekh Ali bin Abdullah al-Ghilani Syekh Abu al-Qasim al-Gazi Syekh Ahmad bin Ali al-Haj al-Dar`i . 1717 M/ 1129 H) 20 Muhammad Yusuf. Merawat Silaturrahmi A, h. 21 Muhammad Yusuf. Merawat Silaturrahmi A, h. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Syekh Abu Bakar al-Syibli . -946 M/ 247-334 H) SyekhMuhammad bin Nasir . 1630 M/ 1039 H) Syekh Abu al-Hasan . - 981 M/ 317-371 H) Syekh Umar binMuhammad bin alGistali Syekh Abu Fadhl al-Tamimi . -1020 M/ 341-410 H) Syekh Abd Aziz al-Dabbag . 1717 M/ 1128 H) Syekh Said al-Mubarak 3-1119 M/ 403-513 H) Syekh Abd al-Wahab al-Tazi . 9-1791M/1090-1205H) Syekh Abd al-Qadr al-Jailani . 8-1166 M/ 471-561 H) Syekh Ahmad bin Idris Syekh Abd Rahman al-Madany . 2-1177 M/ 475-573 H) Syekh Muhammad bin Ali al-Sanusi 7-1859 M/ 1201-1276 H) Syekh Abd Salam al-Mursi 3-1228 M/ 559-626 H) Syekh Muhammad al-Mahdi . 4-1902 M/ 1260-1319 H) Syekh Abu al Hasan al-Syazili . 6-1258 M/ 592-656 H) Syekh Nasirusunnah AGH Muhammad Nur 2-2011 M/ 1351-1432 H) Syekh Abu al-Abbas al-Mursi 9-1286 M/ 616-685 H) Syekh Muhammad Rijal Assegaf . 2022 M/ 1443 H) Syekh Ahmad bin Atha`illa al-Sakandari . 0-1309 M/ 648-709 H) AGH Dr. Baharuddin bin Abdullah alShafa al-Bugisi . 8 M- sekaran. 0-1837 M / 1173-1253 H) Adapun dari silsilah shugra Anregurutta` H Baharuddin berada pada urutan ke sepuluh seperti berikut ini: Nabi Muhammad saw Nabi Khidir AS Syekh Abd al-Aziz al-Dabbag Syekh Abd al-Wahhab al-Tazi Syekh Ahmad bin Idris Syekh Muhammad bin Ali al-Sanusi Syekh Muhammad al-Mahdi Syekh Nasirusunnah AGH Muhammad Nur Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Syekh Muhammad Rijal Assegaf Dr. Baharuddin bin Abdullah al-Shafa al-Bugisi Konsep Tazkiyah al Nafs Dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah Pandangan dan konsep tarekat mengenai tazkiyah al-nafs tentu memiliki perbedaan dan karakteristik uniknya masing-masing. Oleh karena itu, peneliti melakukan observasi dan wawancara lapangan untuk memahami secara mendalam bagaimana konsep tazkiyah al-nafs dalam Tarekat Muhammadiyah as-Sanusiyah alIdrisiyah. Berdasarkan wawancara dengan mursyid Tarekat Muhammadiyah asSanusiyah al-Idrisiyah di Kota Makassar, diketahui bahwa tarekat ini tidak secara eksplisit menyebutkan adanya ajaran tazkiyah al-nafs yang diterapkan. Namun, mursyid tarekat tersebut sepakat dan berpendapat bahwa dengan bertaubat dan berdzikir secara konsisten seperti yang dijalankan oleh para anggotanya sudah mencakup dan memenuhi konsep tazkiyah al-nafs dalam tasawuf. 22 AGH. Baharuddin HS mengungkapkan: AuBentuk inti dari proses Tazkiyah al Nafs dalam tarekat ini adalah dengan kajian dan berdzikir bersama sekali seminggu untuk orang umum. Namun, berbeda dengan pengikut tarekat yang setelah di baiat diberikan wirid dan dzikir yang diwariskan oleh pendiri tarekat yakni Imam Ahmad bin Idris untuk dibaca setiap hari. Adapun waktu afdhal untuk membacanya yakni: setiap pagi, diantara maghrib dan isya setiap harinya, malam atau siang jumat, dan malam senin. Hal itu wajib bagi pengikut tarekat karena telah di Ay23 Hal yang berhubungan juga diungkapkan oleh salah satu pengikut tarekat yang sekaligus merupakan seorang dosen di salah satu Universitas di kota Makassar yakni Prof. Dr. Ir. Mir Alam Beddu. Si. beliau mengungkapkan: AuPenyucian jiwa itu adalah sebuah keharusan bahkan wajib. Karena Rasulullah itu diutus dengan 3 peran, yang pertama untuk mengajarkan ilmu, kedua adalah membacakan ayat suci al Qur`an yang penuh dengan hikmah, dan yang terakhir adalah wayuzakkiihim . enyucikan jiwa umatny. Jadi sebenarnya itu adalah hal yang wajib dan prosesnya adalah melalui tasawuf, kemudian metodenya adalah dengan tarekat. Tarekat-tarekat yang ad aitu tidak lepas dari wirid yang meliputi: istigfar, shalawat, dan syahadat. Inilah yang merupakan rangkaian dari proses penyucian tadi. Ay24 Oleh karena itu, penyucian jiwa atau Tazkiyah al Nafs dalam tarekat ini walaupun tidak disebutkan secara eksplisit, akan tetapi merupakan sesuatu yang ditekankan wajib 22 Wawancara Pribadi dengan AGH. Baharuddin HS (Mursyid Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah kota Makassa. Makassar 25 Februari 2024 23 Wawancara Pribadi dengan AGH. Baharuddin HS 24 Wawancara Pribadi dengan Mir Alam Beddu. Makassar 25 Februari 2024 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dan harus dilakukan. Karena jiwa manusia adalah refleksi atau pancaran dari dzat Allah yang maha suci, maka segala sesuatu yang tertaut padanya harus juga suci meskipun tingkat kesuciannya itu bervariasi tergantung seberapa dekat atau jauh dari sumber Untuk mencapai kesucian dan ketenangan jiwa, diperlukan pendidikan dan pelatihan mental yang Panjang, salah satunya melalui dzikir. Sebelum mengisi diri dengan dzikir-dzikir sebagai bentuk tahalli dalam proses Tazkiyah al Nafs, sebagaimana metode Tazkiyah al Nafs yang terdiri dari takhalli, tahalli, dan tajalli, perlunya dilakukan langkah awal yakni pengosongan diri . dari segala dosa dengan cara bertaubat. Adapun bentuk taubat dalam ajaran Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah berdasarkan dengan hasil wawancara dengan ketua pengurus Ikhwan Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah Indonesia, yaitu KH. Amirullah Amri mengungkapkan: AuTaubat dalam ajaran Tarekat Muhammadiyah as Sanusiyah Idrisiyah adalah menyesali dan berkomitmen berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, dalam ajaran tarekat ini juga mengamalkan sayyidul istighfar penghulunya taubat Allahumma anta Rabbi Laailaahailla anta Khalaqtanii wa ana Abduka wa ana Ahluka begitu pula dengan semua tarekat yang mu`tabarah. Jadi, taubat itu adalah upaya sungguh-sungguh menyesali perbuatan dosanya. Dalam amalan Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah ada yang disebut dengan dzikir 500, seperti membaca istigfar, shalawat, dan bacaan fii kulli lamhatin wa na fin adada ma fii ilmu Allah dan bacaan ini hanya dimiliki oleh Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah. Ay25 Hakikat Konsep taubat dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah, seperti yang dijelaskan oleh ketua pengurus Ikhwan tarekat tersebut, melibatkan penyesalan dan berdzikir untuk mengingat Allah SWT. Ini sejalan dengan konsep taubat menurut Imam al Ghazali yang mencakup pengetahuan, penyesalan, dan niat untuk meninggalkan dosa yang telah diketahui sebagai perbuatan yang salah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: UAEIacaI aOe aA Artinya: AuPenyesalan itu taubatAy 25 Wawancara Pribadi dengan KH. Amirullah Amri. Makassar 3 Maret 2024 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Penyesalan selalu terkait dengan pengetahuan yang mewajibkan dan menghasilkan penyesalan itu. Penyesalan juga diikuti dan didampingi oleh keinginan untuk kembali. Jadi, penyesalan itu melingkupi kedua hal tersebut. Dalam hal ini, peneliti memahami bahwa dzikir merupakan inti dari proses tazkiyah al-nafs dalam tarekat ini. Melalui dzikir, manusia senantiasa mengingat Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam tarekat ini, dzikir menjadi amalan utama dan ciri khas kehidupan sehari-hari, sehingga membantu seseorang memahami nilai-nilai yang terkandung dalam dzikir. Melalui tarekat, individu diajarkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang membuat mereka takut untuk melakukan Dzikir juga membantu manusia untuk selalu mengingat dosa dan kesalahan, serta mendorong mereka untuk bertaubat. Jalan hidup yang dilalui manusia sering kali penuh dengan ujian dan cobaan, dan dzikir adalah cara untuk menghadapinya dengan penuh kesadaran akan Allah SWT. Dalam tarekat ini, taubat dan dzikir dalam proses Tazkiyah al Nafs saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Dengan rutin berdzikir, manusia mampu menjaga kesadaran dan kesucian melalui mengingat Allah yang membuatnya lebih waspada terhadap dosa dan kesalahan. Taubat juga memperkuat dzikir dimana ketika seseorang bertaubat, ia membersihkan hatinya dari dosa sehingga dzikir yang dilakukan menjadi lebih khusyuk dan murni. Hati atau jiwa yang bersih lebih mudah menerima Cahaya Allah dan lebih mantap dalam berdzikir. Dzikir dan taubat merupakan esensi dari proses Tazkiyah al Nafs, sebagaimana metode dari Tazkiyah al Nafs yakni pengosongan . , dan pengisian jiwa . Keduanya saling melengkapi dan memperkuat, dan membantu untuk mencapai kesucian jiwa dan kedekatan Allah SWT. Praktik Tazkiyah al Nafs Dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah Praktik Tazkiyah al Nafs dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah seperti yang dijelaskan sebelumnya, komponen inti dari Tazkiyah al Nafs dalam tarekat ini adalah dzikir. Hal unik dari tarekat ini adalah para pengikut tarekat yang telah di baiat tidak perlu tinggal bersama dan boleh melaksanakan kewajiban sebagai pengikut tarekat di tempat masing-masing. 27 Salah satu bentuk praktik penyucian dalam tarekat ini adalah melaksanakan kegiatan rutin berupa amalan dan pengajian yang diadakan Imam al Ghazali. Ihya` Ulumuddin. Penerjemah Ismail Yakub MA, (Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd, 1. , h. 27 Wawancara Pribadi dengan AGH. Baharuddin HS Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 setiap hari Ahad pagi, serta mengamalkan dzikir, wirid, dan shalawat di kediaman mursyid Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah. AGH Baharuddin HS yang berlokasi di kecamatan Wajo, kota Makassar. Tarekat ini mempunyai dzikir yang menjadi ciri khas dan menjadi pembeda dengan tarekat yang lain. Wirid dalam tarekat ini terbagi menjadi dua bentuk wirid, yakni wirid kecil atau sedang dan wirid besar yang mengantongi tiga komponen, yaitu: istighfar, shalawat dan tahlil. Pengajian kitab yang dilakukan rutin setiap hari ahad pagi merupakan bentuk penyucian kembali jiwa yang sesuai dengan maksud imam Al Ghazali yakni harus berupa ilmu, amal, dan keyakinan. Ritual pengajian ini dimulai dengan membaca wirid secara berjamaah dan dipimpin oleh Ikhwan tarekat yang sering memimpin dzikir dan wirid bersama. Dimana membaca wirid shagir dengan mengirimkan salam dan shalawat kepada nabi Muhammad Saw. Kemudian dilanjutkan salam kepada Sayyid Ahmad al Khidr AS, kepada Sayyid Abdul Aziz al Dabbag, kepada Sayyid Abdul Wahab al-Tazy, kepada Sayyid Ahmad bin Idris, kepada Sayyid Muhammad bin Ali al Sanusi, kepada Sayyid Muhammad al Mahdi al Sanusi, kepada Sayyid Ahmad al Syarif al Sanusi, kepada Sayyid Muhammad Idris al Mahdi al Sanusi, kepada Sayyid Ahmad Malik al Arabi al Sanusi. Sayyid Nukman al Arabi al Sanusi dan Sayyid Nafy al Arabi as Sanusi, kepada Datuk Syekh Nur Muhammad Fuad bin Kamaluddin. Kemudian dilanjutkan dengan membaca istighfar sebanyak 100 kali, kemudian membaca kalimat tauhid yang terdiri dari tauhid billah dan tauhid Rasulillah sebanyak 100 kali, lalu dilanjutkan dengan bershalawat kepada Rasulullah sebanyak 200 kali dan dilanjutkan dengan membaca shalawat Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah. Setelah membaca shalawat tarekat secara berjamaah, selanjutnya dilanjutkan dengan membaca wirid kanz al sa`adah wa al rasyad yang dipimpin oleh muqaddam29. Bacaan wirid kanz al sa`adah wa al rasyad adalah bacaan wirid yang dibaca oleh para pengikut tarekat Idrisiyah, bacaan wirid ini diwariskan oleh pendiri tarekat Idrisiyah yakni Imam Ahmad bin Idris dan diriwayatkan oleh Imam Muhammad Al Ghauth Al Idrisi yang merupakan putra dari Imam Ahmad bin Idris. Menurut tarekat ini, bacaan wirid kanz al sa`adah wa al rasyad merupakan bacaan bagi yang ingin mendapatkan 28 Wawancara Pribadi dengan AGH Baharuddin HS 29 Pemimpin wirid, muqaddam ialah ketua dalam kalangan Ikhwan yang membuka bacaan wirid bersama ikhwan Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 ketenangan, ketentraman, serta keikhlasan demi mendapatkan keridhaan Allah SWT. Setelah membaca wirid kanz al sa`adah wa al rasyad, seorang muqaddam memimpin doa yang dikarang oleh Imam Ahmad bin Idris yakni doa tiryaq al ijabah . enawar mustaja. karena menurut keyakinan para pengikut tarekat, setelah membaca wirid kanz al sa`adah wa al rasyad adalah waktu dimana dikabulkannya doa. Setelah melaksanakan wirid, dzikir, dan doa bersama, mursyid tarekat AGH Baharuddin HS memimpin kajian kitab Haqaiq an Tashawwuf yang ditulis oleh Imam Abdul Qodir Isa. Sebelumnya, kajian ini membahas kitab al Hikam, namun menurut hasil wawancara peneliti, kitab al Hikam telah selesai dikaji, sehingga beralih ke kitab Haqaiq an Tashawwuf. Kajian kitab tarekat ini dilakukan di kediaman mursyid, di mana mursyid membacakan kitab beserta terjemahan dan penjelasan yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah dan perkembangan zaman. Pengajian tarekat ini tidak hanya disampaikan melalui ceramah langsung, tetapi juga memanfaatkan teknologi seperti siaran langsung di YouTube dan pertemuan zoom untuk jamaah yang tidak bisa mengikuti secara langsung. Selain program pengajian yang dilakukan setiap hari ahad pagi dengan dihadiri oleh pengikut tarekat maupun masyarakat umum yang ingin hadir, ada amalan bacaan khusus, wajib dibaca oleh para pengikut tarekat yang telah di baiat untuk menjaga kesucian hati dan jiwa mereka. Adapun bentuk amalan yang wajib dilakukan oleh para pengikut tarekat yang telah dibaiat diantaranya: Membaca satu juz al-Qur`an atau minimal tiga kali surah al ikhlas. Membaca istighfar 100 kali. Dzikir `Am tarekat yakni, la> ilaha illallah dengan jumlah yang tidak terbatas. Dzikir khas, la> ilaha illallah muhammadurrasulullah fi> kulli lamhatin wanafasin adada ma> wasi`a ilmullah sebanyak 300 kali. Shalawat ummiyah sebanyak 100 kali. Dan awrad tambahan setelah tahajjud dan membaca shalawat azhimiyyah . ujuh puluh kal. setelah subuh hingga fajar. Imam Muhammad Al Ghauth Al Idrisi. Kanz Al Sa`adah wa Al Rasyad, (Malaysia: Sofa Production, 2. , h. 31 Ghauth Al Idrisi. Kanz Al Sa`adah wa Al Rasyad, h. 32 Menurut hasil wawancara dengan AGH Baharuddin HS sebagai mursyid tarekat, beliau mengungkapkan bahwa ketika bersama dengan Buya Arrazi di mesir. Buya Arrazi mengakui kalau hal seperti ini dapat dilakukan. Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah ini memiliki keunikan Dalam tarekat ini, merangkul semua bagi siapa saja yang mau belajar, berdzikir bersama, ada yang mau dibaiat juga boleh, ada yang mau sekedar datang dan mendengarkan saja juga boleh. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Tazkiyah al Nafs dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah menyoroti pentingnya dzikir dan amalan-amalan wajib bagi pengikut tarekat dalam upaya penyucian jiwa. Melalui dzikir yang dilakukan secara rutin dan khusyuk, para pengikut tarekat ini berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati dan jiwa, menjauhkan diri dari berbagai sifat dan perbuatan negatif, juga mengisi jiwa dengan cahaya Ilahi dan cahaya ruh nabi Muhammad Saw. Amalan wajib bacaan dzikir yang diajarkan dalam tarekat ini memberikan panduan yang jelas dan sistematis bagi para pengikut untuk meraih esensi dari Tazkiyah al Nafs. Dengan melaksanakan dzikir-dzikir tertentu, para pengikut diarahkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik dalam keadaan senang maupun susah. Hal ini menjadi pondasi kuat dalam menjalani kehidupan seharihari dengan penuh kesadaran spiritual dan ketakwaan. Peran dan Manfaat Tazkiyah al Nafs Dalam Kehidupan Pengikut Tarekat Penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah bahwa Tazkiyah al Nafs atau penyucian jiwa itu adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan manusia terlebih pada era modern saat ini. Dimana halhal yang seharusnya baik dianggap aneh bgitupun sebaliknya. Sehingga menjadikan banyaknya pengaruh-pengaruh syaitan yang dapat membuat manusia terjatuh kedalam lubang dosa dan mengotori jiwa. Saat kemaksiatan berhubungan dengan manusia . ablun minannaa. , sebagai manusia seharusnya senantiasa melakukan intropeksi diri serta memperbanyak ibadah dan berusaha kembali menyucikan diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan mursyid Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah yang menyatakan: AuTazkiyah al Nafs itu adalah menyucikan jiwa kembali yang telah dikotori oleh dosa dengan cara bertaubat, menyesali perbuatan-perbuatan dan kesalahan yang telah dilakukan dan kemudian berjanji tak akan mengulanginya kembali. Adapun Langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelahnya adalah dengan memperbanyak dzikir, karena dzikir adalah salah satu jalan bagi seorang hamba untuk selalu ingat kepada Tuhan. Dzikir juga menjadi senjata utama bagi seorang muslim untuk bagaimana mengikis dosanya sedikit demi sedikit yang nantinya akan menjadikan manusia selalu dekat dengan sang pencipta. Ay33 Salah satu tujuan utama dari Tazkiyah al Nafs adalah pembentukan akhlak yang mulia, dimana panutan dari umat Islam khususnya dalam meneladani akhlak mulia adalah dari nabi Muhammad Saw, seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih saying. Proses 33 Wawancara Pribadi dengan AGH Baharuddin HS Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 nilai-nilai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Tazkiyah al Nafs melibatkan usaha yang terus menerus untuk mengendalikan hawa nafsu. Pengikut tarekat diajarkan untuk tidak terjebak dalam godaan duniawi dan untuk selalu mengutamakan hubungan horizontal antara sesama manusia dan menjaga hubungan vertikal kepada Allah SWT. Hal yang sejalan dengan ungkapan tersebut, seorang pengikut tarekat menyatakan: AuSebagai pengikut tarekat ini, saya merasa Tazkiyah al Nafs memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan saya. Sebelum saya mengikuti pengajian dan dzikir bersama dalam tarekat ini, saya adalah orang yang pemarah terhadap anak dan selalu terlalu fokus dalam mengejar jabatan dikantor. Namun setelah saya mengikuti kajian yang dipimpin oleh mursyid tarekat dan ajaran dzikir dalam tarekat ini. Dimana mengarahkan dan menganjurkan kepada saya untuk selalu menyucikan jiwa dan menghiasi diri dengan akhlakul karimah, saya jadi merasa lebih tenang dan selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada saya. Ay34 Hal ini dikarenakan manusia terkhusus orang Islam terkadang lupa bahwa hidup didunia itu hanyalah sementara, sehingga membuat mereka terlalu mengejar dunia dan melakukan tindakan yang seharusnya dilarang oleh agama dan menganggap tabu hal-hal yang seharusnya itu sudah benar dengan nilai-nilai agama. Dengan adanya tarekat yang mengajarkan dan membantu manusia untuk kembali ke jalan menuju Tuhan. Maka yang harus dilakukan seorang itu adalah menyucikan kembali jiwa dan selalu mengingat Tuhannya, karena manusia tidak pernah luput dari yang namanya berbuat salah dan Proses penyucian jiwa atau tazkiyah al-nafs merupakan sarana bagi umat Islam untuk mendapatkan nilai dari Allah SWT, yaitu tajalli atau manifestasi Ilahi. Melalui serangkaian takhalli . engosongkan diri dari sifat buru. dan tahalli . engisi diri dengan sifat bai. yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, dalam konsep tarekat ini melibatkan taubat dan zikir, diharapkan jiwa manusia dapat terbebas dari nafsu ammarah, sehingga terhindar dari perbuatan keji. Lebih dari itu, tujuan akhirnya adalah mencapai nafsu mardhiyah. Ketika jiwa telah terisi dengan sifat-sifat mulia dan tubuh terbiasa melakukan amal-amal sholeh, hasil yang diperoleh akan lebih optimal. Jadi, setelah menjalani proses takhalli dan tahalli dengan sungguh-sungguh, insyaAllah, seseorang akan mendapatkan nilai dari Allah berupa tersingkapnya tabir antara hamba dan Sang 34 Wawancara pribadi dengan Abdullah A Thalib Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Pencipta. Ketika manusia mencapai tahap tajalli ini, segala perbuatannya akan dijaga oleh Allah SWT. Tazkiyah al Nafs yang bertujuan untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran spiritual seperti kesombongan, iri hati, dan kebencian. Dalam tarekat ini, praktik Tazkiyah al Nafs yang diawali dengan taubat kemudian mengintropeksi diri lalu mengikis dan membersihkan jiwa dengan berdzikir menjadi sarana utama untuk mencapai kebersihan jiwa dan hati. Melalui Tazkiyah al Nafs, pengikut tarekat berusaha memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT. Dengan hati yang bersih, mereka menjadi lebih dekat dengan Allah dan lebih peka terhadap petrunjuk dan kehendakNya. Dengan melakukan dzikir secara intensif dan mendengarkan arahan dari mursyid, membantu mereka untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan. Sebagaimana AuDengan selalu menyucikan jiwa dan mengingat Allah melalui praktik dzikir dalam tarekat ini sangat berperan penting bagi kehidupan spiritual maupun kehidupan pribadi saya, sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, membantu saya menjadi pribadi yang memiliki pikiran jernih dan merasakan ketenangan dalam jiwa yang sulit untuk Karena saya percaya kalau kita ingin mendekati yang maha suci maka kita sebagai makhluk yang kotor harus senantiasa menyucikan jiwa. Ay35 Selain merasakan peran penting dari Tazkiyah al Nafs dalam ajaran tarekat ini, ada juga dari salah satu masyarakat yang hanya ikut dalam pengajian tarekat yang merasakan peran penting dari tarekat ini dalam kehidupannya. Dalam hal ini peneliti mewawancarai bapak Ahmad yang merupakan seorang pensiunan pegawai, beliau AuSaya secara pribadi merasakan manfaat yang sangat luar biasa dalam mengikuti kajian dan proses dzikir dalam tarekat ini. Oleh karena itu, saya berasumsi bahwa setiap muslim sebaiknya bergabung dengan tarekat, terutama bagi mereka yang berusia empat puluh tahun Menurut saya, pada usia itu apalagi yang telah pension dari kerjaan, sebaiknya banyak berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Awalnya saya hanya diajak oleh teman saya untuk datang ke tarekat ini, katanya untuk mengisi waktu luang karena sudah tidak bekerja. Setelah saya mencoba mengikuti proses berdzikir berjamaah dan kajian kitabnya, saya merasakan ketenangan jiwa yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Sebelum saya mencoba datang kesini, saya terus merasa gelisah dan tidak tenang, dan mencari kesempurnaan yang justru dapat merusak jiwa saya pribadi. Ay36 35 Wawancara Pribadi dengan Mir Alam Beddu 36 Wawancara Pribadi dengan Bapak Ahmad. Makassar 5 Januari 2024. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Selain pentingnya peran tarekat dan proses Tazkiyah al Nafs dalam tarekat ini bagi pengikut tarekat maupun yang pernah mengikuti kajian di tarekat ini, juga merasakan banyak manfaat dalam mengikuti proses Tazkiyah al Nafs dalam tarekat ini. Salah satu manfaat utama Tazkiyah al Nafs adalah tercapainya ketenangan batin. Dengan hati yang bersih dari sifat-sifat tercela, para pengikut tarekat mampu merasakan kedamaian yang mendalam. Mereka tidak mudah terpengaruh oleh situasi eksternal dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan tenang dan sabar. Tazkiyah al Nafs tidak hanya membersihkan hati, tetapi juga membersihkan Seprang pengikut tarekat yang menjalani proses ini akan memiliki pandangan hidup yang lebih jernih dan positif. Mereka mampu melihat kebaikan dalam segala hal dan memiliki pikiran yang lebih terbuka dan penuh kasih sayan. Kebersihan hati ini membuat mereka lebih mampu untuk memberikan kontribusi positif dalam masyarakat. Dalam uraian tersebut, hal serupa disampaikan oleh Ibu Sri, seorang ibu rumah tangga yang pernah menghadapi masalah dalam hidupnya. Namun, berkat mengikuti proses tazkiyah al-nafs dalam tarekat ini, ia mampu melewatinya dengan sabar. AuTazkiyah al Nafs dalam tarekat ini yang berupa memperkuat dan beristiqomah dalam berdzikir mengingat Allah, telah mengubah hidup saya secara drastis. Dulu saya mendapatkan masalah yang cukup besar hingga saya hampir mengorbankan hal berharga buat saya karena sering merasa gelisah dan tidak puas dengan kehidupan saya. Namun, setelah menjalani proses penyucian jiwa dalam tarekat ini, alhamdulillah saya dapat merasakan kedamaian dalam diri saya, juga menjadi lebih sering mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan lebih mampu menghadapi berbagai cobaan hidup dengan sabar. Ay 37 Tazkiyah al Nafs atau proses penyucian jiwa juga berdampak positif bagi hubungan sosial seseorang menjadi lebih baik. Dengan hati yang bersih dan akhlak yang mulia, mereka menjadi pribadi yang lebih menyenangkan dan dapat dipercaya. Mereka lebih mampu untuk menjalin hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan orang-orang disekitar mereka. Tazkiyah al Nafs juga berdampak positif pada Kesehatan mental dan emosional. Dengan ketenangan batin dan kebersihan jiwa, pengikut tarekat menjadi lebih stabil secara emosional dan lebih mampu mengelola Mereka memiliki mental yang kuat dan optimis, yang membantu mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. 37 Wawancara Pribadi dengan Ibu Sri. Makassar 6 Januari 2024 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Seorang anak muda yang bukan pengikut tarekat akan tetapi pernah mengikuti proses Tazkiyah al Nafs dalam tarekat ini juga merasakan manfaat yang dapat menenangkan hati dan pikirannya. Ia mengungkapkan: AuSaya anak muda yang selalu mencari kesenangan dan ketenangan melalui hiburan-hiburan Akan tetapi bukannya ketenangan, malahan saya makin gelisah. Alhasil saya bercerita ke teman saya dan ia menyarankan saya untuk ikut duduk dalam pengajian di hari ahad pagi yang bertempat dikediaman mursyid tarekat. Saya bingung dan hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh teman saya saat itu. Saya ikut berdzikir dan mendengarkan kajian yang dibawakan oleh mursyid. Setelah saya melakukan rangkaian tersebut, saya merasaskan ketenangan jiwa, mampu mengontrol emosi dan juga pikiran negative saya. Ay38 Hikmah di balik proses Tazkiyah al Nafs atau proses penyucian jiwa adalah untuk mencapai penyucian hati dan jiwa, penguatan iman, pengamalan akhlak mulia, mencapai ketenangan dan kedamaian batin, peningkatan kualitas ibadah, peningkatan kesadaran spiritual, serta menjaga hubungan vertikal antara makhluk dan sang pencipta, juga hubungan horizontal antara manusia dengan manusia lainnya. Sehingga dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, sebab Allah SWT menjanjikan dalam kitab-Nya untuk senantiasa membersihkan jiwa agar mendapatkan ketentraman. Secara keseluruhan. Tazkiyah al Nafs memainkan peran penting dalam kehidupan pengikut tarekat. Proses ini tidak hanya membersihkan hati dan jiwa, tetapi juga memperkuat hubungan dengan Allah SWT, membentuk akhlak mulia, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan kualitas ibadah. Manfaat yang dihasilkan dari proses tersebut meliputi ketenangan batin, kebersihan hati dan pikiran, kekuatan spiritual, hubungan sosial yang lebih baik, serta Kesehatan mental dan emosional. Dengan menjalani Tazkiyah al Nafs, para pengikut tarekat dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan yang sejati, baik didunia maupun diakhirat. Pendapat dan pengalaman mursyid serta pengikut tarekat menunjukkan bahwa Tazkiyah al Nafs adalah proses yang mendalam dan transformatif, membawa perubahan positif yang signi fikan dalam kehidupan mereka. Kesimpulan Tazkiyah al-Nafs adalah upaya pembersihan, penyucian, dan penyehatan jiwa manusia dari sifat-sifat buruk serta pengembangan sifat-sifat baik melalui ibadah kepada Allah sesuai dengan aturan syariah dan dengan penuh ikhlas. Inti dari tazkiyah al-nafs 38 Wawancara Pribadi dengan Rafli Pratama. Makassar 7 Januari 2024 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 adalah penyucian dan pengembangan jiwa sehingga menjadi berakhlak mulia. Dalam Tarekat Muhammadiyah As Sanusiyah Al Idrisiyah, konsep ini mencakup taubat, dzikir, dan wirid, yang mencerminkan proses takhalli . engosongan diri dari sifat-sifat buru. , tahalli . engisian diri dengan sifat-sifat bai. , dan tajalli . encerahan spiritua. Tarekat ini memanfaatkan teknologi seperti YouTube dan Zoom untuk menyebarkan ajarannya, memungkinkan jamaah yang tidak bisa hadir secara fisik tetap mengikuti pengajian. Ajaran tazkiyah al-nafs diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh pengikut tarekat melalui dzikir dan wirid dalam aktivitas harian, membantu menjaga kesucian hati dan ketenangan jiwa, serta memberikan dampak positif secara sosial dan spiritual. Pengikut tarekat cenderung menjadi individu yang lebih toleran, sabar, dan berakhlak mulia, serta memiliki landasan iman yang kokoh untuk menghadapi tantangan kehidupan. DAFTAR PUSTAKA Al Ghazali. Imam. Ihya` Ulumuddin. Penerjemah Ismail Yakub MA. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd, 1992. Al Idrisi. Imam Muhammad Al Ghauth. Kanz Al Sa`adah wa Al Rasyad. Malaysia: Sofa Production, 2023. Departemen Agama Republik Indonesia. AuAl-Qur`an dan TerjemahnyaAy. Bandung: PT. Syaamil Cipta Media, 2006. Farida. AuPerkembangan Pemikiran Tasawuf Dan Implementasinya Di Era ModernAy, jurnal substantia, 105, 2011. Feni Rita Fiantika. Metodologi Penelitian Kualitatif. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi, 2022. Hawwa. Sa`id. Intisari Ihya` Ulumuddin Al-Ghazali Mensucikan Jiwa Konsep Tazkiyatun nafs Terpadu. Jakarta: Robbani Press, 1998. Humaidi. Pendidikan Moral Dalam Perspektif Tarekat Versus Pendidikan Moral Dalam Perspektif dan Sistem Pendidikan Modern. Empirisma, 2007. Humam. Abdul Wadud Kasyful. Satu Tuhan Seribu Jalan. Yogyakarta: Forum, 2013. Ilyas. Rahmat. AuZikir dan Ketenangan Jiwa: Telaah atas Pemikiran Al GhazaliAy. Mawa`izh Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, vol. 8, no. Juli Jaelani. Penyucian Jiwa Dan Kesehatan Mental. Jakarta: Amzah, 2000. Kakac. Understanding Sufism: Concept. Practices, and Challenges in the Contemporary World. Journal of Religion and Health, 2017. Musyrifah. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Mutholingah. Siti. AuMetode Penyucian Jiwa (Tazkiyah al-Naf. dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama IslamAy, dalam Ta`limuna 10, no. Maret 2021. Pengurus Yayasan Al Idrisiyah. Mengenal Tarekat Idrisiyah Sejarah dan Ajarannya. Jakarta: Al-Idrisiyah, 2003. Rahman. Gusti Abd. Terapi Sufistik untuk Penyembuhan Gangguan Kejiwaan. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2012. Rahmatullah Hakam. "Konsep Tazkiyah al-nafs Imam al Ghazali Dalam Upaya Mengatasi Krisis Moral di era Revolusi Industri 4. Skripsi S1 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2022. Rahmawati. Tasawuf Sebagai Terapi Problematika Masyarakat Modern. Irsyaduna: Studi Kemahasiswaan, 2021. Ridwan. Kafwari. Ensiklopedia Islam. Jakarta. PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, jilid 4, 1994. Siregar. Rifay. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neosufisme. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002, cet. II. Solihin. Tasawuf Tematik Membedah Tema-Tema Penting Tasawuf. Bandung: CV. Pustaka