JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Komparasi Efektivitas Pembelajaran Daring Dan Luring MA Al-Amin Tahun Pelajaran 2021/2022 Haris Nursyah Arifina. Syarof Nursyah Ismailb a Pendidikan Agama Islam, harisnursyah90@gmail. STAI Denpasar Bali b Pendidikan Agama Islam, syarofnursyah24@gmail. STAI Denpasar Bali ABSTRACT This study aims to determine the difference in effectiveness between online and offline learning at MA AlAmin Tabanan for the academic year 2021/2022. The research method used is a qualitative method with a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observations and The informants in this study were the Head of Madrasah. Deputy Head of Student Affairs. Teachers. Students. Parents and the MA Al-Amin Tabanan Committee. The results of this study are offline learning is more effective than online learning seen from the four indicators of learning effectiveness, namely the quality of teaching, the right level of teaching, incentives and the use of learning time. Offline learning is more effective because in general teachers can directly control the learning process in schools. Meanwhile, online learning lacks control from teachers and parents so that students are less able to apply self-discipline. Keywords: Effectiveness, online learning, offline learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara pembelajaran daring dan luring MA Al-Amin Tabanan Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan Informan pada penelitian ini yaitu Kepala Madrasah. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Guru. Siswa. Orang tua dan Komite MA Al-Amin Tabanan. Hasil dari penelitian ini yakni pembelajaran luring lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring dilihat dari keempat indikator efektivitas pembelajaran yaitu mutu pengajaran, tingkat pengajaran yang tepat, insentif dan penggunaan waktu belajar. Pembelajaran luring lebih efektif karena secara umum guru dapat mengontrol secara langsung proses pembelajaran di Sedangkan pembelajaran daring kurang kontrol dari guru serta orang tua sehingga siswa kurang dalam menerapkan kedisplinan diri. Kata Kunci: Efektivitas, pembelajaran daring, pembelajaran luring PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan upaya guru untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan siswa yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dan siswa serta antarsiswa1. Pembelajaran yaitu suatu sistem atau proses membelajarkan pembelajar yang direncanakan, dilaksanakan serta dievaluasi secara sistematis supaya pembelajar bisa mencapai tujuantujuan pembelajaran secara efektif dan efesien2. Sehingga, pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar baik di dalam serta di luar kelas agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Hamdani. Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2. , h. Komalasari. Kokom. Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi (Bandung : PT. Refika Adiatama, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Pembelajaran yang optimal adalah suatu proses pembelajaran yang terimplementasi secara efisien dan Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar 3. Menurut Slavin ada empat indikator yang dapat kita gunakan untuk mengukur efektivitas suatu pembelajaran yaitu: . Mutu pengajaran, . Tingkat Pembelajaran yang tepat . Intensif dan . Waktu4. Proses pebelajaran yang efektif tidak lepas dari peran guru dan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan terciptanya lingkungan belajar yang kondusif maka peserta didik dapat memahami pembelajaran dengan lebih mudah. Proses pembelajaran seyogyanya dilakukan secara luring atau tatap muka, dimana dalam proses pembelajaran di sekolah guru dapat berinteraksi langsung dengan peserta didik. Guru dapat menyampaikan pembelajaran dengan berbagai cara atau metode seperti diskusi, tanya jawab, ceramah, proyek dan Pembelajaran luring atau biasa dikatakan pembelajaran offline . merupakan salah satu proses pembelajaran yang dilaksanakan antara pendidik atau guru dengan peserta didik secara langsung sehingga memungkinkan terjadinya hubungan atau kerjasama antar satu dengan lain yang disusun menggunakan langkah-langkah secara sistematis Pembelajaran tatap muka juga memungkinkan seorang guru melakukan bimbingan secara intens kepada peserta didik serta melakukan pembiasan-pembiasan keagamaan yang dapat membentuk karakter peserta didik. Pembelajaran luring sendiri memiliki manfaat diantaranya, membangun komunikasi yang baik antara orang tua sebagai guru utama dirumah dan juga guru disekolah yang mengawasi perkembangan belajar Pembelajaran luring mempunyai konsep yang hampir sama dengan proses pembelajaran offline, sebab pembelajaran luring guru dapat memantau secara langsung perkembangan pembelajaran anak melalui orang tua ataupun melihat secara langsung tanpa melewati akses internet pada proses pembelajaran5. Akan tetapi dengan mewabahnya virus corona yang melanda Indonesia dan Bali pada khususnya, pemerintah menetapkan kebijakan belajar dari rumah atau pembelajaran dalam jaringan. Pembelajaran dalam jaringan . di atur melalui Surat Edaran Kemendikbud No. 4 Tahun 2020 yang diperkuat Surat Edaran Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran chovid-19. Ada tiga poin kebijakan terkait pembelajaran daring, pertama, pembeajaran daring untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Kedua, dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemic covid-19. Ketiga, aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah6 Mendikbud dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi chovid-19 tanggal 7 Agustus 2020 memaparkan prioritas utama pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi chovid-197. Dengan adanya kebijakan pemerintah ini, maka MA Al-Amin Tabanan menetapkan untuk melaksanakan pembelajaran masa pandemi chovid-19 Tahun Pelajaran 2020/2021 secara daring. Rohmawati. Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini . 1, 2015, h. Triwibowo. Deskripsi Efektivitas Discovery Learning pada Pembelajaran Matematika di SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga dan SMP Negeri 2 Rembang. Jurnal Pendidikan Matematika. , 2015, h. Dewi. Dampak Covid-19 Terhadap Impelementasi Pembelajaran Di Sekolah Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. 1 Tahun 2020, h. Kemdikbud. Surat Edaran Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran chovid-19. Kemdikbud. Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri 7 Agustus 2020 tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi chovid-19. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Pelaksanaan pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan dilaksanakan dengan sistem full daring . Proses Pembelajaran yang awalnya dilaksanakan mulai pukul 07. 00 hingga 14. 00 sebelum pandemi, saat pandemi dilakukan pemangkasan jam mengajar yang di mulai pukul 08. 00 hingga 12. waktu pembelajaran disesuaikan dan bobot materi yang diajarkanpun diringkas dengan mengambil poin penting pada tiap KD (Kompetensi Dasa. Proses pelaksanaan pembelajaran daring ini dengan menggunakan media whatsapp, video pembelajaran, power point slide dan penugasan. Pelaksanaan pembelajaran daring yang telah dilaksanakan MA Al-Amin Tabanan menemui banyak kendala dalam prosesnya. Kendala yang ditemui dalam pembelajaran daring yaitu, adanya keluhan dari peserta didik hingga wali peserta didik. Peserta didik mengeluh karena keterbatasan kuota, kendala jaringan, kesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru hingga mengeluh karena banyaknya tugas yang diberikan. Wali peserta didik juga mengeluh karena permintaan anak terkait fasilitas pembelajaran daring seperti handphone yang harus support, adanya kendala jaringan hingga kesiapan orang tua dalam mendampingi, mengawasi hingga membantu anak belajar dari rumah. Kendala lain juga ditemui oleh dewan Guru MA Al-Amin Tabanan dalam prosesnya mulai dari belum terbiasanya mengajar daring, mempersiapkan bahan ajar daring, kendala sinyal, susahnya memonitoring peserta didik sehingga mengakibatkan peserta didik malas belajar hingga jarang mengumpulkan tugas8. Dengan banyaknya permasalahan di atas dan dengan semakin menurunnya kasus postif covid-19 di Indonesia, maka pemerintah mengambil kebijakan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka Pemerintah melalui Keputusan Mendikbud. Menag. Menkes dan Mendagri RI Nomor 03/KB/2021. Nomor 384 Tahun 2021. Nomor HK. 08/Menkes/4242/2021. Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-. memutuskan bahwa sekolah atau madrasah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan atau pembelajaran jarat jauh. Pembelajaran tatap muka terbatas yang diterapkan oleh MA Al-Amin Tabanan berpijak pada surat keputusan tersebut dan diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Tabanan Nomor 800/4439/Disdik Tahun 2021 serta Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan Nomor 800/4504/Disdik Tahun 2021 tentang pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi covid-19 pada satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan terhitung mulai tanggal 1 oktober 2021 9. Merujuk pada latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti perbandingan efektivitas antara pembelajaran yang dilaksanakan secara luring atau tatap muka dan pembelajaran daring atau online di MA Al-Amin Tabanan Tahun Pelajaran 2021/2022. TINJAUAN PUSTAKA Efektivitas Pembelajaran Efektivitas pembelajaran menurut Supriyono merujuk pada berdaya dan berhasil guna seluruh komponen pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran efektif mencakup keseluruhan tujuan pembelajaran baik yang berdimensi mental, fisik, maupun sosial. Pembelajaran efektif memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat10. Pembelajaran yaitu suatu sistem atau proses membelajarkan pembelajar yang direncanakan, dilaksanakan serta dievaluasi secara sistematis supaya pembelajar bisa mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien11. Pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus pada hasil yang dicapai peserta didik, melainkan bagaimana proses pembelajaran yang Arifin. Haris Nursyah. Evaluasi pembelajaran dalam jaringan MA Al-Amin Tabanan Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Ekonomi. Vol. 6 No. 1, 2021, h. Mendikbud. Menag. Menkes dan Mendagri RI. Surat Keputusan Mendikbud. Menag. Menkes dan Mendagri Nomor 03/KB/2021. Nomor 384 Tahun 2021. Nomor HK. 08/Menkes/4242/2021. Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-. Abu Ahmadi dan Supriyono. Psikologi Belajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2. , h. Komalasari. Kokom. Op. Cit. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan, dan mutu serta dapat memberikan perubahan perilaku yang diaplikasikan dalam kehidupan12. Menurut beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bawasanya efektivitas pembelajaran adalah interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dimana proses pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian hingga evaluasi. Dengan proses yang terimplementasi dengan baik, maka dapat memberikan pengalaman, pemahaman, keterampilan serta attitude kepada peserta didik sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien. Menurut Carrol sebagaimana dikutip oleh Supardi didalam bukunya yang berjudul sekolah efektif, menyatakan bahwa efektifitas pembelajaran adalah bergantung kepada lima faktor: Sikap berupa kemauan dan keterampilan peserta didik dalam belajar. Kemampuan untuk memahami pengajaran yaitu kemauan peserta didik untuk mempelajari sesuatu pelajaran, termasuk didalamnya kemampuan peserta didik dalam belajar dengan bekal pengetahuan awal untuk mempelajari pelajaran akan datang. Ketekunan adalah jumlah waktu yang dapat disediakan oleh peserta didik untuk belajar dengan Peluang yaitu peluang waktu yang disediakan oleh guru untuk mengajar sesuatu keterampilan atau Pengajaran yang bermutu adalah efektivitas suatu pengajaran yang disampaikan13. Menurut Slavin dalam Triwibowo tahun 2015 ada 4 indikator dalam mengukur efektivias pembelajaran antara lain: Mutu pengajaran Mutu pengajaran yaitu sejauh mana penyajian informasi atau kemampuan membantu siswa dengan mudah mempelajari bahan. Mutu pengajaran dapat dilihat dari proses dan hasil Proses pembelajaran dilihat dari kesesuaian antara aktivitas guru dan siswa dengan langkah-langkah pembalajaran yang digunakan. Sedangkan hasil pembelajaran dilihat dari ketuntasan belajar siswa Tingkat pengajaran yang tepat Tingkat pengajaran yang tepat yaitu sejauh mana guru memastikan bahwa siswa sudah siap mempelajari suatu pelajaran baru, maksudnya kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mempelajarinya tetapi belum memperoleh pelajaran tersebut. Tingkat pengajaran yang tepat dilihat dari kesiapan belajar siswa. Insentif Insentif yaitu sejauh mana guru memastikan bahwa siswa termotivasi untuk mengerjakan tugas-tugas pengajaran dan untuk mempelajari bahan yang sedang disajikan. Insentif dilihat dari aktivitas guru dalam memberikan motivasi kepada siswa. Waktu Waktu yaitu sejauh mana siswa diberi cukup banyak waktu untuk mempelajari bahan yang sedang diajarkan. Pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila siswa dapat menyelesaikan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan14. Pembalajaran Luring Menurut Lufri, pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar yang penyelenggaran kelasnya berada di luar jaringan yang tidak menggunakan dalam jaringan . pada Khanifatul. Pembelajaran Inovatif: Strategi Mengelola Kelas Secara Efektif dan Menyenangkan (Jogjakarta: Ar -Ruzz Media, 2. , h. Supardi. Sekolah Efektif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2. , h. Triwibowo. Tesis: Deskripsi Efektivitas Discovery Learning Pada Pembelajaran Matematika Di Smp Muhammadiyah 5 Purbalingga Dan Smp Negeri 2 Rembang (Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index proses pembelajaran. pembelajaran luring sendiri memberikan metode pembelajaran efektif, seperti menggabungkan kegiatan kolaboratif dengan belajar mandiri, pembelajaran di dasarkan pada kebutuhan anak yang menggunakan stimulasi dan permainan, ataupun pemberian lembar kerja kepada anak dengan tugas yang bervariasi15. Pembelajaran luring atau biasa dikatakan pembelajaran offline . merupakan salah satu proses pembelajaran yang dilaksanakan antara pendidik atau guru dengan peserta didik secara langsung sehingga memungkinkan terjadinya hubungan atau kerjasama antar satu dengan lain yang disusun menggunakan langkah-langkah secara sistematis16. Dapat ditarik kesimpulan bahwa, pembelajaran luring atau dengan kata lain pembelajaran tatap muka yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa secara lengsung tanpa menggunakan perantara berupa jaringan. Pembelajaran luring memungkinkan guru untuk dapat langsung mengawasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga ketika terjadi permasalahan dalam proses pembelajaran seorang guru dapat secara langsung memberikan tindak lanjut terkait permasalahan yang dihadapi. Dalam pembalajaran luring guru leluasa dalam berinovasi terkait proses pembalajaran, dimana guru dapat menerapkan berbagai strategi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran luring memungkinkan guru menerapkan berbagai strategi seperti dengan menerapkan berbagai model pembelajaran, metode hingga teknik dalam proses pembelajaran. Dengan penerapan strategi yang berfariatif inilah memungkinkan siswa dapat aktif, senang serta akan mampu memahami materi-materi yang disampaikan oleh guru. Dengan kondisi siswa senang akan prose pembelajaran, aktif dan dapat bertanya langsung kepada guru akan menciptakan iklim belajar yang baik serta menghasilkan prestasi dalam belajar siswa. Pembelajaran luring sendiri memiliki manfaat diantaranya, membangun komunikasi yang baik antara orang tua sebagai guru utama dirumah dan juga guru disekolah yang mengawasi perkembangan belajar Pembelajaran luring mempunyai konsep yang hampir sama dengan proses pembelajaran offline, sebab pembelajaran luring guru dapat memantau secara langsung perkembangan pembelajaran anak melalui orang tua ataupun melihat secara langsung tanpa melewati akses internet pada proses pembelajaran 17. Pembelajaran Daring Syarifudin menjelaskan bahwa pembelajaran daring adalah bentuk pembelajaran yang mampu menjadikan siswa mandiri tidak bergantung pada orang lain 18. Berdasarkan pendapat lain juga dijelaskan, bahwa pembelajaran daring merupakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan agar mencakup target yang luas19. Menurut Mulayasa pembelajaran daring pada dasarnya adalah pembelajaran yang dilakukan secara virtual yang tersedia. Meskipun demikian, pembelajaran daring harus tetap memperhatikan kompetensi yang di ajarkan20. Dari beberapa pengertian pembelajaran daring di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan secara virtual dengan menggunakan jaringan internet. Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran yang tidak mengharuskan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka bersama guru. Pembelajaran daring dapat dilakukan secara Hasanah. Pembelajaran Bauran (Terampil Memadukan Pembelajara Offline-Online. Face to Face and Mobile Learnin. , (Jakarta: Prestasi Pustak. , 2014, h. Sofan Amri. Lif Khoiru Ahmadi. Konstruksi Pengembangan Pembelajaran (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , h. Dewi. Op. Cit. , h. Syarifudin. Implementasi pembelajaran daring untuk meningkatkan mutu pendidikan sebagai dampak diterapkannya social distancing. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. , 2020, h. Bilfaqih. Yusuf. Esensi Pengembangan Pembelajaran Daring (Yogyakarta: Deepublish, 2. , h. Mulyasa. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index fleksibel oleh guru dan siswa, dimana pembelajaran tidak terbatas ruang dan waktu. Pembelajaran daring memungkinkan peserta didik untuk belajar mandiri serta mencari informasi dari berbagai literasi. Dengan pembelajaran daring peserta didik diharapkan dapat berkreasi dan berinovasi dalam proses pembelajaran dengan tetap memperhatikan kompetensi yang diajarkan. Menurut Bilfaqih, manfaat dari pembelajaran daring adalah sebagai berikut : Meningkatkan mutu pendidikan dengan memanfaatkan multimedia secara efektif dalam Meningkatkan keterjangkauan pendidikan yang bermutu melalui penyelenggaraan pembelajaran dalam jaringan Menekan biaya penyelenggaraan pendidikan yang bermutu melalui sumber daya bersama 21. Selain manfaat pembelajaran daring di atas. Pangondian menyebutkan beberapa kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu: Kurang cepatnya umpan balik yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar Pengajar perlu waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri Terkadang membuat beberapa orang merasa tidak nyaman Adanya kemungkinan muncul prilaku frustasi, kecemasan dan kebingungan 22. Hasil penelitian yang dilakukan penulis pada tahun 2021 dengan judul evaluasi pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan Tahun Pelajaran 2020/2021 juga dikemukakan bahwa kendala saat proses pembelajaran banyak ditemukan. Kendala yang ditemui yakni permasalahan sinyal, keterbatasan kuota yang diberikan orang tua, sulitnya mengontrol siswa saat belajar, keterlambatan dalam mengumpulkan tugas sehingga berpengaruh kepada hasil pembelajaran yang menurun dibandingkan saat pembelajaran berjalan secara luring atau tatap muka23. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada Penelitian kualitatif menurut pengertian lain adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa data deskriptif yang meliputi ucapan atau tulisan dan perilaku seseorang yang diamati yang kemudian hasil data deskriptif tersebut dianalisis oleh peneliti. Melalui penelitian kulitatif peneliti dapat mengenali subjek sencara mendalam, serta mengerti bagaimana seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian kualitatif yang berupa deskriptif merupakan aktivitas yang bertujuan untuk menggambarkan situasi fenomena, yang dirancang untuk mendapatkan suatu informasi dalam keadaan saat Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian yakni MA Al-Amin Tabanan yang berlamat di Jl. Rama Gg. I No. 1 Delod Peken Tabanan. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Mei Ae Juni 2022. Pendekatan dan Jenis Penelitian Bilfaqih. Op. Cit. , h. Pangondian. Santosa dan Nugroho. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Pembelajaran Daring dalam Revolusi Industri 4. Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Sains. , h. Arifin. Haris Nursyah. Op. Cit. , h. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Rukaesih A. Maolani dan Ucu Cahaya. Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Pendekatan ini merupakan salah satu metode penelitian yang berusaha mamahami perilaku-perilaku manusia yaitu apa yang dikatakan, dilakukan orang sebagai produk dari orang tersebut menafsirkan dunianya, peneliti dapat menginterpretasikan gejala tersebut tidak hanya hasil pengamatan sendiri, melainkan memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain. Penentuan Informan informan yang ditunjuk atau dipilih dalam penelitian ini adalah informan yang benar-benar mengetahui kondisi internal dan eksternal, yang dianggap pantas sebagai key informan adalah Kepala Madrasah. Wakil Kepala Madrasah. Guru. Siswa. Wali Siswa dan Komite MA Al-Amin Tabanan. Tabel 3. 1 Kriteria Key Informan No. Key Informan Kepala Madrasah Wali Kelas Madrasah Guru Mapel Siswa Wali siswa Komite Jenis Kelamin L/P L/P P/L Jumlah Usia Jumlah Key informan yang dipilih di atas disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Peneliti melakukan pengamatan langsung dengan membawa data observasi yang telah disusun sebelumnya untuk melakukan pengecekan, dan kemudian peristiwa yang diamati dicocokkan dengan hasil Teknik Pengumpulan Data Sugiyono menyebutkan bahwa Aupengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah, sumber data primer, dan lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam dan dokumentasiAy. Jenis pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Observasi. Wawancara dan Dokumentasi. Jenis pengumpulan data ini diharapkan dapat saling melengkapi sehingga informasi yang diperlukan sesuai dengan penelitian 26. Observasi Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan mengamati setiap kejadian yang berlangsung dan mencatatnya dengan menggunakan lembar observasi. Metode observasi ini menggunakan pengamatan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi atau perilaku. Peneliti memandang yang diobservasi, apabila peneliti tidak dapat dengan segera memahami makna sesuai kejadian di lokasi, para subjek dapat membantu menjelaskan pemaknaan dalam hal-hal tertentu disusun secara bersama-sama antara peneliti dengan subjek. Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Peneliti melakukan teknik wawancara dengan tujuan menggali informasi mendalam dari responden. Dalam wawancara peneliti bertindak sebagai pewawancara sekaligus sebagai pemimpin dalam proses wawancara tersebut. Sedangkan responden adalah orang yang diwawancarai yang dimintai informasi oleh peneliti. Sugyono. Op. Cit. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index . Dokumen Sugiyono menyebutkan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dari penelitian kualitatif. Sehingga dalam penelitian ini peneliti berusaha mengumpulkan dokumen yang di dapatkan di lapangan27. HASIL DAN PEMBAHASAN Madrasah Aliyah Al-Amin Tabanan merupakan madrasah yang berlokasi di pusat jantung kota Tabanan yang beralamat di Jl. Rama Gg. I No. 1 Delod Peken Tabanan. Dalam proses pembelajaran MA Al-Amin Tabanan menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang inovatif dengan didukung sarana prasarana yang memadai. MA Al-Amin Tabanan menerapkan strategi dan pembiasaan-pembiasaan yang menyenangkan agar proses belajar mengajar menjadi bermakna. Pelaksanaan pembelajaran di MA Al-Amin Tabanan pada prosesnya dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Pembelajaran luring dilakukan di sekolah secara langsung sehingga terjadi interaksi antara guru dan siswa. Pelaksanaan pembelajaran secara luring memungkinkan siswa memahami materi pembelajaran dengan adanya bimbingan langsung dari guru dan dengan adanya proses diskusi antar teman. Akan tetapi, pada awal tahun 2020 semester genap tahun pelajaran 2020/2021 wabah covid-19 melanda Indonesia dan Bali pada khususnya. Melandanya wabah covid-19 di Indonesia membuat pemerintah mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran guna memutus rantai penyebaran wabah tersebut. Pada bulan maret dikeluarkan kebijakan bahwa seluruh sekolah menerapkan pembelajaran dalam jaringan . Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Surat Edaran Kemendikbud No. 4 Tahun 2020 yang diperkuat Surat Edaran Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran chovid-19. Sehingga dengan diberlakukannya kebijakan tersebut maka MA Al-Amin Tabanan pun melaksanakan pembelajaran secara daring. Pelaksanaan pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan mulai dilaksanakan pada pertengahan semester genap tahun pelajaran 2020/2021 hingga semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Pelaksanaan pembelajaran secara daring dilakukan dengan berbagai media dan alat komunikasi dalam jaringan. Alat komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring dari grup whatsapp hingga e-learning edmodo. Sedangkan media yang digunakan yaitu seperti video pembelajaran, pemberian materi dengan power poin dan pdf serta dengan menggunakan voice note guna memberi tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Pelaksanaan pembelajaran daring dalam prosesnya berjalan dengan cukup baik walau masih terdapat kendala yang ditemui oleh guru, siswa ataupun orang tua. Pelaksanaan pembelajaran daring maupun luring tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pelaksanaan pembelajaran yang optimal adalah pembelajaran yang dapat menuntaskan tujuan pembelajaran sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai. Hasil belajar yang baik dapat tercapai apabila pelaksanaan pembelajaran terlaksana secara Efektivitas antara pembelajaran luring dan daring di MA Al-Amin diukur melalui beberapa indikator yaitu mutu pengajaran, tingkat pengajaran yang tepat, insentif dan waktu. Mutu pengajaran dapat dilihat dari proses dan hasil pembelajaran. Tingkat pengajaran yang tepat dilihat dari kesiapan belajar siswa. Insentif dilihat dari aktivitas guru dalam memberikan motivasi kepada siswa. Serta waktu dilihat dari sejauh mana siswa dapat menyelesaikan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan 28. Adapun Ibid, h. Tribowo. Op. Cit. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index penjabaran komparasi efektivitas pembelajaran daring dan luring pada MA Al-Amin Tabanan mengacu pada indikator di atas adalah sebagai berikut: Mutu Pengajaran antara Pembelajaran daring dan luring Mutu pengajaran yaitu sejauh mana penyajian informasi atau kemampuan membantu siswa dengan mudah mempelajari bahan. Mutu pengajaran dapat dilihat dari proses dan hasil Proses pembelajaran dilihat dari kesesuaian antara aktivitas guru dan siswa dengan langkah-langkah pembalajaran yang digunakan. Sedangkan hasil pembelajaran dilihat dari ketuntasan belajar siswa. Proses pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan dilaksanakan dengan menggunakan alat komunikasi dan media sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Alat komunikasi yang digunakan oleh guru yaitu berupa aplikasi whatsapp, zoom meeting dan media yang digunakan baik berupa video, power poin, pdf ataupun dokumen. Pada prosesnya guru membuka pembelajaran melalui whatsapp group dan memberikan materi ataupun penugasan dengan melampirkan dokumen tertentu ataupun sesekali menggunakan aplikasi zoom meeting. Pemaparan di atas, sesuai dengan penuturan Bapak Kepala Madrasah MA Al-Amin Tabanan. Yusuf. Pd. I dimana beliau menjelaskan bahwa Aupelaksanaan pembelajaran daring kita maksimalkan sarana prasarana dan media yang sudah biasa kita gunakan yaitu whatsapp, zoom meeting, video, power poin, pdf ataupun dokumen. Hal ini agar memudahkan guru dan siswa dalam mengikuti pembelajaran dari rumahAy. Pada prosesnya, pelaksanaan pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan berjalan dengan cukup baik. Dimana guru dan siswa berinteraksi melalui whatsapp group dan penjelasan materi dilakukan dengan menggunakan video pembelajaran serta merespon siswa dengan chat ataupun voice note. Tidak banyak strategi, model dan metode yang dapat diterapkan oleh guru karena keterbatasan ruang dan minimnya interaksi antara guru dan siswa. Hal ini membuat proses pembelajaran cenderung berjalan monoton dan menimbulkan beberapa kendala yang ditemui saat proses pembelajaran daring. Kendala yang ditemui saat pembelajaran daring dari hasil observasi penulis di MA Al-Amin Tabanan yaitu: persentase keikutsertaan siswa yang rendah saat pembelajaran daring, lambatnya siswa yang merespon pembelajaran di whatsapp group karena berbagai alasan, hingga siswa telat mengumpulkan tugas yang diberikan guru. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Ibu Ida Lailatul Qoyumah. Pd selaku Waka. Kesiswaan yaitu Aupembelajaran daring susah untuk dilakukan pengontrolan dikarenakan siswa di rumah dengan berbagai kesibukannya masing-masing. Siswa ada yang membantu orang tua sampai bangun kesiangan sehingga telat dalam mengiktui pembelajaran, malas dalam mengerjakan tugas bahkan sampai tidak mengiktu pembelajaranAy. Kendala lain juga ditemui pada prosesnya terkait dengan laporan wali siswa baik kepada wali kelas ataupun Waka. Kesiswaan. Kendala yang ditemui yaitu minimnya perangkat handphone, keterbatasan kuota serta susahnya mengatur anak-anak untuk mengikuti pembelajaran karena Kendala tersebut juga dituturkan oleh perwakilan Komite MA Al-Amin Tabanan yakni Ibu Joesliyanthi Dinche Pothri. Aubahwa pembelajaran daring dibutuhkan kerja ekstra dari para orang tua. Dimana orang tua dituntut menyiapkan sarana prasarana untuk menunjang anak mengikuti pembelajaran daring, menyediakan kuota hingga mendampingi anak dalam proses Padahal orang tua tidak semua sama kondisi ekonominya serta susahnya mengontrol anak belajar karena faktor pekerjaan. Hal tersebut di atas juga diperkuat oleh penjelasan Bapak Moh Agus Purwanto wali siswa Marsheillah Dwi Sabillah kelas XII IPS bahwa Aupembelajaran daring mengaharuskan orang tua untuk mengeluarkan biaya lebih di masa pandemi JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index dengan mempersiapkan handphone dan kuota internet serta susahnya membimbing anak belajar di rumahAy. Dari sudut pandang siswa pembelajaran daring dirasa sangat membosankan karena guru cenderung memberikan materi menggunakan powerpoint, dokumen dan hanya sesekali menggunakan video. Guru sering memberikan penugasan dengan waktu yang singkat sehingga berbenturan dengan jadwal pelajaran dari guru lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Ralashandy Armilystya Latifa Fauzin kelas XII bahwa Ausaat pembelajaran daring guru lebih sering memberikan materi tanpa ada penjelasan, memberikan tugas hingga mencatat sehingga kami kurang memahami materi yang disampaikanAy. Hasil penelitian dari Haris tahun 2021 tentang evaluasi pembelajaran dalam jaringan ma alamin tabanan tahun pelajaran 2020/2021 menjelaskan bahwa pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan Tahun Pelajaran 2020/2021 secara umum berjalan dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan masih terdapat kendala saat proses pembelajaran daring berlangsung. Kendala yang ditemui yakni permasalahan sinyal, keterbatasan kuota yang diberikan orang tua, sulitnya mengontrol siswa saat belajar, keterlambatan dalam mengumpulkan tugas sehingga berpengaruh kepada hasil pembelajaran yang menurun dibandingkan saat pembelajaran berjalan secara luring atau tatap muka29. Hasil penelitian lain dari Silvia Indah Sari tahun 2021 dijelaskan bahwa ketidakefektifan pembelajaran daring menurut siswa dan guru SMP Negeri 3 Pleret adalah susah sinyal 19%. Kouta Internet 14% dan kurangnya pemahaman 67%. Selain itu Lokasi siswa dan guru yang terpisah saat melaksanakan pembelajaran daring menyebabkan guru tidak dapat mengawasi secara langsung kegiatan siswa selama proses belajar mengajar30. Kesimpulannya proses pembelajaran daring MA Al-Amin Tabanan berjalan dengan cukup baik walau masih terdapat kendala dalam prosesnya. Kendala yang dihadapi guru terkait kurangnya keikutsertaan siswa, keterlambatan siswa mengikuti pembelajaran dan pengumpulan tugas, hingga siswa yang tidak mengikuti pembelajaran daring. Kendala yang dihadapi orang tua kurang siapnya orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah, keterbatasan kuota hingga harus mempersiapkan perangkat yang memadai untuk belajar daring. Kendala yang dihadapi siswa yaitu kurang memahami materi yang disampaikan karena guru cenderung hanya memberika materi, mencatat tanpa adanya penjelasan lebih rinci dari gurunya. Akan tetapi, terdapat poin positif dalam pelaksanaan pembelajaran daring, dimana siswa dan guru lebih terlatih menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran sehingga dapat mengikuti perkembangan Pelaksanaan pembelajaran luring MA Al-Amin Tabanan pada prosesnya guru dapat secara langsung berinteraksi dengan siswa. Guru dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran baik model yang diterapkan, metode hingga penggunaan media yang bervariatif. Guru dapat memberikan penjelasan, melaksanakan bimbingan serta pengarahan langsung kepada siswa terkait denga proses pembelajaran sehingga ketika siswa memperoleh kesulitan akan dapat direspon oleh Guru juga mudah mengontrol belajar siswa karena guru dan siswa berada pada ruang dan waktu yang sama. Hal tersebut di atas dipaparkan oleh Bapak Kepala Madrasah. Yusuf. Pd. I bahwa Aupembelajaran luring atau tatap muka memungkinkan anak berinteraksi dengan guru ataupun dengan temannya sehingga proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan baik. Guru dapat Arifin. Haris Nursyah. Op. Cit. , h. Sari. Silvia Indah. Dindi Fatika Sari. Iis Suwartini. Efektivitas Pembelajaran Daring dan Luring di SMP Negeri 3 Pleret. Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajaran 10 . , 2021, h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index dengan leluasa mengajar dengan berbagai strategi dan cara sehingga siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaranAy. Sejalan dengan Bapak Kepala Madrasah. Ibu Dwi Sasti Sulistyono wali siswa Zaki Maulana Sulistyono kelas XI IPA juga menjelaskan bahwa Aupembelajaran di sekolah lebih memudahkan anak dan orang tua. Anak lebih terkontrol, lebih mudah memahami materi serta dapat bersosialisasi dengan temannya sehingga mengurangi ketergantungan kepada gadget. Orang tua juga lebih merasa tenang saat bekerja karena anak dikontrol langsung oleh guru di sekolahAy. Pemaparan Ibu Sri Asutik wali kelas X IPA menjelaskan bahwa Aupembelajaran luring lebih memudahkan guru dalam menyampaiakan materi pelajaran. Guru lebih mudah dalam menjelaskan metri, memberikan latihan soal hingga mengetahui kendala siswa saat proses pembelajaran. Guru dapat membimbing langsung siswa yang menemui kesulitan saat belajarAy. Sejalan yang disampaikan Ibu Sri Astutik. Saffana Tsalis Ningtyas kelas XI IPA memaparkan bahwa Aubelajar di sekolah lebih membuat pemahaman terhadap materi pembelajaran lebih baik. Di sekolah kita dapat penjelasan langsung dari guru, dapat bertanya langsung jika menemui kesulitan hingga dapat berdiskusi dengan teman sekelasAy. Hasil observasi penulis pada pertengahan semester genap tahun pelajaran 2021/2022 diperoleh bahwa para siswa sangat antusias menyambut pembelajaran luring atau tatap muka. Pada proses pembelajaran di sekolah guru dengan leluasa menyampaikan materi pelajaran dengan berbagai strategi. Guru juga dapat menggunakan media power point karena seskolah dilengkapi dengan LCD proyektor sehingga pembelajaran berjalan lebih menarik. Siswa juga dapat melakukan berbagai praktik dan bimbingan bersama guru, berdiskusi dengan teman sejawat sehingga pembelajaran lebih bermakna. Kesimpulan pembelajaran luring MA Al-Amin Tabanan yakni pembelajaran luring memungkinkan interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih intens. Guru dapat melaksanakan pembelajaran secara bervariasi dengan menerapkan berbagai strategi, model, metode hingga media Pembelajaran berjalan dua arah dimana siswa memperoleh bimbingan langsung dari gurunya terkait kendala yang dihadapi, dapat berdiskusi dengan teman sekelas sehingga pembelajaran berjalan dengan baik. Dilihat dari hasil belajar siswa saat mengikuti pembelajaran daring, yaitu hasil belajar siswa relatif baik dimana baik hasil penugasan ataupun penilaian harian siswa memperoleh nilai yang Hal ini dikarenakan siswa mengerjakan di rumah tanpa kontrol orang tua dan dapat berselancar di internet untuk menyelesaikan tugas dan penilaiannya. Sedangkan untuk ranah afektif guru cenderung susah untuk menilai dikarenakan tidak bertemu langsung oleh siswa. Berbeda dengan hasil belajar siswa saat mengikuti pembelajaran daring, hasil belajar siswa saat pembelajaran luring relatif lebih rendah. Akan tetapi, segi pemahaman siswa lebih baik, sedangkan terkait nilai lebih rendah karena pelaksanaan penilaian di awasi oleh guru. Perbedaan hasil belajar ini diungkapkan oleh wali kelas XI IPS yakni Ibu Rini Kuspiandarsih. Pd bahwa Auhasil belajar siswa saat daring lebih baik dibandingkan saat luring. Hal ini dikarenakan saat pengerjaan soal penilaian siswa dapat mencari jawaban di handphone karena tidak adanya pengawasan secara langsung. Akan tetapi secara sikap anak lebih baik dikarenakan di sekolah siswa melakukan pembiasaan-pembiasaan keagamaan dan diawasi langsung oleh Bapak Ibu GuruAy. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk hasil belajar siswa saat pembelajaran daring lebih baik dibandingkan saat pembelajaran luring. Akan tetapi, dari sisi sikap anak lebih baik di sekolah karena saat di rumah minim pengawasan dari orang tua. Dari hasil observasi penulis didapatkan bahwa hasil rekap keseluruhan terkait dengan ketuntasan belajar siswa baik pembelajaran luring ataupun daring pada MA Al-Amin Tabanan yakni tuntas. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Dari serangkaian urain diatas terkait mutu pengajaran dari segi proses dan hasil dapat dilihat perbandingannya dimana pembelajaran luring dari segi proses lebih baik dibandingkan pembelajaran daring. Dimana saat luring guru leluasa melaksanakan pembelajaran dengan berbagai strategi, lebih mudah mengawasi, mengontrol, membimbing siswa sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil belajar, hasil dari pembelajaran daring lebih baik dari dibandingkan pembelajaran luring. hal ini dikarenakan siswa mengerjakan penilaian dengan bantuan handphone tanpa pengawasan sehingga bisa dikatakan bukan asli hasil pekerjaan mereka sendiri. Akan tetapi secara menyeluruh ketuntasan hasil belajar siswa baik melalui daring dan luring yaitu tuntas berdasarkan rekap pada nilai rapot semester genap dan ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Tingkat Pengajaran yang Tepat antara Pembelajaran daring dan luring Tingkat pengajaran yang tepat yaitu sejauh mana guru memastikan bahwa siswa sudah siap mempelajari suatu pelajaran baru, maksudnya kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mempelajarinya tetapi belum memperoleh pelajaran tersebut. Tingkat pengajaran yang tepat dilihat dari kesiapan belajar siswa. Tingkat pengajaran yang tepat dalam pembelajaran daring di MA Al-Amin Tabanan yakni dimana guru memastikan siswa telah siap mengikuti pembelajaran. Pada prosesnya guru tidak mengetahui secara pasti terkait kesiapan siswa di rumah. Guru mengecek kesiapan belajar siswa melalui whatsapp group ataupun sesekali menggunakan zoom meeting. Komunikasi dengan orang tua pun terkadang juga menjadi kendala karena respon yang lambat dari orang tua sehingga sangat susah untuk mempersiapkan siswa dalam proses pembelajaran. Tentu dengan kesiapan siswa yang kurang maka jalannya pembelajaran akan lebih lama untuk dicerna oleh siswa. Ibu Sri Astutik yang merupakan guru mata pelajaran matematika menuturkan bahwa Aukesiapan siswa sangat mempengaruhi jalannya proses pembelajaran. Siswa yang siap belajar sudah mempersiapkan segala kebutuhannya seperti buku, alat tulis, perangkat hingga kuota Hal ini akan mempermudah jalannya pembelajaran yang dilakukan secara daringAy. Hasil observasi penulispun didapat bahwa guru sangat susah dalam mempersiapkan siswa belajar tanpa bantuan orang tua di rumah karena minimnya kedisiplinan siswa saat belajar di rumah. Sarana prasarana yang digunakan pun hanya bisa memantau siswa dari jarak jauh sehingga terkadang guru memberikan materi tanpa mengetahui kasiapan belajar siswa. Dwi Sasti Sulistyono selaku wali siswa menjelaskan bahwa Aumembantu mempersiapkan belajar siswa belajar di rumah terkendala karena lebih dari dua anak dengan tingkat pendidikan yang berbeda-beda sehingga orang tua memprioritaskan anak yang paling kecil terlebih dahulu. Belum lagi kendala pekerjaan, dimana orang tua bekerja bersamaan dengan waktu belajar anak saat pembelajaran daring sehingga terbagi konsentrasi antara membantu anak mempersiapkan belajar dengan tanggung jawab pekerjaanAy. Berbeda tingkat pengajaran jika pembelajaran dilaksanakan secara luring. pembelajaran luring atau tatap muka akan mempermudah guru dalam mempersiapkan siswa untuk Dengan pembelajaran luring guru dapat langsung mengintruksikan kepada siswa untuk siap dalam belajar. Guru dapat langsung mengecek kesiapan siswa baik buku, alat tulis hingga bertanya terkait pelajaran pada pembelajaran sebelumnya hingga menanyakan pengetahuan awal siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung. Hal senada disampaikan oleh Ibu Ida Lailatul Qoyumah. Pd selaku guru mata pelajaran biologi bahwa Audengan pembelajaran luring kita mudah dalam mempersiapkan siswa dalam Kita juga bisa mengecek pemahaman siswa pada pelajaran sebelumnya dan bertanya kepada siswa terkait materi yang akan dipelajari. Dengan kesiapan siswa yang baik saat JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index pembelajaran akan dimulai akan mempengaruhi proses pembelajaran berikutnya sehingga hasil belajarpun akan semakin membaikAy. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengajaran yang tepat antara pembelajaran daring dan luring yaitu pembelajaran luring lebih mudah dalam mempersiapkan siswa untuk belajar. Hal ini dikarenakan Guru lebih mudah mempersiapkan siswa baik peralatan pembelajaran, pemahaman akan materi sebelumnya hingga pemahaman siswa terkait materi yang akan dipelajari. Berbeda jika pembelajaran daring dimana guru susah dalam mempersiapkan siswa untuk belajar karena tidak bertemu langsung sehingga peran orang tua sangat penting dalam mempersiapkan siswa dalam belajar. Insentif Guru antara Pembelajaran daring dan luring Insentif yaitu sejauh mana guru memastikan bahwa siswa termotivasi untuk mengerjakan tugas-tugas pengajaran dan untuk mempelajari bahan yang sedang disajikan. Insentif dilihat dari aktivitas guru dalam memberikan motivasi kepada siswa. Pemberian Insentif berupa motivasi dari guru kepada siswa sangat berpangaruh terhadap semangat dan ghairah belajar siswa. Dengan pemberian motivasi maka siswa yang semula kurang bersemangat dalam belajar dapat terbakar semangatnya sehingga menambah antusias dalam Dengan semakin termotivasinya siswa dalam proses pembelajaran maka hasil pembelajaran pun akan semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Elis Warti tahun 2016 bahwa terdapat hubungan posotif antara motivasi belajar dengan hasil belajar sebesar r=0,974 sehingga koofesien korelasi antara motivasi belajar dengan hasil belajar adalah signifikan. Maka disimpulkan makin tinggi motivasi belajarnya maka makin tinggi pula hasil belajarnya31. Pemberian motivasi saat pembelajaran daring sangat susah disampaikan guru kepada siswa. Pembelajaran daring yang notabennya adalah pembelajaran dalam jaringan dengan menggunakan aplikasi whatsapp group menjadi kendala guru dalam memberikan motivasi. Dengan kurangnya motivasi inilah yang mengakibatkan siswa cenderung malas dalam mengikuti pembelajaran Guru sebatas memberikan motivasi dari chat di whatsapp group terkadang tidak terlalu berpengaruh kepada semangat belajar siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Rini Kuspiandarsih. Pd bahwa Ausaat pembelajaran daring kami sangat minim memberikan motivasi kepada siswa karena kendala tidak bertemu secara Terkadang kami sampaikan melalui wali siswa tetapi tidak banyak membantu. Karena terkadang siswa perlu motivasi agar semangat belajarnya muncul kembaliAy. Berbeda saat pembelajaran dilakukan secara luring, hasil observasi penulis diperoleh bahwa guru dapat selalu memotivasi kepada siswa. Baik saat awal pembelajaran, pertengahan pembelajaran bahkan di luar kelas saat istirahat sekalipun guru tetap dapat memberikan motivasi kepada siswa. Hal ini memungkinkan siswa yang semula sudah menurun motivasinya menjadi terangkat kembali dengan keberadaan guru. Belum lagi motivasi dari sesama teman karena belajar bersama teman sekelas memberi motivasi tersendiri bagi siswa dalam belajar. Sehingga hal ini memungkinkan siswa akan lebih mudah dan cepat dalam memahami pembelajaran yang Warti. Elis. Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SD Angkasa 10 Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP Garut. , 2016, h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Hal ini disampaikan pula oleh Bapak Kepala Madrasah. Yusuf. Pd. I bahwa Aupemberian motivasi sangat penting bagi siswa guna meningkatkan semangat dalam belajar. Siswa yang termotivasi untuk belajar akan bersungguh-sungguh sehingga akan meningkatkan hasil belajarnyaAy. Dari pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian motivasi sangat penting guna meningkatkan ghairah belajar siswa sehingga hasil belajarnya meningkat. Perbedaan antara pemberian motivasi saat pembelajaran daring dan luring adalah saat pembelajaran daring guru terkendala saat memberikan motivasi langsung kepada siswa. Guru cenderung hanya memberikan motivasi melalui kata-kata pada whatsapp group. Sedangkan saat pembelajaran luring guru dapat dengan leluasa memberikan motivasi kepada siswa baik saat pembelajaran di dalam kelas ataupun di luar kelas. Efektivitas Waktu antara Pembelajaran daring dan luring Waktu yaitu sejauh mana siswa diberi cukup banyak waktu untuk mempelajari bahan yang sedang diajarkan. Pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila siswa dapat menyelesaikan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan. Pemanfaatan waktu sangat penting guna tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu seorang guru harus dapat mengalokasikan waktu dengan tepat sesuai dengan materi yang Setiap materi dalam 1 semeter memiliki bobot yang berbeda-beda sehingga guru harus dapat merencakan pembelajaran dengan alokasi waktu dengan tepat. Guru juga dituntut memaksimalkan waktu saat proses pembelajaran agar target tujuan pembelajaran dapat tercapai sehingga tidak mengambil waktu dari guru yang lain. Pemanfaatan waktu belajar saat pembalajaran daring dilakukan guru guna mencapai tujuan pembelajaran yakni waktu cukup digunakan untuk menyampaiakan materi pembelajaran. Saat pembelajaran daring pemanfaatan waktu di atur oleh guru sesuai materi pembelajaran yang Kendala yang dihadapi yakni alokasi waktu yang telah disusun atau direncanakan tidak sesuai saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan disiplin waktu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring sangat kurang. Siswa banyak yang terlambat mengikuti pembelajaran daring terutama di jam pagi. Hal ini dikarenakan siswa ada yang membantu orang tua di rumah, ketiduran hingga sengaja tidak mengikuti karena bermain game online. Kendala tersebut disampaikan pula oleh Ibu Sri Astutik, beliau menjelaskan bahwa Ausaat pembelajaran daring siswa banyak yang terlambat masuk, terlambat mengerjakan tugas hingga tidak mengikuti pembelajaran. Alasan mereka karena kesiangan, membantu orang tua di rumah dan kehabisan kuota. Dengan tidak disiplinnya siswa sehingga pembelajaran menjadi mundur sehingga berbenturan dengan jadwal guru berikutnyaAy. Hal berbeda jika pembelajaran luring, dimana alokasi waktu sesuai dengan jadwal yang Adanya guru piket yang mengontrol waktu pembelajaran hingga guru mapel yang langsung mengontrol pembelajaran di kelas memungkinkan waktu berjalan sesuai dengan yang Sehingga guru dapat memaksimalkan waktu saat proses pembelajaran sehingga materi yang dipelajari serta tugas yang diberikan selesai sesuai alokasi waktu yang telah Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bawasanya terdapat perbedaan pemanfaatan waktu antara pembelajaran daring dan luring. Saat pembelajaran daring guru kesulitan dalam mengontrol dan memaksimalkan waktu belajar siswa. Hal ini dikarenakan saat belajar dari rumah siswa kurang dalam disiplin diri, faktor lain seperti membantu orang tua sampai bangun kesiapan menjadi kendala sehingga waktu yang tersedia tidak dapat dimaksimalkan sehingga terlambat JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index dalam mengikuti pembelajaran sampai terlambat dalam pengumpulan tugas. Sedangkan saat pembelajaran luring guru dapat megontrol langsung penggunaan waktu di kelas. Guru dapat memaksimalkan waktu sesuai dengan yang dirancanakan karena siswa telah siap belajar di dalam Dari penjelasan keempat indikator efektivitas pembelajaran tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa pembelajaran luring lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kendala yang ditemui baik oleh guru, orang tua ataupun siswa saat pembelajaran Pembelajaran lebih efektif baik secara mutu pengajaran, tingkat pengajaran yang tepat, insentif dan penggunaan waktu belajar. Siswa juga merasa lebih senang saat pembelajaran luring karena dapat lebih memahami pembelajaran dan dapat berinteraksi dengan teman sejawatnya. Kesimpulan ini sesuai dengan penelitian terdahulu oleh Haris Nursyah Arifin tahun 2020 bahwa pembelajaran daring kurang menyenagkan karena materi yang dijelaskan kurang dimengerti, keterbatasan kuota, error aplikasi dan kurangnya bimbingan oleh guru. Pembelajaran di sekolah lebih menyenagkan di bandingkan dengan pembelajaran daring karena dapat bertemu teman, berdiskusi secara langsung, kurang penjelasan guru dan hanya dilakukan di rumah saja 32. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Silvia Indah Sari tahun 2021 bahwa siswa dan guru menilai pembelajaran luring lebih efektif dari pada pembelajaran luring. Hal ini di tunjukkan dari hasil wawancara dengan para siswa didapatkan rata-rata 2% memilih pendapat bahwa pembelajaran luring lebih efektif dan sebanyak 30,8% siswa memilih pembelajaran during lebih efektif. Selanjutnya dari hasil wawancara dengan guru didapakan data sebanyak 62% guru berpendapat bahwa pembelajaran luring lebih efektif dan 38% guru berpendapat bahwa pembelajaran daring lebih efektif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini yakni pembelajaran luring lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring dilihat dari keempat indikator efektivitas pembelajaran yaitu mutu pengajaran, tingkat pengajaran yang tepat, insentif dan penggunaan waktu belajar. Pembelajaran luring lebih efektif karena secara umum guru dapat mengontrol secara langsung proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan pembelajaran daring kurang kontrol dari guru serta orang tua sehingga siswa kurang dalam menerapkan kedisplinan diri. Saran dari penelitian ini yakni para pemangku kebijakan lebih memperhatikan proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar pembelajaran kedepan lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA