Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 FORMULASI GUMMY CANDIES BELIMBING WULUH KOMBINASI LEMON DENGAN VARIASI KONSENTRASI DAUN CINCAU HIJAU FORMULATION OF GUMMY CANDIES STAR FRUIT COMBINATION OF LEMON WITH VARIATIONS OF GREEN CUCU LEAF CONCENTRATIONS Andi Chandra 1*. Aditya Noviadi Rakhmatullah 2. Erwin Fauzana 3. Prodi Pendidikan Profesi Apoteker. Universitas Borneo Lestari Prodi Sarjana Farmasi. Universitas Borneo Lestari Jl. Klp. Sawit 8. Kota Banjar Baru. Kalimantan Selatan. e-mail korespondensi: Andychandraa1@gmail. ABSTRAK Nutraseutikal adalah produk suplemen makanan atau herbal yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit yang berasal dari bahan-bahan alami. Gummy candies yaitu suatu sediaan produk manisan yang berbentuk lunak seperti jelly. Tekstur permen jelly dipengaruhi oleh bahan pembentuk gel atau hidrokoloid yang digunakan Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan tinggi adalah belimbing wuluh. Belimbing wuluh digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan gummy candies. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik gummy candies berdasarkan gelling agent alami yang digunakan dari sari daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers. Sediaan gummy candies dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 10% (F. , 20% (F. , 30% (F. , dan 40% (F. Sediaan gummy candies dilakukan uji evaluasi meliputi organoleptis, pH, kadar air, keseragaman bobot, elastisitas, dan uji hedonik berdasarkan bentuk, warna, rasa, dan tekstur. Evaluasi hasil uji organoleptis berwarna merah, memiliki rasa pisang ambon, aroma khas, dan tekstur sangat kenyal. Uji pH . ,13-5,. Uji kadar air . %-72%). Uji keseragaman bobot kurang . ,0931,. Uji elastisitas . ,06-1,. Berdasarkan hasil uji hedonik diketahui bahwa formulasi 3 dengan kadar sari daun cincau hijau sebanyak 30% adalah formulasi paling optimal karena lebih disukai oleh responden dan diterima dengan baik, dari sisi bentuk, warna, rasa, dan tekstur. Formulasi terbaik pada penelitian ini yaitu formula 3. Kata Kunci : Belimbing wuluh. Gummy candies. Cincau hijau. Pektin. Gelatin. ABSTRACT Nutraceuticals are food or herbal supplement products that can provide health benefits in the prevention and treatment of diseases derived from natural ingredients. Gummy candies are a preparation of sweet products that are soft like jelly. The texture of jelly candy is influenced by the gel-forming material or hydrocolloid used. One of the plants that contains high antioxidants is Starfruit is used as an active substance in gummy candies. This study aims to determine the characteristics of gummy candies based on natural gelling agents used from green grass jelly leaf extract (Cyclea barbata Miers. Gummy candies preparations were made with variations in concentration, namely 10% (F. , 20% (F. , 30% (F. , and 40% (F. Gummy candies preparations were subjected to evaluation tests including organoleptic, pH, water content, weight uniformity, elasticity, and hedonic tests based on shape, color, taste, and texture. Evaluation of the organoleptic test results was red, had an Ambon banana flavor, a distinctive aroma, and a very chewy texture. Water content test . %-72%). Weight uniformity test less . Elasticity Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 test . Based on the results of the hedonic test, it is known that formulation 3 with a green grass jelly leaf extract content of 30% is the most optimal formulation because it is preferred by respondents and is well accepted, in terms of shape, color, taste, and texture. The best formulation in this study is formula 3. Keywords: Starfruit. Gummy candies. Green grass jelly. Pectin. Gelatin. Diterima: 05 Juni 2025 Direview: 17 Juni 2025 Diterbitkan:06 Agustus 2025 PENDAHULUAN Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Tahun 2017. Indonesia memiliki 750 jenis tumbuhan yang telah dipertemukan (Retnowati & Rugayah, 2. 000 diantaranya merupakan tumbuhan berpotensi sebagai pengobatan tradisional (LIPI, 2. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan dalam sediaan gummy candies yaitu belimbing wuluh. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L. ) disebut juga belimbing asam adalah sejenis pohon yang diperkirakan berasal dari kepulauan Maluku (Thomas, 2. Belimbing wuluh merupakan tanaman jenis buah dan obat Ekstrak metanol buah belimbing wuluh diantaranya mengandung alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, fenol, dan triterpenoid. Selain itu juga diketahui bahwa ekstrak metanol buah belimbing wuluh memiliki aktivitas antioksidan (Hasanuzzaman et al. , 2. Selain itu, senyawa gula, vitamin, fenolat, asam sitrat, sianidin 3-o-h-D-glukosida, asam amino dan ion kalsium yang terkandung di dalamnya juga mempunyai kemampuan sebagai antibiotik untuk membasmi bakteri Salmonella sp. menstabilkan mikrobiota dalam sistem pencernaan (Aseptianova & Yuliany, 2. Lemon (Citrus limo. merupakan tanaman bergenus citrus dapat berkhasiat sebagai antioksidan dan antikanker. Lemon memiliki kandungan kalsium, kalium, dan fosfor yang berkhasiat untuk meredakan sakit maag, sembelit, kembung dan mual-mual. Melimpahnya kandungan vitamin C pada lemon juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, kolesterol, menyembuhkan luka, menjaga kondisi saraf dan beberapa hormon, serta meningkatkan penyerapan nutrisi lainnya (Lestari et al. , 2. Tingkat kecerahan, elastisitas, vitamin C, aroma, rasa, warna, dan kesukaan secara keseluruhan dapat dipengaruhi dengan menambahkan konsentrasi 1% sari lemon ke dalam formulasi permen jelly. Berdasarkan hasil kekenyalan, kecerahan, dan mutu organoleptik, penambahan sari jeruk lemon sebanyak 1% merupakan perlakuan terbaik untuk formulasi permen jelly, sedangkan penambahan 5% merupakan perlakuan terbaik untuk kandungan vitamin C (Bahri et al. , 2. Salah satu sediaan yang dapat dibuat yaitu nutraseutikal, nutraseutikal adalah suatu zat yang memberikan beberapa manfaat medis, mencegah dan mengobati penyakit. Penggunaan sediaan nutraseutikal karena dapat dijadikan sebagai antioksidan dan menutuoi rasa kelat dari beberapa senyawa aktif seperti saponin, tannin yang terkandung di dalam buah belimbing wuluh. Nutraseutikal yang dapat diformulasikan dengan buah belimbing wuluh dan lemon adalah gummy candies karena lebih mudah penggunaannya, tahan lama, menarik dan praktis (Niza & Gebena, 2. Gummy candies adalah permen yang memiliki jenis lunak, biasanya mempunyai bentuk seperti jeli, terbuat dari campuran macam-macam gula yang dimasak dengan kandungan padat yang diperlukan. Keuntungan penggunaan sediaan gummy candies adalah mempunyai warna, bau, rasa dan bentuk serta tekstur yang menyenangkan selain itu juga mudah dikunyah sehingga lebih disukai (Ramadhany et al. , 2. Salah satu yang dapat mempengaruhi sediaan gummy candies adalah pemanis yaitu pectin. Bahan dalam gummy candies seperti bahan pengenyal, memiliki tampilan yang bening dan transparan serta tekstur yang kenyal dengan konsistensi tertentu. Gummy candies memiliki ciri khas be rupa produk dengan tekstur padat dan kenyal seperti gel. Kekenyalannya dipengaruhi oleh bahan bahan seperti gelatin dan pektin, yang berperan penting dalam meningkatkan konsistensi produk. Pektin sering digunakan sebagai agen pembentuk gel dalam larutan koloid dan juga berfungsi sebagai pengental dan pengstabil. (Handayani et al. , 2. Pektin yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari sari daun cincau hijau (Cycle a barbata Mie r. yang me miliki kandungan pektin de ngan serat yang sangat baik. Komponen utama sari air daun cincau hijau yang membentuk gel adalah polisakarida pektin yang bermetoksi rendah dapat membentuk gel dan menambah keke nyalan sediaan (Asptianova & Yuliany, 2. Rentang konsentrasi yang digunakan pada air daun cincau hijau sebagai pektin yaitu Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 20-35% dimana hal tersebut mengacu pada penelitian (Egita et al. , 2. Penelitian sebelumnya daun cincau hijau mengandung pektin dan memiliki nilai Indeks Aktivitas (IAA) yang tinggi, yaitu berkisar antara 6,3 hingga 7,2. Hal ini berpotensi untuk memberikan konsistensi dan tekstur yang optimal (Rasyiid e t al. , 2. Selain berkhasiat sediaan farmasi harus memiliki komposisi yang baik dan optimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian formulasi sediaan gummy candies belimbing wuluh dengan pektin dari sari daun cincau hijau. Dengan empat formula yang berbeda. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada penelitian adalah timbangan digital, batang pengaduk, cetakan gummy candies, panci infusa, termometer, penangas air, labu ukur, corong kaca, dan kain flannel. Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari buah belimbing wuluh, lemon, sari air daun cincau hijau, sukrosa, kalium sorbat, asam sitrat, pewarna makanan kuning, essens pisang dan Pembuatan Simplisia Pembuatan sari buah diawali dengan pengambilan buah belimbing wuluh sebanyak 4 kg, kemudian lanjutkan proses sortasi pada buah lalu dicuci hingga bersih. Selanjutnya proses pemblenderan buah, setelah diblender saring untuk mendapatkan sari buahnya (Sunaryo et al. , 2. Pembuatan Sari Daun Cincau Hijau Ditimbang daun segar dari cincau hijau sebanyak 1kg. Masukkan kedalam wadah kemudian ditambahkan air matang sebanyak 1000 ml. Lalu daun diremas-remas sampai mengeluarkan lendir hingga konsistensi mengental dan siap digunakan sebagai gelling agent pada sediaan gummy candies yang akan dicampurkan pada sari buah belimbing wuluh. Formula Sediaan Tabel 1. Formula Gummy Candies Sari Buah Belimbing Wuluh Kombinasi Lemon Bahan . Sari buah belimbing 0,3 Sari buah lemon Sari daun cincau hijau 10 Sukrosa Manitol Corn oil Essence Pewarna Gelatin Asam sitrat Aquade s ad 100 ad 100 (Sudradjat et al. , 2022 . Agustina et al. , 2023 . Rowe et al. , 2. *Keterangan : Formula dimodifikasi Metode pembuatan gummy candies mengikuti metode yang dikemukakan dalam penelitian Firdaus . dengan modifikasi pada basisnya. Langkah pertama adalah memanaskan basis manitol dan menambahkan minyak jagung pada suhu sekitar 80EE . arutan A). Sukrosa, asam sitrat, dan natrium benzoat larutkan dalam aquadest . arutan B). Larutan A dan B kemudian dicampurkan dan diaduk hingga homogen . arutan C). Selanjutnya, sari buah belimbing wuluh dan lemon ditambahkan dan diaduk hingga merata. Gelling agent dari sari daun cincau hijau yang telah dipersiapkan juga Larutan C kemudian dimasukkan dalam cawan penguap, diikuti dengan penambahan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 esens pisang dan pewarna sambil terus diaduk hingga homogen. Formula ini dipanaskan menggunakan penangas air dan dituangkan ke dalam cetakan gummy candies dengan ukuran sekitar 3 gram per Selanjutnya, formula didiamkan selama dua kali 24 jam pada suhu ruang . -30AC) agar formula mengeras dan dapat dikeluarkan dari cetakan (E gita et al. , 2. Evaluasi Sediaan Evaluasi sediaan gummy candies sari buah belimbing wuluh kombinasi lemon yang dilakukan meliputi beberapa uji, yakni uji organoleptis, uji pH, uji keseragaman bobot, uji kadar air, uji kekenyalan, dan uji hedonik. sebagai berikut: Uji Organoleptis Pengujian organoleptis yang dilakukan terhadap gummy candies mencakup evaluasi terhadap warna, rasa, aroma, bentuk, dan tekstur. Pengujian ini sangat penting untuk menilai bagaimana penerimaan konsumen terhadap produk gummy candies yang menggunakan sari belimbing wuluh (Ginting et al. , 2. Uji pH Pe ngujian penetapan pH dilakukan dengan cara memasukkan pH meter dalam gel sediaan gummy candies segera sebelum formula tersebut diangkat dari penangas air dan dituang ke dalam Nilai pH sediaan diukur berdasarkan nilai pH yang terbaca pada pH meter (Fitri e t al. , 2. Uji Kadar Air Evaluasi kadar air dilakukan dengan cara menggunakan alat keseimbangan kelembapan . oisture balanc. Satu gummy candies dimasukan kedalam alat moisture balance, lalu atur alat tunggu hingga alat berbunyi dan lihat hasil akhir persen yang menunjukkan total kadar air. Uji Keseragaman bobot Evaluasi keseragaman bobot dilaksanakan dengan cara menimbang sebanyak 10 buah gummy candies, kemudian menimbangnya satu per satu pada timbangan digital. Rata-rata dan persen penyimpangan bobot dihitung. Persyaratan Farmakope Indonesia adalah sediaan gummy candies dengan berat rata-rata lebih dari 300 mg yaitu 3 g, tidak boleh mengandung lebih dari dua gummy candies bobotnya menyimpang dari 5%, tidak ada satupun gummy candies yang bobotnya menyimpang dari 10% (Farmakope Indonesia Edisi V, 2. Uji Kekenyalan Uji kekenyalan dilakukan dengan pengambian sampel secara acak lalu dilaksanakan penarikan pada sediaan gummy candies lalu setelah itu dilaksanakan pengukuran panjang elastisitas gummy candies menggunakan penggaris dengan keadaan yang maksimal sebelum terputus (Chaeroen, 2. Uji Hedonik Uji hedonik adalah proses evaluasi dimana panelis memberikan tanggapan terhadap kualitas fisik produk yang diuji, apakah mereka menyukainya atau tidak (Fauzi et al. , 2. Penelitian ini menguji tingkat kesukaan 15 responden dengan berbagai usia mulai dari remaja hingga dewasa, dalam keadaan sehat serta sukarela supaya evaluasi sampel lebih objektif. Parameter yang dipakai meliputi tekstur, warna, aroma, dan rasa serta tingkat kesukan responden pada setiap formula (Sunaryo, 2. Dalam pengujian hedonik ini, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik nonprobability sampling, dimana setiap unsur atau anggota dari populasi tidak mempunyai peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Pendekatannya adalah accidental sampling (Fitria, 2. Skala nilai numerik yang digunakan dalam penilaian setiap produk sediaan adalah : 1 = tidak suka, 2 = suka, dan 3 = sangat suka (Rahmi, 2. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil uji fisik pada produk permen jelly serta hasil uji hedonik oleh panelis. Data hasil pengamatan mencakup uji keseragaman bobot, uji elastisitas, uji pH, uji hedonik, dan uji kandungan air (Ningtyas & Agitya, 2. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis varian satu arah (One -way ANOVA). Dimana Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan homogenitas, jika hasil data terdistribusi normal maka analisis data menggunakan One way Anova dan jika hasil data tidak terdistribusi dengan normal maka dilakukan analisis data menggunakan Kruskall Wallis. HASIL DAN PEMBAHASAN Pe ne litian diawali de ngan pe ngolahan sari buah be limbing wuluh. Buah be limbing wuluh yang dipe role h dari Ke camatan Banjarbaru Utara. Kalimatan Se latan. Bagian yang digunakan me rupakan bagian buah yang masih se gar. Pe mbuatan sari buah diawali de ngan pe ngambilan buah be limbing wuluh se banyak 4 kg, ke mudian dilanjutkan prose s sortasi pada buah lalu dicuci hingga be rsih. Se lanjutnya prose s pe mble nde ran buah, se te lah dible nde r saring untuk me ndapatkan sari buahnya, hasil sari buah yang didapatkan ialah 1000 ml. Pada pe mbuatan gummy candie s te rbagi me njadi 2 bagian Dimana bagian A te rdiri dari bahan ge latin dan aquade st, ke mudian bagian B te rdiri dari bahan sukrosa, mannitol, natrium be nzoate , dan asam sitrat. Ke dua bahan dibagi agar me mudahkan bahan te rcampur de ngan homoge n. Pe rtama, bagian A dicampurkan de ngan tujuan untuk me ngaktifkan ge latin, ke mudian bagian B dimasukkan se mua bahan dan dilarutkan de ngan aquade st yang ditaruh diatas pe nangas de ngan suhu 60OC. Ke mudian, ke dua bahan dicampurkan diatas pe nangas de ngan suhu 90OC. Lalu me mbuat sari daun cincau hijau de ngan pe rbandingan 1 gram daun cincau de ngan air se banyak 100 ml. Campurkan hasil sari daun cincau hijau de ngan bagian A dan B yang sudah homoge n. Masukkan sari be limbing wuluh yang be rfungsi se bagai zat aktif. Lalu be ri e sse nce se banyak 8 te te s yang be rfungsi se bagai pe mbe ri rasa dan aroma pisang ambon. Lalu aduk se lama 3 me nit de ngan suhu 90OC sampai homoge n dan siap dice tak. Tabel 2. Hasil Evaluasi Uji Organoleptis Warna Rasa Aroma Formulasi Tekstur Me rah ce rah Manis pisang Aroma pisang Ke ke nyala n cukup Me rah ce rah Manis pisang Aroma pisang Ke ke nyala n baik i Me rah ge lap Me rah ge lap Manis pisang Aroma pisang Sangat ke nyal Manis pisang Aroma pisang Ke nyal le mbe k Aspe k organole ptis sangat krusial dalam me mpe ngaruhi pe ne rimaan konsume n te rhadap produk gummy candie s kare na dapat de ngan mudah diide ntifikasi. Pe ngujian organole ptis ini me ncakup pe nilaian te rhadap warna, rasa, aroma, dan te kstur produk. Be rdasarkan hasil uji organole ptis pada tabe l 2 me nunjukkan bahwa Formulasi 1-4 me nunjukkan hasil warna yang be rbe da, hal ini dipe ngaruhi ole h pe rbe ndaan konse ntrasi pada daun cincau hijau dari formulasi 1-4 dimana formulasi te rse but pada re ntang 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hal ini se jalan de ngan pe ne litian yang dilakukan E gita . yang me nyatakan bahwa pe rbe daan warna yang signifikan dise babkan ole h pe rbe daan jumlah air daun cincau hijau yang ditambahkan, se hingga me nye babkan pe ningkatan variasi sari daun cincau me ye babkan pe rubahan warna me njadi sangat pe kat. Tujuan dilakukannya uji pH yaitu untuk me nge tahui nilai pH pada se diaan. Syarat pH gummy candie s me nurut chabib e t al . yaitu antara pH 5-7. Hasil uji pH dapat dilihat pada gambar 1 me miliki rata-rata pH pada se mua formulasi di re ntang 5,13 - 5,20. Hal ini dise babkan adanya kombinasi antara sifat kimia ge latin, pe ktin, dan asam sitrat. Dimana hal te rse but me mbuat asam sitrat be rfungsi se bagai pe ndapar, kare na ge latin mudah be ke rja apabila ada asam be rle bih yang dihasilkan dari asam sitrat. Hal ini me nunjukkan bahwa tingkat ke asaman yang dimiliki se mua formulasi masuk syarat re ntang pH. Be rdasarkan hasil uji pH pada gambar 1. Didadapatkan pe rbe daan kadar pH dari masing-masing formulasi pada pe ne litian ini. Hasil statistic uji pH gummy candie s be rdasarkan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Hasil statistic uji kadar air pada bagian Te st of Normality te rlihat bahwa nilai sig. 0,00 < 0,05 artinya data tidak te rdistribusi se cara normal. Significancy te st homoge inity of varie nce s me nunjukkan angka 0,000 . < 0,. maka data yang dihasilkan tidak homoge n. Uji lanjutan yang digunakan adalah Kruskal-Wallis dan didapat nilai sig 0,15 dan le bih ke cil dari 0,05 se hingga dapat disimpulkan te rdapat pe rbe daan pada tiap formulasi. Pe rbe daan te rse but te rjadi dikare nakan adanya pe rbe daan konse ntrasi yang digunakan pada sari daun cincau se hingga be rpe ngaruh pada tiap uji pH yang dilakukan. Gambar 1. Grafi Hasil Uji pH Hasil uji kadar air pada gummy candie s me nggambarkan kandungan air dalam se diaan gummy candie s be limbing wuluh, kandungan air yang te rlalu tinggi dapat me nye babkan tumbuhnya jamur atau bakte ri se hingga me nye babkan ke rusakan pada se diaan te rse but. Me nurut SNI . bahwa kadar air yang dipe rbole hkan pada se diaan gummy candie s adalah tidak le bih dari 20%. Uji kadar air ini be rfungsi untuk me nge tahui ke tahanan dari gummy candie s, jika kadar air se makin tinggi maka se makin se dikit pula waktu ke tahanan gummy hal ini dikare nakan kadar air yang tinggi dapat me nye babkan pe rtumbuhan jamur, mikroba, dan bakte ri se hingga me mbe rikan e fe k ke rusakan pada gummy candie s yang te lah dibuat. Salah satu factor yang dapat me nye babkan kandungan kadar air yang me le bihi standar yaitu rasio konse ntrasi ge latin yang digunakan. Ke mudian pe manasan yang lama juga me rupakan salah satu faktor, hal ini be rpe ngaruh pada jika se makin lama dipanaskan maka ge latin akan me nurunkan sifat viskositasnya se hingga sulit untuk me ngikat air dan me madat de ngan se mpurna. Pada pe ne litian ini kadar air pada masing-masing formula dapat dilihat pada gambar 2. Hal te rse but me nunjukkan rata-rata bahwa se mua formulasi tidak me me nuhi syarat uji kadar air, dimana formulasi 1 me miliki nilai rata-rata 66,14%, fornulasi 2 me miliki rata-rata nilai 67,92%, formulasi 3 me miliki nilai rata-rata 68,84%, dan formulasi 4 me miliki rata-rata nilai 72,20%. Kadar air yang tinggi dise babkan ole h kombinasi sari daun cincau hijau, kare na sari daun cincau hijau se ndiri me ngandung air yang tinggi, se hingga me nggunakan air le bih banyak. Hal ini se jalan de ngan pe rnyataan (Fitri e t , 2. bahwa se makin banyak air daun cincau yang digunakan maka me ningkat juga kadar air pada gummy candie s, kare na se makin tinggi konse ntrasi hidrokoloid maka air yang te rikat se makin banyak. Hasil statistic pada bagian Te st of Normality te rlihat bahwa nilai sig. 0,00 < 0,05 artinya data tidak te rdistribusi se cara normal. Significancy te st homoge inity of varie nce s me nunjukkan angka 0,042 . < 0,. maka data yang dihasilkan tidak homoge n. Uji lanjutan yang digunakan adalah Kruskal-Wallis dan didapat nilai sig 0,00 dan le bih ke cil dari 0,05 se hingga dapat disimpulkan te rdapat pe rbe daan tiap formulasinya hal te rse but dapat dihubungkan de ngan hasil uji organole ptis pada bagian te kstur yaitu se makin tinggi konse ntrasi daun cincau yang digunakan maka kadar air yang dihasilkan se makin banyak dan gummy candie s me njadi le mbe k. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Gambar 2. Grafi Hasil Uji Kadar Air Tujuan dari uji ke se ragaman bobot adalah untuk me ne ntukan apakah bobot se diaan te rse but se ragam. Ke se ragaman bobot se cara tidak langsung me nce rminkan ke se ragaman kandungan dalam se buah se diaan. Uji ke se ragaman bobot dalam pe ne litian ini me me nuhi syarat se pe rti yang te rlihat pada gambar 3. Se tiap formula me nunjukkan Coe fficie nt of Variation (CV) yang tidak me le bihi batas yang dite tapkan yaitu 5%, se rta tidak ada pe nyimpangan yang me lampaui ke te ntuan yang diatur dalam Farmakope Indone sia (FI) e disi VI. Ke se ragaman bobot yang dianggap baik untuk table t de ngan bobot rata-rata di atas 300 mg adalah bahwa dari 20 table t yang diuji, tidak bole h le bih dari dua table t yang bobotnya be rbe da le bih dari 5% dari rata-rata tiap table t, dan tidak bole h ada satu pun table t yang bobotnya be rbe da le bih dari 10% dari rata-rata tiap table t. Hal ini te rkait de ngan sifat kimia ge latin yang dapat me ngurangi viskositas saat te rpapar panas be rle bihan dan lama se lama prose s pe mbuatan gummy candie s. Dalam kondisi ini, kurangnya pe ngikatan air pada ge latin dapat me nye babkan sisa-sisa gummy yang te rtinggal saat dike luarkan dari ce takan, me nghasilkan te kstur yang sangat lunak pada gummy candie s yang dihasilkan. Te muan ini se jalan de ngan pe ne litian se be lumnya ole h E gita . yang me nunjukkan bahwa ke tidakte raturan bobot dapat dipe ngaruhi ole h prose s pe nuangan yang tidak Pada bagian Te st of Normality me nunjukkan bahwa se mua formulasi me miliki nilai signifikansi kurang dari 0,05 yang me nunjukkan bahwa data tidak te rdistribusi se cara normal. Uji signifikansi homoge nitas varians me nunjukkan nilai 0,019 . < 0,. , me nunjukkan bahwa data yang dihasilkan tidak homoge n. Uji lanjutan yang digunakan adalah Kruskal-Wallis, dan nilai signifikansi dipe role h se be sar 0,00, yang le bih ke cil dari 0,05, se hingga dapat disimpulkan bahwa te rdapat pe rbe daan signifikan antara tiap formulasi. Pe rbe daan ini dise babkan ole h variasi konse ntrasi sari daun cincau hijau yang digunakan dalam formulasi, yang me ngakibatkan be be rapa formula me miliki te kstur gummy candie s yang be rbe da be da dari ke ras hingga le mbe k. Variasi ini me mpe ngaruhi prose s pe nge luaran gummy candie s dari ce takan, yang pada akhirnya me nye babkan ke tidakse ragaman bobot antar formulasi. Gambar 3. Grafik Hasil Uji Keseragaman Bobot Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Hasil uji e lastisitas se diaan gummy candie s me rupakan salah satu parame te r yang sangat me ne ntukan apakah gummy te rse but nantinya dapat dite rima ole h konsume n atau tidak. Gummy candie s de ngan e lastisitas yang baik akan me mbe rikan pe nilaian te rhadap konsume n yang dapat me ngkonsumsinya. Pada gambar 4 me nunjukkan bahwa formulasi 1 me miliki nilai rata-rata 1,067. formula 2 me miliki nilai rata-rata 1,233. formula3 me miliki nilai rata-rata 1,433. dan formulasi 4 me miliki nilai rata-rata 1,766. Hal ini me nunjukkan adanya pe rbe daan tiap formulasi dimana hal te rse but dipe ngaruhi ole h variasi pe rbe daan konse ntrasi yang dimiliki dari sari daun cincau hijau. Se makin tinggi nilai konse ntrasi yang dimiliki ole h daun cincau hijau, maka e lastisitas yang dimiliki ole h gummy candie s se makin tinggi. Faktor pe nye bab lain dikare nakan adanya kandungan pe ktin yang dihasilkan dari daun cincau hijau. Salah satu pe nunjang agar pe ktin dapat be rfungsi de ngan baik yaitu pe nambahan bahan me ngandung asam dimana pada pe ne litian ini me nggunakan asam sitrat. Se hingga de ngan pe nambahan asam sitrat te rse but pe mbe ntukan ge lling age nt dari pe ktin dan ge latin yang digunakan dapat be rfungsi dan me miliki nilai e lastisitas yang baik. Ini dise babkan kare na de ngan adanya sari daun cincau maka me nambah konse ntrasi air dan be rsifat ke nyal se hingga bisa me nunjang ge latin se bagai ge lling age nt dalam pe mbuatan gummy candie s. Hasil te rse but konsiste n de ngan te muan pe ne liti se be lumnya ole h Huda e t al. , . , yang me nyatakan bahwa variasi pe rbandingan ge latin dan pe ktin dari daun cincau hijau be rpe ngaruh te rhadap ke ke nyalan gummy candie s. Ini juga me ndukung hasil pe ne litian yang dilakukan ole h Huda e t al. , yang me nunjukkan bahwa pe ningkatan jumlah ge latin me nye babkan pe ningkatan ke ke nyalan, kare na produk yang dihasilkan me miliki e lastisitas yang le bih tinggi. Hasil uji statistic e lastisitas gummy candie s pada Te st of Normality me nunjukkan nilai sig se be sar 0,00 < 0,05 se hingga data yang dipe role h tidak normal. Ke mudin Uji Homoge nitas me nunjukkan nilai 1,00 > 0,05 me nunjukkan data homoge n. Uji lanjutan yang digunakan adalah Kruskal-Wallis dan didapat nilai sig 0,15 dan le bih ke cil dari 0,05 se hingga dapat disimpulkan te rdapat pe rbe daan tiap formulasinya dikare nakan pe rbe daan konse ntrasi dari sari daun cincau se hingga se makin tinggi konse ntrasi sari daun cincau maka be ntuk dari gummy akan se makin ke nyal bahkan le mbe k se hingga e lastisitas sangat be rpe ngaruh de ngan adanya pe rbe daan konse ntrasi sari daun cincau hijau. Gambar 4. Hasil Uji Elastisitas Uji he donik pe rlu dilakukan untuk me nge valuasi se jauh mana tingkat ke sukaan re sponde n te rhadap gummy candie s. Uji ini me libatkan 10 re sponde n dari be rbagai latar be lakang, te rmasuk te man se baya dan mahasiswa dari be rbagai jurusan de ngan re ntang usia yang be rbe da. Parame te r yang digunakan untuk me ngukur pe ne rimaan re sponde n te rhadap gummy candie s me liputi be ntuk, warna, rasa, dan te kstur. Aspe k aspe k ini dinilai untuk me ngamati tanggapan re sponde n te rhadap variasi sari daun cincau yang digunakan dalam formulasi gummy candie s. Be be rapa ciri karakte ristik gummy candie s yang dige mari masyarakat yaitu me miliki be ntuk yang se mpurna, warna yang me narik, rasa yang manis dan kombinasi asam, ke mudian, te kstur yang ke nyal. Hasil uji he donik yang didapatkan se suai de ngan ciri karakte ristik gummy candie s yang disukai ole h masyarakat dapat dilihat pada gambar 5. Be rdasarkan gambar 5 dapat dilihat bahwa be rdasarkan hasil pe rhitungan nilai uji he donik, formula 3 me miliki nilai yang paling tinggi dan paling dominan disukai ole h re sponde n Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 be rdasarkan se gi be ntuk, warna, rasa, dan te kstur. Hal ini dikare nakan pada formula i te rdapat kombinasi yang sangat pas antara sari daun cincau dan ge latin yang digunakan se hingga me nghasilkan formula yang baik dari se gi be ntuk, warna, rasa, dan te kstur yang dihasilkan ole h gummy candie s (Fitri e t al. , 2. Hasil uji statistik kadar air me nunjukkan bahwa data tidak te rdistribusi se cara normal, de ngan nilai signifikansi kurang dari 0,05 pada uji normalitas. Hasil uji homoge nitas varians me nunjukkan bahwa data tidak homoge n, de ngan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Uji lanjutan me nggunakan Kruskal-Wallis me nunjukkan nilai signifikansi se be sar 0,019, yang le bih ke cil dari 0,05, se hingga dapat disimpulkan bahwa te rdapat pe rbe daan yang signifikan antara tiap formulasi. Uji Hedonik Formula I Formula II Formula i Formula IV Bentuk Tekstur Warna Rasa Gambar 5. Hasil Uji Hedonik KESIMPULAN DAN SARAN Karakte ristik fisik e valuasi uji se diaan gummy candie s dipe role h bahwa organole ptis be rwarna me rah, rasa manis, aroma pisang ambon, dan te ktur ke nyal. pH . ,13-5,. kadar air . %-72%). ke se ragaman bobot (<5%). e lastisitas . ,06%-1,76%). Be rdasarkan hasil uji tingkat ke sukaan (He donic Te s. , dike tahui bahwa formulasi i me rupakan formulai optimal kare na le bih disukai/dite rima ole n re spnde n baik itu dari se gi be ntuk, warna, rasa, dan te kstur. DAFTAR PUSTAKA