Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pendampingan UMKM Palem Sari dalam Peningkatan Kapasitas Usaha di Era Digital Denny Putri Hapsari1*. Derry Ayyub2 1Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya 2Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya dennyputri76@gmail. ABSTRAK UMKM Palem Sari merupakan salah satu pelaku usaha mikro yang bergerak di bidang produksi tahu Sumedang dan makanan oleh-oleh khas daerah yang berlokasi di Kota Serang. Banten. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar. UMKM ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam manajemen usaha, pemasaran digital, pencatatan keuangan sederhana, serta pengemasan produk yang belum optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM Palem Sari di Kota Serang. Banten, melalui pemanfaatan teknologi digital. Berdasarkan hasil observasi awal, mitra menghadapi permasalahan dalam pemasaran digital, belum memiliki pencatatan keuangan yang terstruktur, dan belum memanfaatkan platform digital secara optimal. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelaksanaan pelatihan literasi digital, serta pendampingan penggunaan marketplace dan aplikasi pembukuan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam menggunakan media sosial (Instagram. Faceboo. , pemanfaatan marketplace (Shopee. Go Foo. , dan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi BukuKas. Dampak signifikan terlihat dari peningkatan pendapatan harian sekitar 20% serta sistem usaha yang lebih tertata. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi UMKM dalam menghadapi tantangan di era digital. Kata kunci: UMKM, digitalisasi, pemasaran digital, pembukuan, marketplace ABSTRACT Palem Sari MSME is a micro-enterprise engaged in the production of tahu Sumedang (Sumedang tof. and traditional local snacks, located in Serang City. Banten. Despite its strong market potential, the business faces several challenges, including limited business management capabilities, lack of digital marketing skills, inadequate financial recordkeeping, and suboptimal product This community service program aims to enhance the business capacity of Palem Sari, a microenterprise located in Serang City. Banten, through the utilization of digital technology. Initial observations revealed challenges in digital marketing, the absence of structured financial records, and limited use of digital platforms. The activities were conducted using participatory and educational approaches, including needs assessmentdigital literacy workshops, and mentoring in using online marketplaces and digital bookkeeping apps. The results indicated improved digital capabilities of the partner in using social media (Instagram. Go Foo. , utilizing marketplaces (Shopee. Tokopedi. , and recording transactions using the BukuKas app. A significant impact was observed in the form of a 20% increase in daily revenue and a more structured business system. This program demonstrates that technology-based mentoring can be an effective solution for microenterprises to face challenges in the digital era. Keywords: MSMEs, digitalization, digital marketing, bookkeeping, marketplace SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN UMKM Palem Sari merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Kota Serang. Banten, yang bergerak dalam produksi tahu Sumedang dan makanan oleh-oleh khas daerah. Sebagai UMKM yang telah bertahan selama beberapa tahun. Palem Sari memiliki potensi besar untuk dihasilkan memiliki daya tarik lokal dan pasar yang luas. Namun demikian, dalam era digital yang semakin dinamis. UMKM ini menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan kapasitas usaha, terutama dalam hal pemasaran digital, manajemen keuangan yang terdigitalisasi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung efisiensi operasional dan perluasan pasar. Berdasarkan observasi awal, mitra belum memiliki sistem pencatatan konvensional, serta belum memanfaatkan media sosial dan marketplace secara Kondisi ini sejalan dengan temuan Kementerian Koperasi dan UKM . , yang menyatakan bahwa lebih dari 60% UMKM di Indonesia belum terintegrasi dengan ekosistem digital secara optimal, meskipun digitalisasi peningkatan produktivitas dan akses pasar (KemenkopUKM, 2022. Bank Indonesia. Studi literatur mendukung bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan pendapatan dan efisiensi UMKM apabila didukung oleh pelatihan dan pendampingan yang tepat (Wijaya & Rahmawati, 2021. Dewi & Sudaryanto. Media sosial telah menjadi alat penting dalam menjangkau konsumen baru, membangun brand awareness, serta menjaga loyalitas pelanggan secara berkelanjutan (Kotler & Keller, 2016. Taneja & Toombs, 2. Selain itu, penggunaan aplikasi pembukuan digital juga terbukti membantu pelaku UMKM mengelola keuangan, serta menyusun laporan keuangan yang diperlukan untuk akses pembiayaan (Susanti et al. , 2020. Pratiwi & Nugroho, 2. Masih rendahnya tingkat literasi digital dan keuangan UMKM di Indonesia menjadi penghalang utama dalam proses adaptasi terhadap transformasi digital (OECD. Purwaningsih, 2. Oleh karena pendampingan intensif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan kapasitas adaptif UMKM terhadap perubahan lingkungan bisnis digital (Yuliani & Wulandari, 2. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi UMKM Palem Sari, melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang meliputi: literasi digital, pemanfaatan media sosial dan marketplace, serta penggunaan aplikasi pembukuan digital sederhana. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM Palem Sari melalui pemanfaatan teknologi Manfaat yang diharapkan antara lain: terwujudnya sistem usaha yang lebih tertata dan terdokumentasi, peningkatan daya saing produk lokal, serta perluasan pasar secara daring melalui berbagai platform digital. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, di mana mitra terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan agar proses transfer ilmu dan teknologi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya memberikan membangun interaksi dua arah antara tim pengabdi dan mitra, sehingga solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil yang dihadapi UMKM Palem Sari. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan secara rinci adalah sebagai Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Identifikasi Masalah Kebutuhan Mitra Tahap awal pelaksanaan kegiatan diawali dengan proses identifikasi masalah dan kebutuhan mitra yang dilakukan melalui observasi langsung ke lokasi usaha UMKM Palem Sari, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta diskusi terbuka dengan anggota keluarga yang turut terlibat dalam operasional. Hasil dari tahap ini menunjukkan bahwa mitra memiliki tantangan dalam hal pemasaran digital, belum memiliki pencatatan keuangan yang sistematis, serta belum memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Tahap ini penting dilakukan agar program pengabdian dapat disusun secara tepat sasaran dan sesuai konteks permasalahan di lapangan. Perencanaan Program Berdasarkan hasil identifikasi awal, tim pengabdi kemudian menyusun rencana kegiatan yang terdiri dari rangkaian pelatihan dan pendampingan. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi: Pemanfaatan media sosial untuk promosi produk. Strategi platform marketplace (Shopee dan Go Foo. Penggunaan aplikasi pembukuan digital sederhana . eperti BukuKas atau Catatan Keuangan Digital Tips branding dan visualisasi produk untuk pasar digital. Perencanaan juga mencakup penyusunan jadwal kegiatan, pembagian peran dalam tim pengabdi, serta penyediaan sarana pelatihan seperti media presentasi, alat praktik, dan panduan tertulis. Tabel 1. Perencanaan Kegiatan Output yang Topik Kegiatan Diharapkan Pembuatan Akun media Instagram Pemasaran sosial bisnis Digital aktif dan Facebook BisnisStrategi Topik Kegiatan Output yang Diharapkan Desain Konten menarikBranding promosi visual Teknik foto Produk dan caption produksiap pakai Caption yang Pembuatan akun Shopee Akun Marketplace & Go Food- marketplace Upload aktif dan UMKM Pengelolaan terunggah Instalasi dan Aplikasi BukuKas Digitalisasi atau aplikasi Pembukuan secara rutin lain- Input oleh mitra Pengecekan media sosial Evaluasi Monitoring marketplace- implementasi dan Evaluasi Review dan tindak pencatatan lanjut Pelaksanaan Pelatihan Pendampingan Tahapan inti dari kegiatan ini adalah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan selama dua hari secara langsung di lokasi usaha mitra. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pelatihan pemasaran digital, dimulai dari pengenalan media sosial sebagai alat promosi, pembuatan akun Instagram dan Facebook bisnis, serta praktik membuat konten promosi sederhana yang menarik dan informatif. Tahap berikutnya pelatihan diarahkan pada penggunaan marketplace, dimulai dari pembuatan akun penjual di Shopee Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dan Go Food, mengunggah produk dengan deskripsi dan gambar yang tepat, hingga Selanjutnya, diperkenalkan pada aplikasi pembukuan digital BukuKas, dan diajak untuk mencoba langsung mencatat transaksi harian mereka, menghitung laba-rugi, serta menyusun laporan keuangan Seluruh proses dilakukan pendampingan satu per satu oleh tim pengabdi untuk memastikan bahwa mitra mampu menguasai keterampilan dasar yang diberikan. Monitoring dan Evaluasi Setelah pelaksanaan pelatihan, tim pengabdi melakukan monitoring secara berkala untuk melihat perkembangan implementasi dari pelatihan yang telah Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan. Evaluasi dilakukan pengabdian dan mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi mitra dalam menerapkan materi pelatihan. Selain itu, tim juga memberikan feedback dan saran perbaikan agar mitra dapat terus Hasil evaluasi menjadi dasar penting untuk lanjutan di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan bersama UMKM Palem Sari memberikan dampak yang nyata dan terukur terhadap peningkatan kapasitas usaha, khususnya dalam aspek digitalisasi dan tata kelola usaha. Pelaksanaan program yang menyasar tiga aspek utamaAiliterasi marketplace, dan pencatatan keuangan digitalAiberhasil memberikan perubahan signifikan terhadap pola operasional UMKM Palem Sari. Peningkatan Literasi Digital Sebelum dilaksanakan, mitra masih belum memahami pentingnya kehadiran di platform digital untuk mendukung strategi promosi dan pemasaran. Dalam pelatihan yang diselenggarakan, penggunaan media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai sarana Hasilnya, mitra berhasil membuat akun bisnis pada kedua platform tersebut dan mulai aktif mengunggah konten promosi, termasuk foto produk, deskripsi singkat, dan Tim penggunaan fitur seperti Instagram Stories. Highlight, dan Tagar . Sebagai Instagram @palemsariofficial yang baru dibuat selama pelatihan berhasil mendapatkan interaksi awal yang cukup positif, dengan peningkatan jumlah pengikut dan pesan langsung dari calon pembeli yang sebelumnya tidak dijangkau melalui metode penjualan konvensional. Pemanfaatan Marketplace Salah satu tantangan utama mitra sebelumnya adalah keterbatasan akses pasar yang hanya mengandalkan penjualan offline dari konsumen sekitar rumah produksi. Melalui pelatihan dan membuat akun toko di dua platform marketplace besar, yaitu Go Food dan Shopee. Selain pembuatan akun, mitra juga didampingi dalam proses unggah penetapan harga, serta pengaturan Dalam waktu singkat, toko online UMKM Palem Sari mulai mendapatkan respons dari pengguna pertama yang dilakukan seminggu Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pasar digital memiliki potensi besar konsumen UMKM yang sebelumnya berskala lokal. Pembukuan Digital Usaha Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Aspek lain yang diperkuat melalui keuangan usaha. Sebelum kegiatan dilakukan, mitra sama sekali tidak memiliki sistem pembukuan yang baku dan hanya mengandalkan pencatatan manual yang tidak konsisten. Tim BukuKas, sebuah platform gratis yang dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM mencatat transaksi harian, memantau piutang, serta menyusun laporan keuangan sederhana secara otomatis. Setelah pelatihan, mitra secara rutin mencatat transaksi penjualan, pengeluaran bahan baku, dan biaya operasional menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini tidak hanya meningkatkan keteraturan pencatatan, tetapi juga membantu mitra memahami posisi keuangan usahanya secara lebih Keberadaan laporan keuangan juga sangat penting sebagai syarat administratif apabila mitra ingin mengakses bantuan permodalan atau pembiayaan dari lembaga keuangan di masa depan. Dokumentasi Kegiatan Berikut adalah dokumentasi kegiatan yang menunjukkan keterlibatan mitra Gambar 1. Aneka produk UMKM Palem Sari Gambar 2. Tim pengabdi mendampingi mitra dalam praktik penggunaan aplikasi BukuKas untuk mencatat transaksi harian. Gambar 3. Mitra sedang mengunggah produk Palem Sari ke akun Shopee dan Go Food yang baru dibuat. Gambar 4. Pembuatan video Berdasarkan selama dua minggu setelah pelaksanaan program, tercatat adanya perubahan signifikan dalam cara mitra mengelola Mitra menjadi lebih adaptif terhadap penggunaan teknologi, mulai Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 aktif mengelola akun media sosial dan peningkatan pendapatan harian sebesar A20% dibandingkan dengan periode sebelum pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi pada UMKM, apabila dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kapasitas mitra, dapat menjadi solusi konkret untuk meningkatkan daya saing usaha mikro di era digital. KESIMPULAN Program pendampingan UMKM Palem Sari kapasitas usaha di era digital telah berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi mitra melalui pendekatan pelatihan dan praktik langsung. Mitra kini memiliki kemampuan dasar dalam marketplace, dan pembukuan berbasis Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga memperluas pasar dan menciptakan sistem pengelolaan usaha yang lebih efisien. Diharapkan, keberlanjutan program dapat dijaga melalui kolaborasi mitra dengan pihak lain serta inisiatif mandiri untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada LPPM Unsera yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA