DOI: https://doi. org/10. 33479/jtiumc. Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI) Journal of Industrial Engineering: Application and Research Volume 03 No. 01 Ae June 2023 Journal homepage: w. ISSN: 2829-8519 . Ae ISSN: 2829-8748 . Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia Evelyn Gunawan1, . Teguh Oktiarso1, . Yurida Ekawati1, . 1Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Ma Chung Jalan Villa Puncak Tidar Blok N-01. Malang. Indonesia, 65151 Author Emails . 411910003@student. oktiarso@machung. ekawati@machung. Received 10 April 2023 / Revised 28 April 2023 / Accepted 27 May 2023 / Published 06 June 2023 Abstract. PT Sutindo Raya Mulia is a stockist company that purchases, stores, and resells it to consumers. Sutindo Raya Mulia is headquartered in the city of Surabaya and has branch offices in Jakarta. Semarang. Balikpapan, and Samarinda. One of the products offered by SRM is a stainless steel plate. Plate products have 3 series (S200. S300, and S. and have different suppliers consisting of both local and international. Some of the weaknesses of the purchasing process can be caused by the selection of suppliers that are not fixed when purchasing products from suppliers. This is because the company does not have priority criteria in selecting Priority criteria are determined using the Analytical Hierarchy Process method. Supplier assessment is determined using the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution method. The results of the AHP method obtained the weight and order of these criteria, price . , availability . , quality . , position . , quantity . MOQ . , delivery . , payment method . The results of the TOPSIS method obtained the value and sequence of suppliers. AB . ,587 - 21,0%). AC . ,764 - 27,3%). AD . ,565 - 20,2%). AE . ,490 - 17,5%). AF . ,397 - 14,1%). Keywords: Analytical hierarchy process. Priority criteria. Supplier assessment. Technique for order preference by similarity to ideal solution Pendahuluan Perubahan dalam industri membawa perubahan besar terhadap cara perusahaan memproduksi barang. Tentunya penerapan revolusi industri 4. 0 tidak terlepas dari tantangan dan hambatan yang semakin berat (Patandean, 2. Tingkat persaingan yang tinggi memaksa perusahaan untuk memenangkan pasar (Tandean & Oktiarso, 2. Unggul dalam persaingan tidak hanya ditentukan dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk sebanyak Namun, konsep lain seperti kualitas, kecepatan, dan harga menjadi pertimbangan sekaligus tuntutan dari konsumen untuk memenangkan pasar. Pihak luar seperti pemasok dan konsumen ikut berperan dalam produktivitas perusahaan. Pemasok adalah pihak baik perorangan maupun perusahaan yang menjual bahan baku/bahan mentah ke pihak lain untuk dijadikan produk jadi berupa barang atau jasa. Secara umum, sebuah perusahaan memiliki Citation Format: Gunawan. Oktiarso. , & Ekawati. Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia. Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI), 3. , https://doi. org/10. 33479/jtiumc. Gunawan et al. kriteria pemasok yaitu kualitas, kuantitas, biaya, dan pengiriman (Khusairi & Munir, 2. Konsumen menjadi pihak yang menggunakan produk yang ditawarkan perusahaan. Perusahaan dapat mengoptimalkan pemasaran dengan nilai konsumen sebagai dasar pengambilan keputusan (Kumar & Reinartz, 2. PT Sutindo Raya Mulia merupakan salah satu anak perusahaan Sutindo Group dengan kantor pusat berada di Surabaya. Salah satu produk yang ditawarkan oleh PT Sutindo Raya Mulia adalah plat baja tahan karat. Produk plat mempunyai 3 seri (S200. S300, dan S. Hal tersebut mengakibatkan perusahaan mempunyai 4-5 pemasok berbeda untuk setiap seri dan profil pemasok yang berbeda. Beberapa kelemahan dari proses pembelian dapat disebabkan oleh pemilihan pemasok yang tidak tetap saat pembelian produk kepada pemasok. Masalah utama yang terjadi adalah setiap pemasok memiliki profil kriteria yang berbeda yang menyebabkan pemasok yang satu dapat lebih unggul pada satu kriteria daripada pemasok lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelian produk plat dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditentukan seperti kualitas, harga, kuantitas, ketersediaan, pengiriman. Minimum Order Quantity (MOQ), metode pembayaran, dan posisi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Kriteria ditentukan melalui analisis kebutuhan yang relevan dengan masalah yang dihadapi perusahaan. AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas setiap kriteria. Prioritas dari setiap kriteria yang digunakan untuk memilih pemasok digunakan sebagai acuan untuk memilih dan mengevaluasi pemasok yang dapat memenuhi standar perusahaan (Febriani & Oktiarso, 2. Metode Metode penelitian menggambarkan aktivitas yang dilaksanakan selama penelitian di PT Sutindo Raya Mulia. Gambar 1 merupakan flowchart penelitian untuk menentukan pemasok tetap di PT Sutindo Raya Mulia: Gambar 1 Flowchart Penelitian Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia Metode Analytical Hierarchy Process Ae Technique for Others Reference by Similarity to Others Pendapat subyektif dan obyektif dari bagian pembelian dibuat dalam bentuk kuantiatif dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk menghitung peringkat dari alternatif pemasok yang ada. Umumnya, metode TOPSIS digunakan bersamaan dengan metode AHP. Metode AHP digunakan untuk memperoleh bobot dan prioritas setiap kriteria yang digunakan dalam memilih pemasok. Pendekatan AHP dilakukan dengan perbandingan berpasangan antar kriteria atau faktor. Metode AHP juga direpresentasikan berupa kuisioner untuk mendapatkan data dari ahli . agian pembelian produk baja tahan kara. Hasil dari perbandingan berpasangan akan dihitung bobot masing-masing kriteria. Hasil dari perhitungan AHP akan digunakan sebagai input untuk perhitungan metode TOPSIS (Onder & Dag, 2. 2 Metode Analytical Hierarchy Process Metode AHP digunakan untuk penentuan bobot kriteria. Penentuan bobot setiap kriteria diawali dengan penyusunan matriks. Penyusunan matriks kriteria dilakukan dengan membandingkan setiap kriteria (Wijaya & Purnomo, 2. Perbandingan antar kriteria dilakukan dengan penilaian antar kriteria menggunakan nilai linguistik. Nilai linguistik yang digunakan untuk pembobotan adalah skala saaty. Berikut adalah nilai linguistik skala Skala 2,4,6,8 Kebalikan Tabel 1 Nilai Linguistik dan Definisi (Saaty, 1. Definisi Keterangan Sama Kedua elemen mempunyai pengaruh yang sama Sedikit lebih Penilaian sedikit mengutamakan satu elemen Lebih penting Penilaian sedikit mengutamakan satu elemen Sangat penting Satu elemen sangat disukai dan dominan Mutlak lebih Satu elemen sangat mutlak disukai dengan keyakinan tingkat tinggi Nilai tengah Diberikan saat ada keraguan penilaian Aktivitas i mendapat angka jika dibandingkan dengan j, maka j Aij = 1/Aij memiliki nilai kebalikan bila dibandingkan i. Berikut adalah tahapan metode AHP menurut Chamid & Murti . Mengidentifikasi masalah dan membuat struktur hierarki Membandingkan kriteria secara berpasangan Membuat matriks perbandingan berpasangan yang berisi bilangan tingkat kepentingan A Tabel 2 Matriks Perbandingan Berpasangan Ganda (Hruska et al. , 2. S12 1/S12 1/S1k 1/S2k A Sik S2k Menjumlahkan nilai dari setiap kolom ycsyc = Ocycuycn=1 ycaycnyc Menghitung matriks normalisasi dengan membagi setiap nilai kolom dengan total kolom ycAycuycycoycaycoycnycycaycycn = ycsycnyc yc Menghitung jumlah nilai setiap baris dan membagi dengan jumlah elemen untuk mendapatkan nilai rata-rata . igen vekto. Gunawan et al. Ocycu ycn=1 ycaycnyc ycOycn = ycu Langkah selanjutnya adalah menghitung konsistensi. Berikut adalah tahapan untuk menghitung nilai konsistensi menurut Suryadi & Nurdiana . Menentukan nilai eigen maksimum dengan menjumlahkan hasil perkalian jumlah kolom tiap elemen dengan nilai eigen vektor Menghitung nilai konsistensi: aksOe. yaya = ycuOe1 dimana n adalah jumlah elemen yaycI = ycIya Metode Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solution Metode TOPSIS diterapkan dengan mengurutkan alternatif menurut jaraknya dari solusi ideal dan solusi ideal negatif. Metode TOPSIS mempunyai kelebihan berupa kesederhanaan, rasionalitas, model matematika yang sederhana (Kamalakannan et al. , 2. Metode TOPSIS memberikan peringkat berdasarkan nilai prioritas dengan kedekatan alternatif (Khofiyah et al. Menurut George et al. , berikut adalah langkah-langkah dalam metode TOPSIS: Membuat struktur matriks Normalisasi matriks D ycuycnyc ycycnyc = . ya ocyc=1 ycuycnyc 2 Membuat normalisasi bobot matriks keputusan ycOycnyc = ycycnyc Oo ycycnyc Menentukan nilai solusi ideal positif dan solusi ideal negatif yaO = {. ax ycycnyc | yc OO y. , . in ycycnyc | yc OO yaA )} yaOe = {. in ycycnyc | yc OO y. , . ax ycycnyc | yc OO yaA )} Menghitung pengukuran terpisah . ycIycnO = ocycuyc=1. cycnyc Oe ycycO )2 . ycIycnOe = ocycuyc=1. cycnyc Oe ycycOe )2 . Menghitung kedekatan relatif dengan solusi ideal ycIycnOe O yaycnO = ycI O ycI Oe , 0 O yaycn O 1 ycn ycn Menghitung presentase dan menentukan kelompok (Virizqi, 2. ya yayco = ycNycuycycaycoyco ya O 100% ycn Hasil dan Pembahasan Produk Plat Produk pertama dari PT Sutindo Raya Mulia adalah plat baja tahan karat, plat ini dapat digunakan untuk perkapalan, kilang minyak dan gas, metal stamping, petrokimia, produk dalam dan luar ruangan, dan peralatan makanan. PT Sutindo Raya Mulia memiliki 3 grade series untuk plat stainless steel. Series tersebut adalah seri 200, seri 300, dan seri 400. Seri 200 dan 300 termasuk dalam austenitic yang memiliki kandungan 16% hingga 20% kromium, dan nikel 7% hingga 22%. Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia Gambar 2 Plat Baja Tahan Karat Hierarki Kriteria Berikut adalah hierarki 8 kriteria yang digunakan: Gambar 3 Diagram Hierarki Kriteria S200 Plat Metode AHP Penilaian perbandingan berpasangan dilakukan berupa kuisioner. Kuisioner tersebut diisi oleh 6 orang pihak pembelian yang terdiri dari kepala divisi, kepala seksi lokal dan impor, dan 3 staf pembelian. Berikut adalah hasil penilaian perbandingan berpasangan: Kriteria Total 1,000 0,382 0,794 0,693 0,116 0,141 0,195 0,319 3,639 Tabel 3 Perbandingan Berpasangan Antara Kriteria 2,621 1,260 1,442 8,631 7,095 1,000 0,693 0,742 2,376 0,637 1,442 1,000 1,201 7,197 5,556 1,348 0,833 1,000 6,957 6,596 0,421 0,139 0,144 1,000 0,301 1,570 0,180 0,152 3,324 1,000 0,287 0,189 0,170 1,619 1,122 0,891 0,530 0,332 4,949 1,886 9,580 4,824 5,182 36,054 24,192 5,137 3,488 5,295 5,896 0,618 0,891 1,000 5,061 27,385 3,133 1,122 1,886 3,014 0,202 0,530 0,198 1,000 11,085 Penentuan Nilai Prioritas Langkah selanjutnya adalah normalisasi. Proses perhitungan normalisasi dilakukan dengan membagi nilai masing-masing matriks dengan nilai total pada kolom matriks yang telah dihitung sebelumnya. Gunawan et al. Kriteria Total 0,275 0,105 0,218 0,191 0,032 0,039 0,053 0,088 1,000 Tabel 4 Normalisasi Matriks 0,261 0,278 0,239 0,144 0,143 0,066 0,207 0,232 0,200 0,173 0,193 0,193 0,029 0,028 0,028 0,037 0,029 0,092 0,039 0,033 0,045 0,110 0,064 0,137 1,000 1,000 1,000 0,274 0,104 0,151 0,141 0,044 0,164 0,030 0,093 1,000 0,293 0,026 0,230 0,273 0,012 0,041 0,046 0,078 1,000 0,188 0,127 0,193 0,215 0,023 0,033 0,037 0,185 1,000 0,283 0,101 0,170 0,272 0,018 0,048 0,018 0,090 1,000 Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai elemen vektor. Nilai elemen vektor didapatkan dengan membagi nilai normalisasi dengan jumlah kriteria yang digunakan dalam penelitian ini. Jumlah kriteria yang digunakan adalah 8 kriteria. Oleh karena itu, nilai elemen vektor didapatkan dengan membagi nilai normalisasi dengan 8. Kriteria Tabel 5 Nilai Elemen Vektor (Priorita. Jumlah Prioritas 2,091 0,261 0,817 0,102 1,600 0,200 1,650 0,206 0,213 0,027 0,483 0,060 0,301 0,038 0,845 0,106 Total 8,000 1,000 Uji Konsistensi Uji konsistensi data dilakukan sebagai validitas pembobotan yang diberikan pada masingmasing kriteria. Uji konsistensi data dilakukan berdasarkan tabel indeks random konsistensi (RI). Uji konsistensi data dimulai dengan menghitung maks. maks diperoleh dengan menjumlahan hasil perkalian antara jumlah kolom dengan prioritas pada masing-masing kriteria. Tabel 6 Nilai Eigen Kriteria Total Eigen 0,951 0,978 0,965 1,068 0,961 1,461 1,030 1,171 8,586 Langkah selanjutnya adalah menghitung indeks konsistensi (CI). Berikut adalah perhitungan untuk mencari CI menggunakan rumus 4: yaya = yaya = . aksOe. ycuOe1 . ,586 Oe . = 0,084 8Oe1 Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia Hasil akhir perhitungan CI adalah 0,084. Langkah selanjutnya adalah menghitung rasio konsistensi (CR). Berikut adalah rumus menghitung CR: Tabel 7 Nilai Rasio Indeks (RI) Ordo Matriks Ratio index 0,58 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49 1,52 Menggunakan rumus 5: yaya yaycI = ycIya yaycI = 0,084 = 0,059 1,41 Pembobotan pada setiap kriteria dapat dikatakan konsisten jika nilai CR < 0,1. Nilai CR menunjukkan 0,059 yang berarti pembobotan setiap kriteria dapat dikatakan konsisten karena CR < 0,1. Metode TOPSIS Langkah pertama dalam perhitungan data menggunakan metode TOPSIS adalah membuat kuesioner yang berisi penilaian responden terhadap pemasok. Masing-masing kriteria memiliki tiga tingkatan atau level dalam penilaian. Berikut adalah tingkatan penilaian pemasok yang akan diberikan kepada responden: Kriteria Harga Kuantitas Tabel 8 Tingkatan Kriteria Pemilihan Pemasok S200 Tingkatan 1 Tingkatan 2 20,000-24,000 24,000-27,000 Dalam 10x PO > 3x tidak Selalu sesuai Kualitas Selalu sesuai standar dan PO Dalam 1 PO > 5% produk tidak sesuai standar Ketersediaan MOQ Selalu tersedia Credit 30 hari Inden < 30 hari Per palet Pengiriman Selalu tepat info Terlambat > 3 hari kerja Posisi Lokal surabaya Lokal luar surabaya Hasil kuisioner: Kriteria Harga Kuantitas Kualitas Ketersediaan Metode Pembayaran MOQ Pengiriman Posisi Tabel 9 Hasil Kuesioner Penilaian Pemasok S200 Tingkatan 3 27,000-30,000 Dalam 10x PO > 5x kali tidak sesuai Dalam 1 PO > 10% produk tidak sesuai Inden > 30 hari Cash Per ton Terlambat > 5 hari Luar Indonesia Gunawan et al. Normalisasi Kriteria Harga Kuantitas Kualitas Ketersediaan Metode Pembayaran MOQ Pengiriman Posisi Tabel 10 Nilai Normalisasi 0,530 0,354 0,485 0,243 0,354 0,354 0,250 0,250 0,354 0,354 0,229 0,229 0,750 0,250 0,250 0,250 0,530 0,485 0,354 0,250 0,354 0,459 0,250 0,500 0,530 0,485 0,354 0,500 0,354 0,459 0,250 0,250 0,177 0,485 0,707 0,750 0,707 0,688 0,500 0,750 Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai normalisasi secara terbobot. Nilai normalisasi yang telah dihitung dikalikan dengan prioritas dari setiap kriteria. Kriteria Harga Kuantitas Kualitas Ketersediaan Metode Pembayaran MOQ Pengiriman Posisi Tabel 11 Nilai Normalisasi Terbobot 0,139 0,092 0,139 0,050 0,025 0,050 0,071 0,071 0,071 0,052 0,052 0,052 0,009 0,009 0,009 0,014 0,014 0,028 0,028 0,009 0,009 0,026 0,026 0,053 0,139 0,050 0,071 0,103 0,009 0,028 0,009 0,026 0,046 0,050 0,141 0,155 0,019 0,042 0,019 0,079 Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai solusi ideal positif (A ) dan solusi ideal negatif (A-). Nilai solusi ideal positif didapatkan melalui nilai minimum pada setiap baris dan nilai solusi ideal negatif didapatkan melalui nilai tertinggi/maksimum pada setiap baris. Berikut adalah nilai solusi ideal positif (A ) dan solusi ideal negatif (A-): Tabel 12 Nilai Solusi Ideal Positif dan Nilai Solusi Ideal Negatif Produk S200 Kriteria Positif (A ) Negatif (A-) Harga 0,046 0,139 Kuantitas 0,025 0,050 Kualitas 0,071 0,141 Ketersediaan 0,052 0,155 Metode Pembayaran 0,009 0,019 MOQ 0,014 0,042 Pengiriman 0,009 0,028 Posisi 0,026 0,079 Langkah selanjutnya adalah mencari nilai jarak antara Ai dengan solusi ideal positif (Si ) dan jarak antara Ai dengan solusi ideal negatif (Si-). Berikut adalah rumus perhitungan (Si ) dan (Si-): Nilai Jarak Tabel 13 Nilai Jarak Ai dan Solusi Ideal Positif dan Solusi Ideal Negatif Nama Pemasok 0,097 0,046 0,100 0,110 0,139 0,150 0,130 0,105 0,141 0,093 Langkah selanjutnya adalah menghitung kedekatan relatif alternatif dengan solusi ideal. Rumus perhitungan kedekatan relatif adalah: Penentuan Prioritas Kriteria dan Peringkat Pemasok Menggunakan AHP-TOPSIS di PT Sutindo Raya Mulia Persentase Rank Tabel 14 Nilai Preferensi Kedekatan Relatif Produk S200 0,587 0,764 0,565 0,490 21,0% 27,3% 20,2% 17,5% 0,397 14,1% Kesimpulan PT Sutindo Raya Mulia merupakan perusahaan stockist yang melakukan pembelian baja tahan karat, menyimpan, dan menjual kembali kepada konsumen. Terdapat 5 pemasok produk S200 yang terdiri dari 4 pemasok lokal dan 1 pemasok impor. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode AHP, didapatkan bobot dan prioritas dari 8 kriteria. Bobot dan urutan kriteria tersebut adalah harga . , ketersediaan . , kualitas . , posisi . , kuantitas . MOQ . , pengiriman . , metode pembayaran . Hasil dari prioritas 8 kriteria dapat digunakan perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih pemasok yang Hasil dari perhitungan metode TOPSIS berupa nilai dari masing-masing pemasok. Nilaipersentase dari pemasok plat S200 adalah AB . ,587 - 21,0%). AC . ,764 - 27,3%). AD . ,565 20,2%). AE . ,490 - 17,5%). AF . ,397 - 14,1%). Daftar Pustaka