JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 RANCANG BANGUN APLIKASI MANAJEMEN SALES PADA INDUSTRI PAPER CHEMICAL Yeba Teo Reinhad Gunawan. Francka Sakti Lee. 1,2 Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknologi dan Desain. Universitas Bunda Mulia Jl. Lodan Raya No. RT. 12/RW. Ancol. Jakarta Utara. DKI Jakarta 14430 Co-Responden Email: flee@bundamulia. Abstract Article history Received 23 Sep 2025 Revised 01 Dec 2025 Accepted 09 Jan 2026 Available online 31 Jan 2026 Keywords Sales Management. Trial Request. Equipment Request. Web Application. The sales division plays a crucial role in supporting company growth through activities such as product trials for prospective customers. However, this process frequently faces challenges including delayed approvals, miscommunication between divisions, and difficulties in tracking trial status and equipment requests, leading to inefficiencies and potentially reducing service quality. This study emphasizes the design and creation of a web-based sales management system that integrates workflows from trial request submission, sales assignment, trial reporting, to equipment request management. The research methods include literature review, business process observation, and interviews with stakeholders. The application was built on the Laravel framework with a MySQL database and adopts the Extreme Programming (XP) approach to ensure adaptability and flexibility in development. The results show that the application provides structured management of customer data, trial approvals, sales assignments, trial reports, and equipment requests. Additional features such as search, filtering, analytical dashboards, and PDF export have been proven to improve operational efficiency and cross-division transparency, enabling the company to accelerate decision-making, enhance data accuracy, and reduce the risk of miscommunication in sales coordination. Abstrak Riwayat Diterima 23 Sep 2025. Revisi 01 Des 2025 Disetujui 09 Jan 2026 Terbit online 31 Jan 2026 Kata Kunci Manajemen Sales. Pengajuan Trial. Permintaan Peralatan. Aplikasi Web. Divisi sales memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan perusahaan melalui aktivitas seperti trial produk kepada calon pelanggan. Namun, proses ini sering menghadapi hambatan berupa keterlambatan persetujuan, miskomunikasi antar divisi, serta kesulitan dalam melacak status trial dan permintaan peralatan, sehingga menimbulkan inefisiensi dan berpotensi menurunkan kualitas layanan. Penelitian ini berfokus pada perancangan dan pengembangan aplikasi manajemen sales berbasis web yang mengintegrasikan alur kerja mulai dari pengajuan trial, penugasan sales, pelaporan hasil trial, hingga manajemen permintaan peralatan. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi proses bisnis, dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Sistem dikembangkan menggunakan Laravel framework dengan basis data MySQL serta menerapkan metode Extreme Programming (XP) untuk mendukung pengembangan yang adaptif dan fleksibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mampu menyediakan pengelolaan terstruktur terhadap data pelanggan, persetujuan trial, penugasan sales, laporan trial, serta permintaan peralatan. Fitur tambahan seperti pencarian, penyaringan, dashboard analitik, dan ekspor PDF terbukti meningkatkan efisiensi operasional serta transparansi lintas divisi, sehingga perusahaan dapat mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan akurasi data, dan mengurangi risiko miskomunikasi dalam koordinasi sales. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi dan bisnis, di mana transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing organisasi (Sui et al. , 2. Munculnya tren teknologi baru setiap tahun mendorong perusahaan untuk terus beradaptasi agar mampu bertahan JIKA | 1 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 (Taherdoost, 2. Melalui adopsi teknologi, perusahaan dapat memperbarui proses operasional, memperkuat interaksi dengan pelanggan melalui platform digital, serta memperluas jangkauan pasar (Harto et al. Implementasi teknologi dalam manajemen komunikasi bisnis menjadi krusial karena berdampak langsung pada efisiensi operasional, kecepatan respons, dan daya saing Perusahaan (Budianto, 2. Sejalan dengan hal tersebut, setiap produktivitas, efisiensi, kecepatan layanan, dan kualitas pelayanan melalui inovasi berkelanjutan agar tetap kompetitif di tengah dinamika pasar (Tarigan et al. , 2. Namun, pada praktiknya masih banyak organisasi yang mengandalkan pencatatan manual dan menjalankan proses operasional harian, khususnya pada aktivitas penjualan dan koordinasi antar divisi (Adepoju et al. , 2. Kondisi ini kerap menimbulkan inefisiensi, miskomunikasi, serta rendahnya visibilitas terhadap status aktivitas yang sedang berjalan. Oleh karena itu, penerapan teknologi digital dalam kegiatan operasional menjadi langkah strategis untuk menyederhanakan proses administratif serta memperkuat kolaborasi internal organisasi (Nahuway, 2. Dalam konteks bisnis modern yang semakin kompleks, integrasi sistem informasi menjadi elemen kunci untuk mendukung kelincahan strategis dan pengambilan keputusan berbasis data (Solano & Cruz. Perkembangan teknologi internet seperti Software as a Service (SaaS), cloud computing, media sosial, dan e-commerce telah mengubah paradigma penjualan, khususnya pada sektor Business to Business (B2B), dengan mendorong pemanfaatan alat digital yang lebih efisien dan terukur (Mantrala & Albers, 2022. Rezazadeh, 2. Salah satu fungsi bisnis yang sangat terdampak oleh transformasi ini adalah divisi sales, yang memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan perusahaan melalui aktivitas penjualan, koordinasi dengan pelanggan, serta dukungan teknis seperti pelatihan dan demonstrasi produk (Chen et al. , 2024. Jena et , 2023. Nainggolan et al. , 2. Tanpa dukungan sistem yang memadai, aktivitas sales berpotensi menghadapi kendala dokumentasi, keterlambatan pengambilan P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 keputusan, serta kehilangan jejak proses, sehingga diperlukan integrasi sistem informasi penjualan yang mampu menyediakan data yang akurat, tepat waktu, dan terdokumentasi secara menyeluruh (Mandava, 2024. Palacio et , 2024. Zohry & Al-Dhubaibi, 2. Penelitian ini memiliki urgensi untuk menjawab tantangan industri paper chemical dalam mengelola alur kerja product trial yang melibatkan koordinasi antar sales, mulai dari permintaan trial calon pelanggan, penugasan sales, pelaporan hasil trial, hingga pengajuan kebutuhan peralatan. Proses tersebut masih dilakukan secara manual melalui e-mail dan WhatsApp, sehingga sering menimbulkan keterlambatan, miskomunikasi, serta kesulitan dalam pelacakan status aktivitas karena belum adanya sistem terintegrasi. Sebagai solusi, penelitian ini merancang dan mengembangkan sistem aplikasi berbasis web untuk mengelola seluruh proses trial secara terstruktur dan terdokumentasi (Putri et al. , 2. Pengembangan sistem dilakukan dengan menerapkan metode Extreme Programming (XP) yang bersifat iteratif dan adaptif, sehingga mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan pengguna dan dinamika proses bisnis perusahaan (Chandra et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode XP diperkenalkan pada sekitar tahun 1990 dan diselesaikan setelah beberapa Metode ini merupakan turunan dari pendekatan Agile yang menempatkan aktivitas coding sebagai komponen inti (Fenardi & Lee. Extreme Programming (XP) dipandang sebagai salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang terstruktur, dikenal karena sifatnya yang dapat diprediksi, cepat, efisien, berisiko rendah, dan adaptif (Soares et , 2. Tujuan utama XP adalah menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi dan memastikan kepuasan pelanggan dengan merespons perubahan kebutuhan selama setiap tahap pengembangan. Metode XP bertujuan untuk merespons perubahan requirements secara cepat dan efektif (Kasoni et al. , 2. Perubahan kebutuhan dapat dengan mudah dikelola karena XP memiliki sifat adaptif, ringan, dan iteratif, bahkan pada tahap pengembangan akhir. Extreme Programming adalah metodologi iteratif yang menghasilkan sistem yang sepenuhnya berfungsi. Pada akhir proses ini, pengujian, analisis, desain, dan JIKA | 2 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 coding semuanya diselesaikan (Andry et al. Gambar 1. Metode Extreme Programming (Rudi & Lee, 2. Tahapan XP yang biasanya diikuti selama proses pengembangan: Perencanaan (Plannin. Tahap ini melibatkan pemilihan dan perencanaan fitur yang akan dikembangkan pada iterasi berikutnya secara rinci dan Proses ini mencakup identifikasi kebutuhan pengguna, memprioritaskan fitur pengguna, serta merencanakan aktivitas pengembangan agar sesuai dengan tujuan keseluruhan proyek (Dylen et al. , 2. Desain (Desig. Pada tahap ini, desain dibuat untuk fitur yang akan diimplementasikan, memastikan bahwa desain tersebut memenuhi kebutuhan dan tujuan pengguna. Proses desain mencakup pembuatan wireframes, activity diagrams, dan use case untuk memvisualisasikan tampilan dan interaksi fitur yang direncanakan. Spesifikasi desain dibuat sebagai panduan pengembangan selama implementasi, agar setiap fitur yang dikembangkan selaras dengan visi keseluruhan dan tujuan proyek. Pengodean (Codin. Tahap ini merupakan proses penulisan kode oleh pengembang untuk merealisasikan fitur yang telah disusun dalam perencanaan dan perancangan sebelumnya. Pada tahap ini, dokumentasi desain yang telah disediakan, menggunakan bahasa pemrograman dan teknologi yang sesuai untuk mewujudkan fungsionalitas dan antarmuka yang diinginkan. Pengujian (Testin. Setelah proses coding selesai, sistem diuji untuk memastikan fungsi aplikasi sesuai dengan kebutuhan pengguna serta memenuhi P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 standar kualitas yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT), yaitu pengujian yang berfokus pada validasi sistem berdasarkan skenario penggunaan nyata oleh pengguna akhir. UAT memastikan bahwa setiap fungsi utama, mulai dari login, pembuatan trial request, persetujuan manajer, pembuatan trial report, hingga pengajuan equipment request, dapat dijalankan dengan baik sesuai kebutuhan Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh skenario berhasil dijalankan dan diterima, sehingga aplikasi terbukti layak untuk digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pada tahap perencanaan, penelitian ini berfokus pada analisis proses bisnis sales yang berjalan pada industri paper chemical sebagai dasar dalam perancangan aplikasi manajemen Analisis memanfaatkan flowchart untuk memetakan alur kerja secara sistematis, khususnya pada aktivitas product trial yang menjadi bagian penting dalam proses penjualan. Penggunaan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai interaksi antar pihak yang terlibat, alur persetujuan, serta titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan permasalahan. Hasil pemetaan ini menjadi landasan utama dalam mengidentifikasi kebutuhan sistem serta menentukan ruang lingkup pengembangan aplikasi agar selaras dengan tujuan penelitian. Gambar 2 menunjukkan flowchart proses bisnis yang berjalan pada industri paper chemical saat penelitian ini dilakukan. Proses dimulai ketika sales menemukan calon pelanggan dan melakukan input data calon Selanjutnya, sales mengajukan permintaan trial produk kepada manajer untuk memperoleh persetujuan. Apabila permintaan trial tidak disetujui, proses dihentikan. Namun, jika disetujui, sales melaksanakan trial produk di lokasi pelanggan. Setelah pelaksanaan trial, sales menyusun laporan hasil trial dan mengajukannya kembali kepada manajer untuk mendapatkan persetujuan. Apabila laporan disetujui, maka proses berakhir, sedangkan apabila laporan tidak disetujui, sales diwajibkan melakukan revisi hingga laporan dinyatakan layak diterima. JIKA | 3 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 meningkatkan efisiensi, keterlacakan, dan koordinasi proses penjualan pada industri paper chemical. Gambar 2. Flowchart proses berjalan Berdasarkan hasil analisis terhadap flowchart proses berjalan, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah permasalahan yang berkaitan langsung dengan manajemen aktivitas sales pada industri paper chemical. Permasalahan tersebut meliputi pengajuan sesi trial dan kebutuhan barang yang masih dilakukan secara manual melalui e-mail atau aplikasi pesan instan, sehingga berpotensi persetujuan trial dan laporan yang belum terintegrasi dalam satu sistem sehingga menyulitkan pelacakan status. laporan trial yang belum terstandarisasi. koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proses trial, seperti sales, manajer, dan teknisi lapangan yang masih dilakukan secara terpisah dan berdampak pada lambatnya alur kerja. Sebagai tindak lanjut dari permasalahan tersebut, penelitian ini merumuskan kebutuhan fungsional aplikasi manajemen sales yang akan dikembangkan. Fungsi-fungsi utama yang diidentifikasi meliputi pengelolaan data pelanggan, pengajuan sesi trial oleh sales, perlengkapan trial, proses persetujuan trial oleh manajer, pencatatan pelaksanaan trial, pembuatan dan pengelolaan laporan hasil trial, serta manajemen persetujuan laporan trial secara terintegrasi. Perumusan kebutuhan ini menjadi dasar dalam tahap pengembangan aplikasi, dengan tujuan menghasilkan sistem manajemen sales berbasis web yang mampu Desain Pada tahap desain, penelitian ini memfokuskan perancangan sistem aplikasi manajemen sales berbasis web dengan memanfaatkan dua alat pemodelan utama, yaitu Use Case Diagram dan Entity Relationship Diagram (ERD). Tahap ini bertujuan untuk menerjemahkan hasil analisis kebutuhan pada tahap perencanaan ke dalam rancangan sistem yang terstruktur, baik dari sisi fungsionalitas maupun pengelolaan data, sehingga sistem yang dikembangkan mampu mendukung proses bisnis industri paper chemical secara optimal. Use Case Diagram digunakan untuk memodelkan kebutuhan fungsional sistem dan menggambarkan interaksi antara aktor dengan Melalui pemodelan ini, fungsi-fungsi inti yang mendukung aktivitas manajemen sales dapat diidentifikasi secara jelas, seperti proses login, pengajuan trial request, pengelolaan laporan trial, serta manajemen permintaan peralatan. Representasi use case membantu peneliti memahami alur interaksi, dependensi antar proses, serta peran masingmasing aktor dalam sistem, sehingga rancangan sistem dapat disesuaikan dengan prosedur bisnis yang berlaku di industri paper Gambar 3. Use Case diagram Trial Request Gambar 3 menunjukkan Use Case Diagram Trial Request yang menggambarkan interaksi antara aktor Sales dan Manager dalam proses pengajuan uji coba produk. Sales berperan sebagai pihak yang menginisiasi permintaan trial melalui sistem dengan terlebih dahulu melakukan login dan mengakses dashboard. Proses pembuatan trial request mengharuskan Sales memilih data pelanggan JIKA | 4 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 dan produk yang akan diuji, yang dimodelkan sebagai relasi <>. Selanjutnya. Manager berperan dalam memberikan persetujuan terhadap permintaan trial serta menugaskan Sales untuk melaksanakan trial yang telah disetujui. Pemodelan ini menegaskan adanya kontrol dan alur persetujuan yang jelas dalam proses pengajuan Gambar 5. Use Case diagram Equipment Requests Gambar 4. Use Case diagram Trial Reports Gambar 4 menampilkan Use Case Diagram Trial Reports yang berfokus pada aktivitas pelaporan hasil uji coba produk. Dalam diagram ini. Sales bertanggung jawab menyusun laporan hasil trial berdasarkan pelaksanaan di lapangan, sedangkan Admin berperan dalam melakukan evaluasi dan persetujuan laporan. Proses pelaporan dilengkapi dengan validasi data untuk menjamin kesesuaian informasi dengan standar operasional. Selain itu, terdapat fitur generate report sebagai ekstensi yang dokumen laporan secara terstruktur untuk keperluan arsip maupun komunikasi resmi. Selanjutnya. Gambar 5 memperlihatkan Use Case Diagram Equipment Requests yang merepresentasikan proses pengajuan dan pengelolaan kebutuhan peralatan pendukung Sales berperan dalam mengajukan permintaan peralatan dengan mencantumkan Admin bertanggung jawab melakukan verifikasi, pengecekan ketersediaan, serta persetujuan Relasi <> dan <> pada diagram ini menegaskan bahwa validasi merupakan bagian wajib dari proses, sementara pembuatan laporan mendukung dokumentasi dan akuntabilitas Untuk mendukung pengelolaan data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD) yang ditampilkan pada Gambar 6. ERD memodelkan struktur basis data sistem aplikasi manajemen sales dengan mendefinisikan entitas utama seperti User. Customer. Trial Request. Trial Report, dan Equipment Request beserta relasi antar entitas tersebut. Entitas User mencakup peran Sales dan Admin, yang persetujuan, dan pelaporan. Relasi one-tomany antara Trial Request dan Trial Report menunjukkan bahwa satu permintaan trial dapat menghasilkan satu atau lebih laporan, sedangkan relasi antara User dan Equipment Request menggambarkan keterkaitan antara aktivitas operasional dan administratif. Gambar 6. ERD Perancangan ERD ini memastikan integritas dan konsistensi data melalui penerapan primary key dan foreign key, serta menjadi acuan dalam implementasi basis data Dengan demikian, tahap desain tidak hanya menghasilkan rancangan konseptual sistem, tetapi juga menjadi fondasi teknis yang memastikan aplikasi manajemen sales JIKA | 5 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 berbasis web mampu mengelola data secara akurat, terstruktur, dan mendukung efisiensi proses bisnis pada industri paper chemical. Coding Tahap coding merupakan tahap implementasi dari hasil perancangan sistem yang telah dilakukan pada tahap desain. Pada tahap ini, rancangan Use Case Diagram dan Entity Relationship Diagram diwujudkan ke dalam bentuk aplikasi manajemen sales berbasis web yang dapat digunakan secara operasional pada industri paper chemical. Implementasi dilakukan dengan menerapkan mekanisme validasi data, kontrol akses pengguna, serta alur proses yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, sehingga sistem yang dikembangkan tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga aman dan terstruktur. Gambar 7 menampilkan antarmuka halaman login sebagai pintu masuk utama aplikasi manajemen sales. Halaman ini digunakan oleh pengguna dengan peran Sales. Admin, dan Manager untuk melakukan autentikasi sebelum mengakses sistem. Gambar 7. Login Page Pengguna diwajibkan memasukkan email dan kata sandi yang valid, sehingga hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses fitur-fitur sistem. Selain itu, tersedia fitur Remember Me dan Forgot Password untuk meningkatkan kenyamanan pengguna tanpa mengabaikan aspek keamanan Implementasi halaman login ini berperan penting dalam menjaga kerahasiaan informasi serta mengontrol hak akses sesuai peran masing-masing pengguna. Gambar 8. Trial Request Form Gambar 8 memperlihatkan Trial Request Form yang digunakan oleh Sales untuk mengajukan permintaan uji coba produk kepada pelanggan. Formulir ini dirancang dengan struktur input yang terstandarisasi guna memastikan seluruh informasi penting terkait trial terdokumentasi secara konsisten. Sales diwajibkan memilih data pelanggan yang telah terdaftar dalam sistem, kemudian mengisi detail produk yang akan diuji, meliputi nama produk, jumlah, dan satuan. Sistem menerapkan validasi terhadap input numerik serta menyediakan opsi penambahan lebih dari satu produk dalam satu permintaan Selain itu, kolom deskripsi, kebutuhan khusus, dan catatan tambahan disediakan untuk memperkaya informasi pendukung. Setelah data dikirimkan, sistem melakukan validasi dan menetapkan status awal pending, sehingga memudahkan proses verifikasi dan persetujuan oleh pihak terkait. Implementasi form ini mendukung peningkatan akurasi data serta meminimalkan risiko kesalahan input yang sering terjadi pada proses manual. Gambar 9. Trial Report Form Gambar 9 menampilkan Trial Report Form yang digunakan oleh Sales untuk mendokumentasikan hasil pelaksanaan trial Formulir ini hanya dapat diakses untuk trial request yang telah disetujui dan belum memiliki laporan, sehingga mencegah terjadinya duplikasi data. Sales diminta mengisi hasil trial dengan kategori yang telah JIKA | 6 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 dokumentasi pendukung berupa unggahan Sistem secara otomatis menghasilkan kode laporan unik setelah data tervalidasi dan Dengan adanya fitur ini, proses pelaporan trial menjadi lebih terstandarisasi, memudahkan Admin dalam melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan lanjutan. Gambar 10. Equipment Requests Form Gambar 10 menunjukkan Equipment Request Form yang dirancang untuk mendukung proses pengajuan kebutuhan peralatan oleh Sales dalam pelaksanaan trial maupun aktivitas operasional lainnya. Formulir ini memungkinkan Sales mencatat informasi peralatan yang dibutuhkan, jumlah, satuan, serta alamat pengiriman secara jelas dan terstruktur. Sistem juga menyediakan field opsional seperti tautan vendor, unggahan foto, dan catatan tambahan untuk melengkapi informasi permintaan. Setelah pengajuan P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 dilakukan, sistem memvalidasi data wajib dan menyimpan permintaan dengan status awal pending, serta menghasilkan kode permintaan peralatan yang bersifat unik. Implementasi keterlacakan, dan pengelolaan permintaan peralatan secara terpusat, sehingga mampu mengurangi miskomunikasi dan kehilangan data yang sering terjadi pada proses manual. Secara keseluruhan, tahap coding menghasilkan aplikasi manajemen sales berbasis web yang mengintegrasikan proses pengajuan trial, pelaporan hasil trial, dan permintaan peralatan dalam satu sistem Implementasi ini membuktikan bahwa rancangan sistem yang telah disusun mampu diterjemahkan ke dalam aplikasi yang fungsional, terdokumentasi, serta sesuai dengan kebutuhan operasional industri paper Pengujian Pengujian sistem pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) dengan tujuan memastikan bahwa seluruh fungsionalitas inti aplikasi manajemen sales berbasis web telah berjalan sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pengguna. UAT difokuskan pada pengujian dari sudut pandang pengguna akhir, yaitu Sales. Manager, dan Admin, sehingga hasil pengujian mencerminkan kesiapan sistem untuk digunakan dalam lingkungan operasional industri paper chemical. Tabel 1 menyajikan hasil UAT yang mencakup 12 skenario pengujian utama. Skenario tersebut meliputi proses autentikasi pengguna, pembuatan serta persetujuan trial request, pelaporan hasil trial, hingga proses pengajuan, persetujuan, dan pembaruan status equipment request. Selain itu, pengujian juga dilakukan terhadap fitur export laporan dalam format PDF. Tabel 1. Hasil UAT UAT Skenario Uji UAT01 Login berhasil UAT02 Login gagal UAT03 Membuat Trial Request Aktor Sales. Manager. Admin Sales. Manager. Admin Sales Langkah Uji Hasil Status Masuk ke aplikasi dengan email & password valid Pengguna diarahkan ke halaman dashboard sesuai Diterima Masuk ke aplikasi dengan email/password salah Sistem menampilkan pesan error AuInvalid credentialsAy Diterima Akses menu Trial Ie pilih add new request Trial Request tersimpan ke database dengan status pending dan kode unik Diterima JIKA | 7 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 UAT04 Persetujuan Trial Request Manager. Admin UAT05 Generate laporan Trial Request Manager. Admin UAT06 Membuat Trial Report Sales UAT07 UAT08 Lihat Trial Report Export laporan Trial Report Manager. Admin Manager. Admin UAT09 Membuat Equipment Request Sales UAT10 Persetujuan Equipment Request Manager. Admin UAT11 Update status Equipment Request Manager. Admin UAT12 Export laporan Equipment Request Manager. Admin Buka menu Trial Request Ie pilih request pending Ie klik Approve/Reject Akses menu Trial Request Ie pilih view request Ie klik Export PDF Akses menu Trial Report Ie pilih trial yang ditugaskan Ie isi hasil Ie Simpan Akses menu Trial Report Ie pilih report tertentu Klik tombol Export PDF pada detail Trial Report Akses menu Equipment Request Ie isi form . ama barang, jumlah, deskrips. Ie Simpan Buka menu Equipment Request Ie pilih request Ie klik Approve/Reject Akses Equipment Request yang disetujui Ie ubah status ke ordered Ie Klik tombol Export PDF pada menu Equipment Request Berdasarkan hasil pengujian yang ditampilkan pada Tabel 1, seluruh skenario uji memperoleh status Diterima. Hal ini menunjukkan bahwa setiap fungsi yang diuji telah berjalan sesuai dengan rancangan sistem dan kebutuhan pengguna. Sistem mampu memproses data secara akurat, menampilkan informasi yang relevan, serta menjaga konsistensi status pada setiap tahapan proses Selain itu, fitur validasi dan kontrol akses juga berfungsi dengan baik, sehingga hak dan kewenangan masing-masing aktor dapat diterapkan secara tepat. Dengan demikian, hasil User Acceptance Testing manajemen sales yang dikembangkan telah memenuhi standar fungsionalitas, keandalan, dan kemudahan penggunaan. Aplikasi ini mampu mendukung alur bisnis industri paper chemical secara lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi dibandingkan dengan metode manual yang sebelumnya digunakan, sekaligus menegaskan bahwa sistem layak untuk operasional perusahaan. P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Status Trial Request berubah menjadi approved atau rejected sesuai aksi Manager/Admin Sistem menghasilkan file PDF berisi detail Trial Request Trial Report tersimpan ke database dengan kode unik dan status assignment berubah selesai Sistem menampilkan detail laporan hasil trial Sistem menghasilkan file PDF sesuai isi laporan Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Request tersimpan dengan status pending dan kode Diterima Status berubah menjadi approved atau rejected, dan terekam dengan tanggal serta keterangan Diterima Sistem menyimpan perubahan status dan mencatat riwayatnya Diterima Sistem menghasilkan file laporan sesuai data request Diterima KESIMPULAN Penelitian ini berhasil merancang dan mengembangkan aplikasi manajemen sales berbasis web untuk mendukung proses product trial pada industri paper chemical dengan menerapkan metode Extreme Programming (XP). Sistem yang dibangun mampu mengintegrasikan seluruh alur kerja utama, mulai dari pengajuan trial request, proses persetujuan, penugasan sales, pelaporan hasil trial, hingga pengelolaan equipment request dalam satu platform yang terstruktur dan Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi mampu mengatasi permasalahan proses manual yang sebelumnya mengandalkan e-mail dan aplikasi pesan instan, seperti keterlambatan persetujuan, miskomunikasi antar pihak, serta kesulitan dalam pelacakan status aktivitas. Dengan adanya sistem terintegrasi, proses koordinasi antar Sales. Manager, dan Admin menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah dipantau secara realtime. Berdasarkan hasil User Acceptance Testing (UAT) terhadap 12 skenario pengujian. JIKA | 8 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 1-10 seluruh fungsi utama aplikasi dinyatakan diterima dan berjalan sesuai dengan kebutuhan Hal ini menunjukkan bahwa sistem keandalan, serta kemudahan penggunaan, sehingga layak untuk diimplementasikan dalam lingkungan operasional industri paper Untuk penelitian selanjutnya, sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur keamanan data yang lebih komprehensif, integrasi dengan sistem ERP perusahaan, serta evaluasi kinerja aplikasi dari sisi performa dan skalabilitas agar dapat digunakan pada skala organisasi yang lebih REFERENSI