PENGARUH PROMOSI DAN BRAND TERHADAP PEMBELIAN PRODUK SHAMPO PANTENE DI KOTA SAMARINDA ILIR Julian Bevin Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : bevin. julian@yahoo. ABSTRAK Persaingan global pada saat sekarang ini menuntut perusahaan untuk saling bersaing dalam memasarkan dan menjual produknya. Perusahaan harus menggunakan strategi yang tepat untuk mempertahankan produknya agar tetap dikonsumsi oleh konsumen secara terus menerus. Oleh karena itu arti sebuah promosi dan brand . menjadi sangat penting. Pantene adalah merek shampo yang sudah di percaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Di Kalimantan Timur khususnya di kota Samarinda shampo ini pun sangat diminati dan sudah memiki awerness yang kuat di benak konsumen. Keberhasilan Pantene menarik pelanggan diduga tidak lepas dari kegiatan promosi dan brand equity . kuitas mere. yang dimiliki Pantene. Promosi selalu memainkan peran penting dalam mengembangkan brand equity . kuitas mere. Adanya promosi atau iklan yang disajikan media dapat membuat pemirsa iklan mengenal dan mengetahui keberadaan suatu merek produk/jasa tersebut. Brand equity dapat menguatkan program atau memikat para konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama. Semua Permasalahan yang ada di dalam ini adalah sebagai berikut : . Apakah promosi dan faktor - faktor brand equity yang terdiri dari brand awerness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih produk shampo Au Pantene Au di Kecamatan Samarinda Ilir?. Faktor Ae faktor manakah dari promosi, brand awerness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty, yang berpengaruh dominan terhadap keputusan konsumen dalam memilih produk shampo Au Pantene Au di Kecamatan Samarinda Ilir?Dasar teori dari penelitian ini adalah AuManajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan eksekusi, mulai dari tahap konsepsi, penetapan harga promosi, hingga distribusi barang-barang ide-ide dan jasa, untuk melakukan pertukaran yang memuaskan individu dan lembaga-lembaganya. Brand Equity adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisispromosi dan brand equity adalah dengan menggunakan kuisioner dan metode regresi linier berganda serta menggunakan program komputerisasi SPSS. Hasil analisis menyebutkan semakin tinggi profitabilitas berarti semakin baik, karena kemakmuran pemilik perusahaan meningkat dengan semakin tingginya profitabilitas. Kata kunci : Promosi. Brand Equity PENDAHULUAN Persaingan global pada saat sekarang ini menuntut perusahaan untuk saling bersaing dalam memasarkan dan menjual Perusahaan harus menggunakan strategi yang tepat untuk mempertahankan produknya agar tetap dikonsumsi oleh konsumen secara terus menerus. Oleh karena itu arti sebuah promosi dan brand . menjadi sangat penting. Pemasaran secara umum hanya di pandang sebagai kegiatan menjual barang atau jasa. Untuk bertahan di pasaran diperlukan sebuah promosi atau iklan dan sebuah merek . untuk menciptakan nilai tambah atas suatu produk. Produsen tidak hanya dituntut untuk sekedar mempertahankan konsumen namun juga meningkatkan kualitas produk dan harus memahami apa keinginan dan kebutuhan Pantene adalah merek shampo yang sudah di percaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Di Kalimantan Timur khususnya di kota Samarinda shampo ini pun sangat diminati dan sudah memiki awerness yang kuat di benak konsumen. Keberhasilan Pantene menarik pelanggan diduga tidak lepas dari kegiatan promosi dan brand equity . kuitas mere. yang dimiliki Pantene. Promosi selalu memainkan peran penting dalam mengembangkan brand equity . kuitas mere. Adanya promosi atau iklan yang disajikan media dapat membuat pemirsa iklan mengenal dan mengetahui keberadaan suatu merek produk/jasa tersebut. Brand equity dapat menguatkan program atau memikat para konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama. Brand equity merupakan ukuran keseluruhan nilai dari suatu merek, dimana brand equity telah diidentifikasikan sebagi sumber yang berharga atas keunggulan kompetitif bagi perusahaan, tidak terkecuali bagi shampo Pantene. Brand equity dikelompokan ke dalam empat kategori, yaitu brand awerness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul Au Pengaruh Promosi Dan Brand Equity Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Produk Shampo Pantene Di Kecamatan Samarinda Ilir Au. DASAR TEORI Pemasaran Definisi American Marketing Asosiaciation (AMA) seperti yang di kutip Rhenald kasali . adalah: Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan eksekusi, mulai dari tahap konsepsi, penetapan harga promosi, hingga distribusi barang-barang ide-ide dan jasa, memuaskan individu dan lembagalembaganya. Adapun definisi pemasaran menurut Philip Kotler . 6: . yaitu: Pemasaran adalah proses sosial yang dengan mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Dari beberapa pengertian pemasaran di atas, maka dapat di simpulkan bahwa arti dari pemasaran jauh lebih luas dari pada Sedangkan kegiatan pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan sebagai suatu sistem. Sehingga pemasaran merupakan suatu usaha-usaha perusahaan dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan konsumen, menetukan produk yang akan di produksi, menetukan harga pokok yang sesuai, dan menentukan caracara promosi serta penyaluran / penjualan produk tersebut. Menurut Philip Kotler . 4 :. ada lima jenis promosi yang biasa disebut sebagai bauran pemasaran adalah sebagai Periklanan (Advertisin. Periklanan adalah semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide, promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor yang di bayar. Promosi penjualan (Sales Promotio. Promosi penjualan adalah variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa. Hubungan masyrakat dan Publisitas (Public Relation and Publicit. Hubungan masyarakat adalah suatu usaha . dari rancangan program guna memperbaiki, mempertahankan, atau melindungi perusahaan atau citra produk. Penjualan Personal (Personal Sellin. Penjualan pribadi atau tatap muka adalah penyajian lisan dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembeli potensial dengan tujuan untuk melakukan Pemasaran Langsung (Direct Marketin. Komunikasi secara langsung yang digunakan dari mail, telepon, fax, e-mail, atau internet untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen secara jelas. Brand Equity (Ekuitas Mere. Menurut Aeker Humdiana . menyatakan ekuitas merek adalah Au Seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan Au. Brand equity tidak terjadi dengan sendirinya tetapi di topang oleh elemenelemen Brand Equity (Aeker,1997:. , yaitu: Brand awerness . esadaran mere. Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Perceived Quality . ersepsi kualita. Persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan satu produk atau jasa layanan berkenan dengan maksud yang diharapkan konsumen. Persepsi terhadap kulaitas keseluruhan dari suatu produk atau jasa tersebut dapat menentukan nilai dari produk atau jasa tersebut dan berpengaruh langsung kepada keputusan pembelian dan loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Brand Association . sosiasi mere. Brand Association merupakan segala kesan yang muncul dan terkait dengan ingatan konsumen mengenai sautu Brand Association mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut, produk, geografis, harga, pesaing, selebriti dan lain - lainnya. Brand Loyalty . oyalitas mere. Loyalitas merek merupakan ukuran kedekatan/keterkaitan pelanggan pada Ukuran tidaknya konsumen beralih ke merek lain, terutama jika merek terseebut mengalami perubahan baik yang menyangkut harga ataupun atribut Perilaku Konsumen Schiffman Kanuk . alam samuel,2. menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah perilaku yang ditunjukan konsumen dalam pencarian akan pembelian, penggantian produk dan jasa yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan Perilaku konsumen itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Faktor sosial Group Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil dimana orang tersebut berada dan mempunyai pengaruh langsung yang disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups . eluarga, teman, tetangga, dan rekan kerj. dan secoundary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang . elompok, keagamaan, perkumpulan profersional dan serikat (Kotler. Bowen. Makens. Family Influence Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian, pengaruh suami, istri, dan anak dalam memiliki peran yang cukup besar pembelian produk dan servis yang Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler. Bowen. Makens, 2. Roles and Status Sebuah role terdiri dari aktifitas yang digharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler. Amstrong. Faktor Personal Economic Situation Kesadaran ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan terhadap konsumen kelas atas sedangkan timex Situasi mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler. Amstrong. Lifestyle Pola kehidupan seseorang yang ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gay hidup yang berbeda (Kotler. Amstrong, 2. Personality and Concept Personality adalah karakteristik unik dari keadaan psikologi seseorang yang mengacu kepada kestabilan da nrespon terus menerus terhadap lingkungan seseorang, conothnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah berdataptasi, agresif (Kotler. Amstrong, 2. Ocupations Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler. Bowen Makens, 2. Faktor Psychological Motivation Motivasi . adalah keadaan diri seseorang yang mendorong keinginan indivudu untuk melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen dimulai dengan motif/motifasi (Kotelr. Bowens. Makens, 2. Perception Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Seseorang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler. Bowens. Makens. Learning Pembelajaran adalah suatu proses yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima . ungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpiki. atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun penglaman pribadi yang bertindak sebagai menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama. Proses belajar pada suatu pembelian dapat terjadi apabila konsumen ingin kepuasan atau sebaliknya tidak terjadi apabila konsumen dikecewakan oleh produk yang kurang baik. Beliefs and Attitude Beliefs adalah pemikiran deskriptif Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler. Amstrong, 2. Sedangkan attitude adalah evaluasi perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler. Amstrong, 2. Faktor Cultural Culture . adalah nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan Culture nilai-nilai persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler. Bowen. Makens, 2. Keputusan Pembelian Menurut Setiadi . ada dua faktor dapat mempengaruhi keputusan pembelian yaitu faktor pertama adalah sikap Sejauh mana sikap orang lain tersebut terhadap alternative pilihan seseorang. Faktor kedua adalah situasi yang tidak diharapkan. Konsumen mungkin membentuk niat membeli berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan yang diperkirakan, harga yang di Namun, kejadian-kejadian yang tidak diharapkan dapat mengubah niat untuk Jadi, pilihan dan niat membeli tidak selalu meghasilkan pilihan membeli yang Definisi Konsepsional Brand Equity (Ekuitas Mere. adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan (Kotler, 2. Brand Awerness . esadaran mere. adalah kemampuan pelanggan untuk mengenali atau mengingat kembali sebuah merek dan mengaitkannya dengan satu kategori produk tertentu. (Sadat. Perceived Quality . ersepsi kualita. keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan yang sama dengan yang diharpakan. (Durianto,2. Brand Association . sosiasi mere. adalah segala sesuatu yang terkait dengan memori terhadap sebuah merek. (Tjiptono, 2005:. Brand loyalty . oyalitas mere. adalah merupakan suatu keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah merek. Apabila loyalitas merek menigkat, maka kerentaan (Aeker 1997:. Keputusan merefleksikan rencana pembelian sejumlah (Setiadi,2003:. METODOLOGI PENELITIAN Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat dari obyek, atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik Variabel penelitian terdiri dari dua variabel, yaitu variabel, yaitu variabel bebas . dan variabel terikat . Dependent Variabel Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y). Independent Variabel Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negative. Variabel independen dalam penelitian ini adalah: Promosi (X. Brand Awerness (X. Perceived Quality (X. Brand Association (X. Brand Loyalty (X. Alat Analisis Menurut Hair et. Al . regeresi linear berganda dapat dilihat dengan rumus matematika regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagai Y= a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 e Dimana : Keputusan Konsumen koefisien regresi Promosi Brand Awereness Perceived Quality Brand Association Brand Loyalty Selanjutnya analisis regresi linear berganda di gunakan dengan bantuan personal computer dengan program statistik SPSS. Pengujian Hipotesis Diterima atau ditolak hipotesis merujuk pada hasil analisis regresi linear berganda. Hipotesis di terima jika: Hasil dari uji Fh Ou Ft 0,05 . Hasil dari uji th Ou tt 0,05 Hipotesis ditolak jika : Hasil dari uji Fh O Ft 0,05 . Hasil dari uji th O tt 0,05 Uji F Uji F digunakan untuk menguji hipotesis nol bahwa koefisien determinasi majemuk dalam populasi, , sama dengan nol. Uji signifikan meliputi pengujian signifikasi persamaan regresi secara keseluruhan serta koefisien regresi persial spesifik. Uji keseluruhan dapat dilakukan dengan menggunakan statistik F. R2 / k A R2 ) /. A k A. Uji t Uji t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel independen (Ghozali. Mencari t hitung: Rumus: t A R nA2 t A R2 Keterangan: : Koefisien Korelasi : Koefisien Determinasi : Banyaknya sampel Dengan asumsi . Ho : diterima bila sig. > = 0,05 Ho : ditolak bila sig. O = 0,05 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dari 100 konsumen yang dijadikan responden diperoleh karakteristik responden sebagai berikut : Sebanyak 30 responden atau 30% responden adalah berjenis kelamin laki-laki dan 70 responden atau 70% responden berjenis kelamin perempuan. Dilihat dari umur responden dapat diketahui bahwa 12 responden atau 24% responden berumur 1823 tahun, 13 responden atau 20% responden berumur 24-29 tahun, 15 responden atau 30% responden berumur 30-35 tahun, 6 responden atau 12% responden berumur 36-40 tahun dan 4 responden atau 8% responden berumur 41-48 tahun. Uji F Model Summary Model ,615 Adjusted Std. Error Square R Square of the R Square Estimate Change Change ,378 ,345 ,58759 Change Statistics ,378 11,447 Durbin- Sig. Watson Change ,000 1,817 Predictors: (Constan. Brand Loyalty. Brand Association. Promosi. Brand Awerness. Perceived Quality Dependent Variable: Kep. Membeli Dari data diatas terlihat bahwa nilai F hitung sebesar 11,447 sedangkan cara mencari F tabel menggunakan rumus : F tabel : =kAe1 =nAekAe1 Dimana : = Jumlah variabel ( bebas terkait ) = Jumlah observasi / sampel bentuk Maka : = 6Ae 1 = 5 = 100 Ae 6 Ae 1 = 93 . = 2,31 Maka diketahui dari F tabel diatas 2,31 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Berarti hal ini menunjukan Fhitung = 11,447 > F tabel = 2,31 dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat dijelaskan bahwa secara serentak variabel bebas yang terdiri dari promosi, brand Association, dan brand loyalty mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan membeli dengan demikian hipotesis pertama Uji t Untuk menghitung t tabel menggunakan t tabel = . /2 . n Ae k Ae . t tabel = . ,05/2 . 100 Ae 6 Ae 1 ) t tabel = . ,025 . t tabel = 1,98580 Coefficients Model Unstanda rdized Coefficients Standardized Sig. Correlations Collinearity Coefficients Std. Error Statistics Beta Zero- Parti al Part Tolerance VIF (Constan. 1,735 ,437 3,97 3 ,0 00 Promosi ,027 ,070 Brand Awerness ,099 ,066 Perceived Quality ,315 ,075 ,033 ,39 3 ,6 95 ,058 ,040 ,032 ,915 1,093 ,133 1,48 5 ,1 41 ,263 ,151 ,121 ,822 1,216 ,394 4,19 7 ,0 00 ,533 ,397 ,341 ,750 Brand Association -,064 1,334 ,063 -,086 -1,01 3 ,3 14 -,060 -,104 -,082 ,908 Brand Loyalty ,168 1,101 ,064 ,258 2,61 8 ,0 10 ,489 ,261 ,213 ,681 1,469 Dependent Variable: Kep. Membeli Hasil uji t menunjukan bahwa variabel promosi (X. memiliki t hitung sebesar 0,393 < dari t tabel sebesar 1,98580 dengan tingkat signifikan sebesar 0,695 > 0,05 yang berarti variabel produk (X. berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan membeli shampoo merek pantene dan dapat diketahui hubungan (X. keputusan membeli (Y) adalah sebesar 0,040. Variabel brand awerness (X. memiliki t hitung sebesar 1,485 < dari t tabel sebesar 1,98580 dengan tingkat signifikan sebesar 0,141 > 0,05 yang (X. , berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan membeli shampoo merek pantene dan dapat diketahui hubungan variabel brand awerness (X. terhadap keputusan membeli adalah sebesar 0,151. Variabel perceived quality (X. memiliki t hitung sebesar 4,197 > dari t tabel sebesar 1,98580 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti variabel perceived quality (X. keputusan membeli shampoo merek pantene dan dapat diketahui hubungan variabel perceived quality (X. terhadap keputusan membeli adalah sebesar 0,397. Variabel brand association (X. memiliki t hitung sebesar -1,013 < dari t tabel sebesar 1,98580 dengan tingkat signifikan sebesar 0,314 > 0,05 yang berarti variabel brand association (X. berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan membeli shampoo merek pantene dan dapat diketahui hubungan variabel brand association (X. terhadap keputusan konsumen membeli adalah sebesar -0,104. Variabel brand loyalty (X. memiliki t hitung sebesar 2,618 > dari t tabel sebesar 1,98580 dengan tingkat signifikan sebesar 0,010 > 0,05 yang berarti variabel brand loyalty (X. berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan membeli shampoo merek pantene dan dapat diketahui hubungan variabel brand loyalty (X. terhadap keputusan membeli adalah sebesar 0,261. Berdasarkan hasil perhitungan seperti terlihat pada tabel 5. 3 di atas maka menghasilkan persamaan sebagai berikut : Y = 1,735 0,027 X1 0,099 X2 0,315 X3 - 0,064 X4 0,168 X5 e KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan ditarik kesimpulan sebagai berikut : Variabel promosi, brand awerness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli shampo merek pantene di Samarinda. Promosi, brand awerness, dan brand association berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap keputusan membeli artinya dari variable tersebut kurang meyakinkan konsumen untuk membeli. Perceived quality . ersepsi kualita. berperan utama terhadap keputusan membeli shampo merek pantene di Samarinda. Brand quality dan Perceived quality keputusan membeli sampo pantene di Samarida . Brand Association tidak berpengaruh signifikan dengan nilai beta -0,086 dan nilai signifikan sebesar 0,314 Saran Variabel promosi, brand awerness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty harus terus diperhatikan, dan terus ditingkatkan lagi strategi pemasaran yang dilakukan agar dimasa depan jumlah pelanggan dapat terus meningkat untuk membeli shampo merek pantene di Samarinda. Terus meningkatkan strategi promosi agar shampo merek pantene menjadi top of mind dengan mengenalkan produk secara berulang, pada strategi brand perusahaan harus terus melakukan internet marketing dan experential marketing dengan baik agar minat keputusan membeli konsumen semakin meningkat, dan pada brand associantion agar terus ditingkatkan. Perusahaan harus terus menjaga persepsi kualitas . erceived qualit. agar penggunaan shampo merek pantene di Samarinda. Perusahaan harus terus mempertahankan Brand quality dan Perceived quality. Strategi brand associantion agar terus ditingkatkan, terutama event Ae event yang akan dibuat agar minat konsumen untuk membeli semakin meningkat. konsumen cenderung mengingat shampo merek pantene. DAFTAR PUSTAKA