https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Digitalisasi Tulisan Adat: Pengembangan E-Book Berbasis Teknologi untuk Pelestarian Budaya Lokal di Nagari Lasi Ulya Ilhami Arsyah1*. Yori Adi Atma2. Yulia Jihan SY3. Mutiana Pratiwi4. Rahmi Putri Kurnia5. Rahmatul Husna Arsyah6 1Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Teknologi Informasi. Politeknik Negeri Padang 2Manajemen Informatika. Teknologi Informasi. Politeknik Negeri Padang Teknik Komputer. Teknologi Informasi. Politeknik Negeri Padang 4Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang 5 Sistem Informasi. Teknologi Informasi. Politeknik Negeri Padang 6Pendidikan Teknologi Informatika. Fakultas Ilmu Keguruan dan Informatika. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang 1*ulya@pnp. Abstract The community service team from Politeknik Negeri Padang collaborated with the Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi in Nagari Lasi. Canduang District. Agam Regency, to implement a cultural preservation program through the digitization of customary writings. This activity transformed customary writings that were previously in print form into interactive e-books, combining tradition and modern technology so that cultural heritage can be accessed more easily and attractively. A total of 15 traditional documents were successfully digitized in this program as a concrete step towards preserving and documenting local culture. In addition, a socialization training was held, attended by 20 participants, consisting of the head of KAN Nagari Lasi and traditional officials, to increase understanding and skills in utilizing digital technology to maintain cultural sustainability. This initiative emphasizes the importance of innovation in maintaining local cultural identity while responding to the challenges of the digital age. Thus, this program is expected to become an adaptive model of cultural preservation that can inspire other nagari in West Sumatra to undertake similar digital transformations. Through this approach, traditional values are not only preserved but also strengthen the competitiveness and existence of the community's culture in the era of globalization. Keywords: Optimization. Traditional writing. Digital Transformation. E-Book. Digital Technology Abstrak Tim pengabdian Politeknik Negeri Padang bekerja sama dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi di Nagari Lasi. Kecamatan Canduang. Kabupaten Agam, melaksanakan program pelestarian budaya melalui digitalisasi tulisan adat. Aktivitas ini mengubah karya tulis adat yang sebelumnya berbentuk cetak menjadi e-book interaktif, memadukan tradisi dan teknologi modern agar warisan budaya dapat diakses dengan lebih mudah dan menarik. Sebanyak 15 dokumen adat berhasil didigitalisasikan dalam program ini sebagai langkah konkret pelestarian dan dokumentasi budaya lokal. Selain itu, dilaksanakan pula pelatihan sosialisasi yang diikuti oleh 20 orang peserta, terdiri dari ketua KAN Nagari Lasi dan perangkat adat, guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan budaya. Inisiatif ini menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus merespons tantangan era digital. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang adaptif dan dapat menginspirasi nagari-nagari lain di Sumatera Submitted : 09-09-2025 | Reviewed : 29-09-2025 | Accepted : 30-09-2025 Ulya Ilhami Arsyah1*. Yori Adi Atma2. Yulia Jihan SY3. Mutiana Pratiwi4. Rahmi Putri Kurnia5. Rahmatul Husna Arsyah6 Jurnal Pustaka Mitra Vol. 5 No. 317 Ae 323 Barat untuk melakukan transformasi digital serupa. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai adat tidak hanya terjaga keberlanjutannya, tetapi juga mampu memperkuat daya saing dan eksistensi budaya masyarakat di era globalisasi. Kata kunci: Optimalisasi. Tulisan Adat. Tulisan Adat. E-Book. Teknologi Digital A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Pendahuluan Nagari Lasi. Kecamatan Canduang. Kabupaten Agam, merupakan salah satu nagari di Sumatera Barat yang kaya akan warisan budaya, khususnya dalam bentuk tulisan adat. Tulisan adat tidak hanya menjadi dokumen tekstual, tetapi juga memuat nilai historis, filosofis, dan normatif yang berfungsi masyarakat. Keberadaan tulisan adat ini merupakan bukti nyata bagaimana masyarakat Nagari Lasi menjaga identitas dan sejarah mereka melalui media tertulis yang diwariskan lintas generasi. Perkembangan teknologi digital yang pesat, diiringi dengan perubahan sosial dan pola konsumsi informasi generasi muda, menghadirkan tantangan serius bagi keberlanjutan tulisan adat. Generasi saat ini lebih terbiasa dengan media digital ketimbang dokumen cetak, sehingga minat mereka terhadap teks adat tradisional semakin menurun. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa tradisi tersebut dapat terpinggirkan jika tidak segera dilakukan langkah pelestarian yang adaptif. Minimnya akses terhadap dokumen cetak serta rendahnya daya tarik visual menjadi faktor yang memperbesar risiko hilangnya nilai-nilai kultural. Dokumen adat dalam bentuk fisik juga rentan terhadap kerusakan dan keterbatasan distribusi. Fenomena ini menegaskan perlunya inovasi agar warisan budaya tetap relevan di tengah arus modernisasi. Salah satu solusi potensial adalah transformasi tulisan adat ke dalam format digital yang lebih interaktif dan mudah diakses. Untuk menjawab tantangan tersebut. Tim Pengabdian Politeknik Negeri Padang bekerja sama dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi melaksanakan program digitalisasi tulisan adat. Program ini menggabungkan tradisi dengan teknologi modern melalui konversi karya tulis cetak ke dalam bentuk ebook interaktif. Sebanyak 15 dokumen adat berhasil didigitalisasikan dalam program ini, dengan tujuan memperluas aksesibilitas sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya. Selain digitalisasi, program ini juga menyelenggarakan pelatihan sosialisasi yang diikuti oleh 20 orang peserta, terdiri dari ketua KAN Nagari Lasi dan perangkat adat. Kegiatan ini merupakan bentuk capacity building agar masyarakat adat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga aktor aktif dalam pelestarian budaya. Meskipun banyak penelitian membahas digitalisasi budaya, sebagian besar studi masih menekankan aspek teknis semata, seperti alih media atau preservasi arsip. Hanya sedikit kajian yang mengintegrasikan aspek partisipasi masyarakat adat dalam proses transformasi digital. Gap ini menunjukkan perlunya model pelestarian budaya yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengedepankan keterlibatan sosial dan pemberdayaan komunitas lokal. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi warisan budaya dapat memperpanjang usia dokumen, memperluas jangkauan akses, dan meningkatkan kesadaran generasi muda bahkan menegaskan bahwa inovasi digital mampu memperkuat identitas lokal serta meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap Berdasarkan landasan ini, digitalisasi tulisan adat di Nagari Lasi dapat dipandang sebagai strategi efektif untuk menghadapi tantangan Tujuan kegiatan ini untuk mendeskripsikan implementasi program digitalisasi tulisan adat di Nagari Lasi sebagai model pelestarian budaya yang Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk . menguraikan proses transformasi dokumen cetak menjadi e-book interaktif, . mengevaluasi peran pelatihan dalam meningkatkan literasi digital masyarakat adat, dan . mengidentifikasi dampak sosial dari program ini terhadap kesadaran kolektif pelestarian budaya. Artikel ini memberikan kontribusi akademik melalui pengembangan model pelestarian budaya berbasis teknologi yang melibatkan partisipasi masyarakat Selain itu, hasil kajian ini dapat menjadi referensi praktis bagi nagari-nagari lain di Sumatera Barat maupun daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Dengan memadukan tradisi dan inovasi, model ini juga memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai adat. Penelitian ini Submitted : 09-09-2025 | Reviewed : 29-09-2025 | Accepted : 30-09-2025 Ulya Ilhami Arsyah1*. Yori Adi Atma2. Yulia Jihan SY3. Mutiana Pratiwi4. Rahmi Putri Kurnia5. Rahmatul Husna Arsyah6 Jurnal Pustaka Mitra Vol. 5 No. 317 Ae 323 diharapkan dapat memperkaya literatur tentang digitalisasi budaya lokal sekaligus menghadirkan praktik baik . est practic. dalam pengabdian Secara praktis, program ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas adat lain untuk melakukan transformasi digital dalam menjaga warisan budayanya. Secara akademis, artikel ini memperkuat diskursus mengenai pentingnya integrasi teknologi dan partisipasi komunitas dalam pelestarian budaya di era globalisasi. Kajian Literatur & Teknologi Metode Pengabdian Masyarakat Tahap ini merumuskan arah penelitian/pengabdian. Tujuannya adalah mendigitalisasikan tulisan adat agar lebih mudah diakses, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan menjaga keberlanjutan Sasarannya adalah dokumen adat . bjek buday. serta masyarakat adat . ktor utam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki beberapa langkah yang terdapat pada Gambar 1. Setelah masalah teridentifikasi, dilakukan studi literatur untuk mencari teori, penelitian sebelumnya, dan pendekatan teknologi yang relevan. Kajian ini membantu memperkuat landasan akademik sekaligus memilih metode digitalisasi yang tepat. Contohnya, merujuk pada literatur yang menekankan digitalisasi sebagai strategi efektif pelestarian budaya. Tujuan & Sasaran Perancangan Metodologi Metodologi disusun sebagai pedoman teknis Tahapan yang ditentukan meliputi digitalisasi dokumen adat, penyusunan e-book interaktif, serta pelatihan untuk tokoh adat. Dengan perancangan yang jelas, program dapat dilaksanakan secara terarah dan sistematis. Pengumpulan & Digitalisasi Data Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dokumen adat fisik . yang kemudian didigitalisasikan ke format elektronik. Proses digitalisasi mencakup scanning, penyusunan ulang teks, serta integrasi elemen interaktif agar lebih menarik. Pengolahan & Analisis Data hasil digitalisasi kemudian diolah agar layak menjadi e-book interaktif. Analisis dilakukan untuk memastikan kualitas isi, keterbacaan, serta kesesuaian dengan kaidah budaya lokal. Tahap ini juga mengevaluasi potensi pemanfaatan dokumen digital bagi masyarakat. Validasi & Ulasan Komunitas Hasil digitalisasi tidak langsung disebarluaskan, tetapi terlebih dahulu divalidasi bersama tokoh adat dan KAN Nagari Lasi. Validasi penting untuk memastikan isi e-book sesuai dengan nilai adat, tidak menyalahi norma, dan dapat diterima komunitas. Gambar 1. Alur Bagan Kegiatan Pengabdian Optimalisasi Tulisan Adat Identifikasi Kebutuhan & Konteks Tahap awal ini berfokus pada pemetaan kondisi lapangan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan konteks budaya yang ingin dilestarikan. Misalnya, di Nagari Lasi dilakukan observasi dan wawancara dengan tokoh adat untuk mengidentifikasi masalah keterbatasan akses terhadap dokumen cetak tulisan adat serta tantangan generasi muda dalam mengapresiasi budaya. Diseminasi & Pemanfaatan E-book disosialisasikan melalui pelatihan kepada 20 peserta . etua KAN dan perangkat ada. Diseminasi ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan hasil digitalisasi, sekaligus memperkuat literasi digital dalam pelestarian budaya. Evaluasi & Tindak Lanjut Tahap terakhir adalah mengevaluasi efektivitas program, baik dari sisi keberhasilan digitalisasi Submitted : 09-09-2025 | Reviewed : 29-09-2025 | Accepted : 30-09-2025 Ulya Ilhami Arsyah1*. Yori Adi Atma2. Yulia Jihan SY3. Mutiana Pratiwi4. Rahmi Putri Kurnia5. Rahmatul Husna Arsyah6 Jurnal Pustaka Mitra Vol. 5 No. 317 Ae 323 maupun peningkatan kesadaran masyarakat. Evaluasi juga melahirkan rekomendasi tindak lanjut, misalnya memperluas digitalisasi ke dokumen adat lainnya atau mengembangkan aplikasi berbasis mobile. Hasil dan Pembahasan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Nagari Lasi. Kecamatan Canduang. Kabupaten Agam, dengan subjek pengabdian adalah masyarakat Nagari Lasi yang difasilitasi melalui kemitraan dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi sebagai lembaga adat yang memiliki peran strategis dalam nilai-nilai Keterlibatan aktif komunitas menjadi fondasi utama dalam seluruh proses, sehingga pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dan kolaboratif. Proses perencanaan aksi dimulai dengan identifikasi kondisi dan potensi budaya di Nagari Lasi serta koordinasi dengan KAN Lasi untuk menyusun strategi yang tepat. Musyawarah dan diskusi bersama tokoh adat dan anggota komunitas digelar guna menyepakati peran serta tanggung jawab masingmasing pihak dalam mendukung proses digitalisasi tulisan adat. Pendekatan riset yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, yang bertujuan menangkap kebutuhan, harapan, dan tantangan di lapangan secara Tahapan pelaksanaan meliputi pemetaan komunitas dan lokasi, pengorganisasian peran masyarakat, pengumpulan dan analisis data budaya, proses digitalisasi tulisan adat, pengembangan e-book interaktif, hingga evaluasi dan uji coba produk Selanjutnya, penyebarluasan hasil beserta pelatihan pemanfaatan digital bagi masyarakat untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan budaya berbasis Seluruh proses dijalankan dengan prinsip keterlibatan komunitas sebagai mitra sejajar demi memastikan relevansi dan efektivitas program pengabdian ini. Gambar 2. Data tulisan Adat Nagari Lasi Digitalisasi Dokumen Adat Dokumen fisik discan dalam format PDF berkualitas tinggi, kemudian dilakukan proses dokumentasi digital yang divisualkan yang dapat diakses di web Gambar 3. Data Tulisan Adat di Web kan lasi Arsip digital disusun dalam struktur folder yang terstandar . erdasarkan kategori: pasambahan, prosesi, atura. Pelaksanaan kegiatan pengabdian di Kerapatan Adat Nagari Lasi berfokus pada digitalisasi tulisan adat yang selama ini hanya tersimpan dalam bentuk dokumen fisik . askah tulisan tangan dan ketikan Beberapa tahapan hasil yang dicapai adalah: Inventarisasi dan Dokumentasi Gambar 4. Data Tulisan Adat di Web kan lasi Tim pengabdian berhasil menghimpun sejumlah dokumen adat yang meliputi pasambahan, catatan prosesi adat, dan aturan kerapatan. Terdapat sekitar 20 dokumen utama yang menjadi prioritas untuk Submitted : 09-09-2025 | Reviewed : 29-09-2025 | Accepted : 30-09-2025 Ulya Ilhami Arsyah1*. Yori Adi Atma2. Yulia Jihan SY3. Mutiana Pratiwi4. Rahmi Putri Kurnia5. Rahmatul Husna Arsyah6 Jurnal Pustaka Mitra Vol. 5 No. 317 Ae 323 Pelatihan Pengelolaan Arsip Digital Gambar 7. Presentase peserta yang dapat memahami dan mempraktikkan digitalisasi tulisan adat Gambar 5. Bersama Ketua KAN Lasi. Bundo Kanduang dan Pengurus KAN Lasi Gambar 6. Tulisan Adat KAN Lasi dalam Bentuk E-Book Berdasarkan hasil pengamatan, kemampuan para peserta pelatihan dalam memahami proses digitalisasi tulisan adat dan pengembangan e-book interaktif dapat diperoleh data pada gambar 7. Pada data chart pie tersebut dapat dilihat bahwa presentase peserta pelatihan yang terdiri dari ketua KAN dan perangkat adat Nagari Lasi yang berhasil memahami dan menyelesaikan tahapan digitalisasi dokumen adat sebesar 83%, sedangkan peserta yang masih mengalami kendala atau belum sepenuhnya tuntas dalam proses tersebut sebesar 17%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk pelatihan dan workshop digitalisasi tulisan adat berbasis e-book ini telah terlaksana dengan baik dan berjalan lancar. Respon dari para peserta sangat positif, karena mereka merasa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkesinambungan untuk memperkuat kapasitas masyarakat adat dalam menjaga warisan Selain itu, mitra juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pelatihan lain yang relevan, sehingga keberlanjutan program pelestarian budaya melalui teknologi dapat terus terjaga. Pelatihan digitalisasi tulisan adat ini dilakukan di Nagari Lasi. Kecamatan Canduang. Kabupaten Agam, pada tanggal yang telah disepakati bersama, dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari ketua KAN dan perangkat adat sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga eksistensi dan keberlanjutan warisan budaya lokal. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa digitalisasi tulisan adat memiliki manfaat penting dalam pelestarian budaya dan efisiensi pengelolaan Sebelum adanya program ini, dokumen adat rentan rusak, hilang, atau sulit diakses ketika dibutuhkan dalam kegiatan kerapatan. Dengan digitalisasi, dokumen dapat dicari lebih cepat dan dibagikan dengan mudah tanpa merusak naskah asli. Temuan ini sejalan dengan teori preservasi digital yang menyatakan bahwa arsip budaya lokal perlu dialihkan ke format digital untuk menjaga keberlanjutan nilai pengetahuan (Lavoie, 2. Selain itu, pengabdian sejenis di Nagari Pariangan (Fitriani, 2. juga membuktikan bahwa digitalisasi arsip adat mempermudah generasi muda untuk mengenal kembali aturan dan prosesi adat di Namun demikian, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan perangkat keras di pihak Kerapatan Adat serta keterampilan awal yang rendah dalam penggunaan teknologi digital. Hal ini menunjukkan perlunya program pendampingan berkelanjutan. Submitted : 09-09-2025 | Reviewed : 29-09-2025 | Accepted : 30-09-2025 Ulya Ilhami Arsyah1*. Yori Adi Atma2. Yulia Jihan SY3. Mutiana Pratiwi4. Rahmi Putri Kurnia5. Rahmatul Husna Arsyah6 Jurnal Pustaka Mitra Vol. 5 No. 317 Ae 323 termasuk penyediaan backup data di cloud dan penyusunan SOP penggunaan arsip digital agar pengetahuan adat tetap terjaga lintas generasi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini bukan hanya menghasilkan arsip digital, tetapi juga transformasi digital dalam melestarikan warisan budaya lokal, serta membuka peluang penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan sistem informasi adat berbasis web atau aplikasi mobile. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat berupa digitalisasi tulisan adat di Kerapatan Adat Nagari Lasi berhasil memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian warisan budaya lokal. Melalui proses inventarisasi, digitalisasi dokumen, serta pelatihan pengelolaan arsip digital, dokumen adat yang sebelumnya hanya berbentuk fisik kini dapat diakses, disimpan, dan dibagikan dengan lebih mudah serta aman. Temuan utama menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen adat, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat adat terhadap pentingnya transformasi digital sebagai upaya menjaga kelestarian identitas budaya. Capaian kegiatan meliputi digitalisasi 15 dokumen adat ke dalam format e-book interaktif serta keterlibatan 20 orang peserta yang terdiri dari ketua KAN dan perangkat adat dalam pelatihan literasi digital. Keterlibatan aktif peserta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk pelestarian budaya. Dengan adanya arsip digital, risiko kehilangan dokumen akibat kerusakan fisik dapat diminimalisir, sekaligus membuka peluang pemanfaatan dokumen adat untuk pendidikan, penelitian, serta regenerasi pengetahuan adat bagi generasi muda. Sebagai tindak lanjut, disarankan adanya pengembangan program lanjutan berupa perluasan digitalisasi terhadap dokumen adat lainnya, integrasi sistem database berbasis cloud untuk memperkuat keamanan arsip, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan Selain itu, pelatihan lanjutan perlu dirancang secara periodik agar literasi digital masyarakat adat semakin meningkat dan warisan budaya tetap terjaga di tengah arus globalisasi. Ucapan Terimakasih