AL-HUDA JURNAL PENDIDIKAN DASAR Penerbit: Prodi Pendidikan Guru MI STAI Miftahul Huda Subang Jl. Raya Rancasari Dalam No. B33. Rancasari. Kec. Pamanukan. Kabupaten Subang. Jawa Barat 41254 E-ISSN: P-ISSN: https://ejournal. stai-mifda. id/index. php/alhuda/index KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA 1Muhamad Raj Chandra, 2Laela Nur Karomah 1STAI Miftahul Huda Subang, 2STAI Miftahul Huda Subang Email: mrchandra013@gmail. com, laelanurkaromah98@gmail. ARTICLE HISTORY Received: Juni 2025 Revised: Agustus 2025 Accepted: September 2025 Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahanpermasalahan yang terdapat di dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran matematika untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas IV MI Tarbiyatussibyan secara umum diantaranya adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara suasana kelas yang nyaman, pengelolaan kelas yang belum sesuai dikarenakan masih ada beberapa siswa super aktif menyebabkan kelas tidak kondusif, kedisiplinan siswa sudah mengikuti arahan sesuai dengan tata tertib sekolah. Keberhasilan dari sebuah pembelajaran yang aktif dan kondusif tidak akan lepas dari Keterampilan guru dalam mengelola kelas untuk membuat kelas nyaman dan kondusif dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data antara lain dengan cara observasi, wawancara, dan Pada tahap selanjutnya, hasil wawancara kepada guru diinterpretasi, dideskripsi dan dianalisis. Khusus untuk observasi, wawancara, dokumentasi kepada siswa dianlisis berdasarkan indikator mengenai pengelolaan kelas, kedisiplinan siswa. Setelah analisis data di lakukan, peneliti mengecek keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pengamatan triangulasi. Hasil analisis yang penulis lakukan dari penelitian ini diperoleh hasil yang baik, dapat dilihat dari beberapa penjelasan guru dalam pengelolaan kelas, keterampilan guru, dan kedisiplinan siswa. Dengan demikian bahwa kedisiplinan siswa berdasarkan kepatuhan dalam diri terhadap tata tertib sekolah. Dan keterampilan guru dilihat dari cara pengelolaan yang baik dan benar. Keywords: Keterampilan Guru. Pengelolaan Kelas. Kedisiplinan Siswa. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 86 A. PENDAHULUAN Keterampilan dasar dalam mengajar siswa sangat diperlukan oleh seorang guru, agar interaksi antara guru dan siswa bisa berjalan dengan baik dan siswa tidak merasa tertekan saat belajar sehingga pelajaran dapat dipahami secara maksimal. Keterampilan guru dalam mengelola kelas termasuk keterampilan untuk menciptakan dan memelihara suasana kelas yang nyaman, bersih, dan kondusif. Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan terlepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang di berlakukan di sekolah dan setiap siswa dituntut untuk berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah, kepatuhan siswa terhadap aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah disebut dengan disiplin. Dalam pengamatan peneliti kedisiplinan siswa di sekolah Mi Tarbiyatussibyan dalam pembelajaran matematika sudah mengikuti arahan sesuai dengan tata tertib sekolah. Keterampilan guru dalam mengelola kelas belum sesuai dikarenakan masih ada beberapa siswa super aktif menyebabkan kelas tidak Oleh karena itu guru mata pelajaran menerapkan setiap pertemuan mengubah tempat duduk para siswa agar terlihat lebih rapih, nyaman serta kelas menjadi lebih kondusif saat pembelajaran berlangsung. Guru masih mengalami permasalahan dalam membentuk sikap disiplin siswa dalam kelas. Hal ini terbukti dengan masih terlihatnya beberapa permsalahan yang di temukan oleh peneliti siswa yang masih ribut dalam proses pembelajaran, siswa yang tidak memperhatikan gurunyra di saat sedang menjelaskan materi pembelajaran, ada pula siswa yang terlihat sedang mengganggu temanya saat pembelajaran berlangsung, siswa yang tidak mengerjakan tugas yang telah diberikan guru, ada pula siswa yang selalu mencontek. Mengelola kelas juga merupakan salah satu dari jenis keterampilan dasar menjadi seorang guru. Pengelolaan kelas juga sangatlah diperlukan oleh guru, sayangnya pengelolaan kelas tidak selamanya dapat dipertahankan, karena dari waktu kewaktu perubahan tingkah laku peserta didik akan terjadi dengan Guru-guru yang terampil dalam mengelola kelas merupakan mereka yang mempunyai strategi pengelolaan kelas yang baik dan dapat dimplementasikan sesuai situasi dan kondisinya. Pengelolaan kelas merupakan usaha yang sadar dan juga sengaja di lakukan oleh guru untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada kesiapan sarana dan prasarana, pengeturan ruang belajar agar menciptakan situasi atau kondisi dalam mengajar yang berjalan secara optimal. Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal, kemampuan ini erat kaitannya dengan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi yang mengutungkan, menyenangkan bagi peserta didik dan menciptakan disiplin belajar secara sehat. Mengelola kelas meliputi mengatur tata ruang kelas dalam pembelajaran agar menciptakan suasana kelas yang kondusif. Indikator pengelolaan kelas digunakan sebagai standar guru dalam melaksanakan dan menyampaikan pembelajaran secara efektif. Guru harus AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 87 mengembangkan kompetensi keterampilan yang dimiliki untuk mencapai tujuan Wiyani . menjelaskan bahwa keterampilan guru sebagai seorang leader sekaligus manajer digunakan untuk menciptakan iklim kelas yang kondusif dalam meraih keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Pengelolaan kelas dapat di nyatakan berhasil apabila tujuan yang dicapai telah sesuai sasaran Wiyani . 3:59-. menyatakan bahwa sasaran pengelolaan kelas terdiri atas . pengelolaan peserta didik di kelas dan . pengelolaan ruang kelas . Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Pengelolaan kelas merupakan suatu proses seleksi tindakan yang dilakukan guru dalam fungsinya sebagai penanggung jawab kelas dan seleksi penggunaan alat-alat belajar yang tepat sesuai masalah yang ada dan karakteristik kelas yang dihadapi (Pupuh Fathurohman, 2. Menurut Sri Esti, bahwa pengelolaan kelas adalah suatu rangkaian tingkah laku yang kompleks, di mana guru dituntut untuk mengembangkan dan mengatur kondisi kelas yang akan memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar yang efisien (Sri Esti, 2. Sasaran pengelolaan kelas pertama pada peserta didik. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memeroleh posisi belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya. Pemerolehan dapat dilakukan dengan meningkatkan hubungan saling percaya antar guru dan peserta didik. Pembinaan hubungan guru dan peserta didik diperlukan adanya kerjasama dalam mempraktekan hak dan kewajiban di kelas secara bertanggung jawab yang tidak mengganggu serta bertentangan dengan kepentingan bersama. Peserta didik menjadi termotivasi untuk belajar jika keterampilan guru mengelola kelas dilakukan dengan baik, siswa tidak akan bosan dan lebih semangat untuk menuntut ilmu. Sebaliknya apabila guru kurang mampu dalam mengelola kelas maka semangat dan motivasi peserta didik akan berkurang. Displin adalah usaha sadar untuk menaati aturan yang telah dibuat baik dari masyarakat maupun Sikap disiplin sangatlah penting untuk kehidupan serhari-hari. Disiplin berlajar merupakan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan tertulis maupun tidak tertulis dalam proses perubahan perilaku, sikap yang menetap akibat praktik yang berurpa pengamalan, mengamati, membaca, menirukan, mencoba sesuatu, mendengakan serta mengikuti arahan. Surgiarto . Anak dapat memperoleh suatu batasan untuk memperbaiki tingkah lakunya yang salah dengan disiplin. Kedisiplinan juga membantu anak memperoleh perasaan pura karena kesetiaan, kepatuhan, dan juga mengajarkan kepada anak bagaimana berpikir sercara teratur. Kerdisiplinan dalam nilai karakter bangsa adalah tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh kepada berbagai peraturran wewenang yang ada. Kedisiplinan berlajar dapat diartikan suatu sikap yang taat dan patuh terhadap peraturan yang berlaku pada proser belajar mengajar. Tanpa adanya peraturan maka tidak akan tercapainya suatu kedisiplinan, dengan adanya suatu peraturan maka melatih siswa untuk disiplin agar berhasil dalam menggapai citacita yang terlah diimpikan. Keterampilan guru dalam pengelolaan kelas sangatlah dibutuhkan. Dengan mengkaji konsep dasar pengelolaan kelas dan mempelajari hal yang berkaitan AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 88 dengan pengelolaan kelas, serta mempraktekan dalam berbagai situasi lalu dianalisis secara sistematis, sertiap guru diharapkan akan mampu mengelola berlajar mengajar secara lebih baik. Kondisi menguntungkan di dalam kelas merurpakan prasyarat utama guna terjadinya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien (Surbarman, 2006:. Usaha yang dihadapi oleh setiap gurur dalam pengelolaan kelas tidaklah sama, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh keadaan kelas tersebut. Siswa menjadi termotivasi untuk belajar apabila keterampilan guru dalam pengelolaan kelas dilakukan dengan secara baik, siswa tidak akan merasa bosan dan senantiasa semangat dalam menuntut ilmu apalagi dalam pemberlajaran matematika tersebut, siswa akan merasa semangat dalam belajar, begitupun sebaliknya jika guru yang kurang mampu dalam mengelola kelas maka motivasi dan semangat peserta didik dalam menuntut ilmu apalagi dalam minat pembelajaran matematika ini akan semakin berkurang. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penulis berupaya mengungkap fenomena keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran matematika untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas IV di Mi Tarbiyatussibyan Pagaden Barat. Dalam hal ini pendekatan yang tepat untuk mendeskripsikan dan menganalisa hal tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan secara kualitatif ini penulis pilih agar dapat memperoleh informasi yang detail dan mendalam mengenai Kerterampilan Gurur Dalam Mengelola Kelas Pada Mata Pelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa kelas IV di MI Tarbiyatussibyan Pagaden Barat. Kata kualitatif sendiri merurpakan turunan dari kualitas, sering dipahami olerh masyarakat serbagai lawan dari kuantitas yang menunjukkan jumlah . atau banyaknya objek tertentu seperti kuantitas air, kuantitas penduduk dan Penelitian kualitatif lebih melihat pada kualitas objek penelitian misalnya nilai, makna, emosi manusia, penghayatan keberagaman, keindahan karya seni, nilai sejarah dan lain-lain. Pendekatan kualitatif ini merurpakan pendekatan yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi dalam bentuk kata-kata atau keterangan dengan tidak memerlukan perhiturngan. Pernerlitian ini adalah penelitian kualitatif karena data yang dibutuhkan dan hasil data adalah berupa derskripsi tentang keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran matematika untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas IV di MI Tarbiyatussibyan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, studi kasus merrurpakan penelitian yang merndalam tentang individu, satu kelompok, satu organisasi, satu program kegiatan dan sebagainya dalam waktu tertentu dengan tujuan memperoleh deskripsi yang utuh dan mendalam dari sebuah entitas dengan menghasilkan data yang dianalisis untuk mernghasilkan teori. HASIL DAN PEMBAHASAN Keterampilan Mengelola Kelas AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 89 Dari temuan penelitian, ditemukan bahwa sekolah tidak membuat perencanaan khusus secara tertulis ataupun berupa dokumen, tetapi langsung memberikan pengarahan pada saat pembelajaran yaitu berupa pengelolaan kelas di saat pembelajaran berlangsung. Pengelolaan Peserta Didik di Kelas Untuk pengelolaan peserta didik di kelas, guru matematika kelas IV. V dan VI hanya menggunakan pengamatan tingkah laku peserta didik saja. Namun guru kadang-kadang selalu menasehati, bila ada siswa yang lari-larian di dalam kelas disaat pembelajaran berlangsung, jika siswa tidak mendengar dan susah untuk di nasehati akan diberi Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa guru hanya menasehati peserta didik dengan cara menegur agar tidak berisik di dalam kelas. Selanjutnya berdasarkan wawancara dengan guru kelas IV. Menngatakan bahwa Ay ya, pengelolaan siswa di dalam kelas itu perlu, upaya mengoptimalkan pembelajaran berlangsung agar lebih kondusif, agar siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran matematika, dalam pengelolaan kelas setiap satu minggu sekali siswa selalu belajar dengan cara di kelompokkan, berdiskusi mengadakan ice breking agar tujuannya agar siswa satu sama lain saling berinteraksi. Tujuan keduanya agar siswa tidak mudah bosan. Berdasarkan dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas itu wajib ada dalam kegiatan pembelajaran, adapun dari penjelesan yang telah dijelaskan antara guru matematika kelas IV. VI, bahwa mengelola kelas untuk peserta didik dalam pembelajaran yaitu bisa dengan cara di kelompokkan, adapun penjelasan kepala madrasah tidak akan memberatkan kepada guru dalam pengelolaan kelas jadi semampunya saja, yang penting peserta didik kondusif dalam Jika kelas masih belum kondusif. Menegur peserta didik yang masih mengobrol, bermain, dan tidak mendengarkan disaat pembelajaran berlangsung. Pengelolaan Ruang Kelas (Fisi. Berdasarkan hasil observasi. Pengelolaan ruang kelas . adalah ketatalaksanaan dan pengaturan kelas yang mendukung terjadinya peroses pembelajaran dengan cara membersihkan kelas sebelum pembelajaran, pengaturan pergantian udara, pengaturan cahaya dan pengaturan tempat duduk siswa agar pelaksanaan pembelajaran siswa efektif dan kondusif. Cara menata tempat duduk, siswa membersihkan kelas, merupakan kewajiban semua siswa sebelum pembelajaran berlangsung, agar siswa merasakan kelas yang nyaman, bersih, dan efektif saat Sementara itu menata tempat duduk kewajiban masingmasing wali kelas. Berdasarkan dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas itu wajib ada dalam kegiatan pembelajaran, adapun dari penjelesan yang telah dijelaskan antara guru matematika kelas IV. VI. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 90 bahwa mengelola kelas untuk peserta didik dalam pembelajaran yaitu bisa dengan cara di kelompokkan, adapun penjelasan kepala madrasah tidak akan memberatkan kepada guru dalam pengelolaan kelas jadi semampunya saja, yang penting peserta didik kondusif dalam pembelajaran. Jika kelas masih belum kondusif. Menegur peserta didik yang masih mengobrol, bermain, dan tidak mendengarkan disaat pembelajaran berlangsung. Serjalan dengan pendapat Martinis Yamin . 7, hlm . sebagaimana dikutip olerh Qomar, menyebutkan bahwa pengelolaan peserta didik harus memperhatikan bahwa peserta didik mempunyai karakter yang berbeda-beda, sehingga perlu merancang program atau pembelajaran yang mampu menyesuaikan keberagaman karakter perserta didik tersebut. Menurut Sri Esti, bahwa pengelolaan kelas adalah suatu rangkaian tingkah laku yang kompleks, di mana guru dituntut untuk mengembangkan dan mengatur kondisi kelas yang akan memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar yang efisien (Sri Esti, 2. Berdasarkan ungkapan diatas menjelaskan bahwa cara menata tempat duduk, siswa membersihkan kelas, merupakan kewajiban semua siswa sebelum pembelajaran berlangsung, agar siswa merasakan kelas yang nyaman, bersih, dan efektif saat pembelajaran. Sementara itu menata tempat duduk kewajiban masing-masing wali kelas. Sejalan dengan pendapat, (Azizah & Estiastuti 2. Pengelolaan kelas merupakan kegiatan untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang merupakan kegiatan untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat praga pengaturan ruang belajar,mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikulum dapat Pengelolaan kelas adalah kegiatan yang dilakukan guru yang ditunjukkan untuk menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran yang optimal. Menurut Sri Esti, bahwa pengelolaan kelas adalah suatu rangkaian tingkah laku yang kompleks, di mana guru dituntut untuk mengembangkan dan mengatur kondisi kelas yang akan memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar yang efisien (Sri Esti, 2. Keterampilan Guru Dalam Mengelola Siswa Perngerlolaan perserrta didik ataur serring diserburt jurga derngan manajermern perserrta didik merrurpakan perngaturran ataur pernataan yang mermiliki kaitannya derngan prosers masurk hingga kerlurarnya perserrta didik dari serkolah. Kegiatan di Luar Kelas Berdasarkan observasi peneliti menemukan bahwa kegiatan di luar kelas ini mencakup penerimaan dan pencatatan peserta didik. Kegiatan yang tercakup yakni, penerimaan dan pencatatan peserta didik serta menajemen peserta didik dalam pembelajaran di luar kelas. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa guru kelas IV, dan V. VI menggunakan cara yang berbeda untuk AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 91 mengembangkan potensi dan keinginan siswa sesuai dengan minatnya. Guru matematika kelas IV dengan cara membangun keterampilan dan memilih kesenangan peserta didik. Sedangkan guru kelas V. VI dengan cara memanjemen siswa dalam mencontohkan perbuatan dan perlakuan yang baik. Kegiatan di Dalam Kelas Berdasarkan observasi, kegiatan guru matematika kelas IV. V, dan VI di dalam kelas mencakup, pengelolaan kelas dan pembelajaran yang interaktif. Seperti membuat kelompok sesuai dengan yang ada kaitannya di materi pembelajarannya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa guru matematika kelas IV, maupun kelas V. VI dalam pengelolaan di dalam kelas ini menggunakan metode keterampilan guru masing-masing dalam pembelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa guru kelas IV, dan V. VI menggunakan cara yang berbeda untuk mengembangkan potensi dan keinginan siswa sesuai dengan minatnya. Guru matematika kelas IV dengan cara membangun keterampilan dan memilih kesenangan peserta didik. Sedangkan guru kelas V. VI dengan cara memanjemen siswa dalam mencontohkan perbuatan dan perlakuan yang Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwa guru matematika kelas IV, maupun kelas V. VI dalam pengelolaan di dalam kelas ini menggunakan metode keterampilan guru masing-masing dalam pembelajaran. Keterampilan seorang guru dalam menerapkan berbagai gaya mengajar akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang Semakin guru menguasai keterampilan mengajar maka akan semakin inovatif, inspiratif, dan bervariasi proses pembelajarannya (Nursada, 2. Perngerlolaan perserrta didik ataur serring diserburt jurga derngan manajermern perserrta didik merrurpakan perngaturran ataur pernataan yang mermiliki kaitannya derngan prosers masurk hingga kerlurarnya perserrta didik dari serkolah. Gurrur akan serlalur mermperlajari kondisi perserrta didik di kerlas dan mernernturkan apa yang harurs dilakurkan olerh gurrur serhingga kergiatan berlajar merngajar dapat berrjalan derngan baik dan turjuran permberlajaran terrcapai. Serjalan derngan perndapat (Rofiq, 2009: . Kedisiplinan Siswa Dari temuan penelitian, ditemukan bahwa sekolah tidak membuat perencanaan khusus kedisiplinan siswa secara tertulis ataupun berupa dokumen, tetapi hanya ada tata tertib saja dan langsung memberikan pengarahan pada saat pembelajaran yaitu berupa pengelolaan kelas. Ketaatan Tata Tertib di Sekolah Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa siswa siswa di MI Tarbiyatussibyan mematuhi peraturan atau tata tertib yang AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 92 ada. Selanjutnya, berdasarkan hasil wawancara dari kepala madrasah mengatakan bahwa Ay ya, siswa sangat disiplin dalam berrsikap di serkitar lingkurngan serkolah, sersurai yang ada dalam aturran tata terrtib serkolahAy Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan siswa di MI Tarbiyatussibyan ini sudah disiplin, meskipun belum ada dokumen yang secara tertulis, selain tata tertib sekolah. Ketaatan Terhadap Pembelajaran di Sekolah Berdasarkan hasil observasi, ketaatan terhadap pembelajaran adalah mengerjakan tugas dan kewajiban yang telah guru berikan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa menyelesaikan tugas dengan baik di waktu yang tepat sesuai yang sudah ditentukan oleh guru matematika, kelas IV. V maupun VI. Ketaatan dalam Mengerjakan Tugas Pelajaran Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa siswasiswi menjalankan kehidupan secara tata tertib dan teratur dalam menyelesaikan tugas pelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa. Kertaatan dalam merngerrjakan turgas-turgas perlajaran adalah kertaatan dan kerpaturhan yang dilakurkan olerh siswa dalam merlaksanakan kerwajiban di lingkurngan serkolah. Ketaatan Terhadap Belajar di Rumah Berdasarkan hasil observasi. Berlajar merrurpakan kerwajiban bagi serorang perngajar termasuk tugas pekerjaan yang di kerjakan di rumah (PR) tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa. Sertiap turgas yang diberrikan olerh gurrur herndaknya di kerrjakan para siswa. Berdasarkan penjelasan di atas disimpulkan bahwa ketaatan dalam pekerjaan rumah (PR), dalam mengerjakan tugas ini wajib dikerjakan ketaatan terhadap belajar dirumah juga termasuk kedalam kedisiplinan dan kepatuhan para siswa dalam melaksanakan perintah dari guru. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan siswa di MI Tarbiyatussibyan ini sudah disiplin, meskipun belum ada dokumen yang secara tertulis, selain tata tertib sekolah. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa siswa menyelesaikan tugas dengan baik di waktu yang tepat sesuai yang sudah ditentukan oleh guru matematika, kelas IV. V maupun VI. Sejalan dengan pendapat Simbolon . 0, hlm . mengatakan bahwa disiplin belajar merupakan serangkaian perilaku seseorang yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, dan tata tertib yang berlaku yang di dorong dengan adanya kesadaran dalam diri. Ada dua dorongan yang mempengaruhi disiplin yaitu: Dorongan yang datang dari dalam diri manusia, yaitu dikarenakan adanya. kemauan untuk berbuat disiplin. Dorongan yang datang dari luar yaitu dikarenakan adanya. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 93 pengawasan. (Wiana Mulyana, 1989: . dalam Riyani . Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa. Kertaatan dalam merngerrjakan turgas-turgas perlajaran adalah kertaatan dan kerpaturhan yang dilakurkan olerh siswa dalam merlaksanakan kerwajiban di lingkurngan serkolah. Sejalan dengan pendapat (Hafi Ansyari, 1983-. Disiplin berrkaitan derngan tata terrtib, aturran ataur norma dalam kerhidurpan berrsama . ang merlibatkan orang banya. , disiplin adalah suratur sikap merntal yang derngan sadaran dan kerinsyafan mermaturhi terrhadap perrintah-perrintah ataur larangan yang ada terrhadap sersurtaur hal, karerna merngerrti berturl-berturl terntang perntingnya perrintah dan larangan Disiplin mernjadi maksurd dari alat-alat perndidikan yang ada dan harurs ditanamkan dalam hal sanurbari anak didik. Berdasarkan penjelasan di atas disimpulkan bahwa ketaatan dalam pekerjaan rumah (PR), dalam mengerjakan tugas ini wajib dikerjakan ketaatan terhadap belajar dirumah juga termasuk kedalam kedisiplinan dan kepatuhan para siswa dalam melaksanakan perintah dari guru. Sejalan dengan pendapat Rusyan . 3: . Disiplin belajar menjadi penunjang dalam keberhasilan belajar, dengan disiplin mengarahkan siswa tertib dan taat terhadap aturan dalam kegiatan belajar seperti menyelesaikan tugas dengan baik. Disiplin terkait dengan tata tertib dan ketertiban. Ketertiban berarti kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan karena didorong oleh sesuatu yang datang dari luar dirinya. Jadi disiplin adalah kepatuhan yang muncul karena kesadaran dari dorongan dari dalam diri orang itu. Adapun tata tertib berarti perangkat peraturan yang berlaku untuk menciptakan kondisi yang tertib dan teratur (Jejen Musfah, 2015: . KESIMPULAN Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang di dapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Mi Tarbiyatussibyan Pagaden Barat Desa Bendungan Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang diperoleh Kesimpulan, pertama keterampilan pengelolaan kelas di bagi menjadi dua yaitu pengelolaan peserta didik dan pengelolaan ruang kelas, kedua keterampilan guru dalam pengelolaan siswa di bagi menjadi dua yaitu kegiatan diluar kelas dan kegiatan di dalam kelas, dan yang ketiga kedisiplinan siswa di bagi menjadi empat yaitu ketaatan terhadap tata tertib di sekolah, ketaatan terhadap pembelajaran di sekolah, ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran, serta ketaatan terhadap belajar di rumah. REFERENSI Aslamiah, dkk. Pengelolaan Kelas. Depok: PT Raja Grafindo Persada. Awilara, dkk. Pembelajaran Matematika SD Kelas Rendah. (Cetakan Pertam. CV Bianglala Kreasi Mandiri. AL-HUDA: Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 1 No 2 Tahun 2025 | 94 Ahmad Pojo, dkk. Sugiarto. Faktor Kedisiplinan Belajar Pada Siswa Kelas X SMK Larenda Brebes. Brebes: Jurnal Mimbar Ilmu Artikel Cendekiawan Arikunto Suharsimi. Manajemen Penelitian. Jakarta Rineka Cipta Arikunto. Suharsimi. Pengelolaan Kelas Sebuah Pendekatan Evaluatif. (Jakarta: CV. Rajawali, 1. Damanik. , dkk, . Keterampilan Dasar Guru. Medan: Umsu Press. Djarmah. , 2012. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional Djarmah. , & Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Elizabeth B Hurlock. Alihbahasa. Perkembangan Anak Jilid 1. Psikologi Anak: Hlm 351-354 Fathurrohman. P Dan Sobry Sutikno. Strategi Belajar Mengajar. Bandung Hamalik. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hendriati. Kemampuan Manajemen Kelas Guru: Penelitian Tindakan Sekolah Dasar Dengan Pdf (Diunduh 15 Juni 2. Kadir. AyKeterampilan Mengelola Kelas Dan Implementasinya Dalam Proses PembelajaranAy. Jurnal Al-TaAodib, 7. , 16-36. Kadir. Fatimah. Keterampilan Mengelola Kelas Dan Implementasinya Dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Al-TaAodib. Karwati. Euis. Dan Donni. Juni Priansa. Manajemen Kelas. Bandung: Alfabeta Davies. Ivor. 1991 Pengelolaan Belajar II. Jakarta Utara: CV Rajawali. Kriyati. AySistem Pengelolaan Kelas Di Indonesia Dalam Kurikulum2013Ay. Jurnal Pendidikan Islam Iqra, 11. , 25-37. Lexy J. Moleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya. H 186. Majid. Abdul. Strategi Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia. Martinis Yamin Jakarta: Gaung Persada Press, 2007: Strafegi Dan Metode Dalam Model Pembelajaran. HM Yamin. Pd Referensi