ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Peranan Komunikasi Organisasi bagi Kepemimpinan Organisasi di MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia Candra Wijaya1. Ela Junita Duwiska2. Siti Khodijah3. Agusni Firi Hasian Dalimunthe4. Rizky Ramadhani5. Nurdalila6. Febriani Rambe7 1,2,3,4,5,6,7 Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara e-mail: candrawijaya@uinsu. Elajunita01@gmail. sitikhodijah0815@gmail. com3, gusnifiri@gmail. muhammadrizkiramadhani0301@gmail. com5, nurdalila350@gmail. febrianirambe41@gmail. Abstrak Peran komunikasi organisasi bagi kepemimpinan organisasi sangatlah penting. Dalam pandangan kontemporer kedudukan komunikasi merupakan suatu ketercapaian tujuan bagi Selain itu, komunikasi memeiliki peran yang sangat penting dalam membentuk prilaku individu maupun kelompok organisasi, maka dengan itu sebagai pemimpin haruslah pandai berkomunikasi kepada anggotanya. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh deskripsi tentang peranan komunikasi organisasi bagi kepemimpinan organisasi di MTS AlIkhlas Sidodadi Ramunia. Data dikumpulkan melalui metode deskriptif, pendekatan kualitatif, serta metode ini merupakan salah satu metode pengumpulan data melalui desain wawancara untuk mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dengan pihak-pihak kompeten yang kemudian dicatat dan hasilnya kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang baku. Dimana penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik secara individu, kelompok, lembaga ataupun masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peran sebagai suatu langkah preventif dan represif dalam mengelola suatu Kata kunci: Komunikasi Organisasi. Kepemimpinan Abstract The role of organizational communication for organizational leadership is very important. the contemporary view, the position of communication is an achievement of goals for the In addition, communication has a very important role in shaping the behavior of individuals and organizational groups, so that as a leader you must be good at communicating to its members. This research was conducted to obtain a description of the role of organizational communication for organizational leadership at MTS Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia. Data were collected through descriptive methods, qualitative approaches, and this method is one of the methods of data collection through interview design to obtain information related to the problems studied with competent parties which are then recorded and the results are then presented in standard written form. Where this research is field research, namely research that aims to study intensively about the background of the current situation and environmental interactions of a social unit either individually, in groups, institutions or communities. The results of this study indicate that organizational communication has a role as a preventive and repressive measure in managing an Keywords: Organizational Communication. Leadership Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 PENDAHULUAN Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dimana, komunikasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang efektif adalah penting bagi semua organisasi. Karena itu, para pemimpin organisasi dan para komunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan komunikasi mereka. Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, sikap badan, ungkapan minat, sikap dan perasaan yang sama. Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan kunci dalam Komunikasi mempunyai berbagai unsur karena komunikasi merupakan suatu proses sehingga melibatkan berbagai unsur di dalamnya. Dalam proses komunikasi ada berbagai hambatan, dan sebagai instansi/lembaga hendaknya harus tahu bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang ada dalam proses komunikasi tersebut sehingga komunikasi dapat berjalan secara efektif. Komunikasi dalam suatu instansi/lembaga lazim disebut dengan komunikasi administrasi, sedangkan pelaksanaannya dalam suatu kantor disebut komunikasi kantor. Karena pentingnya komunikasi dalam perkantoran. Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makluk social, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbal balik. Komunikasi yang berakhlak al-karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Al-QurAoan dan hadist. Di dalam Al-QurAoan dengan sangat mudah kita menemukan contoh bagaimana Allah selalu berkomunikasi dengan hamba-Nya melalui wahyu. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima pesan melalui ayat-ayat Al-QurAoan. Allah juga memberikan kepada Rasulullah untuk meredaksi wahyu-Nya melalui matan hadist. Baik itu hadist bersifat perkataan, perbuatan, dan persetujuan Rasulullah. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Definisi Komunikasi Kata atau istilahAukomunikasiAy(Bahasa Inggris AucommunicationA. berasal dari Bahasa Latin AucommunicatusAy yang berawal dari kata AycommunicoAy yang berarti AuberbagiAy atau Aumenjadi milik bersama. Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Bahwa kata komunikasi dalam prosesnya melibatkan komunikasi sebagai kata kerja . dalam bahasa Inggris. AucommunicateAy, berarti . untuk bertukar pikiran-pikiran, perasaan-perasaan . untuk membuat tahu. untuk membuat sama. untukmempunyai sebuah hubungan yang simpatik. Sedangkan dalam kata benda . ,AucommunicationAy, berarti : . pertukaran simbol, pesan-pesan yangsama, dan informasi. proses pertukaran diantara individu-individu melaluisimbol-simbol yang sama. seni untuk mengekspresikan gagasan-gagasan, dan . ilmu pengetahuan tentang pengiriman informasi (Dani Vardiansyah:2. Al-QurAoan menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Untuk mengetahui bagaimana manusia seharusya berkomunikasi. Al-QurAoan memberikan kata kunci . yang berhubungan dengan hal itu. Al-Syaukani, misalnya mengartikan kata kunci al-bayan sebagai kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kata kunci yang dipergunakan AlQurAoan untuk komunikasi ialah al-qaul. Dari al-qaul ini. Jalaluddin Rakhmat menguraikan prinsip, qaulan sadidan yakni kemampuan berkata benar atau berkomunikasi dengan baik (Rahmat:1. Al-QurAoan menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Dalam QS. AlRahman . / 1 Ae 4: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 aAEac aINa eEaOaIA ca a . aAIA a AeE eIA a aA aEaCA. aA aEac aI eECa eIA. aAEe a aIIA Artinya: Au(Tuha. yang Maha pemurah. Yang telah mengajarkan Al-Qur'an. Dia menciptakan Mengajarnya pandai berbicaraAy. (QS. Ar-Rahman: 1-. Kandungan dalam surah Ar-Rahman yaitu manusia diberi potensi oleh Allah Swt berupa diajarinya pandai berbicara, bernalar, berbahasa, mengolah dan mengungkapkan pikiran . l-Baya. Kemampuan ini hanya bisa dilakukan oleh manusia. Dengan kemampuan inilah peradaban manusia bisa berkembang dan mengalami kemajuan pesat. Pengajaran albayan itu tidak terbatas hanya pada ucapan, tetapi mencakup segala bentuk ekspresi termasuk seni dan raut muka. Bahkan menurut al-BiqaAoi, kata alAebayan adalah potensi berpikir, yakni mengetahui persoalan kulli dan juzAoi, menilai yang tampak dan juga yang gaib dan menganalogikannya dengan yang tampak. Sekali dengan tanda-tanda, di lain kali dengan perhitungan (Departemen Agama RI:2. Menurut Colquitt. LePine, dan Wesson, mengungkapkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian informasi, arti atau makna dari sender . engirim pesa. kepada receiver . enerima pesa. Sementara menurut Kreitner dan Kinicki, komunikasi adalah pertukaran informasi antar pengirim pesan . dan penerima pesan . lalu menghasilkan kesimpulan sebagai persepsi terhadap makna pesan yang telah disampaikan baik oleh sender maupun receiver. Komunikasi dalam organisasi menjadi suatu hal yang penting, karena dalam komnikasi adanya interaksi yang ditandai dengan adanya pertukaran makna untuk menyatukan perilaku atau tindakan setiap individu. Dengan adanya komunikasi akan memudahkan pimpinan dalam menyampaikan informasi kepada karyawan guna mencapai tujuan utama dari organisasi. Joseph A. Dvito berpendapat bahwa komunikasi organisasi adalah suatu pesan yang dikirim dan diterima dalam organisasi dan diterima dalam kelompok yang dimiliki struktur formal maupun informal. Maknya, jika organisasi semakin besar dan semakin kompleks, maka demikian juga komunikasinya (Joseph A. Devito:1. Maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan ataupun informasi dari komunikator kepada komunikan dalam bentuk isi pikiran, ide, gagasan, pendapat, dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyampai pesan. Proses Komunikasi Organisasi Komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia, sehingga untuk terjadinya proses komunikasi minimal terdiri dari 6 unsur yaitu (Muhammad Rifai:2. Pengirim Pesan, pengirim pesan adalah seseorang atau sesuatu yang secara aktual mengirimkan informasi. Dalam sistem sosial, pengirim pesan adalah seseorang yang mungkin melakukan tindakan tersebut, tetapi seseorang dapat juga menerima rangsangan komunikasi dari benda. Sebagaimana dikemukakan dalam model Sanford. Hurt dan Bracy, maka pengirim pesan dapat memindahkan informasi kepada yang dimaksud atau tidak dimasudkan. Penerima pesan, seseorang yang kepadanya dikirimkan pesan adalah penerima pesan. Dalam beberapa situasi, sebagaimana di dalam kelas yang tertata atau kelompok besar pertemuan, ada banyak penerima pesan di dalam konteks tersebut. Secara sederhana dikatakan seseorang dalam komunikasi khusus telah menerima pesan ditetapkan penamaannya bahwa dia adalah penerima pesan. Kemampuan untuk menerima pesan adalah salah satu keterampilan yang diperlukan. Pesan, sejauh ini disebutkan bahwa sesuatu yang terkirim adalah AurangsanganAy, teteapi hal ini memberikan arti memadai. Informasi yang dikirim adaah sebagai transaksi komunikasi dan sangat lebih cocok dikatakan sebagai AupesanAy. Istilah pesan ini dan informasi dapat digunakan secara bergantian dan dipertukarkan. Pesan yang dipindahkan dapat dikirim melaului jaringan verbal dan non verbal secra bersama. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tujuan, orang yang berkomunikasi memiliki alasan-alasan. Kadang alasan pengirim pesan dan orang dalam proses komunikasi yang menyebabkan kita untuk melakukannya adalah tujuan. Tujuan komunikasi dalam berakar pada pertanyaan psikologis. Meskipun kadang seseorang tidak menyaddari betul apa tujuan komunikasi yang diciptakannya. Iklim, iklim dalam situasi sosial, mengarah kepada situasi dan orang yang didalmnya menyebabkan kita bertindak positif, netral atau orientasi negatif. Umpan balik, keberadaan umpan balik dipahami sebagai jawaban seorang penerima pesan memberikan kepada informasi yang dikirimkan. Umpan balik adalah penting dalam komunikasi lisan atau tulisan. Hal ini membantu memelihara komunikasi terbuka dan bebas mengalir. Fungsi. Tujuan, dan Unsur Komunikasi Organisasi Komunikasi memiliki fungsiAefungsi yang dapat dijabarkan sebagai berikut (Fory Armin Naway:2. Fungsi Informasi meliputi, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta dan pesan opini dan komentar yang dibutuhkan agar dapat dimengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Fungsi Sosialisasi . yaitu penyediaan sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan berpengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya sehingga ia dapat aktif di dalam masyarakat. Fungsi Motivasi yakni menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang, mendorong orang menentukan pilihannya dan keinginannya, mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar. Forum Diskusi yaitu menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah publik, menyediakan bukti-bukti yang relevan yang diperlukan untuk kepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dalam masalah yang menyangkut kepentingan bersama di tingkat nasional dan lokal. Fungsi Pendidikan yakni pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan intelektual, pembentuk watak dan pendidikan ketrampilan dan kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan. Fungsi komunikasi dalam pandangan Islam yakni, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah, dalam QS. Al-Hujurat. a A auIac aEa eC aIa aEI a cII aE sa aOaIa aO aO aa eE aIa aE eIA a ca a eaO o au acI a eE a aI aE eI aI aA AOA U aA aEO UI aA a AacEEA a caOaeaaOac aN EIA a aOU aOCaaeaaEa aE aA a ca AacEE aeCa aO aE eI o au acIA Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha MengenalAy ( QS. Al-Hujurat: . Isi kandungan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 yakni menegaskan tidak ada perbedaan nilai kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan. Tujuan ayat ini adalah agar manusia saling mengenal sehingga bisa memberi manfaat pada sesama. Dalam perkenalan dibutuhkannya sebuah komunikasi, yang mana dari perkenalan tersebut untuk saling menarik pelajaran dan pengalaman, yang menjadi modal meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Hasilnya tiap manusia bisa merasakan kedamaian, kesejahteraan duniawi, dan Tujuan komunikasi adalah mengubah atau membentuk perilaku. Definisi Berelson dan Steiner, menekankan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain. Barnlund, menekankan pada tujuan komunikasi, yaitu untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tujuan komunikasi dalam proses perkantoran tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian. Dengan komunikasi ranah acuan dan kerangka pengalaman dapat Bagi manajemen tugas menyamakan dua hal di atas disebut proses induksi atau sering disebut juga sosialisasi. Tujuan komunikasi perkantoran tidak lain untuk membangun iklim komunikasi yang kondusif. Iklim yang kondusif bila proses komunikasi dalam organisasi tidak mengalami hambatan atau sumbatan. Karena itu manajemen harus menjamin aliran komunikasi berjalan dengan baik. Di sebuah perusahaan yang baik, sudah diberlakukan prosedur operasi komunikasi yang distandarkan. Misalnya, begitu masuk kantor pimpinan wajib manyapa bawahannya dengan tekanan yang tulus dan empati. AuSelamat Pagi atau Assalamualaikum. Bagaimana kabarnya Pak Taryo? Sehat Pak? Gimana Anaknya yang sakit? Apa sudah baikan?. Ay Dengan demikian, tujuan komunikasi yang paling umum adalah menciptakan kesepahaman atau saling pengertian, harmoni atau keteduhan, dan dukungan atau partisipan (Sitti Roskina Mas:2. Dalam pandangan Islam, tujuan komunikasi dijelaskan dalam QS. Thaha: 43-44 a aA eOIa auIacNA AaOAaCaOE EaNa Ca eOE Ea aOcIU EaaEacNa Oa acE a a eO Oa eaOA a A e aNa uaEaO Aa eA Artinya : AuPergilah kamu berdua kepada FirAoaun karena benar-benar dia telah melampaui Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takutAy. Isi kandungan QS. Thaha yakni, dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud layina ialah kata kata sindiran, bukan dengan kata kata terus terang atau lugas, apalagi kasar. Ayat di atas adalah perintah Allah SWT kepada Nabi Musa dan Harun agar berbicara lemah-lembut, tidak kasar, kepada FirAoaun. Dengan Qaulan Layina, hati komunikan . rang yang diajak berkomunikas. akan merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan komunikasi kita. Dengan demikian, dalam komunikasi Islam, semaksimal mungkin dihindari kata-kata kasar dan suara . yang bernada keras dan tinggi. Allah melarang bersikap keras dan kasar dalam berdakwah, karena kekerasan akan mengakibatkan dakwah tidak akan berhasil malah ummat akan menjauh (Tafsir Ibnu Katsi. Adapun unsur- unsur yang terdapat dalam proses komunikasi, yaitu : Sumber pesan . merupakan orang yang menyampaikan pesan . kepada orang lain. Pesan . merupakan informasi, isi atan materi yang ingin disampaikan. Dalam pendidikan biasanya berupa materi pelajaran. Perantara . yang digunakan dalam menyampaikan pesan, biasanya dalam proses pembelajaran perantara . dapat berupa papan tulis. OHP dan mediamedia pen didikan lainnya. Penerima pesan . merupakan orang yang menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Umpan balik . merupakan bagian atau unsur integral dalam komunikasi yang memungkinkan pembicara atau sumber memonitor proses dan menilai sukses usaha yang telah dilaksanakan dalam rangka mencapai respon yang diharapkan dari pihak penerima (Rayudaswati Budi:2. Definisi Kepemimpinan Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Secara umum definisi kepemimpinan dapat dirumuskan adalah kepemimpinan berarti kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakan, mengarahkan, dan kalau perlu memaksa orang atau kelompok agar menerimah pengaruh tersebut dan selajutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu tercapainya suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan (Zahara. E:2. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Kepemimpinan merupakan sumbangan dari seseorang di dalam situasi-situsi Kepemimpinan dan kelompok adalah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Tak ada kelompok tanpa adanya kepemimpinan, dan sebaliknya kepemimpinan hanya ada dalam situasi interaksi kelompok. ia, harus berada di dalam suatu kelompok. Seseoranag tidak dapat dikatakan pemimpin jika ia berada di luar kelompok, ia harus berada dalam suatu kelompok dimana ia memainkan peranan-peranan dan kegiatan-kegiatan kepemimpinan. Kepemimpinan pendidikan merupakan kemampuan untuk menggerakan pelaksanaan pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Pfiffner mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah seni mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang dinginkan. Definisi lain yakni Ralp M. Stogill berpendapat bahwa kepemimpinan adalah peroses mempengaruhi kegiatan-kegiatan kelompok yang diorganisir menuju kepada penentu dan pencapaian tujuan. Menurut Sondang P Siagian juga berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan motor atau daya penggerak dari pada semua sumber-sumber, dan alat yang tersedia bagi suatu organisasi (Aspizain Chaniago:2. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa kepemimpinan sangatlah penting dalam Seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan dan dapat mempengaruhi orang lain dan seorang pemimpin harus mamapu membuat perubahan yang Sehubung dengan itu Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 30: Aa EaEa Ca aEA a AaOa e Ca aE aacEa aE eE aI aE aiO aE a aIac eO a a UE AaO eEa eA a Aac a a a eIaEa aOIaCa cA a aA a aE eOAaU CaEa eeaO aae a aE Aa eO aN aI eI Oac eA a a Aa eO aN aOOa e aAEa E a c aI o a aOIae Ia IA aIac eeaO a eEa aI aI aE a eEa aI eOIA Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. " mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan . di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. "( Departemen Agama R:2. Dari definisi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan dan beberapa rumus tentang kepemimpinan, yakni sebagai berikut: Kepemimpinan adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok yang tergabung di dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aktivitas pemimpin antara lain dalam bentuk memberi perintah, membimbing dan mempengaruhi kelompok kerja atau orang lain dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Memimpin adalah mengambil inisiatif dalam rangka situasi sosial . ukan perseoranga. untuk membuat prakarsa baru, menentukan prosedur, merancang perbuaatan dan segenap kreatifitas lain, dan karena itu pulalah tujuan organisasi akan mencapai. Pimpinan selalu berada dalam situasi sosial, sebab kepemimpinan pada hakikatnya adalah hubungan antara individu dengan individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain. Peran Kepemimpinan Peran kepemimpinan dapat berlangsung di dalam dan di luar organisasi. Karena itu, salah satu peran srategis seseorang dalam organisasi selain manajer adalah sebagai Menurut Robbins di bahwa peran adalah seperangkat pola prilaku yang diharapkan berkaitan dengan tugas seseorang dalam kedudukan pada suatu unit social (Handiman:2. Mengacu kepada pendapat Nanus bahwa peran kepemimpinan utama yang efektif, yaitu: sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara dan pelatih. Dalam keempat peran ini sama pentingnya untuk mencapai keberhasilan. Dan menajalankan peran tersebut, kepemimpinan dijalankan dengan dukungan kemampuan, sifat dan kepribadian pemimpin untuk mempengaruhi. Ada empat peran utama kepemimpinan efektif, yaitu: Sebagai penentu arah. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Agen perubahan. Juru bicara, dan Pelatih. (Syafaruddin:2. Menurut Morgan, mengemukakan ada tiga macam peran pemimpin yang disebutnya dengan Au3AAy, yakni: Alighting . enyalakan semangat pekerja dengan tujuan individuny. Aligning . enggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiap orang menuju kearah yang sam. Allowing . emberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menantang dan mengubah cara mereka bekerj. (Syafaruddin:2. Tipe Kemimpinan Ada beberapa tipe kepemimpinan, yakni sebagai berikut. Tipe kepemimpinan pribadi . ersonal leadershi. Dalam system kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang Tipe kepemimpinan non pribadi . on personal leadershi. Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan. Tipe otokratis Otokratis berasal dari kata otoyang berarti sendiri, dan kratos yang berarti pemerintah. Jadi otokratis berarti mempunyai sifat memerintah dan menentukan sendiri. Ciri-ciri dari pemimpin otokratis itu antara lain: menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi. mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. menganggap bawahan sebagai alat semata mata. tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat. terlalu tergantung pada kekuasaan formalnya. menggunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan. Tipe demokratis Kepemimpinan tipe ini menempatkan faktor manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam sebuah organisasi. Dalam kepemimpinan ini setiap individu, sebagai manusia dihargai atau dihormati eksistensi dan peranannya dalam memajukan dan mengembangkan organisasi. Tipe kepemimpinan birokratis Pemimpin birokratis bekerja Auberdasarkan aturanAy, memastikan staf mereka mengikuti prosedur secara tepat. Ini adalah gaya yang sangat tepat dalam melibatkan resiko keamanan yang serius (Sondang P:2. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini mengunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif, serta metode ini merupakan salah satu metode pengumpulan data melalui desain wawancara untuk mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dengan pihak-pihak kompeten yang kemudian dicatat dan hasilnya kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang baku. Dimana wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data yang ada. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: buku, pena, dan android sebagai perekam proses Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Researc. , yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Penelitian lapangan dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lokasi atau lapangan penelitian yang berkenaan dengan lembaga pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Menurut Moleong, mendefiniskan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, cara deksripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong:2. Metode deksriptif pendekatan kualitatif ini penelitian yang kemudian diolah dan dianalisa untuk diambil kesimpulan. Penelitian dilakukan langsung di lapangan, rumusan masalah juga ditemukan di lapangan. Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, dan wawancara. Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa Penelitian dilakukan kepada pemimpin organisasi pramuka di MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia. Dimana yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah peran komunikasi organisasi bagi pimpinan organisasi di MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian deskriptif kualitatif menggunakan langkah-langkah penelitian dari pengamatan fenomena yang dapat dijelaskan secara terperinci dan ilmiah. Dalam melakukan penelitian khusunya jika yang menjadi subyek penelitian adalah manusia, maka peneliti harus memahami hak dasar manusia. Manusia memiliki kebebasan dalam menentukan dirinya, sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar menjunjung tinggi kebebasan manusia (Hidayat, 2. Masalah etika yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut: Informed Consent, merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Anonymity (Tanpa Nam. , merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajika. Confidentiality (Kerahasiaa. , merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahisaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset. Pemeriksaan terhadap keabsahan data pada dasarnya, selain digunakan untuk menyanggah balik yang ditudukan kepada penelitian kualitatif yang mengatakan tidak ilmiah, juga merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian Teknik keabsahan data yang dilakukan pada observasi ini yaitu: Uji kreatibilitas terhadap data hasil observasi yang disajikan oleh peneliti agar hasil obsrvasi yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah dilakukan. Pengamatan Triangulasi sumber Triangulasi waktu Menggunakan bahan referensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Madrasah Nama Sekolah : MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia Alamat : Jl. Mimbar Umum Psr. Dsn. PW Asri A Sidodadi. Desa/Kelurahan :Sidodadi Ramunia Kecamatan : Beringin Kabupaten : Deli Serdang Kode Pos : 20552 NSM : 121212070020 NPSN : 10264178 Didirikan pada tahun : 1989 Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Status : Swasta Jenjang Akreditas Luas tanah sekolah : 5. 046 m2 Kegiatan belajar : Mulai pukul 07. 15 s/d 14. 40 wib Letak Geografis Madrasah MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia terletak di Jl. Mimbar Umum Psr. Dsn. PW Asri A Sidodadi. R, berada di koordinat garis lintang. 613988 dan garis bujur. 9868699 terletak strategis di pendesaan, lingkungan aman, dan kondusif. Sehingga mendukung proses belajaran mengajar secara efektif dan teratur. MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia ini mempunyai 17 orang guru yang terdiri dari 10 guru perempuan, dan 7 guru laki-laki, serta 150 siswa. Sejarah Singkat MTs. Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia Munculnya gagasan beberapa orang guru yang pernah mengajar di MTs. Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia, bahwasanya awal mula berdirinya yaitu dikarenakan swedaya masyarakat untuk membangun regenerasi yang berakhlak terpuji serta berwawasan tinggi. MTs. Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia berkeinginan besar untuk dapat merealisasi keinginan dan harapan masyarakat untuk bisa mewujudkan pendidikan yang berkualitas, unggul serta memiliki ciri pendidikan Islami. MTs. Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia ini didirikan sejak tahun 1989, hingga saat ini dibawah naungan Yayasan Pendidikan Hajjah Kasih Indonesia dengan luas tanah 5046 m 2. Pada tahun ini, kepala madrasah yakni Puji Rahayu. Pd. Visi: Unggul dalam prestasi, tangguh dalam kompetisi dan santun dalam pekerti. Misi: Menyelenggarakan pendidikan secara efektif sehingga siswa berkembang secra Menyelenggarakan pembelajaran untuk menumbuhkan kembangkan kemampuan berfikir efektif, kreatif dan aktif dalam memecahkan masalah. Menyelenggarakan pengembangan diri sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Menumbuhkembangkan lingkungan, mengamalkan dan menghayati agama secara Menumbuhkembangkan perilaku terpuji dan praktik nyata sehingga siswa dapat menjadi teladan bagi teman dan masyarakat. Mewujudkan pendidikan yang berkepribadian dinamis, terampil, menguasai pengetahuan teknologi dan seni serta berkarakter sehingga dapat mengenal lingkungan sehingga memiliki jiwa sosial yang tinggi, serta membentuk peserta didik menjadi manusia yang mempunyai aqidah yang benarm amal yang shalih, akhlaq yang kulia, akal yang cerdas, fisik yang sehat dan kuat, serta dekat dan cinta kepada Allah SWT. Temuan Khusus Hasil dan pembahasan penelitian yang penulis temukan dari wawancara di lapangan tentang peranan komunikasi organisasi bagi kepemimpinan organiasi di MTs Al-Ikhlas Sidodadi Ramunia, yakni bahwa peranan pemimpin dalam meningkatkan komunikasi pada sebuah organisasi itu membutuhkan tiga hal, diantaranya: pertama, antara pemimpin dan anggota harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan tepat. Kedua, komunikasi organisasi yang efektif itu membutuhkan suatu budaya yang mendukung prosesnya Ketiga, komunikasi yang efektif pada organisasi membutuhkan perhatian dari setiap individu organisasi. Dalam hal ini, komunikasi organisasi bagi kepemimpinan organisasi bukanlah sesuatu yang langsung terjadi tetapi harus dikembangkan ebagai hasil usaha dari organisasi. Dalam organisasi, setiap orang itu akan terlibat di dalamnya ketika sedang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, baik selaku pimpinan yakni agar semua suatu Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lancar untuk mencapai suatu tujuan, maka didalam organiasi, harus ada unsur komunikasi didalamnya. Dalam organisasi itu tentu terjadi konflik antar individu atau kelompok, maka dengan itu, selaku pemimpin organisasi yakni harus mengusai keterampilan komunikasi untuk menyelesaikan konflik tersebut, sehingga konflik yang terjadi pada organisasi dapat berdampak positif bagi tercapainya tujuan organisasi. Dengan ini, strategi dalam menyelesaikan suatu konflik yang ada pada organisasi perlu adanya melibatkan komunikasi yang berfungsi sebagai alat penyampaian dalam mengubah dan mengarahkan persepsi maupun prilaku individu atau kelompok . Dalam hal ini, komunikasi bagi kepemimpinan memiliki peran sebagai langkah preventif dan represif dalam mengelola organisasi. Dimana dalam langkah preventif, komunikasi dapat dilakukan dengan mengelola terjadinya miskomunikasi antar anggota yang memicu terjadinya konflik diantara anggota organisasi. Sedangkan langkah represif, peran komunikasi itu yakni dapat dilakukan dengan menjadikan komuikasi sebagai alat utama dalam menjalankan strategi untuk menyelesaikan dan mengelola konflik organisasi. Kita garis besari, bahwa yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan seseorang bukan pengangkatan atau penunjukannya selaku AukepalaAy akan tetapi penenerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan berkat adanya kelebihan-kelebihan tertentu yang dimilikinya, baik oleh karena pengalaman, pendidikan, prestasi kerja atau karena faktor-faktor genetik. Efektivitas kepemimpinan seseorang tercermin dari kemampuanya untuk bertumbuh dalam jabatanya seperti terlihat dari peningkatan kemampuan atau ketrampilan yang memang dapat dikembangkan. Efektivitas kepemimpinan juga menuntut kemahiran untuk AumembacaAy situasi seperti yang berkaitan dengan iklim kerja di dalam organisasi yang sering menampakan gejalanya dalam berbagai bentuk seperti abseentisme yang tinggi, banyaknya pegawai yang minta berhenti, disiplin yang rendah, produktivitas yang tidak setinggi yang diharapkan, keluhan baik yang secara gamblang dinyatakan maupun yang disampaikan secara terselubung dan berbagai manifestasi ketidakpuasan lainya. Bahwa perilaku seseorang tidak serta merta terbentuk begitu saja melainkan melalui proses pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi antara lain oleh faktor-faktor genetik, pendidikan, pengalaman serta pengaruh lingkungan. Dalam organisasi perlu berkomunikasi dengan efektif dan lancar, hal ini guna untuk meningkatkan dalam mencapai tujuan organisasi dalam hal peningkatan kualitas kerja atau peningkatan berkelanjutan. Tidak hanya pimpinan organisasi saja yang harus mampu berkomunikasi dengan lancar, tetapi anggota organisasi juga haruslah mampu berkomunikasi dengan lancar juga. Sebab, komunikasi merupakan jalan utama dalam mencapai suatu tujuan. Sependapat dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Satria Abijaya, dkk . mengatakan bahwa seorang pimpinan harus matang dalam merumuskan sebuah Oleh karena itu, pada tahap pengembangan ide itu sangat menentukan terhadap keefektifan proses komunikasi kepaada anggota organisasi. Dimana, kita ketahui bahwa komunikasi yang efektif akan melahirkan lancarnya suatu kegiatan organisasi tersebut. dalam hal ini, komunkasi efektif itu harus direncanakan terlebih dahulu dengan memperhatikan situasi, wakru, tempat dan kepada siapa kita berkomunikasi. SIMPULAN Kepemimpinan yang berhasil mempengaruhi setiap individu dalam suatu organisasi sangat ditentukan oleh keterampilan kepemimpinan dan kemampuannya dalam menjalankan fungsi komunikasi secara baik dan efektif, hal ini guna akan ditentukan oleh kepercayaan sebagai seorang pemimpin organisasi. Peranan komunikasi yang baik bagi kepemimpinan yakni akan mampu meningkatkan kinerja dan motivasi sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan efektif, dalam arti akan mampu meningkatkan kinerja dengan baik. Pemimpin yang efektif memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, sehingga dengan mudah pemimpin mampu mendorong semangat kerja pada anggotanya. Dengan ini, komunikasi memiliki peranan penting bagi kepemimpinan organisasi dalam memimpin Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13737-13747 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 anggota organisasi. Kecakapan berkomunikasi akan menentukan nilai mutu orgaanisasi DAFTAR PUSTAKA