Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 257 Ae 267 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi Dan Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Prihatini Alfath . Sukma Perdana Prasetya . Nuansa Bayu Segara . Katon Galih Setyawan . S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan keterampilan abad 21, khususnya literasi informasi dan keterampilan sosial, dalam menunjang keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri atas 64 siswa yang dipilih melalui teknik purposive Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan literasi informasi, lembar observasi keterampilan sosial, dan dokumentasi nilai prestasi belajar IPS. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 21 melalui uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan kontribusi sebesar 66,5%. Keterampilan sosial juga memiliki pengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 36,3%. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 70,6% terhadap prestasi belajar IPS siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial secara bersama-sama berkontribusi positif terhadap capaian akademik siswa. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis literasi dan sosial di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Kemampuan Literasi Informasi. Keterampilan Sosial. Prestasi Belajar. IPS Abstract This study aims to examine the influence of information literacy skills and social skills on academic achievement in Social Studies (IPS) among seventh-grade students at UPT SMP Negeri 2 Gresik. The background of this research is grounded in the importance of mastering 21st-century skills, particularly information literacy and social competence, in supporting studentsAo academic success. A quantitative approach with a survey method was employed. The sample consisted of 64 students selected through purposive sampling. Research instruments included an information literacy test, a social skills observation checklist, and documentation of studentsAo academic scores in Social Studies. Data were analyzed using SPSS version 21 through simple and multiple linear regression tests. The results indicated that information literacy skills had a significant impact on learning achievement, contributing 66. Social skills also showed a significant influence, contributing 36. Simultaneously, both variables contributed 70. 6% to studentsAo academic performance in Social Studies. can thus be concluded that the development of both information literacy and social skills positively contributes to enhancing students' academic achievement. The findings of this study highlight the importance of integrating literacy and social-based learning strategies in the school environment. Keywords: Information literacy. Social skills, academic achievement. Social Studies How to Cite: Alfath. Prasetya. Segara. , & Setyawan. Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi Dan Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP. Dialektika Pendidikan IPS. Vol (N. : halaman 257 - 267 Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana yang strategis serta sistematis dengan tujuan menciptakan kondisi belajar yang mengajak siswa aktif dalam perannya di sekolah dengan mengembangkan kemampuan yaang ada pada diri mereka. kemampuan tersebut meliputi aspek kerohanian, pengendalian diri, nilai Ae nilai moral, kecerdasan, budi pekerti luhur, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan pribadi maupun sosial sebagai bagian masyarakat berbangsa dan bernegara (Fuad & Alfin, 2. Dalam pasal Undang Ae Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk karakter dan masa depan bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi individu yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berpengetahuan luas, kompeten, kreatif, mandiri, serta mampu menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan memegang peranan yang sangat mendasar dalam upaya membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. Seiring dengan dinamika zaman serta kemajuan teknologi yang terus berkembang secara cepat, sistem pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dan merespons dalam mencetak generasi yang berkualitas agar mampu bersaing di kancah global. Salah satu Lembaga Pendidikan dunia yakni UNESCO Pada tahun 1996. The International Commission on Education for the Twenty-first Century merumuskan Delors Report yang memperkenalkan empat pilar utama dalam pembelajaran, yakni: belajar untuk berbuat . earning to d. , belajar untuk mengetahui . earning to kno. , belajar untuk menjadi . earning to b. , serta belajar untuk hidup bersama . earning to live togethe. (Zubaidah, 2. Keterampilan abad 21 merupakan keterampilan yang sangat penting bagi karakteristik masyarakat era abad 21. Keterampilan ini diperlukan karena dapat menunjang kegiatan sehari-hari. Dalam keterampilan abad 21 terdapat dua belas keterampilan yang penting untuk dikuasai seseorang, diantaranya adalah kritis dalam berpikir, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi informasi, literasi media, literasi teknologi, fleksibilitas, kepemimpinan, prakarsa, produktivitas, dan keterampilan sosial. Semua keterampilan yang termasuk dalam keterampilan abad 21 berguna dalam pembentukkan karakteristik masyarakat di era abad 21 yang dapat ditanamkan di lembaga pendididkan melalui proses pembelajaran (Efendi, 2. Beberapa keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa adalah keterampilan literasi informasi . ada aspek learning to d. dan keterampilan sosial . ada aspek learning to b. Kemampuan literasi informasi merupakan salah satu kecakapan abad 21 dalam aspek learning to do, pada aspek ini berkaitan dengan kemampuan siswa untuk mengumpulkan informasi secara efisien dan efektif, kritis dan mahir menganalisis informasi untuk menggunakan, menggunakan, dan mengelola informasi secara efektif dan akurat untuk memecahkan masalah (Suprijono, 2. Hasil survei PISA tahun 2018, menyatakan bahwa literasi siswa Indonesia menduduki peringkat ke 6 dari bawah tepatnya 73 dari 79 negara. Dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi siswa, kementrian pendidikan dan kebudayaan telah membuat program pendidikan berbasis literasi yakni Asesmen Kompetensi Minimum. Adanya peningkatan kemampuan literasi informasi akan mempermudah siswa dalam menyerap materi pada saat proses pembelajaran berjalan. Siswa dengan kemampuan pemahaman bacaan yang baik juga akan berdampak pada pencapaian hasil akademik yang baik (Murti & Winoto. Literasi informasi saat ini sudah mulai diterapkan di sekolah-sekolah tingkat menegah pertama di Indonesia, dimana siswa mulai diajarkan dan dituntut untuk bisa menemukan informasi secara mandiri berdasarkan kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Para pendidik juga turut serta berperan dalam penerapan literasi informasi dengan cara mengajarkan siswa untuk mencari Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan ataupun kitab, buku bacaan, internet, surat kabar, majalah, serta sumber/media informasi lainnya. Kecakapan lain yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah yakni keterampilan sosial dalam aspek learning to be. Kecakapan ini penting untuk dimiliki karena dapat membantu siswa dalam mengikuti kondisi perkembangan Keterampilan sosial menurut Thalib adalah kemampuan individu dalam mengatasi permasalahan yang muncul dari hasil kegiatan interaksi antara individu tersebut dengan lingkungannya dan kemampuan mereka dalam berdaptasi dengan norma serta peraturan yang Selain itu, keterampilan sosial juga termasuk kedalam tujuan pembelajaran IPS, dimana keterampilan tersebut termasuk dalam aspek keterampilan yang harus diajarkan kepada siswa (Siahaan & Rusmaliyah, 2. Keberhasilan tujuan Pendidikan nasional dapat diketahui dari beberapa aspek, salah satunya dapat dilihat dari capaian prestasi belajar yang diperoleh siswa di sekolah. Prestasi belajar merupakan acuan yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata pelajaran. Prestasi belajar adalah sebagai hasil yang dicapai siswa dalam belajar mengajar selama periode waktu yang digunakan untuk mengukur siswa, tetapi juga dapat digunakan untuk melihat kualitas pembelajaran itu sendiri. Prestasi belajar yang dimaksudkan disini adalah Capaian siswa dalam suatu mata pelajaran sebagai hasil dari keterlibatannya dalam proses pembelajaran yang telah dilalui (Rosyid et al. , 2. Pengukuran terhadap prestasi belajar siswa diperoleh setelah melalui aktivitas pembelajaran dengan menggunakan instrumen tes yang sesuai, untuk mengukur ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik pada siswa (Rosyid et al. , 2. pengukuran ini dapat dilakukan dengan cara melihat nilai siswa pada saat mengikuti penilaian harian, penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester. Nantinya, perolehan prestasi belajar yang didapatkan siswa ini menjadi salah satu acuan keberhasilan sekolah dalam mencapai mutu yang optimal pada saat pelaksanaan kegiatan pendidikan. Prestasi belajar merupakan bentuk keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran diukur melalui nilai atau Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah guru melakukan evaluasi pembelajaran untuk menilai tingkat pencapaian siswa. Di UPT SMP Negeri 2 Gresik standar capaian prestasi belajar atau KKM khususnya pada mata pelajaran IPS adalah 76. Namun, berdasarkan keterangan dari guru pengampu mata pelajaran IPS masih ditemukan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Beberapa penelitian menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi capaian prestasi belajar. Hal ini ditemukan dalam Studi yang dilakukan oleh Murti dan Winoto menunjukkan adanya korelasi antara kemampuan literasi informasi dengan hasil prestasi belajar siswa (Murti & Winoto, 2. Penelitian lain yang relevan oleh Angga Putra, dkk berjudul Au Hubungan Keterampilan Sosial terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Sekolah DasarAy. Keterampilan sosial terdapat hubungan dengan prestasi belajar (Putra & Damayanti, 2. Pada penelitian terdahulu umumnya menggunakan kuisioner atau angket dalam pengumpulan datanya. Adapun novelty atau kebaharuan yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penggunaan indikator pada variabel bebas serta penggunaan teknik pengumpulan data yakni tes kemampuan literasi informasi dan lembar observasi keterampilan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk menutupi kesenjangan yang ada pada penelitianpenelitian sebelumnya kaitannya dengan hal-hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar IPS. Tujuan dari penelitian ini diangkat berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat yakni untuk menguraikan maupun menjelaskan pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII SMP. Dalam hal ini akan dibuktikan berdasarkan hipotesis yang telah dibuat bahwasanya terdapat pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII SMP. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pendekatan ini bertujuan mengukur hubungan antarvariabel secara objektif melalui analisis statistik. Penelitian dilaksanakan di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada semester genap tahun ajaran 2023, dengan populasi siswa kelas VII sebanyak 256 siswa. Sampel diambil sebesar 20% dari populasi, yaitu sebanyak 64 siswa, menggunakan teknik purposive sampling pada kelas 7E dan 7G berdasarkan kesamaan karakteristik siswa dan guru pengampu mata pelajaran IPS. Terdapat tiga variabel dalam penelitian ini, yaitu dua variabel bebas: kemampuan literasi informasi (XCA) dan keterampilan sosial (XCC), serta satu variabel terikat: prestasi belajar IPS (Y). Definisi operasional disusun berdasarkan indikator yang terukur, instrumen yang digunakan meliputi: tes pilihan ganda tertutup untuk mengukur literasi informasi, lembar observasi dengan skala Likert 1Ae 4 untuk menilai keterampilan sosial, dan dokumentasi nilai IPS siswa sebagai data prestasi belajar. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah melalui proses validasi isi oleh ahli dan diuji validitas serta reliabilitas empiris menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Uji prasyarat dilakukan melalui uji normalitas dan uji linearitas. Uji asumsi klasik yang diterapkan meliputi uji multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Untuk menguji hipotesis, digunakan regresi linier sederhana . ji parsia. dan regresi linier berganda . ji simulta. , serta uji koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Penelitian ini berorientasi untuk menjelaskan pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII SMP dengan melibatkan total 64 siswa yang terdiri dari 2 kelas yakni kelas VII E dan kelas VII B sebagai sampel penelitian. peneliti melakukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap capaian akademik siswa dalam mata pelajaran tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, tanpa intervensi atau perlakuan khusus terhadap variabel yang diteliti. Penelitian ini murni bersifat deskriptif-analitik terhadap fenomena yang telah berlangsung, dengan fokus pada siswa di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Hasil pertama dalam penelitian ini adalah uji validitas untuk mengukur instrument penelitian yang Berikut adalah hasil data uji validitas pada instrumen tes kemampuan literasi informasi dan instrument lembar tes observasi sebanyak sepuluh item yang dilakukan oleh peneliti. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 Nomor Soal Rx1y 0,585 0,407 0,641 0,456 0,630 0,645 0,456 0,616 0,474 0,437 Tabel 1 Hasil Uji Validitas Rtabel Rx2y Rtabel 0,349 0,742 0,250 0,349 0,645 0,250 0,349 0,814 0,250 0,349 0,761 0,250 0,349 0,765 0,250 0,349 0,760 0,250 0,349 0,631 0,250 0,349 0,628 0,250 0,349 0,891 0,250 0,349 0,776 0,250 Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2025 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji validitas pada instrumen kemampuan literasi informasi diuji cobakan terlebih dahulu, sebanyak 32 siswa berpartisipasi dalam uji coba instrumen ini, adapaun acuan Rtabel dalam pengujian validitas instrumen kemampuan literasi informasi adalah 0,349. Pada instrumen keterampilan sosial uji coba yang digunakan adalah uji coba terpakai kepada 64 siswa dengan acuan Rtabel sebesar 0,250, uji coba terpakai merupakan proses pengujian instrumen penelitian yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan penelitian utama. Hasil dari pengujian ini secara langsung digunakan dalam analisis hipotesis, dengan mempertimbangkan hanya data yang bersumber dari indikator yang telah terbukti valid dan reliabel (Mutamakin et al. , 2. Hasil dari pengujian diatas dapat diambil keputusan bahwa keseluruhan item pada instrumen variabel kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial berketerangan valid dengan keseluruhan hasil uji validitas menunjukkan Rhitung lebih besar dari Rtabel. Dengan hasil pengujian tersebut maka dapat diambil keseimpulan bahwa instrumen dapat digunakan sebagai alat untuk pengambilan data. Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Keterangan Kemampuan Literasi 0,725 Reliabel Informasi Keterampilan Sosial 0,904 Reliabel Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2025 Hasil uji reliabilitas diatas menunjukkan bahwa instrumen pada variabel kemampuan literasi informasi memperoleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,725 dan pada variabel keterampilan sosial memperoleh nilai CronbachAos Alpha memperoleh nilai sebesar 0,904 yang berarti lebih besar dari 0,60, maka hasil pengujian tersebut reliabel sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur dalam menghimpun data pada penelitian ini. Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Nilai Signifikansi Keterangan 0,468 Berdistribusi normal Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2025 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. dari uji normalitas residual menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov untuk Unstandardized Residual tercatat sebesar 0,468. Karena nilai Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 signifikansi tersebut melebihi batas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data dari variabel keterampilan sosial, kemampuan literasi informasi, serta prestasi belajar IPS memiliki distribusi yang Tabel 4 Uji Koefisien Determinasi Antar Variabel Variabel Nilai R Square X1 Ae Y 0,665 X2 Ae Y 0,363 X1 dan X2 Ae Y 0,706 Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2025 Berdasarkan output hasil koefisien determinasi antar variabel X1 terhadap Y diperoleh nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,665. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi berkontribusi sebesar 66,5% terhadap peningkatan prestasi belajar IPS siswa. pada variabel X2 terhadap Y menunjukkan bahwa, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,363. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial berkontribusi sebesar 36,3% terhadap peningkatan prestasi belajar IPS. Sedangkan hasil koefisien determinasi variabel X1 dan X2 secara simultan terhadap bariabel Y yakni nilai RA sebesar 0,706 menunjukkan bahwa 70,6% perubahan pada variabel prestasi belajar dijelaskan oleh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial Tabel 5 Uji Hipotesis Nilai F Sig 35,285 0,000 (Sumber: Hasil Olah Data Peneliti 2025 ) Hasil uji regresi linear berganda pada output tabel ANOVA, diperoleh nilai F sebesar 73,127 dengan signifikansi 0,000. Mengacu pada kriteria pengambilan keputusan, jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar IPS. Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa kemampuan literasi informasi memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di kelas VII SMP. Uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara literasi informasi dan pencapaian akademik siswa dalam pembelajaran IPS di tingkat tersebut. Pada era modern saat ini, literasi informasi menjadi kompetensi yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Paul G pada tahun 1974 telah mengemukakan bahwa program literasi informasi perlu diterapkan sebagai persiapan menghadapi tantangan abad ke-21. Pandangan ini sejalan dengan pendapat Feather dan Sturges yang menyatakan bahwa literasi informasi merupakan kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Literasi informasi dipandang sebagai hasil integrasi dari beragam keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang relevan dengan pendekatan pembelajaran abad ke-21(Samosir & Ginting, 2. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 Literasi informasi dianggap penting karena merupakan salah satu bentuk implementasi dari long life learning atau belajar sepanjang hayat. Dalam lingkup lingkungan sekolah, literasi informasi memiliki beberapa manfaat antara lain: Memperoleh informasi yang dapat dipertanggung jawabkan kredibilitasnya dari sumber-sumber yang terpercaya. Mampu mengetahui berbagai jenis informasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Tidak mudah terpengaruh dengan berita bohong atau hoaks. Memiliki pengetahuan yang luas. Mampu menghasilkan karya tulis. Selain itu, manfaat literasi informasi menurut Gunawan adalah mampu mendukung sesorang dalam persaingan di era globalisasi. Literasi informasi penting di era globalisasi karena mendukung individu dalam membangun kompetensi untuk bersaing secara global (Samosir & Ginting, 2. Pada mata pelajaran IPS di tingkat sekolah dasar hingga menengah khususnya jenjang menengah pertama, pembelajaran menekankan pada pengembangan pemahaman siswa terhadap berbagai ilmu seperti sosial, ekonomi, sejarah, dan geografi. Kaitannya dalam mata pelajaran IPS contohnya dalam cabang ilmu geografi, kemampuan literasi informasi dapat melatih siswa untuk mampu dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi secara kontekstual dan membantu mereka dalam memecahkan permasalahan (Khotimah et al. , 2. Agar dapat memahami materi-materi tersebut secara mendalam, siswa memerlukan kemampuan literasi informasi yang baik yakni, kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Temuan ini sejalan dengan penelitian Prasetya yang menyatakan bahwa proses pembelajaran yang benar adalah suatu pembelajaran dimana guru tidak hanya memindahkan informasi atau pengetahuan kepada siswa melainkan juga mendorong perkembangan kemampuan siswa untuk bertanya maupun menemukan (Prasetya, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat Winoto yang menyatakan capaian prestasi belajar siswa ada kaitannya dengan penguasaan siswa dalam kemampuan literasi informasi terutama pada saat pembelajaran Sehingga dapat membantu mereka memberikan capaian hasil berlajar yang baik, penerapan kemampuan literasi informasi yang tinggi berdampak pada prestasi belajar siswa yang semakin baik pula(Murti & Winoto, 2. Kemampuan literasi informasi di sekolah merupakan aspek penting yang secara langsung memengaruhi prestasi belajar siswa. Literasi informasi tidak hanya mencakup kemampuan untuk menemukan informasi, tetapi juga memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkannya secara efektif dalam konteks pembelajaran. Dalam menghadapi perkembangan abad 21 di era saat ini, siswa dituntut untuk tidak hanya bergantung pada sumber informasi tradisional seperti perpustakaan atau buku teks, tetapi juga mampu mengakses dan menyaring informasi dari berbagai media elektronik. Dengan literasi informasi yang baik, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, berpikir kritis, serta mampu mengerjakan tugas-tugas akademik secara lebih efektif dan akurat. Hal ini secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman materi pelajaran yang nantinya berdampak pada capaian prestasi belajar yang lebih maksimal. Maka dari itu, pengembangan kemampuan literasi informasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu kunci untuk menunjang keberhasilan akademik Pengaruh Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS pada kelas VII. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 hipotesis alternatif (Ha atau H. , yang menandakan bahwa keterampilan sosial memberikan pengaruh secara parsial terhadap pencapaian akademik siswa pada mata pelajaran tersebut. Hubungan positif antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS pada kelas VII. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya hipotesis alternatif (Ha atau H. , yang menandakan bahwa keterampilan sosial memberikan pengaruh secara parsial terhadap pencapaian akademik siswa pada mata pelajaran tersebut. Keterampilan sosial memiliki keterkaitan yang erat dengan keberhasilan belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pandangan Caldarella dan Merrell yang mengidentifikasi lima komponen utama dalam keterampilan sosial, yaitu pengelolaan diri, perilaku asertif, hubungan dengan teman sebaya, kepatuhan, serta kompetensi akademik. Aspek terakhir ini berkaitan langsung dengan prestasi belajar, yang mencakup kemampuan beradaptasi di lingkungan sekolah, mendengarkan dan mengikuti instruksi guru, mengajukan pertanyaan dan meminta bantuan, memahami materi pelajaran, serta menjalankan tanggung jawab akademik secara optimal (Amala. Dina et al. , 2. Peran keterampilan sosial dalam perkembangan siswa tidak terbatas pada aspek akademik, tetapi juga penting sebagai bekal menghadapi berbagai situasi sosial di masa depan. Keterampilan ini membantu siswa membentuk interaksi yang positif, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam konteks pembelajaran IPS, keterampilan sosial yang baik dapat mendukung pencapaian akademik yang lebih tinggi. Hal ini didukung oleh pendapat Maftuh yang menyatakan bahwa efektivitas pembelajaran IPS sangat dipengaruhi oleh kemampuan sosial yang dimiliki siswa. Keterampilan ini juga memungkinkan siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas proses pembelajaran (Maftuh, 2. Dengan demikian, keterampilan sosial merupakan salah satu elemen penting dalam proses belajar IPS, karena mencakup berbagai dimensi yang mendukung pemahaman siswa terhadap materi sosial dan kontekstual. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan sosial di dalam pembelajaran IPS perlu menjadi perhatian guru agar proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa. Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi dan Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Kemampuan literasi informasi (X. Keterampilan Sosial (X. berpengaruh terhadap Prestasi Belajar IPS (Y) siswa kelas VII SMP secara simultan. Berdasarkan nilai yang telah dipaparkan sebelumnya. Ha atau H3 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII SMP. Namun, di lapangan ditemukan data bahwa prestasi belajar siswa kelas VII yang ada di UPT SMP Negeri 2 Gresik disimpulkan masih tergolong rendah, meskipun beberapa siswa telah menunjukkan tingkat literasi informasi dan keterampilan sosial yang tergolong baik. Adanya perbedaan ini juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain diluar kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial, yang dapat menjadi kendala dalam pencapaian prestasi belajar IPS yang Teori humanistik mengungkapkan bahwa pencapaian belajar yang optimal diiringi dengan perkembangan kognitif dan sosial terpenuhi. Dalam kaitannya dengan kemampuan literasi informasi, humanistik membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikiri kritis dan mandiri dalam mengelola sebuah informasi. Sedangkan pada aspek keterampilan sosial suatu proses pembelajaran didukung oleh interaksi dan kolaborasi mereka secara aktif. Kedua hal tersebut melahirkan lingkungan belajar yang aktif sekaligus bermakna sesuai dengan prinsip belajar yang berpusat pada Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 siswa, sehingga berdampak pada potensi mereka dalam mencapai prestasi akademik yang optimal pada mata pelajaran IPS. Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahman yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Temuan tersebut membuktikan bahwa literasi informasi dapat mendukung pencapaian prestasi akademik (Rahman et al. , 2. Menurut Darmiany, keterampilan sosial pada siswa tidak hanya tercermin pada perilaku mereka melainkan juga nampak pada kecakapan mereka seperti kecakapan mencari, menyeleksi, mentransformasikan, mahir dalam mempelajari pengetahuan yang baru, kecakapan memecahkan suatu permasalahan, mampu melakukan komunikasi dengan efektif baik itu melalui lisan maupun tulisan, mengerti, menghargai dan bekerjasama,serta mampu memperbaiki kemampuan akademiknya di sekolah serta kecakapan dalam beradaptasi sesuai perrkembangan sosial yang terjadi di masyarakat dengan baik (Darmiany, 2. Siswa yang memiliki keterampilan sosial yang baik cenderung lebih aktif dalam proses pembelajaran, hal ini mendukung terciptanya interaksi yang sehat antara guru dengan siswa maupun antar siswa itu sendiri, sehingga pemahaman terhadap materi pembelajaran IPS menjadi lebih optimal dan dapat memberikan dampak positif terhadap capaian prestasi belajar IPS. Di era informasi saat ini keterampilan abad 21 sangat diperlukan dua diantaranya adalah literasi informasi dan keterampilan sosial diperlukan. Kedua aspek tersebut berguna dalam pembentukkan karakteristik masyarakat di era abad 21 dan dapat ditanamkan di lembaga pendidikan melalui proses pembelajaran (Efendi, 2. Kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial menjadi sangat penting dalam menunjang capaian prestasi belajar, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Literasi informasi membantu siswa untuk mencari, memahami, mengevaluasi, dan mengolah berbagai sumber informasi yang relevan dengan materi IPS, baik dari media cetak maupun digital. Sementara itu, keterampilan sosial mendukung siswa dalam berkomunikasi, berdiskusi, dan bekerja sama dalam kelompok, yang merupakan bagian penting dari pembelajaran IPS yang berbasis interaksi dan pemecahan masalah sosial. Kedua aspek ini tidak hanya membantu membentuk karakter siswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar. Ketika siswa mampu mengelola informasi dengan baik dan menerapkan keterampilan sosial yang efektif, mereka akan lebih mudah memahami konsep-konsep IPS dan menerapkannya dalam kehidupan nyata, sehingga mendorong pencapaian prestasi belajar yang optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian yang telah diketahui bahwa kemampuan literasi informasi berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII SMP. Pada penelitian ini kontribusi kemampuan literasi informasi terhadap prestasi belajar IPS sebesar 66,5%. Keterampilan sosial berpengaruh terhadap presrasi belajar IPS siswa kelas VII SMP. Maka dapat diartikan bahwa dalam membantu menunjang capaian prestasi belajar IPS diperlukan keterampilan sosial yang Pada penelitian ini konstribusi keterampilan sosial terhadap prestasi belajar IPS sebesar 36,3%. Kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial secara simultan berkontribusi sebesar 70,6% terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII SMP. Maka dapat diartikan bahwa keberhasilan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS perlu ditunjang dengan adanya kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial yang ada pada diri siswa. Kemampuan literasi informasi dan keterampilan menjadi komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran siswa karena membantu dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi serta mendukung kemandirian belajar, khususnya dalam pelajaran IPS. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 257-267 DAFTAR PUSTAKA