P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SMP DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PROSES BERDASARKAN PERBEDAAN GAYA BELAJAR ANALYSIS OF JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICAL CONCEPT UNDERSTANDING IN DIFFERENTIATED LEARNING PROCESSES BASED ON DIFFERENCES IN LEARNING STYLES Roikhatul Jannaha. Nur Fauziyahb. Syaiful Hudac a Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatera No. 101 GKB Randu Agung Gresik, jannahroikhatul496@gmail. b Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatera No. 101 GKB Randu Agung Gresik, nurfauziyah@umg. c Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatera No. 101 GKB Randu Agung Gresik, syaifulhuda@umg. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi pada proses berdasarkan perbedaan gaya belajar peserta didik serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara peserta didik yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan peserta didik yang menerapkan pembelajaran non Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII B dan VII C SMP Darul Islam Gresik. Data diperoleh dari instrumen yang berupa angket gaya belajar untuk mengelompokkan peserta didik sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki masing-masing peserta didik serta berupa tes soal pemahaman konsep matematika untuk mengetahui nilai hasil tes dari peserta didik. Nilai yang diperoleh peserta didik akan dilakukan pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T Test dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara peserta didik yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan peserta didik yang menerapkan pembelajaran non berdiferensiasi dengan Sig. -taile. lebih kecil dari ( ) sehingga Kata Kunci : pemahaman konsep matematika, pembelajaran berdiferensiasi, gaya belajar. ABSTRACT The purpose of this study was to describe students' understanding of mathematical concepts in differentiated learning in the process based on differences in students' learning styles and to find out whether there are differences between students who apply differentiated learning and students who apply non-differentiated learning. The type of research used is descriptive research with a quantitative approach. The subjects in this study were students in class VII B and VII C SMP Darul Islam Gresik. Data were obtained from instruments in the form of a learning style questionnaire to group students according to the learning style of each student and in the form of tests of understanding mathematical concepts to find out the test scores of students. The values obtained by students will be tested for hypotheses using the Independent Sample T Test with the help of SPSS. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 Based on the results of the study, it was found that there were differences in the understanding of mathematical concepts between students who applied differentiated learning and students who applied non-differentiated learning with Sig. -taile. smaller than was accepted. ) so that Keywords : understanding of mathematical consept, differentiated learning, learning styles. Pendahuluan setiap orang yang menempuh dunia Matematika merupakan ilmu yang pendidikan memiliki pemahaman akan konsep matematika. peranan sangat penting dalam berbagai Peserta didik dalam pembelajaran disiplin ilmu dan dalam memajukan daya matematika, harus memiliki pemahaman Matematika (Ginanjar, teknologi modern sehingga diperlukan (Mawaddah & Maryanti, 2. Peserta penguasaan matematika sejak usia dini didik dalam memahami suatu konsep untuk dapat menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan. Mata pelajaran memahami definisi, kaidah, teorema, matematika diberikan kepada semua penyelesaian masalah matematika, dan peserta didik sejak sekolah dasar untuk Pemahaman konsep tersebut akan menjadi bekal bagi peserta didik dalam mempelajari jenjang materi berikutnya. Konsep- Suatu materi dengan materi lainnya dalam matematika saling berhubungan, terorganisasi secara matematis, logis, dan sehingga untuk memahami suatu konsep hierarkis dari yang paling sederhana ke yang baru perlu bagi peserta didik untuk yang paling kompleks (Hoiriyah, 2. , mampu memahami konsep matematika sehingga kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik memiliki kemampuan menjalankan hidup pada keadaan yang selalu berubah dan kompetitif di masa Oleh karena itu, pentingnya matematika ini mengharuskan untuk Analisis. (Roikhatu. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 sebagai prasyarat dalam Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006 (Zevika Sebaliknya, peserta didik yang tidak et al. , 2. , indikator yang menunjukkan mempunyai pemahaman konsep terhadap suatu materi dalam matematika dapat menyatakan ulang sebuah konsep. berikutnya (Puspitasari et al. , 2. sifat-sifat objek-objek . esuai Pemahaman konsep . memberikan contoh dan understandin. merupakan kemampuan non contoh dari konsep. menyajikan dalam memahami konsep, operasi dan relasi dalam matematika (Kilpatrick et mengembangkan syarat perlu atau syarat matematika merupakan landasan berpikir cukup suatu konsep. menggunakan, secara mendasar yang harus dimiliki memanfaatkan, dan memilih prosedur peserta didik dalam belajar terkait dengan konsep-konsep matematika lebih lanjut mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Berdasarkan hal Pemahaman permasalahan-permasalahan, tersebut, sudah seharusnya pembelajaran permasalahan sehari-hari. Berdasarkan pemahaman konsep peserta didik perlu uraian tersebut, dapat dipahami bahwa Jika peserta didik memiliki pemahaman konsep matematika adalah pemahaman yang baik, maka peserta didik tersebut akan mampu memberikan memahami apa yang diajarkan, seperti jawaban yang pasti atas pertanyaan- mampu menangkap makna atau arti suatu pertanyaan atau masalah-masalah dalam Peserta penjelasan secara rinci dari pemahaman pembelajaran ternyata memiliki keunikan yang telah didapatkan, serta mampu yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Terdapat peserta didik yang mampu untuk lebih cepat dalam menangkap materi pelajaran dan ada juga sehari-hari. peserta didik yang lambat dalam proses AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 pelajaran serta memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu yang diperkirakan pendekatan yang menjelaskan mengenai bagaimana individu belajar atau cara Gaya orang untuk berkonsentrasi pada proses pembelajaran guna memenuhi kebutuhan dan penguasaan informasi yang sulit dan belajar masing-masing peserta didik. baru melalui persepsi yang berbeda (Sri Tomlinson (Tomlinson, (Suwartiningsih, 2. Oleh karena itu, masing-masing Wahyuni et al. , 2. Gaya belajar dalam bukunya yang berjudul How to merupakan cara belajar yang berbeda- Differentiate Instruction in Mixed Ability beda yang dimiliki oleh setiap peserta Classroom didik dan menjadi kunci keberhasilan kebutuhan belajar peserta didik dapat dalam pembelajaran. Gaya belajar setiap dikategorikan paling tidak berdasarkan peserta didik merupakan suatu hal yang tiga aspek. Ketiga aspek tersebut antara sangat penting untuk diketahui bagi lain: . Kesiapan belajar . seorang guru karena hal tersebut tentu saja banyak berpengaruh pada proses materi baru. Minat merupakan salah pembelajaran yang ada di kelas. Dengan satu motivator penting bagi peserta didik memahami gaya belajar peserta didik untuk dapat terlibat aktif dalam proses dan . Profil belajar adalah pendekatan yang disukai peserta dalam menjelaskan materi pembelajaran didik untuk belajar, yang dipengaruhi kepada peserta didik sesuai dengan gaya oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya. Aini Wijayanti dkk dalam latar belakang, jenis kelamin, dll. Tujuan penelitiannya menyatakan bahwa perserta didik dituntut agar dapat memahami peserta didik berdasarkan profil belajar konsep matematika disamping memiliki adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara natural dan efisien (Kusuma & Luthfah, tergantung dengan gaya belajar mereka Terdapat banyak faktor yang dapat (Wijayanti et al. , 2. berbeda-beda mempengaruhi pembelajaran seseorang Menurut Bobbi DePorter & Mike yang tergolong dalam lingkup profil Hernacki (DePorter & Mike, 2. gaya belajar, salah satunya adalah gaya belajar. belajar terbagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis tersebut ialah gaya belajar visual. Analisis. (Roikhatu. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 dan kinestetik. Ketiga jenis jeli dalam memahami gaya belajar setiap memahami dan menangkap informasi pelajaran dapat optimal. Oleh karena itu, lebih mudah menggunakan penglihatan, pendengaran, atau melakukan sendiri. Gaya belajar visual merupakan gaya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar dengan cara melihat, gaya belajar belajar peserta didik terkhususnya pada audiotori merupakan gaya belajar dengan cara mendengarkan, dan gaya belajar dengan cara bergerak. Terkadang guru permasalahan tersebut. secara tidak sengaja cenderung memilih Pembelajaran gaya belajar hanya dengan satu gaya merupakan proses atau filosofi untuk belajar saja yang diterapkan dalam pengajaran efektif dengan memberikan Padahal perlu diketahui beragam cara untuk memahami informasi bahwasanya setiap peserta didik memiliki baru untuk semua peserta didik dalam gaya belajar yang berbeda-beda. komunitas ruang kelasnya yang beraneka Berdasarkan ragam, termasuk cara untuk mendapatkan Pengenalan konten, mengolah, membangun, menalar Lingkungan Persekolahan (PLP) 2 di gagasan, dan mengembangkan poduk SMP Darul Islam Gresik, mendapati pembelajaran serta ukuran penilaian, sehingga semua siswa di dalam suatu kelas yang memiliki latar belakang kemampuan yang beragam bisa belajar menggunakan satu gaya belajar misalnya dengan efektif (Kusuma & Luthfah, audiotori atau visual saja yang diterapkan dalam perbelajaran dan diberlakukan haruslah berakar pada pemenuhan belajar pada semua peserta didik yang ada di peserta didik serta bagaimana guru dalam merespon kebutuhan belajar tersebut. membuat peserta didik masih sulit dalam Dengan demikian, guru perlu melakukan memahami konsep materi pelajaran dan identifikasi terkait dengan kebutuhan Hal Dalam hal ini guru harus AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Pembelajaran Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar peserta didik. pembelajaran berdiferensiasi pada proses Pembelajaran . ultiple peserta didik serta . untuk mengetahui matematika antara peserta didik yang process, dan product (Andini, 2. menerapkan pembelajaran berdiferensiasi mana dalam kelas diferensiasi, guru akan dengan peserta didik yang menerapkan pembelajaran non berdiferensiasi. antara lain: . Content . yaitu Metode Penelitian terkait dengan apa yang dipelajari oleh Jenis penelitian yang digunakan peserta didik. Process . yaitu terkait dengan bagaimana peserta didik deskriptif berusaha memberikan dengan membuat ide mengenai hal yan dipelajari. sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan . Product . yaitu terkait dan sifat populasi (Sohilait, 2. dengan bagaimana peserta didik akan Penelitian pemenuhan kebutuhan belajar peserta mereka pelajari. Ketiga elemen tersebut didik khususnya pada gaya belajar merupakan strategi yang dapat dilakukan peserta didik melalui salah satu dari tiga guru untuk diterapkan dalam proses Namun, dalam penelitian yakni diferensiasi proses. ini peneliti menggunakan salah satu dari Penelitian Pada tiga strategi tersebut yaitu diferensiasi digunakan dua sampel yang berbeda. Pembelajaran Kedua sampel tersebut akan diterapkan pembelajaran . yang berbeda. modifikasi serta adaptasi berdasarkan Kemudian asesmen yang dilakukan sesuai dengan pembelajaran yang berbeda, masing- gaya belajar peserta didik. Berdasarkan pemaparan di atas, . yang sama untuk memperoleh maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan antara lain: . menggunakan desain the nonequivalent untuk menganalisis pemahaman konsep posttest-only Analisis. (Roikhatu. Dengan AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 dapat diilustrasikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. berikut (Sugiyono, 2. Kriteria penilaian atau pedoman penilaian Tabel 1. The Nonequivalent PosttestOnly Control Group Kelompok Treatment yang dapat dijadikan acuan sebagai berikut. Post- Nilai skor masing-masing peserta Test Eksperimen Untuk mengetahui skor dari masing- Kontrol menggunakan rumus sebagai berikut. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VII B dan VII C di SMP Darul Islam Gresik. Dengan pemilihan Rata-rata nilai kelas subjek penelitian berdasarkan teknik Untuk mengetahui rata-rata nilai simple random sampling, yakni teknik kelas, dapat menggunakan rumus sebagai berikut. populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2. Masing- Keterangan : = Rata-rata = Jumlah nilai eksperimen yang diberikan treatment = Jumlah siswa masing kelas berjumlah 23 anak. VII berdiferensiasi, sedangkan kelas VII C adalah kelas kontrol yang diberikan treatment mengunakan pembelajaran non Dalam hal ini, instrumen yang diberikan kepada peserta didik pada kelas eksperimen yakni berupa angket gaya belajar guna mengelompokkan peserta didik ke dalam masing-masing gaya belajar, yakni visual, audiotorial, dan Penelitian ini diakhiri dengan Rata-rata hasil post-test akan dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dengan bantuan SPSS adalah Independent Sample T Test berasal dari dua variabel yang berbeda atau tidak berhubungan. Independent Sample T Test digunakan untuk menguji signifikasi beda rata-rata dua kelompok. Uji ini digunakan untuk mengambil keputusan apakah hipotesis diterima atau Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. pemberian post-test yang sama untuk AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 837 : Tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara pengujian hipotesis dengan uji dua pihak dengan taraf signifikan konsep matematika antara peserta didik berdiferensiasi dengan peserta didik yang Dasar berdasarkan taraf signifikan. Karena : Terdapat perbedaan pemahaman pembelajaran berdiferensiasi pembelajaran non berdiferensiasi. = jumlah sampel pada kelas Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2. taraf signifikan menjadi , maka Jika nilai signifikan diterima dan , maka Jika nilai signifikan ditolak dan , maka Hasil dan Pembahasan Pada perlakuan yang berbeda pada dua kelas yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Kelas VII B diberikan perlakuan khusus Keterangan: yaitu eksperimen dan kelas VII C = rata-rata hasil tes pemahaman diberikan perlakukan biasa yaitu non konsep pada kelas pembelajaran non . = rata-rata hasil tes pemahaman Pada konsep pada kelas pembelajaran non matematika peserta didik yang coba = jumlah sampel pada kelas pembelajaran non berdiferensiasi Analisis. (Roikhatu. peneliti hadirkan dengan memberikan proses peserta didik dalam menerima informasi untuk memperoleh pemahaman terkait konsep materi pelajaran. Proses AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 untuk semua peserta didik dalam komunitas ruang kelasnya yang peserta didik adalah berdiskusi terkait beraneka ragam, khususnya terhadap perbedaan gaya belajar dari masing- terdapat dalam LKPD dengan sajian dan masing peserta didik. instruksi yang berbeda disetiap kelompok Masing-masing Sajian dan Instruksi berbeda yang terlebih dahulu diberikan angket gaya diberikan pada masing-masing kelompok Pemberian angket gaya belajar pada peserta didik dilakukan untuk berbeda sesuai dengan gaya belajar pada setiap kelompok. berdasarkan gaya belajar mereka pada Kelompok proses pembelajaran. Berdasarkan hasil diberikan LKPD dengan sajian yang lebih dari pemberian angket gaya belajar dalam memfokuskan pada penglihatan peserta kelas yang berjumlah 23 anak, peserta didik, yakni peneliti menyajikan materi didik terbagi dan permasalahan- permasalahan dengan Kelompok berjumlah 9 anak, kelompok belajar warna, garis, dan bentuk. Instruksi yang audiotorial berjumlah 10 anak, dan kelompok belajar kinestetik berjumlah 4 menggunakan instruksi visual. Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta Proses pembelajaran baik pada LKPD didik dalam kelompok belajar visual kelas eksperimen maupun kelas kontrol berlangsung selama tiga pertemuan yang disesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Peserta didik dalam kelompok belajar Pembelajaran (RPP) yang telah disusun visual mampu menyelesaikan 85% dari oleh peneliti. Pada kelas eksperimen. LKPD selama tiga pertemuan. Pada masing-masing pertemuan pertama peserta didik mampu LKPD diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai sarana untuk membantu yang ada dalam LKPD dengan jawaban dan mempermudah peserta didik dalam yang tepat. Pada pertemuan kedua peserta memproses pemahaman konsep materi empat kegiatan dengan jawaban yang pembelajaran yang ingin dicapai pada tepat dari lima kegiatan yang tersaji. Dan pada pertemuan ketiga peserta didik Selama AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 LKPD Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 hanya mampu menyelesaikan dua permasalahan dari tiga permasalahan yang tersaji dalam LKPD dikarenakan empat permasalahan yang tersaji. Hal waktu pembelajaran terpotong oleh salah tersebut dikarenakan waktu pengerjaan satu guru SMP Darul Islam yang bagi kelompok audiotorial terpotong saat seragam ke peserta didik. Kelompok menyelesaikan tiga permasalahan dari pembelajaran akibat terkendala suara Pada diberikan LKPD dengan sajian yang lebih pertemuan kedua peserta didik mampu memfokuskan pada pendengaran peserta yang ada dalam LKPD dengan jawaban informasi yang tersaji dalam audio dan yang tepat. Dan pada pertemuan ketiga Instruksi diberikan pada peserta didik dalam menyelesaikan dua permasalahan dari kelompok belajar audiotorial ini adalah tiga permasalahan yang tersaji dalam berupa instruksi verbal, yakni dengan LKPD dikarenakan kendala yang sama seperti peserta didik dalam kelompok pembelajaran melalui link yang terdapat LKPD. Selama belajar visual. Kelompok pembelajaran berlangsung, peserta didik diberikan LKPD dengan sajian yang lebih melibatkan gerakan pada anggota tubuh. mengerjakan LKPD juga sangat interaktif Peneliti Setelah instruksi yang tersaji di dalamnya berupa perintah untuk menggunting gambar- peserta didik dalam kelompok belajar gambar yang merupakan bagian dari LKPD penyelesaian dan menempelkannya ke masing-masing permasalahan yang ada dalam LKPD sesuai dengan informasi dan instruksi pembelajaran berlangsung, peserta didik yang tersaji dalam audio maupun vidio dalam kelompok belajar kinestetik sangat Peserta Selama kelompok belajar audiotorial mampu menyelesaikan 80% dari LKPD selama permasalahan yang ada. Peserta didik tiga pertemuan. Pada pertemuan pertama bekerjasama dengan baik, yakni dengan Analisis. (Roikhatu. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 tugas untuk menyelesaikan yakni secara konvensional. Di mana Dari empat anak yang ada peserta didik hanya terpusat pada peneliti dalam kelompok kinestetik, masing- yang menyampaikan materi pelajaran. masing mempunyai tugas yang berbeda. Selama proses pembelajaran, peserta Dua anak bertugas menggunting gambar, didik hanya memperhatikan layar power satu anak bertugas memberikan lem perekat pada gambar, dan satu anak lagi mendengarkan penjelasan terkait materi menempelkannya pada lembar LKPD yang tersaji dalam power point. Peserta yang tersedia. Walaupun jumlah peserta didik dalam kelompok belajar kinestetik persoalan-persoalan yang ada dalam buku ini paling sedikit diantara kelompok belajar yang lain, namun persentase disajikan dalam power point. penyelesaian permasalahan yang ada perosalan-persoalan Setelah dalam LKPD paling tinggi. Peserta didik pembelajaran selama tiga pertemuan, mampu menyelesaikan 90% dari LKPD eksperimen maupun kelas kontrol diberi selama tiga pertemuan. Pada pertemuan post-test dengan soal yang sama. Soal pertama dan kedua, peserta didik mampu yang dikerjakan berupa soal uraian terkait menyelesaikan persoalan-persoalan yang dengan materi himpunan sebanyak 7 soal. tersaji dalam LKPD dengan jawaban Soal-soal tersebut disesuaikan dengan yang tepat. Sedangkan pada pertemuan indikator pemahaman konsep yang telah ketiga, peserta didik hanya mampu dilakukan validasi sebelum diberikan menyelesaikan dua permasalahan dari pada peserta didik. Peserta didik diberi tiga permasalahan yang tersaji dalam waktu 60 menit untuk menyelesaikan soal LKPD dikarenakan kendala yang sama lengkap beserta pembahasannya. Hasil seperti pada kelompok belajar visual dan penyelesaian soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik kemudian dilakukan Pada kelas kontrol, peserta didik analisis dan perhitungan skor untuk diberikan perlakuan dengan menerapkan pembelajaran non berdiferensiasi yang pemahaman konsep matematika yang dicapai oleh peserta didik serta perbedaan Pembelajaran pemahaman konsep matematika antara diterapkan pada kelas kontrol adalah pembelajaran seperti pada umumnya. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 sebanyak 22 peserta didik hanya mampu Adapun indikator pemahaman konsep indikator 4, sebanyak 14 peserta didik matematika yang dicapai peserta didik hanya mampu mencapai pemahaman tersaji dalam grafik sebagai berikut. konsep pada indikator 5, sebanyak 4 peserta didik hanya mampu mencapai pemahaman konsep pada indikator 6, dan tidak ada peserta didik yang mampu Hal ini menunjukkan bahwa indikator pemahaman konsep matematika yang dicapai oleh peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada peserta didik pada kelas kontrol, sehingga pemahaman konsep matematika peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi Gambar 1. Grafik Pencapaian Indikator pada proses jauh lebih optimal. Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik. Nilai akumulasi dari skor yang diperoleh peserta didik dalam post-test Pada gambar 1 terlihat jelas perbedaan indikator pemahaman konsep Pengujian hipotesis menggunakan uji matematika yang dicapai peserta didik perbedaan Independent Sample T Test dengan bantuan SPSS. Uji perbedaan Dalam Independent Sample T Test ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan indikator 1Ae5, sebanyak 6 peserta didik pemahaman konsep matematika antara mampu mencapai pemahaman konsep pada indikator 6, dan sebanyak 4 peserta konsep pada indikator 7. Sedangkan dalam kelas kontrol, sebanyak 23 peserta Adapun hasil dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan adalah sebagai pemahaman konsep pada indikator 1Ae3. Analisis. (Roikhatu. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 kebutuhan belajar peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Kesimpulan Gambar 2. Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil penelitian dan Independent Sample T Test pembahasan dapat disimpulkan sebagai Pada samples t-test terlihat bahwa hasil dari Sig. -taile. ) maka Pemahaman konsep peserta didik yang ditolak dan Jadi, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan peserta didik terdapat perbedaan pemahaman konsep yang menerapkan pembelajaran non matematika antara peserta didik yang Hal ini terlihat jelas menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada indikator pemahaman konsep dengan peserta didik yang menerapkan matematika yang mampu dicapai oleh pembelajaran non berdiferensiasi. peserta didik dalam kelas eksperimen Pembelajaran lebih tinggi daripada kelas kontrol. mampu memberikan pemahaman konsep Pada kelas eksperimen, keseluruhan peserta didik yang berjumlah 23 terhadap peserta didik. Kebaruan pada Sedangkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan 1Ae5. jumlah peserta didik yang sama hanya mampu mencapai indikator 1Ae3. Terdapat peserta didik dari berbagai perspektif. konsep matematika peserta didik yang Pembelajaran mengakomodasi tiga gaya belajar peserta berdiferensiasi dengan peserta didik yang menerapkan pembelajaran non bahwasanya masing-masing peserta didik Hal ini jelas terlihat mempunyai gaya belajar yang berbeda- dari hasil uji hipotesis Independent Berdasarkan hal tersebut dapat Sample T Test yang menunjukkan diketahui bahwa penerapan pembelajaran bahwa nilai Sig. -taile. lebih kecil ) sehingga AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Analisis. (Roikhatu. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 Ucapan Terimakasih Penulis Kilpatrick. Swafford. , & Findell. Adding it Up : Helping kasih kepada Universitas Muhammadiyah Children Gresik atas dukungan yang diberikan National pada penelitian ini sehingga peneliti https://doi. org/https://doi. org/10. 26/9822. hingga akhir. Learn Mathematics. Academy Press. Kusuma. , & Luthfah. PENDIDIKAN Pustaka PENGGERAK Andini. Differentiated AuMemenuhi Instruction: Solusi Pembelajaran Dalam Keberagaman Siswa Kelas Inklusif. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 2. , 340Ae Murid GURU Modul Kebutuhan Belajar Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi. Ay Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Mawaddah. , & Maryanti. Kemampuan Pemahaman Konsep https://doi. org/10. 30738/trihayu. Matematis Pembelajaran Menggunakan Model DePorter. , & Mike. QUANTUM LEARNING : Siswa SMP Penemuan Terbimbing (Discovery Learnin. EDU-MAT: Jurnal Membiasakan Belajar Nyaman dan Pendidikan Matematika, 4. , 76Ae Menyenangkan. PT. Mian Pustaka. Ginanjar. Pentingnya Penguasaan Dalam https://doi. org/10. 20527/edumat. Konsep Matematika Pemecahan Masalah Puspitasari. Matematika SD. Jurnal Prihatnani. Keguruan. Pendidikan. Pendidikan UNIGA, 13. , 121Ae129. Kristen. , & Wacana. Deskripsi Hoiriyah, . Pemahaman Konsep Analisis Kejadian Majemuk Siswa Kelas Xi Kemampuan Pemahaman Konsep Ipa Sma Negeri 3 Salatiga. JMP Matematis Mahasiswa. Logaritma: Online, 2. , 117Ae133. Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Dan Sains, 7. , https://doi. org/10. 24952/logaritma. Analisis. (Roikhatu. Sohilait. Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika. In Pustaka