PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. April 2025 Hal. e-ISSN: 2774-7921 Sosialisasi Penanganan Bullying Pada Siswa MTs Sunan Gunung Jati Katemas Chusnul Chotimah1*. Hidayatur Rohmah2. Afif Rifqy Ashiddiqi 3. Bella Ayu Amanda4. Ira Finnoura Ardhania5. Surya Grandis Lestari6. Annisa Rahma Aulia7. Muhammad Yunani Yunus8 1,2,3,4,5,6,7,8 Universitas KH. Wahab Hasbullah *Email: chusnulchotimah@unwaha. ABSTRACT Bullying is often carried out by teenagers in the school environment. Bullying is carried out by a certain person or group to hurt someone physically or psychologically and make the victim traumatized and depressed. Due to the frequent occurrence of bullying in schools, researchers held outreach at MTs Sunan Gunung Jadi Katemas so that students would understand the dangers of The research method used is the socialization method. With this socialization, it is hoped that it will be able to reduce or even eliminate bullying that occurs in schools. The result of this socialization is a change that occurs in the understanding of the participants who take part in the socialization in the school environment. Keywords: Bully. School. Students. ABSTRAK Tindakan bullying banyak dilakukan oleh remaja-remaja dilingkungan sekolah. Bullying ini dilakukan seseorang atau kelompok tertentu untuk menyakiti seseorang melalui fisik atau psikologis dan membuat korban trauma dan tertekan. Dilatar belakangi sering terjadinya bullying di sekolahan peneliti mengadakan sosialisasi di MTs Sunan Gunung Jadi Katemas sehingga nantinya para siswa menjadi faham akan bahayanya bullying. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode sosialisasi. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan tindak bullying yang terjadi di sekolahan. Hasil dari sosialisasi ini adalah perubahan yang terjadi pada pemahaman para peserta yang mengikuti sosialisasi di lingkungan sekolahan. Kata Kunci: Bully. Sekolah. Siswa. PENDAHULUAN Manusia dalam kehidupan sosial mempunyai beberapa fase. Saat masih kecil, seorang anak akan tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan keluarga. Pertama kali anak berinteraksi yaitu dengan orang tua atau keluarga terdekat. Orang tua akan menanamkan nilai-nilai perilaku pada anaknya di tahap Seorang anak akan tumbuh dan berkembang menjadi dewasa atau remaja dan akan berinteraksi dengan lingkungan yang lebih besar yaitu masyarakat sekitar(Khusni, 2. Perilaku remaja juga akan meningkat dan akan menyesuaikan usianya dan akan sering berkomunikasi dengan teman-teman seusianya. Komunikasi ini secara langsung akan meningkatkan perilaku sosial diusia remaja. Dalam berperilaku sosial ini, sifat perilaku anak-anak sangat tergantung dari perilaku yang ditanamkan pada keluarga mereka yaitu dari orang tua, baik dan buruknya perilaku juga tergantung dari apa yang diajarkan keluarga tersebut. Pada tahap ini, anak-anak akan belajar berperilaku dari apa yang diajarkan orang tuanya disaat masih kecil. Apabila perilaku yang diajarkan disaat masih kecil kurang terserap dengan baik maka akan menimbulkan perkembangan psikologi serta perilakunya kurang baik. Salah satu pengaruhnya yaitu banyak anakanak muda yang berperilaku diluar batas kenormalam seperti kenakalan remaja atau perilaku yang tidak baik lainnya, contohnya bullying(Bachri et , 2. Bullying berasal dari bahasa inggris kata bully artinya suatu kata yang mengacu pada pengertian gertakan, mengertak, atau menganggu yang mengacu pada pengertian adanya ancaman yang dilakukan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 seseorang terhadap orang lain atau pelaku terhadap korban yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbanya berupa stres, tarauma yang muncul dalam bentuk gangguan fisik, atau psikis atau keduanya, sehingga arti yang lebih luas dari bullying adalah suatu bentuk perilaku yang memberikan kontrol atas tindakan yang berulang untuk menganggu anak lain yang dianggap lebih lemah dari mereka. Tindakan bullying ini sudah banyak dilakukan oleh remaja-remaja dilingkungan sekolah. Bullying ini dilakukan seseorang atau kelompok tertentu untuk menyakiti seseorang melalui fisik atau psikologis dan membuat korban trauma dan tertekan(Febritanti, 2. Remaja atau anak- anak yang melakukan tindakan ini tidak mengenal jenis kelamin atau umur. Salah satu penyebabnya adalah dari faktor keluarga, lingkungan sekitar, tayangan televisi maupun media Korban bullying banyak yang mengalami masalah kesehatan termasuk gangguan fisik atau mental. Resiko lain yang dikhawatirkan dan sangat merugikan remaja atau anak yaitu masalah mental yang meliputi masalah depresi, kesehatan fisik . etegangan otot, sakit perut dan lain-lai. , kegelisahan yang selalu menghantui, serta rasa tidak nyaman ketika ke seoklah atau tempat umum dan akan mempengaruhi prestasi disekolah dan perilaku mereka di masyarakat(Sosial, 2. Untuk itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami berusaha untuk membantu para generasi muda khususnya para remaja dengan mengadakan sosialisasi mengenai Pencegahan Bullying di era Millenial. Dimana kami memberikan edukasi penggambaran terhadap terkait mengenai bullying, dampak apa saja yang didapat oleh pelaku maupun korban dan bagaimana cara pencegahannya jika terjadi bullying tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di MTs Sunan Gunung Jati di Desa Katemas. Kegiatan ini dilaksanakan pada program kerja KKN. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para siswa-siswi dan mengurangitindakan bullying di lingkungan sekolah. METODE Metode yang diterapkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa yakni menggunakan metode Dengan mendatangkan narasumber yang mumpuni dalam bidangnya. Sosialisasi adalah proses belajar untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk cara bertindak, berpikir, dan merasakan. Sosialisasi memiliki beberapa tujuan, di antaranya: A Membantu individu mengetahui identitas dirinya. A Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. A Menanamkan nilai dan kepercayaan yang ada di masyarakat. Sosialisasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sekunder. Sosialisasi primer terjadi dalam keluarga, sedangkan sosialisasi sekunder terjadi dalam masyarakat(Wardah et al. , 2. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan AuSosialisasi Penanganan BullyingAy adalah Siswa siswi MTs Sunan Gunung Jati Desa Katemas . Kegiatan ini dilaksanakan di MTs Sunan Gunung Jati Desa Katemas Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang dengan jumlah peserta 35 orang termasuk dengan tenaga Kemudian mahasiswa Universitas KH A. Wahab Hasbullah sebagai pengusul Program Sosialisasi Penanganan Bullying dengan mengundang narasumber yang ahli dalam bidangnya. Gambar. Penetuan Tema Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Gambar. Perizinan Untuk Seminar Gambar. Pembuatan Pamflet Gambar. Kegiatan Seminar HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dilaksanakan di MTs Sunan Gunung Jati Desa Katemas. dengan memberikan gambaran atau penjelasan untuk mempresentasikan mengenai bullying. Dimana di MTs Sunan Gunung Jati ini termasuk dalam wilayah Kelurahan Kudu, sehingga kami melakukan sosialisasi ini di sekolah tersebut dan tanggapan dari pihak sekolah pun cukup baik dalam kegiatan KKN ini. Sosialisasi ini memiliki tujuan seperti yang dijelaskan diatas untuk mencegah terjadi bullying, karena pada saat ini banyak sekali kejadian hal ini dilingkungan sekitar yang tidak bisa dicegah. Pengaruh dari lingkungan yang sering sekali menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter seseorang untuk melakukan bullying, terkadang dorongan dari pengaruh tekonologi yang semakin berkembang dengan pesat menjadi pendukung yang cukup tinggi. Teknologi yang semakin pesat ini tidak bisa dihindarkan, karena hal tersebut sebagai Hal ini menjadikan seseorang terutama anak-anak lebih mudah mendapatkan sesuatu didalamnya, seperti tontonan yang mereka dapatkan atau informasi yang mereka dapat menjadi hal yang sering ditiru terutama oleh para remaja. Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying ini diadakan untuk mengurangi dan mengantisipasi permasalahan yang sering terjadi. Bullying sendiri sangat rentan bagi psikologi seseorang terutama para anak-anak. Dampak yang ditimbulkan pun sangat mengkhawatirkan, sehingga mengancam diri si korban. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Dalam hal ini kami memberikan informasi kepada siswa/i MTs Sunan Gunung Jati terhadap bullying, dimana makin hari kasus bullying semakin meningkat. Kami memberikan dorongan semangat motivasi kepada siswa/i MTs Sunan Gunung Jati untuk tidak melakukan bullying kepada temannya atau orang lain yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain. Salah satu cara yang kami lakukan adalah melakukan kegiatan yang bersifat kerja sama tim dan toleransi yang saling koordinasi terhadap setiap teman-teman mereka. Kegiatan yang dilakukan sebuah permainan yang membentuk karakter siswa/i untuk bekerja sama, sportif dan saling menghargai satu sama lain. Dengan kegiatan ini terbentuklah karakter siswa/i ini menjadi lebih baik, tidak lagi ada kesenjangan diantara mereka dan belajar untuk menghargai satu sama lain. Dalam kegiatan ini kami berusaha untuk menciptakan keselarasan dan semangat yang penuh untuk mewujudkan suatu hal yang bisa menjadi suatu prestasi yang SIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema KKN-PPM, dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut: A Memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada siswa siswi MTs Sunan Gunung Jati mengenai sosialisasi penanganan bullying sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan siswa terhadap kasus bullying. A Mendorong pemahaman siswa siswi mengenai bahaya dari bullying. A Mendukung program AuSTOP BULLYINGAy dengan mengadakan sosialisasi penanganan bullying bagi siswa siswi Mts Sunan Gunung Jati. Secara keseluruhan, peserta sosialisasi memberikan respons yang positif terhadap kegiatan sosialisasi, disamping itu guru juga ikut mendukung berjalannya kegiatan sosialisasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kasus bullying. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 DAFTAR RUJUKAN Bachri. Putri. Sari. , & Ningsih. Pencegahan Perilaku Bullying Pada Remaja. Jurnal Salingka Abdimas, 1. , 30Ae36. https://doi. org/10. 31869/jsam. Febritanti. Perilaku Bullying Pada Remaja. Jurnal Pengabdian Dinamika, 10. , https://doi. org/10. 62870/dinamika. Khusni. Fase Perkembangan Anak Dan Pola Pembinaannya Dalam Perspektif Islam. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 2. https://doi. org/10. 21274/martabat. Sosial. JURNAL PASTORAL KONSELING Dewi Revisi Publish. , 11944Ae Wardah. Hastuti. , & Krisnatuti. Pengaruh Metode Sosialisasi Orangtua Dan Kontrol Diri Terhadap Karakter Sopan Santun Remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 9. https://doi. org/10. 21831/jpk.