PENGARUH BUDAYA SAFETY DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP RISIKO TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULELENG Gusti Putu Eka Kusuma1. Kadek Desi Ariani2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja Jln. Yudistira No. Kendra. Kec. Buleleng. Bali Telp. E-mail : desiariani1800@gmail. com (Korespondin. Submit: 27 Juni 2025 Review: 28 Juni 2025 Publish: 26 Oktober 2025 Abstract: This research aims to analyze the influence of safety culture and work training on the risk of workplace accidents rate in Buleleng Regency Fire Departement. The research uses quantitative data obtained through measuring employee participation in safety prosedures and training indicators. The result of the study show that work training has a significant impact on reducing the risk of workplace accidents. which means that every increase in work training by 1 unit will recude the risk of workplace accidents by 0,373 units. Additionally, this study also identifies challenges in assessing the performance improvement of training participants and its impact on the company as a whole. Keywords: Safety Culture. Job Training. Occupational Accidents. Quantitative Data Keselamatan dan kesehatan kerja (K. merupakan aspek penting dalam dunia kerja, terutama bagi profesi yang memiliki tingkat risiko tinggi, seperti petugas pemadam Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng memiliki tugas utama dalam pencegahan kebakaran, penyelamatan korban, serta mitigasi bencana lainnya. Dalam menjalankan tugas tersebut, para petugas dihadapkan pada berbagai risiko, seperti paparan api, bahan kimia berbahaya, runtuhnya bangunan, serta kecelakaan kerja Oleh karena itu penerapan budaya safety dan pelatihan kerja menjadi faktor penting dalam mengurangi angka kecelakaan Budaya safety mencerminkan nilai, sikap, dan perilaku keselamatan yang telah Lingkungan kerja dengan budaya safety yang baik akan mendorong adanya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, serta kesadaran akan risiko yang dihadap. Program Budaya Safety merupakan aspek integral di sebagian besar tempat keselamatan pekerja saat bekerja. Tujuan dari program budaya safety adalah untuk mengidentifikasikan risiko yang dihadapi pekerja, dan untuk menentukan cara terbaik mencegah adanya kecelakaan di tempat kerja Qurbani & Selviyana, . Keselamatan kerja merupakan aspek perlindungan tenaga kerja sekaligus melindungi aset instansi yang bertujuan sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi yang aman dan sehat kepada setiap pegawai dan untuk melindungi sumber daya manusia Zuleha, . Kabupaten Buleleng, wilayah dan pertumbuhan infrastruktur yang pesat menuntut kesiapan lebih dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran dan bencana lainnya. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja yang berkesinambungan. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, seperti teknik pemadaman kebakaran, penggunaan peralatan modern serta prosedur evakuasi. Selain itu, regulasi terkait standar operasional pemadaman kebakaran terus berkembang, baik di tingkat nasional Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan yang Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng (Gusti Putu Eka Kusuma. Kadek Desi Arian. mengharuskan tenaga pemadam kebakaran memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar keselamatan dan pelayan publik. Berikut beberapa yang menjadi tugas bagi pegawai pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. Menurut Sutrisno, . pelatihan adalah sebuah proses untuk meningkatkan kompetensi karyawan dan sebagai sarana ampun mengatasi bisnis masa depan yang penuh dengan tantangan dan mengalami perubahan yang sedemikian cepat. Untuk meningkatkan kinerja karyawan prestasi kerja yang baik, tidak hanya dilakukan melalui cara penarikan tenaga kerja yang kompeten tetapi juga didukung usaha yang lain, salah satunta melalui pelatiha tenaga Berbagai usaha untuk meningkatkan keteampilan, pengetahuan karyawan para pemimpin perusahaan telah menyadari berhasil atau tidaknya tujuan perusahaan tergantung pada unsur karyawannya. Anggreni . Pelatihan berpengaruh pelatihan di persepsikan baik oleh pelanggan/konsumen atau masyarakat akan meningkatkan kualitas. Menurut Fahrozi . pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas SDM memajukan Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Pelatihan membantu meningkatkan moral karyawan dengan mengembangkan sikap positif, kepuasan kerja, dan pembelajaran yang ditingkatkan. Itu membuat mereka setia pada organisasi saat mereka mengembangkan rasa Pelatihan mengembangkan karyawan yang bermotivasi baik yang mandiri, mereka tidak membutuhkan Karyawan menghindari kesalahan dan kecelakaan kerja karena mereka dapat menangani pekerjaan dengan percaya diri dan menerapkan metode kerja yang tepat. Sebagian besar organisai menyadari menginvestasikan upaya dan sumber daya pengembangan karyawan. Karim & Islam, . Dari uraian tabel diatas terdapat kecelakaan kerja yang terjadi dari tahun 2023 ke 2024 terdapat kenaikan angka kecelakaan kerja, hal ini mengindikasikan bahwa program budaya safety dan pelatihan kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tiga belas kecelakaan kerja yang melibatkan perjalanan menuju lokasi kebakaran akan terjadi pada tahun 2023. Tujuh orang mengalami luka ringan, termasuk goresan dan memar di wajah dan tangan. Lutut terkilir dan luka di dada termasuk di antara cedera sedang yang diderita oleh dua pasien. Ada satu insiden besar yang melibatkan gigitan ular di kaki kiri ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng (Gusti Putu Eka Kusuma. Kadek Desi Arian. petugas ketika melaksanakan tugas pada Budaya Safety . eselamatan kerj. bukan hanya sekedar prosedur di atas kertas, tetapi harus menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama, mulai dari level individu hingga institusi. Peningkatan jumlah kasus kebakaran di tahun-tahun terakhir, seperti tahun 2023 dan 2024, menjadi sinyal bahwa masih banyak celah dalam sistem keselamatan, baik dari sisi Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yulita dan Suhardjito . , budaya safety dan pelatihan kerja yang diterapkan secara konsisten mampu meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya prosedur keselamatan kerja, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya angka kecelakaan kerja. Namun dari penelitian yang dilakukan oleh Hidayat dan Sutalaksana . mengungkapkan bahwa meskipun budaya safety dan pelatihan kerja telah dibangun dan sosialisasikan dengan baik, masih terdapat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kelelahan, tekanan kerja yang tinggi, serta kurangnya kepatuhan individu terhadap prosedur keselamatan. Menurut Wijayanti . juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus, budaya safety dan pelatihan kerja hanya menjadi formalitas administrasi yang tidak benar-benar diterapkan secara menyeluruh oleh seluruh tingkat organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara budaya safety, pelatihan kerja, dan resiko tingkat kecelakaan kerja bersifat rumit dan dapat berbeda-beda tergantung pada konteks organisasi dan lokasi. METODE Penelitian ini dilakukan di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng yang berjumlah 175 orang karyawan. Dalam penelitian ini teknik Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sehingga jumlah sampel yang akan di teliti sebanyak 122 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner dan HASIL Berdasarkan Tabel 5. 1 di atas memberikan gambaran bahwa pada penyebaran kuisioner sebanyak 122 responden diperoleh bahwa kuisioner yang layak digunakan adalah 122 kuisioner yang layak pakai dan selanjutnya dapat dipakai untuk pengujian lebih lanjut. Berdasarkan Tabel 5. 2 seluruh pernyataan pada variabel Budaya Safety. Pelatihan Kerja, dan Risiko Tingkat Kecelakaan memiliki nilai korelasi . yang lebih besar dari r-tabel dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Ini ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng (Gusti Putu Eka Kusuma. Kadek Desi Arian. menunjukkan bahwa semua item kuesioner dinyatakan valid dan layak digunakan dalam Berdasarkan Tabel 5. 3, seluruh instrumen pada variabel Budaya safety. Pelatihan Kerja dan Risiko Tingkat Kecelakaan memiliki nilai CronbachAos Alpha diatas 0,60. Karena nilai tersebur melebihi batas minimum,maka seluruh instrumen dinyatakan reliabel dan kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dianggap Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 5. 4, diperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,083. Uji ini menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov dengan tujuan untuk mengetahui apakah data residual berdistribusi normal. Kriteria pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut dinyatakan normal. Karena nilai signifikasi yang diperoleh lebih besar dari 0,05 maka hasil uji data ini dapat dinyatakan berdistribusi normal. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Berdasarkan Tabel 5. 5 diperoleh nilai tolerance sebesar 0,361 dan nilai VIF sebesar 2,770 untuk variabel Budaya Safety dan Pelatihan Kerja. Karena nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari10, maka dapat disimpulkan bahwa dalam Berdasarkan heteroskedastisitas diatas terlihat bahwa titik-titik pada grafik scatterplot menyebar secara acak dan tidak membentuk pola Hal ini menunjukkan bahwa model heterokedastisitas, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa varians residual bersifat konstan dan model regresi memenuhi asumsi klasik heterokedastisitas. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda diatas diperoleh variabel Budaya Safety memiliki nilai koefisien sebesar 0,269 dengan nilai signifikasi 0,000, dan variabel Pelatihan Kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,373 dengan signifikasi 0,000. Karena nilai signifikasi kedua variabel < 0,05 maka Budaya Safety dan Pelatihan Kerja berpengaruh secara Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng (Gusti Putu Eka Kusuma. Kadek Desi Arian. Berdasarkan hasil uji simultan . ji Ae . diatas diperoleh nilai F hitung sebesar 109,466 dengan nilai signifikasi 0,000, karena nilai signifikasi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Budaya Safety dan Pelatihan Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hasil uji determinasi diatas diperoleh nilai R Squere sebesar 0,648 yang menunjukkan bahwa sebesar 64,8% variabel Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja dapat dijelaskan oleh variabel Budaya Safety dan Pelatihan Kerja. Sementara sisanya sebesar 35,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Nilai adjusted R Squere sebesar 0,642 juga mengindikasikan bahwa model regresi yang digunakan sudah cukup baik dan relevan dalam menjelaskan hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil uji parsial . diatas diperoleh nilai signifikasi variabel Budaya Safety sebesar 0,000 dengan nilai t hitung sebesar 4,154. Hal ini menunjukkan bahwa Budaya Safety berpengaruh secara Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja, karena nilai signifikasi < 0,0. Selanjutnya, variabel Pelatihan Kerja juga menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 dan t hitung sebesar 5,212, yang berarti Pelatihan Kerja secara parsial berpengaruh Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja. PEMBAHASAN Pengaruh Budaya Safety terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja Berdasarkan hasil uji t, variabel Budaya Safety memiliki niali t= 4,154 dan signifikasi = 0,000< 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 0,269 menunjukkan bahwas setiap peningkatan budaya safety sebesar 1 satuan akan menurunkan risiko kecelakaan kerja sebesar 0,269 satuan. Dengan demikian, budaya safety berpengaruh signifikan dan positif terhadap penurunan risiko kecelakaan kerja. Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja Hasil Uji t menunjukkan variabel Pelatihan Kerja memiliki nilai t= 5,212 dan signifikasi = 0,000 < 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 0,373 manandakan bahwa setiap peningkatan pelatihan kerja sebesar 1 satuan akan menurunkan risiko kecelakaan kerja sebesar 0,373 satuan. Maka pelatihan kerja juga berpengaruh signifikan dan positif dalam menurunkan risiko kecelakaan Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung = 109,466 dengan signifikasi = 0,000 < 0,05 yang berarti budaya safety dan pelatihan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap risiko tingkat kecelakaan kerja. SIMPULAN Berdasarkan Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng (Gusti Putu Eka Kusuma. Kadek Desi Arian. hipotesisi, dan analisis data melalui bantuan SPSS mengenai Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng, maka dapat Budaya safety berpengaruh positif terhadap risiko tingkat kecelakaan kerja. Artinya, semakin baik budaya safety yang diterapkan maka semakin rendah tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. Pelatihan kerja berpengaruh positif terhadap risiko tingkat kecelakaan kerja, ini berarti pelatihan yang diberikan secara tepat dan rutin dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja secara efektif. Budaya safety dan pelatihan kerja secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap risiko tingkat kecelakaan kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng. DAFTAR RUJUKAN Alfons Willyam Sepang Tjakra. Ch Langi. , & O Walangitan. Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. Pada Proyek Pembangunan Ruko Orlens Fashion Manado. Jurnal Sipil Statik, 1. , 282Ae288. Amri. Hubungan Antara Faktor Penghambat Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK. Dengan Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Fakultas Ilmu Kesehatan : Universitas Jember. Anggereni. Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Lembaga Perkreditan Desa (Lp. Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 10. , 606. https://doi. org/10. 23887/jjpe. Asamani. Promote Safety Culture and Enhance Safety Performance through Safety Behaviour. European Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Journal Business Management Research, 5. , 1-11. Christina. Djakfar. L & Thoyib. Pengaruh Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. Terhadap Kinerja Proyek Konstruksi. Jurnal Imliah Rekayasa Sipil, 6. Damanik. Pengaruh Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Fakultas Ilmu Kesehatan : Universitas Sumatera Utara Ghozali . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang. Badan Penerbit: Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Handoko. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia . Yogyakarta: BPFE. ILO. Safety and Health at Work : A Vision for Sustainable Prevention. Swiss : International Labour Organization. Kania. Cesarz. Wiocek & Babilas. Analysis Of Accidents In The Context Of Work Safety Culture. Journal of Achievements in Materials and Manufacturing Engineering, 1. , 41-48. Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nursaidah. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Praktik SPSS. Yogyakarta: Pustaka Ilmu. Riduwan. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Safitri 2019. Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen Volume 1 Nomor 4 ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Budaya Safety dan Pelatihan Kerja Terhadap Risiko Tingkat Kecelakaan Kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng (Gusti Putu Eka Kusuma. Kadek Desi Arian. Juli https://w. id/art icle/8602/56/article. Diakses 20 Maret 2014. Hal. 1044 Ae 1054 Simanjuntak. , & Abdullah. Tinjauan Sistem dan Kinerja Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja Tambang Bawah Tanah CV. Tahiti Coal. Talawi. Sawahlunto. Sumatera Barat. Jurnal Bina Tambang, 3. , 1536Ae1545. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Edisi kedua puluh tiga. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif . Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sutrisno. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Kencana Prenadamedia Grup. Syahputri. Della Fallenia. , & Syafitri. Kerangka Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 2. , 1601. https://jurnal. id/index. arbiyah/article/view/25/20 (Diakses tanggal 3 Februari 2. Transiska. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Faktor Manusia terhadap tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan pada PT. Putri Miidai Bangkinang Kabupaten Kampar. Jom Fekon Vol 2, 7. Tua G Adhytia. Bernhard Tewal, & Merlyn Karuntu . , konsep diri, pendidikan dan pelatihan, disiplin kerja terhadap prestasi kerja pegawai di kejaksaan tinggi Sulawesi utara. Jurnal EMBA Vol. No. Maret http://ejournal. id/index. p/emba/issue/view/610/showToc. Diakses 1 April 2014. Hal. Wahyuni. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Surabaya: Penerbit Zifatama. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Yuliandi. , & Ahman. Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K. Lingkungan Kerja Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K. Di Lingkungan Kerja Balai Inseminasi Buatan (Bi. Lembang, 18. , 98Ae109. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356