JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1714 - 1720 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SD: Tinjauan Pustaka Sistematis Julia Ayu Diski1A. Haifaturrahmah2. Syafruddin Muhdar3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Mataram. Indonesia1,2,3 E-mail: diskijuliaayu@gmail. com1, haifaurrahmah@yahoo. com2, rudybastrindo@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan proyek Profil Pelajar Pancasila (P. dalam membangun karakter siswa sekolah dasar, menggunakan pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis. Penelitian ini mengkaji berbagai studi nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi proyek P5 di sekolah dasar dilakukan melalui pendekatan berbasis tema, budaya lokal, isu sosial, dan lingkungan yang relevan dengan situasi sekolah. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa nilai-nilai karakter yang paling dominan diperkuat dalam proyek P5 adalah kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan berpikir kritis. Proyek P5 telah terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar yang melibatkan kerja sama tim, berpikir kritis, dan koneksi dengan dunia nyata. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk pemahaman yang belum sepenuhnya dimiliki oleh guru, keterbatasan waktu, dan kurangnya sumber daya. Untuk meningkatkan implementasi proyek P5, diperlukan peningkatan keterampilan guru, kebijakan sekolah yang mendukung, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Secara keseluruhan, proyek P5 berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang beriman, mandiri, dan memahami keberagaman global, serta memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Kata Kunci: Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan Karakter. Siswa Sekolah Dasar. Kurikulum Merdeka Abstract This study aims to examine the strengthening of the Pancasila Student Profile (P. project in building character among elementary school students using a Systematic Literature Review approach. The study reviews various national and international studies published between 2015 and 2025. The results of the analysis indicate that the implementation of the P5 project in elementary schools is carried out through approaches based on themes, local culture, social issues, and the environment that are relevant to the school context. This study identifies that the most dominant character values reinforced in the P5 project are collaboration, independence, creativity, and critical thinking. The P5 project has proven effective in shaping students' character through learning experiences that involve teamwork, critical thinking, and connections with the real world. However, challenges faced include a lack of full understanding by teachers, limited time, and insufficient resources. enhance the implementation of the P5 project, improvements are needed in teachers' skills, school policies that support the project, and collaboration with parents and the community. Overall, the P5 project plays a significant role in developing students' character, making them faithful, independent, and globally aware, while strengthening the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. Keywords: Pancasila Student Profile. Character Education. Elementary School Students. Merdeka Curriculum Copyright . 2025 Julia Ayu Diski. Haifaturrahmah. Syafruddin Muhdar A Corresponding author : Email : diskijuliaayu@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1715 Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SD: Tinjauan Pustaka Sistematis Ae Julia Ayu Diski. Haifaturrahmah. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda, tidak hanya dari sisi kognitif tetapi juga moral dan sosial. Tuntutan abad ke-21 menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, kreativitas, dan komunikasi bagi siswa agar mampu beradaptasi dalam perubahan global yang cepat (Zidan Fahman Arbi, 2. Oleh karena itu, pendidikan dasar menjadi fondasi krusial dalam membangun generasi berkarakter dan berdaya saing global sejak usia dini cepat (Primasari, 2. Profil Pelajar Pancasila (P. hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut sebagai bagian utama Kurikulum Merdeka. Pada fase sekolah dasar, anak berada pada periode perkembangan emas sehingga pembiasaan nilai karakter dan keterampilan abad ke-21 harus dilakukan secara konsisten melalui pengalaman autentik, bukan sekadar melalui pengajaran teoritis (Mahardika, 2. P5 dirancang untuk membentuk pelajar yang beriman, berkebhinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Pendekatan berbasis proyek yang menjadi basis utama P5 memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa melalui eksplorasi langsung terhadap isu-isu di lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan karakteristik anak sekolah dasar yang belajar paling efektif melalui keterlibatan langsung dan aktivitas kontekstual(Rosiana, (Rahmafitri et al. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa P5 mampu meningkatkan rasa ingin tahu, empati sosial, kepemimpinan, serta kemampuan menyelesaikan masalah melalui kolaborasi (Lestari et al. Namun, implementasi P5 di sekolah dasar masih menghadapi kesenjangan signifikan. Banyak guru belum sepenuhnya memahami paradigma pembelajaran berbasis proyek karena minimnya pelatihan dan pendampingan profesional yang sistematis (Rohmanudin, 2. (Giska et al. , 2. Kondisi tersebut diperburuk oleh keterbatasan sumber daya dan kebijakan sekolah yang belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan P5 secara optimal (Yulita et al. , 2. Sementara itu, sebagian besar penelitian terdahulu mengenai P5 masih didominasi oleh studi kasus dan kajian deskriptif pada konteks lokal tertentu. Studi seperti ini memberikan pemahaman mendalam, tetapi belum menghasilkan sintesis yang komprehensif tentang pola keberhasilan dan tantangan implementasi P5 lintas konteks dan wilayah (Pelajar et al. , 2. (Selviani et al. , 2. Akibatnya, belum tersedia peta pemahaman yang utuh untuk merumuskan strategi implementasi P5 yang efektif secara nasional maupun global. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan penelitian berbasis Tinjauan Pustaka Sistematis (Systematic Literature Revie. untuk menyintesis temuan-temuan empiris dari berbagai penelitian nasional dan Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi implementasi, faktor pendukung, hambatan lapangan, dan efektivitas P5 dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar, sekaligus mengungkap jarak antara teori ideal dan realitas lapangan (Collins et al. , 2. (Wicaksana et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kebaruan ilmiah . berupa upaya menyajikan sintesis sistematis lintas studi untuk memetakan pola implementasi P5 secara komprehensif, bukan sekadar mendeskripsikan satu kasus sebagaimana penelitian sebelumnya. Penelitian ini juga disusun untuk memperkuat posisi P5 dalam wacana global project-based character education, sekaligus memberikan rekomendasi konkret bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan agar implementasi P5 dapat berjalan lebih efektif dan kontekstual (Pekalongan, 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. untuk menelaah secara sistematis penelitian-penelitian sebelumnya tentang implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam membangun karakter siswa sekolah dasar. Pendekatan ini dipilih karena mampu menghasilkan sintesis ilmiah yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1716 Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SD: Tinjauan Pustaka Sistematis Ae Julia Ayu Diski. Haifaturrahmah. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PRISMA Flow Diagram (Bentuk Naratif Resm. Prosedur seleksi literatur dalam penelitian ini mengikuti alur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. sebagai berikut: Identification (Identifikas. Pada tahap awal, peneliti menemukan 124 artikel ilmiah dari basis data Google Scholar. DOAJ. Scopus, dan Garuda, menggunakan kombinasi kata kunci yang telah ditetapkan. Screening (Penyaringan Awa. Sebanyak 19 artikel duplikat dihapus. Dari 105 artikel yang tersisa, dilakukan penyaringan berdasarkan judul dan abstrak, dan 57 artikel dieliminasi karena tidak relevan dengan P5 dan tidak berfokus pada sekolah Eligibility (Pemeriksaan Kelayakan Full-Tex. Sebanyak 48 artikel dibaca secara penuh . ull-text revie. Setelah dilakukan evaluasi terhadap relevansi, 27 artikel dikeluarkan karena tidak berfokus pada penguatan karakter atau tidak menunjukkan data empiris yang cukup. Included (Artikel Akhir yang Dianalisi. Pada tahap akhir, 15 artikel dinyatakan memenuhi seluruh kriteria inklusi dan digunakan secara resmi sebagai data utama dalam analisis penelitian ini. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1717 Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SD: Tinjauan Pustaka Sistematis Ae Julia Ayu Diski. Haifaturrahmah. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. HASIL DAN PEMBAHASAN Cara dan Jenis Implementasi Program P5 di Sekolah Dasar Berdasarkan berbagai hasil penelitian, implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di sekolah dasar menunjukkan variasi pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah. Sekolah di wilayah urban cenderung menerapkan P5 berbasis project-based learning terintegrasi lintas mata pelajaran, terutama melalui tema sosial dan teknologi (NURAENI, 2. Sementara itu, sekolah di wilayah rural lebih sering mengangkat kearifan lokal seperti budaya, pertanian, atau konservasi lingkungan sebagai basis proyek(Tohet & Mahbubi, 2. Model pembelajaran berbasis komunitas ini sejalan dengan temuan Kanchan & Sebastian . yang menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual untuk membangun identitas dan kesadaran sosial siswa. Variasi implementasi ini mencerminkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka dan menunjukkan bahwa P5 tidak bersifat satu model baku, melainkan adaptif terhadap kondisi sekolah serta kebutuhan masa depan siswa. Nilai-Nilai Karakter Utama yang Diperkuat dan Peran Guru Analisis tema dari berbagai literatur menunjukkan bahwa nilai karakter yang paling sering diperkuat melalui program P5 adalah gotong royong, kemandirian, berpikir kritis, dan kreativitas. Hal ini konsisten dengan kompetensi abad ke-21 yang ditekankan UNESCO . Guru menjadi aktor utama dalam mentransformasikan kegiatan proyek menjadi pengalaman pembentukan karakter, bukan hanya tugas Strategi efektif yang ditemukan adalah reflektif dialog, simulasi sosial, dan publikasi karya siswa (Ilmaa et al. , 2. Studi global oleh Hwang & Park . di Korea Selatan juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berhasil meningkatkan empati sosial siswa ketika refleksi karakter dilakukan secara eksplisit oleh guru. Dengan demikian, penguatan karakter tidak terjadi otomatis dalam P5, tetapi sangat ditentukan oleh desain aktivitas dan kualitas intervensi guru. Bukti Keberhasilan P5 dalam Pembentukan Karakter Siswa Berbagai studi menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 memberikan dampak signifikan dalam membentuk perilaku kolaboratif, tanggung jawab sosial, dan keberanian siswa dalam mengambil keputusan (Ilmaa et , 2. Di Indonesia, siswa menjadi lebih aktif, partisipatif, dan memiliki sense of ownership pada proses belajar, terutama ketika dilibatkan dalam perencanaan dan publikasi proyek. Hal ini sejalan dengan teori experiential learning Kolb . , yang menekankan bahwa karakter dan kesadaran reflektif terbentuk melalui pengalaman langsung, bukan ceramah teori. Studi internasional dari Finlandia (Cahyo et al. , 2. juga menemukan bahwa pembelajaran berbasis proyek meningkatkan agency siswa ketika mereka diberikan ruang untuk mengelola proses belajar secara mandiri. Artinya. P5 terbukti bukan hanya efektif secara kognitif, tetapi juga membangun kesadaran moral dan kepedulian sosial yang lebih mendalam. Tantangan dan Kegagalan Implementasi Program P5 Meskipun memberikan dampak positif, sebagian besar guru melaporkan kendala dalam implementasi P5. Hambatan utama meliputi keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan teknis, dan tidak adanya kurikulum proyek yang sistematis (Nurtamam, 2. Studi internasional oleh Thomas & Krajcik . menemukan pola serupa di negara berkembang: guru cenderung gagal mengeksekusi pembelajaran berbasis proyek karena masih terbiasa dengan pendekatan teacher-centered. Di Indonesia, perbedaan fasilitas dan kesiapan sekolah kota dan desa menjadi faktor penting(Zumratun, 2. Selain itu, penilaian karakter masih dianggap sulit karena tidak semudah mengukur nilai kognitif. Oleh sebab itu, dibutuhkan rubrik autentik dan pendampingan profesional berkelanjutan agar P5 tidak hanya menjadi simbol kurikulum. Praktik Terbaik (Best Practice. dalam Implementasi P5 Hasil literatur menunjukkan bahwa keberhasilan P5 sangat ditentukan oleh keterkaitan proyek dengan konteks lokal dan partisipasi siswa secara aktif. Sekolah yang mengintegrasikan isu real-world seperti krisis lingkungan, budaya lokal, ekonomi mikro, atau digital citizenship menunjukkan hasil karakter yang lebih signifikan (Pisdon, 2. Studi internasional di Jepang dan Singapura(Cantika et al. , 2. menegaskan Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1718 Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SD: Tinjauan Pustaka Sistematis Ae Julia Ayu Diski. Haifaturrahmah. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. bahwa karakter terbentuk paling kuat ketika siswa diberi tanggung jawab nyata dan terlibat dalam community-based project. Selain itu, sekolah yang melibatkan orang tua dan masyarakat lokal dalam tahap pelaksanaan maupun evaluasi proyek menunjukkan peningkatan empati dan kepedulian sosial siswa secara signifikan (Ramadan, 2. Pentingnya Kolaborasi Multi-Pihak untuk Keberlanjutan P5 Keberhasilan implementasi P5 sangat bergantung pada kemitraan antara guru, kepala sekolah, orang tua, dan lingkungan eksternal sekolah. Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran pengalaman, kepala sekolah sebagai pengarah kebijakan dan penyedia fasilitas, sementara orang tua dan masyarakat memberikan dukungan sosial dan budaya (Santoso, 2. Studi global oleh UNESCO . menegaskan bahwa character-based education tidak dapat berjalan maksimal jika hanya mengandalkan sekolah tanpa kolaborasi komunitas. Artinya. P5 tidak cukup dilakukan di ruang kelas. ia harus menjadi ekologi pendidikan yang melibatkan seluruh ekosistem sosial siswa agar nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dan membentuk kepribadian generasi muda. Tabel 1. Ringkasan Literatur Peneliitian & No. Metode Fokus Temuan Implikasi Utama Tahun Rahmadani & Kualitatif Ae Desain proyek sosial menggunakan P5 berbasis komunitas Kurniawan Studi Kasus budaya lokal meningkatkan cara meningkatkan semangat saling . siswa bekerja sama Putri & Metode Guru yang menggunakan metode Memikirkan karakter bekerja Sulaiman Campuran yang bijaksana membantu siswa dengan baik untuk menjadikan . menumbuhkan rasa tanggung nilai-nilai Pancasila sebagai jawab mereka Sari dkk. Eksperimen Seberapa baik P5 bekerja untuk Tugas proyek menumbuhkan . meningkatkan perilaku baik perasaan memiliki pembelajaran Mulyani dkk. Deskriptif Apa yang menghentikan guru Ada kebutuhan untuk membantu . Kualitatif menggunakan P5 degan baik mempraktikkan karakter Rahman & Studi Bekerja sama di antara semua yang Bekerja sama membuat Astuti . Kualitatif terjadi di sekolah lingkungan karakter lebih kuat KESIMPULAN Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di sekolah dasar secara konsisten berkontribusi pada pembentukan karakter siswa, terutama dalam aspek gotong royong, kemandirian, berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab sosial. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan project-based character education relevan dan efektif dalam membentuk karakter berbasis pengalaman nyata . xperiential character formatio. , sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka dan kompetensi abad ke-21. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka tematik implementasi P5 yang mengidentifikasi empat elemen kunci keberhasilan, yaitu fleksibilitas konteks lokal, peran guru sebagai perancang pengalaman, kolaborasi sekolahAekeluargaAemasyarakat, serta evaluasi karakter yang bersifat autentik dan reflektif. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan agar sekolah merancang proyek berbasis realitas lokal, menyediakan pelatihan intensif bagi guru, dan membangun kemitraan eksternal agar ekosistem pendidikan karakter berjalan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi model evaluasi karakter berbasis data autentik serta perbandingan implementasi P5 pada konteks sekolah kota dan desa untuk memperkuat generalisasi temuan. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1719 Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SD: Tinjauan Pustaka Sistematis Ae Julia Ayu Diski. Haifaturrahmah. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan artikel berjudul AuPengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Ay Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada para peneliti dan akademisi yang hasil penelitiannya menjadi dasar penyusunan kajian ini, serta kepada rekan sejawat dan pendidik di sekolah dasar yang telah berbagi pengalaman empiris terkait implementasi proyek P5. Apresiasi juga diberikan kepada lembaga pendidikan dan pihak yang telah menyediakan sumber referensi dan data yang relevan, sehingga tulisan ini dapat tersusun dengan baik dan memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar melalui implementasi Profil Pelajar Pancasila. DAFTAR PUSTAKA