JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 PERAN KETELADANAN ORANG TUA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA 6-12 TAHUN DI GEREJA BETHEL INDONESIA TABGHA Robertus Suryady Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam robertus@st3b. Abstract The reality of a child's development and growth necessitates the assistance and guidance of both parents in providing support and serving as exemplary figures. Parents hold the greatest responsibility in the development of the overall existence of their children, including their physical and psychological needs, to enable them to grow and mature towards a harmonious and mature personality. This study is entitled "The Role of Christian Parental Exemplars in the Formation of Character in Children Aged 6-". Over the span of 12 years in the Bethel Indonesia Tabgha Church, an inquiry has been formulated regarding the role of Christian parental leadership and the formation of character in children between the ages of 6 and 12. The purpose of this study is to discover the principles governing the Christian parental exemplar based on biblical values, as well as to investigate the formation of the characters of 6-12 yearold children in the Bethel Indonesia Tabgha Church. This research employed a qualitative approach utilizing literature review and descriptive methods for data collection through interviews, observations, and documentations of six participants. Based on the analysis of the data conducted, the conclusion was drawn that Christian parents play a significant role in shaping the character of children aged 6-12 years old. In shaping the character of a child. Christian parents must comprehend the various types of exemplary roles and characterforming approaches for children aged 6 to 12. Keywords: Parents, role models, children, and character. Abstrak Realitas tumbuh kembang anak memerlukan pendampingan dan bimbingan kedua orang tua dalam memberikan dukungan dan berperan sebagai figur teladan. Orang tua memegang tanggung jawab terbesar dalam perkembangan seluruh keberadaan anak-anaknya, termasuk kebutuhan fisik dan psikologisnya, agar mereka dapat tumbuh dan dewasa menuju kepribadian yang harmonis dan matang. Penelitian ini berjudul AuPeran Teladan Orang Tua Kristen dalam Pembentukan Karakter Anak Usia 6-12Ay. Selama kurun waktu 12 tahun di Gereja Tabgha Bethel Indonesia, telah dirumuskan sebuah penyelidikan tentang peran kepemimpinan orang tua Kristiani dan pembentukan karakter pada anak usia 6 sampai 12 Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip-prinsip tersebut. keteladanan orang tua kristiani berdasarkan nilai-nilai alkitabiah, serta mengkaji pembentukan karakter anak usia 6-12 tahun di Gereja Tabgha Bethel Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur dan metode deskriptif untuk pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap enam partisipan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, ditarik kesimpulan bahwa orang tua Kristiani sangat berperan dalam pembentukan karakter anak usia 6-12 tahun. Dalam membentuk karakter anak, orang tua Kristen harus memahami berbagai macam keteladanan peran dan pendekatan pembentukan karakter bagi anak usia 6 sampai 12 tahun. Kata Kunci: Orangtua. Keteladanan. Anak. Karakter. PENDAHULUAN Abad ke-20 adalah masa ketika orang-orang di seluruh dunia mulai lebih peduli pada anak-anak. Ini berarti bahwa semua negara telah sepakat untuk hak-hak pertemuan PBB pada tahun 1989. (Tri Budiarjo 2. Ini terjadi karena banyak orang di seluruh dunia ingin melindungi anak-anak. penjelasan tentang jati diri anak tidaklah secepat yang diperkirakan. Orang tua biasanya hanya menerima bahwa JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 mereka mengenal dan memahami anakanak mereka, yang umumnya diyakini Namun jika diperiksa lebih saksama, perilaku orang tua, baik sendiri-sendiri menunjukkan bahwa ada beberapa pemahaman yang berbeda dan seringkali tidak sejalan. Sifat-sifat esensial yang harus dikembangkan untuk membentuk karakter anak adalah penanaman akhlak, iman, nilai-nilai etika, dan kebajikan pribadi, agar anak memiliki keimanan dan ketakwaan yang teguh kepada Allah serta memahami pentingnya ketergantungan kepada Allah. sambil memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep benar dan salah. Lewat pendidikan yang diberikan kepada anakanak, maka anak pun dia tidak akan (Nainggolan Jhon M 2. Biasanya, banyak rumah tangga Kristen tidak mematuhi norma-norma Kristen, dengan orang tua sering mengalami kegagalan dalam peran mereka dalam rumah tangga. Banyak orang tua yang mengaku menyayangi anaknya, namun kesehariannya dipenuhi dengan Di zaman sekarang, sosok orang tua sering mengalami stres yang luar biasa, yang disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan dan jadwal yang sibuk, yang kadang-kadang dapat mengakibatkan ketidakhadiran mereka dari kehidupan anak-anak mereka. Levinse menegaskan berpengaruh terhadap cara orang tua tersebut mendidik dan membesarkan anaknya yang pada gilirannya juga berpengaruh terhadap kepribadan si anak (Sari 2. Interaksi antara orang tua dan anak-anak mereka melibatkan ekspresi atau pernyataan yang dibuat oleh orang tua tentang sikap, nilai, dan minat mereka, yang semuanya pada akhirnya membentuk apa yang dikenal sebagai pola asuh yang dianut oleh orang tua dalam interaksi mereka dengan anak-anak mereka. Anakanak cenderung menghabiskan sebagian besar waktu dan hari mereka dengan kedua sosok orang tua. Keadaan tersebut di atas membuat anak sangat jeli terhadap sikap, tingkah laku, dan wacana orang Kenyataannya, seorang anak membutuhkan bantuan dan keteladanan kedua orang tuanya dalam tumbuh P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Menjadi tanggung jawab orang tua untuk membina keberadaan anak secara menyeluruh, meliputi kebutuhan fisik dan psikisnya, sehingga memudahkan pertumbuhannya menuju kepribadian yang harmonis dan dewasa. Pemberian keteladanan yang baik merupakan tanggung jawab penting orang tua, mengingat anak merupakan generasi penerus bangsa. Istilah keteladanan berasal dari kata keteladanan yang berarti suatu perbuatan atau benda yang patut ditiru atau ditiru. Berdasarkan definisi menyimpulkan bahwa keteladanan orang tua mengacu pada tindakan atau bentuk perilaku lainnya yang dapat ditiru atau ditiru oleh anak-anak yang memerankan atau Oleh karena itu, orang tua yang menjadi objek peniruan disebut sebagai teladan. Secara psikologis ternyata manusia memerlukan tokoh teladan dalam hidupnya, ini merupakan sifat pembawaan manusia. Peneladanan ini ada dua macam yaitu sencara segaja dan tidak sengaja. Keteladanan secara sengaja dilakukan secara formal seperti memberikan contoh untuk melalukan ibadah yang benar dan sebagainya, sedangkan keteladanan secara tidak sengaja dilakukan secara nonformal seperti sikap atau karakter. Tapi keteladanan yang dilakukan secara tidak formal kadangkadang berpengaruh lebih besar dari pada keteladanan secara formal. (Sukarno 2. Dalam jurnalnya. Ayang Emiyati mengutip konsepsi Roby Setiawan yang mengemukakan bahwa kurang lebih 85% terjadi selama masa kehamilan hingga usia tujuh tahun. (Emiyati 2. Oleh karena itu, diharapkan penerapan pola asuh yang tepat dapat memfasilitasi perkembangan karakter lunak pada anak. Untuk memperoleh kepribadian yang berbudi luhur, diharapkan orang tua harus menerapkan tindakan disipliner yang tepat. Pengertian ini tidak boleh dilihat hanya dari sudut pandang bahwa anak adalah anugerah Tuhan, melainkan juga harus dilihat dari aspek lainnya. Dalam konteks kebudayaan, anak merupakan harapan masa depan bagi orang tuanya bahkan bangsanya, karena mereka akan menjadi generasi penerus yang meneruskan warisan pendahulunya. Tanggung jawab orang tua mengandung kepentingan dan JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 kewajiban yang sangat besar terhadap pengasuhan, dan pengasuhan untuk pencapaian kehidupan yang memuaskan bagi anak-anaknya di masa depan. Atau, dengan kata lain, dapat dikatakan Secara umum dipahami bahwa orang tua memikul tanggung jawab utama untuk memastikan kelangsungan hidup dan kesejahteraan anak mereka. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh fakta yang tidak dapat disangkal bahwa kewajiban mendasar untuk memberikan pendidikan ditanggung oleh orang tua. Dalam bukunya Jarot Wijanarko, mengumpulkan bukti research sebagai berikut: Berdasarkan survei di kota-kota besar, menunjukkan bahwa anak-anak ada di depan televisi, play station, smartphone, ipad, tablet . atau sekitar 6000 jam sejak ia lahir . ekitar 4-5 jam perhar. Ini jumlah yang terlalu banyak, bahkan cukup untuk duduk di ruang kelas dan mencapai gelar diploma. Ini sangat memprihatinkan karena di dalam gadget ada konten yang tidak mendidik, sedangkan anak adalah peniru yang ulung dan perilaku anak akan dipengaruhi lingkungan terdekatnya, hanya sayang hari- hari ini lingkungan terlekat anak adalah gadgetnya. (Wijanarko 2. Penulis pendahuluan di Gedung Tabgha Gereja Bethel Indonesia (GBI) Batam Center. Penulis mengamati beberapa hal yang mereka perhatikan. Selama ibadah, masih ada anak-anak yang bermain gadget. Ketika sedang pandemi dan khususnya saat melakukan ibadah online, belajar melalui internet adalah satu-satunya Tapi untuk memastikan anak menggunakan gadget dengan benar, orangtua harus lebih mengawasi waktu dan Kita perlu berbicara dengan sopan ketika bertemu orang yang lebih tua. Ini adalah hal kecil yang tidak dianggap penting oleh generasi saat ini. Ini adalah nilai-nilai budaya yang penting untuk dipertahankan. Namun, penulis melihat bahwa orangtua tidak terlalu Sekarang orangtua hanya peduli pada kecerdasan otak anak Tanda ketiga seorang anak P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 menjadi bos ditunjukkan oleh penulisnya. Maksudnya adalah ketika orangtua selalu mengikuti dan memenuhi keinginan anak mereka. Orangtua takut menolak permintaan anak mereka, meskipun alasan utamanya apa pun. Terkadang, saat anak menangis saat beribadah, orang tua memberikannya gadget agar mereka diam. Dari satu sisi, hal ini dapat memberikan penanganan yang baik dan alternatif agar tidak mengganggu penanganan ibadah. Ini bisa berdampak negatif pada anak dan orang tua mereka. Mungkin anak itu meniru atau melihat contoh tersebut di rumah. Jika orangtua ingin anaknya memiliki sikap yang baik, mereka harus berubah menjadi teladan yang baik bagi anak mereka. Penulis dengan lugas mengatakan bahwa "anak-anak tidak terlalu memperhatikan nasihat, tetapi mereka akan mengikuti teladan. " Hal ini didukung oleh ide dari Jarot Winarko yang merujuk pada penekanan Stanley Heath. Pendidikan interaksi antara orangtua dan anak akan mempengaruhi perkembangan intelektual anak . dan pengembangan kepribadiannya . Sejalan dengan pelajaran Heath diatas, saya menjelajahi anak-anak yang luar biasa di Alkitab, dalam kaitannya dengan orangtuanya ataupun pengasuhnya, yang membuktikan bahwa (Wijanarko 2. Indonesia memiliki banyak orang yang tinggal di sana, dan itu berkembang sangat cepat. Pada tahun 2020. Indonesia menjadi negara terpadat keempat di dunia dengan 260 juta jiwa. Cara anak tumbuh kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, lingkungan, dan faktor lainnya. Informasi ini didapat dari kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dengan Badan Pusat Statistik pada tahun 2018. Teknologi mempengaruhi tumbuh kembang anak. Teknologi merupakan sesuatu yang diciptakan manusia karena adanya tuntutan globalisasi. Inovasi terbaru dalam teknologi adalah gadget. Hampir semua orang dan semua kalangan menggunakan gadget seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan orang lanjut usia. Kini, anak-anak kecil sering menggunakan gadget yang bisa JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 kehidupan sehari-hari. Penulis mewawancarai Koordinator Sekolah Minggu Gereja Bethel Indonesia Gedung Tabgha Batam Center bernama Ibu H sebelum melakukan penelitian. berpendapat bahwa perilaku anak usia 612 tahun mencerminkan peran orang tua Bagaimana cara menilai karakter anak dari norma-norma yang berlaku di masyarakat? Apakah anak sesuai dengan norma-norma tersebut? Karakter anak terbentuk hingga usia 12 tahun dipengaruhi oleh teladan orang tua karena anak-anak meniru model yang dilihat dari orangtuanya. Anak-anak belajar tentang perilaku yang bisa dan tidak bisa dilakukan dari orangtua mereka. Jadi dia melihat bagaimana orang tua dalam keluarganya berbicara dan menilai. Cara orang tua memperlakukan orang lain akan dicontoh oleh anak, dan hal itu akan mencerminkan perilaku anak di Ibu H berkata bahwa cara orang tua membentuk karakter anak usia 612 tahun adalah dengan memberi contoh yang baik seperti bagaimana berperilaku baik pada orang yang lebih tua. Bagaimana cara memperlakukan anak yang lebih Hal ini mencakup bagaimana si anak berperilaku ketika beribadah kepada Tuhan. Di kitab Ulangan, dikatakan bahwa semua anak yang beribadah tidak hanya berasal dari keluarga yang baik-baik saja, tetapi juga banyak dari keluarga yang orang tuanya sudah bercerai atau tinggal Ini ada sebanyak 16 anak. Orangtua yang beragama kristen adalah wakil Allah dalam melarang nilainilai dan perilaku yang baik kepada anakanak. Oleh karena itu, orang tua perlu melarang dan membimbing anak-anak dengan penuh perhatian dan tanggung Itu berarti bahwa orang tua Kristen harus mengajar anak-anak mereka bahwa mereka mewakili Tuhan, dan karena itu mereka harus memberi contoh yang baik dan mengajari mereka nilai-nilai Alkitab. Orang tua berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang perspektif Kristen tentang hal ini. Penulis ingin melanjutkan kajian topik ini dengan judul AuTeladan Orang Tua Kristen dalam Pembentukan Karakter Anak Usia 6-12 Tahun di Gereja Bethel Indonesia Gedung Tabgha Batam CenterAy. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Tujuan Penelitian Adapaun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk menemukan kaidah kaidah keteladanan orangtua kristen berdasarkan nilai-nilai Alkitab. Untuk pembentukan karakter anak usi 6-12 tahun di GBI Tabgha Batam Center. METODE PENELITIAN Pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subjek yang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui strategi fenomenologis. Emzir menyatakan bahwa Aupenelitian fenomenologis melihat secara dekat interpretasi individual tentang pengalaman-pengalamannya. Peneliti makna dari perspektif partisipan. (Emzir Peneliti fenomenologis menghargai komplek, peneliti fenomenologis biasanya Terkait dengan hal ini. Emzir menyatakan bahwa: Auuntuk memulai sebuah studi peneliti fenomenologis menghabiskan waktu mengamati dan berinteraksi dengan beberapa partisipan potensial, yaitu dengan mempelajari bahasa model-model interaksi yang paling Beberapa wawancara awal dapat dilakukan aspek-aspek pengalaman seseorang yang dapat membimbing perumusan pertanyaanpertanyaan untuk wawancara yang lebih Selama fase pengumpulan data awal ini, peneliti fenomenologis tentang apa yang telah mereka amati dana apa yang dikatakan partisipan kepada Penulis akan menjelaskan secara deskriptif mengenai kajian pustaka, kerangka konseptual, dan kerangka berpikir yang mencakup pengertian pembentukan karakter anak, peranan Kristen, kerangka konseptual, yang mana dalam setiap variable akan diuraikan dalam subsub judul. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 berkembang dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Jika orangtua tidak tahu banyak tentang hal ini, maka anak mereka bisa terjerumus ke pergaulan dan dunia yang buruk. Teknologi telah mempengaruhi banyak generasi muda, terutama pelajar dan anak-anak. Jenri Ambarita dalam bukunya mengutip Firdausi yang mengatakan bahwa: Transaksi jual beli tidak hanya dapat dilakukan untuk berbelanja barang-barang yang kita inginkan saja. Di dalam cyber crime sendiri, sering terjadi transaksi yang bisa menjerumuskan generasi milenial ke dalam dunia suram. Salah satu contoh transaksi yang banyak melibatkan pelajar adalah transaksi pornografi. Pornografi dapat diperjualbelikan, yang biasa disebut dengan transaksi pornografi. (Ambarita Membangun kepribadian anak usia 6-12 tahun berpengaruh pada masa depan mereka, keluarga, sekolah, negara, dan Rianto J. menulis sesuatu dalam Maaf, tidak ada teks yang disediakan untuk ditulis ulang dengan katakata sederhana. Tolong berikan saya teks asli sehingga saya dapat membantu Anda. Metboki mengutip ide Muchlas Samani dalam bukunya "Konsep dan Model Pembentukan Karakter". Dia mengatakan bahwa ini sangat penting karena semakin pemerasan, penggunaan narkoba, dan kejahatan lain yang terjadi. (Metboki 2. Gambar di atas menunjukkan Membentuk kecerdasan, dan perilaku baik adalah tujuan utama dalam pendidikan untuk membantu siswa berkembang dan menjadi bagian dari negara yang kuat. Tetapi, adalah tanggung jawab dan tujuan orangtua di dalam keluarga. Membentuk sifat dan perilaku anak yang terjadi melalui pengajaran hal-hal yang baik dan sopan santun serta budaya di dalam keluarga. Hal ini juga terjadi melalui pelatihan atau kursus di luar keluarga, atau melalui sekolah. Membentuk kepribadian yang baik perlu melibatkan keluarga, sekolah, dan (Syarbini 2. Institusi ketiga ini sangat penting dan tidak bisa Keluarga adalah yang paling penting dalam membentuk kepribadian yang baik. Tumbuh dalam keluarga dengan nilai-nilai informal berperan penting dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pembentukan Karakter Anak Usia 6-12 Tahun Konsep tentang anak berdasarkan tahap tumbuh kembangnya terutama berbicara tentang kompetensi. Ahli memiliki pandangan yang berbeda tentang cara mengelompokkan orang berdasarkan usia dan keterampilan yang dibutuhkan. Pengelompokan yang berbeda biasanya penggunaannya yang berbeda. Anak yang berusia antara 6 hingga 12 tahun disebut kanak-kanak. Ini kategorisasi tahapan usia dan batasan keterampilan menurut teori Erik Erikson. (Tri Budiarjo 2. Ketika anak berusia 6 sampai 12 tahun, mereka tumbuh dan mengalami Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempelajari dasar-dasar pengetahuan umum tentang teknik-teknik. Saat ini, anak-anak dapat menunjukkan kecerdasan mereka, melakukan lelucon, sombong, dan memberikan pendapat. Anak-anak saat ini sering disebut dengan "kelompok teman sebaya", karena mereka sangat ingin diterima oleh temantemannya. (Setiawani 2. Menjadikan anak menjadi baik dan berkualitas merupakan tugas orangtua. Biasanya orang menganggap anak sebagai hadiah dari Tuhan yang diberikan kepada orangtua dan orangtua bertanggung jawab atas anaknya. Orangtua harus menjaga, mengasuh, merawat, memberi makan, dan mengajar anak-anak mereka dengan penuh cinta dan bertanggung jawab. Orang tua harus bisa mengikuti zaman yang terus JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 Alasannya adalah keluarga mempengaruhi cara anak tumbuh dan berkembang dari kecil hingga dewasa. Melalui keluarga, sifat dan kepribadian seorang anak terbentuk. Karakter berarti tingkah laku seseorang Kepribadian dipengaruhi oleh lingkungan kita dan bagaimana kita dibesarkan oleh orang tua Maka, itu bukanlah sesuatu yang sudah ada sejak lahir. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menanamkan dan menerapkan pembentukan karakter positif pada anak sedini mungkin. Pembentukan karakter anak melalui tindakan menulis memiliki makna yang lebih besar daripada pembentukan nilai-nilai moral karena pengembangan karakter tidak sematamata berkaitan dengan konsep biner benar versus salah. Sebaliknya, itu mencakup ruang lingkup yang lebih luas untuk menumbuhkan kebiasaan positif dalam hidup untuk menanamkan kesadaran, pemahaman tingkat tinggi, kepedulian, dan komitmen untuk menerapkan kebajikan sehari-hari. Mengembangkan seharusnya melibatkan tidak hanya aspek kognitif mengetahui yang baik, tetapi juga unsur afektif dari menginginkan atau mencintai yang baik, serta aspek perilaku bertindak sesuai dengan yang baik. Dengan menghindari perilaku seperti robot belaka yang diindoktrinasi oleh ideologi tertentu. Pembentukan penting daripada perkembangan moral, karena tidak hanya mencakup masalah benar dan salah, tetapi juga penanaman kebiasaan positif dalam kehidupan. Melalui proses ini, anak-anak atau siswa dijiwai dengan kesadaran dan pemahaman yang tinggi, serta rasa kepedulian dan komitmen yang mendalam terhadap penerapan perilaku bajik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, karakter merupakan atribut alami dari respons moral individu terhadap situasi, yang diwujudkan melalui tindakan nyata seperti menampilkan perilaku yang baik, jujur, tanggung jawab, menghormati orang lain, dan nilai-nilai karakter luhur Kesimpulannya, berpendapat bahwa pembentukan adalah suatu proses atau perbuatan membentuk. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Dengan demikian, pembentukan karakter merupakan suatu proses pembentukan sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang Pembentukan karakter seseorang tidak terbatas pada suatu lokasi tertentu saja dan dapat dipengaruhi oleh berbagai perkembangan karakter individu tersebut. Perkembangan karakter individu paling baik dimulai sejak masa kanakkanak dan dibentuk secara efektif dengan mengasuh praktik pengasuhan. Peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter anak-anak mereka. Pembentukan karakter adalah proses yang melibatkan pembentukan dan pencetakan. Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter Anak Pembentukan karakter seseorang pada anak mau tidak mau dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal yang biasa disebut dengan faktor ekstrinsik. Faktorfaktor tersebut di atas sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan karakter anak. Situasi positif yang faktor-faktor mempengaruhi perkembangan karakter anak akan menghasilkan dampak positif. Sebaliknya, yang sebaliknya berlaku. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui faktor-faktor tersebut di atas. Orang Tua Kristen "Istilah 'orangtua' menunjukkan genetiknya dan melahirkan keturunan. Berdasarkan definisi tersebut ditegaskan oleh 34 penulis bahwa orang tua yang dimaksud adalah pasangan suami istri yang secara alami menjadi orang tua ketika memiliki anak. Namun, dalam pengertian yang lebih khusus, istilah 'orang tua' menekankan ikatan kodrati yang Allah limpahkan secara unik . enyatuan ayah dan ibu di dalam Alla. , serta tanggung jawab yang sesuai dengan status ini. Ini mengacu pada apa yang penulis maksud dengan menjadi orang tua Kristen. Mentor pertama bagi seorang anak Anak-anak mengamati, mendengarkan, dan meniru tindakan orang tua mereka. Dalam hal ini, cara orang tua dalam mengasuh, bertingkah laku, dan berkomunikasi akan menjadi bentuk pengajaran bagi anak27 JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 (Koesoema 2. Sangat penting bagi orang tua untuk menunjukkan kehati-hatian yang tinggi dalam perilaku menggunakan bahasa yang sopan di hadapan anak-anak mereka, menegur mereka dengan hormat, secara konsisten memberikan kesempatan kepada anakanak mereka untuk mengungkapkan pendapat mereka, dan melakukan upaya sadar untuk melakukannya. lebih banyak. Semua faktor tersebut di atas akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter Sebaliknya, jika orang tua menunjukkan ketidakpedulian terhadap gaya hidup sehari-hari dan cenderung ditunjukkan oleh anak-anak mereka, maka tidak mengherankan jika keturunan seperti itu dapat mengembangkan sifat-sifat yang tidak diinginkan. Orang yang paling dekat dengan seorang anak adalah orang tuanya. Orang tua mengenal dan menerima seorang anak. Seperti yang diciptakan. Setiap anak itu unik. oleh karena itu, orang tua harus memandang anak mereka dari sudut pandang ilahi, bukan hanya dari sudut pandang orang tua mereka sendiri. Setelah menerima seorang anak, sangat penting untuk juga menerima kekuatan dan kelemahan mereka karena hal itu melekat pada susunan genetik. Keluarga berfungsi sebagai institusi dan unit fundamental dalam komunitas sosial Sebagai konvensi umum, struktur fundamental, yaitu ayah, ibu, dan Ketiga unsur tersebut di atas harus ada agar sesuatu dapat dikatakan sebagai keluarga. Dari perspektif Kristen, dapat dikatakan bahwa pemahaman yang diuraikan di atas masih belum lengkap dan membutuhkan eksplorasi lebih lanjut. Dari sudut pandang Kristiani, keluarga tentunya harus dibimbing oleh prinsip-prinsip Alkitabiah dan bertujuan untuk memahami dan memenuhi peran yang telah diberikan Allah kepada mereka. Penegasan Wendy Sepmady Hutahaean dalam bukunya berpendapat bahwa keluarga bukanlah sebuah institusi yang diciptakan oleh manusia, melainkan diciptakan oleh Tuhan untuk melayani tujuan yang bermanfaat bagi umat manusia, dan merupakan tanggung jawab P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 kewajibannya terhadapnya. (Hutahaen Fondasi keluarga Kristen harus memerlukan hubungan yang tulus dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Perikop yang Efesus 5:22-33 memberikan petunjuk bagi suami dan istri Kristen sehubungan dengan urusan Dalam konteks perkawinan diharapkan suami sebagai kepala rumah tangga menunjukkan kasih sayang kepada istrinya, sedangkan istri pada gilirannya tunduk kepada suaminya. Dalam keluarga Kristiani, anak-anak diberi dua tanggung jawab utama, yaitu mematuhi dan menunjukkan rasa hormat kepada orang tua mereka, sebagaimana dinyatakan dalam Efesus 6:1-3. Idealnya, semua anggota dalam keluarga berkomitmen kepada Kristus dan melayani Dia. Ketika suami, istri, dan keturunan mereka memenuhi peran sosial dan ilahi mereka. Konservasi sumber daya oleh keluarga penulis dianggap sebagai hadiah terbesar yang diberikan kepada mereka oleh yang Selanjutnya Ulfiah menuturkan bahwa, keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai multi fungsi, dalam membina dan mengembangkan interaksi Keluarga merupakan sarana pengasuhan bagi anakanak hal-hal menyangkut masalah norma agama, nilai dan adat istiadat yang berlaku dalam (Ulfiah 2. Di dalam unit keluarga, terdapat interaksi antara orang tua dan anak-anak, baik secara langsung maupun tidak langsung, menawarkan atribut yang mendukung atau menghambat upaya anak dalam eksplorasi dan komitmen untuk mencapai status identitas pribadi mereka. Kehadiran anak-anak bersama orang tua mereka seharusnya tidak menimbulkan rasa puas diri orang tua. Karena fakta yang tak terhindarkan bahwa ada beberapa kasus di masyarakat di mana beberapa orang tua terjerat oleh kesombongan Kebanggaan keturunannya dapat diterima, selama masih dalam batas yang wajar. Tugas pendidikan yang melibatkan pemberian bimbingan dan pemberian contoh positif jauh lebih menantang daripada sekadar komposisi linguistik. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 Gagasan bahwa setiap keluarga merupakan miniatur komunitas, mirip dengan gereja kecil, adalah pengamatan Keluarga berfungsi sebagai wadah pembentukan individu manusia, dengan ayah dan ibu berfungsi sebagai wakil atau penjaga wadah ini. Terlebih, sebelum usia enam tahun, otoritas orang tua sangat disampaikan oleh figur ayah dan ibu mereka pasti akurat. Memasuki tahap kewenangan dan timbul perbandingan antara guru di sekolah dan orang tua di Pada kesempatan itu, jika sebagai orang tua, seseorang merasa tersinggung dengan pengalihan wewenang kepada guru, hal itu menandakan adanya kekurangan keterampilan orang tua. Orang tua dan pendidik sama-sama harus secara konsisten menyampaikan kepada anakanak dan siswa mereka, masing-masing, gagasan bahwa mereka sendiri bukanlah penengah utama kebenaran, melainkan pembawa dan fasilitator kebenaran. Orang tua dan anak-anak, guru atau murid mereka harus bersama-sama tunduk pada otoritas kebenaran, dengan demikian menahan diri dari menegaskan dominasi atas posisinya yang ditinggikan. Pikiran sempit dan pemahaman terbatas orang tua dan anggota keluarga dapat berdampak buruk pada kepribadian anak, terutama jika orang tua memantau dan membatasi interaksi sosial anak dengan ketat. Akibatnya, anak-anak menunjukkan kurangnya kemandirian dan hanya mengandalkan kehadiran orang tua mereka untuk merasa aman dan Ketika orang tua seseorang tidak lagi hadir, mereka mungkin mengalami perasaan segala sesuatu menjadi tidak menyenangkan, dan mungkin menyesuaikan diri dengan interaksi sosial, karena hilangnya kemampuan untuk Tidak diragukan lagi, dampak dari fenomena ini menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap kesejahteraan Terlepas dari tingkat kebebasan yang dimiliki seseorang, tetap saja karakter seseorang sebagian besar dibentuk oleh keluarganya, terutama orang tuanya. Agar efektif melaksanakan program pembentukan karakter, perlu dibina P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 kerjasama antar berbagai komponen sekolah maupun orang tua dan masyarakat Jika guru berperan sebagai pembentuk di sekolah, maka orang tua harus mengakui peran mereka sebagai pembentuk di rumah. Menurut Irjus Indrawan, sudah sering terjadi orang tua mengabaikan peran mereka dalam membentuk anak di rumah karena kesibukan dan rutinitas pekerjaan. Namun, orang tua yang bertanggung jawab meluangkan waktu untuk mendidik anakanak mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada mereka. Hubungan timbal balik antara sekolah dan orang tua merupakan suatu keniscayaan, terutama dalam pembentukan karakter. Orang tua tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab dan menyerahkan sepenuhnya tugas mendidik anaknya kepada guru di sekolah. Harus diakui bahwa peran yang dimainkan oleh guru dan orang tua memberikan pengaruh timbal balik satu sama lain. Orang tua memegang tanggung jawab yang signifikan dalam mendidik anak-anak mereka di rumah. Orang tua seharusnya tidak hanya memberikan contoh yang baik tetapi juga berusaha untuk menjadi panutan bagi anak-anak mereka. Lingkungan keluarga merupakan unit kelembagaan terkecil yang berperan strategis dalam mendorong penyadaran, penanaman, dan pengembangan nilai-nilai sebagai sarana pembentukan karakter (Anisah 2. Di dalam unit keluarga atau melalui sikap orang tua, internalisasi nilai dapat dipupuk dan dipertahankan lebih jauh daripada kuantitas dan intensitas yang dipraktikkan di sekolah. Oleh karena itu, tingkat internalisasi nilai-nilai pada anak cenderung tertanam dalam diri mereka melalui konteks keluarga, bukan hanya dalam lingkungan sekolah. Fenomena tersebut di atas disebabkan oleh keterikatan emosional antara orang tua dan Konsekuensinya, pembentukan nilai dalam pengembangan karakter harus dimulai pada tahap prakelahiran dan bertahan hingga akhir masa hidup seseorang. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah lingkungan utama bagi seorang anak, di mana anak pada awalnya memperoleh pengaruh secara Oleh karena itu, keluarga dianggap JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 sebagai kelompok primer yang terdiri dari sejumlah keluarga kecil, terikat melalui hubungan darah yang informal dan alami, pembinaan tertua. Bentuk keluarga dapat bermacam-macam, mulai dari keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak, hingga keluarga besar yang mencakup anggota tambahan seperti kakek nenek, mertua, dan lain-lain. (Tsauri 2. Diakui secara luas bahwa kondisi dan lingkungan dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Menciptakan suasana tanpa kekerasan dalam lingkungan keluarga merupakan solusi yang sangat efektif untuk menanamkan rasa nyaman, damai, dan tenteram pada anak, yang pada akhirnya mengarah pada perkembangan watak emosi yang stabil dan sifat-sifat karakter yang positif. Keluarga dianggap sebagai unit dasar dan utama masyarakat, di mana hubungan antarpribadi dicirikan oleh interaksi langsung. Pada titik itu, individu mengalami perkembangan, dan tahap awal dari proses sosialisasi terbentuk. Melalui keterampilan, minat, nilai, emosi dan sikap diperoleh dalam kehidupan seseorang, sehingga mengarah pada keadaan ketenangan dan ketentraman. Akibatnya, keluarga dianggap sebagai faktor penting yang memainkan peran penting dalam pendidikan dasar seorang anak. Salah satu bentuk pendidikan yang paling strategis dilaksanakan dalam lingkungan keluarga adalah pendidikan karakter yang berkaitan dengan pembentukan karakter anak. Melalui implementasi pendidikan karakter dalam unit keluarga, orang tua mencitacitakan agar keturunannya memiliki karakter yang terpuji dan tangguh yang benar-benar mampu menghadapi setiap perubahan atau tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Keluarga sebagai lembaga formatif memegang peranan penting dalam membentuk generasi muda, termasuk Keluarga juga disebut sebagai lembaga pembinaan informal. Formasi informalitas berkaitan dengan kegiatan yang terjadi tanpa ada organisasi struktural dan tanpa berdasarkan tingkat kompetensi dan keahlian umum. Motivasi untuk dedikasi P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 keluarga terutama didorong oleh rasa cinta pembentukan yang ditandai dengan kurangnya penekanan pada hak individu. Motivasi di balik pengabdian keluarga . rang tu. semata-mata didasarkan pada cinta dan kasih sayang bawaan. Proses tanggung jawab keluarga sepanjang rentang hidup seseorang, dalam suasana cinta dan keintiman. Unit keluarga sebagai agen sosialisasi utama memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan kepribadian anak. Dalam konteks struktur keluarga, anak sulunglah yang pertama kali dikenalkan dengan nilai dan norma yang dianut dalam unit keluarga. Keluarga dibangun atas dasar cinta dan kasih Lingkungan sangat alami, sehingga memudahkan proses pembentukannya. "Berdasarkan konteks yang mengabaikan hak tanpa " Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pembentukan dan perkembangan karakter seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan yang diterima dari keluarganya. Signifikansi peran keluarga dalam proses pendidikan karakter lingkungan sosial yang utama dan terdepan, menjadikannya lokus interaksi pendidikan yang paling lazim. Lingkungan Sosial Dunia anak-anak tidak hanya berputar di sekitar keluarga mereka. Pada titik tertentu, subjek juga akan memiliki lingkungan sosialnya sendiri bersama dengan teman sebayanya. Namun, tidak semua anak memiliki kemampuan bawaan untuk mudah berinteraksi dengan teman sebayanya di lingkungan sosialnya. Ada beberapa anak yang merasa malu dan Ada penghalang yang menyebabkan individu merasa terputus dari orang lain dan rindu untuk tetap berada dalam batas-batas lingkungan keluarga mereka. Hal ini tentunya membutuhkan perhatian orang Disarankan agar orang tua berfungsi sebagai jembatan bagi anak-anak mereka untuk berintegrasi ke dalam lingkungan sosial mereka, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif di masa depan. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 Setelah anak mampu berintegrasi dengan lingkungan sosialnya, pada akhirnya lingkungan sosial tersebut Cara bicara, sikap, pola pikir, dan kebiasaan teman sebaya individu berpotensi berdampak pada anak. Dalam hal ini, orang tua memikul tanggung jawab untuk melindungi anak-anak mereka dari pengaruh negatif. Pembinaan karakter yang kuat dalam lingkungan keluarga dapat menjadi penghalang bagi anak dalam menghadapi tantangan dunia sosialnya. (Zakaria and Arumsari 2. Akibatnya, dalam menghadapi pengaruh negatif, anak memiliki kemampuan untuk membedakan dan melindungi diri dari pengaruh negatif, sedangkan orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mengingatkan anak-anak mereka. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 individu modern, termasuk dewasa muda, perlu mendapat perhatian dalam wacana Dengan infrastruktur jaringan internet, pengaksesan berbagai informasi menjadi mudah dan terjalinnya interkoneksi antar individu, tanpa batasan ruang dan waktu. Proses komunikasi antar teman mudah difasilitasi, dan bahkan perolehan pertemanan baru pun dapat dilakukan dengan mudah. Sejumlah menggambarkan dampak berbahaya dari media sosial pada masyarakat umum, serta pada anak-anak dan remaja pada Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Rome . menyelidiki sampel 1. 500 orang dari komunitas Italia, menghasilkan temuan penggunaan media sosial dan proliferasi ujaran kebencian yang mengarah pada agitasi agama untuk keuntungan politik, hasutan prasangka. terhadap minoritas, dan bentuk perilaku kekerasan lainnya. Munculnya masyarakat dibuktikan dengan maraknya isu-isu kontemporer seperti intimidasi dunia maya, pencurian data, dan pencurian identitas yang memengaruhi populasi remaja dan remaja. Konten visual yang digambarkan dalam materi semacam itu seringkali dicirikan oleh sifatnya yang vulgar dan ofensif. Kelimpahan informasi membedakan antara informasi pribadi dan Fenomena predator dan pedofil online telah ditemukan terkait dengan banyak konsekuensi yang merugikan, termasuk penurunan kepercayaan diri dan gangguan kemampuan untuk terlibat dalam hubungan interpersonal. Media Sosial Di zaman sekarang, platform media sosial seperti Facebook. Instagram. WhatsApp, dan lainnya, telah menjadi teman akrab bagi individu, bahkan melebihi tingkat keakraban yang kita miliki dengan teman fisik. Di zaman sekarang, tidak dapat disangkal bahwa individu ada dan berinteraksi dalam media sosial, terlepas dari platform yang mereka pilih. Saat ini, mempengaruhi kehidupan dan semua aktivitas manusia modern. Dampak media sosial sangat luas, tidak hanya menjangkau orang dewasa tetapi juga remaja dan anakanak Media sosial berfungsi sebagai sumber informasi yang menawarkan beragam sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kaitannya dengan komunikasi interpersonal. Mulai dari sekedar memupuk hobi seperti memasak, berkebun, mengunggah foto, bertukar pesan, berganti status, dan lain sebagainya, hingga proses pengembangan diri melalui akses ilmu, metode belajar, komunikasi antarpribadi, dan teknik bekerja, semua itu tersedia dengan mudah. tersedia melalui media sosial. Media sosial tidak diragukan lagi telah menjadi ruang publik di mana segala Ruang yang berpotensi mengubah kehidupan dan gaya hidup Peran Keteladanan Orang tua Kristen Dalam keteladanan perilaku diperlukan dalam setiap lingkungan pendidikan, mulai dari Dalam konteks lingkungan keluarga, sangat penting adanya role model dari orang tua untuk pembentukan karakter seseorang. Teladan perilaku orang tua memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik, pengetahuan, sentimen terhadap karakter, berhubungan dengan karakter. Orang tua JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 yang kurang sopan santun dan etiket cenderung mewariskan ketidaktahuan mereka kepada anak-anak mereka, menghasilkan generasi individu dengan kekurangan yang sama dalam rahmat Orang tua Kristen yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya perilaku yang sopan dapat menunjukkan anak-anak mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk menunjukkan perilaku yang tidak Akibatnya, anak-anak mereka mungkin juga kurang memiliki kesadaran akan pentingnya kesopanan. Orang tua yang kurang sopan santun dan sopan santun akan menunjukkan ketidaksopanan mereka di depan anak-anak mereka, anak-anak menyaksikan ketidaksopanan orang tua Pada akhirnya, anak-anak akan mengadopsi perilaku tidak sopan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Hal ini sejalan dengan anggapan bahwa anakanak yang memiliki pengetahuan yang tidak memadai, disposisi emosional, dan kecenderungan perilaku yang berkaitan dipengaruhi oleh tingkat kekurangan keteladanan orang tua di ketiga dimensi (Novita 2. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 (KBBI), berarti mengasuh dan mendidik. Oleh karena itu, dalam konteks yang lebih luas, "ekphero" mencakup tindakan mengasuh, merawat, dan melatih individu. Hal ini mengandung arti bahwa kewajiban orang tua untuk mendidik anak-anaknya tidak sebatas mengajar tetapi juga mencakup rajin merawat dan mengasuh Sebagai kewajiban mendidik anak membawa tanggung jawab yang sangat besar. Pendidikan seharusnya tidak semata-mata bertujuan untuk memperluas pemahaman dan pengetahuan mereka, tetapi juga untuk menanamkan rasa takut pada mereka Ketuhanan dalam konteks pendidikan adalah membimbing anak dalam proses menemukan dan memahami konsep ketuhanan. Pentingnya Peran Orangtua Kristen Dalam Mengajar Istilah "ajaran" dalam bahasa Yunani menggunakan kata AA . yang berarti pendidikan. Hal ini ditunjukkan melalui penggunaan kasus kata benda datif tunggal feminin. Kasus yang disebutkan di atas berkaitan dengan kata benda feminin tunggal. Dalam bahasa New International Version (NIV), istilah "pelatihan" digunakan untuk menunjukkan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kamus Besar Bahasa Indonesi. , istilah "ajaran" mengandung arti latihan dan disiplin. Dalam konteks yang diberikan ini, istilah "paideia" mengajar, dan mendisiplinkan. Peran orang tua tidak hanya sekedar memberikan ilmu, tetapi juga membimbing dan mengasah perkembangan spiritual anakanaknya. Doktrin Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tindakan orang tua harus diwujudkan dalam mendidik anakanaknya, khususnya dalam menanamkan rasa takut akan Tuhan dalam diri mereka. Pengajaran pembinaan dan pemeliharaan anak-anak merupakan tugas yang harus dilaksanakan oleh orang tua atau wali, dan diwariskan kepada keturunannya. Peranan Orangtua Krsiten Dalam Perspektif Alkitab Pada bagian ini, penulis menyajikan beberapa sumber literatur penting yang bertujuan untuk menawarkan analisis mendalam tentang pentingnya peran orang tua Kristen dalam membentuk karakter Pentingnya Peran Orangtua Kristen Dalam Mendidik. Istilah AudidiklahAy dalam bahasa Yunani berasal dari kata a, yang berasal dari kata aO . yang berarti memberi makan, mengasuh, dan (Susanto 2. Istilah ini digunakan dalam kasus imperatif aktif jamak orang kedua, yang mewakili perintah yang harus dijalankan secara aktif saat ini. Dalam New International Version (NIV) dari Alkitab, istilah "membesarkan mereka" Istilah "didiklah" dalam bahasa Indonesia, sebagaimana didefinisikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pentingnya Peran Orangtua Kristen Dalam Menasihati Istilah "nasihat" dalam bahasa Yunani JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 ditunjuk oleh kata IA . , yang berarti nasihat dan peringatan. Kata benda digunakan dalam kasus datif tunggal feminin, mewakili kata benda feminin Dalam bahasa New International Version (NIV), AuinstruksiAy diterjemahkan menjadi AuinstruksiAy dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks ini, istilah Aunout hesiaAy dapat diartikan sebagai peringatan atau bentuk instruksi. Naskah ini dapat ditulis ulang dalam tulisan akademis sebagai berikut: Anjuran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai peringatan biasa, tetapi sebagai sarana untuk penghormatan yang lebih besar kepada Tuhan. Firman Allah yang Hidup memberikan bimbingan dan nasihat berdasarkan Firman Tuhan. Dalam konteks ini, tugas orang tua lebih dari sekadar penyampaian ajaran agama dari perspektif petunjuk ilahi, termasuk pengenalan dan pengenalan akan Tuhan. Orang tua Kristen harus dapat menggunakan waktu mereka secara efisien dalam memberikan nasihat kepada anakanak mereka, terlepas dari waktu hari atau hari dalam seminggu, dan tanpa terhalang oleh kelelahan. Saat istirahat, saat duduk, dan saat bermain, orang tua berperan aktif dalam menanamkan ajaran Tuhan kepada anak-anak mereka guna menanamkan rasa hormat dan memperdalam rasa takut mereka kepada Tuhan. Mengajar melalui dasarnya mencakup berbagai kebajikan seperti kejujuran, saling menghormati, sopan santun, kebaikan, keramahan, dan kepatuhan pada aturan. Selain itu, sangat menumbuhkan kebiasaan belajar mandiri pada anak-anak mereka. Salah satu anak-anak membantu mereka menemukan hubungan teman sebaya yang dapat meningkatkan Direkomendasikan untuk menghindari pengaruh teman sebaya yang negatif dan tantangan saat ini. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Pemahaman Peranan Keteladanan Orang Tua Kristen Secara Teologis Atau Doktrinal Para peserta memahami pentingnya keteladanan orang tua Kristen, dimana sumber utama dari keteladanan tersebut berasal dari Kitab Suci. Menurut Amsal 1:8, orang tua diperintahkan untuk memberikan bimbingan kepada anak-anak mereka dan tidak mengabaikan ajaran yang diberikan oleh ibu mereka. Sangat penting bagi orang tua untuk mematuhi prinsip-prinsip kitab suci ketika membesarkan anak-anak mereka, berperan sebagai figur teladan untuk membimbing dan mendidik mereka sesuai dengan itu. Agar orang tua dapat mendidik anak-anaknya secara efektif dan menjadi panutan, disarankan bagi orang tua untuk menghadiri program bimbingan keluarga, seminar orang tua dan terlibat dalam bacaan rohani. PemahamanTentang BentukBentuk Keteladanan Orang Tua Kristen Bentuk-bentuk keteladanan orang tua memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan karakter anak. Salah satu contoh keteladanan yang ditunjukkan oleh orang tua adalah seperti yang dicontohkan oleh partisipan kedua, dimana mereka memberikan bimbingan kepada anaknya melalui membaca Firman Tuhan, doa, pujian, dan penyembahan. Perbuatan yang dilakukan oleh orang tua Kristiani mau tidak mau akan ditiru oleh keturunannya, karena sifat-sifat karakter yang dimiliki oleh setiap orang tua secara otomatis mempengaruhi perilaku anaknya. Pesan yang disampaikan oleh orang tua Kristiani terlebih dahulu harus dihayati atau Orang tua Kristen harus menerapkan prinsip-prinsip dasar atau nilai-nilai Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari. Memahami pentingnya teladan orang tua Kristen mengarah pada kedewasaan dan kesalehan keturunan Pemahaman Tentang Orang Tua Kristen Mendidik Anak Para peserta menegaskan bahwa orang tua Kristiani mendidik anak-anaknya sesuai dengan ajaran Kitab Suci, mengingat sangat penting untuk memulai pendidikan anak-anak mereka sejak dini dengan menanamkan disiplin, karakter. KESIMPULAN JURNAL TABGHA Volume 4 No. 1 April 2023 dan integritas. Orang tua Kristen diharapkan memiliki pengetahuan tentang pendidikan anak-anaknya dalam kelompok usia 6-12 tahun. Hasil keteladanan orang tua mengarah pada anak-anak yang menunjukkan cinta yang tulus kepada Tuhan, menunjukkan cinta kepada teman sebayanya, menunjukkan rasa hormat kepada orang tua mereka, menunjukkan takut akan Tuhan, berkomunikasi secara efektif, dan menggunakan bahasa yang tidak vulgar. Pembentukan Karakter Anak Usia 612 Tahun Di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Berdasarkan apa yang sudah peneliti tuliskan dibab keempat mengenai jawaban dari partisipan yaitu pembentukan karakter anak usia 6-12 tahun di GBI Tabgha Batam Center Pembentukan karakter anak usia 6-12 tahun di GBI Tabgha Batam Center sebagai berikut: Pemahaman Pembentukan Karakter Anak Usia 6-12 Teologis Atau Doktrinal Para pembentukan karakter anak usia 6-12 tahun di Gereja Tabgha Bethel Indonesia sudah terbukti. Keteladanan orang tua memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan dan pembentukan karakter anak-anaknya. Mendidik anak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan dan melalui buku-buku Institusi rumah berfungsi sebagai lokasi utama bagi anak-anak untuk menjalani pertumbuhan dan pematangan perkembangan saat mereka menuju Ketika seorang anak tumbuh, adalah harapan orang tua agar karakter anak terus berkembang dengan cara yang mirip dengan karakter Yesus Kristus. Pemahaman Pembentukan Karakter Anak Usia Dipengaruhi Lingkungan Para peserta mengungkapkan bahwa pembentukan karakter anak usia 6-12 tahun dipengaruhi oleh lingkungan. Perkembangan karakter anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Anak-anak antara usia 6 dan 12 tahun paling rentan terpengaruh oleh lingkungannya dan cenderung meniru apa yang mereka amati di lingkungannya. Pengaruh teman sebaya yang negatif berpotensi memperburuk pola perilaku positif. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Peranan Keteladanan Orang Tua Kristen Terhadap Pertumbuhan Karakter Anak Usia 6-12 Tahun Di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Pengetahuan tentang keteladanan orang tua diperoleh dari berbagai sumber, seperti Kitab Suci, pengajaran pastoral di gereja lokal, artikel rohani, literatur Kristiani tentang nilai-nilai keluarga, serta partisipasi dalam seminar keluarga. Orang tua dari anak-anak yang berusia antara 6 sampai 12 tahun di Gereja Bethel Indonesia memahami pentingnya teladan orang tua Kristiani perkembangan moral dan agama anakanak mereka. Pemahaman ini mendorong pertumbuhan anak-anak yang dewasa dan takut akan Tuhan. Orang tua Kristen hendaknya melatih anak-anak mereka untuk disiplin, memiliki sifat-sifat yang Yesus Kristus, menunjukkan rasa hormat kepada Allah. Perkembangan anak juga dipengaruhi oleh Orang tua yang menganut Kristen bimbingan dan nasehat sehari-hari kepada anak-anak mereka, menanamkan Firman Tuhan di dalam diri mereka. Interaksi dan asosiasi sosial yang negatif dapat secara signifikan merusak dan mengkompromikan perilaku dan kebiasaan pribadi positif Memberikan keteladanan dan seseorang melalui penetapan tata tertib sejak dini merupakan tanggung jawab yang tetap dipegang oleh orang tua. DAFTAR PUSTAKA