JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK. WAKTU TUNGGU DAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI KLINIK ASY-SYIFA KUDUS Muhammad Haykal Candra Mukti. Rusnoto . Edi Wibowo Suwandi. 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Kudus mhaykalcandramukti05@gmail. Abstract This study aims to analyze the relationship between therapeutic communication, waiting time, and service quality to patient satisfaction at Asy-Syfa Clinic Kudus. Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of health services. Factors such as good therapeutic communication, efficient waiting time, and optimal service quality are believed to have a significant role in increasing patient satisfaction. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach, involving 97 patients selected using accidental sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman rank test. The results of this study are expected to provide strategic recommendations for Asy-Syfa Clinic to improve service quality, optimize waiting time management, and improve the quality of therapeutic communication so as to increase overall patient satisfaction. Keywords: communication, waiting time, service quality, patient satisfaction PENDAHULUAN Kepuasan krusial karena menjadi metode utama dalam kenyamanan yang dirasakan pasien sebagai proses keperawatan. Komunikasi terapeutik hasil dari pelayanan kesehatan yang sesuai mencakup interaksi interpersonal yang dengan harapan mereka. Pasien merasa dimulai dengan saling memahami antara dihargai dan aman ketika mereka bisa perawat dan pasien. waktu tunggu sering berbagi perasaan dan pengalaman mereka. menjadi sumber keluhan pasien di berbagai Ketidakpuasan pasien bisa timbul karena mencerminkan kemampuan rumah sakit komunikasi, waktu tunggu, dan kualitas dalam mengelola layanan yang sesuai pelayanan (Ulya et al. , 2. Komunikasi proses yang sangat unik dan penting dalam Pelayanan Dalam profesi keperawatan, ditunjukkan melalui layanan yang ramah, komunikasi memiliki peran yang lebih Lamanya cepat, dan nyaman (Wijayanti et al. , 2. JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Kualitas Prevalensi di klinik asy-syifa di dipengaruhi oleh produk jasa, manusia, bulan mei ini tercatat kunjungan pasien sakit proses, dan lingkungan, serta mampu 2828 orang, bulan juni kunjungan sakit 2545 memenuhi atau melampaui harapan. Dengan orang dan di bulan juli kunjungan sakit 2468 demikian, definisi kualitas pelayanan dapat orang menurut data tersebut bahwa tingkat diartikan sebagai usaha untuk memenuhi kunjungan sakit dan datanya menunjukan kebutuhan dan keinginan konsumen serta bahwa setiap bulan mengalami kenaikan dan memberikan pelayanan yang tepat guna penurunan kunjungan pasien. Alasan saya memenuhi harapan konsumen (M. Aris memilih penelitian di klinik ini adalah Munandar et al. , 2. Data kepuasan karena jumlah pasien yang cukup banyak, pasien yang berskala global menunjukkan sehingga memungkinkan pengumpulan data yang representatif. Selain itu, penelitian pasien terhadap kualitas layanan kesehatan, terkait kepuasan pasien diharapkan dapat yang dinilai melalui survei WHO dan memberikan manfaat bagi klinik, terutama organisasi lainnya. Menurut WHO, faktor pasien selama kunjungan mereka, yang pada efektivitas layanan, keamanan, responsivitas terhadap kebutuhan pasien, ketepatan waktu, meningkatkan kualitas pelayanan klinik. kesetaraan, dan integrasi layanan. Misalnya, (World Health Organization sekitar 7 dari 100 pasien yang dirawat di (WHO), rumah sakit dapat mengalami infeksi terkait komunikasi yang efektif antara tenaga perawatan kesehatan, dan satu dari sepuluh kesehatan dan pasien dapat meningkatkan pasien di negara maju mengalami efek kepercayaan, kepuasan, serta kepatuhan samping selama perawatan untuk angka pasien terhadap pengobatan yang diberikan. WHO menunjukkan bahwa 80% pasien merasa puas dengan layanannya. Selain itu. WHO persepsi pasien terhadap perawatan yang juga menyoroti bahwa di negara-negara diterimanya, dan komunikasi yang kurang Berdasarkan sekitar 60% kematian terkait kondisi medis terjadi akibat kualitas perawatan yang (Kemenkes RI, 2. , waktu tunggu yang rendah, yang berkontribusi pada angka optimal di layanan kesehatan adalah kurang kepuasan rendah di beberapa wilayah dari 30 menit. Namun, data survei nasional tersebut (World Health Organization, 2. Kemenkes pada tahun 2020 menunjukkan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 bahwa rata-rata waktu tunggu di fasilitas pasien sangat baik bisa di lihat dari data kesehatan masih melebihi batas yang pengunjung setiap bulannya rata-rata pasien disarankan, yaitu sekitar 45 menit di fasilitas sakit dan pasien kunjungan sehat diatas 2000 kesehatan primer dan hingga 1 jam di rumah Tingginya Kepuasan pasien dipengaruhi oleh berdampak pada tingkat ketidakpuasan berbagai faktor yang saling terkait. Kualitas pasien yang tercatat sebesar 35% di produk atau jasa menjadi faktor utama, di beberapa fasilitas kesehatan, dengan alasan mana pasien merasa puas jika layanan utama waktu tunggu yang lama. Menurut kesehatan yang diterima memenuhi atau (Kemenkes RI, 2. , kualitas pelayanan melampaui harapan mereka. Harga layanan yang tinggi mencakup kompetensi tenaga juga berpengaruh, dengan ekspektasi yang kesehatan, kesiapan fasilitas, dan pelayanan lebih tinggi terhadap kualitas jika harga yang yang ramah. Laporan Kemenkes RI tahun dibayar lebih mahal. Faktor emosional turut 2019 menunjukkan bahwa hanya sekitar memengaruhi, di mana rasa bangga memilih 65% pasien yang merasa puas dengan institusi kesehatan yang bergengsi dapat kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, meningkatkan kepuasan. Kinerja tenaga dengan aspek kompetensi dan keramahan kesehatan, seperti dokter dan perawat, tenaga kesehatan sebagai faktor utama yang memengaruhi kepuasan. kecepatan, kemudahan, dan kenyamanan Dari 11 sempel responden yang saya Kualitas dapatkan komunikasi di klinik asy-syfa rata- meliputi sikap profesional, keramahan, dan rata pasien sangat puas dengan komunikasi dengan dokter dan perawat, waktu tunggu di pengalaman pasien. Durasi waktu tunggu klinik asy-syfa pasien dalam melakukan kepuasan, sementara waktu tunggu yang pemeriksaan oleh dokter dan mengambil singkat menunjukkan efisiensi layanan. obat rata-rata 30 menit ada juga yang 1 jam. Terakhir, komunikasi terapeutik yang efektif 15 menit dan kebanyakannya 30 menit itu dan empatik antara tenaga kesehatan dan sudah termasuk normal, kualitas pelayana pasien membantu membangun kepercayaan cukup memadahi dan di kelola sangat baik dan kenyamanan, yang pada akhirnya dan dokter, perawat, petugas obat maupu meningkatkan kepuasan pasien. Faktor- petugas loket pasien sanagt puas dengan faktor ini bekerja bersama-sama untuk pelayanannya, dilihat dari aspek tersebut dan data yang saya dapatkan tingkat kepuasan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 kesehatan yang memuaskan. (Budiman et al. terutama jika tidak ada penjelasan dari Kualitas Untuk mengatasi dampak negatif keramahan, kecepatan, dan fasilitas yang dari komunikasi terpeutik yang buruk, waktu memadai, menjadi kunci utama dalam tunggu yang lama, dan kualitas pelayanan menciptakan pengalaman yang positif bagi yang rendah di Klinik Asy-Syfa Kudus. Ketiga faktor ini bekerja bersama beberapa langkah penting dapat diambil. untuk memastikan pasien merasa puas Menjaga komunikasi anatara pasien dengan dengan pelayanan yang diberikan. Jika salah satu aspek tidak terpenuhi, kepuasan pasien Mengoptimalkan dapat berkurang. Oleh karena itu, pelayanan Transparansi tentang waktu tunggu juga kesehatan harus fokus pada kombinasi penting agar pasien merasa diperlakukan komunikasi yang baik, pengelolaan waktu yang efektif, dan kualitas layanan yang Meningkatkan pelayanan dan memperbaiki fasilitas klinik akan membantu menjaga standar perawatan. Perawat memiliki peran yang sangat Selain itu, mengadopsi pendekatan yang penting dalam meningkatkan kepuasan berpusat pada pasien, seperti menyesuaikan Mereka berkontribusi dalam kualitas layanan dengan kebutuhan individu dan menangani keluhan dengan cepat, akan profesional, keramahan, dan empati yang meningkatkan kepuasan dan kepercayaan dapat menciptakan kenyamanan bagi pasien. Dengan langkah-langkah ini, klinik Selain itu, kinerja perawat yang cepat, dapat meningkatkan pengalaman pasien efisien, dan responsif dalam memberikan pelayanan medis juga berpengaruh besar reputasinya(Satiti et al. , 2. terhadap kepuasan pasien. Perawat juga Hubungan komunikasi terapeutik, memainkan peran utama dalam komunikasi waktu tunggu, dan kualitas pelayanan sangat terapeutik, yaitu membangun hubungan yang efektif dan empatik dengan pasien. Komunikasi terapeutik yang baik membantu memberikan informasi dengan jelas. Semua faktor ini, yang melibatkan peran perawat mereka terhadap pelayanan. Waktu tunggu secara langsung, membantu menciptakan pengalaman pelayanan yang berkualitas, pelayanan, sedangkan waktu tunggu yang efisien, dan penuh perhatian, yang pada lama sering menurunkan kepuasan pasien, akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 METODE PENELITIAN Tabel 1 Dapat diketahui bahwa dari Jenis penelitian yang digunakan total 97 responden sebagian responden adalah kuantitatif dengan dengan desain mayoritas responden berjenis kelamin laki- deskriftif korelasionel dengan pendekatan laki yaitu sebanyak . 7%), sebagian besar cross sectional dengan teknik pengambilan berpendidikan SMA sebanyak 66 responden sempel acsidental sampling. Pada penelitian . ,0%), dan sebagian besar adalah pelajar sebanyak 32 responden . ,0%). Hubungan Komunikasi Terapeutik dengan Kepuasan Pasien di Klinik Asy-syifa Kudus. terapeutik, waktu tunggu dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di klinik Asy-Syifa Kudus. Tabel 2 Analisis Data Hubungan Komunikasi Terapeutik dengan kepuasan Pasien merupakan penelitian yang pengumpulan pengamatan atau pengukuran dari suatu Komunika populasi atau sampel. Sampel dari penelitian Kepuasan Kurang pengambilan data pada kepuasan pasien terapeutik,waktu Coifience N % Tidak Terapeutik Jumlah bertujuan untuk menggambarkan hubungan ini berjumlah 97 responden. Penelitian ini Total Sumber: Data Primer, 2025 pelayanan (Sugiyono, 2. Berdasarkan tabel 2 diperoleh hasil bahwa total dari 7 responden dengan HASIL DAN PEMBAHASAN komunikasi tidak terapeutik 6 diantaranya Karakteristik Responden memiliki kepuasan pasien kurang puas Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Pekerjaan Wiraswasta Ibu rumah tangga Pelajar Pegawai negeri Wiraswasta sedangkan 1 responden pasien puas dan diperoleh hasil bahwa total dari 90 dengan sedangkan 81 responden pasien merasa Hasil Spearman (Rh. diperoleh nilai p value < 0,05 sehingga H0 ditolak artinya ada Sumber: Data Primer, 2024 Hubungan komunikasi terapeutik dengan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 kejadian kepuasan pasien di klinik Asy-syifa diidentifikasi, yang pada gilirannya menjadi Kudus. Nilai koefisien kontingensi = 0,542 dasar bagi perbaikan sistem kesehatan di menunjukkan bahwa ada hubungan yang masa depan. Komunikasi efektif antara tenaga dengan kepuasan pasien di klinik asy-syifa kudus memiliki korelasi sedang. Temuan ini kepercayaan, kepuasan, serta kepatuhan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terhadap pengobatan. WHO melaporkan merasa nyaman dengan komunikasi yang diberikan oleh perawat. Namun, masih ada memengaruhi persepsi pasien terhadap perawatan, sedangkan komunikasi yang komunikasi yang diterima kurang efektif. buruk dapat mengurangi kepuasan pasien. Ulasasan (Agung et al. , 2. dengan judul Penelitian mengatakan komunikasi terkedang kurang ini bertujuan mengetahui hubungan antara dokternya ada yang tidak sabar kurang kepuasan pasien BPJS rawat jalan di perhatian kepada pasienya. Puskesmas X Kabupaten Subang. Dengan Berdasarkan penelitian di klinik pendekatan kuantitatif non-eksperimental Pratama Warga Sehat Kampung Cikoleang dan desain korelasional . ross-sectiona. Desa Rumpin penelitian melibatkan 273 pasien BPJS dari Kabupaten Bogor Dari Hasil penelitian total rata-rata 860 pasien per bulan selama diperoleh hasil lebih dari setengahnya yaitu JanuariAeNovember 2023, dengan teknik accidental sampling. Sukamulya Kecamatan . ,67%) Dari (Syahmiyanti. Menurut melakukan komunikasi terapeutik dengan Putri1, baik dan 67,4% pasien memiliki kepuasan penelitian ini memiliki hubungan dari Diperoleh nilai p-value <0,001 komunikasi terapeutik dengan kepuasan . <0,. serta korelasi positif yang sangat pasien, dengan pendalaman yang spesifik kuat . , yang mengindikasikan adanya komunikasi terapeutik merupakan tolok hubungan signifikan antara komunikasi ukur utama dalam evaluasi kepuasan pasien terapeutik dan kepuasan pasien. (Rechika Amelia Eka Hasil uji korelasi rank Spearman di berbagai layanan kesehatan. Melalui 61,2% Penelitian menurut (Pasien et al. pendekatan ini, elemen-elemen kunci untuk JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 keperawatan dengan menunjukkan bahwa p-value > 0,05, yang berarti H0 diterima, komunikasi yang efektif berperan signifikan serta nilai koefisien kontingensi 0,022 yang Dengan menunjukkan korelasi sangat lemah. Dan menggunakan metode kuantitatif dan desain waktu tunggu lama cepatnya itu tergantung cross-sectional pada bulan Maret 2024 dari banyak sedikitnya pasien yang perikasa dengan sampel 34 responden yang dipilih ke klinik tersebut semakin banyak pasien melalui purposive sampling, hasil penelitian yang periksa biasanya semakin lama waktu menunjukkan bahwa 79,4% responden tunggunya dan semakin sedikit pasien menerima komunikasi yang dikategorikan periksa ke klinik tersebut semakin cepat 20,6% waktu tunggu di klinik asy-syifa kudus. lainnya mendapatkan komunikasi yang tidak Menurut teori (Wulandari et al. , 2. Temuan serupa juga muncul pada waktu tunggu merupakan periode yang tingkat kepuasan pasien, di mana 79,4% pasien merasa puas dan 20,6% tidak puas. pelayanan kesehatan, mulai dari proses Hasil uji Spearman Rank menghasilkan nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari = 0,05, serta Masalah waktu tunggu masih sering ditemui korelasi sebesar 0,820, yang menunjukkan dalam praktik pelayanan kesehatan dan adanya hubungan yang sangat kuat antara merupakan salah satu faktor potensial yang dapat menimbulkan ketidakpuasan pasien. kepuasan pasien rawat inap di UPTD Meskipun waktu tunggu sering dianggap Puskesmas Sragen. sebagai faktor penting dalam kepuasan pasien, hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas komunikasi dalam faktor lain, seperti kualitas pelayanan, pelayanan keperawatan sebagai bagian dari komunikasi tenaga medis, dan fasilitas upaya berkelanjutan untuk meningkatkan klinik, mungkin lebih berpengaruh terhadap mutu pelayanan kesehatan. tingkat kepuasan pasien. Oleh karena itu. Temuan Sambungmacan Hubungan Waktu Tunggu dengan Kepuasan Pasien di Klinik Asy-syifa Kudus Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan tetap perlu dilakukan guna bahwa tidak terdapat hubungan signifikan penting dalam menilai kualitas pelayanan antara waktu tunggu dengan kepuasan kesehatan dengan temuan Kemenkes RI, pasien di Klinik Asy-Syifa Kudus. Uji yang menunjukkan bahwa semakin lama statistik Spearman (Rh. menghasilkan nilai waktu tunggu, semakin besar kemungkinan meningkatkan kepuasan pasien. Waktu tunggu merupakan salah satu indikator JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 kesehatan perlu menerapkan strategi untuk Hubungan Waktu Tunggu dengan Kepuasan Pasien di Klinik Asy-syifa Kudus Berdasarkan mengurangi waktu tunggu, seperti efisiensi diperoleh hasil bahwa total dari 3 responden sistem antrean, peningkatan jumlah tenaga dengan kualitas pelayanan tidak baik responden pasien puas dan diperoleh hasil layanan untuk meningkatkan kepuasan bahwa total dari 94 dengan kualitas pasien secara keseluruhan. (Dwi Lestari et pelayanan baik 12 sedangkan 82 responden , 2. pasien merasa puas. pasien merasa tidak puas dengan layanan yan diberikan. Oleh karena itu, fasilitas Waktu tunggu pelayanan merupakan Hasil uji statistik menggunakan salah satu faktor yang sering dikaitkan Spearman (Rh. diperoleh nilai p value < dengan kepuasan pasien, terutama di 0,05 sehingga H0 ditolak artinya ada layanan rawat jalan. Berdasarkan penelitian kejadian kepuasan pasien di klinik Asy-syifa ditemukan bahwa mayoritas pasien . ,5%) Kudus. Nilai koefisien kontingensi = 0,418 mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menunjukkan bahwa ada hubungan yang menit, melebihi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. dengan kepuasan pasien di klinik asy-syifa Meskipun demikian, hasil uji korelasi p=0,626 kepuasan pasien dipengaruhi oleh berbagai . >0,. , faktor yang telah diidentifikasi dalam survei hubungan signifikan antara waktu tunggu WHO dan organisasi kesehatan lainnya. pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien WHO menyoroti bahwa efektivitas layanan. BPJS di poli bedah umum. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien tidak hanya dipengaruhi oleh durasi waktu kesetaraan, dan integrasi layanan merupakan tunggu, tetapi juga oleh faktor lain seperti faktor utama dalam menentukan kepuasan komunikasi tenaga medis, kualitas layanan, (Wulan Fitriani & Wulan Fitriani dan fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu. STIKES Maharani Malang, 2. RSUD (Manyering meskipun waktu tunggu masih menjadi Dengan judul hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien layanan secara keseluruhan tetap perlu pengguna BPJS di rawat inap RS Baptis diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien secara menyeluruh. 78,94% JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 pelayanan yang diterima sebagai baik. Menurut (Yulina & Ginting, 2. sedangkan 73,36% responden menyatakan dengan judul hubungan kualitas pelayanan bahwa kepuasan mereka terhadap pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di juga berada pada kategori baik. Analisis Puskesmas Sidomulyo Samarinda memiliki Spearman Rank menghasilkan koefisien korelasi . sebesar pelayanan dan kepuasan pasien rawat jalan 0,805 dengan nilai signifikansi (A) 0,000 (A di Puskesmas Sidomulyo Samarinda. Hasil < 0,. , yang mengindikasikan adanya uji korelasi Rank Spearman Rho . = 0,000. hubungan yang sangat kuat dan signifikan r = 0,. mengindikasikan korelasi sangat antara kualitas pelayanan dengan kepuasan kuat, di mana semakin baik kualitas Temuan ini berarti bahwa semakin pelayanan, semakin tinggi kepuasan pasien. tinggi kualitas pelayanan yang diberikan. Temuan maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan keterampilan tenaga kesehatan, fasilitas pentingnya perbaikan dan peningkatan mutu yang memadai, serta komunikasi yang pelayanan secara menyeluruh, terutama Peningkatan kualitas pelayanan, pada aspek fasilitas fisik seperti kamar seperti perbaikan sarana, efisiensi sistem mandi pasien, kecepatan pelayanan obat, antrian, dan peningkatan kompetensi tenaga medis, diperlukan untuk menjaga kepuasan Hasil pengetahuan petugas kesehatan. Dengan demikian. RS Baptis Batu perlu terus Puskesmas. mengoptimalkan kualitas pelayanannya agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan KESIMPULAN pasien secara konsisten, sekaligus sebagai Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya untuk meningkatkan kepercayaan dan responden yang mendapatkan komunikasi loyalitas pasien dalam jangka panjang. terapeutik mengatakan puas, waktu tunggu Temuan ini juga mendukung literatur tergantung banyak pengunjung yang berobat dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, mengatakan kualitas pelayanannya sangat sehingga perbaikan di bidang ini dapat bagus dan baik. kualitas pelayanan merupakan faktor kunci memberikan dampak positif yang signifikan JURNAL EDUNursing. Vol. No. April 2025 http://journal. ISSN : 2549-8207 e-ISSN : 2579-6127 Rechika Amelia Eka Putri1. Medic nutricia 2024,. , 1Ae6. https://doi. org/10. 5455/mnj. DAFTAR PUSTAKA