Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 4 Nomor 2 tahun 2017 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA Feny Wartisa, Tetra Anestasia Putri, Triveni Triveni STIKes Perintis Padang Email : fwartisa@gmail.com ABSTRAK Lansia akan selalu mengalami perubahan baik itu perubahan fisik maupun fungsi organ yang dapat mempengaruhi kemandirian dan kesehatan lanjut usia. sehingga di perlukan adalah dukungan dari keluarga agar lansia bisa hidup sehat dan berdaya guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Jenis ini penelitian analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Sampel sebanyak 74 orang dengan tehnik total sampling. Pengambilan data primer menggunakan koesioner dengan tehnik wawancara dan data sekunder dari data tahunan. Analisis data menngunkan uji chi square. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia dengan p = 0,000. Diharapakan peran aktif dari keluarga, kader dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Kata kunci : Dukungan keluarga, Posyandu lansia ABSTRACT The elderly will always experience changes in both physical and organ function changes that can affect the independence and health of the elderly. so what is needed is support from the family so that the elderly can live healthy and efficient. This study aims to determine the relationship of family support for the use of elderly Posyandu. This type of analytic research with Cross Sectional research design. Samples were 74 people with total sampling techniques. Primary data collection using questionnaires with interview techniques and secondary data from annual data. Data analysis using the chi square test. There is a significant relationship between family support and the use of elderly Posyandu with p = 0,000. The active role of families, cadres and community leaders is expected to increase elderly visits to the elderly Posyandu. Key word : Family support, elderly Posyandu PENDAHULUAN Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat. Pembangunan manusia seutuhnya, mulai sejak pembuahan dan berlangsung sepanjang masa hidupnya sampai usia lanjut yang meliputi aspek fisik, mental dan social. (Depkes RI, 2008). Sedangkan Menua merupakan proses alamiah yang pasti akan di lalui oleh setiap manusia. Berbagai upaya yang telah dilakukan agar orang tetap awet muda namun penuaan tetap berlangsung tampa bisa dicegah. Proses penuaan sebenarnya telah terjadi sejak menusia lahir ke dunia dan proses ini terjadi terus-menerus sepanjang kehidupannya sesuai dengan hukum alam. (Depkes RI, 2008). Menurut prediksi World Health Organitation (WHO) pada tahun 2010 diseluruh dunia telah mencapai 9,8% 109 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 4 Nomor 2 tahun 2017 lansia, namun yang mengikuti kunjungan posyandu lansia + 4,6% lansia, ini terjadi disebabkan karena kurangnya perhatian keluarga terhadap lansia. Padatahun 2025 jumlah lansia ini masih diperkirakan akan meningkat dua kali lipat. Sedangkan pada tahun 2050 Lansia merupakan kelompok usia paling cepat berkembang diseluruh dunia. Dengan pesatnya perkembangan lansia diperlukan perhatian dari keluarga, tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat yang ada di dunia terhadap lansia, namun perhatian ini sangat sedikit didapat oleh lansia sehingga tampa disadari banyak lansia yang menderita penyakit seperti hipertensi, DM, Jantung dan sebagainya (Suhartin, 2010) Sedangkan di Indonesia jumlah penduduk lansia pada tahun 2010 mencapai 27.992.553 jiwa (percaturan wartawan potal DEPSOS). Pada tahun 2015 diperkirakan akan meningkat menjadi 33,446.443 penduduk lansia atau 10,0% sedangkan pada tahun 2020 diperkirakan jumlah penduduk lansia mencapai 38,021.215 penduduk lansia atau 11,4% lansia. dari data di atas jumlah lansia masih dalam tahap peningkatan,sehingga di sini yang sangat di perlukan adalah dukungan dari keluarga agar lansia bisa hidup dengan sehat dan berdaya guna. Dengan cara keluarga bersedia membawa lansia dalam melakukan posyandu lansia, sehingga bisa mendeteksi secara dini penyakit yang di derita lansia tersebut, namun tampa adanya dukungan dari keluarga maka kita tidak akan mengetahui status kesehatan lansia secara pasti, karena lansia jarang bahkan tidak pernah memeriksakan dirinya ke rumah sakit, oleh karena itu banyak lansia yang menderita penyakit penyakit tertentu dan tidak terdeteksi sedini mungkin.. Menurut dinas kesehatan Propinsi Sumatra Barat tahun 2010 jumlah penduduk sekitar 4.845.998 orang dan penduduk lansia ± 345.122 orang, yang melakukan kunjungan lansia sebanyak + 84.419 orang dari jumlah lansia yang ada. namun pertambahan jumlah lansia akan selalu meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan yang melakukan kunjungan posyandu sangat sedikit. Banyaknya lansia yang tidak mendapatkan perhatian dari keluarga sehingga lansia tidak mengetahui untuk apa posyandu lansia dilakukan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bulan desember 2011 jumlah lansia yaitu 51.450 orang lansia. Sedangkan Presentase kunjungan Lansia yang tertinggi dipuskesmas lasi yaitu jorong III Suku yaitu 76,8%, kunjungan lansia terendah terdapat di Jorong Lasi Tuo yaitu 39,1%. Namun berdasarkan data yang diperoleh dari bulan januari sampai desember 2011, jumlah lansia + 2313 jiwa.Dari survey awal yang di lakukan terhadap beberapa orang keluarga lansia di Posyandu Lansia Jorong Lasi Tuo diperoleh data bahwa 8 orang keluarga lansia tidak mendukung lansia mengikuti posyandu lansia, karena status ekonomi yang rendah, pengetahuan yang rendah terhadap posyandu lansia, kurangnya pengetahuan keluarga lansia tentang tujuan dan manfaat posyandu lansia ini, contohnya keluarga lansia yang tidak mengetahui masalah kesehatan lansia, masalah kesehatan lansia yang tidak terdeteksi lebih awal dan lansia merasa hidupnya kurang berarti karena tidak memiliki aktivitas rutin serta berbagi sesama usianya. Studi pendahuluan yang di lakukan di puskesmas lasi dari 18 posyandu lansia yang ada semuanya aktif, tetapi dari hasil laporan tahunan masih ada lansia yang kurang memanfaatkan posyandu. Hal ini disebabkan karena belum semua keluarga lansia memahami fungsi dari posyandu lansia tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Erma Yenti Amd Keb Tahun 2010 di Jorong Lasi Tuo Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam yang paling rendah pencapaian kunjungan posyandu lansia yaitu 39,1 % dibandingkan dengan 17 posyandu yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan 110 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 4 Nomor 2 tahun 2017 Dukungan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain crossectional. dilakukan di Posyandu Lansia Jorong Lasi Tuo Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga lansia dan lansia yang berumur > 60 tahun di Jorong Lasi Tuo sebanyak 74 orang. Teknik Pengambilan sampel adalah total sampling yang berjumlah 74 orang. data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan wawancara dengan responden. Data di analisi menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan (95 %) atau α 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Dukungan keluarga dan pemanfaatan posyandu Variabel Dukungan Keluarga Tidak Ya Jumlah Pemanfaatan Posyandu Dimanfaatkan Tidak dimanfaatkan Jumlah f % 47 27 74 63,5 36,5 100,0 56 18 74 75,7 24,3 100,00 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa lebih dari separoh 47 (63,5) responden tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, 56 (75,7%) responden tidak memanfaatkan posyandu lansia. Menurut Argyo (2007 : 44) keluarga mempunyai peranan penting dalam membantu mengatasi masalah yang di hadapi lansia, baik itu masalah fisik ataupun masalah social. Dukungan social emosional dari keluarga sangat dibutuhkan, karena dengan adanya dukungan tersebut diharapkan lansia bisa menikmati sisa hidupnya dengan perasaan senang dan bahagia. Dalam usianya yang telah lanjut ini,semua lansia mempunyai sifat yang sangat sensitive, seperti mudah tersinggung, mudah marah, mudah terserang penyakit,mudah letih dan mudah lelah. Oleh karena itu sangat dibutuhkannya peran keluarga terhadap lansia. dan dilihat dari kenyataannya lansia ini pun lebih dekat dengan keluarga dibandingkan dengan orang lain maka dari itu dibutuhkan disini adalah keluarga. peran keluarga terhadap lansia ini agar keadaan lansia yang kurang baik ini cepat teratasi tanpa menimbulkan hal-hal yang membahayakan lansia. Dari hasil penelitian yang di lakukan oleh Heniwati tahun 2008 yang mempengaruhi kunjungan lansia ke posyandu lansia bukan pengetahuan, jenis kelamin, umur dan pekerjaan melainkan yang mempengaruhi kunjungan tersebut ialah jarak antara posyandu lansia dengan tempat ringgal lansia serta dukungan dari keluarga lansia tersebut. Hasil tersebut didapat dari penelitiannya tentang faktorfaktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan posyandu lansia diwilayah kerja puskesmas kabupaten Aceh Timur. Bedasaraka hasil penelitian masih banyak lansia yang memiliki tingkat kesadaran yang relatif rendah terhadap pentingnya pemanfaatan posyandu lansia, karena kurangnya atau tidak adanya motivasi dari keluarga kepada lansia untuk melakukan kunjungan lansia tersebut. 111 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 4 Nomor 2 tahun 2017 Tabel 2. Hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia Dukungan Keluarga Tidak Ya Total Pemanfaatan Posyandu Tidak Dimanfaatkan Dimanfaatkan f % f % 45 60,8 2 2,7 11 14,9 16 21,6 56 75,7 18 24,3 Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 74 responden yang diteliti 47(63,5%) orang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, 45(60,8%) orang diantaranya tidak memanfaatkan posyandu lansia dan 2 (2,7%) orang diantaranya memanfaatkan posyandu lansia, sedangkan 27 (36,5%) orang yang mendapatkan dukungan dari keluarga 11 (14,9%) orang diantaranya tidak memanfaatkan posyandu lansia dan 16 (21,6%) orang memanfaatkan posyandu lansia, Berdasarkan uji statistik didapatkan Nilai p = 0,000dengan p ≤ 0.05, sehingga dapat ditarik kesimpulanAda Hubungan antara dukungan keluarga terhadap pemanfaatan Posyandu Lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatan Dukungan Keluarga berpengaruh terhadap pemanfaatan Posyandu oleh Lansia. Semakin tinggi Dukungan Keluarga seseorang maka ia akan mudah menerima hal-hal baru dan mudah menyesuaikan dengan hal yang baru tersebut. Dukungan Keluarga sangat erat kaitannya dengan kegiatan yang dilakukan oleh lansia. Dukungan yang diberikan oleh keluarga, dapat berupa keikutsertaan keluarga dalam suatu kegiatan yang dilakukan, seperti mengingatkan lansia jadwal posyandu, mengantarkan lansia ke posyandu dan memberikan semangat kepada lansia untuk mengikuti posyandu lansia Jumlah F 47 27 74 % 100,0 100,0 100,0 DAFTAR PUSTAKA Argiyo. 2007. Peranan Penting Keluarga Dalam Posyandu Lansia. Jakarta Departemen Kesehatan RI 2008. Pembangunan Nasional, diakses www. Depkes co.id Depkes RI, 2008 : 19. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Lansia, diakses www. Depkes co.id Dinkes Propinsi Sumatera Barat (2010). Profil Kesehatan Sumatera Barat. Depkes RI 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. 2010. Profil Kesehatan Kabupaten Agam 2011, diakses www. Depkes. Co.id Ermayenti, 2010. Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia di Puskesmas Lasi, 2010 Henniwati 2008, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Ke Posyandu Lansia di Puskesmas Kabupaten Aceh Timur Percaturan Wartawan Potal DEPSOS, 2010. Profil Kesehatan Indonesia Suhartini, R. Lanjut Usia menurut WHO 2010; [Diakses tanggal 5 Januari 2015]. Diakses dari http://damandiri.or.id/file/ratnasuharti niunairbab2.pdf. 112