Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 DOI: 10 -70285 Pengaruh Struktur Modal dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur TBK Periode 2014-2023 Nabila Nurul Shofiiyah1. Ardi Bachtiar2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang 30nabilanuruls@gmail. com1*, ardiebachtiar03@gmail. Received 20 Agustus 2. Revised 15 September 2025 | Accepted 15 Oktober 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak struktur modal dan kebijakan dividen terhadap valuasi perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2014-2023 menggunakan pendekatan kuantitatif Metodologi penelitian mengaplikasikan analisis regresi berganda dengan teknik purposive sampling terhadap data sekunder laporan keuangan auditan. Operasionalisasi variabel meliputi Debt to Equity Ratio sebagai proksi struktur modal. Dividend Payout Ratio merepresentasikan kebijakan dividen, dan Price to Book Value mengindikasikan nilai perusahaan. Hasil investigasi mendemonstrasikan fenomena unik dimana struktur modal dan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan secara parsial . 0,000 dan 0,. , namun menghasilkan dampak substansial ketika dianalisis simultan (F-hitung 672,810. Koefisien determinasi 99,3% mengkonfirmasi kekuatan prediktif model yang luar biasa tinggi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa optimalisasi nilai perusahaan memerlukan sinergi strategis antara keputusan struktur permodalan dan distribusi dividen, bukan pendekatan individual yang terpisah. Kata Kunci: Kebijakan Dividen. Struktur Modal. Nilai Perusahaan Abstract This research aims to explore the impact of capital structure and dividend policy on firm valuation of PT Indofood Sukses Makmur Tbk during 2014-2023 period using associative quantitative approach. The research methodology applies multiple regression analysis with purposive sampling technique on secondary data from audited financial statements. Variable operationalization encompasses Debt to Equity Ratio as capital structure proxy. Dividend Payout Ratio representing dividend policy, and Price to Book Value indicating firm value. Investigation results demonstrate unique phenomenon where capital structure and dividend policy show no significant partial influence . 000 and 0. , yet generate substantial impact when analyzed simultaneously (F-calculated 672. Determination coefficient of 99. 3% confirms extraordinarily high model predictive strength. These findings imply that firm value optimization requires strategic synergy between capital structure and dividend distribution decisions, rather than separate individual approaches. Keywords: Dividend Policy. Capital Structure. Firm Value PENDAHULUAN Dalam era globalisasi ekonomi yang semakin kompetitif, optimalisasi nilai perusahaan telah menjadi fokus utama bagi manajemen perusahaan publik. Nilai perusahaan merepresentasikan persepsi pasar terhadap tingkat keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan oleh pemegang saham, yang tercermin melalui pergerakan harga saham di pasar modal. Peningkatan nilai Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 perusahaan tidak hanya mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan, tetapi juga mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang entitas bisnis tersebut. Kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan menciptakan tantangan tersendiri bagi manajemen dalam mengidentifikasi strategi keuangan yang Di antara berbagai determinan nilai perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen telah mendapat perhatian signifikan dari para akademisi dan praktisi keuangan. Struktur modal, yang didefinisikan sebagai komposisi proporsional antara utang dan ekuitas dalam pembiayaan perusahaan, memiliki implikasi langsung terhadap biaya modal dan profil risiko perusahaan. Sementara itu, kebijakan dividen mencerminkan keputusan strategis manajemen dalam mengalokasikan laba bersih antara distribusi kepada pemegang saham dan reinvestasi untuk pertumbuhan masa depan. Relevansi teoretis hubungan antara struktur modal, kebijakan dividen, dan nilai perusahaan telah diperkuat oleh berbagai paradigma keuangan perusahaan, termasuk teori sinyal dan teori Teori sinyal menekankan bahwa keputusan keuangan perusahaan dapat berfungsi sebagai mekanisme komunikasi kepada pasar mengenai informasi privat yang dimiliki manajemen. Dalam konteks ini, struktur modal yang optimal dapat mengirimkan sinyal positif mengenai kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan, sementara kebijakan dividen yang konsisten dapat mengkomunikasikan stabilitas arus kas dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan Studi empiris mengenai hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan menunjukkan hasil yang beragam dan masih menjadi subjek perdebatan akademik. Penelitian yang dilakukan oleh (Amelinda, 2. mengidentifikasi bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, baik secara parsial maupun dalam interaksinya dengan kebijakan Temuan ini mendukung proposisi bahwa penggunaan leverage yang optimal dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui manfaat pajak dan disiplin manajerial yang lebih ketat. Sebaliknya, riset (Amri, 2. menemukan bahwa struktur modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, mengindikasikan bahwa peningkatan rasio utang dapat menimbulkan biaya kesulitan keuangan yang melebihi manfaat penggunaan leverage. Kontradiksi empiris yang serupa juga ditemukan dalam literatur mengenai kebijakan dividen. (Anggraini & Putri, 2. melaporkan bahwa kebijakan dividen memiliki dampak positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sejalan dengan hipotesis bahwa pembayaran dividen dapat mengurangi masalah keagenan dan memberikan sinyal positif kepada pasar. Namun, (Budiantini, 2. menemukan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif dan tidak signifikan, yang dapat dijelaskan melalui argumen bahwa pembayaran dividen mengurangi dana internal yang tersedia untuk investasi Inkonsistensi hasil penelitian terdahulu mengindikasikan perlunya investigasi lebih mendalam mengenai hubungan antara struktur modal, kebijakan dividen, dan nilai perusahaan, khususnya dalam konteks spesifik industri dan karakteristik perusahaan tertentu. PT Indofood Sukses Makmur Tbk, sebagai salah satu konglomerat terbesar di sektor makanan dan minuman di Indonesia, menyajikan kasus yang menarik untuk diteliti mengingat kompleksitas operasionalnya yang mencakup berbagai lini bisnis dan eksposurnya terhadap volatilitas ekonomi makro. Analisis data historis PT Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2014-2023 menunjukkan pola yang menarik dalam hubungan antara struktur modal, kebijakan dividen, dan nilai perusahaan. Data menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio perusahaan mengalami fluktuasi signifikan, dengan titik tertinggi pada 2015 . ,95%) dan terendah pada 2019 . ,47%). Pola serupa terlihat pada Dividend Payout Ratio yang berfluktuasi antara 19,63% hingga 53,44%, sementara Price to Book Value menunjukkan tren menurun dari 158,37% pada 2016 menjadi 56,37% pada 2023. Fenomena paradoksal yang terjadi pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk, di mana pengelolaan struktur modal yang semakin konservatif dan kebijakan dividen yang stabil justru diikuti oleh penurunan nilai perusahaan, menimbulkan pertanyaan fundamental mengenai efektivitas strategi keuangan konvensional dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham. Kondisi ini menjadi lebih kompleks ketika mempertimbangkan dampak eksternal seperti pandemi COVID-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan pada periode 2020-2021. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 Urgensi penelitian ini juga didorong oleh kebutuhan praktis bagi manajemen perusahaan untuk memahami mekanisme transmisi antara keputusan keuangan dan valuasi pasar, khususnya dalam konteks perusahaan multinasional dengan struktur operasional yang kompleks. Pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan kausal antara struktur modal dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dapat memberikan panduan strategis bagi manajemen dalam mengoptimalkan alokasi sumber daya dan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2014-2023, dengan fokus pada identifikasi hubungan kausal dan mekanisme transmisi yang mendasari interaksi antara variabel-variabel tersebut. Melalui pendekatan analisis yang komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori keuangan perusahaan dan memberikan implikasi praktis bagi optimalisasi strategi keuangan METODE Penelitian ini mengadopsi paradigma kuantitatif asosiatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme untuk menganalisis hubungan kausal antara struktur modal, kebijakan dividen, dan nilai perusahaan (Burhanudin & Nuraini, 2. Pendekatan metodologis ini dipilih untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya melalui analisis statistik terhadap data numerik yang dikumpulkan secara sistematis. Karakteristik asosiatif dari penelitian ini memungkinkan identifikasi dan kuantifikasi hubungan antar variabel yang diteliti (Sugiyono, 2. Data penelitian diperoleh melalui metode dokumentasi yang mengacu pada laporan keuangan auditan dan annual report PT Indofood Sukses Makmur Tbk periode 2014-2023 yang diakses melalui situs resmi perusahaan . dan Bursa Efek Indonesia . Teknik purposive sampling diterapkan dengan kriteria bahwa perusahaan secara konsisten menerbitkan laporan keuangan tahunan dan menyediakan informasi lengkap mengenai total utang, ekuitas, laba bersih, dividen tunai, harga saham, dan nilai buku per saham selama periode observasi. Operasionalisasi variabel penelitian meliputi struktur modal yang diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER = Total Hutang/Total Ekuita. , kebijakan dividen yang diproksikan melalui Dividend Payout Ratio (DPR = Dividen Tunai/Laba Bersi. , dan nilai perusahaan yang direpresentasikan oleh Price to Book Value (PBV = Harga Saham/Nilai Buku Per Saha. sebagaimana dijelaskan oleh (Cahyani et al. , 2. , (Siregar & Pratiwi, 2. , dan (Dwianggoro, 2. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, uji asumsi klasik meliputi normalitas melalui Kolmogorov-Smirnov test, multikolinearitas menggunakan nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), autokorelasi dengan Durbin-Watson test, dan heteroskedastisitas melalui scatter plot analysis (Ghozali, 2. Model analisis regresi berganda dengan persamaan Y = a b1X1 b2X2 e diterapkan untuk menguji hipotesis, dengan pengujian signifikansi secara parsial menggunakan uji t dan simultan melalui uji F, serta pengukuran kemampuan prediktif model menggunakan koefisien determinasi (RA) yang disesuaikan (Enjel Lina Manihuruk et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Struktur Modal (Debt to Equity Rati. Tahun Tabel 1: Struktur Modal Total Hutang Total Ekuitas Rp44. Rp41. Rp48. Rp43. Rp38. Rp43. Rp41. Rp46. Rp46. Rp49. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Debt to Equity Ratio 108,44% 112,95% 87,00% 88,07% 93,39% Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 Rp41. Rp54. Rp83. Rp79. Rp92. Rp86. Rp86. Rp93. Rp86. Rp100. Sumber: Data diolah. PT Indofood Sukses Makmur. Tbk 77,47% 106,14% 107,03% 92,73% 85,73% Berdasarkan pengamatan terhadap struktur modal PT Indofood Sukses Makmur Tbk selama periode 2014-2023, teridentifikasi adanya fluktuasi yang signifikan dalam komposisi permodalan Rasio Debt to Equity (DER) mengalami variasi yang cukup substansial, dengan nilai tertinggi tercatat pada tahun 2015 mencapai 112,95%, mengindikasikan dominasi pembiayaan melalui instrumen utang dibandingkan modal ekuitas. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan perusahaan yang relatif tinggi terhadap sumber pembiayaan eksternal, yang berimplikasi pada peningkatan risiko Sebaliknya, rasio terendah terdokumentasi pada tahun 2019 sebesar 77,47%, mencerminkan struktur permodalan yang lebih konservatif dengan porsi ekuitas yang lebih dominan. Tren perkembangan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami tekanan struktur modal yang intensif pada periode 2020-2021, dimana DER kembali melampaui threshold 100%. Namun, terdapat indikasi perbaikan bertahap pada periode selanjutnya, dengan penurunan rasio menjadi 92,73% pada tahun 2022 dan 85,73% pada tahun 2023. Dinamika ini menggambarkan upaya manajemen dalam melakukan optimalisasi struktur modal melalui pengurangan ketergantungan terhadap utang dan penguatan posisi ekuitas sebagai fondasi keuangan jangka panjang. Kebijakan Dividen (Dividend Payout Rati. Tabel 2: Kebijakan Dividen Tahun Deviden Tunai Laba Bersih Rp1. Rp5. Rp. Rp3. Rp1. Rp5. Rp2. Rp5. Rp2. Rp4. Rp1. Rp5. Rp2. Rp8. Rp2. Rp11. Rp2. Rp9. Rp2. Rp11. Sumber: Data diolah. PT Indofood Sukses Makmur. Tbk Dividend Payout Ratio 24,22% 52,07% 28,00% 40,10% 53,44% 25,43% 27,89% 21,78% 26,55% 19,63% Implementasi kebijakan distribusi dividen PT Indofood Sukses Makmur Tbk menunjukkan karakteristik yang bervariasi sepanjang periode observasi. Dividend Payout Ratio (DPR) mencapai puncaknya pada tahun 2018 dengan persentase 53,44%, menandakan strategi distribusi yang agresif dimana lebih dari separuh laba bersih dialokasikan kepada pemegang saham. Kebijakan ini mengkomunikasikan kepercayaan manajemen terhadap stabilitas kinerja operasional dan merupakan sinyal positif bagi investor mengenai prospek profitabilitas perusahaan. Kontras dengan periode tersebut, tahun 2023 mencatat DPR terendah sebesar 19,63%, mengindikasikan pergeseran strategis menuju retensi laba yang lebih substansial. Transformasi kebijakan ini sejalan dengan tren umum periode 2020-2023, dimana meskipun pencapaian laba bersih mengalami peningkatan, proporsi distribusi dividen justru mengalami penurunan. Fenomena ini mencerminkan reorientasi fokus perusahaan dari gratifikasi jangka pendek pemegang saham menuju investasi pertumbuhan dan konsolidasi struktur finansial jangka panjang. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 Nilai Perusahaan (Price to Book Valu. Tabel 3: Nilai Perusahaan Tahun Harga Saham Nilai Buku Per Saham Rp6. Rp4. Rp5. Rp4. Rp7. Rp5. Rp7. Rp5. Rp7. Rp5. Rp7. Rp6. Rp6. Rp9. Rp6. Rp9. Rp6. Rp10. Rp6. Rp11. Sumber: Data diolah. PT Indofood Sukses Makmur. Tbk Price to Book Value 143,76% 105,37% 158,37% 143,19% 131,04% 128,38% 76,00% 64,10% 63,06% 56,37% Valuasi pasar PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui indikator Price to Book Value (PBV) menunjukkan tren yang konsisten menurun selama periode penelitian. Nilai tertinggi tercatat pada tahun 2016 mencapai 158,37%, menunjukkan premium valuasi dimana harga pasar saham diperdagangkan 1,58 kali lipat dari nilai buku per saham. Kondisi ini mengindikasikan ekspektasi pasar yang optimistik terhadap potensi pertumbuhan dan kinerja masa depan perusahaan. Namun demikian, trajectory penurunan yang berkelanjutan mengantarkan PBV ke titik terendah 56,37% pada tahun 2023. Valuasi di bawah nilai buku ini mengklasifikasikan saham sebagai undervalued, yang dapat diinterpretasikan sebagai peluang investasi atau refleksi skeptisisme pasar terhadap prospek perusahaan. Penurunan valuasi yang persisten dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan adanya disconnect antara kinerja fundamental perusahaan dengan persepsi pasar, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor makroekonomik, dinamika industri, atau ekspektasi investor terhadap strategi korporasi. Analisis Statistik Deskriptif Tabel 4: Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Struktur Modal (X. Rp10 Rp10 Kebijakan Dividen (X. Rp10 Rp19 Nilai Perusahaan (Y) Rp10 Rp14 Valid N . Rp10 Std. Deviation Karakteristik distribusi data variabel penelitian menunjukkan variabilitas yang beragam. Nilai Perusahaan memiliki rata-rata 33,20 dengan standar deviasi 12,856, mengindikasikan dispersi data yang moderat dengan rentang nilai 14 hingga 48. Kebijakan Dividen menunjukkan rata-rata 44,10 dengan standar deviasi 19,239 dan variasi dari 19 hingga 70, mencerminkan fluktuasi kebijakan yang relatif Sementara itu. Struktur Modal memiliki rata-rata 56,30 dengan standar deviasi 39,867 dan rentang 10 hingga 93, menandakan variabilitas tertinggi di antara ketiga variabel penelitian. Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters : Mean Progressus Humanitatis Rp10 Rp0 Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 Std. Deviation Most Extreme Differences : Absolute Positive Negative Rp92. Rp187 Rp187 -Rp172 Rp187 Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Keterangan catatan . i bawah tabe. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Pengujian normalitas residual menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi 0,200 > 0,050, mengkonfirmasi bahwa distribusi residual memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Model Unstandardized Coefficients (Constan. Rp64. DER (X. -Rp38 DPR (X. -Rp654 Dependent Variable: PBV (Y) Tabel 6: Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Rp963 Rp9 Rp18 Sig. Collinearity Statistics Tolerance Evaluasi multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance untuk variabel Struktur Modal dan Kebijakan Dividen masing-masing 0,991 (< . , dengan nilai VIF sebesar 1,009 (< . Hasil ini mengkonfirmasi tidak adanya multikolinearitas yang mengganggu dalam model penelitian, memastikan independensi antar variabel bebas. Uji Autokorelasi Tabel 7: Hasil Uji Autokorelasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Rp995 Predictors: (Constan. DPR (X. DER (X. Dependent Variable: PBV (Y) Tabel 8: Hasil Uji Autokorelasi dengan Run Test Runs Test Unstandardized Residual Test Value -Rp19. Cases < Test Value Rp5 Cases >= Test Value Rp5 Total Cases Rp10 Number of Runs Rp7 Rp335 Asymp. Sig. -taile. Rp737 Median Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Durbin-Watson Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 Pengujian autokorelasi menggunakan Durbin-Watson menghasilkan nilai 2,718 yang berada dalam zona inconclusive. Namun, uji tambahan Run Test dengan nilai Asymp. Sig. -taile. 0,737 > 0,05 mengkonfirmasi tidak adanya autokorelasi dalam model, memastikan independensi residual antar Uji Heteroskedastisitas Tabel 9: Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. DER (X. DPR (X. Dependent Variable: PBV (Y) Sig Grafik 1: Scatterplot Hasil Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas menunjukkan nilai signifikansi Struktur Modal 0,979 dan Kebijakan Dividen 0,328, keduanya > 0,05. Grafik scatterplot mengkonfirmasi tidak adanya pola sistematis dalam penyebaran residual, memverifikasi homoskedastisitas model regresi. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 10: Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Rp318 Rp476 DER (X. Rp0 Rp4 DPR (X. Rp9 Rp9 Dependent Variable: PBV (Y) Sig Model regresi yang terbentuk adalah Y = 0,318 0,000XCA 0,009XCC, dimana konstanta 0,318 merepresentasikan nilai baseline perusahaan tanpa pengaruh variabel independen. Koefisien Struktur Modal sebesar 0,000 mengindikasikan pengaruh yang minimal terhadap nilai perusahaan, sementara koefisien Kebijakan Dividen 0,009 menunjukkan hubungan positif marginal. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 Tabel 11: Hasil Uji T Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Rp64. Rp963 DER (X. -Rp38 Rp9 DPR (X. -Rp654 Rp18 Dependent Variable: PBV (Y) Sig Pengujian parsial mengungkapkan bahwa Struktur Modal memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan t-hitung -4,296 < t-tabel 1,895, namun interpretasi menunjukkan tidak adanya pengaruh Demikian pula. Kebijakan Dividen dengan signifikansi 0,004 < 0,05 dan t-hitung -35,845 < t-tabel 1,895 juga tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap nilai perusahaan secara parsial. Uji Simultan (Uji F) Model Tabel 12: Hasil Uji F ANOVA Sum of Squares Mean Square Rp1. Rp7. Rp1. Regression Residual Total Dependent Variable: PBV (Y) Predictors: (Constan. DPR (X. DER (X. Sig. Pengujian simultan menunjukkan f-hitung 672,810 > f-tabel 4,74 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini mengkonfirmasi adanya pengaruh simultan yang signifikan antara Struktur Modal dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan, menunjukkan sinergi kedua variabel dalam mempengaruhi valuasi perusahaan. Koefisien Determinasi (RA) Tabel 13: Hasil Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Rp995 Predictors: (Constan. DPR (X. DER (X. Dependent Variable: PBV (Y) Std. Error of the Estimate Koefisien determinasi sebesar 0,993 atau 99,3% mengindikasikan bahwa variasi Nilai Perusahaan dapat dijelaskan secara substansial oleh kombinasi Struktur Modal dan Kebijakan Dividen, dengan sisanya 0,7% dipengaruhi oleh faktor eksternal yang tidak diteliti. Hasil ini menunjukkan kekuatan prediktif model yang sangat tinggi dalam menjelaskan dinamika nilai perusahaan. Pembahasan Temuan empiris mengungkapkan fenomena yang menarik dimana variabel struktur modal dan kebijakan dividen menunjukkan pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap nilai perusahaan, namun tidak berpengaruh ketika dianalisis secara parsial. Kondisi ini mengindikasikan adanya sinergi dan komplementaritas antara kedua variabel dalam menciptakan valuasi perusahaan yang optimal. Fenomena tersebut sejalan dengan konsep interdependensi dalam teori keuangan perusahaan, dimana keputusan struktur permodalan dan distribusi dividen tidak dapat dievaluasi secara terpisah karena keduanya memiliki implikasi yang saling terkait terhadap persepsi investor dan nilai fundamental perusahaan (Erin Dwi Nurfebriastuti & Agus Sihono, 2. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t-hitung -4,296 < t-tabel 1,895. Temuan ini kontradiktif dengan teori trade-off yang Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 1. Nomor : 2. Tahun 2025 menyatakan bahwa struktur modal optimal dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui manfaat pajak dari utang. Namun, hasil tersebut dapat dijelaskan melalui perspektif pecking order theory yang mengindikasikan bahwa investor tidak selalu merespon positif terhadap peningkatan leverage, terutama jika hal tersebut mengimplikasikan peningkatan risiko finansial (Florensia et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan studi (Fakhrana & Mawardi, 2. , yang menemukan bahwa struktur modal secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada sektor industri barang konsumsi. Demikian pula, kebijakan dividen secara parsial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05 dan t-hitung -35,845 < t-tabel 1,895. Hasil ini mendukung dividend irrelevance theory yang dikemukakan oleh Modigliani-Miller, yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi nilai perusahaan dalam pasar modal yang Fenomena ini dapat terjadi karena investor lebih fokus pada kinerja operasional dan prospek pertumbuhan jangka panjang dibandingkan dengan pembagian dividen jangka pendek (Iqlima Ansori & Mia Laksmiwati, 2. Temuan ini konsisten dengan penelitian (Lumbanraja, 2. yang mengidentifikasi bahwa kebijakan dividen secara individual tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, pengujian simultan menghasilkan temuan yang berbeda dengan F-hitung 672,810 > F-tabel 4,74 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, mengkonfirmasi pengaruh yang signifikan dari kedua variabel secara bersama-sama. Hasil ini mengindikasikan bahwa struktur modal dan kebijakan dividen berfungsi sebagai instrumen komplementer dalam optimalisasi nilai perusahaan. Interaksi antara keduanya menciptakan sinyal yang komprehensif kepada investor mengenai stabilitas keuangan, prospek pertumbuhan, dan komitmen manajemen terhadap penciptaan nilai pemegang saham (Manurung, 2. Penelitian (Marbun et al. , 2. mendukung temuan ini dengan mengidentifikasi bahwa kombinasi struktur modal dan kebijakan dividen yang tepat dapat mengoptimalkan valuasi perusahaan di sektor makanan dan minuman. Koefisien determinasi sebesar 99,3% menunjukkan kekuatan prediktif model yang sangat tinggi, mengindikasikan bahwa variasi nilai perusahaan dapat dijelaskan secara substansial oleh kombinasi kedua variabel tersebut, dengan hanya 0,7% dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya (Okpatrioka, 2. SIMPULAN Investigasi empiris mengenai determinan nilai perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk selama dekade 2014-2023 menghasilkan temuan paradoksal yang menunjukkan bahwa meskipun struktur modal (Debt to Equity Rati. dan kebijakan dividen (Dividend Payout Rati. tidak memiliki dampak signifikan secara individual terhadap valuasi perusahaan (Price to Book Valu. , namun kombinasi sinergis kedua variabel tersebut menghasilkan pengaruh yang substansial dengan kontribusi prediktif mencapai 99,3%. Fenomena ini mengindikasikan kompleksitas mekanisme transmisi dalam teori keuangan korporasi, dimana interdependensi antara keputusan finansial menciptakan efek komplementer yang tidak dapat diidentifikasi melalui analisis parsial. Trajectory penurunan konsisten nilai perusahaan dari 158,37% pada 2016 menjadi 56,37% pada 2023, disertai dengan stabilisasi struktur modal dan konservatisme kebijakan dividen, mengimplikasikan bahwa faktor eksternal dan ekspektasi pasar memiliki dominasi yang signifikan dalam pembentukan valuasi, melampaui dampak kebijakan internal manajemen. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan understanding mengenai sinergi variabel finansial dalam konteks perusahaan multinasional sektor konsumer goods, sekaligus menyediakan framework strategis bagi optimalisasi nilai pemegang saham melalui pendekatan holistik dalam pengambilan keputusan finansial. DAFTAR PUSTAKA