Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor JURNAL STUDI, SOSIAL DAN EKONOMI Vol. 5 No. 2 Juni 2024 Hal. 173-184 PENGUATAN KOMPETENSI SISWA MELALUI PROGRAM MAGANG PADA DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI Adelia Rizky Alwiputri, Triana Rosalina Noor* STAI An Najah Indonesia Mandiri, Sidoarjo, Jawa Timur *Penulis korespondensi : trianasuprayoga@gmail.com Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan proses penguatan kompetensi siswa melalui program magang di PT. Tirta Semesta Engineering Sidoarjo sebagai Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara kepada 3 orang yang dipilih secara purposive, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi siswa melalui program magang pada DUDI melalui tiga tahapan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan melalui melalukan identifikasi sekolah atau yang relevan untuk dijadikan rekanan magang siswa dengan memperluas jaringan kerjasama melalui proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Tujuannya agar penempatan siswa-siswi magang pada bidang yang sesuai dengan keahlian mereka Pada tahap pelaksanaan, pihak DUDI memberi pengetahuan praktis kepada siswa melalui pelatihan dan praktik langsung di lapangan dengan mengacu pada rundown dan job description siswa di lokasi magang selama tiga bulan. Pada tahap akhir yakni evaluasi, pihak DUDI melakukan penilaian kinerja setiap siswa. Tujuannya adalah untuk untuk menilai efensiensi dan efektivitas pelaksanaan magang guna mendapatkan umpan balik untuk peningkatan mutu program dan pendidikan pada umumnya. Kata kunci: Penguatan Kompetensi, program magang, siswa, DUDI PENDAHULUAN Program Sekolah Menengah Kejuruan atau biasa disebut SMK adalah program pendidikan sekolah menengah yang berbentuk penguatan pendidikan dengan tujuan mempersiapkan peserta didik lulusan yang tidak melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi untuk lebih siap masuk dunia kerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pada Hal 173 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor bidangnya.1 Lembaga pendidikan Kejuruan bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, memiliki kemampuan, dan keahlian yang mumpuni. Lulusan SMK diharapkan mampu mengembangkan diri dan siap bekerja di dunia kerja. Tujuan pendidikan di SMK adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar dapat berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta mempersiapkan mereka menjadi tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja..2 Program magang berbasis keahlian adalah sebuah program yang berfokus pada pembelajaran praktik untuk melengkapi pembelajaran teoretis di luar kelas. Program ini bertujuan memberikan mahasiswa pengalaman kerja serta pengetahuan spesifik dalam bidang keahlian tertentu yang sesuai dengan minat mereka dan kondisi nyata di dunia kerja.3 Selain itu, program magang juga membantu siswa maupun guru untuk mengukur seberapa baiknya penguasaan materi ataupun kompetensi yang dimiliki oleh siswa.4 Magang juga bertujuan melatih kemampuan komunikasi dan kerjasama siswa secara profesional. Komunikasi yang dimaksud mencakup komunikasi lisan dan tulisan. Selain itu, magang bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan siswa, yang merupakan tujuan utama dari program ini. Agar siswa SMK dapat meningkatkan kemampuan dan wawasannya, mereka perlu melakukan praktik langsung di dunia industri atau jasa untuk merasakan dan mengamati kegiatan di sektor tersebut. 5 Pembelajaran melalui magang merupakan salah satu bentuk pengembangan pendidikan yang dahulunya bersifat teoritik menuju suatu pembelajaran yang berbasis pengalaman, dan hal tersebut senada dengan ajaran nilai Islam untuk terus belajar dan bekerja keras. A R Murniati, ‘Strategi Kerjasama Sekolah Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri (Du/Di) Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Pada Smk Negeri 3 Banda Aceh’, Jurnal Administrasi Pendidikan: Program Pascasarjana Unsyiah 3, no. 2 (2015): 148. 2 Marsiana Luciana Sitanggang, ‘Pentingnya Softskill Untuk Persiapan Magang Siswa Smk’, JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera 1, no. 2 (2020): 190. 3 Muna Haddad Al Ansori Tanjung et al., ‘Program Magang Keahlian Sebagai Sarana Praktik Dan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Di Bidang Penerbitan’, Indonesian Journal of Community Services 5, no. 1 (2023): 9. 4 Mazaya Razan Alsya Nur Shabrina and Triana Rosalina Noor, ‘Relevansi Antara Kompetensi Mata Pelajaran Produktif Dengan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Siswa’, Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge 1, no. 1 (2024): 338. 5 Rezki Amalia, Arman Bin Anuar, and Ainul Fahmi, ‘Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Efektifitas Pelaksanaan Magang Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Dengan Menggunakan Metode CIPP’, Jurnal Bimbingan dan Konseling 7, no. 2 (2023): 239. 1 Hal 174 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor DUDI atau Dunia Usaha dan Dunia Industri adalah segala aktivititas yang berhubungan dengan aspek-aspek dan fungsi-fungsi sosial dan ekonomi dan dengan segala pekerjaan untuk merancang, membuat, menghasilkan suatu produk.6 Peran DUDI diantaranya bertanggungjawab mengatur program Prakerin (Praktek Kerja Industri) atau magang bertujuan memberikan pelatihan di tempat kerja yang bersertifikasi pedagogik (sertifikat ToT), menyediakan tempat-tempat praktik kerja industri (prakerin), serta mempersiapkan siswa untuk uji kompetensi sehingga mereka memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). 7 DUDI akan menjadikan siswa SMK yang mempunyai kompetensi serta kualifikasi spesialis untuk kebutuhan perusahaan dan inilah yang menjadi alasan terpenting untuk perusahaan dalam melatih penguatan kompetensi siswa SMK. 8 Salah satu perusahaan industri yang bekerjasama dengan lembaga pendidikan untuk program magang siswa SMK adalah PT. Tirta Semesta Engineering Sidoarjo. PT. Tirta Semesta Engineering adalah perusahaan kontraktor untuk Chemical, Mechanical dan Electrical yang khusus bergerak dalam bidang water treatment. Sejak awal tahun 2022 telah membuka kesempatan dan bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan untuk dapat melaksanakan magang pada perusahaan tersebut bagi siswa-siswanya.9 PT. Tirta Semesta Engineering bersinergi dengan lembaga pendidikan kejuruan untuk memberikan pengalaman praktis seperti memperluas jaringan dan kesempatan serta menghadapi tantangan nyata di dunia kerja bagi siswa SMK. Pengalaman ini sangat penting untuk menyiapkan mental, emosi, pengetahuan dan juga wawasan siswa-siswi SMK terhadap dunia industri.10 Sebagai usaha untuk mengasah dan memperkuat kemampuan siswa sesuai bidang yang tidak pernah mereka dapat sewaktu kegiatan belajar mengajar di kelas, PT. Tirta Semesta Engineering juga memiliki strategi-strategi untuk memperkuat kompetensi siswa 6 A R Murniati and Nasir Usman, Implementasi Manajemen Stratejik Dalam Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2009), 155. 7 Bambang Ixtiarto, ‘Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri (Kajian Aspek Pengelolaan Pada SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri)’, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 26, no. 1 (2016): 57. 8 Junaidi Junaidi, ‘Manfaat Kolaborasi Antara Sekolah Dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Siswa Dan Guru Di SD’, Jurnal Edukasi ElIbtida’i Sophia 3, no. 1 (2024): 25. 9 Dokumen Company Profile PT. Tirta Semesta Engineering 10 ‘Hasil Wawancara Dengan Kepala Engineer Project Analias Lab, Ibu Dwi Kurnia Ningrum, Sidoarjo 31 Desember 2023 Pkl 10.00 WIB’ Hal 175 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor yang magang pada perusahaannya. Strategi tersebut penting diberikan oleh dunia usaha dalam rangka kebebasan bereksplorasi, melatih ketrampilan problem solving, membentuk pola pikir, dan menjalin kerjasama antar tim. Dalam membangun kompetensi siswa magang, diperlukan sebuah proses penyusunan yang tepat. Penguatan kompetensi siswa adalah sebuah proses penting dalam sistem pendidikan untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Ini termasuk pengembangan keterampilan personal, sosial, dan profesional. Kompetensi siswa merujuk pada kemampuan mereka untuk mengintegrasikan berbagai pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai- nilai yang diperlukan untuk berfungsi secara efektif di sekolah, tempat kerja, dan kehidupan sosial. Pengembangan kompetensi ini penting tidak hanya untuk keberhasilan akademis, tetapi juga untuk kesiapan karier dan pengembangan pribadi. 11 Kompetensi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peranan yang sangat penting. SMK secara khusus dirancang untuk mempersiapkan siswa agar memiliki keterampilan praktis dan teoretis yang diperlukan untuk masuk langsung ke dalam dunia kerja atau melanjutkan pendidikan tinggi di bidang keahlian tertentu.12 Berdasarkan penelitian terdahulu menyatakan bahwa DUDI meningkatkan kompetensi lulusan siswa dengan beberapa strategi yaitu: Mengembangkan program sekolah seperti Theacing Factory (pembelajaran kewirausahaan), Unit produksi dan prakerin siswa-siswi setiap masing-masing program keahlian, on job training (OJT) langsung ke DUDI yang bersangkutan selama 3 bulan dan sebagainya.13 Namun prohram magang juga terkadang terkendala oleh kurang memahaminya siswa magang dengan keterampilan kerja praktis yang dibutuhkan oleh industri sehingga proses magang berjalan kurang efektif.14 11 Murniati and Usman, Implementasi Manajemen Stratejik Dalam Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan, 108-110. 12 Nur Azizah, Sigit Santoso, and Sri Sumaryati, ‘Pengaruh Persepsi Magang Dunia Usaha/Dunia Industri Dan Pengalaman Organisasi Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa’, Tata Arta: Jurnal Pendidikan Akuntansi 5, no. 1 (2019): 105. 13 Ryan Rahmawati, ‘Kerjasama Humas Sekolah Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri (Dudi) Untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa Di Smkn 2 Ponorogo’, Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 1, no. 2 (2022): 98. 14 F Fauzi Fanora, A Adnan, ‘Kendala Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Unsyiah Di SDN 29 Banda Aceh’, Elementary Education Research 4, no. 1 (2019): 1. Hal 176 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor Berdasarkan paparan kondisi tersebut, terpapar bahwa begitu pentingnya program magang di sebuah lembaga pendidikan dengan bertepat di DUDI. Manfaat magang mendorong peneliti untuk suatu penelitian guna mendapatkan data tentang bagaimana Penguatan Kompetensi Siswa Melalui Program Magang Di Dunia Usaha Dan Dunia Industri. METODE Penelitian ini dilakukan di PT. Tirta Semesta Engineering yang berlokasi di Puri Surya Jaya, RWU Jl. Athena Barat No.H3-51, Gedangan, Kec. Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Studi kasus dilakukan terhadap peristiwa atau gejala yang sedang berlangsung dan melibatkan beragam sumber informasi. 15 Informan penelitian ini adalah Kepala Unit engineering tempat siswa melakukan program magang dan 2 orang siswa magang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti terdiri dari tiga teknik yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen. 16 Data yang telah didapatkan dari ketiga informan tersebut untuk selanjutnya dianalisis secara tunggal dengan menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman yaitu membagi kegiatan analisis menjadi tiga bagian yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.17 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan temuan data di lapangan, kegiatan penguatan kompetensi siswa melalui program magang di PT. Tirta Semesta Engineering Sidoaro dilakukan melalui beberapa tahapan yakni : 1. Perencanaan Berdasarkan data wawancara dan dokumen yang dilakukan bahwa langkah pertama yang dilakukan PT. Tirta Semesta Engineering penguatan kerjasama antara pihak industri dengan lembaga pendidikan kejuruan adalah mengidentifikasi sekolah atau yang relevan untuk dijadikan rekanan magang siswa. Setelah itu diselesaikanlah proses penyusunan dan kesepakatan kerjasama yang jelas dan komprehensif dengan John W Cresswell, Penelitian Kualitatif Dan Desain Riset : Memilih Diantara Lima Pendekatan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015). 16 Sugiyono Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: CV. Alfabeta, 2016). 17 Johnny Saldana Mattew B. Miles, A. Michael Hubermen, Qualitative Data Analysis: A Methodhs Sourcebook (California: Sage Publication, 2014). 15 Hal 177 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor lembaga pendidikan yang hendak bermitra untuk proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Umpan baliknya adalah pihak sekolah segera memberikan daftar nama siswa beserta minat jurusan atau bidang kompetensi untuk dilakukan proses penempatan siswa-siswi magang pada bidang yang sesuai dengan keahlian mereka.18 Perencanaan adalah proses sistematis untuk menetapkan tujuan dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Ini adalah salah satu fungsi manajerial utama yang membantu organisasi mengalokasikan sumber daya mereka secara efektif dan mengarahkan kegiatan mereka menuju hasil yang diinginkan.19 Sekolah pada dasarnya merupakan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan lingkungan eksternal ke dalam organisasinya, sehingga menciptakan suasana kebersamaan dan kepemilikan yang tinggi dengan keterlibatan masyarakat yang juga tinggi. Lingkungan ekternal bisa dijadikan sebagai tempat untuk meyerap aspirasi dalam rangka pengembangan dan peningkatan lembaga pendidikan.20 Keberhasilan sebuah relasi dengan DUDI juga tidak lepas dari peran kepala sekolah yang melakukan beragam cara agar lembaga pendidikan yang dipimpinnya mengalami lompatanlompatan dalam pengembangan.21 Adanya kerjasama antara lembaga pendidikan kejuruan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program magang sebagai strategi win-win yang memberikan manfaat baik untuk dunia pendidikan maupun industri. Kerjasama ini dirancang untuk mempersiapkan siswa dengan keahlian praktis dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.22 2. Pelaksanaan Setelah menjalin kerjasama dengan pihak sekolah, PT. Tirta Semesta Engineering bersama pihak sekolah membuat rundown untuk proses rekrutmen siswa ‘Hasil Wawancara Dengan Kepala Engineer Project Analias Lab, Ibu Dwi Kurnia Ningrum, Sidoarjo 31 Desember 2023 Pkl 10.00 WIB’ 19 Prasojo Lantip, Maajemen Mutu Pendidikan, UNY Press, 2016, 43. 20 Triana Rosalina Noor and Mazaya Razan Alsya Nur Shabrina, ‘Strategi Pengembangan Sekolah Unggulan (Studi Kasus Di Sekolah Menengah Kejuruan Migas, Cepu)’, Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman 10, no. 2 (2022): 237. 21 Siti Khotimah and Triana Rosalina Noor, ‘Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar’, Nuris Journal of Education and Islamic Studies 4, no. 1 (2024): 33. 22 Fitri Oviyanti, ‘Peran Organisasi Kemahasiswaan Intrakampus Dalam Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Mahasiswa’, El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 1 (2016): 67. 18 Hal 178 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor magang untuk selanjutka dilakukan kegiatan magang melalui memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada siswa yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya di bangku sekolah. Di lokasi magang diajarkan pengalaman praktis untuk mengetahui cara menganalisa air, analisis spesifik terkait kandungan yang terdapat dalam air pada proses Boiler dan Cooling Tower.23 Selama magang berlangsung, siswa juga menjalankan masa training selama dua bulan yaitu pada bulan pertama untuk menganalisa di dalam laboratorium. Pada bulan kedua, siswa mulai diberikan jobdesc untuk mengambil sampel ke berbagai perusahaan yang merupakan costumer dari PT. Tirta Semesta Engineering. Pada bulan ketiga hingga bulan keenam, siswa mulai terlibat dalam berbagai project perusahaan khususnya pada jobdesc project analisa. Siswa magang diberikan beberapa daftar pekerjaan yang harus diselesaikan atau dilaporkan setiap harinya untuk memastikan target capaikan yang telah mereka capai, sebagai bahan evaluasi di akhir bulan, serta laporan kepada pihak sekolah sebagai proses monitoring. Selama pelaksanaan program magang berlangsung, siswa akan diawasi oleh Bapak Alif Alam Fahmi selaku Supervisor Lab yang akan menilai sampai dimana pencapaian kinerja dan pengetahuan siswa. Magang yang dilakukan siswa berlangsung selama 6 (enam) bulan dengan jam kerja Senin hingga Jumat pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.24 Pelaksanaan adalah fase di mana rencana dan strategi yang telah ditetapkan diimplementasikan atau diterapkan untuk mencapai tujuan yang dituju. 25 Program magang adalah salah satu implementasi dari program merdeka belajar kampus merdeka, karena dianggap mampu meningkatkan kompetensi, kemampuan, dan memberikan pengalaman nyata yang menyeluruh. Hal ini membantu mahasiswa membiasakan diri dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja di masa depan.26 Selain itu, kebijakan lembaga pendidikan untuk melakukan program magang 23 Hasil Wawancara Dengan Kepala Engineer Project Analias Lab, Ibu Dwi Kurnia Ningrum, Sidoarjo 31 Desember 2023 Pkl 10.00 WIB’ 24 Hasil Wawancara Dengan Kepala Engineer Project Analias Lab, Ibu Dwi Kurnia Ningrum, Sidoarjo 4 Maret 2024 Pkl 12.00 WIB’ 25 George R Terry and Leslie W Rue, Dasar-Dasar Manajemen (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), 45. 26 Dian Aswita, ‘Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Inventarisasi Mitra Dalam Pelaksanaan Magang Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan’, in Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi Dan Kependidikan, vol. 9, 2022, 205. Hal 179 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor melalui kerjasama dengan pihak DUDI akan mampu mendorong pengembangan minat wirausaha siswa, mengurangi masalah pengangguran dikalangan intelektual, dan meningkatkan kualitas lulusan melalui penguasaan pengetahuan akademik, keterampilan berpikir, keterampilan manajemen, dan keterampilan komunikasi. 27 Selaras dengan makna merdeka belajar yakni lembaga pendidikan mampu mengarahkan siswa untuk lebih siap kerja, bekerja sama, kreatif dan dapat bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.28 3. Evaluasi Setelah proses pelaksanaan magang dilakukan oleh PT. Tirta Semesta Engineering dalam meningkatkan dan menguatkan kompetensi siswa magang adalah dengan melakukan evaluasi, maka tahapan evaluasi segera dilakukan. PT. Tirta Semesta Engineering melakukan evaluasi kepada siswa magang setiap satu bulan sekali yaitu pada akhir bulan melalui penilaian kinerja setiap siswa. 29 Dampak positifnya adalah mampu untuk menilai efensiensi dan efektivitas pelaksanaan magang guna mendapatkan umpan balik untuk peningkatan mutu program dan pendidikan pada umumnya.30 Evaluasi yang dilakukan berkenaan dengan kesesuaian antara pelaksanaan job decription dengan apa yang telah dilakukan oleh siswa magang. Arahan dan jobdesc yang dimaksud adalah terkait pemahaman tentang project analisa air pada proses Boiler dapat dipahami betul oleh siswa. Selain itu tindakan-tindakan yang diberikan kepada siswa magang untuk menguatkan kompetensi seperti sikap, pengetahuan, dan keterampilan dapat diterapkan dengan baik atau tidak oleh siswa. Hal ini sangat penting dilakukan PT. Tirta Semesta Engineering karena untuk mengukur seberapa Muhammad Rusli Baharuddin, ‘Adaptasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Fokus: Model MBKM Program Studi)’, Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran 4, no. 1 (2021): 195. 28 Nurhayani Siregar, Rafidatun Sahirah, and Arsikal Amsal Harahap, ‘Konsep Kampus Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0’, Fitrah: Journal of Islamic Education 1, no. 1 (2020): 141. 29 Hasil Wawancara Dengan Kepala Engineer Project Analias Lab, Ibu Dwi Kurnia Ningrum, Sidoarjo 34 Maret 2024 Pkl 12.00 WIB’ 30 Triana Rosalina Noor and Izzatul Islamiya, ‘Analisis Faktor Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam’, EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 10, no. 2 (2023): 124. 27 Hal 180 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor tinggi tingkat keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kompetensi siswa-siswi dalam program magang yang dilaksanakan oleh PT. Tirta Semesta Engineering. 31 Evaluasi adalah sebuah proses sistematis untuk menilai sejauh mana program, proyek, atau kegiatan telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya. 32 Evaluasi sering dilakukan pada akhir siklus proyek atau program, tetapi juga bisa dilakukan secara berkala selama prosesnya berlangsung. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektivitas, efisiensi, dan dampak dari kegiatan yang telah dilaksanakan, serta untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dan pembelajaran untuk masa depan. Sebuah evaluasi program penting untuk dilakukan dalam rangka menilai kinerja sebuah kinerja untuk menilai efisiensi dan efektivitasnya sebuah program. Harapannya hasil dari evaluasi tersebut akan menjadi umpan balik untuk peningkatan mutu program dan pendidikan pada umumnya.33 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penguatan kompetensi siswa melalui program magang di PT. Tirta Semesta Engineering selaku DUDI melalui beberapa tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan melalui melalukan identifikasi sekolah atau yang relevan untuk dijadikan rekanan magang siswa dengan memperluas jaringan kerjasama. Setelah itu diselesaikanlah proses penyusunan dan kesepakatan kerjasama yang jelas dan komprehensif dengan lembaga pendidikan yang hendak bermitra untuk proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Umpan baliknya adalah pihak sekolah segera memberikan daftar nama siswa beserta minat jurusan atau bidang kompetensi untuk dilakukan proses penempatan siswa-siswi magang pada bidang yang sesuai dengan keahlian mereka Pada tahap pelaksanaan, pihak DUDI memberi pengetahuan praktis kepada siswa melalui pelatihan dan praktik langsung di lapangan dengan mengacu pada rundown dan job description siswa di lokasi magang selama tiga bulan. Pada tahap akhir yakni evaluasi, pihak DUDI melakukan penilaian kinerja setiap siswa. Tujuannya adalah untuk untuk menilai efensiensi dan efektivitas pelaksanaan Hasil Wawancara Dengan siswa magang, Prayudi, Sidoarjo 5 Maret 2024 Pkl 09.00 WIB’ Ismail Solihin, Pengantar Manajemen (Jakarta: Erlangga, 2012), 24. 33 Triana Rosalina Noor, ‘Urgensi Perencanaan Pembelajaran Pada Masa Pandemi’, EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 9, no. 1 (2022): 34. 31 32 Hal 181 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor magang guna mendapatkan umpan balik untuk peningkatan mutu program dan pendidikan pada umumnya. DAFTAR PUSTAKA Amalia, Rezki, Arman Bin Anuar, and Ainul Fahmi. ‘Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Efektifitas Pelaksanaan Magang Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Dengan Menggunakan Metode CIPP’. Jurnal Bimbingan dan Konseling 7, no. 2 (2023): 239–251. Aswita, Dian. ‘Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Inventarisasi Mitra Dalam Pelaksanaan Magang Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan’. In Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi Dan Kependidikan, 9:56–61, 2022. Azizah, Nur, Sigit Santoso, and Sri Sumaryati. ‘Pengaruh Persepsi Magang Dunia Usaha/Dunia Industri Dan Pengalaman Organisasi Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa’. Tata Arta: Jurnal Pendidikan Akuntansi 5, no. 1 (2019): 95–106. Baharuddin, Muhammad Rusli. ‘Adaptasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Fokus: Model MBKM Program Studi)’. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran 4, no. 1 (2021): 195–205. Cresswell, John W. Penelitian Kualitatif Dan Desain Riset : Memilih Diantara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015. Fanora, A Adnan, F Fauzi. ‘Kendala Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Unsyiah Di SDN 29 Banda Aceh’. Elementary Education Research 4, no. 1 (2019): 1–8. Ixtiarto, Bambang. ‘Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri (Kajian Aspek Pengelolaan Pada SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri)’. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 26, no. 1 (2016): 57–69. Junaidi, Junaidi. ‘Manfaat Kolaborasi Antara Sekolah Dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Siswa Dan Guru Di SD’. Jurnal Edukasi El-Ibtida’i Sophia 3, no. 1 (2024): 20–26. Hal 182 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor Khotimah, Siti, and Triana Rosalina Noor. ‘Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar’. Nuris Journal of Education and Islamic Studies 4, no. 1 (2024): 33–42. Lantip, Prasojo. Maajemen Mutu Pendidikan. UNY Press, 2016. Mattew B. Miles, A. Michael Hubermen, Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methodhs Sourcebook. California: Sage Publication, 2014. Murniati, A R. ‘Strategi Kerjasama Sekolah Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri (Du/Di) Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Pada Smk Negeri 3 Banda Aceh’. Jurnal Administrasi Pendidikan: Program Pascasarjana Unsyiah 3, no. 2 (2015): 148–158. Murniati, A R, and Nasir Usman. Implementasi Manajemen Stratejik Dalam Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2009. Noor, Triana Rosalina. ‘Urgensi Perencanaan Pembelajaran Pada Masa Pandemi’. EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 9, no. 1 (2022): 34–44. Noor, Triana Rosalina, and Izzatul Islamiya. ‘Analisis Faktor Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam’. EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 10, no. 2 (2023): 124–138. Noor, Triana Rosalina, and Mazaya Razan Alsya Nur Shabrina. ‘Strategi Pengembangan Sekolah Unggulan (Studi Kasus Di Sekolah Menengah Kejuruan Migas, Cepu)’. Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman 10, no. 2 (2022): 223–240. Oviyanti, Fitri. ‘Peran Organisasi Kemahasiswaan Intrakampus Dalam Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Mahasiswa’. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 1 (2016): 61–79. Rahmawati, Ryan. ‘Kerjasama Humas Sekolah Dengan Dunia Usaha Dan Dunia Industri (Dudi) Untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa Di Smkn 2 Ponorogo’. ArRosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 1, no. 2 (2022): 90–99. Shabrina, Mazaya Razan Alsya Nur, and Triana Rosalina Noor. ‘Relevansi Antara Kompetensi Mata Pelajaran Produktif Dengan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Hal 183 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Adelia Rizky Alwiputri , Triana Rosalina Noor Siswa’. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge 1, no. 1 (2024): 335–349. Siregar, Nurhayani, Rafidatun Sahirah, and Arsikal Amsal Harahap. ‘Konsep Kampus Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0’. Fitrah: Journal of Islamic Education 1, no. 1 (2020): 141–157. Sitanggang, Marsiana Luciana. ‘Pentingnya Softskill Untuk Persiapan Magang Siswa Smk’. JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera 1, no. 2 (2020): 190–196. Solihin, Ismail. Pengantar Manajemen. Jakarta: Erlangga, 2012. Sugiyono, Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta, 2016. Tanjung, Muna Haddad Al Ansori, Netty Bayani Harahap, Martina Enjeli Siboro, and Muharrina Harahap. ‘Program Magang Keahlian Sebagai Sarana Praktik Dan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Di Bidang Penerbitan’. Indonesian Journal of Community Services 5, no. 1 (2023): 1–11. Terry, George R, and Leslie W Rue. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009. ‘Hasil Wawancara Dengan Pegawai UPT PS Tresna Werdha Pasuruan 31 Desember 2019 Pkl 10.00 WIB’ (n.d.). Hal 184 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024