Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Sundari1. Eka Joni Yansyah2. Handry Darusalam3 Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. STIKes AL MaAoArif Baturaja1,2,3 Sundaribustan1977@gmail. eka@gmail. handrydmsc10@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Sekolah merupakan institusi pendidikan yang menjadi target perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sebagian besar penyakit yang sering diderita anak usia sekolah berkaitan dengan PHBS. Kurangnya pelaksanaan PHBS di lingkungan sekolah dapat menyebabkan dampak lain yaitu kurang nyamannya suasana belajar akibat lingkungan kelas yang kotor, menurunnya prestasi dan semangat belajar siswa, serta dapat membuat citra sekolah menjadi buruk. Pemberian pemahaman tentang nilai-nilai PHBS sejak dini sangat diperlukan di sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media film animasi terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat di madrasah ibtidaiyah darul ulum kecamatan buay pemaca kabupaten OKU Selatan Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperime. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas i -V di madrasah ibtidaiyah darul ulum yang berjumlah 45 siswa Pengumpulan data menggunakan lembar observasi pretest dan posttest, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Nilai mean pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan . re tes. Pada pengukuran kedua didapat mean pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan . ost tes. 84 Hasil uji statistik paired t test didapatkan P Value 0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa antara sebelum diberikan penyuluhan . re tes. dan setelah diberikan penyuluhan . ost tes. Saran: Agar secara rutin mengadakan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media edukatif seperti film animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang PHBS secara berkelanjutan. Kata kunci : Penyuluhan. Media Film Animasi. Perilaku ABSTRACT Background: Schools are educational institutions that are the target of clean and healthy living behavior (PHBS), most of the diseases that are often suffered by school-age children are related to PHBS. Lack of implementation of PHBS in the school environment can cause other impacts, namely a less comfortable learning atmosphere due to a dirty classroom environment, decreased student achievement and enthusiasm for learning, and can make the school's image bad. Providing an understanding of PHBS values from an early age is very necessary in schools. Objective: To determine the effect of health counseling using animated film media on knowledge of clean and healthy living behavior at the Darul Ulum Elementary School. Buay Pemaca District. South OKU Regency. Method: The research design used was a quasi-experimental (Quasi Experimen. The population in this study were 45 students in grades i-V at the Darul Ulum Elementary School. Data collection used pretest and posttest observation sheets, data analysis used univariate and bivariate analysis. Results: The mean value of students' knowledge before being given counseling . re-tes. In the second measurement, the mean of students' knowledge after being given counseling . ost-tes. The results of the paired t-test statistical test obtained a P Value of 0. 000, meaning that there was a significant difference in students' knowledge between before being given counseling . re-tes. and after being given counseling . Suggestion: To routinely hold health counseling using educational media such as animated films to improve students' understanding of PHBS in a sustainable manner. Keywords: Counseling. Animated Film Media. Behavior | 18 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN sistem yang menyeluruh, memandang sehat Undang Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor Tahun menyebutkan bahwasanya kesehatan adalah pembelajaran yang menjadikan seseorang rangkaian kegiatan yang dilakukan secara atau keluarga dapat menolong dirinya terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan sendiri di bidang kesehatan dan berperan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk Dengan demikian masyarakat harus dapat mengenali lebih banyak tentang Kesehatan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan atau masyarakat (Kemenkes RI, 2. masing masing, masyarakat juga harus Derajat kesehatan adalah salah satu Derajat kesehatan merupakan salah satu indikator Kesehatan (Chandra et al. , 2. Indeks Salah satu sasaran PHBS adalah pada lingkungan sekolah. Pemerintah membuat berkualitas, produktif, dan memperkuat serangkaian upaya PHBS yang akan diterapkan oleh lingkungan sekolah dan Pembangunan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat Manusia (IPM) semua komponen di dalamnya. Sekolah kehidupan yang sehat. Suatu negara dengan dijadikan sebagai sasaran terlaksananya IPM yang baik cenderung akan memiliki PHBS mengingat bahwa hasil laporan derajat kesehatan masyarakat yang baik Kesehatan nasional menggambarkan bahwa Salah satu upaya dalam meningkatkan sebagian besar penyakit pada kelompok melalui program pembinaan Perilaku Hidup berhubungan dengan kebersihan seperti Bersih dan Sehat (PHBS) (Kemenkes RI, cacingan, karies gigi, dan diare. Yang mana kelompok usia tersebut adalah kelompok Perilaku Hidup Bersih dan Sehat anak sekolah (Hestiyantari D, 2. (PHBS) yaitu sekumpulan perilaku yang Sekolah berfungsi sebagai tempat dapat dipraktikan atas dasar kesadaran pembelajaran, dan dapat juga menjadi memperhatikan individu sebagai sebuah | 19 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penyakit, jika tidak dikelola dengan baik. , 2. PHBS di sekolah merupakan tatanan yang Keberhasilan penerapan PHBS di awal untuk menciptakan sumber daya sekolah sangat bergantung pada kesadaran manusia yang sehat dan berkualitas. dan partisipasi semua pihak yang berada Tatanan sekolah adalah salah satu ruang pada lingkungan sekolah. Penerapan PHBS lingkup promosi kesehatan. Promosi di secara optimal adalah hal yang ditargetkan lingkungan sekolah sangat efektif karena oleh pemerintahan khususnya Kementerian anak sekolah merupakan sasaran yang Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Keterkaitan dengan baik serta merupakan kelompok mencakup terlaksananya PHBS pada setiap umur yang peka dan mudah menerima bagian pada sekolah seperti tatanan tempat Anak sekolah juga berada kerja, tatanan lingkungan sekolah, tatanan kantin, tatanan sarana buang air dan perkembangan sehingga sangat mudah pembersihan diri, serta tersedianya fasilitas kesehatan di sekolah. Meskipun, program kebiasaan-kebiasaan PHBS ini adalah program yang sudah sejak Pembinaan (Puspitasari et al. , 2. dari 15 tahun lalu telah dikampanyekan. PHBS di sekolah mencakup semua kegiatan dan usaha yang akan dilakukan oleh semua komponen yang ada di sekolah Namun, penerapan PHBS pada lingkungan sekolah masih belum optimal. Sekolah baik dari segi pendidik, siswa, dan petugas pendidikan yang menjadi target PHBS, lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. PHBS penyakit yang sering diderita anak usia sekolah . sia 6Ae. ternyata berkaitan menciptakan lingkungan belajar yang sehat dengan PHBS. Kurangnya pelaksanaan dan nyaman. Sekolah merupakan tempat PHBS menyebabkan dampak lain yaitu kurang PHBS lingkungan kelas yang kotor, menurunnya kebersihan dan kesehatan di sekolah harus prestasi dan semangat belajar siswa, serta dilakukan untuk menciptakan kebebasan dapat membuat citra sekolah menjadi dari penyakit dan kenyamanan (Julianti R et Pemberian pemahaman tentang berkualitas, sehingga upaya penerapan | 20 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 nilai-nilai PHBS tercatat sebanyak 82,6% penduduk telah diperlukan di sekolah melalui program melakukan BAB dengan benar, yaitu di Usaha Hanya 47% penduduk Indonesia Kesehatan (UKS) (Proverawati, et al 2. yang telah dapat melakukan cuci tangan Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa secara global Sebanyak 26,1% penduduk di Indonesia penyakit yang berkaitan dengan PHBS telah masuk dalam kategori kurang aktif dalam menginfeksi lebih dari 2 miliar orang di dunia dan 880 juta diantaranya terjadi pada Indonesia dalam mengomsumsi penyedap anak-anak. mencapai 77,3 % (Bur, 2. Berdasarkan Perilaku dilaporkan oleh WHO pada tahun 2015. Berdasarkan data Riset Kesehatan terdapat 6 wilayah endemic di dunia yang Dasar (Riskesda. tahun 2018 prevalensi menjadi prioritas untuk pengobatan. Asia diare di Sumatera Selatan diagnosis tenaga Tenggara menempati prioritas pertama kesehatan kelompok Sekolah Dasar sebesar dengan persentase 42%. Afrika menempati 4,52%. prioritas kedua dengan persentase 32%, kelompok usia 5-14 tahun prevalensinya Wilayah Pasific Barat menempati prioritas 96% dari total penduduk Riskesdas ketiga dengan persentase 11%, wilayah . Berdasarkan data tersebut, pada Mediterania Timur menempati prioritas tahun 2018 Palembang juga memiliki keempat dengan persentase 9%. Amerika 653 kasus diare, 32. 336 kasus ISPA dan 514 kasus tuberkulosis di Palembang. persentase 5%, dan Eropa menempati Dalam hal ini ditemukan kasus diare prioritas keenam dengan persentase 1% sebagai salah satu penyakit tertinggi di (Kemenkes RI, 2. Sumatera Selatan. Sedangkan Hasil Riskesdas . Penerapan Studi pendahuluan dan observasi perilaku hidup bersih dan sehat pada lapangan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Ulum Kecamatan Buay Dari hasil data hanya 1,7% Pemaca Kabupaten OKU Selatan didaptkan anak menyikat gigi dengan benar. Selain bahwa siswa/i tidak mengetahui kepanjang itu, 0,5% anak mengomsumsi tembakau dari PHBS, siswa/I juga tidak mengetahui aktif setiap hari dan 0,9% lainnya merokok jumlah indicator yang ada di sekolah selain kadang-kadang. itu banyak sekali murid yang tidak Berdasarkan data lainnya mengenai anak, menerapkan kebiasaan mencuci tangan Indonesia | 21 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menggunakan air mengalir sebelum makan. Pemaca Kabupaten OKU Selatan. kantin yang membiarkan makanan terbuka dan ruangan kantin yang cukup sempit. METODE PENELITIAN tempat sampah yang sudah tidak layak Rancangan digunakan, kebiasaan siswa membuang adalah penelitian eksperimen semu (Quasi sampah sembarangan dan kurangnya media Eksperime. yaitu penelitian eksperimen informasi kesehatan seperti poster dan yang di laksanakan pada satu kelompok saja leaflet sebagai sarana edukasi kesehatan. yang dinamakan kelompok eksperimen Menurut Rohmah. , et all . media animasi pembelajaran merupakan media yang berisi kumpulan gambar yang tanpa ada kelompok pembanding atau kelompok control (Notoatmodjo, 2. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test yaitu menghasilkan gerakan dan dilengkapi audio penelitian eksperimen yang dilaksanakan sehingga berkesan hidup. Berdasarkan pada satu kelompok saja yang dipilih secara penilaian dari ahli materi, video animasi ini random dan tidak dilakukan tes kestabilan dinilai sesuai kompetensi pembelajaran, dan kejelasan keadaan kelompok sebelum sesuai tujuan pembelajaran, materi sesuai diberi perlakuan. Desain penelitian one group pre test and post test design ini karakteristik siswa SD, konsep yang benar, diukur dengan menggunakan pre test yang disajikan dengan bahasa yang sesuai. dilakukan sebelum diberi perlakuan dan Menurut penilaian dari ahli media, video animasi ini dinilai memiliki teks yang post test yang dilakukan setelah diberi perlakuan untuk setiap seri pembelajaran. dapat terbaca, narasi sebagai penjelas, audio Populasi dalam penelitian ini adalah yang terdengar jernih, visual yang terlihat siswa/i Kelas i sampai dengan Kelas V di jelas, serta sound effect yang mendukung Madrasah proses pembelajaran (Wuryanti. U et all Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan yang berjumlah 45 siswa/i. Metode Penelitian Ibtidaiyah Darul Ulum Total Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas i sampai dengan V. animasi terhadap pengetahuan perilaku Penelitian Ibtidaiyah Darul hidup bersih dan sehat (PHBS) di Madrasah Madrasah Ulum Ibtidaiyah Darul Ulum Kecamatan Buay Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU | 22 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Selatan . Pengambilan data ini dilakukan dan data norma. maka analisis yang pada bulan Mei- Juni 2024. Metode dipakai adalah analisis uji rerata dua pengumpulan data menggunakan lembar kelompok . aired t-tes. Apabila data tidak observasi pretest dan posttest dengan memenuhi syarat parametric . ata tidak normal dan atau tidak homoge. maka analisis yang dipakai analisis wilcoxon Data Primer dikumpulkan melalui anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Kecamatan Buay Pemaca kabupaten OKU Selatan yang signed rank test. Data Sekunder adalah data yang di peroleh dari Jurnal Kesehatan. Profil Riset Kesehatan Dasar. Profil Dinas Kesehatan Sematera Selatan. Profil Dinas Kesehatan Profil. Ogan Komering Ulu Selatan, dan UPTD Puskesmas Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan. Data univariat dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Sebelum dan Setelah Penyuluhan dan Analisa bivariat yang dipakai yaitu apabila data yang di peroleh memenuhi syarat parametrik . ata homogen HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Analisis ini untuk menjelaskan atau variabel penelitian (Notoadmodjo,2. Data univariat dalam penelitian ini adalah bersih dan sehat (PHBS) sebelum dan Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan. Adapun analisis univariat masing-masing variabel tersebut sebagai berikut: Tabel 1. Nilai Rata-Rata Sebelum Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Menggunakan Media Film Animasi Variabel Mean Min Max Pre test sebelum penyuluhan 3,51 1,424 Berdasarkan Tabel 1 diketahui nilai rata-rata penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah 3,51 dengan 1,424 minimum 1 dan nilai maksimum 6. | 23 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2. Nilai Rata-Rata Setelah Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Menggunakan Media Film Animasi Variabel Mean Min Max Post test sebelum penyuluhan 6,84 1,476 Berdasarkan Tabel 2 diketahui nilai rata-rata Berdasarkan memenuhi syarat analisis parametric. Oleh penyuluhan tentang perilaku hidup bersih karena itu analisis data yang digunakan dan sehat (PHBS) adalah 6,84 dengan untuk melihat perbedaan nilai rerata sebelum dan setelah penyuluhan adalah 1,474 minimum 4 dan nilai maksimum 10. paired t-test. Dan analisis Independent Ttest Hasil Analisa Bivariat value 0,183, artinya data homogeny untuk pengetahuan siswa tentang perilaku hidup Hasil uji homogenitas diperoleh p bersih (PHBS) metode penyuluhan film Tabel 3. Hasil Analisis Perbedaan Nilai Pengetahuan dengan Metode Penyuluhan Film Animasi Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pre Tes dan Post Test. Pengaruh Mean P Value Pre Test 3,51 1,424 0,00 Post Test 6,84 1,476 Berdasarkan tabel 3 diketahui Rata rata 0,000 nilai pengetahuan siswa tentang perilaku disimpulkan ada pengaruh yang signifikan hidup bersih dan sehat (PHBS) saat pre test nilai rerata pengetahuan siswa tentang adalah 3,51 dengan standar deviasi 1,424. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Pada saat post test didapatkan rata rata nilai Madrasah Ibtidaiyah (MI) darul Ulum pengetahuan siswa tentang perilaku hidup Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU bersih dan sehat (PHBS) adalah 6,84 Selatan. dengan standar deviasi 1,476. Terlihat PEMBAHASAN pengetahuan pre test dan post test adalah Berdasarkan hasil analisis, diketahui 3,333. Hasil Uji analisis paired t-test bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa | 24 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sebelum dilakukan penyuluhan tentang siswa dalam memahami materi secara PHBS adalah 3,51 dengan standar deviasi menyenangkan dan mendalam (Hidayat & 1,424. Putri, 2. Setelah menggunakan media film animasi, rata-rata Selain itu, pendekatan edukatif berbasis nilai meningkat menjadi 6,84 dengan standar deviasi 1,476. Selisih peningkatan rata-rata . ean differenc. adalah sebesar 3,333 poin. Uji homogenitas menunjukkan pancaindra lebih banyak, terutama dalam p-value sebesar 0,183 yang berarti data memori jangka panjang anak-anak. Dengan bersifat homogen. Selanjutnya, hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi kesehatan melalui film animasi dapat 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat pemahaman siswa terhadap pentingnya PHBS (Sari & Ramadhan, 2. PHBS. Penelitian oleh Dewi & Kurniawan Dengan demikian, penggunaan media film . menunjukkan bahwa penggunaan media animasi dalam penyuluhan kesehatan pemahaman siswa mengenai perilaku hidup di sekolah dasar mampu meningkatkan skor bersih dan sehat. pengetahuan siswa secara signifikan pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) topik kesehatan gigi dan mulut. Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Lestari et al. memberdayakan masyarakat agar sadar, . , yang menyimpulkan bahwa media mau, dan mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari meningkatkan kesadaran siswa terhadap guna meningkatkan kualitas kesehatan. pentingnya cuci tangan pakai sabun. Pendidikan kesehatan, khususnya melalui Temuan media edukatif seperti film animasi, penelitian ini, yang membuktikan bahwa menjadi sarana yang efektif karena mampu penyuluhan menggunakan film animasi menyampaikan pesan dengan lebih menarik memberikan pengaruh signifikan terhadap dan mudah dipahami oleh siswa sekolah peningkatan pengetahuan PHBS siswa MI Media animasi memiliki keunggulan Darul Ulum. dalam aspek visualisasi dan keterlibatan emosional yang tinggi, sehingga membantu Berdasarkan peneliti berasumsi bahwa efektivitas media | 25 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kesehatan di lingkungan pendidikan dasar. kombinasi antara visualisasi menarik, cerita emosional siswa selama proses penyuluhan. SARAN Agar pihak sekolah atau madrasah Selain itu, siswa sekolah dasar cenderung lebih mudah menyerap informasi yang kesehatan dengan menggunakan media disampaikan melalui pendekatan visual dan audio secara bersamaan. Oleh karena itu, meningkatkan pemahaman siswa tentang pemilihan media edukatif yang tepat sangat PHBS secara berkelanjutan. Para guru dan penyuluhan kesehatan di tingkat sekolah mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. KESIMPULAN informasi kesehatan lebih mudah diserap Berdasarkan hasil analisis data, oleh siswa. mengembangkan penelitian ini dengan melibatkan variabel lain seperti sikap dan animasi terhadap peningkatan pengetahuan perilaku siswa, serta membandingkan siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini dibuktikan dengan penyuluhan lainnya agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif. menggunakan media rata-rata 3,51 sebelum penyuluhan menjadi 6,84 setelah Peneliti Untuk Dinas Kesehatan penyuluhan, dengan hasil uji paired t-test Pendidikan Dinas terkait diharapkan dapat menunjukkan nilai signifikansi 0,000 . < mendukung program promosi kesehatan 0,. Media film animasi terbukti mampu di sekolah dengan menyediakan materi menyampaikan informasi kesehatan secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiovisual yang sesuai dengan usia dan kebutuhan siswa. | 26 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA