Laporan kasus berbasis bukti Manfaat Terapi Pijat pada Anak Usia Prasekolah dengan Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas Angga Wirahmadi. Risa Imanillah Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. Jakarta Latar belakang. Tata laksana Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH) menggunakan pendekatan terapi multimodal sebagai standar, dimana klinisi menggabungkan terapi perilaku dengan farmakoterapi. Namun, farmakoterapi kurang direkomendasikan pada anak usia prasekolah. Terapi pijat pada anak dengan GPPH mulai dikembangkan di berbagai negara, sebagai salah satu terapi komplementer untuk memperbaiki gejala GPPH. Tujuan. Menilai efektivitas kombinasi terapi standar dan terapi pijat dibandingkan dengan terapi standar saja terhadap gejala GPPH. Metode. Penelusuran literatur melalui database elektronik PubMed. The Cochrane Library. Google Scholar, dan Scopus dengan kata kunci AumassageAy. AutuinaAy. AuAttention Deficit Hyperactivity DisorderAy. AuchildrenAy, dan Aupre-schoolAy. Hasil. Kombinasi dengan terapi pijat dapat memperbaiki gejala GPPH dengan berbagai scoring yang tervalidasi pada anak usia prasekolah. Kesimpulan. Respons tehadap terapi pijat memiliki hasil yang bervariasi, namun tetap memiliki kemampuan untuk memperbaiki gejala GPPH pada anak usia prasekolah. Sari Pediatri 2025. :193-201 Kata kunci: terapi, pijat, anak. GPPH, gejala Evidence base case report The Advantage of Massage Therapy in Pre-school Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder Background. The management of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) requires a multimodal approach that combines behavioral therapy and pharmacotherapy. However, the use of pharmacotherapy is less recommended for preschool children. Massage therapy for children with ADHD is increasingly being implemented in various countries as a complement to the multimodal therapy. Objective. To investigate the effectiveness of combining standard therapy with massage therapy compared to standard therapy alone for reducing ADHD symptoms. Method. An electronic literature search was conducted on PubMed. The Cochrane Library. Google Scholar, and Scopus using the keywords AumassageAy. AutuinaAy. AuAttention Deficit Hyperactivity DisorderAy. AuchildrenAy, and AupreschoolAy. Results. The combination of massage therapy and standard therapy can improve ADHD symptoms, as measured by various validated scoring systems in preschool children. Conclusion. There are varying responses to massage therapy. however, it still can improve ADHD symptoms in preschool children. Sari Pediatri 2025. :193-201 Keywords: massage, therapy, children. ADHD, symptoms Alamat korespondensi: Angga Wirahmadi. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. Jl. Diponegoro no. 07 Senen Jakarta Pusat. Email: angga. wirahmadi@gmail. Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas angguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (GPPH) merupakan gangguan neurodevelopmental pada anak yang ditandai dengan tiga karakteristik dasar, yaitu gangguan pemusatan perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif. 1 Prevalensi anak dengan GPPH di dunia adalah 7,6% pada hampir 100. 000 anak di rentang usia 3-12 tahun dan mencapai 5,6% pada anak remaja usia 12-18 tahun. 2 Faktor-faktor seperti genetik, lingkungan, kelahiran prematur, serta riwayat preeklampsia, hipertensi, obesitas, dan kebiasaan merokok pada ibu dapat memengaruhi terjadinya GPPH. Terdapat berbagai rekomendasi tatalaksana GPPH pada anak, di antaranya terapi multimodal dan 1,4,5 Terapi farmakoterapi menggunakan obat stimulan untuk mengontrol hiperaktivitas dan memperbaiki fokus. Pada terapi multimodal, klinisi menggabungkan farmakoterapi dengan psikoterapi. Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP), intervensi primer yang dapat dilakukan pada anak usia prasekolah dengan GPPH adalah metode intervensi perilaku yang dilakukan oleh orangtua melalui sesi latihan khusus. 1 Tata laksana medikamentosa, seperti psikostimulan, dapat dipertimbangkan jika dengan intervensi perilaku belum ada perbaikan. 1,6 Namun, psikostimulan kurang direkomendasikan sebagai terapi utama anak GPPH pada usia prasekolah atau di bawah usia 6 tahun. Dalam satu dekade terakhir, mulai berkembang pilihan terapi alternatif dan komplementer untuk anak dengan GPPH. Terapi pijat pada anak GPPH sebagai terapi alternatif mulai diteliti di berbagai negara. Sebuah penelitian pada populasi remaja yang menerima terapi pijat tiga kali seminggu dengan durasi 10 menit sebelum tidur menunjukkan adanya perbaikan suasana hati dan perilaku di sekolah. 11 Sajian kasus berbasis bukti ini dipicu oleh kasus anak usia prasekolah dengan GPPH yang sudah mendapat terapi standar di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dengan tujuan melihat manfaat terapi pijat pada anak GPPH pada anak usia prasekolah. Ilustrasi Kasus Seorang anak perempuan berusia 4 tahun 11 bulan dengan psoriasis pustulosa dan GPPH datang ke Klinik Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial (TKPS) untuk Pasien memenuhi kriteria diagnosis GPPH berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V). Skrining Abbreviated Conners Rating Scale (ACRS) saat awal kedatangan mendapatkan skor 18 poin. Berdasarkan evaluasi lanjutan, pada pasien juga terdapat komorbiditas berupa Oppositional Defiant Disorder (ODD). Pasien diterapi dengan metilfenidat 2,5 mg po dikombinasi dengan terapi sensori integrasi dan psikoterapi selama 4 bulan kemudian mengalami perbaikan klinis. Gejala GPPH pada pasien muncul kembali ketika ketersediaan obat metilfenidat tidak tersedia secara nasional. Pasien kemudian diberikan obat alternatif untuk GPPH berupa aripiprazole 1x1 Namun selama dua bulan terapi, pasien masih menunjukkan gejala hiperaktif, tantrum, gangguan tidur dan kesulitan makan karena inatensi. Orang tua pasien menanyakan alternatif terapi selain pemberian Pasien diperkenalkan dengan terapi pijat pada bagian kepala, wajah, dan kedua telapak tangan yang dilakukan oleh ibu pasien di rumah selama 30 menit sebelum tidur setiap hari. Setelah dua minggu pemantauan, gejala hiperaktif membaik, frekuensi tantrum menurun dan pola tidur membaik. Penilaian ACRS pasien berkurang menjadi 14 poin. Pertanyaan Klinis Pada pasien anak usia prasekolah dengan GPPH, apakah kombinasi terapi pijat dengan terapi standar lebih bermanfaat dibandingkan hanya terapi standar saja dalam mengurangi gejala GPPH? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pencarian literatur menggunakan metode PICO yaitu: A Populasi (P) : Anak usia prasekolah dengan GPPH A Intervensi (I) : Terapi pijat pada anak GPPH A Pembanding (C) : Terapi standar GPPH saja A Luaran (O) : Perbaikan gejala klinis GPPH Metode Penelusuran Literatur Penelusuran literatur dilakukan melalui database elektronik PubMed. The Cochrane Library. Google Scholar, dan Scopus pada bulan Januari 2019-Februari Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas 2024 dengan kata kunci AumassageAy. AutuinaAy. AuAttention Deficit Hyperactivity DisorderAy. AuchildrenAy, dan AupreschoolAy (Tabel . Kriteria inklusi meliputi studi pada pasien anak usia prasekolah, metode penelitian uji klinis acak tersamar ganda, kohort, telaah sistematis atau metaanalisis, dan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Kriteria eksklusinya meliputi artikel ganda, artikel tanpa naskah lengkap, laporan kasus, luaran tidak relevan, dan studi telah tercantum pada meta-analisis. Level of evidence ditentukan berdasarkan klasifikasi Oxford Centre for Evidence-based Medicine (CEEBM). Terdapat dua artikel yang dipilih dan dilakukan telaah kritis dengan memperhatikan validity, importance, dan applicability pada pasien (Gambar . Hasil Penelusuran Literatur Dua artikel yang dipilih, yaitu telaah sistematik dan meta-analisis oleh Chen dkk12 dan studi uji klinis acak terkontrol oleh Chen dkk. Studi pertama oleh Chen dkk12 merupakan telaah sistematik dan meta-analisis yang menilai efektivitas dan keamanan terapi pijat pada anak dan remaja dengan GPPH. Penelusuran literatur dilakukan dari awal dibuatnya database hingga November 2017 pada PubMed, the Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL). CINAHLS. Allied and Complementary Medicine (AMED). PyscINFO, the Chinese Scientific Journal Database (COVIP). China National Knowledge Infrastructure (CNKI). WanFang Data, the Chinese Biomedical Literature Database. Taiwan Electronic Periodical Services, dan the Index to Taiwan Periodical System. Kata kunci yang digunakan yaitu massage, tuina, anmo, acupressure. ADHD. ADD. ADDH, child, adolescent, juvenile, infant, teen, youth, pediatric, youth, dan preschool. Berdasarkan eligibilitas, didapatkan 8 studi uji klinis acak terkontrol dan 3 studi seri kasus untuk dianalisis, dengan total subyek 787 anak. Penelitian dilakukan di Cina . Amerika Serikat . , dan Swiss . Evaluasi efektivitas terapi pijat pada anak GPPH dilihat dari perbaikan gejala GPPH setelah mendapatkan terapi pijat. Berdasarkan validity, penelitian Chen dkk 12 menjelaskan cara penelusuran artikel dan kriteria subyek dengan jelas, serta dilakukan uji homogenitas dengan I2. Evaluasi kualitas studi dilakukan oleh dua pengulas independen dengan Cochrane Collaboration Tool untuk studi uji acak klinis terkontrol dan the Joana BriggsAos Institute Case Series Critical Appraisal Tool. Penilaian akhir kualitas luaran tiap studi dievaluasi dengan the GRADE system. Untuk aspek importance, peneliti membagi empat kelompok pembanding intervensi, yaitu terapi pijat dibandingkan wait list . anpa terap. , terapi pijat dibandingkan metilfenidat, dan terapi pijat dengan terapi sensori integrasi dibandingkan terapi sensori integrasi saja. Pada kelompok terapi pijat dibandingkan kelompok wait list didapatkan skor hiperaktivitas (MD = -6,3 IK95% -13,6, -. dan gangguan daya perhatian (MD = -3,7 IK95% -10,04, 2,. ditemukan lebih rendah pada kelompok terapi pijat dibandingkan kelompok tanpa terapi. Terapi pijat juga dilaporkan mengurangi nilai rerata cemas-pasif dengan perbedaan rerata -11,7 (IK95% -17,84, -5,56. P=0,0. dan nilai rerata asosial dengan perbedaan rerata -8,6 (IK95% -15,87, -1,33. P=0,. Tingkat efektivitas lebih tinggi ditemukan pada kelompok terapi pijat dibandingkan kelompok terapi metilfenidat (RR=1,39. IK95% 1,16, 1,66. P=0,0. , tetapi memiliki heterogeneitas tinggi Tabel 1. Sintaks pencarian artikel Database Kata kunci penelusuran Artikel didapat PubMed (. assage [Title/Abstrac. ) OR . uina [Title/Abstract AND . ttention deficit hyperactivity disorder[Title/Abstrac. ) AND (. re-school[Title/Abstrac. ) OR . hild [Title/Abstrac. )) Cochrane (. AND (. ttention deficit hyperactivity disorde. Library AND . ) Google (. assage AND . ttention deficit hyperactivity disorde. AND Scholar Scopus (TITLE-ABS-KEY . ttention AND deficit AND hyperactivity AND disorde. AND TITLE-ABS-KEY . AND TITLE-ABS-KEY . hildren AND preschoo. ) Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Artikel relevan Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas Gambar 1. Strategi penelusuran literatur (I2=75%). Tingkat efektivitas perbaikan gejala GPPH juga dilaporkan lebih tinggi pada kelompok terapi sensori integrasi ditambah terapi pijat dibandingkan kelompok terapi sensori integrasi saja (RR=1,64. IK95% 1,25, 2,15. P=0,0. Walaupun kesan dari luaran penelitian menunjukkan terapi pijat bermanfaat pada anak GPPH, peneliti menjelaskan bahwa studi uji acak klinis terkontrol dan seri kasus yang diikutsertakan memiliki kualitas metodologi rendah sehingga hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Studi kedua oleh Chen dkk10 merupakan studi uji acak klinis terkontrol yang menilai efektivitas dan kelayakan terapi pijat tradisional Cina . pada anak prasekolah dengan GPPH. Terdapat 64 subjek penelitian yang terbagi menjadi kelompok intervensi . erapi pijat oleh orang tua dan terapi haria. dan kelompok kontrol aktif . atihan interaksi orangtua anak dan terapi haria. dan dievaluasi di akhir pekan Aspek validity pada studi Chen dkk10 cukup baik dengan perekrutan sampel jelas dan luaran dinilai objektif, berupa penilaian gejala klinis menggunakan Swanson. Nolan, and Pelham parent rating scale (SNAP-IV-P) dan evaluasi tambahan dengan Preschool anxiety scale (PAS). ChildrenAos sleep habits questionnaire (CHSQ), dan Parental stress scale (PSS). Teknik pijat diajarkan kepada orangtua melalui dua sesi secara daring dengan total waktu 5 jam. Terdapat bias performa dan deteksi, dimana preferensi terapi pijat dan jumlah waktu interaksi antara orangtua dan anak tidak dikontrol oleh Teknik penyamaran menggunakan prosedur Sham pada kelompok kontrol juga sulit dilakukan karena isu etik dan popularitas tuina pada anak di Cina. Berdasarkan aspek importance, peneliti menggunakan perbedaan efek antara dua kelompok dengan nilai CohenAos d yang diklasifikasi dengan kecil . =0,. , sedang atau moderate . =0,. , dan besar . =0,. Dari hasil penelitian didapatkan baik kelompok terapi pijat oleh orangtua dan kelompok kontrol memiliki efek sedang yang sama terhadap nilai SNAP-IV dari segi inatensi (CohenAos d = 0,57 dan CohenAos d=0,. dan hiperaktifitas (CohenAos d=0,67 dan CohenAos d=0,. Evaluasi nilai total PAS pada kedua kelompok menunjukkan efek tidak bermakna pada pekan kedelapan, yaitu 0,29 untuk kelompok terapi pijat dan 0,22 untuk kelompok Pada gangguan tidur dan nilai total PSS kedua kelompok juga menunjukkan efek yang tidak bermakna. Menurut penilaian kuisioner, kelompok orangtua yang Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas Tabel 2. Rangkuman deskripsi penelitian Parameter Chen dkk12 Desain Telaah sistematik dan meta-analisis Level of evidence 1a . ystematic review of randomized controlled Periode Sejak awal database hingga November 2017 Lokasi PubMed, the Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL). CINAHLS. Allied and Complementary Medicine (AMED). PyscINFO, the Chinese Scientific Journal Database (COVIP). China National Knowledge Infrastructure (CNKI). WanFang Data, the Chinese Biomedical Literature Database. Taiwan Electronic Periodical Services, dan the Index to Taiwan Periodical System Tujuan Mengeksplorasi efektivitas dan keamanan terapi pijat sebagai pengobatan untuk anak dan remaja dengan GPPH Kriteria inklusi Anak dan remaja hingga usia 18 tahun yang terdiagnosis dengan GPPH. Attention Deficit Disorder (ADD), atau Hyperkinetic Disorder (HKD) sesuai dengan kriteria diagnosis dari kriteria DSM atau International Classification of Diseases (ICD) atau kuisioner tervalidasi . ontoh: ConnerAos Parent Rating Scal. atau diagnosis dibuat oleh dokter Kata kunci: massage, tuina, anmo, acupressure. ADHD. ADD. ADDH, child, adolescent, juvenile, infant, teen, youth, pediatric, youth, dan preschool Kriteria eksklusi Laporan kasus, seri kasus yang dikombinasikan dengan terapi lain, subyek dengan sindrom tourette Subyek Intervensi Luaran Bias 11 studi terdiri dari 8 studi RCT dan 3 studi seri kasus dengan jumlah subyek 787 anak dengan GPPH rentang usia 3 18 tahun Terapi pijat metode barat (Wester. dan tradisional Cina Perbaikan gejala klinis GPPH menggunakan skala atau scoring yang tervalidasi. Luaran sekunder termasuk intelegensia, performa akademik atau sekolah, mood dan perilaku, aspek keluarga dan sosial, dan reaksi simpang Seleksi, performa, dan publikasi Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Chen dkk10 Studi uji acak klinis terkontrol 1b . ndividual randomized controlled tria. Tidak dicantumkan dalam literatur Daring melalui media sosial dan klinik rawat jalan University of Traditional Chinese Medicine Affiliated Hospital di Shandong. Mengevaluasi efek dari terapi pijat . yang diadministrasikan orangtua pada anak usia prasekolah dengan GPPH . tudi pilo. Anak: usia 3 7 tahun, memiliki nilai SNAP sama atau lebih dari batas bawah nilai potong Orangtua: dapat berbicara bahasa mandarin, mau belajar teknik tuina pada anak, dapat hadir secara daring, dan mau memberikan informed consent. Anak: Anak dengan jenis terapi pijat tradisional selain tuina, dan memiliki komorbiditas atau kondisi lain yang menyebabkan anak tidak dapat mendapatkan terapi pijat metode tuina. Orangtua: Orangtua yang memiliki kesulitan belajar atau latihan metode tuina 64 anak usia prasekolah Terapi pijat tradisional Cina: tuina Perbaikan gejala klinis GPPH menggunakan SNAPIV-P dan evaluasi tambahan dengan PAS. CHSQ, dan PSS Performa dan deteksi Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas Tabel 3. Telaah kritis Parameter Chen dkk12 PICO P: anak dan remaja dengan GPPH I: terapi pijat metode barat dan tradisional Cina C: tanpa terapi, terapi sensori integrasi, terapi O: perbaikan gejala GPPH dengan beberapa parameter . ffective rate. ConnerAos Rating Scal. Appraisal Validity CEEBM systematic review critical appraisal sheet Chen dkk10 P: anak usia prasekolah dengan GPPH I: terapi pijat tradisional Cina metode tuina dengan terapi rutin harian C: latihan interaksi orangtua dan anak dengan terapi rutin harian O: perbaikan klinis gejala GPPH dengan SNAP-IV-P. PAS. CHSQ. PSS CEEBM therapy study - Randomized Controlled Trial Apakah studi memiliki PICO yang jelas? Ya. PICO studi disebutkan secara eksplisit pada bagian metode. Randomisasi Partisipan secara acak dialokasikan pada dua kelompok berbeda menggunakan perangkat Microsoft ExcelA. Apakah studi menggunakan PICO yang relevan sebagai kriteria inklusi untuk eksplorasi artikel? Ya, kriteria inklusi relevan dengan PICO yang ditetapkan peneliti. Kesamaan karakter subyek penelitian Tidak ada perbedaan karakteristik dasar yang bermakna secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, termasuk usia, jenis kelamin, metode terapi yang sedang aktif dilakukan oleh anak. Kemudian, tidak Apakah penelusuran studi menghasilkan artikel ada perbedaan karakteristik dasar yang bermakna secara yang relevan? statistik antara kelompok intervensi dan kelompok Ya, ada 11 studi . RCT dan 3 seri kasu. yang kontrol, termasuk usia, jenis kelamin, dan jemjang relevan dengan PICO studi, dengan total subyek pendidikan orang tua. 787 anak. Perlakuan antar kelompok Pada kelompok intervensi, orang tua mendapat edukasi Apakah studi telah ditelaah secara kritis? atau training metode terapi pijat tuina, lalu pijat Ya, peneliti melakukan telaah kritis terhadap 11 dilakukan oleh orangtua setiap 2 hari sekali selama dua studi terpilih, dicantumkan pada bagian metode. bulan, dengan durasi minimal 20 menit setiap sesi. Studi RCT ditelaah menggunakan Cochrane Kelompok kontrol mendapat program interaksi orang Colaboration Tool, dan studi seri kasus ditelaah tua dan anak berupa latihan relaksasi otot progresif. menggunakan Joanna Briggs InstituteAos Case series. Luaran secara keseluruhan dinilai dengan the Analisis antar subjek GRADE system Analisis antar subjek berdasarkan pendekatan intentionto-treat. Data yang disajikan adalah nilai rerata dengan Apakah studi hanya mengevaluasi studi nilai penyimpangan. berkualitas baik saja? Tidak, peneliti tetap memasukkan studi RCT Penyamaran terhadap perlakuan (Chen, 2012b. Huang, 2009. Maddigan 2. Perlakuan secara obyektif menggunakan nilai atau dengan bias yang cukup signifikan dan studi skoring yang sesuai untuk anak GPPH (SNAP-IV-P, seri kasus dengan metode yang tidak jelas (Sun. PAS. CHSQ. PSS). Evaluasi pada pekan ke delapan Peneliti juga menjelaskan kualitas luaran tanpa memperhatikan asal kelompok. keseluruhan dari setiap studi adalah rendah atau sangat rendah berdasarkan dari the GRADE Pemantauan Pemantauan cukup panjang untuk mengevaluasi efek dari terapi pijat terhadap luaran yang akan dinilai setelah Apakah hasil studi dirangkum dalam tabel dan 2 bulan. plot yang jelas? Ya, ditampilkan dalam tabel dan forest plot Apakah heterogenitas studi dievaluasi dan Ya, namun hanya pada luaran tertentu yang dievaluasi, peneliti mencantumkan heterogenitas Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas Parameter Importance Chen dkk12 Chen dkk10 Kelompok terapi pijat dibandingkan kelompok Baik kelompok terapi pijat oleh orangtua dan kelompok tanpa terapi didapatkan skor hiperaktivitas (MD kontrol memiliki efek sedang yang sama baiknya = -6,3 IK95% -13,6, -. dan gangguan daya perhatian ditemukan lebih rendah (MD=-3,7 terhadap nilai SNAP-IV dari segi inatensi (CohenAos IK95% -10,04, 2,. pada kelompok terapi pijat d=0,57 dan CohenAos d=0,. dan hiperaktivitas (CohenAos dibandingkan tanpa terapi. Tingkat efektivitas d=0,67 dan CohenAos d=0,. Evaluasi nilai total PAS lebih tinggi ditemukan pada kelompok pada kedua kelompok menunjukkan efek kecil pada terapi pijat dibandingkan dengan kelompok pekan kedelapan yaitu kelompok terapi pijat 0,29 dan metilfenidat (RR = 1,39. IK95% 1,16, 1,66. kelompok kontrol 0,22. Pada gangguan tidur, kedua P=0,0. , namun dengan heterogenitas yang kelompok juga menunjukkan efek kecil yaitu kelompok pijat 0,04 dan kelompok kontrol 0,24. Nilai PSS pada tinggi (I2=75%). Tingkat efektivitas perbaikan kedua kelompok baik didalam dan antar kelompok tidak gejala GPPH lebih tinggi pada kelompok menunjukkan efek yang bermakna (CohenAos d=0,. latihan sensori integrasi yang ditambahkan terapi pijat dibandingkan hanya terapi sensori integrasi (RR = 1,64. IK95% 1,25, 2,15. P=0,0. Applicability Apakah sama dengan kondisi pasien? Ya Apakah intervensi dapat dilakukan di tempat penulis bekerja? Ya Apakah keuntungan lebih besar dibandingkan kerugian? Ya. Penelitian sahih dengan hasil validitas internal dan eksternal cukup, dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada praktik klinis Kesimpulan menerapkan terapi pijat secara umum puas dengan intervensi tersebut . ,53A1,. Data wawancara menunjukkan bahwa terapi pijat dapat memperbaiki hubungan orangtua dan anak, kualitas tidur anak, serta nafsu makan anak. Kesulitan yang dialami orang tua berupa durasi pijat yang lama, lokasi atau titik pijat, dan teknik pijat. Berdasarkan aspek applicability, kedua penelitian mengevaluasi subyek dengan karakteristik demografi yang sama dengan pasien yang dibahas pada ilustrasi Intervensi yang dievaluasi yaitu penggunaan terapi pijat sebagai terapi komplementer pada anak dengan GPPH. Terapi pijat cukup efektif untuk mengurangi gejala inatensi dan hiperaktivitas seperti pada kasus ilustrasi ini. Pembahasan Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) adalah gangguan neurobehavioral kronik yang ditandai dengan adanya gejala inatensi dan Sari Pediatri. Vol. No. Oktober 2025 Apakah sama dengan kondisi pasien? Ya Apakah intervensi dapat dilakukan di tempat penulis bekerja? Ya Apakah keuntungan lebih besar dibandingkan kerugian? Ya. Penelitian sahih dengan hasil validitas internal cukup baik, dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada praktik klinis 5 Beberapa penelitian menyebutkan masalah agresi dan perilaku di masa anak menjadi prediksi menetapnya GPPH di masa remaja dan dewasa Tata laksana GPPH berkembang pesat dan semakin Pada 2019. AAP merekomendasikan terapi berdasarkan kelompok umur, seperti intervensi perilaku untuk anak prasekolah . sia 4-6 tahu. dengan GPPH. Penggunaan metilfenidat dapat dipertimbangkan jika tidak ada perbaikan dengan lini pertama. 1 Jika terapi perilaku tidak tersedia, pemberian terapi farmakologis sebelum usia 6 tahun dapat dipertimbangkan dengan menilai efek samping dan risiko yang dapat terjadi. Di sisi lain, intervensi perilaku membutuhkan peran aktif orang tua, waktu, keterampilan, usaha dan biaya yang cukup banyak. Terapi psikostimulan sebagai lini awal di negara dengan pendapatan ekonomi rendah, hingga saat ini efektivitasnya belum banyak diteliti. Metilfenidat kerap digunakan sebagai terapi off-label pada anak di bawah usia 6 tahun, dan memiliki efek samping seperti nyeri kepala, insomnia, anoreksia, mual, dan nyeri perut. 1,13 Oleh sebab itu, para peneliti mencoba mengembangkan terapi alternatif dan Angga Wirahmadi dkk: Manfaat terapi pijat pada anak usia prasekolah dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas komplementer untuk melengkapi terapi yang ada atau menjadi alternatif ketika fasilitas tidak tersedia. Terapi pijat sebagai alternatif atau komplementer dilakukan dengan menyentuh dan memberi tekanan pada bagian tubuh, meliputi beberapa gerakan seperti menekan, menggosok, mencubit, memutar, dan menggenggam. 14 Pijat dapat menstimulasi baroreseptor dan mekanoreseptor di bawah kulit sehingga menstimulasi vagal dan terjadi penurunan laju nadi, tekanan darah, produksi kortisol, serta peningkatan produksi serotonin. 14,15 Pada Magnetic resonance imaging (MRI) otak, aliran darah meningkat pada hipotalamus dan amigdala yang dapat memperbaiki cemas dan depresi saat pijat berlangsung. 16 Pada elektroensefalografi (EEG), ketelitian dan kewaspadaan meningkat pada individu yang mendapat terapi pijat 15 menit. Kedua studi yang ditelaah menunjukkan terapi pijat efektif dalam perbaikan gejala inatensi dan hiperaktivitas pada anak usia prasekolah dengan GPPH. Luaran studi Chen dkk12 menunjukkan perbaikan gejala hiperaktivitas dan tingkat efektivitas lebih tinggi pada kelompok terapi pijat dengan terapi standar . erapi perilaku dan/atau medikamentos. dibandingkan kelompok terapi metilfenidat (RR = 1,39. IK95% 1,161,66. P=-0,0. Skor hiperaktivitas pada anak GPPH yang mendapatkan terapi pijat dikombinasikan dengan terapi sensori integrasi juga lebih rendah dibandingkan kelompok yang mendapat terapi sensori integrasi saja (RR = 1,64. IK95% -1,25, -2,15. P=-0,0. Studi Chen dkk10 juga melaporkan terapi pijat tradisional Cina tuina memiliki efek sedang dalam memperbaiki gejala inatensi (CohenAos d=0,57 dan CohenAos d=0,. dan hiperaktivitas (CohenAos d=0,67 dan CohenAos d = 0,. Hingga saat ini, baru ada satu penelitian kuasieksperimental di Indonesia mengenai efek terapi pijat pada anak GPPH di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mojokerto. Jawa Timur. Dari 12 responden, didapatkan hasil perbaikan inatensi (P=0,. , perilaku impulsif (P=0,. , dan hiperaktivitas (P=0,. , yang dinilai dengan skor SNAP-IV-P. Saat ini belum ada standar baku frekuensi dan durasi pijat yang memberi efek positif pada anak GPPH. Efek samping dari terapi pijat juga belum banyak ditelusuri. Berdasarkan Chen dkk,12 hanya dua studi yang melaporkan efek samping berupa diare dan meningkatnya perilaku agresif setelah satu pekan terapi pijat. Kesimpulan Terapi pijat dapat diberikan pada anak usia prasekolah dengan GPPH seperti pada ilustrasi kasus. Penelitian yang ada menunjukkan respons terapi pijat bervariasi, tetapi umumnya dapat mengurangi gejala perilaku impulsif, inatensi, dan hiperaktivitas pada anak GPPH. Saran