Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Transformasi Pendidikan di Era Society 5. 0: Implementasi Eksplorasi Pengembangan Literasi di PAUD Noormala1. Nurjannah2. Iva Sarifah3 Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka. RT. 11/14 Rawamangun. Pulo Gadung. Jakarta Timur. Indonesia Email: Noormala. edu@gmail. Abstrak Capaian hasil PISA saat ini mencerminkan kualitas pendidikan di Indonesia secara umum. PAUD memegang peranan penting dalam membina fondasi literasi pada anak usia dini. Transformasi pendidikan di era Society 5. menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama dalam hal pengembangan literasi. Society 5. 0 menekankan integrasi teknologi cerdas untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang mengharuskan penyesuaian dalam kurikulum dan metode pengajaran di PAUD. Literasi di PAUD kini melampaui keterampilan membaca dan menulis tradisional, mencakup juga kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan adaptasi terhadap teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data menurut Miles dan Huberman, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian melibatkan 25 anak usia 45 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa eksplorasi literasi di PAUD menunjukkan potensinya sebagai program strategis dalam meningkatkan keterampilan literasi membaca awal di era society 5. Kata kunci: Eksplorasi Literasi PAUD. Era Society 5. Literasi PAUD. Transformasi PAUD Abstract The current PISA results reflect the general quality of education in Indonesia, with Early Childhood Education (ECE) playing a crucial role in building the literacy foundation for young children. The transformation of education in the era of Society 5. 0 presents new challenges and opportunities for ECE, particularly in literacy Society 5. 0 emphasizes the integration of intelligent technologies to create a more inclusive and sustainable society, requiring adjustments in the curriculum and teaching methods in ECE. Literacy in ECE now extends beyond traditional reading and writing skills to include critical thinking, problem-solving, and adaptation to technology. This study employs a descriptive qualitative approach using data analysis methods by Miles and Huberman, along with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The study sample consists of 25 children aged 4-5 years. The conclusion of the research is that exploring literacy in ECE shows its potential as a strategic program to enhance early reading literacy skills in the era of Society 5. Keywords: Exploration of ECE Literacy. Era of Society 5. ECE Literacy. Transformation of ECE PENDAHULUAN Pemerintah Jepang telah memperkenalkan konsep Society 5. 0, sebuah visi yang menempatkan manusia di pusat perkembangan teknologi, yang merupakan evolusi dari era revolusi industri 4. Konsep Society 5. 0 mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan budaya masyarakat, menjadikannya lebih human-centered dan technology-based. Era Society 5. 0 mengharuskan perubahan mendalam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Proyeksi kurikulum pendidikan untuk era ini menyoroti beberapa elemen kunci yang perlu diperhatikan: pendidikan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, dan keterampilan dalam menggunakan teknologi. Konsep ini tidak hanya menekankan peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pentingnya karakter dan kemampuan berpikir yang menyeluruh, yang akan mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan di masa depan (Amalia et al. , 2. ISBN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Era Society 5. 0 tidak hanya terbatas untuk fokus pada faktor manufaktur tetapi juga memecahkan masalah sosial dengan bantuan integrasi ruang fisik dan virtual (Skobelev & Borovik. Era society 5. 0 akan berdampak pada semua aspek kehidupan mulai dari kesehatan, tata kota, transportasi, pertanian, industri dan pendidikan (Rahmayani, 2. Di bidang pendidikan, era Society 0 diharapkan tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memperkuat peran guru sebagai pembentuk karakter dan teladan bagi peserta didik. Teknologi pendidikan harus berfungsi sebagai alat bantu yang memperkaya pengalaman belajar tanpa menggantikan peran penting pendidik dalam membimbing dan menginspirasi peserta didik. Salah satu dimensi penting dalam pendidikan karakter adalah pengembangan literasi. Literasi, sebagai proses olah pikir, memainkan peran kunci dalam mempersiapkan siswa untuk sukses dalam era Society 5. Dengan pendekatan yang tepat, literasi dapat diperluas untuk mencakup keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah yang relevan dengan dunia digital yang terus Oleh karena itu, penting bagi sistem pendidikan untuk mengadaptasi dan menyelaraskan kurikulum dengan tuntutan era Society 5. 0 agar dapat menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dan teknologi yang semakin kompleks. Peneliti tertarik untuk meneliti bidang ini karena penelitian terkait program literasi diharapkan dapat dilakukan berkelanjutan, hal ini diungkapkan dalam penelitian Murdoch, dkk . , dalam penelitian tersebut diungkapkan bahwa diperlukan penelitian lanjutan yang dapat diterjemahkan ke dalam praktik, dengan strategi program dan praktik pengajaran berbasis bukti yang disebarluaskan dan diterapkan secara luas di lingkungan pendidikan anak usia dini untuk program literasi yang lebih baik (Murdoch et al. , 2. Topik penelitian ini juga dibahas pada salah satu jurnal dengan alasan yang sama, di dalam penelitiannya dikemukakan, peneliti berharap agar penelitian di masa depan akan terus mengidentifikasi strategi, praktik terbaik, dan pendekatan baru yang efektif untuk mendukung keterampilan literasi dini pada anak-anak, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan hasil literasi dan keberhasilan pendidikan bagi anak usia dini di seluruh dunia (Campbell-Hicks, 2. Literasi dini adalah kemampuan anak usia dini untuk membaca, menulis dan berhitung. Literasi anak usia dini berkembang dan diperoleh di rumah maupun lingkungan sosialnya. Pentingnya literasi di era digital bagi anak usia dini menuntut perhatian serius (Mardliyah et al. , 2. Peran orang tua dan guru untuk menciptakan sistem ekologi belajar yang meliputi microsystem, mesosystem, exosystem, dan macrosystem menjadi penting (Sheridan et al. , 2. Secara keseluruhan, keberhasilan literasi anak usia dini memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan teknologi. Dengan dukungan yang terpadu dan konsisten dari semua aspek lingkungan ini, anak-anak dapat memperoleh keterampilan literasi yang kokoh, yang akan berdampak positif dan berkelanjutan sepanjang hidup mereka. METODE Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, mengacu pada metode analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami dan menggambarkan fenomena secara mendalam melalui data kualitatif yang diperoleh dari berbagai sumber. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PAUD KB Lazan Edu Center. Kota Depok. Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 hingga Juni 2024. ISBN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Sumber Penelitian Sumber penelitian ini adalah peserta didik usia 5-6 tahun sejumlah 25 anak, 1 kepala PAUD dan 6 orang pendidik PAUD. Prosedur Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara serta pengambilan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Miles dan Huberman (Samsu, 2. , terdiri dari tiga aktivitas, yaitu reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Data. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Data reduction atau mereduksi data dalam penelitian ini dilakukan dengan memilih data dan memfokuskan data pada hal-hal yang penting. Data penelitian yang diperoleh dari pengamatan implementasi penyelenggaraan kegiatan pengembangan literasi di PAUD selama satu tahun ajaran. Data display atau penyajian data dalam penelitian ini dalam bentuk deskripsi dengan mengimplementasikan faktor pendukung dan kendala pada penyelenggaraan kegiatan pengembangan lietrasi di PAUD. Conclusion verification atau penarikan kesimpulan dalam penelitian ini didasarkan pada temuan baru atau kondisi di lapangan, yang berhubungan dengan implementasi penyelenggaraan kegiatan pengembangan lietarsi di PAUD sebagai transformasi pendidikan di era society 5. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik, kepala PAUD dan guru . di PAUD. Pengecekan keabsahan hasil penelitian dilakukan oleh profesional ahli PAUD yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian ini. Teknik Analisis Data Analisis data melibatkan pengumpulan informasi secara terstruktur untuk membantu peneliti mencapai kesimpulan yang valid. Analisis data meliputi proses pengorganisasian dan pengolahan data dari wawancara, catatan lapangan, dan sumber lainnya, sehingga data tersebut mudah dipahami dan dapat disampaikan kepada pihak lain (Sugiyono, 2. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan induktif, artinya peneliti berfokus pada data yang telah dikumpulkan dan mencari pola atau tema yang muncul dari data tersebut. Melalui cara ini, peneliti dapat menginterpretasikan dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang ada. Peneliti menggunakan indikator kemampuan literasi untuk usia anak usia dini yang ditetapkan dalam Permendikbud 137 Tahun 2014 sebagai indikator yang digunakan dalam melakukan analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran bermuatan literasi merupakan salah satu capaian pembelajaran yang diamanatkan dalam kurikulum merdeka PAUD. Literasi secara sederhana dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dikaitkan dengan kemampuan berbicara, berhitung, memecahkan masalah yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, memahami, dan menggunakan potensi kemampuan dirinya (Suryawati & Akkas, 2. Pada kurikulum merdeka, standar pembelajaran dan penilaian adalah hasil belajar yang peserta didik peroleh dalam prosesnya, dalam hal ini, hasil belajar sudah mencerminkan STPPA. Guru merujuk pada capaian pembelajaran (CP) untuk hasil belajarbermain peserta didik. Capaian pembelajaran yang menjadi acuan ini sudah dipadukan dengan rujukan ISBN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay STPPA, standar isi dan standar penilaian, sehingga diharapakan guru akan menjadi lebih mudah, praktis dan terarah dalam merancang pembelajaran anak usia dini. Pembelajaran pada kurikulum merdeka ini dicetuskan untuk menguatkan konsep bahwa pembelajaran di satuan pendidikan anak usia dini bukan lagi wadah untuk menuntut anak bisa calistung. Namun, sebagai wadah untuk mengenalkan kegiatan pra-membaca, pra-matematika dan pra-menulis kepada peserta didik melalui kegiatan yang menyenangkan (Kemdikbud RI, 2. Literasi merupakan pintu gerbang bagi anak untuk dapat memahami lingkungan sekitarnya dan menyampaikan pikiran serta perasaannya kepada lingkungan sekitarnya. Upaya anak dalam memahami hal-hal nyata yang ditemukan sehari-hari di lingkungannya memungkinkan anak untuk mengamati, mengeksplorasi, dan bereksperimen melalui kegiatan bermain yang didukung oleh orang dewasa di sekitarnya, baik guru maupun orang tua. Dukungan guru maupun orang tua dapat diberikan melalui bahasa yang dapat memberi stimulasi kemampuan berpikir kritis pada diri seperti memberi pertanyaan yang melatih keterampilan berpikir aras tinggi anak (Kemdikbud RI, 2. Tabel 1. Analisis Dokumentasi Implementasi Eksplorasi di PAUD Dokumentasi Kegiatan Eksplorasi Analisis Dokumentasi Berdasarkan Kemampuan Literasi di PAUD Literasi Anak Usia 5-6 Tahun dalam Permendikbud 137 Tahun 2014 Kunjungan PAUD library a. Mengerti beberapa instruksi secara bersamaan Senang dan menghargai bacaan Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal symbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung Membaca dan menuliskan nama sendiri Read Aloud & Show and Tell Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap . okok kalimat-predikat keteranga. Memiliki kata-kata mengekspresikan ide pada orang lain. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama Mengulang kalimat yang lebih kompleks Memahami aturan dalam suatu permainan Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah Menunjukkan pemahaman konsep-konsep dalam buku Memahami arti kata dalam cerita. Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal Mengenal suara huruf awal dari nama-nama benda yang ada di sekitarnya Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf ISBN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Memilih dan membaca buku di perpustakaan KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat dilihat bahwa beberapa kegiatan eksplorasi literasi di PAUD memenuhi indikator kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun yang terdapat dalam Permendikbud 137 Tahun 2014. Kegiatan eksplorasi literasi di PAUD mendukung keberhasilan kurikulum terbaru yang ditetapkan saat ini dan bisa memperkaya densitas bermain anak khususnya pada bidang literasi yang mendukung proses transformasi pendidikan anak usia dini di era society 5. DAFTAR PUSTAKA