Excellent Midwifery Journal Volume 8 No. Oktober 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP WUS DALAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN METODE IVA TEST DI PUSKESMAS SUKASARI TANGERANG Endah Dian Marlina*1. Nur Fitri Ayu Pertiwi2. Raudhatul Munawarah 3 1-3Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta i Email: marlina. endahdian@gmail. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang: Kanker serviks menempati peringkat kedua dengan 36. 633 kasus, atau 9,2% dari total kasus kanker, setelah kanker payudara yang menempati peringkat pertama. Cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks adalah melalui deteksi dini dengan tes Pap smear atau tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA-Tes. Tes IVA metode deteksi dini kanker serviks yang murah, dan juga dapat dilakukan oleh bidan atau staf pusat kesehatan masyarakat Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap WUS dalam deteksi dini kanker serviks menggunakan metode tes IVA di Puskesmas Sukasari. Tangerang pada tahun 2025 Metode: Jenis penelitian analitik pendekatan crosectional penelitian dilakukan di Puskesmas Sukasari pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 534 WUS yang sudah menikah dan sampel sebanyak 102 orang yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel total sampling. pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner oleh peneliti. Analisa data menggunakan uji chi square Hasil: Terdapat hubungan antara usia . = 0,. , pendidikan . = 0,. , paritas . = 0,. , dukungan suami . = 0,. , sumber informasi . = 0,. , dan tingkat pengetahuan . = 0,. terhadap sikap perempuan dalam melakukan tes PPN dini Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, sumber informasi, dan pengetahuan terhadap IVA-test. Kata Kunci: WUS. IVA test. Kanker Serviks. Deteksi Dini. Sikap ABSTRACT Background: Cervical cancer ranks second with 36,633 cases, or 9. 2% of total cancer cases, after breast cancer, which ranks first. The most effective way to prevent cervical cancer is through early detection with a Pap smear or Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test. The IVA test is an inexpensive method of early detection of cervical cancer, and can also be performed by midwives or community health center staff. Objective: To determine the factors associated with the attitudes of WUS towards early detection of cervical cancer using the IVA test method at the Sukasari Community Health Center. Tangerang in 2025. Methods: A crosectional analytical study was conducted at the Sukasari Community Health Center in 2025. The population in this study consisted of 534 married WUS, and the sample consisted of 102 people who met the criteria. The sampling technique used was total sampling. Data collection in this study was conducted through the distribution of questionnaires by the researcher. Data analysis used the chi-square test. Results: There was a relationship between age . = 0. = 0. , parity . = 0. , husband's support . = 0. , source of information . = 0. , and knowledge level . = 0. on women's attitudes towards early IVA testing. Conclusion: There is a significant relationship between age, education, parity, husband's support, source of information, and knowledge towards IVA testing. Keywords: WUS. IVA test. Cervical Cancer. Early Detection. Attitude LATAR BELAKANG Menurut World Health Organization (WHO), kanker serviks menempati urutan kedua dengan 633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker setelah kanker Kanker serviks tidak berbicara soal umur karena dapat menimpa semua perempuan. Adapun Kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak dengan jumlah 633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. Di Indonesia dengan rata-rata kematian 17 per 100. 000 penduduk yang diikuti kanker leher Rahim yaitu sebesar 23,4 per 100. 000 penduduk dengan kematian rata-rata 13,9 per 000 penduduk. Berdasarkan Riskesdas, tumor/kanker Indonesia menunjukkan adanya peningkatan 4 per 1000 penduduk pada tahun . Penyebab utama kanker serviks adalah adanya infeksi dari Human Papillomavirus (HPV). Infeksi HPV merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling sering di seluruh dunia yang diperkirakan telah menginfeksi sebanyak 290 juta Wanita. Beberapa faktor risiko infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks antara lain, hubungan seksual pertama kali saat usia muda, memiliki banyak pasangan seksual, merokok, menggunakan kontrasepsi oral, dan memiliki penyakit tertentu seperti herpes simpleks. Human Immunodeficiency Virus (HIV), atau koinfeksi dengan infeksi genital lainnya Original Research. Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah usia, jumlah paritas atau anak lahir hidup dan Selain itu, keterlambatan melakukan screening dapat menjadi faktor risiko Keterlambatan ini dipengaruhi oleh pendidikan, pendapatan, ras atau etnis, akses ke fasilitas kesehatan, dan kebiasaan sehari-hari seperti aktivitas fisik dan pola makan. Faktor sosiodemografis lain yang dapat pekerjaan, budaya, psikologis, dan dukungan suami. Dampak dari Penegakan diagnosis dan pengobatan Adapun dampak dari Wanita yang terkena kanker servik akan mengalami depresi, kecemasan dan penurunan kualitas hidup. Beberapa psikologis pasien seperti kanker dengan prognosis yang buruk, kondisi hidup yang sulit, situasi sosial, dan usia pasien masih muda, bahkan hingga terjadi emosional Diagnosis dan pengobatan dapat berdampak pada isolasi sosial dan pikiran akan kematian. Stres terkait kanker dapat timbul dalam beberapa dimensi. Dimensi ini termasuk gejala ekonomi 3fisik, eksistensi diri 3 lebih lagi kanker serviks mayoritas didiagnosa pada usia subur dimana pasien masih aktif melakukan kegiatan seksual 3 selain itu kanker serviks menghilangkan beberapa peran mereka sebagai istri dan ibu. 3 Jumlah WUS yang melakukan deteksi dini kanker leher rahim Provinsi Banten tahun 2019 yang dilaporkan sebanyak 359. WUS atau 46,94 persen, jumlah tersebut menurun drastis di tahun 2020 menjadi 11,6 persen atau hanya 213 WUS dari jumlah 2. perempuan usia 30 Ae 50 tahun yang melakukan . Penelitian menunjukkan 60% responden belum pernah melakukan Test IVA. Hasil menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara Sikap dan tingkat pengetahuan dengan p value 0,000 Sikap dengan p value 0,041, akses informasi dengan p vatue 0,000 dan dukungan suami dengan p value 0,000 dengan test IVA. 1 Sikap dan perilaku adalah dua konsep yang sering digunakan dalam kajian psikologi dan sosiologi. Kedua istilah ini memiliki keterkaitan erat dan membentuk kepribadian seseorang. Sikap mengacu pada evaluasi atau penilaian individu terhadap suatu objek, orang, atau situasi. Sementara itu, perilaku Adalah dilakukan oleh individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Adapun Prilaku serviks pada WUS akan berpengaruh terhadap Pengetahuan WUS itu sendiri, dimana ada faktor intrinsik yaitu pendidikan dan usia serta faktor ekstrinsik yaitu lingkungan, sosial budaya dan paritas. Keikutsertaan IVA dipengaruhi oleh akses informasi. Masih Indonesia deteksi dini kanker metode IVA tes. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya perilaku seseorang untuk melakukan deteksi dini kanker Perasaan malu, khawatir, pemeriksaan IVA karena ada pikiran tentang ada orang lain selain sesuatu ke dalam dirinya sehingga melakukan pemeriksaan IVA tes. Sedangkan WUS yang memiliki pengaruh positif terhadap Sikap WUS tentang skrining kanker serviks, sehingga Sikap yang positif ini dapat memberikan pengaruh yang baik juga terhadap skrining kanker Pengetahuan dan Sikap WUS yang positif akan mendorong WUS mengambil keputusan 3 dan setiap skrining kanker serviks dengan metode IVA. Dukungan yang sangat penting adalah dukungan dari suami serta dari petugas Kesehatan. METODE PENELITIAN Jenis menggunakan pendekatan crosectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, pengetahuan tentang pemeriksaan tes IVA dini di Puskesmas Sukasari pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 534 WUS yang sudah menikah dan sampel sebanyak 102 orang yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner oleh Data menggunakan uji chi square HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini dapat dilihat dari tabel 1 sampai tabel 6 teriri dari dara univariat dan bivariat: Tabel. 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden: Karakteristik Ibu Usia > 30-50 Tahun O 30 Tahun Pendidikan Pendidikan Dasar (SD. SMP) Pendidikan Tinggi (SMA. PT) Paritas Resiko rendah : Primipara Resiko Tinggi : Multipara Dukungan Suami Kurang mendukung Mendukung Sumber informasi Tidak menerima Menerima Pengetahuan Kurang Baik Sikap WUS Negatif Positif Sumber: Analisis Data Primer 2025 Frekuensi Tabel 2 Hubungan Faktor Usia Dengan Sikap WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Metode IVA test Usia 30-50 Tahun O30 Tahun Total Negatif Sikap WUS Positif Total 0,016 0,183 0,041 0,829 Tabel 3 Hubungan Faktor Pendidikan Dengan Sikap WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Metode IVA test Sikap WUS Pendidikan Negatif Positif Total Pendidikan Dasar 1,00318 46,1 0,046 2,573 6,601 Pendidikan Tinggi Total Tabel 4 Houngans Faktor Paritas Dengan Sikap WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Metode IVA test Sikap WUS Paritas Negatif Positif Total Primipara Multipara 58,8 0,028 2,741 1,1116,763 Total Tabel 5 Hubungan Faktor Dukungan Suami Dengan Sikap WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Metode IVA test Dukungan Suami Tidak Mendukung Mendukung Total Negatif Sikap WUS Positif Total 0,046 2,533 1,0046,394 Tabel 6 Hubungan Faktor Sumber Informasi Dengan Sikap WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Metode IVA test Sikap WUS Sumber Negatif Positif Total Informasi Tidak 1,801Menerima 0,001 4,796 12,774 Menerima Total Tabel 7 Hubungan Faktor Pengetahuan Dengan Sikap WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Metode IVA test Sikap WUS Pengetahuan Negatif Positif Total Kurang Baik 75,5 0,000 14,237 4,87741,561 Total Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur (WUS) yang melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA test di Puskesmas Sukasari Tangerang pada tahun 2025 berada dalam kelompok usia >30-50 tahun, yaitu sebanyak 92,2%, sedangkan hanya 7,8% yang berusia O30 tahun. Dari segi pendidikan, mayoritas WUS berpendidikan dasar (SD/SMP) sebanyak 53,9%, sementara sisanya 46,1% memiliki pendidikan tinggi (SMA/ Berdasarkan jumlah anak . , sebagian besar responden termasuk . 58,8%, sedangkan 41,2% tergolong risiko rendah . Dalam hal dukungan dari dukungan yakni sebesar 70,6%, 29,4% dukungan penuh dari suaminya. Sumber informasi juga berperan penting, di mana 52,9% responden menyatakan menerima informasi terkait deteksi dini kanker serviks dari tenaga kesehatan atau layanan media sosial, sedangkan 47,1% tidak memperoleh informasi dari kedua sumber tersebut. Sebagian besar responden juga memiliki pengetahuan yang baik tentang IVA test, yaitu sebesar 75,5%, dan sisanya 24,5% masih kurang pengetahuannya. Selain itu, mayoritas WUS menunjukkan sikap positif terhadap deteksi dini kanker serviks sebanyak 73,5%, sementara hanya 26,5% yang bersikap negative. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor usia dengan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA Puskesmas Sukasari Tangerang tahun 2025, dengan nilai p = 0,016 (< 0,. Wanita Usia Subur (WUS) yang berusia > 30 tahun sebagian besar bersikap positif informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya dan lebih bijaksana karena usia > 30 meningkat seiring bertambahnya IVA meningkatkan pengetahuan tentang IVA. Berdasarkan tabel 3 adalah Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan Pendidikan dengan sikap WUS mendeteksi dini kanker servik dengan nilai p 0. 046 (<0. maka adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA test di Puskesmas Sukasari Tangerang Berdasarkan tabel 4 Hubungan faktor paritas dengan sikap dalam melakukan deteksi dini kanker servik dengan hasil p value 0. maka memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap wanita usia subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA (Inspeksi Visual Asam Aseta. Berdasarkan Ada hubungan dukungan suami dengan sikap Wanita dalam melakukan deteksi dini kanker servik yaitu p 046 ( p,0. Maka ada hubungan dukungan suami dengan sikap WUS dalam deteksi kanker Berdasarkan tabel 6 menyatakan bahwa ada hubungan antara sumber informasi dengan sikap WUS dalam deteksi dini kanker servik dengan hasil Analisa uji chi square 0. <0. Berdasarkan tabel 7 menyatakan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan sikap WUS dalam deteksi dini kanker servik dengan hasil Analisa uji chi square 0. <0. PEMBAHASAN Berdasarkan hubungan yang bermakna secara statistic faktor usia dengan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA Puskesmas Sukasari Tangerang tahun 2025 Sejalan dengan penelitian . di Jatinegara, yang juga menemukan hubungan signifikan antara sikap dan minat IVA . = 0,. , kajian ini menggaris bawahi bahwa sikap positif banyak ditemukan pada Wanita usia >35 tahun. Mereka pengalaman keluarga atau teman dekat yang berkaitan dengan kanker serviks sehingga lebih termotivasi untuk mengikuti skrining IVA. Sejalan dengan penelitian Utami & Yulianti . yang menunjukkan dukungan suami dan keterpaparan informasi memengaruhi pelaksanaan IVA . = 0,. , penelitian ini terutama kuat pada kelompok usia >35 tahun yang sudah menikah. Interaksi sosial dan keluarga di usia ini mendorong mereka memiliki sikap lebih positif dalam melakukan deteksi dini IVA test. (M Fauza. A Aprianti, 2019. Ukhviyati, 2. Berdasarkan tabel 3 Sejalan dengan riset Pendidikan Kesehatan dan Pelaksanaan IVA Test oleh Nita . yang menunjukkan bahwa intervensi edukasi . eramah, diskusi, tanya pengetahuan dan pelaksanaan IVA . dari 55 peserta ikut IVA) secara signifikan . = 0,. Hal ini penting dalam membentuk sikap proaktif terhadap deteksi dini di Puskesmas Sukasari. Berdasarkan tabel 4 Paritas merupakan jumlah persalinan yang pernah dialami oleh seorang wanita, persalinan, semakin besar pula risiko wanita mengalami transformasi sel perubahan hormonal dan paparan infeksi berulang seperti HPV Wanita berdampak pada perlukaan dan trauma pada organ reproduksi dan akhir dari dampak luka tersebut akan memudahkan infeksi HPV sebagai penyebab lesi prakanker Selanjutnya perubahan hormonal bagi wanita selama kehamilan ketiga yang membuat wanita lebih mudah HPV pertumbuhan kanker. Berdasarkan tabel 5 Dukungan suami merupakan faktor penting yang memengaruhi sikap wanita usia subur (WUS) dalam melakukan khususnya melalui metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Suami sebagai mitra hidup memiliki peran besar dalam pengambilan keputusan, terutama dalam hal yang Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan dukungan suami, baik dalam bentuk emosional, informasi, memiliki kecenderungan sikap yang Hal motivasi, dan kesiapan psikologis istri untuk menjalani pemeriksaan deteksi dini secara tidak langsung akan berimbas kepada sikapnya terhadap pemeriksaan IVA. Berdasarkan tabel 6 Sumber informasi merupakan faktor paling sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap IVA test. Studi. di Puskesmas Wek I Padangsidimpuan bahwa rendahnya berbanding lurus dengan sikap negatif terhadap IVA. Dari 97 responden, 95,5 % yang memiliki melakukan IVA . = 0,. , dan 93,9 % dengan sikap negatif juga enggan mengikuti IVA test . = 0,. Hal ini menggarisbawahi bagaimana akses sikap kesiapan untuk mengikuti deteksi dini. Berdasarkan tabel 7 Pada studi di Puskesmas Wek Kota Padangsidimpuan bahwa 95,5% responden dengan pengetahuan rendah tidak tertarik mengikuti IVA test . = 0,. , dan 93,9% terhadap IVA test . = 0,. Temuan ini membuktikan adanya korelasi signifikan antara tingkat Pengetahuan yang rendah mengenai kanker serviks dan manfaat IVA berkontribusi besar terhadap sikap pasif atau bahkan negatif terhadap deteksi dini. Responden pengetahuan yang tinggi mengenai pemeriksaan IVA akan cenderung memiliki kesadaran yang besar untuk kesehatannya sehingga lebih besar pemeriksaan IVA. Hal ini dapat digambarkan pada hasil penelitian sebelumnya yang Lestari ,Responden pengetahuan yang rendah mengenai pemeriksaan IVA akan cenderung tidak menyadari bahaya kanker serviks dan pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. KESIMPULAN Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara, usia. Pendidikan, paritas, dukungan suami, sumber informasi pemeriksaan dini IVA test. SARAN Disarankan Kesehatan Konseling pemeriksaan dini IVA test. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan Puskesmas Sukasari yang telah memberikan izin penelitian dan terima kasih juga pada ibu WUS di wilayah Puskesmas Sukasari yang bersedia menjadi responden dalam penelitian ini . PENGUNGKAPAN KONFLIK KEPENTINGAN DAN SUMBER DANA Semua penulis tidak memiliki konflik kepentingan dalam artikel ini. REFERENSI