Volume 19 Number 01. Page 228-238, 2023 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Analisis Jumlah Kantor dan Pembiayaan Bank Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Cdefghi Hasim1 . Junaidi Junaidi2* . Sultan Sultan3 1,2,3 Program studi akuntansi Universitas Muhammadiyah Palopo. Palopo. Indonesia E-mail: cdefghihasim2001@gmail. junaidi@umpalopo. sultan@umpalopo. ARTICLE INFO Article history: Received 14 Januari Received in 20 Maret Accepted 30 April 2023 KeywordAos : Number of offices, financing, economic growth ABSTRACT As intermediary institutions. Islamic banks are Islamic financial institutions that play a major role in the pace of development and economic growth in Indonesia. that can be used by all members of society. Not only the Muslim community, but also in its operational activities besides being oriented towards sound business ethics . ccording to sharia principle. it is also based on the values of expediency and justice. This study examines the effect of the number of Islamic bank offices, and the amount of financing on economic growth in Indonesia. The population in this study are all Islamic banks for 2009 -2022 in the form of quarterly financial reports and those obtained from the financial services authority (OJK). Data analysis used is by using the panel vector eros correction model (VECM). This study shows that financing affects economic growth, and at the same time, the number of offices does not affect economic growth. Sebagai lembaga intermediary, bank syariah menjadi lembaga keuangan syariah yang berperan besar dalam laju perkembangan dan pertumbuhan ekonomi diIndonesia. dapat dimanfaatkan semua kalangan masyarakat yang ada. Bukan hanya masyarakat muslim, tetapi juga dalam kegiatan operasionalnya selain berorientasi pada etika bisnis yang sehat . esuai prinsip Syaria. juga berlandaskan terhadap nilai-nilai kemanfaatan dan keadilan. Penelitian ini mengkaji pengaruh jumlah kantor bank syariah, dan jumlah pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank Syariah tahun 2009 -2022 berupa laporan keuangan triwulan dan yang diperoleh dari otoritas jasa keuangan (OJK). Analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode panel vector eros correction model (VECM). Pada penelitian ini menunjukan bahwa pembiayaan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, dan saat yang bersamaan, jumlah kantor tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. * Corresponding author. Telp. : 6281-0000-0000. fax: 0-000-000-0000. E-mail address: junaidi@umpalopo. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi diseluruh negara didunia , salah satunya ditopang oleh kemajuan sistem perbankan yang ada. Sebagai lembaga intermediasi, lembaga perbankan berperan sebagai tempat untuk memobilisasi dana dari pihak yang mempunyai dana menganggur atau kelebihan dana . urplus uni. untuk kemudian menyalurkan kepada pihak yang memerlukan atau kekurangan dana . eficit uni. Perbankan berperan sebagai lembaga keuangan yang menjadi perantara dalam penyaluran dan mobilisasi dana, baik tidak langsung maupun langsung. Dengan kemampuan lembaga keuangan ini, perbankan dapat mendistribusikan dan mentransformasikan resiko, baik diantara investor, kegiatan ekonomi, maupun surplus dan defisit unit. Sehingga industri perbankan memiliki kedudukan penting dalam menjaga stabilisasi perekonomian, dan juga akan memperkuat struktur perekonomian suatu negara diberbagi sektor ekonomi (Junaidi, 2021. Simatupang, 2. Khusus di Indonesia, menurut Undang undang nomor 7 tahun 1992 bahwa Indonesia menjalankan dual banking system yaitu sistem perbankan yang beroperasi baik secara syariah dan konvensional (M. Anwar dkk, 2020. Yeubun, 2. , dengan tetap memisahkan pengelolan dan Dengan sistem dual banking tersebut,juga dapat diartikan bank Syariah dan bank konvensional dapat bersamaan tumbuh sehingga dana yang mengalir kepada pihak masyarakat ataupun negara bersumber dari bank konvensional dan tidak sedikit juga dari bank syariah. Perbedaan yang paling dominan terhadap dua system perbankan ini yaitu dengan system bunga dan bagi hasil. Bank konvensional menggunakan sistem bunga dan bank syariah menggunakan sistem bagi hasil (Suretno, 2. Ide dasar sistem perbankan Syariah sebenarnya dapat dikemukakan dengan sederhana. lembaga keuangan syariah berfundamen atas PLS (Profit and lost sharin. bagi hasil untung dan Prinsip bagi hasil ialah bentuk kerja sama yang terjadi oleh pemilik modal dengan pihak pengelola, dan pembagian hasil atau keuntungan didasarkan pada nisbah atau bagian yang telah disepakati di awal (Basir dan wulandari, 2020. Junaidi, 2015. Prinsip bagi hasil dalam syariat islam dianjurkan dan menjadi solusi yang relevan dan tepat dalam mengalokasi terbatasnya dana baik dana tabungan atau pinjaman dengan tujuan pengelolaan dan pembiayaan usaha. Sebagai negara yang memiliki masyarakat muslim terbesar didunia (Syafii, 2. , bank syariah mulai didirikan diindonesia pada tahun 1991. Dengan perkembangan yang pesat sampai saat ini, dan diikuti oleh produk produk syariah yang diinginkan dan diminati masyarakat, menjadikan (BI) Bank Indonesia membuat suatu regulasi baru yaitu PBI no. 8/3/pbi/2006, yang diharapkan mampu mendorong kemampuan sistem perbankan nasioanal dalam melayani dan menyediakan kemudahan bertransaksi syariah. Bank syariah sebagai salah satu lembaga keuangan diindonesia memang berkembang cukup signifikan. Hal ini berdasarkan penelitian Sumantri . , bahwa data yang diperoleh dari statistik bank indonesia tahun 2013, mulai dari jumlah kantor cabang pembantu, kantor kas hingga kantor pusat bank syariah mengalami peningkatan. Dari data teresebut kantor kas mengalami peningkatan 5,6%, kantor cabang pembantu mengalami peningkatan 14,2%, kantor pusat mengalami peningkatan sebesar 4,6%, dan juga perkembangan peningkatan terjadi terhadap SDM atau tenaga kerja yang dibutuhkan pada lembaga perbankan syariah sebesar 9,5% dari tahun Perkembangan perbankan syariah dari tahun ke tahun yang cukup signifikan, juga dikarnakan dapat dimanfaatkan semua kalangan masyarakat yang ada. Bukan hanya masyarakat muslim, tetapi juga dalam kegiatan operasionalnya selain berorientasi pada etika bisnis yang sehat . esuai nilai-nilai keseimbangan, kemanfaatan dan ke universalan (Junaidi, 2015b. Utama, 2. Bank syariah di Indonesia menyediakan berbagai produk produk perbankan diantaranya pembiayaan, pembiayaan menjadi salah satu produk pokok bank, yaitu memberikan fasilitas penyediaan dana dalam memenuhi keperluan pihak pihak yang memerlukan atau (Ilyas,2. Bank muamalat menjadi bank syariah pertama diindonesia (Rofiudin, 2. , yang memiliki program pembiayaan sejak tahun 2005. Program dari bank muamalat itu disebut linked program, yang menjadi strategi utama kepada para umkm yang mempunyai keterbatasan seperti agunan dan administrasi lemah serta belum berbadan hukum. Pada perbankan syariah terdapat dana yang disiapkan untuk pihak pihak . asabah ) yang membutuhkan disebut pembiayaan syariah (Kalsum, 2. Produk pembiayaan pada perbankan syariah ini, juga merupakan salah satu faktor terhadap perkembangan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Rahman dan Widayanti . dalam penelitianya mengungkapkan bahwa adanya pengaruh signifkan pembiayaan bank wakaf mikro yang diberikan kepada nasabah dalam menjalankan usaha berdasarkan tingkat dana yang diberikan sehingga memiliki pengaruh terhadap kesejataraan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal yang sama. Asna . menyatakan bahwa pembiayaan investasi dan pembiayaan konsumsi perbankan umum syariah berpengaruh signifikan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun belum ada penelitian terkait banyaknya jumlah kantor bank syariah tehadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya maka, penulis tertarik melakukan penelitian terkait pengaruh banyaknya jumlah kantor bank syariah dan pembiayaan bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di indonesia. Tinjauan Literatur Pembiayaan Menurut Undang-undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 pengertian pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi Juga Menurut Nurnasrina dan Putra . , penyaluran dana atau dikenal dengan pembiayaan adalah salah satu kegiatan utama perbankan syariah, selain kegiatan jasa jasa, menghimpun dana, dan kegiatan jasa jasa. Pada lembaga perbankan syariah, penyaluran dana kepada pihak yang membutuhkan disebut dengan pembiyaan, berbeda dengan konvensional yang menyebutkan istilah kredit dalam menyalurkan dana nya kepihak nasabah. Pembiayaan pada bank syariah terkait dengan penyediaan dana kepada nasabah sehubungan transaksi bagi hasil dalam bentuk musyarakah dan mudarabah, transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna,transaksi sewa yaitu ijarah atau ijarah muntahiya bittamlik ialah sewa beli, transaski sewa jasa yaitu ijarah multijasa, dan transaksi piutang qardh dalam pinjam meminjam, yang disepakati bersama oleh nasabah dengan UUS . nit usaha syaria. dan atau Bus (Bank umum Syaria. , juga terkait kewajiban pihak yang diberikan dana yaitu dengan bagi hasil,tanpa imbalan atau imbalan ujrah. Dalam penelitian Pratama . , terdapat beberapa jenis produk pembiayaan pada perbankan syariah, . pembiayaan modal kerja, ialah pembiayaan yang diberikan untuk modal usaha atau kerja, . pembiayaan investasi, yaitu pembiayaan untuk keuntungan masa depan, . pembiayaan konsumtif syariah, merupakan pembiayaan diluar kegiatan usaha, . pembiayaan sindikasi, ialah pembiayaan untuk lembaga keuangan, . pembiayaan take over, yaitu pembiayaan karna take over ke transaksi non syariah, dan . pembiyaan letter of credit, merupakan pembiayaan untuk transaksi import atau ekspor nasabah. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan suatu perkembangan ekonomi dalam dimensi fiskal disuatu negara,baik pertambahan produksi kegiatan kegiatan ekonomi, jumlah produksi barang suatu industri dan perkembangan diberbagai sektor lainnya . uttaqin, 2. pertumbuhan PDB . roduk domestik brut. menjadi salah satu indikator untuk mengukur kinerja dan pertumbuhan ekonomi suatu negara (Warkawani dkk, 2. Menurut sartika dkk . PDB merupakan jumlah keseluruhan produk serta jasa dari unit unit produksi yang terdapat pada suatu negara atau daerah dan dalam jangka waktu tertentu. Pertumbuhan mengkorelasikanya dengan pertumbuhan penduduk yang ada. Dalam suatu perekonomian, pertumbuhan sering dikaitkan ketika semua keuntungan rill untuk penggunaan faktor produksi pada tahun tertentu mencapai angka lebih besar dari pada tahun sebelummya . METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode pendekatan penelitian Menurut Ramadhan . , metode kuantitatif merupakan metode sistemastis terkait suatu fenomena yang ada dengan menghimpun data-data yang hadir dalam bentuk angka serta bisa diukur dengan menggunakan teknik matematika,komputasi, maupun statistik. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan memfokuskan pada penjelasan hubungan antara pertumbuhan ekonomi sebagai variabel dependen serta jumlah kantor dan pembiayaan sebagai variabel independen di Indonesia dengan menggunakan data sekunder. Sumber data diperoleh dari otoritas jasa keuangan, dan data pendukung lainnya seperti dari jurnal, buku dan penelitian sebelumnya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank syariah di Indonesia periode Sampel yang digunakan adalah laporan keuangan triwulan bank syariah. Analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode panel vector eros correction model (VECM), merupakan salah satu metode analisis data yang bertujuan untuk menganaliss data variabel saling mempunyai ketergantungan atau memiliki kointegrasi. Pada metode ini, menganalisis data dengan melakukan uji stasioner, uji korelasi, dan uji kausalitas Granger. Dalam menganalisis data, pada penelitian ini menggunakan aplikasi software excel 2007 dan aplikasi software yang digunakan dalam pengolahan data atau perhitungan data menggunakan program E-views 10. Beberapa tahapan yang digunakan dalam analisis data penelitian, yaitu: uji stasioneritas yang memiliki tujuan untuk mengetahui apakah data time series atau disebut runtut waktu, telah stasioner atau tidak stasioner dengan hipotesis berikut: Hasil yang didapatkan dari estimasi berdasarkan metode ADF (Augmented Dickey-Fulle. , kemudian dibandingkan dengan titik kritis 1 %, 5%, dan 10 % berdasarkan nilai kritis Mckinnon. H0 diterima ketika nilai t-statistik lebih kecil dari nilai kritis Mckinnon, atau data yang ada tidak stasioner. Sedangkan H0 ditolak ketika data nilai t-statistik lebih besar dari nilai kritis Mckinnon, atau data stasioner. Yang menjadi kriteria penentuan stasioner atau tidak, suatu data ialah seperti berikut: * nilai ADF < nilai kritis dan nilai probabilitas < nilai signifikan yang digunakan, maka data dinyatakan stasioner * nilai ADF < nilai kritis dan nilai probabilitas > nilai signifikan yang digunakan, maka data dinyatakan tidak stasioner * nilai ADF > nilai kritis dan nilai probabilitas > nilai signifikan yang digunakan, maka data dinyatakan tidak stasioner Kemudian. Uji Korelasi memiliki tujuan untuk melihat hubungan antara 2 variabel atau Berikut yang menjadi koefisien korelasi: * 0,00 Ae 0,199 = korelasi antar variabel sangat lemah * 0,20 Ae 0,399 = korelasi antar variabel lemah 0,40 Ae 0,599 = korelasi antar variabel cukup kuat 0,60 Ae 0,799 = korelasi antar variabel kuat 0,80 Ae 1,009 = korelasi antar variabel sangat kuat Selanjutnya melakukan uji kausalitas granger, yang mempunyai tujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan kausalitas atau timbal balik antara dua variabel yang ada. Kemudian dapat diketahui apakah kedua variabel secara statistik saling mempengaruhi . empunyai hubungan timbal alik atau dua ara. ,memiliki hubungan kausalitas yang sarah atau sama sekali tidak mempunyai hubungan atau tidak saling mempengaruhi. Pada kausalitas ganger dapat diukur dengan membandingkan antara nilai probabilitas dan tingkat kepercayaan 1 %, 5%, atau 10%. Apabila nilai probabilitas lebih kecil dibandingkan dengan tingkat kepercayaan, maka dinyatakan bahwa diantara variabel tersebut mempunyai hubungan kausalitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji stasioner Pada penelitian ini menggunakan metode PVECM, dengan pengujian akar unit . nit root tes. dengan tujuan mengetahui apakah stasioner atau tidak. Berikut hasil uji akar unit atau uji ADF menggunakan software eviews 10: Tabel 1. Uji ADF Variables Jumlah Kantor Pembiayaan Pertumbuhan ekonomi_GDP Level Critical Value . %) Prob. 1st level (Sig 0. Critical Value . %) Prob. * (Sig 0. Pada tabel hasil olah data diatas, didapatkan bahwa secara statistik, nilai ADF untuk variabel pembiayaan bank syariah dan pertumbuhan ekonomi lebih kecil dari nilai kritisnya yaitu 5% dan nilai probabilitas yang dimiliki lebih kecil dari tingkat kepercayaan yang dipakai ialah 0. pada pengujian test ADF pada level maupun test ADF first difference. Sedangkan pada variabel jumlah kantor, pada tes nilai ADF level juga memiliki nilai lebih kecil dari nilai kritis 5% dan nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat kepercayaan yang dipakai tetapi pada test ADF first difference memiliki nilai lebih besar dari nilai probabilitas 0. Uji Korelasi Dilanjutkan dengan melakukan uji korelasi antar variabel. Berikut adalah hasil olah data uji korelasi menggunakan eviews: Tabel 2. Uji koefisien korelasi Jumlah_Kantor Jumlah_Kantor Pembiayaan Pembiayaan Pertumbuhan_Ekonomi__Gdp Pertumbuhan_Ekono mi_Gdp 928*** Tabel 2 diatas menghasilkan bahwa, antara variabel Jumlah kantor dan pembiayaan memiliki koefisien korelasi sebesar 0,823 yang berarti variabel memiliki tingkat korelasi sangat Selanjutnya, antara variabel jumlah kantor dan variabel pertumbuhan ekonomi memiliki koefisien korelasi sebesar 0,792 yang berarti memiliki tingkat korelasi kuat. Kemudian untuk variabel pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi memiliki koefisien korelasi 0,927 yang menunjukan bahwa korelasi antar variabel sangat kuat. Uji Kausalitas Granger Metode analisis selanjutnya dengan data panel VECM . ector error correction mode. ialah uji kausalitas granger. Berikut hasil olah data uji kausalitas granger menggunakan software eviews Tabel 3. Uji Kausalitas Granger Null Hypothesis: F-Statistic Prob. Pembiayaan Jumlah Kantor Jumlah_Kantor Pembiayaan Jumlah Kantor Pertumbuhan Ekonomi _Gdp Pembiayaan Pertumbuhan Ekonomi__Gdp Pertumbuhan Ekonomi _Gdp Jumlah Kantor Pertumbuhan Ekonomi__Gdp Pembiayaan Berdasarkan tabel diatas. Pada tahap uji kausalitas granger dengan memakai tingkat kepercayaan ( = 0,. Diketahui variabel pembiayaan bank syariah secara statistik tidak mempengaruhi jumlah kantor bank syariah dengan probabilitas 0,1193 > 0,05. Dan pada variabel jumlah kantor secara statistik berpengaruh pada variabel pembiayaan dengan nilai probabilitas 0,0377 < 0,05. Hal ini berarti adanya hubungan kausalitas searah antara variabel jumlah kantor bank Syariah terhadap variabel pembiayaan bank syariah, namun pembiayaan bank syariah tidak berpengaruh terhadap jumlah kantor bank Syariah. Pada variabel Pertumbuhan ekonomi secara statistik tidak mempengaruhi jumlah kantor dengan probabilitas 0. 9035 > 0. Dan juga pada variabel jumlah kantor bank syariah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi/gdp dengan nilai probabilitas 0. 6653 > 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi variabel jumlah kantor bank syariah dan juga keadaan tersebut berlaku sebaliknya. Pengaruh yang ditunjukan pada tabel diatas bahwa variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh pada pembiayaan dengan probabilitas 0. 1643 > 0. Demikian juga pada variabel pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan probabilitas 0. 2558 > 0. Sehingga variabel pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi variabel pembiayaan bank syariah dan juga keadaan tersebut berlaku sebaliknya. Estimasi model VECM Hasil model VECM menggunakan metode Least Squares dengan eviews yang ditunjukan sebagai berikut: Tabel 4. Model VECM Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. JUMLAH_KANTOR PEMBIAYAAN R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Tabel 4 merupakan hasil estimasi menggunakan model VECM least squares. Hasil ini menunjukkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel independen pada penelitian ini adalah jumlah kantor bank syariah dan pembiayaan bank syariah, sedangkan variabel dependen ialah tingkat pertumbuhan ekonomi (GDP). Bahwa variabel independen jumlah kantor bank syariah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan varibel independen pembiayaan bank Syariah berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Dampak Jumlah Kantor Bank Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan uji korelasi, bahwa jumlah kantor bank syariah memiliki pengaruh kuat terhadap pertumbuhan ekonomi tetapi pada uji kausalitas, didapatkan bahwa secara statistik jumlah kantor tidak signifikan mempengaruhi Pertumbuhan ekonomi dan begitu juga sebaliknya. Meskipun jumlah kantor menjadi bentuk pelayanan bank syariah kepada nasabah/ masyarakat tetapi hal demikian tidak menjadi salah satu faktor dalam pertumbuhan ekonomi. Dampak Pembiayaan Bank Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi pada variabel pembiayaan bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh sangat kuat. Sedangkan pada uji kausalitas, variabel secara statistik tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Namun pada uji estimasi least squares VECM variabel pembiayaan bank Syariah memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjelaskan bahwa peran perbankan syariah khususnya bank syariah dengan produk pembiayaan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi sangat penting. Hal ini sesuai dengan penelitian Terminanto dan rama . , bahwa produk pembiayaan bank syariah berupa modal kerja dan investasi positif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Yang nantinya pembiayaan dari KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menganalisis pengaruh jumlah kantor bank syariah dan pembiayaan bank syariah terhadap ekonomi diindonesia. Output penelitian menghasilkan bahwa Bahwa jumlah kantor bank Syariah tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi sedangkan pembiayaan bank syariah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: Dalam upaya unuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi indonesia bank Syariah diharapkan mampu memberikan pembiayaan lebih banyak kepada masyarakat terutama pada modal Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu tambahan referensi mengenai perbankan syariah dan disarankan untuk peneliti selanjutnya menambah variabel independen lainya dari penelitian ini atau selain yang ada pada penelitian ini agar menambah literatur tentang bank syariah terhadap pertumbuhan perekonomian. DAFTAR PUSTAKA