DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja Rs XYZ Kota Depok Analysis of The Impact of National Health Insurance Implementation Program on The Performance Of Rs XYZ in Depok City Hindun1 Sri Rahayu2 1,2 Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Email: hindunmursyid2211@gmail. Abstract The implementation of the National Health Insurance program requires hospital management to prepare for major changes in the business environment. This study aims to analyze the service performance and financial trends of hospitals before and after the JKN program. The study design was observational, using quantitative methods with secondary data from medical records and financial reports. After the JKN program was implemented, there was a shift in the cost trend of inpatient care. BPJS Health outpatients increased by 7809. 10%, cash patients decreased by 81. and non BPJS Health patients decreased by 3. BPJS Health insurance inpatients increased by 54%, cash patients decreased by 58. 96%, and non-BPJS insurance patients decreased by 76. The implementation of the JKN program has no impact on the basic income balance of outpatients, but has a significant impact on the basic income of inpatients. The change in patient guarantor composition is quite striking, with a sharp increase in BPJS Kesehatan insurance patients as cash patients without insurance switch to BPJS Kesehatan insurance. Hospital management must devise effective strategies to ensure financial stability and performance even in the event of potential BPJS Kesehatan revenue loss. Keywords: financial performance, service performance, universal health coverage Abstrak Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional mengharuskan manajemen rumah sakit siap menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang terjadi secara signifikan. Tujuan penelitian menganalisis tren perubahan pelayanan dan kinerja keuangan Rumah Sakit XYZ sebelum dan sesudah penerapan program JKN. Desain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian kuantitatif, menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medis dan Laporan Keuangan. Setelah implementasi program JKN, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pergeseran tren penjamin biaya pengobatan pasien. Pasien rawat jalan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 7809,10%, pasien cash menurun sebesar 81,19% dan pasien jaminan non-BPJS mengalami penurunan sebesar 3,79%. Pasien rawat inap jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 1273,54%, pasien cash menurun sebesar 58,96% dan pasien jaminan non-BPJS menurun sebesar 76,01%. 31 Penerapan program JKN tidak mempengaruhi keseimbangan pendapatan dasar rawat jalan, namun berdampak signifikan terhadap pendapatan dasar rawat inap. Pergeseran komposisi penjamin pasien, dimana pasien jaminan BPJS Kesehatan meningkat tajam dikarenakan pasien tunai yang belum memiliki jaminan biaya kesehatan beralih menggunakan asuransi BPJS Kesehatan. Dalam situasi tersebut manajemen RS XYZ harus mencari strategi yang tepat dan bekerja secara efektif dan efisien, sehingga jika sumber pendapatan BPJS Kesehatan diasumsikan hilang maka keuangan rumah sakit dan indikator kinerja keuangannya tetap berada pada tingkat ideal. Kata kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, kinerja keuangan, kinerja layanan Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pendahuluan Sistem jaminan sosial nasional (SJSN) merupakan program negara yang perlindungan hak asasi manusia dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H ayat . , ayat . , dan ayat . dan Pasal 34 ayat . dan ayat . UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor X/MPR/2001. Presiden ditugaskan untuk membentuk sistem jaminan sosial nasional dalam rangka memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang lebih menyeluruh dan terpadu (Undang-Undang SJSN, 2. Program nasional (JKN) adalah salah satu program pemerintah Republik Indonesia di bidang kesehatan dengan tujuan kesehatan yang menyeluruh untuk seluruh rakyat Indonesia agar dapat hidup sehat, produktif, dan Sejahtera, program ini merupakan bagian dari sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang bersifat mandatory . bagi seluruh penduduk dan melalui UU No. 24 Tahun 2011 dibentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyelenggarakan program jaminan Implementasi program JKN oleh BPJS kesehatan dimulai sejak 1 Januari 2014 (Undang-Undang SJSN. Pengaruh implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang BPJS Kesehatan memberikan dampak dan perubahan besar pada fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia termasuk rumah sakit. Perubahan tersebut berdampak pada pembayaran klaim pengobatan yang sebelumnya menggunakan mekanisme Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Fee For Service (FFS) menjadi Prospective Payment System (PPS) dengan perangkat entry INA-CBGs (Indonesia Case Base Group. Mekanisme pembayaran yang diberlakukan kepada provider pelayanan kesehatan yaitu sistem kapitasi (Prepaid Capitation Syste. kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PPK . seperti klinik dan puskesmas, dan sistem paket kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan disingkat FKRTL yaitu rumah sakit dimana BPJS Kesehatan akan membayar klaim sesuai dengan sistem paket INA CBGAos (Wijayani, 2. Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pelayanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) menggunakan sistem Indonesian Case Base Groups (INA-CBG). Dalam INA-CBG diperlukan pedoman yang menjadi acuan bagi FKRTL. BPJS Kesehatan. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Organisasi Profesi. Asosiasi Rumah Sakit, dan pemangku kepentingan terkait lainnya (Permenkes No. 26, 2. INA CBGAos merupakan sebuah perangkat entry data pasien yang digunakan untuk melakukan grouping tarif berdasarkan data medis yang berasal dari ringkasan pasien pulang atau resume medis pasien. Tarif paket INACBGAos adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut . umah saki. atas paket layanan yang diagnosis penyakit dan prosedur dengan sistem kodifikasi dari diagnosis Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. akhir dan tindakan atau prosedur yang menjadi output pelayanan (Suhartoyo. Kodifikasi tindakan/prosedur yang ditulis oleh dokter yang merawat pasien sesuai dengan ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revisio. Versi Tahun 2010 ICD-9-CM (International Classification of Diseases. Ninth Revision. Clinical Modificatio. Versi Tahun 2010 untuk tindakan/prosedur yang bersumber dari rekam medis pasien (Permenkes No. 26, 2. Mengimplementasikan JKN bukanlah hal yang mudah, terlebih untuk Rumah Sakit Swasta, dimana kesepahaman dan kesepakatan bersama di seluruh jajaran internal rumah sakit, baik tenaga medis, tenaga kesehatan. SDM Kesehatan kemampuan pengelolaan rumah sakit oleh manajemen. Strategi promosi kesehatan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lainnya tidak jauh berbeda dengan strategi pemasaran pada umumnya (Wijaya Johanes Chendra and Dety Mulyanti. Tantangan pengelolaan keuangan yang dihadapi oleh manajemen Rumah Sakit adalah paradigma pembayaran sesuai paket INA-CBGs dan membuat kebijakan responsif yang dapat diterapkan untuk menerima perubahan tersebut. Dengan tentunya Rumah Sakit menentukan komponen biaya pelayanan kesehatan kepada pasien JKN karena tarifnya telah ditentukan sesuai standar paket . yang mengacu pada besaran rata-rata biaya yang diperlukan untuk suatu kelompok penyakit (Wijayani. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Strategi dan perbaikan perlu dilakukan, terutama dari sisi kebijakan agar untuk selanjutnya tingkat efisiensi kinerja rumah sakit tidak mengalami pengimplementasian program JKN yang menuntut operasional rumah sakit dapat berjalan secara efektif dan efisien namun pelayanan (Irwandy and Sjaaf, 2. Situasi tersebut membuat pengelola bidang perumahsakitan berfikir keras termasuk manajemen RS XYZ. Rumah Sakit XYZ adalah sebuah rumah sakit swasta type B yang menjadi rujukan Cimanggis Kota Depok, beroperasi sejak awal tahun 2006. Rumah sakit dengan kapasitas 200 tempat tidur dilengkapi dengan pelayanan spesialis dan sub-spesialis yang cukup lengkap penunjang medis yang memadai. Sejak awal dicanangkan program JKN. RS XYZ belum mengimplementasikan program tersebut dengan pertimbangan kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar program JKN tersebut dapat berjalan dengan baik. Pada bulan Oktober 2016, setelah melalui proses belajar yang cukup panjang dalam implementasi program JKN di rumah sakit, akhirnya RS XYZ memutuskan untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai pengelola pelayanan JKN. Pada penelitian ini, peneliti ingin menganalisa bagaimana trend kinerja pelayanan dan keuangan di RS XYZ pasca 7 tahun mengimplementasikan program JKN, apakah terjadi perubahan komposisi penjaminan biaya pengobatan pasien yang cukup signifikan. Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Metode Desain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian Tempat penelitian ini adalah Rumah Sakit XYZ, sebuah rumah sakit khusus tipe B milik perorangan . di wilayah Cimanggis Kota Depok. Objek penelitian ini data sekunder yang didapat dari Instalasi Rekam Medis dan Laporan Keuangan sejak tahun 2013 sampai tahun 2023, yaitu: data kunjungan pasien berdasarkan penjamin . awat jalan dan rawat ina. , data komposisi penjamin biaya pengobatan pasien . awat jalan dan rawat ina. , data keuangan sebelum implementasi JKN tahun 2013 sampai 2016 dan sesudah implementasi JKN pada tahun 2017 sampai 2023 khusus pada pendapatan rawat jalan dan rawat inap. Variabel penelitian ini adalah implementasi program JKN . ariabel independe. , kinerja pelayanan dan kinerja keuangan di RS XYZ . ariabel depende. Variabel kinerja pelayanan adalah rasio jumlah pasien rawat jalan cash dan non-cash serta pasien rawat inap cash dan non-cash. Variabel kinerja keuangan adalah pendapatan riil atas pelayanan rawat jalan . unjungan pasie. dan rawat inap . ari rawat Penelusuran laporan pelayanan dan laporan keuangan dilakukan secara retrospektif, yaitu penelusuran data laporan dari tahun 2013 sampai dengan Peneliti perhitungan rata-rata dan analisis kinerja RS XYZ melalui dokumen yang telah Pada proses mengukur kinerja pelayanan dan keuangan RS XYZ sebelum dan sesudah implementasi program JKN, peneliti melakukan pengelompokan data sebelum dan sesudah pelaksanaan program JKN. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Pengukuran penghitungan nilai rata-rata, jumlah dan persentase terhadap indikator pelayanan dan keuangan sebelum dan sesudah pelaksanaan JKN. Proses menganalisis perbedaan kinerja pelayanan dan kinerja pelaksanaan Program JKN, tahapan pengolahan data dilakukan terhadap indikator-indikator keuangan dengan analisis deskriptif. Hasil dan Pembahasan Kinerja Pelayanan Implementasi program JKN yang dimulai pada 1 Januari 2014 belum menjadi mandatory untuk sehingga manajemen RS XYZ belum berkenan untuk menerapkannya. Guna menghadapi perubahan arah kebijakan kesehatan khususnya kesehatan yang digalakkan oleh pemerintah tersebut, manajemen RS Meilia melakukan benchmarking ke beberapa rumah sakit yang sudah lebih dulu menerapkan program JKN. Benchmarking menurut Tatterson adalah suatu cara membandingkan dengan mengukur kinerja antar perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh nilai tambah informasi yang dapat digunakan untuk Hasil benchmarking memberikan banyak manfaat, antara lain menjadikan upaya perbaikan terus menerus . ontinuous improvemen. sebagai budaya organisasi untuk mencapai meningkatkan pengetahuan tentang kinerja produk dan layanan . sumberdaya untuk mencapai target Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. (Syarifuddin. Nurcahyo and Afdal. Setelah proses pembelajaran, akhirnya pada tanggal 1 Oktober 2016 mulai bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jenis layanan yang ada di RS XYZ dibagi menjadi 2, yaitu : Layanan Medis, terdiri atas Rawat Jalan. Gawat Darurat. Rawat Inap. Perawatan Intensif. Kamar Bedah. Kamar Bersalin. Farmasi. Radiologi dan Laboratorium. Layanan nonMedis adalah layanan penunjang guna kelancaran layanan medis, antara lain Rekam Medis. Teknologi Informasi. Keuangan, dan lain Ae lain. Jenis pasien berdasarkan cara pembayaran yang ada di RS XYZ, yaitu : pasien cash dan pasien noncash terdiri atas pasien jaminan perusahaan, pasien jaminan BPJS Kesehatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2022 ratio penduduk Indonesia yang memiliki asuransi baru mencapai 69,62%. Capaian tersebut meningkat sebesar 1,26% sebelumnya yaitu sebesar 68,36%. Melihat perkembangan tersebut, tren kepemilikan jaminan kesehatan oleh penduduk Indonesia cenderung meningkat dalam satu windu Penurunan sempat terjadi, namun hanya satu kali pada tahun 2021, yaitu dari 69,29% menjadi 68,35%. Berdasarkan 69,22% Indonesia memiliki jaminan biaya Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan sebesar 7,65% penduduk masih dijamin oleh jaminan kesehatan . Selanjutnya sebesar 2,81% penduduk memiliki jaminan kesehatan dari kantor tempat bekerja. Sedangkan untuk asuransi kesehatan swasta hanya dimiliki oleh 0,58% penduduk Indonesia (Widi, 2. Memiliki asuransi kesehatan kesehatan bagi masyarakat. Manfaat asuransi kesehatan berbeda Ae beda dalam berbagai konstituen dan Untuk individu dan anggota keluarga, membeli perlindungan asuransi merupakan salah satu cara meningkatkan derajat kesehatan dan akses pelayanan perawatan untuk menghindar dari ketidakpastian Asuransi kesehatan juga bisa melindungi dari biaya perawatan yang dapat mengganggu keuangan dan membantu perencanaan ke perawatan kesehatan, sedangkan kesehatan seperti rumah sakit akan mendapatkan manfaat dari asuransi sebagai penjamin biaya perawatan yang andal (Setiyono, 2. Lebih dari itu, manfaat asuransi kesehatan masa depan, jaminan memperoleh perawatan kesehatan yang lebih baik, berkurangnya risiko keuangan dan lebih efisien (Agustina, 2. Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Tabel 1. Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Berdasarkan Jenis Pembayaran Sebelum dan Sesudah Implementasi JKN di RS XYZ Tahun Cash Persentase Rerata Non-cash Persentase 69,71% 30,29% 69,02% 30,98% 68,48% 31,52% 65,69% 34,31% 53,90% 46,10% 46,31% 53,69% 43,01% 56,99% 38,23% 61,77% 35,06% 64,94% 29,40% 70,60% 26,36% 73,64% ,23%) ,90%) Rerata ,78%) ,10%) Total Keterangan Sebelum JKN Sesudah JKN Sumber: Laporan tahunan Instalasi Rekam Medis RS XYZ Kota Depok Dilihat dari tabel 1 di atas, rerata kunjungan rawat jalan cash sebelum implementasi program JKN adalah 47622 kunjungan . sedangkan untuk rerata kunjungan implementasi program JKN adalah Kunjungan . ,90%). Sementara itu, rerata kunjungan rawat jalan non-cash sebelum implementasi program JKN adalah 22128 kunjungan . ,78%) sedangkan untuk rerata kunjungan rawat jalan non-cash JKN Kunjungan . ,10%). Pada tahun 2020, 2021 dan 2022 terjadi penurunan jumlah pasien rawat jalan baik jaminan cash maupun non-cash yang merupakan dampak kejadian luar biasa (KLB) covid-19, menahan diri untuk berobat ke rumah sakit kecuali dalam keadaan darurat dan pihak rumah sakit juga membatasi jam pelayanan rawat jalan Covid-19. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di RS XYZ, namun terjadi Indonesia. Dampak pandemi yang cukup besar kesehatan seperti rumah sakit adalah penurunan kunjungan pasien, terjadi di sejumlah rumah sakit termasuk di Sragen, jumlah pasien menurum hingga 50% selama wabah virus Covid-19 terjadi di Indonesia. Jumlah pasien rumah sakit di Sragen menurun karena masyarakat untuk berobat ke rumah sakit, mereka lebih baik menahan rasa sakit agar tidak masuk ke rumah Hal ini juga sebagai akibat adanya pembatasan pelayanan di rumah sakit selama masa pandemi Covid-19 (Tri Rahayu. Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Tabel 2. Jumlah Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Pembayaran Sebelum dan Sesudah Implementasi JKN di RS XYZ Tahun Cash Persentase Rerata Non-cash Persentase 47,36% 52,64% 46,39% 53,61% 45,92% 54,08% 43,36% 56,64% 25,72% 74,28% 24,45% 75,55% 24,04% 75,96% 22,33% 77,67% 18,41% 81,59% 16,96% 83,04% 11,92% 88,12% ,76%) ,55%) Rerata Total ,24%) Keterangan Sebelum JKN Sesudah JKN ,46%) Sumber: Laporan tahunan Instalasi Rekam Medis RS XYZ Kota Depok Dilihat dari tabel 2 di atas, rerata jumlah pasien rawat inap cash sebelum implementasi program JKN ,76%) sedangkan untuk rerata pasien rawat inap cash setelah implementasi program JKN adalah 1196 pasien . ,55%). Sementara itu, rerata jumlah pasien rawat inap non-cash sebelum implementasi program JKN adalah 3336 pasien . ,24%) sedangkan untuk rerata pasien rawat inap noncash setelah implementasi program JKN adalah 4529 pasien . ,46%). Tabel 3. Komposisi Penjamin Pasien Rawat Jalan Sebelum dan Sesudah Implementasi JKN di RS XYZ Tahun Penjamin Cash Asuransi Perusahaan Jamkesda BPJS Kemenkes Rerata Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Keterangan Sebelum JKN Sesudah JKN Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Rerata Sumber: Laporan tahunan Instalasi Rekam Medis RS XYZ Kota Depok Dilihat dari tabel 3 di atas, rerata jumlah pasien rawat jalan dengan pembayaran cash menurun sebesar 44,81%, pembayaran dengan jaminan asuransi menurun sebesar 2,88%, pembayaran dengan jaminan perusahaan juga menurun sebesar 8,99%, sedangkan pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 7809,10% Perubahan terbesar terjadi pada . enurun taja. dan jaminan BPJS Kesehatan . eningkat sangat taja. , dengan data tersebut dapat kita asumsikan bahwa kebanyakan pasien yang beralih menggunakan jaminan BPJS Kesehatan adalah pasien cash yang sebelumnya belum memiliki jaminan biaya kesehatan. Catatan yang diperoleh dari BPJS Kesehatan pada tahun 2015, bahwa keadaan saat ini, proporsi pasien jaminan BPJS Kesehatan di beberapa rumah sakit swasta telah mencapai 90% sehingga 80-90% pendapatan rumah sakit swasta sangat ditentukan oleh pembayaran INA-CBG (Nurwahyuni. SKM. MKes Setiawan. Tahun Cash Asuransi Perusahaan Jamkesda BPJS Kemenkes Gambar 1. Grafik Komposisi Penjamin Biaya Rawat Jalan di RS XYZ Tahun 2013-2023 Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Tabel 4. Komposisi Penjamin Pasien Rawat Inap Sebelum dan Sesudah Implementasi JKN di RS XYZ Tahun Penjamin Cash Asuransi Perusahaan Jamkesda BPJS Kemenkes Rerata Rerata Keterangan Sebelum JKN Sesudah JKN Sumber: Laporan tahunan Instalasi Rekam Medis RS XYZ Kota Depok Dilihat dari tabel 4 di atas, rerata jumlah pasien rawat inap dengan pembayaran cash menurun sebesar 58,96%, pembayaran dengan jaminan asuransi menurun sebesar 38,75%, pembayaran dengan jaminan dari perusahaan menurun sebesar 61,23%, sedangkan pasien dengan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 1273,54%. Cash Asuransi Perusahaan Jamkesda BPJS Kemenkes Gambar 2. Grafik Komposisi Penjamin Biaya Rawat Inap di RS XYZ Tahun 2013-2023 Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Melihat tren pelayanan pada gambar 1 dan gambar 2 dapat disimpulan bahwa telah terjadi pergeseran tren penjamin biaya pengobatan sebelum dan sesudah implementasi program JKN. Tren kenaikan pasien rawat jalan yang BPJS Kesehatan 7809,10%, sementara untuk pasien cash menurun sebesar 81,19% dan pasien jaminan asuransi non-BPJS mengalami penurunan sebesar 3,79%. Dan untuk tren kenaikan pasien rawat inap yang menggunakan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 1273,54%, sementara untuk pasien cash menurun sebesar 58,96% dan pasien jaminan asuransi non-BPJS 76,01%. Pada tahun 2020 hingga awal tahun 2023 yaitu masa pandemi Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenke. menjadi penjamin biaya pengobatan pasien Covid-19. Hal ini mengakibatkan turunnya jumlah pasien jaminan asuransi termasuk BPJS Kesehatan dikarenakan asuransi termasuk BPJS Kesehatan tidak menjamin biaya pengobatan atas kasus kejadian luar biasa / wabah (Perpres no. 82, 2. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Kinerja Keuangan Kinerja Fahmi . adalah metode analisis yang dipakai untuk membuat dengan baik dan benar. Penilaian kinerja keuangan tersebut dapat menggunakan perhitungan rasio keuangan, dimana selanjutnya nilai rasio keuangan tersebut akan dibandingkan dengan standar yang telah ada, diperoleh tahun demi perhitungan tersebut apakah baik atau kurang, jadi bahwa kinerja keuangan adalah suatu penilaian yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan tersebut dapat melihat perkembangan kondisi keuangannya dengan cara melihat perbandingan sesuai dengan aturan yang berlaku (Hartati. Kalsum and Kosim, 2. Sumber penerimaan keuangan RS XYZ berasal dari pendapatan jasa layanan rawat jalan, pendapatan jasa layanan rawat inap dan pendapatan Tabel 5. Trend Pendapatan Pokok Usaha Instalasi Rawat Jalan RS XYZ Tahun 2013 Ae 2023 Cash Persent Non-Cash Persent 68,22% 31,78% 65,70% 34,30% 60,97% 39,03% 59,61% 40,39% 50,62% 49,38% 50,33% 49,67% Tahun Rerata ,34%) ,10%) Rerata ,66%) ,90%) Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Total Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. 51,76% 48,24% 52,86% 47,14% 48,25% 51,75% 45,70% 54,30% 39,27% 60,73% Sumber: Laporan tahunan Bagian Keuangan RS XYZ Kota Depok Dilihat pada tabel 5 di atas, trend peningkatan terjadi pada total pendapatan pokok usaha rawat jalan dari tahun ke tahun. Selain itu berdasarkan komposisi penjamin biaya pengobatan, dimana pada mengimplementasikan program JKN, pendapatan atas jaminan pasien cash lebih tinggi . ,34%) dari pada . ,66%), mengimplemetasikan program JKN pendapatan jaminan pasien non-cash menjadi lebih tinggi . ,90%) dari pada pendapatan jaminan pasien cash . ,10%). Total pendapatan pokok usaha mengimplementasikan program JKN tetap mengalami peningkatan yang signifikan dipengaruhi oleh masih menggunakan jaminan asuransi nonBPJS Kesehatan . enurunan hanya sebesar 3,79%). Pada tahun 2020 dan tahun 2021 pendapatan pokok usaha rawat jalan mengalami penurunan sebagai dampak penurunan jumlah layanan rawat jalan terdampak kejadian luar biasa (KLB) covid-19. Pada tahun 2020 Ae 2021, akses masyarakat terhadap layanan JKN menurun karena Covid. Jumlah kunjungan peserta JKN baik rawat jalan maupun rawat inap mengalami Untuk indikator akses, menunjukkan bahwa angka akses nasional untuk pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) berdasarkan hak di tahun 2021 adalah 578 per 000 peserta JKN. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, angka ini menurun 32% (Muttaqien, 2. Cash Non-Cash Tahun Gambar 3. Grafik Pendapatan Pokok Usaha Rawat Jalan di RS XYZ Tahun 2013-2023 Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Pada gambar 3 dapat dilihat perubahan komposisi pendapatan pasien cash dan non cash di Instalasi Rawat Jalan sebelum implementasi program JKN . 3 Ae 2. dan sesudah implementasi program JKN . 7 Ae 2. , dimana posisi pasien non-cash terus meningkat melampaui pasien cash. Tabel 5. Trend Pendapatan Pokok Usaha Instalasi Rawat Inap RS XYZ Tahun 2013 Ae 2023 Persent 29,14% Persent 70,86% 28,24% 71,76% 58,01% 41,99% 53,98% 46,02% 33,58% 66,42% 34,56% 65,44% 36,77% 63,23% 24,74% 75,26% 10,91% 89,09% 21,01% 78,99% 18,86% 81,14% Tahun Cash Rerata ,19%) ,08%) Non-Cash Rerata Total ,81%) ,92%) Sumber: Laporan tahunan Bagian Keuangan RS XYZ Kota Depok Dilihat pada tabel 5, terjadi tren menurun pada pendapatan pokok usaha rawat inap. Komposisi pasien cash dibandingkan dengan pasien non-cash sebelum dan program JKN tidak mengalami perubahan, dimana ratio pasien noncash selalu lebih tinggi dibanding pasien cash. Hanya saja, sesudah JKN ratio pasien non-cash atas pasien cash menjadi lebih tinggi . eningkat sebesar 22,83%). Ratio pendapatan pokok usaha dibandingkan dengan non cash mengalami trend penurunan tajam pada tahun 2021 sebagai dampak dari kejadian luar biasa (KLB) covid19, dimana biaya perawatan pasien kasus covid-19 dijamin oleh negara melalui Kementerian Kesehatan RI. Namun pendapatan tertinggi juga terjadi pada tahun 2021 dimana puncak kejadian pandemi covid-19 yang dijamin oleh kemenkes RI dengan tarif layanan yang cukup Peningkatan jumlah pasien rawat inap jaminan BPJS Kesehatan, tertinggi pada tahun 2023 yaitu 64,62% . abel mempengaruhi pendapatan pokok pasien rawat inap meskipun ada kenaikan tarif khusus pasien nonBPJS Kesehatan. Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Tahun Cash Non-Cash Gambar 4. Grafik Pendapatan Pokok Usaha Rawat Inap di RS XYZ Tahun 2013-2023 Gambar 4 memperlihatkan komposisi pendapatan pasien cash dan non cash di Instalasi Rawat Inap sebelum implementasi program JKN . 3 Ae 2. dan sesudah implementasi program JKN . 7 Ae 2. , dimana posisi pasien non-cash sejak awal lebih tinggi dan terus meningkat nilainya seiring implementasi program JKN. Simpulan dan Saran Terjadi pergeseran tren untuk komposisi penjamin biaya perawatan pasien, dimana komposisi jumlah pasien jaminan BPJS Kesehatan meningkat Stagnasi jumlah pasien sebelum dan sesudah implementasi program JKN dengan komposisi pasien cash yang menurun tajam dan peningkatan jumlah pasien jaminan BPJS Kesehatan, dapat disimpulkan bahwa pasien cash yang belum memiliki jaminan kesehatan beralih menggunakan jaminan BPJS Kesehatan saat berobat di RS XYZ. Implementasi program JKN di RS XYZ pada kinerja pelayanan, yaitu penurunan sebesar 3,96% untuk rerata jumlah pasien rawat jalan dan 7,52% untuk jumlah pasien rawat inap, tidak mempengaruhi keseimbangan pendapatan pokok rawat jalan, tetapi sangat berpengaruh pada pendapatan pokok rawat inap karena perbedaan tarif pasien non-BPJS dengan tarif INA-CBGAos. Dalam situasi tersebut, manajemen RS XYZ harus mencari strategi yang lebih tepat dan bekerja secara efektif dan pendapatan BPJS diasumsikan hilang, keuangan rumah sakit dan indikator kinerja keuangan masih berada di angka Saran Meningkatkan Kerjasama Coordination of Benefit (CoB) dengan mitra asuransi kesehatan non-BPJS . layanan pada program Ae program pencegahan dan promosi kesehatan seperti layanan medical check up . mengembangkan layanan pada jenis pelayanan yang tidak masuk dalam cakupan pelayanan BPJS Kesehatan seperti layanan klinik kecantikan dan pastikan pelayanan medis dan non-medis sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan . linical pathwa. untuk mengatasi kesenjangan tarif RS XYZ dengan tarif INA-CBGs Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. diperlukan leadership dan kerjasama dokter dan manajemen . meningkatkan efisiensi dan akurasi data. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada ibu Sri Rahayu sebagai dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Finansial Fasilitias Pelayanan Kesehatan pada Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atas kesempatan dan bimbingan dalam penulisan karya ilmiah ini. Terimakasih pula kepada Sekolah Pascasarjana Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Rumah Sakit XYZ dan Bapak Tavitri Rangkuti Wakil Direktur Keuangan RS XYZ yang sudah banyak penulisan karya ilmiah ini. Daftar Singkatan BPJS: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial . COVID-19: Coronavirus disease DJSN: Dewan Jaminan Sosial Nasional . DPJP: Dokter Penanggung Jawab Pelayanan . FKRTL: Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan . INA-CBGAoS: Indonesian Case Base Groups . JKN: Jaminan Kesehatan Nasional . Kemenkes: Kementerian Kesehatan RI . KLB: Kejadian Luar Biasa NHC: National Health Coverage RS: Rumah Sakit . Daftar Pustaka