EKONOMI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. Desember 2025 Hal. 149 - 153 e-ISSN: 2774-6755 Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK EP Bagi Pelaku UMKM UD. Kusuma Bali Mandiri Cabang Karangasem Adisti Maharani Krisna*. Ni Putu Kusuma Widanti. Ni Wayan Septia Wini. Ida Ayu Agung Paramitaswari. Ni Kadek Pajar Kusumawati Akademi Keuangan dan Perbankan Denpasar *Email: mdisti195@gmail. ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a vital role in the national economy, including in Karangasem Regency. Bali. One active business player in this region is UD. Kusuma Bali Mandiri. Karangasem Branch, which is facing challenges in preparing financial reports in accordance with the Financial Accounting Standards for Entities Without Public Accountability (SAK EP). The manual recording of transactions results in low-quality financial information, hampering decision-making, access to financing, and business performance evaluation. In response, a team of lecturers from the Denpasar Academy of Finance and Banking (AKABA) conducted community service activities in the form of training on preparing financial reports based on SAK EP. This activity aims to improve the understanding and skills of MSMEs in preparing accurate, systematic financial reports in accordance with accounting The implementation method included lectures, practical tutorials using spreadsheet software, and interactive discussion sessions oriented to partner needs. The results of the activity showed a significant increase in participants' ability to understand basic accounting concepts and the application of SAK EP in financial recording. Through this training, it is hoped that MSMEs will be able to implement more professional and transparent financial governance and support business sustainability. This program also serves as a tangible form of higher education's contribution to community empowerment and improving financial literacy in the region. Keywords: Financial Reports. MSMEs. SAK Entities Without Public Accountability (SAK EP) ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian nasional, termasuk di Kabupaten Karangasem. Bali. Salah satu pelaku usaha aktif di wilayah ini adalah UD. Kusuma Bali Mandiri Cabang Karangasem, yang menghadapi kendala dalam penyusunan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK EP). Pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual menyebabkan rendahnya kualitas informasi keuangan, sehingga menghambat proses pengambilan keputusan, akses pembiayaan, dan evaluasi kinerja usaha. Menanggapi hal tersebut, tim dosen dari Akademi Keuangan dan Perbankan (AKABA) Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EP. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang akurat, sistematis, dan sesuai standar akuntansi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, tutorial praktis menggunakan perangkat lunak spreadsheet, serta sesi diskusi interaktif yang berorientasi pada kebutuhan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta memahami konsep akuntansi dasar dan penerapan SAK EP dalam pencatatan Melalui pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM mampu menerapkan tata kelola keuangan yang lebih profesional, transparan, serta mendukung keberlanjutan usaha. Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi keuangan di daerah. Kata Kunci: Laporan Keuangan. SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK EP). UMKM Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung dalam penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerataan ekonomi di berbagai daerah (Krisna & Widanti, 2. Hal ini sejalan dengan pandangan yang menyatakan bahwa keberadaan UMKM menjadi elemen penting dalam memperkuat struktur ekonomi lokal dan nasional (Lestari Nasution et al. , 2. Salah satu pelaku usaha yang aktif di wilayah Kabupaten Karangasem. Bali, adalah UD. Kusuma Bali Mandiri Cabang Karangasem, yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi barang konsumsi lokal. Meskipun menunjukkan perkembangan usaha yang cukup baik, unit usaha ini masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK EP). Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM tersebut terletak pada sistem pencatatan transaksi keuangan yang masih dilakukan secara manual dan tidak terstandar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya akurasi informasi keuangan yang dihasilkan, sehingga menyulitkan pengelola usaha dalam melakukan analisis laba rugi, mengontrol arus kas, dan mengambil keputusan strategis secara tepat. Selain itu, keterbatasan pemahaman terhadap penerapan SAK EP juga menghambat kemampuan UMKM dalam memenuhi persyaratan administrasi keuangan yang dibutuhkan untuk memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal seperti perbankan (Wimanda et al. , 2. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor UMKM, khususnya dalam aspek literasi keuangan dan pemahaman akuntansi yang sesuai dengan standar nasional. Sebagai bentuk respon terhadap permasalahan tersebut, tim dosen dari Akademi Keuangan dan Perbankan (AKABA) Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EP. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya laporan keuangan yang sesuai standar, serta keterampilan praktis dalam menyusunnya menggunakan perangkat lunak sederhana seperti Microsoft Excel. Adapun perumusan masalah dalam kegiatan ini adalah: . bagaimana meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap konsep dasar akuntansi dan penerapan SAK EP dalam penyusunan laporan keuangan, serta . bagaimana memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan laporan keuangan berbasis teknologi sederhana agar proses pencatatan keuangan menjadi lebih efisien, akurat, dan dapat Berdasarkan rumusan tersebut, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya sesuai dengan SAK EP. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk: . memberikan pengetahuan mengenai pentingnya standar akuntansi dalam pelaporan keuangan. melatih pelaku UMKM menyusun laporan keuangan meliputi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. mendorong penggunaan teknologi sederhana dalam proses pencatatan dan pelaporan agar tercipta sistem keuangan yang lebih profesional dan transparan. Secara teoretis, kegiatan ini berlandaskan pada beberapa kajian literatur yang relevan. (Anggraeni & Lenggono, 2. menegaskan bahwa laporan keuangan berfungsi sebagai alat utama dalam menilai kinerja usaha dan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sementara itu, menyoroti pentingnya penerapan teknologi informasi dalam pencatatan keuangan UMKM untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data Lebih lanjut, (Waruwu, 2. menunjukkan bahwa kesiapan UMKM dalam menerapkan SAK EP sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi akuntansi dan dukungan pelatihan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dalam meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas keuangan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan, tetapi juga berorientasi pada penguatan tata kelola keuangan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan yang partisipatif dan aplikatif, diharapkan hasil kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dari Akademi Keuangan dan Perbankan (AKABA) Denpasar dengan melibatkan pelaku usaha UD. Kusuma Bali Mandiri Cabang Karangasem sebagai mitra. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Sugiyono, 2. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 . articipatory approac. , di mana pelaku UMKM berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga penerapan hasil pelatihan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama tiga tahap utama, yaitu: Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan observasi awal dan wawancara langsung dengan pihak manajemen UD. Kusuma Bali Mandiri untuk mengidentifikasi permasalahan pengelolaan keuangan dan kebutuhan Tim kemudian menyusun modul pelatihan yang berisi materi tentang konsep dasar akuntansi, pengenalan SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK EP), serta praktik penyusunan laporan keuangan menggunakan perangkat lunak sederhana seperti Microsoft Excel. Tahap Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dalam bentuk ceramah interaktif, tutorial langsung, dan diskusi kelompok kecil. Sesi pertama berfokus pada pemahaman teori akuntansi dan standar SAK EP, sedangkan sesi kedua diarahkan pada praktik penyusunan laporan keuangan meliputi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Peserta juga diberikan contoh kasus transaksi yang relevan dengan kegiatan operasional UD. Kusuma Bali Mandiri untuk melatih kemampuan analisis dan pencatatan akuntansi. Tahap Evaluasi dan Pendampingan Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Selain itu, tim melakukan pendampingan pascapelatihan guna memastikan penerapan hasil kegiatan dalam operasional sehari-hari. Evaluasi program dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, peningkatan skor hasil post-test dibandingkan pre-test menjadi indikator utama peningkatan Secara kualitatif, keberhasilan dilihat dari kemampuan peserta dalam: Menyusun laporan keuangan sederhana sesuai SAK EP. Memahami struktur laporan keuangan dan fungsi tiap komponen. Menggunakan Excel untuk pencatatan transaksi dan perhitungan laba rugi. Tabel 1. Indikator Keberhasilan Program Pengabdian Indikator Capaian Target Capaian Aktual Peningkatan pemahaman SAK EP Ou 75% peserta memahami konsep Kemampuan penyusunan laporan 70% peserta mampu Menyusun keuangan sederhana laporan keuanagn Peningkatan penggunaan excel dalam 60% pencatatan keuangan mengaplikasikan excel Tingkat kepuasan peserta terhadap Ou 80% respon positif HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EP di UD. Kusuma Bali Mandiri berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung, terutama saat praktik penyusunan laporan keuangan. Pada sesi awal, hasil pretest menunjukkan sebagian besar peserta belum memahami konsep dasar akuntansi dan struktur laporan Namun setelah mengikuti pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman dan keterampilan teknis. Secara keseluruhan, kegiatan menghasilkan beberapa luaran utama, yaitu: Modul pelatihan akuntansi berbasis SAK EP yang dapat digunakan kembali oleh mitra untuk pelatihan Template Excel laporan keuangan sederhana, yang memudahkan pelaku usaha mencatat transaksi dan menyusun laporan secara mandiri. Peningkatan literasi keuangan pelaku UMKM, terutama dalam memahami fungsi laporan keuangan sebagai alat perencanaan dan pengambilan keputusan usaha. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 52,3% . re-tes. menjadi 85,7% . ost-tes. , yang menggambarkan peningkatan pengetahuan sebesar 33,4 poin. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Pada Bab Hasil dan Pembahasan terdiri dari Sub-bab Hasil dan Sub-bab Pembahasan. AuHasilAy berisi deskripsi tentang hasil dari proses pengabdian masyarakat, yaitu penjelasan tentang dinamika proses pendampingan . agam kegiatan yang dilaksanakan, bentuk-bentuk aksi yang bersifat teknis atau aksi program untuk memecahkan masalah komunita. Juga menjelaskan munculnya perubahan sosial yang diharapkan, misalnya munculnya pranata baru, perubahan perilaku, munculnya pemimpin lokal . ocal leade. , dan terciptanya kesadaran baru menuju transformasi sosial, dan sebagainya. Gambar 1. Observasi Awal Gambar 2. Ceramah Interaktif Pembahasan Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung lebih efektif dibandingkan penyampaian teori semata. Peserta lebih mudah memahami konsep akuntansi ketika diberikan contoh kasus nyata dari kegiatan operasional usahanya sendiri. Selain itu, penggunaan Excel sebagai alat bantu pencatatan terbukti sangat relevan bagi pelaku UMKM karena tidak memerlukan biaya tambahan dan mudah diterapkan. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan bukan karena ketidakmampuan intelektual, melainkan karena kurangnya paparan terhadap praktik akuntansi formal. Setelah mendapatkan pelatihan, sebagian besar peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan usaha dan berencana menerapkan sistem Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 pencatatan yang lebih terstruktur. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan untuk kegiatan serupa di masa depan. Pertama, durasi pelatihan yang terbatas menyebabkan beberapa peserta belum sempat mempraktikkan seluruh materi secara mendalam. Kedua, ketersediaan perangkat komputer/laptop peserta masih terbatas, sehingga pelaksanaan praktik perlu dilakukan bergantian. Oleh karena itu, ke depan disarankan agar kegiatan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyediakan sesi lanjutan . oaching clini. untuk memperdalam penerapan akuntansi berbasis SAK EP. SIMPULAN Simpulan Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK EP) bagi pelaku UMKM UD. Kusuma Bali Mandiri Cabang Karangasem berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep akuntansi, kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, serta keterampilan menggunakan Excel untuk pencatatan transaksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman sebesar 33,4 poin antara pre-test dan post-test. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif yang menggabungkan teori dan praktik nyata dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran pada pelaku UMKM. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan usaha. Rekomendasi