Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Hal : 63-67 E-ISSN : 3110-4665 PENGARUH TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI Vivin Dewi Safutri. Ayudita2 Program Studi Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kebidanan. Institut Citra International, *Email : vivindew20@gmail. ABSTRAK Nyeri menstruasi dirasakan di perut bagian bawah yang biasanya menjalar ke punggung, paha, selangkangan dan vulva. Kondisi ini dapat disertai mual, diare dan pusing. Saat menstruasi, remaja putri disertai perasaan takut dan berpikiran negatif sehingga akan membuat tingkat nyeri yang dirasakan semakin meningkat. Terapi SEFT dapat digunakan untuk menangani nyeri sebagai terapi non farmakologi yang menggabungkan teknik tapping di tubuh dengan terapi spiritual dan sistem energi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh terapi SEFT terhadap nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain PretestAePosttest Control Group Design yang membandingkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari 18 responden yang diberikan terapi SEFT, sedangkan kelompok kontrol berjumlah 18 responden tanpa pemberian terapi SEFT. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan nyeri menstruasi . -value = 0,. pada remaja putri di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025. Saran dalam penelitian ini yaitu remaja putri perlu menerapkan terapi SEFT sebelum menstruasi dan terutama pada saat mengalami nyeri menstruasi sebagai terapi non farmakologi dan tanpa efek Kata kunci : SEFT. Nyeri Menstruasi ABSTRACT Menstrual pain is typically felt in the lower abdomen and may radiate to the back, thighs, groin, and vulva. This condition may also be accompanied by nausea, diarrhea, and dizziness. During menstruation, adolescent girls often experience fear and negative thoughts, which can intensify the perceived pain. SEFT therapy can be used as a nonpharmacological method to manage pain by combining tapping techniques on specific body points with spiritual elements and the bodyAos energy system. The purpose of this study was to determine the effect of SEFT therapy on menstrual pain among adolescent girls in Mancung Village. Kelapa District. West Bangka Regency in 2025. This research employed a quasi-experimental method with a PretestAePosttest Control Group Design, involving two groups: an experimental group and a control group. The experimental group consisted of 18 respondents who received SEFT therapy, while the control group included 18 respondents who did not receive the therapy. The sampling technique used was purposive sampling, in which participants were selected based on specific criteria relevant to the study. Based on the results. SEFT therapy had a significant effect on reducing menstrual pain . -value = 0. among adolescent girls in Mancung Village. Kelapa District. West Bangka Regency in 2025. It is recommended that adolescent girls apply SEFT therapy before menstruation and especially when experiencing menstrual pain as a non-pharmacological method that is safe and free from side effects. Keywords: SEFT. Menstrual pain Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 PENDAHULUAN Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan biologis perempuan yang ditandai dengan dimulainya menstruasi. Namun, masa ini sering disertai masalah . yang dapat mengganggu aktivitas dan menimbulkan kecemasan. Secara global, prevalensi dismenorea berkisar antara 16Ae89,5% dengan angka tertinggi di Italia sebesar 84% (Calis, 2. , sedangkan di Indonesia mencapai 64,25% yang terdiri dari 9,36% dismenorea sekunder dan 54,89% dismenorea primer (Asmarani, 2. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, data menunjukkan peningkatan jumlah remaja putri setiap tahun, dan di Desa Mancung sekitar 65% di antaranya mengalami dismenorea (Pemerintah Desa Mancung. Penanganan dismenorea umumnya dilakukan secara farmakologis, namun penggunaan obat jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan dan ketergantungan obat, nonfarmakologis yang aman dan efektif (Partiwi et al. , 2. Salah satu terapi yang mulai banyak digunakan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yaitu metode yang menggabungkan aspek spiritual, psikologis, dan fisiologis melalui teknik tapping pada titik energi tubuh disertai doa dan afirmasi positif untuk meredahkan nyeri mestruasi melalui pelepasan endorfin (Ningsih & Ningrum, 2. SEFT terbukti mampu memberikan efek relaksasi, menenangkan sistem saraf, dan menurunkan intensitas nyeri (Rahmana. Berdasarkan fenomena dan data tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025. METODE Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan model PretestAe Posttest Control Group Design, karena dianggap mampu menguji hubungan sebab akibat secara lebih kuat pada kondisi penelitian yang tidak memungkinkan randomisasi penuh (Sugiyono, 2. Penelitian melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan terapi SEFT dan kelompok kontrol tanpa perlakuan, masing-masing berjumlah 18 responden. Pemilihan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono. Variabel independen dalam penelitian ini adalah terapi SEFT, sedangkan variabel dependen adalah nyeri menstruasi dan tingkat kecemasan yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Populasi penelitian terdiri dari 160 remaja putri di Desa Mancung, dan penentuan jumlah sampel mengacu pada tabel persentase sampling. Penelitian dilaksanakan pada AgustusAe September 2025 dengan pengumpulan data melalui pretest dan posttest, menggunakan instrumen berupa informed consent, lembar NRS. HARS, dan checklist SEFT. Data dianalisis melalui tahapan editing, coding, tabulating, entry, dan cleaning sebelum dilakukan analisis univariat dan uji t dua sampel bebas. Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Umur Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Umur 11-14 tahun 15-17 tahun Total Berdasarkan tabel 1 di atas, sebagian besar responden berusia 11Ae14 tahun sebanyak 25 orang . ,4%), sedangkan usia 15Ae17 tahun sebanyak 11 orang . ,6%), sehingga dapat disimpulkan bahwa responden terbanyak berada pada kelompok usia 11Ae14 tahun. Pendidikan. Data karakteristik responden berdasarkan pendidikan bertujuan untuk mengetahui keragaman dari responden berdasarkan pendidikan. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pendidikan Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Umur SMP SMA Total Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa responden paling banyak dengan latar pendidikan SMP sebanyak 21 orang . ,4%) dan paling sedikit pendidikan SD sebanyak 7 orang . ,4%). Tabel 3. Rata-rata Skor Nyeri Menstruasi pada Kelompok Eksperimen Pretest Nyeri Menstruasi Postest Nyeri Menstruasi Mean Std. Deviation Std. Error Mean Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki rata-rata skor nyeri menstruasi pada pretest sebesar 5,89 dan postest sebesar 3,94. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan skor nyeri menstruasi setelah dilakukan terapi SEFT. Tabel 4. Rata-rata Skor Nyeri Menstruasi pada Kelompok Kontrol Pretest Kontrol Nyeri Menstruasi Postest Kontrol Nyeri Mean Std. Deviation Std. Error Mean Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki rata-rata skor nyeri menstruasi pada pretest sebesar 5,17 dan postest sebesar 5,17. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat penurunan skor nyeri menstruasi. Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Tabel 5. Hasil Uji Independent Sample T-test Nyeri Menstruasi Hasil Nyeri Menstruasi Equal Equal variances not Sig. - taile. Berdasarkan table 5 diatas didapatkan hasil dengan menggunakan Uji T diperoleh nilai pvalue = 0,002 atau lebih kecil dari nilai . Berdasarkan hasil statistik dapat disimpulkan bahwa Ha diterima artinya terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa terapi SEFT memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025. Nyeri menstruasi sendiri merupakan keluhan berupa kram pada bagian bawah perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi SEFT digunakan sebagai metode nonfarmakologi dengan menggabungkan teknik tapping pada titik tertentu di tubuh, afirmasi positif, serta pendekatan spiritual untuk menyeimbangkan sistem energi tubuh. Melalui proses relaksasi SEFT menenangkan sistem saraf, mengurangi ketegangan otot, menstabilkan emosi, dan meningkatkan produksi endorfin sehingga persepsi terhadap rasa sakit berkurang. Hasil uji statistik menggunakan Uji T menunjukkan nilai p-value = 0,002 (< 0,. , sehingga Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan nyeri menstruasi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hamidah et al. yang melaporkan bahwa SEFT berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri, depresi, dan stres pada pasien kanker serviks, karena teknik ini mengombinasikan relaksasi pikiran-tubuh dengan sistem energi. Penelitian Hakam juga menunjukkan bahwa kombinasi SEFT dengan terapi analgesik lebih efektif menurunkan nyeri dibandingkan analgesik saja. Demikian pula, penelitian Gayatri et al. menemukan bahwa terapi SEFT secara signifikan mengurangi kecemasan, stres, depresi, dan nyeri serta meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berasumsi bahwa SEFT menurunkan intensitas nyeri menstruasi melalui aktivasi saraf parasimpatis saat tapping, yang meningkatkan relaksasi otot polos uterus, menurunkan hormon stres . , dan meningkatkan endorfin sehingga nyeri dapat berkurang secara efektif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Kelompok eksperimen yang diberikan terapi SEFT memiliki rata-rata skor nyeri menstruasi pada pretest sebesar 5,89 dan postest sebesar 3,94. Sedangkan rata-rata skor tingkat kecemasan pada pretest sebesar 24,28 dan postest sebesar 11,00. Terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Mancung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025 dengan nilai p-value . Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 DAFTAR PUSTAKA