Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Tipis Skala Rumah Tangga Di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak (Household Scale Analysis of Thin Tail Sheep Livestock In Jatirejo Village. Karanganyar District. Demak Regenc. **) Ainun Naim . Ryantoko Setyo Prayitno . Saparto Alumnus STIP Farming Semarang **) Staf pengajar STIP Farming Semarang **) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : . Pendapatan usaha ternak domba ekor Kelayakan finansial usaha ternak domba ekor tipis. Pengaruh biaya sarana produksi . akan hijauan, konsentrat, obat-obata. dan tenaga kerja terhadap usaha ternak domba ekor Penelitian dilakukan di Desa Jatirejo. Kecamatan Karanganyar. Kabupaten Demak, pada bulan Nopember 2018 s/d Oktober 2019. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analisis melalui survey dengan pengambilan sampel sebanyak 32 responden atau 30% dari 108 peternak secara random sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara dipandu dengan Data diambil selama satu periode yaitu 4 bulan. Pendapatan dan kelayakan usaha dianalisis secara rumus matematika, sedangkan pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan dianalisis dengan regresi liner berganda . ji-F dan uji-. Hasil penelitian : . Rata-rata pendapatan sebesar Rp. 384,-/peternak /periode. RCR = 1,62. BEP(Q) = 3,6 ekor . iil = 6 eko. BEP(R. = Rp. 952,-/ekor . iil = Rp. 987,-/ekor. ROI = 61,5% . unga bank = 5,50%/t. Persamaan regresi linier berganda = -540. 1,090 X 1 Ae 0,278 X2 Ae 7,710 X3 0,662 X4 . RAdj = 0,696. Ada pengaruh yang sangat nyata (P<1%) biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan. koefisien regrasi yang berpengaruh nyata adalah biaya pakan hijauan dan tenaga kerja. Kesimpulan : usaha ternak domba ekor tipis menguntungkan, layak secara finansial, dan ada pengauh yang sangat nyata dari biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha ternak domba ekor Kata kunci : pendapatan, kelayakan, domba ekor tipis ABSTRACT This study aims to determine: . Thin tail sheep business income. The financial feasibility of thin tail sheep. The effect of the cost of production facilities . orage, concentrate, medicine. and labor on the thin tail sheep business. The research was conducted in Jatirejo Village. Karanganyar District. Demak Regency, from November 2018 to October 2019. The research was conducted using a descriptive analysis method through a survey with a sample of 32 respondents or 30% of 108 farmers by random sampling. Primary data obtained through interviews guided by a questionnaire. Data were taken for one period, namely 4 months. Income and business feasibility were analyzed using mathematical formulas, while the effect of production facilities and labor costs on income was analyzed using multiple linear regression (Ftest and t-tes. Research results: . Average income of Rp. 4,125,384,-/farmer/period. RCR = 1. BEP (Q) = 3. 6 heads . eal = 6 head. BEP (R. = Rp. 1,117,952 -/head . eal = Rp. 1,841,987,-/head. ROI = 61. 5% . ank interest = 5. 50%/ yea. Multiple linear regression equation = -540,247 1,090 X1 - 0,278 X2 - 7,710 X3 0,662 X4*. Radj = 0,696. There is a very significant effect (P <1%) of the cost of production facilities and labor on income. The regression coefficient that has a significant effect is the cost of forage and labor. Conclusion: thin tail sheep business is profitable, financially feasible, and there is a very real influence from the cost of production facilities and labor to the income of thin tail sheep farming. Key words: income, feasibility, thin tail sheep Ainun Naim . Ryantoko Setyo Prayitno . Saparto : Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Tipis Skala Rumah Tangga **) **)* PENDAHULUAN Domba ekor tipis merupakan salah satu ternak domba lokal yang banyak dijumpai di daerah pedesaan. Domba ini mempunyai tolerasi yang tinggi terhadap berbagai hijauan pakan ternak, dan mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai keadaan lingkungan sehingga ternak ini dapat hidup dan berkembangbiak sepanjang waktu di Domba ekor tipis termasuk ternak yang bersifat prolific atau mampu beranak lebih dari satu ekor sekali melahirkan dan termasuk seasonal polyestrus sehingga mampu berkembangbiak sepanjang waktu tidak tergantung musim atau seasonal Domba ini banyak diusahakan peternak kecil dengan skala rumah tangga, karena tidak membutuhkan modal yang besar, lahan luas, dan biasanya dijadikan sebagai usaha sampingan atau Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki populasi domba cukup banyak. BPS Provinsi Jateng . menyebutkan populasi domba di Kabupaten Demak pada tahun 2019 sebanyak 78. 500 ekor. Populasi ternak domba tersebar di 14 kecamatan dan salah satunya adalah di Kecamatan Karanganyar. Desa Jatirejo adalah desa yang berpotensi untuk ternak domba ekor tipis, karena didukung dengan ketersediaan hijauan pakan ternak dan limbah pengolahan hasil pertanian seperti Usaha ternak domba banyak dilakukan oleh peternak kecil dengan skala rumah tangga, dan pada umumnya dipelihara sebagai usaha sampingan atau tabungan untuk membantu meningkatkan Perwitasari et al. Ae . menyatakan tujuan peternak memelihara ternak domba yaitu: . memanfaatkan waktu luang ketika sudah selesai dengan pekerjaan bertani, . memanfaatkan sisa hasil pertanian sebagai pakan ternak, . kotoran domba untuk pupuk di lahan pertanian responden sendiri atau petani lain yang mau mengambil / membeli. Diperoleh informasi bahwa peternak doma di Desa Jatirejo berjumlah sekitar 108 orang dengan jumlah kepemilikan ternak domba berkisar antara 4 s/d 16 ekor/peternak. Skala sebesar ini termasuk skala rumah tangga, artinya dapat dikelola oleh satu keluarga tanpa membutuhkan tenaga orang lain. Pada umumnya domba dipelihara dengan dikandangkan . ,8%) artinya dipelihara secara intensif, dan tipe kandang yang digunakan adalah tipe panggung . ,0%). Hal ini dilakukan karena pada umumnya peternak pekerjaan utamanya adalah sebagai petani. Untuk kebutuhan pakan berupa hijauan dan konsentrat atau pakan tambahan diperoleh dengan membeli. Hasil utama berupa ternak berupa ternak domba yang dijual langsung ke pasar hewan atau melalui pedagang perantara atau blantik yang datang ke peternak. Disamping itu juga diperoleh penerimaan dengan cara menjual kotoran domba yang digunakan sebagai pupuk organic untuk Keberhasilan dalam suatu usaha ternak domba akan dicapai apabila usaha tersebut memperoleh pendapatan yang maksimal, sehingga usaha tersebut dapat terus berjalan dan semakin berkembang. Usaha ternak domba dapat dikatakan untung jika penerimaan yang diperoleh melebihi dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan dapat melakukan penggemukan dengan pertambahan bobot badan optimal. Usaha ternak domba ekor tipis di desa Jatisari umumnya belum diperhitungkan secara bisnis, belum semua komponen biaya diperhitungkan dalam bisnis seperti tenaga kerja, biaya penyusutan kendang dan peralatan, dll. Penelitian tentang analisis usaha ternak domba di daerah tersebut juga belum banyak dilakukan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang analisis usaha ternak domba ekor tipis. ,Vol. No. 1 Maret 2021 METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Desa Jatirejo. Kecamatan Karanganyar. Kabupaten Demak pada bulan Nopember 2018 Ae Oktober 2019. Metode dasar penelitian menggunakan metode deskriptif analisis, ex post facto. Menurut Sugiyono . m etode deskriptif analisis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana mestinya. Ex post facto artinya penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu Bertujuan untuk menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku yang menyebabkan perubahan pada variable bebas secara keseluruhan sudah terjadi (Widarto. Penelitian dilakukan dengan survei mengambil sampel secara random sampling sebanyak 30% dari 108 peternak sehingga jumlah responden sebanyak 32 peternak. Data primer diperoleh dengan metode wawancara dan observasi. Variabel yang digunakan adalah seluruh komponen biaya . iaya tetap dan biaya tidak teta. dan penerimaan dalam usaha ternak domba baik produk utama berupa penjualan ternak domba maupun hasil sampingan berupa kotoran domba. Analisis Data. Analisis pendapatan usaha ternak domba dilakukan selama 4 bulan produksi dan dihitung menggunakan rumus Soekartawi . Pd = TR - TC TR = y. TC = FC VC Keterangan : Pd = Pendapatan (R. TR = Total Revenue / Penerimaan (R. TC = Total Cost / Total Biaya (R. FC = FixedCost / BiayaTetap (R. VC = Variable Cost / Biaya Tidak Tetap (R. Kriteria : Jika Pd > 0, maka usaha ternak domba menguntungkan. Jika Pd = 0, maka usaha ternak domba mencapai titik impas. Jika Pd < 0, maka usaha ternak domba mengalami kerugian. Analisis kelayakan finansial usaha ternak domba menggunakan kriteria investasi RCR. BEP, dan ROI. Revenue Cost Ratio atau RCR merupakan perbandingan antara penerimaan dengan total biaya produksi. RCR s ecara ma tematis dirumuskan sebagai berikut : Kriteria : RCR > 1, usaha ternak domba layak RCR < 1, usaha ternak domba tidak layak RCR = 1, usaha ternak domba Break Even Point atau BEP adalah suatu kondisi dimana jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah penerimaan yang diterima dari hasil penjualan. BEP Produksi atau BEP(Q), untuk menganalisis hasil produksi minimun agar usaha ternak domba tidak mengalami rugi atau impas. Kriteria : BEP(Q) > produksi, maka usaha ternak domba tidak layak untuk BEP(Q) harga pasar, usaha ternak domba tidak layak untuk BEP (R. < harga pasar, usaha ternak domba layak untuk diusahakan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha ternak domba digunakan analisis regresi linier berganda. Perhitungan dengan menggunakan bantuan SPSS 16. 0 for Model matematis persamaan Regresi Linier Berganda menggunakan Return of Investment atau ROI disebut juga sebagai pengembalian investasi, atau dalam bahasa Indonesia disebut laba / rugi atas investasi adalah rasio yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi. Secara matematis dapat dirumuskan : Kriteria : ROI < i . ingkat suku bunga bank yang berlak. , maka usaha ternak domba tersebut tidak layak untuk ROI > i . ingkat suku bunga bank yang berlak. , maka usah a ternak domba tersebut l ayak untuk Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh biaya sarana produksi dan Analisis data menggunakan uji-F atau Anova untuk mengetahui pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan, dan uji-t untuk uji keberartian . dari koefisiensi regresi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis pendapatan usaha ternak domba ekor tipis. Rekapitulasi hasil perhitungan biaya, penerimaan dan pendapatan usaha ternak domba ekor tipis disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Rata-rata Biaya Produksi. Penerimaan, dan Pendapatan Usaha Ternak Domba Ekor Tipis di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak / 8 ekor / Periode . Sumber : Data primer diolah . ,Vol. No. 1 Maret 2021 Pendapatan usaha ternak domba merupakan selisih antara total penerimaan, dengan biaya yang dikeluarkan untuk produksi. Besar pendapatan penting diketahui dalam usaha bisnis untuk meningkatkan produktivitas usaha yang dilakukan. Tabel 1. menunjukkan bahwa ratarata pendapatan peternak sebesar Rp. 384,- /8 ekor/4 bulan atau sebesar Rp. 918,-/ekor/bulan. Dari aspek biaya produksi, rata-rata biaya variable sebesar Rp. 344,- merupakan biaya tertinggi dan mencapai 96,73% dari biaya produksi, khususnya biaya pakan hijauan dan tenaga kerja. Hal ini disebabkan bahwa pada umumnya peternak pekerjaan tetapnya sebagai petani, sehingga pakan hijauan diperoleh dengan Penelitian dilakukan bertepatan dengan musim kemarau dimana harga rumput mencapai Rp. 000,-/bongkok. Demikian juga tentang biaya tenaga kerja yang tinggi disebabkan karena pada daerah tersebut sudah termasuk tinggi. Pendapatan ini lebih besar dibanding Wibowo . menyatakan rata-rata pendapatan usaha ternak domba sebesar Rp. 046,-/ekor/bulan. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Domba Ekor Tipis. Rekapitulasi perhitungan analisis kelayakan finansial usaha ternak domba ekor tipis disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Analisis Kelayakan Usaha Ternak Domba Ekor Tipis di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak / Periode . Sumber : Data Primer diolah . Tabel 2. menunjukkan dari analisis kelayakan finansial diperoleh hasil RCR = 1,62. BEP(R. = Rp. 952,- / ekor. BEP(Q) = 3,6 ekor. dan ROI = 61,5%. Dari ketiga jenis kriteia kelayakan maka dapat dikatakan bahwa usaha ternak domba ekor tipis di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak layak secara finansial untuk dijalankan. Tingkat kelayakan finansial ini lebih rendah dibanding Perwitasari et al. Ae . yang memperoleh nilai rata-rata RCR = 2,76. Hal ini diduga bahwa pada penelitian Perwitasari et al. Ae . tidak memasukkan biaya tenaga kerja dengan alasan bahwa tenaga kerja dilakukan oleh anggota keluarga peternak dan ini tidak diperhitungkan dalam biaya produksi. Walaupun tenaga kerja dari anggota keluarga peternak seharusnya tetap diperhitungkan dalam analisis biaya. Sedangkan Manik et al. memperoleh hasil nilai RCR = 1,85. Nilai profitabilitas ROI = 61,5%, nilai ini lebih tinggi dibanding hasil penelitian Welerubun et al. pada domba Kisar. Nilai ROI tergantung pada skala usaha ternak domba yang diusahakan, yaitu pada skala kecil nilai ROI = 20,5%, skala menengah ROI = 25,95%, dan skala besar ROI = 58,25%. Semakin besar skala usaha ternak domba Ainun Naim . Ryantoko Setyo Prayitno . Saparto : Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Tipis Skala Rumah Tangga **) **)* atau jumlah kepemilikannya akan menaikkan efisien dalam pembelian sarana produksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi. Pengaruh Biaya Sarana Produksi d a n Te n a g a K e r j a t e r h a d a p Pendapatan Usaha Ternak Domba Ekor Tipis. Tabel 1. menunjukkan bahwa biaya sarana produksi dan tenaga mempunyai kontribusi yang paling besar dalam usaha ternak domba. Biaya yang besar ini akan berdampak kepada pendapatan yang akan diterima, terlebih kalau meningkatnya biaya ini tidak disertai kenaikan pendapatan yang lebih Untuk memudahkan dalam mempelajari pengaruh dari biaya sarana produksi dan tenaga kerja dapat menggunakan analisis regresi linier Rekapitulasi perhitungan analisis regresi linier berganda disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Berganda Pengaruh Biaya Sarana Produksi dan Tenaga Kerja terhadap Pendapatan Usaha Ternak Doma Ekor Tipis di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Sumber : Data Primer Diolah . Dari Tabel 3. dapat dibuat model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : = - 540. 247 1,090 X1 0,278 X2 - 7,710 X3 0,662 X4 F hitung sebesar 18,735 mempunyai nilai signifikansi 0,000 artinya ada pengaruh yang sangat nyata secara simultan dari biaya sarana produksi berupa biaya pakan hijauan, pakan konsentrat, obat-obatan, dan biaya tenaga kerja terhadap pendapatan usaha ternak domba ekor tipis. Selanjutnya dari uji-t diperoleh ada dua koefisiensi regresi yang nyata pengaruhnya yaitu koefisien regresi X1 biaya hijauan pakan dan koefisien regresi X4 biaya tenaga kerja. Berapa besar pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan ditunjukkan dengan nilai Koefisien Determinasi yang disesuaikan atau R2adj sebesar 0,696 atau 69,6 %, artinya bahwa variable X . aitu biasa sarana produksi dan tenaga kerj. mampu menjelaskan kepada variable Y sebesar 69,6%, selebihnya yaitu sisanya sebesar 30,4% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Koefisien regresi X1 = 1,090, artinya apabila biaya pakan hijauan ditambah dengan satu satuan Rp maka akan menaikkan pendapatan sebesar 1,090 satuan Rp. dengan catatan faktor yang lain tetap. Demikian juga koefisien regresi X4 = 0,662, artinya apabila biaya tenaga kerja ditambah satu satuan RP maka akan meningkatkan pendapatan ,Vol. No. 1 Maret 2021 sebesar 0,662 satuan Rp, dengan catatan faktor yang lain tetap. Pakan hijauan baik secara kuantitas maupun kualitas akan mempengaruhi pertumbuhan atau kenaikan bobot badan domba ekor tipis. Kenaikan bobot badan ini mempunyai pengaruh dapt meningkatkan penerimaan penjualan ternak domba sehingga dapat meningkatkan pendapatan pula. Munir dan Kardiyanto . menyatakan bahawa Pemberian pakan tambahan berupa dedak pada perlakuan penambahan dedak menghasilkan nilai pertambahan bobot badan harian yang paling baik. Performans domba lokal yang paling baik didapatkan dari perlakuan pakan tambahan dedak dan rumput. Pada hasil penelitian ini pemberian pakan konsentrat dirasakan masih kurang nyata. Hal ini tercermin dari biaya pakan konsentrat yang sangat rendah sehingga tidak akan berdapak terhadap produksi ternak atau pertambahan bobot badan. Berbeda dengan pemberian pakan hijauan yang sudah tercukupi dengan baik. Hal ini tercermin dari biaya pakan hijauan yang Hasil uji-t koefisien biaya tenaga kerja menunjukkan hasil yang nyata. Hal ini diduga karena tidak sedikit peternak yang mengupahkan kepada orang lain untuk menggembalakan ternaknya untuk mencari hijauan pakan. Dengan mengupahkan kepada tenaga lain maka kebutuhan akan hijauan pakan dapat Dalam hal ini masih dapat diusahakan untuk meningkatkan pendapatan dengan menambah biaya tenaga kerja khususnya tenaga untuk menggembalakan atau mencari kebutuhan hijauan pakan. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diikhtisarkan bahwa usaha ternak domba ekor tipis di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak sbb : Usaha ternak domba ekor tipis tersebut menguntungkan dengan mendapatkan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 384,-/peternak /periode . Usaha ternak domba ekor tipis mempunyai nilai kelayakan RCR = 1,62. BEP(Q) = 3,6 ekor . iil = 6 BEP(R. = Rp. 952,/ekor . iil = Rp. 987,-/ekor. ROI = 61,5% per 4 bulan . unga bank = 5,50%/t. Ada pengaruh yang sangat nyata (P<1%) secara simultan dari biaya sarana produksi berupa biaya hijauan pakan, pakan konsentrat, obat-obatan, dan tenaga kerja terhadap pendapatan. Persamaan regresi linier berganda yang terbentuk adalah = -540. 247 1,090 X*1 Ae 0,278 X2 Ae 7,710 X3 0,662 X4 , (RAdj = 0,. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa : Usaha ternak domba ekor tipis di Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak mengundungkan, layak secara finansial, dan secara simultan ada pengaruh yang sangat nyata dari biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan, khususnya biaya hijauan pakan dan biya tenaga kerja. DAFTAR PUSTAKA