Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah program LP2B) THE EFFECT OF LEGOWO LINE PLANTING SYSTEM ON PRODUCTIVITY AND INCOME OF RICE FARMERS (Oryza sativa L. ) IN SUKABUMI CITY (A case in the LP2B program for lowland rice farmer. Dikna Yalendra*1. Euis Dasipah2. Dety Sukmawati2 Dinas Ketahanan Pangan. Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti *Email: dyalendra@gmail. (Diterima 17-03-2022. Disetujui 18-05-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan biaya produksi, produktivitas, penerimaan dan pendapatan yang digunakan pada usahatani padi sawah (Oryza lativa L. ) sistem tanam konvensional dan sistem tanam jajar legowo pada petani yang mengikuti program LP2B di Kota Sukabumi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan uji statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata jumlah tenaga kerja, yakni jumlah tenaga kerja usahatani yang menggunakan sistem tanam konvensional sebesar 63,43 HOK/Ha dan usahatani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo sebesar 76,53 HOK/Ha. terdapat perbedaan biaya produksi, pada sistem tanam konvensional lebih rendah yaitu Rp 7. 558/Ha, dan jumlah biaya produksi pada sistem tanam jajar legowo lebih tinggi yaitu Rp 8. 753/Ha. terdapat perbedaan produktivitas, yang menggunakan sistem tanam konvesional yaitu produktivitas sebesar 5. 484 Kg/Ha. sedangkan produktivitas dengan sistem tanam jajar legowo yaitu sebesar 6. 827 Kg/Ha. terdapat perbedaan yang nyata pada penerimaan usahatani, dengan sistem tanam konvensional sebesar Rp 23. 930/Ha, dengan sistem tanam jajar legowo sebesar Rp 29. 101/Ha. Terdapat perbedaan yang nyata pada pendapatan usahatani dengan sistem tanam konvensional yaitu sebesar Rp 15. 372/Ha/MT, dan sistem tanam jajar legowo sebesar Rp 20. 348/Ha/MT. Kata kunci: Biaya produksi. Produktivitas. Penerimaan. Pendapatan. Program LP2B ABSTRACT This study aims to analyze the differences in production costs, productivity, revenue and income used in lowland rice (Oriza lativa L. ) farming with conventional planting systems and jajar legowo planting systems for farmers who participate in the LP2B program in Sukabumi City. The data analysis method used in this study is to use a statistical test t-test. The results showed that there were significant differences in the number of workers, namely the number of farm workers using the conventional planting system of 63. 43 HOK/Ha and the farming using the jajar legowo planting system of 76. 53 HOK/Ha. there is a difference in production costs, the conventional planting system is lower, namely Rp. 7,860,558,-/Ha, and the total cost of production in the jajar legowo planting system is higher, namely Rp. 753,-/Ha. there is a difference in productivity, which uses the conventional planting system, namely the productivity of 5,484 Kg/Ha. while the productivity with the jajar legowo planting system is 6,827 kg/ha. there is a significant difference in farm income, with a conventional planting system of Rp 23,580,930,-/Ha, with a row planting system of Rp 29,355,101/Ha. There is a significant difference in farm income with conventional cropping systems, which is Rp 15,720,372/Ha/MT, and the jajar legowo planting system of Rp 20,544,348/Ha/MT. Keywords: Production Cost. Productivity. Revenue. Revenue. LP2B Program PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI Dikna Yalendra. Euis Dasipah. Dety Sukmawati pusat sampai ke daerah. Sebab apabila PENDAHULUAN Upaya tidak dilaksanakan diperkirakan tahun peningkatan produksi beras saat ini masih 2025 nanti luas lahan sawah di Indonesia dihadapkan kepada tantangan yang cukup hanya akan tersisa dua juta hektar. Maka berat, yaitu antara lain alih fungsi lahan, dari itu perlu adanya upaya penyelamatan rusaknya jaringan irigasi, mahalnya upah lahan pertanian pangan, baik yang sudah ada atau cadangannya. Hal tersebut perlu peralatan mekanisasi pertanian, masih ditindaklanjuti dengan mengidentifikasi tingginya susut hasil, belum terpenuhinya lahan pertanian yang ada saat ini, baik kebutuhan pupuk yang beririgasi dan tidak beririgasi dalam Lahan Pertanian Pangan komoditas pangan jatuh dan sulitnya Berkelanjutan (LP2B) memasarkan hasil pada saat panen raya Cadangan Pertanian Pangan (Purwantini. Berkelanjutan (LCP2B) (Taufik. Zakaria. Gunawan Lahan Kurniawan, and Pusparini 2. Berkaitan dengan alih fungsi lahan. Upaya swasembada pangan yang di Indonesia yang merupakan negara dengan tingkat kesuburan di atas rata- satunya adalah komoditas pangan padi rata, cukup potensial digunakan sebagai Namun disisi lain produksi padi lahan pertanian pangan. Namun dalam realitanya menunjukkan bahwa sektor pertanian khususnya pertanian tanaman pemerintah masih harus mengimpor beras dari luar negeri. Untuk itu diperlukan masalah, di antaranya cepatnya konversi strategi peningkatan produksi padi untuk lahan pertanian menjadi non pertanian pemenuhan beras dalam negeri yang akan yang berimbas pada sempitnya lahan pertanian per kapita penduduk Indonesia produktivitas dan perluasan areal tanam . m2/kapit. , serta tidak amannya (Surya 2. (Lagebada. Petani tentang alih fungsi lahan harus dijalankan secara ketat, terkontrol mulai tingkat Hal Effendy, and Sulaeman 2. Regulasi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 dilakukan tanpa adanya bimbingan serta METODE PENELITIAN pelatihan yang intensif akan membuat Penelitian ini di lakukan di Kota petani terjebak pada pola budidaya Sukabumi Provinsi Jawa Barat, metode konvensional sehingga produksi padi tergolong minim bahkan dapat menurun penelitian kuantitatif yang dilakukan (Yenisbar and Yani 2. untuk mengangkat fakta, variabel, atau Saat ini salah salah satu bentuk fenomena yang ada pada saat penelitian (Sugiyono 2. produktivitas padi adalah dengan sistem Untuk tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar dilakukan menggunakan nonprobability legowo selama ini tidak terlalu menarik sampling, adalah teknik pengambilan beranggapan bahwa sistem tersebut akan peluang/kesernpatan sarna bagi setiap mengurangi produksi padi. Sistem tanam unsur atau anggota populasi untuk dipilih jajar legowo memberikan ruang tumbuh menjadi sampel. Menggunakan sampling yang longgar sekaligus populasi lebih jenuh, adalah teknik penentuan sampel Dengan sistem tanam ini, mampu bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan pemanfaatan sinar matahari lebih baik bila jumlah populasi relatif kecil, kurang untuk pertanaman. Selain itu upaya dari 30 orang, atau penelitian yang ingin pengendalian gulma dan pemupukan membuat generalisasi dengan kesalahan dapat dilakukan dengan lebih mudah yang sangat kecil. Istilah lain sampel (Suyatno. Azhar, and Asminar 2. jenuh adalah sensus, dimana semua Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, untuk itu penting (Sugiyono 2. diteliti mengenai analisis komparatif Populasi penerimaan dan pendapatan usahatani usahatani padi sawah yang mengikuti padi sawah (Oriza lativa L. ) pada sistem tanam konvensional dan sistem tanam Karena petani yang mengikuti program jajar legowo pada petani yang mengikuti LP2B yang melaksanakan sistem tanam program LP2B di Kota Sukabumi. konvensional berjumlah 50 orang, dan LP2B Kota Sukabumi. PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI Dikna Yalendra. Euis Dasipah. Dety Sukmawati petani yang mengikuti program LP2B Biaya yang melaksanakan sistem tanam jajar korbanan yang dilakukan oleh petani Jadi dalam mengelola usahataninya dalam pengambilan responden masing-masing memperoleh hasil yang maksimal. Biaya 50 orang dari yang melaksanakan sistem usahatani dapat diklasifikasikan menjadi tanam konvensional dan sistem tanam dua, yaitu biaya tetap . ixed cos. dan jajar legowo. Penelitian ini di laksanakan biaya tidak tetap . ariable cos. Biaya pada bulan Nopember 2021 sampai tetap . ixed cos. diartikan sebagai biaya dengan Bulan Februari 2022, satu kali yang tidak dipengaruhi oleh besarnya musim tanam. produksi komoditas pertanian. Contohnya Analisis data merupakan salah satu Biaya tidak tetap . ariable penyusunan dan pengelolaan data guna cos. biaya yang dipengaruhi oleh besar- menafsirkan data yang telah diperoleh. kecilnya produksi komoditas pertanian. Apabila Contohnya biaya untuk sarana produksi dilakukan pengelolaan data, disajikan dan komoditas pertanian seperti penambahan Dalam penelitian ini penulis tenaga kerja, penambahan pupuk dan menggunakan uji statistik, untuk menilai variabel X1, dan variabel Y dan Z, maka Darusman, and Ramdan 2. alat-alat pertanian, upah tenaga kerja, dan analisis yang digunakan berdasarkan rata- (Andrias. Cara menghitung biaya tetap . ixed rata . dari masing-masing variabel. adalah sebagai berikut : Nilai rata-rata . ini diperoleh dengan menjumlahkan data keseluruhan Dimana : dalam setiap variable, kemudian dibagi Xi : banyaknya input ke-i dengan jumlah responden (Rijali 2. Pxi : harga dari variable Xi . Rumus rata-rata (Mea. adalah Menurut sebagai berikut: Untuk variabel X Untuk variabel Y Oc Xi Me = -------n Oc yi Me = -------n (Bahri produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antra hasil yang dicapai dengan keberhasilan sumber daya yang Dengan kata lain bahwa produktivitas memiliki dimensi. Dimensi pertama adalah efektivitas mengarah Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 pada pencapaian target berkaitan dengan TR = Y x Py kulitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua TC = FC VC yaitu efisiensi yang berkaitan dengan Dimana: upaya membandingkan input dengan Pd : Pendapatan usahatani realisasi penggunaan atau bagaimana TR : Total penerimaan . otal revenu. TC : Total biaya . otal cos. Produktivitas merupakan rasio output FC : Biaya tetap . ixed cos. dengan input. Peningkatan produktivitas VC : Biaya variabel . ariable cos. Produktivitas : Produksi yang diperoleh dalam suatu usahatani Py : Harga Yang diperoleh. produksi, tetapi produktivitas merupakan Untuk suatu kombinasi dari efektivitas dan pengembangan sistem tanam jajar legowo Produktivitas dapat dinyatakan terhadap biaya produksi, produktivitas, sebagai rasio antara output terhadap penerimaan dan pendapatan petani padi sawah yang mengikuti program LP2B. Penerimaan dilakukan pengujian perbedaan biaya perkalian antara produksi yang diperoleh produksi, produktivitas, penerimaan dan dengan harga jual (Wulandary 2. pendapatan petani padi sawah yang Pernyataan ini dapat dinyatakan dalam melaksanakan sistem tanam konvensional persamaan sebagai berikut: TR = Y x Py menggunakan Uji T-test. Dimana : Rumus Hipotesis: TR : Total penerimaan H0 : X = Y (Artinya tidak berpengaruh : Produsi yang diperoleh dalam Py : Harga Y penerimaan dan pendapatan Pendapatan usahatani merupakan selisih antara penerimaan dan semua Pendapatan usahatani (Amshari menggunakan sistem tanam 2. , dapat dirumuskan sebagai berikut: Pd = TR Ae TC LP2B PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI Dikna Yalendra. Euis Dasipah. Dety Sukmawati Untuk menganalisis tujuan pertama mengikuti program LP2B yaitu perbedaan biaya produksi pada yang menggunakan sistem usahatani padi sawah pada petani yang tanam konvensiona. H1 : X O Y (Artinya berpengaruh nyata LP2B Menurut untuk menghitung biaya produksi dalam LP2B. (Gunawan. Suroto, and Nugroho 2. Program memperhitungkan nilai uang menurut waktu . ime value of mone. tetapi yang menggunakan sistem tanam dipakai adalah harga yang berlaku, sehingga dapat langsung dihitung jumlah pengeluaran dan penerimaan dalam suatu periode proses produksi. mengikuti program LP2B Perbedaan biaya produksi pada yang menggunakan sistem usahatani padi sawah dengan sistem tanam konvensiona. tanam konvensional dan sistem jajar legowo pada petani padi sawah yang HASIL DAN PEMBAHASAN mengikuti Program LP2B, dapat dilihat Analisis Biaya Produksi pada Tabel 1. Tabel 1. Perbedaan Rata-Rata Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam konvensional dan Sistem Tanam Jajar Legowo Jenis Biaya Produksi Konvensional (Rp/H. Jajar Legowo (Rp/H. Benih 740,334. Pupuk 036,1. Pestisida 459,699. Tenaga Kerja 684,6. 743,Jumlah 919,8. 069,Sumber: Pengolahan Data. Tahun 2021 Dari Tabel 1. diketahui adanya jumlah rata-rata biaya produksi pada perbedaan rata-rata biaya produksi antara sistem tanam konvensional lebih kecil yaitu Rp. 919,- per Ha per musim menggunakan sistem tanam konvensional tanam dan jumlah biaya produksi pada usahatani padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo lebih tinggi menggunakan sistem jajar legowo, yakni yaitu dengan rata-rata Rp. 069,- per Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 Ha per musim tanam. Hal ini disebabkan karena pada sistem tanam jajar legowo dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja . ndependent sample t tes. yang dipakai dibandingkan dengan sistem Tabel berikut memperlihatkan nilai signifikansi dari hasil uji Independent produksipun ikut menjadi lebih besar. Sample t-Test untuk melihat ada atau Hal ini sesuai dengan teori dari kelebihan tidaknya perbedaan biaya produksi antara sistem tanam konvensional ini antara lain mampu menurunkan tenaga kerja sekitar konvensional dan sistem tanam jajar 28%, biaya sarana produksi 5 Ae 10 persen legowo pada petani padi sawah yang lebih rendah (Asaad. Sugiman, and Abidin 2. Sukabumi. Program LP2B Kota Untuk menganalisis perbedaan ratarata biaya produksi pada usahatani padi sawah dengan sistem tanam konvensional Tabel 2. Hasil Uji LeveneAos dan Uji Independent Sampel T-test Biaya Produksi Independent Samples Test LeveneAos Test for t-test for Equality of Means Equality ofVariances Biaya produksi Sig. Sig. -taile. Mean Difference Equal variances 12,266 Equal variancesnot Assumed Sumber : Pengolahan Data. Tahun 2021 Uji beda rata- rata sampel bebas di usahatani padi sawah pada sistem tanam lakukan dengan independent sampel t- konvensional dengan sistem tanam jajar Jika Signifikansi > 0,05, maka H0 legowo pada petani padi sawah yang Jika Signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau Sukabumi. LP2B Kota Dikatakan ada perbedaan biaya menunjukkan nilai signifikansi sebesar produksi dikarenakan teknik budidaya 0,001. Dengan demikian signifikansi < usahatani yang berbeda sehingga biaya 0,05 . ,001 < 0,. Maka H1 diterima produksi usahatani padi sawah pada sistem tanam konvensional lebih kecil produksi usahatani padi yang nyata antara dibandingkan dengan sistem tanam jajar Hasil Program PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI Dikna Yalendra. Euis Dasipah. Dety Sukmawati legowo pada petani padi sawah yang usahatani padi sawah yang menggunakan Program LP2B Kota Sukabumi. Hal ini sesuai dengan teori yang di produktivitas yang menggunakan sistem kemukakan oleh (Gunawan et al. tanam tanam konvensional lebih rendah yaitu pada usahatani padi sawah dengan yaitu total produktivitas sebesar 5. menerapkan sistem tanam konvensional Kg/Ha sedangkan biaya produksi 5Ae10 persen lebih rendah. usahatani padi sawah dengan sistem Analisis Produktivitas tanam jajar legowo lebih tinggi yaitu Untuk menganalisis tujuan kedua total produktivitas Kg/Ha. Hal yaitu produktivitas pada usahatani padi dikarenakan pentingnya jarak tanam di sawah pada petani padi sawah yang dalam usahatani padi sawah, jarak tanam mengikuti Program LP2B Produktivitas yang terlalu rapat atau tak berjarak membuat padi tidak dapat tumbuh dengan produksi yang diperoleh dengan faktor baik salah satunya disebabkan kurangnya sinar matahari yang dapat masuk karena usahatani yaitu luas lahan. Perbedaan jarak tanam yang terlalu rapat sehingga mengakibatkan produksi menjadi rendah. usahatani padi sawah dengan sistem Banyak petani yang kurang peduli akan tanam konvensional dan sistem tanam pentingnya jarak tanam dalam suatu jajar legowo pada petani padi sawah yang usahatani padi sawah di daerah penelitian (Magfiroh. Lapanjang, and Made 2. Program LP2B Kota Sukabumi, dapat dilihat pada Tabel 3. Untuk Produktivitas (Kg/H. Total Sistem Tanam Konvensional Sistem Tanam Legowo Sumber: Pengolahan Data. Tahun 2021 produktivitas pada usahatani padi sawah Tabel 3. Perbedaan Produktivitas Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Konvensional Dan Sistem Tanam Jajar Legowo dengan sistem tanam konvensional dan sistem tanam jajar legowo pada petani padi sawah yang mengikuti Program LP2B di Kota Sukabumi, digunakan uji t sampel bebas . ndependent sample t tes. Tabel berikut memperlihatkan nilai Dari hasil penelitian di ketahui signifikansi dari hasil uji Independent adanya perbedaan produktivitas pada Sample t-Test untuk melihat ada atau usahatani padi sawah yang menggunakan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 tidaknya perbedaan produktivitas antara legowo pada petani padi sawah yang konvensional dan sistem tanam jajar Sukabumi. Program LP2B Kota Tabel 4. Hasil Uji LeveneAos dan Uji Independent Sampel T-test Produktivitas Independent Samples Test LeveneAos Test for t-test for Equality of Means Equality ofVariances Produktivitas Sig. Sig. -taile. Mean Difference Equal variances Equal variances not Assumed Sumber: Pengolahan Data. Tahun 2021 Uji beda rata- rata sampel bebas di pada petani padi sawah yang mengikuti lakukan dengan independent sampel t- Program LP2B di Kota Sukabumi. Jika Signifikansi > 0,05, maka H0 Analisis Penerimaan diterima atau H1 di tolak Jika Signifikansi Untuk menganalisis tujuan ke tiga < 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima. yaitu penerimaan pada usahatani padi Hasil sawah pada petani padi sawah yang Dengan mengikuti Program LP2B Penerimaan 0,00. demikian signifikansi < 0,05 . ,00 < usahatani merupakan 0,. Maka H1 diterima yang berarti ada antara produktivitas dengan harga gabah perbedaan produktivitas usahatani padi panen yang dihasilkan. yang nyata antara usahatani dengan hasil perkalian Perbedaan penerimaan usahatani sistem tanam konvensional dan sistem tanam jajar legowo pada petani padi konvensional dan sistem tanam jajar sawah yang mengikuti Program LP2B di legowo pada petani padi sawah yang Kota Sukabumi. Dikatakan Program LP2B Kota Tabel 5. Perbedaan Penerimaan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Konvensional dan Sistem Tanam Jajar Legowo legowo lebih tinggi hal ini menyebabkan Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 5. usahatani dengan sistem tanam jajar dibandingkan dengan usahatani yang menggunakan sistem tanam konvensional Penerimaan (R. Sistem tanam Sistem tanam jajar Rp /Ha Sumber: Pengolahan Data. Tahun 2021 PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI Dikna Yalendra. Euis Dasipah. Dety Sukmawati Tabel 5. memperlihatkan bahwa sistem tanam jajar legowo, digunakan uji penerimaan usahatani padi sawah dengan t sampel bebas . ndependent sample t sistem tanam konvensional dan sistem tanam jajar legowo pada petani padi Tabel sawah yang mengikuti Program LP2B di signifikansi dari hasil uji Independent Kota Sample t-Test untuk melihat ada atau perbedaan, untuk penerimaan pada sistem tidaknya perbedaan penerimaan antara tanam jajar legowo adalah sebesar Rp. usahatani padi sawah dengan sistem 101,-/Ha, penerimaan usahatani tanam konvensional dan sistem tanam dengan sistem tanam konvensional ini jajar legowo pada petani padi sawah yang penerimaan usahatani dengan sistem Sukabumi. Sukabumi Program LP2B Kota tanam jajar legowo yakni sebesar Rp. 930,-/ Ha. Untuk penerimaan pada usahatani padi sawah dengan sistem tanam konvensional dan Tabel 6. Hasil Uji LeveneAos dan Uji Independent Sampel T-test Penerimaan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Konvensional Dan Sistem Tanam Jajar Legowo Independent Samples Test LeveneAos Test for t-test for Equality of Means Equality ofVariances Penerimaan Sig. Sig. -taile. Mean Difference Equal variances Equal variances not Assumed Sumber: Pengolahan Data. Tahun 2021 Uji beda rata- rata sampel bebas di demikian signifikansi < 0,05 . ,01 < lakukan dengan independent sampel t- 0,. Maka H1 diterima yang berarti ada Jika Signifikansi > 0,05, maka H0 perbedaan yang nyata antara penerimaan Jika usahatani padi sawah dengan sistem Signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau tanam konvensional dan sistem tanam H1 diterima Hasil estimasi menunjukkan jajar legowo pada petani padi sawah yang nilai signifikansi sebesar 0,01. Dengan Program LP2B Kota Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 Sukabumi baik dalam satuan per hektar maupun setiap sekali musim tanam. konvensional lebih rendah dibandingkan Analisis Pendapatan dengan pendapatan usahatani dengan Untuk menganalisis tujuan ke tiga sistem tanam jajar legowo yakni sebesar yaitu pendapatan pada usahatani padi Rp. 372,-/Ha. sawah pada petani padi sawah yang Untuk mengikuti Program LP2B. Pendapatan pendapatan pada usahatani padi sawah dengan sistem tanam konvensional dan usahatani dikurangi dengan seluruh biaya sistem tanam jajar legowo, digunakan uji usahatani yang dikeluarkan. Perbedaan t sampel bebas . ndependent sample t pendapatan usahatani padi sawah dengan sistem tanam konvensional dan sistem Tabel tanam jajar legowo pada petani padi signifikansi dari hasil uji Independent sawah yang mengikuti Program LP2B di Sample t-Test untuk melihat ada atau Kota Sukabumi dapat dilihat pada Tabel tidaknya perbedaan pendapatan antara usahatani padi sawah dengan sistem tanam konvensional dan sistem tanam Tabel 7. Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Konvensional Dan Sistem Tanam Jajar Legowo Per Ha Pendapatan (R. Rp /Ha Sistem tanam Sistem tanam jajar Sumber: Pengolahan Data. Tahun 2021 jajar legowo pada petani padi sawah yang Program LP2B Kota Sukabumi. Uji beda rata- rata sampel bebas di lakukan dengan independent sampel ttest. Jika Signifikansi > 0,05, maka H0 Tabel 7. memperlihatkan bahwa diterima atau H1 di tolak Jika Signifikansi pendapatan usahatani padi sawah dengan < 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima. sistem tanam konvensional dan sistem Hasil tanam jajar legowo pada petani padi sawah yang mengikuti Program LP2B di demikian signifikansi < 0,05 . ,036 < Kota 0,. Maka H1 diterima yang berarti ada perbedaan, untuk pendapatan pada sistem perbedaan yang nyata antara pendapatan tanam jajar legowo adalah sebesar Rp. usahatani padi sawah 348,-/Ha, sedangkan pendapatan tanam konvensional dan sistem tanam Sukabumi 0,036. Dengan dengan sistem PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI Dikna Yalendra. Euis Dasipah. Dety Sukmawati jajar legowo pada petani padi sawah yang Sukabumi, baik dalam satuan per hektar maupun setiap sekali musim tanam. Program LP2B Kota Tabel 8. Hasil Uji LeveneAos dan Uji Independent Sampel T-test Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Konvensional dan Sistem Tanam Jajar Legowo Independent Samples Test LeveneAos Test for t-test for Equality of Means Equality ofVariances Pendapatan Sig. Sig. -taile. Mean Difference Equal variances Equal variances not Assumed Sumber : Pengolahan Data. Tahun 2021 Dikatakan kebiasaan menggunakan sistem tanam pendapatan, karena produksi usahatani tanam konvensional dalam usahatani padi sawah dengan sistem tanam jajar mereka dapat memberi kepuasan batin legowo pada petani padi sawah yang karena sudah turun temurun bertahun- Kota tahun lamanya di terapkan di daerah Sukabumi jauh lebih tinggi dibandingkan penelitian, hal ini juga diperkuat dengan alasan bahwa dengan menerapkan sistem Meskipun harga gabah kering panen tanam tanam konvensional di lokasi penelitian maka biaya yang di keluarkan Program LP2B Rp. 300/Kg, penerimaan usahatani dengan sistem tanam jajar legowo lebih tinggi. Sehingga penerimaan yang lebih besar (Susilowati pendapatan petani dengan sistem tanam Oleh karena itu petani sampel pada menerapkan sistem tanam konvensional. Program LP2B di Kota Sukabumi masih Fenomena yang terjadi di daerah terus berusahatani dengan menerapkan penelitian antara lain adalah masih sistem tanam konvensional sehingga tak banyaknya petani yang menganggap jarang banyak diantara mereka yang bahwa bertani bukan hanya sekedar mata percaya walaupun pendapatan dengan merupakan suatu seni yang harus di lestarikan yakni dengan menganggap penerimaan yang mereka peroleh lebih Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 822-836 tinggi dibanding jika mereka menerapkan usahatani dengan sistem tanam legowo sistem tanam jajar legowogo. Dan petani yakni sebesar Rp. 348,-/Ha/MT, terdapat perbedaan yang siginifikan. Dengan demikian, hipotesis 1, hipotesis 2, dan hipotesis 3 menyatakan sistem tanam konvensional itu. terdapat perbedaan yang nyata biaya produksi, produktivitas, penerimaan dan KESIMPULAN DAN SARAN pendapatan usahatani padi sawah antara Kesimpulan sistem tanam konvensional dan sistem Terdapat perbedaan biaya produksi tanam jajar legowo di daerah penelitian usahatani padi sawah yakni jumlah biaya di terima kebenarannya. produksi pada sistem konvensional lebih rendah yaitu Rp. 919,-/Ha, dan Saran jumlah biaya produksi pada sistem jajar Petani yang mengikuti program legowo lebih tinggi yaitu Rp. LP2B /Ha. Produktivitas terdapat perbedaan, yang menggunakan sedangkan total produktivitas dengan Kg/Ha, sistem tanam jajar legowo yaitu sebesar Pemerintah sebaiknya membantu 868 Kg/Ha. petani dalam mengarahkan pengambilan Pada penerimaan usahatani padi sawah terdapat perbedaan yang nyata tanam jajar legowo dalam usahatani padi antara sistem tanam konvensional sebesar sawah agar pendapatan petani dapat Rp. 930,-/Ha, tanam jajar legowo yakni sebesar Rp. 101,-/Ha. Pendapatan DAFTAR PUSTAKA