E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 02/12/2021. Revised: 26/12/2021. Publish: 02/02/2022 PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI DISKUSI KELOMPOK DIIKUTI SPEED TEST PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII. 1 DI MTSN KURANJI PADANG TAHUN PEMBELAJARAN 2014-2015 Hendrayenti MTsN 5 Kota Padang Email: yentiyenri@gmail. Abstrak Pembaharuan dan perbaikan sistem pendidikan selalu di upayakan oleh pemerintah diataranya adalah pembaharuan di bidang kurikulum, peningkatan kemampuan guru serta menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Pemilihan strategi dan metode pembelajaran dalam mengajar sangat dibutuhkan karena berkaitan erat dengan materi yang diajarkan. Masalah kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran perlu diatasi dengan mengembangkan metode pembelajaran dalam pembelajaran di dalam kelas ada beberapa kumpulan motode pembelajaran yang umum digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran, diantaranya adalah diskusi umum . iskusi kela. , curah pendapat, diskusi kelompok, bermain peran, simulasi, sandiwara, demontsrasi, praktek lapangan dan permainan. Kata Kunci: peningkatan, aktivitas, speed test, peserta didik PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang edukatif, interaksi edukatif terjadi antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik dengan sesamanya serta peserta didik dengan lingkungannya. Interaksi yang akan terjadi perlu dirancang dan dipersiapkan sedemikan rupa sehingga dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Interaksi yang baik dalam pembelajaran perlu memenuhi persyaratan diantaranya pendekatan metode, kondisi, sarana prasarana serta mengenali perkembangan intelektual, psikologis dan biologis peserta didik. Pemerintah selalu mengupayakan pembaharuan dan perbaikan sistem pendidikan diataranya adalah pembaharuan di bidang kurikulum, peningkatan kemampuan guru serta menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Selain dari itu, perubahan kurikulum sudah dilakukan maupun diperbaiki untuk penyempurnaan proses pembelajaran di Madrasah. Kurikulum 2013 peserta didik dituntut belajar dan menemukan dari proses belajar berdasarkan pengalaman sendiri sehingga seluruh aktifitas peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan, seperti mampu mau bertanya, menggali yang akan menumbuhkan kegiatan belajar yang lebih tinggi sehingga setiap ada tugas peserta didik akan berpacu untuk lebih dahulumenyelesaikan pekerjaan masing-masing. Pembelajaran IPA dituntut ketelitian, kedisiplinan, kejujuran, ketepatan waktu dan lain-lain, dimana peserta Page 60 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 didik mampu bekerja sendiri maupun berkelompok sehingga keterlibatan peserta didik dalam belajar tercapai serta hasil belajarnya meningkat baik dari segi kognitif, afektif maupun Proses pembelajaran lebih menekankan pada peserta didik, dimana kurikulum ini diharapkan lebih aktif dan guru bukan hanya sebagai pusat informasi serta memberikan kewenangan kepada lembaga pendidikan formal untuk berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Lembaga pendidikan formal menuntut tenaga pengajar lebih profesional yang dapat membuat peserta didik berpikir kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu, tenaga pengajar diberi kebebasan dalam memilih strategi dan metode dalam mengajar. Pemilihan strategi dan metode pembelajaran dalam mengajar sangat dibutuhkan karena berkaitan erat dengan materi yang diajarkan. Sesuai dengan pendapat Slameto . bahwa: Guru harus banyak menggunakan metode dalam mengajar. Variasi metode mengakibatkan penyajian lebih menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. Namun fakta di lapangan, justru menunjukkan kondisi yang tidak kondusif. Hal ini terlihat dari metode ceramah yang selalu membuat siswa tidak aktif dan menjadikan guru sebagai pusat informasi. Sebagai contoh hasil yang didapat siswa pada saat pembelajaran IPA ini dilatar belakangi kurang aktifnya siswa dalam menerima pelajaran dan guru sedang menyajikan pelajaran hanya sebagian kecil siswa yang memperhatikan. Keadaan ini juga penulis rasakan sebagai guru MTsN Kuranji Padang bahwa proses pembelajaran IPA mengalami berbagai persoalan diantaranya adalah kurangnya interaksi antara siswa dengan guru sehingga proses pembelajaran tidak berjalan secara efektif dan efisien, diadakan diskusi kelompok guru kurang melibatkan siswa secara langsung dalam mengemukakan pendapatnya dalam forum diskusi. Penggunaan diskusi kelompok dalam proses pembelajaran tidak diikuti speed test pada pembelajaran sains IPA sehingga hasil belajar siswa rendah. Masalah kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran perlu diatasi dengan mengembangkan komponen pelaksanaan pembelajaran. Salah satunya adalah metode Seperti yang diungkapkan oleh Wijaya . bahwa: AyMetode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkanAy. Dalam pembelajaran di dalam kelas ada beberapa kumpulan motode pembelajaran . yang umum digunakan, diantaranya adalah diskusi umum . iskusi kela. , curah pendapat, diskusi kelompok, bermain peran, simulasi, sandiwara, demontsrasi, praktek lapangan dan permainan. Dari sekian banyak kumpulan metode pembelajaran . , maka diskusi kelompok salah satunya yang dipakai dalam pembelajaran IPA, dimana diskusi kelompok ini pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok kecil yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Diskusi kelompok dapat membangun suasana, saling menghargai perbedaan pendapat diantara siswa dan meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi yang lebih luas. Tujuan penggunaannya adalah mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik dan lancar diperlukan alat untuk mengevaluasi hasil belajar berupa tes. Alat evaluasi yang dimaksud adalah speed test. Dalam speed test ini yang diukur ialah kecepatan di dalam memikirkan atau mengerjakan suatu Speed test ini dapat berupa tes tulisan dan lisan. RUMUSAN MASALAH Bertolak dari latar belakang masalah dan pembatasan masalah maka dirumuskan masalah sebagai berikut: AuApakah penggunaan metode diskusi kelompok diikuti dengan Page 61 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 speed test pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII. 1 MTsN Kuranji Padang tahun pembelajaran 2014-2015?Ay. METODE PENELITIAN Subjek dan objek penelitian Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII. 1 dan objek penelitiannya adalah mata pelajaran IPA pada materi pokok suhu. Disain Penelitian Disain penelitian termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. Penelitian ini dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemui di dalam kelas. Hal ini dijelaskan oleh Suharsimi . mengatakan bahwa AyPenelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu cara yang strategis bagi pendidik atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks pembelajaran di kelasAy. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: 1. Perencanaan . Pelaksanaan . Evaluasi/ observasi . valuation/observatio. Refleksi . Pada penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru sesama mengajar di sekolah tempat peneliti sebagai observer. Observer menggunakan instrumen pengamatan untuk membantu peneliti dalam merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung. Setelah itu, diadakan diskusi dengan observer tentang masalah baru yang timbul dan mencari cara penanggulangannya sebagai upaya perbaikan pada pertemuan berikutnya. Lebih jelasnya untuk masing-masing tahap dapat dilihat pada gambar 1: Perencanaan Refleksi Siklus 1 Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Siklus 2 Pengamatan Gambar 1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Page 62 Pelaksanaan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Persiapan Tindakan Tempat dan waktu penelitian. Penelitian ini dilakukan di kelas VII. 1 MTsN Kuranji Padang yang beralamat di jl. Raya Kuranji Kecamatan Kuranji Padang dan dilaksanakan tiga kali pertemuan setiap siklus bulan Februari sampai Maret 2014. Pihak yang terlibat dalam penelitian Di samping penulis sebagai peneliti, penulis dibantu oleh dua orang observer yaitu guru bidang studi IPA khususnya guru mata pelajaran IPA yang juga bertugas di MTsN Kuranji Padang. Sumber Data Jenis data yang dikumpulkan berupa data aktivitas dan data hasil belajar peserta Sumber data diperoleh dari siswa kelas VII. 1 MTsN Kuranji Padang. Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data dapat menggunakan data observasi aktivitas peserta didik di kelas dan pengukuran hasil belajar siswa dengan berbagai prosedur assement. Alat pengumpul data. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembaran observasi untuk mendapatkan data aktivitas siswa serta lembaran soal-soal tes akhir siklus untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Rencana Tindakan Prosedur penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus. Renungan awal dilakukan untuk melihat permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas. Dari permasalahan yang dikemukakan, maka dilakukan pembelajaran menggunakan metode diskusi kelompok diikuti speed test. Teknik Analisa Data Teknik analisa data aktivitas siswa tiap pertemuan setiap siklus diolah dalam bentuk persentase. Untuk menentukan persentase aspek aktivitas siswa menurut Sudjana . digunakan rumus: %P= x 100 % Sedangkan persentase rata-rata aktivitas siswa tiap siklus dihitung berdasarkan jumlah rata-rata aktivitas siswa tiap pertemuan dibagi jumlah pertemuan tiap siklus yaitu: %Q=Oc x 100% Keterangan: = Persentase aktivitas siswa tiap pertemuan = Persentase rata-rata aktivitas siswa tiap pertemuan = Jumlah siswa yang terlibat = Jumlah siswa yang hadir = Jumlah pertemuan tiap siklus Untuk melihat ketercapaian tujuan penelitian digunakan interval persentase sebagai Sangat banyak (SB) : 76% - 100% Banyak (B) : 51% - 75% Sedang (S) : 21% - 50% Sedikit sekali (SS) : 1% - 20% Tidak ada (TA) :0% Page 63 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Penelitian Hasil Penelitian Siklus Pertama Deskripsi hasil penelitian ini merupakan data hasil observasi langsung terhadap aktivitas peserta didik kelas VII. 1 MTsN Kuranji Padang. Aktivitas siswa yang diamati di dalam kelas adalah aktivitas positif dan aktivitas Aktivitas positif dalam proses pembelajaran adalah menyerahkan tugas awal, memperhatikan penjelasan guru, membaca LKPD dan buku, menjawab pertanyaan pada LKPD, aktif dalam berdiskusi kelompok, menanggapi presentasi kelompok lain, mengajukan pertanyaan, kecepatan memberikan jawaban kepada anggota kelompok lain, mendengarkan penjelasan teman dan mencatat hasil kesimpulan. Sedangkan aktivitas negatifnya adalah terlambat masuk kelas, acuh tak acuh, menganggu teman, mengantuk dan melamun, minta izin keluar, bercanda dan mengerjakan tugas lain. Berdasarkan hasil penelitian dalam proses pembelajaran pada siklus pertama melalui tiga pertemuan dapat dilihat perbandingannya seperti tergambar pada tabel I di bawah ini: Tabel 1. Aktivitas Siswa Pada Proses Pembelajaran Siklus Pertama tiap Jenis Aktivitas Aktivitas positif Menyerahkan tugas Memperhatikan penjelasan guru Membaca LKS dan Menjawab pertanyaan dalam LKS Aktif berdiskusi Menanggapi presentasi kelompok Mengajukan Kecepatan memberikan jawaban Mendengarkan penjelasan teman Mencatat hasil Aktivitas negatif Siklus Pertama Sangat Banyak Sedang 19 21 20 Page 64 Sedikit sekali Tidak ada E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Terlambat masuk Acuh tak acuh Menganggu teman Mengantuk dan Minta izin keluar Bercanda Mengerjakan tugas Tabel 2. Aktivitas Positif Pada Proses Pembelajaran Siklus Pertama Aktivitas Siswa Aktivitas Siswa Pada Pertemuan Ke i Aktivitas Positif Menyerahkan tugas Memperhatikan 83,33 24 28 93,33 penjelasan guru 3 Membaca LKS dan 93,33 26 86,67 27 Menjawab pertanyaan 97,67 26 86,67 27 dalam LKS 5 Aktif berdiskusi 86,67 24 25 83,33 Menanggapi presentasi 66,67 19 63,37 21 kelompok lain Ratarata 96,67 85,55 91,45 83,33 66,68 Mengajukan pertanyaan 43,33 51,11 Kecepatan memberikan 9 Mendengarkan penjelasan teman 10 Mencatat hasil 66,67 63,37 63,35 56,67 73,33 93,33 94,44 Untuk lebih mudahnya mengambil kesimpulan terhadap metode diskusi kelompok diikuti speed test dari segi aktivitas positif dalam proses pembelajaran siklus pertama dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini: Gambar 2. Grafik Aktivitas Positif Dalam Proses Pembelajaran Siklus 1. Page 65 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Aktivitas Positif . Presentase siswa menyerahkan tugas awal. Pada pertemuan pertama adalah 100% . angat banya. , pertemuan kedua adalah 90% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 100% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 96,67%. Ini menujukkan siswa menyerahkan tugas awal secara baik dan benar. Siswa memperhatikan penjelasan guru. Pada pertemuan pertama adalah 83,33% . angat banya. , pertemuan kedua adalah 80% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 93,33% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 85,55% Ini menunjukkan adanya perhatian siswa terhadap penjelasan guru terfokus . Presentase membaca LKPD dan buku. Pada pertemuan pertama adalah 93,33% . angat banya. , pertemuan kedua adalah 86,67% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 90% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 90% Ini menunjukkan bahwa siswa sangat banyak membaca LKS dan buku. Presentase menjawab pertanyaan dalam LKS. Pada pertemuan pertama adalah 97,67% ( sangat banya. , pertemuan kedua adalah 86,67% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 90% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 91,45%. Ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam menjawab pertanyaan dalam LKPD. Persentase aktif berdiskusi kelompok. Pertemuan pertama adalah 86,67% . angat Pertemuan kedua adalah 80% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 83,33% . angat banyak ) dan rata-rata yang didapat adalah 83,33% Ini menunjukkan bahwa siswa aktif berdiskusi kelompok dalam memecahkan masalah . Presentase siswa menanggapi presentasi kelompok lain. Pada pertemuan pertama adalah 66,67% . , pertemuan kedua adalah 63,37% . dan pertemuan ketiga adalah 70% . dan rata-rata yang didapat adalah 66,68%. Ini menujukkan bahwa aktivitas siswa yang menanggapi presentasi kelompok lain tergolong baik sekali . Presentase mengajukan pertanyaan. Pertemuan pertama adalah 70% . Pertemuan kedua adalah 40% . dan pertemuan ketiga adalah 43,33% . dan rata-rata yang didapat adalah 51,11%. Ini menunjukkan bahwa siswa tidak terlibat secara keseluruhan mengajukan pertanyaan. Presentase kecepatan memberikan jawaban. Pada pertemuan pertama adalah 66,67% . , pertemuan kedua adalah 60% . dan pertemuan ketiga adalah 63,33% . dan rata-rata yang didapat adalah 63,35%. Ini menujukkan banyak siswa yang memberikan kecepatan memberikan jawaban kepada anggota kelompok lain . Presentase mendengarkan penjelasan teman. Pada pertemuan pertama adalah 56,67% . , pertemuan kedua adalah 73,33% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 50% . dan rata-rata yang didapat adalah 60%. Ini menujukkan siswa yang mendengarkan penjelasan dari teman sudah banyak yang . Presentase mencatat hasil kesimpulan. Pada pertemuan pertama adalah 93,33% ( sangat banya. , pertemuan kedua adalah 90% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 100% . dan rata-rata yang didapat adalah 94,44%. Ini menujukkan siswa antusias mencatat hasil kesimpulan dari materi pelajaran. Page 66 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 3. Aktivitas Negatif Pada Pembelajaran Siklus Pertama Aktivitas Siswa Aktivitas Siswa Pada Pertemuan Ke i Rata-rata 3,33 Aktivitas negatif Terlambat masuk kelas Acuh tak acuh 13,33 4,44 Menganggu teman 6,67 6,67 3,33 5,56 Mengantuk dan melamun 6,67 3,33 3,33 Minta izin keluar 3,33 6,67 3,33 Bercanda 13,33 4,44 Mengerjakan tugas lain 6,67 6,67 4,45 Untuk lebih mudahnya mengambil kesimpulan terhadap metode diskusi kelompok diikuti speed test dari segi aktivitas negatif dalam proses pembelajaran siklus pertama dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini: Gambar 3. Grafik Aktivitas Negatif Dalam Proses Pembelajaran Siklus 1. Aktivitas Negatif . Presentase siswa terlambat masuk kelas. Pada pertemuan pertama adalah 10% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 3,33%. Ini menujukkan peningkatan pada pertemuan pertama siswa yang terlambat masuk kelas sedikit . Presentase siswa yang acuh tak acuh. Pada pertemuan pertama adalah 13,33% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 4,44%. Ini menunjukkan hanya terdapat sedikit gangguan kecil dalam proses pembelajaran karena hanya sedikit siswa yang acuh tak acuh. Presentase siswa yang menganggu. Pada pertemuan pertama adalah 6,67% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 6,67% . edikit sekal. dan pertemuan ketiga adalah 3,33% . edikit sekal. dan rata-rata yang didapat adalah 5,56%. Ini menunjukkan pada pertemuan pertama siswanya tidak merasa betah di dalam kelas. Presentase siswa yang minta izin keluar. Pada pertemuan pertama adalah 0% . idak ad. , pertemuan kedua adalah 3,33% . edikit sekal. dan pertemuan ketiga adalah 6,67% . edikit sekal. dan rata-rata yang didapat adalah 3,33%. Ini menunjukkan bahwa siswa merasa betah di dalam kelas. Page 67 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 . Presentase siswa yang mengantuk dan melamun. Pada pertemuan pertama adalah 6,67% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 3,33% . edikit sekal. dan rata-rata yang didapat adalah 3,33%. Ini menunjukkan bahwa siswa sedikit sekali yang tidak fokus menerima pelajaran karena mengerjakan tugas lain . Presentase siswa yang bercanda. Pada pertemuan pertama adalah 0% . idak ad. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 13,33% . edikit sekal. dan rata-rata yang didapat adalah 4,44%. Ini menunjukkan bahwa siswa sedikit sekali yang bercanda . Presentase siswa mengerjakan tugas lain. Pada pertemuan pertama adalah 0% . idak ad. , pertemuan kedua adalah 6,67% . edikit sekal. dan pertemuan ketiga adalah 6,67% . edikit sekal. dan rata-rata yang didapat adalah 4,45%. Ini menunjukkan bahwa siswa sedikit sekali yang tidak fokus menerima pelajaran karena mengerjakan tugas lain. Tabel 4. Rekapitulasi Presentase dan Kategori Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran pada Siklus Pertama Aktivitas Siswa % Aktivitas Rata-rata Kategori Aktivitas Positif 1 Menyerahkan tugas awal 96,67 Sangat banyak 2 Memperhatikan penjelasan guru 85,55 Sangat banyak 3 Membaca LKS dan buku Sangat banyak 4 Menjawab pertanyaan dalam LKS 91,45 Sangat banyak 5 Aktif berdiskusi kelompok 83,33 Sangat banyak 6 Menanggapi presentasi kelompok lain 66,68 Banyak 7 Mengajukan pertanyaan 51,11 Banyak 8 Kecepatan menjawab pertanyaan 63,35 Banyak 9 Mendengarkan penjelasan teman Banyak 10 Mencatat hasil kesimpulan 94,44 Sangat banyak Aktivitas negatif 1 Terlambat masuk kelas 3,33 Sedikit sekali 2 Acuh tak acuh 4,44 Sedikit sekali 3 Menganggu teman 5,56 Sedikit sekali 4 Mengantuk dan melamun 3,33 Sedikit sekali 5 Minta izin keluar 3,33 Sedikit sekali 6 Bercanda 4,44 Sedikit sekali 7 Mengerjakan tugas lain 4,45 Sedikit sekali Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa untuk beberapa aktivitas sudah tergolong sangat banyak yng melakukan aktivitas, namun masih ada aktivitas siswa yang tergolong sedikit sekali. Adapun aktivitas positif yang mempunyai persentase sangat banyak yang melakukan aktivitas siswa adalah: Menyerahkan tugas awal Memperhatikan penjelasan guru Membaca LKS dan buku Menjawab pertanyaan dalam LKS Page 68 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Aktif berdiskusi kelompok Mencatat hasil kesimpulan Sementara hasil yang belum memenuhi harapan pada siklus pertama adalah mengajukan pertanyaan, mendengarkan penjelasan teman, kecepatan memberikan jawaban dan menanggapi presentasi kelompok lain. Untuk hal ini perlu guru memberikan bimbingan atau arahan kepada siswa agar percaya diri dengan cara melakukan diskusi kelompok diikuti speed test. Dari hasil observasi yang dilakukan masih ada aktivitas negatif yang ditemui diantaranya: terlambat masuk kelas, mengantuk dan melamun dan minta izin keluar. Untuk mengurangi aktivitas tersebut pada siklus berikutnya perlu dilakukan perubahanperubahan dengan memberikan pengarahan kepada siswa berusaha aktif mengikuti pelajaran untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Perubahan-perubahan yang dilakukan pada siklus kedua meliputi guru menggunakan diskusi kelompok diikuti speed test pada saat proses pembelajaran, dimana tiap anggota kelompok diberi kesempatan untuk menjawab semua pertanyaan dari guru secara cepat. Kemudian guru menunjuk salah satu anggota diskusi untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Hasil Penelitian Siklus Kedua Hasil penelitian dalam siklus kedua melalui tiga kali pertemuan didapat perbandingan presentase seperti terlihat pada tabel 5 berikut ini: Tabel 5. Aktivitas Siswa Pada Proses Pembelajaran Siklus Kedua Tiap Pertemuan Jenis Aktivitas Aktivitas positif Menyerahkan tugas Memperhatikan penjelasan guru Membaca LKS dan Menjawab pertanyaan dalam LKS Aktif berdiskusi Menanggapi presentasi kelompok Mengajukan Kecepatan jawaban kepada anggota kelompok Mendengarkan penjelasan teman Mencatat hasil Siklus Kedua Sangat 1 2 3 Sedang Banyak 22 21 22 Page 69 Sedikit sekali Tidak ada E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Aktivitas negatif Terlambat masuk Acuh tak acuh Menganggu teman Mengantuk dan Minta izin keluar Bercanda Mengerjakan tugas Tabel 6. Aktivitas Positif Pada Proses Pembelajaran Siklus Kedua Aktivitas Siswa Aktivitas Siswa Pada Pertemuan Ke i Aktivitas Positif Menyerahkan tugas awal Ratarata 83,33 91,11 Memperhatikan penjelasan 86,67 83,33 93,33 87,78 Membaca LKS dan buku 93,33 96,67 96,67 Menjawab pertanyaan dalam LKS 96,67 86,67 93,33 92,22 Aktif berdiskusi kelompok 93,33 87,78 Menanggapi presentasi kelompok lain 76,67 83,33 96,67 85,56 Mengajukan pertanyaan 63,33 66,67 93,33 74,44 Kecepatan memberikan 9 Mendengarkan penjelasan 10 Mencatat hasil kesimpulan 73,33 93,33 73,33 56,67 73,33 66,67 96,67 95,56 Untuk lebih mudahnya mengambil kesimpulan terhadap metode diskusi kelompok diikuti speed test dari segi aktivitas positif dalam proses pembelajaran siklus kedua dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini: Gambar 4. Grafik Aktivitas Positif Siklus Kedua Dalam Prode Pembelajran Page 70 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Aktivitas Positif . Presentase siswa menyerahkan tugas awal. Pada pertemuan pertama adalah 83,33% . angat banya. , pertemuan kedua adalah 90% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 100% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 96,67%. Ini menujukkan siswa sudah mengetahui bahwa tugas awal itu penting. Presentase siswa memperhatikan penjelasan guru. Pada pertemuan pertama adalah 86,67% . angat banya. , pertemuan kedua adalah 83,33% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 93,33% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 87,78% Ini menunjukkan adanya perhatian siswa terhadap penjelasan guru terfokus dalam menerima pelajaran. Presentase membaca LKPD dan buku. Pada pertemuan pertama adalah 93,33% . angat banya. , pertemuan kedua adalah 96,67% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 100% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 96,67% Ini menunjukkan bahwa siswa sangat banyak membaca LKPD dan buku. Presentase menjawab pertanyaan dalam LKPD. Pada pertemuan pertama adalah 96,67% ( sangat banya. , pertemuan kedua adalah 86,67% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 93,33% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 92,22%. Ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam menjawab pertanyaan dalam LKPD. Persentase aktif berdiskusi kelompok. Pertemuan pertama adalah 90% . angat Pertemuan kedua adalah 80% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 93,33% . angat banyak ) dan rata-rata yang didapat adalah 87,78% Ini menunjukkan bahwa siswa aktif berdiskusi kelompok dalam memecahkan masalah yang diberikan guru. Presentase siswa menanggapi presentasi kelompok lain. Pada pertemuan pertama adalah 76,67% ( sangat banya. , pertemuan kedua adalah 83,33% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 96,67% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 85,56%. Ini menujukkan bahwa aktivitas siswa yang menanggapi presentasi kelompok lain sudah mengalami kemajuan. Presentase mengajukan pertanyaan. Pertemuan pertama adalah 63,33% . Pertemuan kedua adalah 66,67% . dan pertemuan ketiga adalah 93,33% . angat banya. dan rata-rata yang didapat adalah 74,44%. Ini menunjukkan bahwa siswa dapat mengajukan pertanyaan yang dilontarkan kepada siswa lain. Presentase kecepatan memberikan jawaban. Pada pertemuan pertama adalah 73,33% . , pertemuan kedua adalah 93,33% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah73,33% . dan rata-rata yang didapat adalah 80%. Ini menujukkan bahwa siswa mengalami kemajuan dalam hal memberikan jawaban. Presentase mendengarkan penjelasan teman. Pada pertemuan pertama adalah 56,67% . , pertemuan kedua adalah 70% . dan pertemuan ketiga adalah 73,33% . dan rata-rata yang didapat adalah 66,67%. Ini menujukkan siswa yang mendengarkan penjelasan teman sudah mengalami kemajuan. Presentase mencatat hasil kesimpulan. Pada pertemuan pertama adalah 96,67% ( sangat banya. , pertemuan kedua adalah 90% . angat banya. dan pertemuan ketiga adalah 100% . dan rata-rata yang didapat adalah 95,56%. Ini menujukkan bahwa siswa dapat mencatat hasil kesimpulan dari materi yang didiskusikan bersama-sama. Page 71 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 7. Aktivitas Negatif Pada Pembelajaran Siklus Kedua Aktivitas Siswa Aktivitas Siswa Pada Pertemuan Ke i Rata-rata Aktivitas negatif Terlambat masuk kelas 3,33 Acuh tak acuh 6,67 2,22 Menganggu teman 3,33 1,11 Mengantuk dan 6,67 2,22 Minta izin keluar 6,67 2,22 Bercanda Mengerjakan tugas lain Untuk lebih mudahnya mengambil kesimpulan terhadap metode diskusi kelompok diikuti speed test dari segi aktivitas negatif dalam proses pembelajaran siklus kedua dapat dilihat pada gambar 5 di bawah ini: Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Rata-rata Gambar 5. Grafik Aktivitas Negatif Dalam Proses Pembelajaran Siklus 2. Aktivitas Negatif Presentase siswa terlambat masuk kelas. Pada pertemuan pertama adalah 10% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 3,33%. Ini menujukkan peningkatan pada pertemuan selanjutnya siswa yang terlambat masuk kelas tidak ada sama sekali. Presentase siswa yang acuh tak acuh. Pada pertemuan pertama adalah 6,67% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 2,22%. Ini menunjukkan bahwa siswa sudah tidak bersikap acuh tak acuh terhadap diskusi kelompoknya. Presentase siswa yang menganggu. Pada pertemuan pertama adalah 3,33% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 1,11%. Ini menunjukkan siswa tidak ada menganggu teman pada saat proses pembelajaran. Presentase siswa yang minta izin keluar. Pada pertemuan pertama adalah 6,67% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah % . idak ad. dan pertemuan ketiga Page 72 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 2,22%. Ini menunjukkan bahwa siswa merasa betah di dalam kelas. Presentase siswa yang mengantuk dan melamun. Pada pertemuan pertama adalah 6,67% . edikit sekal. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 2,22%. Ini menunjukkan bahwa siswa sedikit sekali yang tidak fokus menerima pelajaran karena siswa sedikit sekali yang mengantuk dan melamun. Presentase siswa yang bercanda. Pada pertemuan pertama adalah 0% . idak ad. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 0%. Ini menunjukkan bahwa siswa tidak ada yang bercanda dalam diskusi kelompok. Presentase siswa mengerjakan tugas lain. Pada pertemuan pertama adalah 0% . idak ad. , pertemuan kedua adalah 0% . idak ad. dan pertemuan ketiga adalah 0% . idak ad. dan rata-rata yang didapat adalah 0%. Ini menunjukkan bahwa siswa tidak ada yang mengerjakan tugas lain dalam diskusi kelompok. Tabel 8. Rekapitulasi Presentase dan Kategori Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran pada Siklus Kedua Aktivitas Siswa % Aktivitas Kategori Rata-rata Aktivitas Positif Menyerahkan tugas awal 91,11 Sangat banyak 2 Memperhatikan penjelasan guru 87,78 Sangat banyak 3 Membaca LKS dan buku 96,67 Sangat banyak 4 Menjawab pertanyaan dalam 92,22 Sangat banyak LKS 5 Aktif berdiskusi kelompok 87,78 Sangat banyak 6 Menanggapi presentasi 85,56 Banyak kelompok lain 7 Mengajukan pertanyaan 74,44 Banyak 8 Kecepatan menjawab Sangat banyak 9 Mendengarkan penjelasan 66,67 Banyak 10 Mencatat hasil kesimpulan 95,56 Sangat banyak Aktivitas negatif 1 Terlambat masuk kelas 3,33 Sedikit sekali 2 Acuh tak acuh 2,22 Sedikit sekali 3 Menganggu teman 1,11 Sedikit sekali 4 Mengantuk dan melamun 2,22 Sedikit sekali 5 Minta izin keluar 2,22 Sedikit sekali 6 Bercanda Tidak ada 7 Mengerjakan tugas lain Tidak ada Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat dari aktivitas positif sudah mengalami kemajuan dalam proses pembelajaran, dimana diskusi kelompok diikuti speed test sudah membuat siswa mengalami kemajuan dari hasil belajar yang didapat dari pembelajaran sains Page 73 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Kemudian dilihat dari aktivitas negatif sudah mengalami penurunan seperti tidak adanya siswa yang bercanda dan melakukan tugas lain. Hasil analisis data pada siklus pertama dan kedua terjadi peningkatan aktivitas positif dan penurunan aktivitas negatif. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 9. Perbandingan Presentase Rata-rata Aktivitas Siswa pada Siklus I dan II. Tabel 9. Perbandingan Presentase Rata-rata Aktivitas Siswa Pada Siklus I dan II. Aktivitas Siswa % Rata-rata Siklus I % Rata-rata Siklus II Aktivitas Positif Menyerahkan tugas awal 96,67 91,11 Memperhatikan penjelasan guru 85,55 87,78 Membaca LKS dan buku 96,67 Menjawab pertanyaan dalam LKS 91,45 92,22 Aktif berdiskusi kelompok 83,33 87,78 Menanggapi presentasi kelompok lain 66,68 85,56 Mengajukan pertanyaan 51,11 74,44 Kecepatan menjawab pertanyaan 63,35 Mendengarkan penjelasan teman 66,67 Mencatat hasil kesimpulan 94,44 95,56 Aktivitas negatif Terlambat masuk kelas 3,33 3,33 Acuh tak acuh 4,44 2,22 Menganggu teman 5,56 1,11 Mengantuk dan melamun Minta izin keluar 3,33 3,33 2,22 2,22 Bercanda 4,44 Mengerjakan tugas lain 4,45 Hasil Belajar Pada akhir siklus pertama dan akhir siklus kedua dilakukan tes hasil belajar berupa ulangan harian dan nilai speed test setiap pertemuan pada siklus pertama dan kedua. Ratarata hasil belajar dan rata-rata nilai speed test dapat dilihat pada tabel 10 dan 11 Tabel 10. Rata-Rata Ulangan Harian Pada Akhir Siklus I dan Siklus II Siklus Rata-rata ulangan KKM Harian Siklus I 63,06 Siklus II 70,73 Page 74 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Tabel 11. Rata-Rata Nilai Speed Test Pada Akhir Siklus I dan II Siklus Rata-rata nilai speed Siklus I 65,03 Siklus II Pembahasan Penggunaan diskusi kelompok diikuti speed test pada pembelajaran sains fisika berdampak pada aktivitas siswa di dalam kelas. Aktivitas yang dimaksud disini adalah peningkatan aktivitas positif dan penurunan aktivitas negatif. Selain itu, aktivitas siswa di dalam kelas mempengaruhi hasil belajar siswa berupa speed test setiap pertemuan yang digunakan untuk melihat kemampuan siswa dalam kecepatan menjawab soal. Penggunaan diskusi kelompok dalam proses pembelajaran menuntut siswa mempunyai pengetahuan yang mendalam terhadap pelajaran yang sedang dipelajari dan mampu mengembangkan cara berpikir ilmiah dalam menyelesaikan permasalahan fisika serta mampu berinteraksi antar siswa di bawah bimbingan guru. Oleh sebab itu, siswa harus mengetahui seluk beluk bahan yang akan didiskusikan secara kelompok. Hal ini terbukti dari dua siklus yang dilakukan guru, dimana tindakan yang dilakukan siswa terjadi peningkatan aktivitas positif belajar pada siklus kedua dibanding pada siklus pertama, sedangkan aktivitas negatif mengalami penurunan dan hasil belajar yang didapat dari pengerjaan speed test pada siklus kedua . meningkat dibandingkan dengan siklus pertama . Dari hasil observer pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas VII. 1 di MTsN Kuranji Padang. Hal ini terjadi karena telah dilakukan tindakan kelas berupa diskusi kelompok diikuti speed test pada pembelajaran sains fisika, sehingga terjadi perubahan aktivitas diantaranya siswa dapat menanggapi presentase yang dilakukan kelompok lain dengan cara mendengarkan penjelasan dari anggota lain. Selain itu, kecepatan menjawab soal yang diberikan oleh guru. Apabila dibandingkan dengan KKM IPA di Madrasah sudah mengalami penuntasan dalam proses pembelajaran. Seiring dengan meningkatnya aktivitas dan hasil belajar siswa, maka hipotesa tindakan yang diajukan: Ay penggunaan metode diskusi kelompok kecil diikuti Speed Test pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik kelas VII. 1 di MTsN Kuranji Padang Au dapat diterima. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi kelompok diikuti speed test pembelajaran sains fisika dapat disimpulkan bahwa: penggunaan diskusi kelompok diikuti speed test pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA peserta didik kelas VII. 1 di MTsN Kuranji Padang. Saran Mengingat pelaksanaan penelitian ini baru berlanjut dua siklus, maka peneliti/guru lain diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan temuan yang lebih Page 75 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 1. Januari 2022 Dalam sistem belajar mengajar dapat digunakan diskusi kelompok diikuti speed test untuk membuat siswa lebih kreatif dan inovatif dalam mengerjakan pelajaran IPA di Sebagai ajakan dan masukan bagi pendidik untuk tidak mematikan aktivitas dan kreativitas peserta didik, tetapi menunjukkan apakah gagasan dan ide peserta didik dapat dikemukakan lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA