Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 179 - 183 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 GAMBARAN LOKASI DAN TINGKAT NYERI MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT Muhammad MuAoin. Elis Hartati. Muhamad Rofii. Arif Wijaya. Mudrikah. Nanang Apriyanto. Unggul W. Wicaksono. Yuwanti. Zainal Arifin. 1,2,. Departemen Ilmu Keperawatan FK UNDIP 4,5,6,7,8,. RS Nasional Diponegoro Email: muhammadmuinundip@gmail. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel : Diterima : 9 Januari 2020 Disetujui : 25 Mei 2020 Kata Kunci : nyeri muskuloskeletal, rawat inap. ARTICLE INFO Article History : Received : January 9, 2020 Accepted : May 25, 2020 Key words: musculoskeletal pain, nurses, inpatient ward. ABSTRAK Rumah sakit adalah tempat kerja yang tidak terbebas dari bahaya bagi pekerja di dalamnya, terutama perawat. Bahaya kerja yang tidak dikenali, diantisipasi dan dilakukan upaya untuk mengendalikannya dapat menyebabkan penyakit dan cidera. Masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh perawat diantaranya adalah nyeri muskuloskeletal. Faktor karakteristik pribadi, kondisi kesehatan maupun perilaku dan lingkungan kerja dapat mempengaruhi terjadinya nyeri muskuloskeletal pada Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran lokasi dan tingkat nyeri muskuloskeletal pada perawat di ruang rawat inap RS. Metode penelitian dengan kuantitatif deskriptif, pengambilan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Populasi penelitian adalah perawat ruang rawat inap RS Nasional Diponegoro Semarang, sampel diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 41 perawat. Data univariat dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 34 . ,9%) perawat merasakan nyeri pada salah satu bagian tubuh, dimana leher atas merupakan bagian tubuh yang paling banyak mengalami nyeri dengan kategori agak sakit mencapai 16 . %) perawat, sedangkan nyeri kategori sakit paling banyak pada leher atas dan pinggang mencapai 5 . ,2%) perawat. Diharapkan perawat dan RS melakukan upaya untuk mencegah dan menangani nyeri muskuloskeletal yang terjadi pada perawat agar kesehatan dan produktivitas kerja mereka dapat dipertahankan. ABSTRACT Hospital is a workplace that not free of hazards for the employees, especially nurses. Unrecognized and unmanaged workplace hazards may cause diseases and accidents. One of frequent health complaints experienced by nurses was musculoskeletal pain. Personal characteristics, health status, working behaviors and environments may interfere musculoskeletal pain among nurses. This study aimed to describe region and level of musculoskeletal pain experienced by inpatient ward hospital nurses. The study used Nordic Body Map (NBM) questionnaire to 41 inpatient ward nurses in Diponegoro National Hospital Semarang City with puposive Result Showed that 34 . ,9%) of nurses experienced pain at least on one of body parts, part of body that most experienced mild pain was upper neck by 16 . %) nurses, the body parts that most experienced pain was upper neck and waist by 5 . ,2%) nurses. The nurses and hospital should do some efforts to prevent dan treat musculoskeletal pain experienced by nurses properly to maintain health and increase productivity. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 179 - 183 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 PENDAHULUAN Perawat adalah bagian terbesar dari tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Data menunjukkan jumlah perawat mencapai 29,66% dari seluruh tenaga kesehatan, dari 6 tenaga kesehatan terbanyak yang terdiri dari medik . okter, dokter gig. , paramedik . idan dan perawa. dan farmasi di Indonesia per Desember 2016 perawat merupakan jumlah terbesar 876 . %) orang (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017: . Perawat merupakan bagian penting dari fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit. Selama 24 jam perawat memberikan pelayanan kepada pasien, mendampingi, memberikan makan, memberikan obat serta memenuhi berbagai kebutuhan pasien selama Pelayanan yang diberikan oleh perawat menjadi komponen penting penilaian kualitas pelayanan Rumah Sakit oleh konsumen, pasien dan keluarga. Jika pelayanan keperawatan baik maka pelayanan RS secara keseluruhan dianggap baik. Rumah sakit merupakan tempat kerja yang mempunyai berbagai bahaya . kerja yang dapat berdampak negatif pada pekerjanya. Bahaya kerja yang dihadapi perawat di RS meliputi fisik, psikologis, serta sosial (Sabra dan Morsy, 2016: . Bahaya kerja yang ada di RS harus dikelola agar dampak buruk bagi pekerja di dalamnya dapat diminimalkan atau Perawat sebagai tenaga kerja terbanyak dan terlama berada di RS berisiko terpapar bahaya Secara umum pasien dirawat di RS karena mengalami ketidakmampuan baik fisik maupun mental sehingga membutuhkan bantuan sebagian ataupun total dari perawat. Sebagian atau keseluruhan aktivitas perawatan diri dari pemenuhan kebutuhan dasar sampai lanjut harus dibantu oleh perawat. Saat memandikan pasien perawat harus mengangkat dengan berat yang beragam, menggeser, melakukan gerakan janggal saat menjangkau, serta berdiri sekaligus membungkuk dalam frekuensi sering dan waktu yang lama. Saat perawat melakukan tindakan memasang infus, menyuntik dan mendorong bed pasien juga terdapat postur yang janggal sehingga meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal, termasuk nyeri (Nuryaningtyas dan Martiana, 2014: 164-. Selain perilaku kerja faktor karakteristik individu dan lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi terjadinya nyeri muskuloskeletal pada perawat. Dampak nyeri muskuloskeletal pada perawat dapat berupa penurunan kualitas hidup baik fisik maupun psikososial, yang dapat berpengaruh terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien (Adhikari dan Dhakal, 2014: . Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran lokasi dan tingkat nyeri muskuloskeletal pada perawat ruang rawat inap rumah sakit. METODE Penelitian dilakukan pada tahun 2018 pada 41 perawat ruang rawat inap RS Nasional Diponegoro Semarang. Desain penelitian adalah survei deskriptif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi sudah bekerja minimal 6 bulan dan melakukan tindakan keperawatan langsung . irect car. pada pasien. Penilaian lokasi dan tingkat nyeri dengan kuesioner Nordic Body Map. Kuesioner ini meliputi 28 pertanyaan tentang keluhan nyeri atau kaku di sekujur tubuh dari atas sampai bawah meliputi leher atas dan bawah, bahu kiri dan kanan, lengan atas kiri dan kanan, punggung, pinggang, bokong, pantat, siku kiri dan kanan, lengan bawah kiri dan kanan, pergelangan tangan kiri dan kanan, tangan kiri dan kanan, paha kiri dan kanan, lutut kiri dan kanan, betis kiri dan kanan, pergelangan kaki kiri dan kanan, kaki kiri dan kanan. Pilihan jawaban responden bertingkat dari tidak sakit, agak sakit, sakit sampai sangat sakit. Analisis univariat diterapkan untuk mengetahui prosentase dan distribusi frekuensi nyeri muskuloskeletal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan 32 . ,1%) perawat merasakan nyeri pada salah satu bagian tubuhnya (Tabel . Hasil penelitian ini kurang lebih sama dengan penelitian yang menunjukkan 71,9% perawat mengalami gangguan otot rangka, termasuk nyeri pada salah satu anggota tubuh (Taghinejad dkk. , 2016: . Sementara temuan lain menunjukkan prevalensi lebih . ,8%) (Thinkhamrop Laohasiriwong, 2015: . Hasil penelitian lain menunjukkan prevalensi nyeri punggung bawah Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 179 - 183 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 31,8%-61,1% (Kurniawidjaja dkk. , 2013: . Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengalaman Nyeri Muskuloskeletal pada Salah Satu Bagian Tubuh Pada Perawat Rawat Inap RS Nasional Diponegoro Semarang n: 41 Pengalaman Nyeri Frekuensi Mengalami nyeri ,9%) Tidak mengalami nyeri ,1%) Total Bagian tubuh perawat yang paling banyak merasakan tidak nyeri adalah lengan bawah kanan dan kiri yang mencapai 41 . %), mengalami nyeri dengan kategori agak sakit adalah leher atas yang mencapai 16 . %) diikuti pinggang mencapai 15 . ,6%), dan kategori sakit adalah leher atas dan pinggang mencapai 5 . ,2%) (Tabel . Hasil ini sama dengan penelitian yang menyebutkan gangguan otot rangka, termasuk nyeri yang paling banyak dirasakan perawat terjadi pada bagian punggung bawah mencapai 40% (Taghinejad dkk. , 2016: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Lokasi dan Tingkat Keluhan Nyeri Muskuloskeletal pada Perawat di Ruang Rawat Inap RS Nasional Diponegoro Semarang n:41 Bagian Tidak Agak Sakit Sang Tubuh Sakit Sakit Sakit Leher atas . ,8 . %) . ,2 Leher ,4%) Bahu kiri . ,7 . %) . ,3%) Bahu ,8%) . ,3%) Lengan atas kiri . ,7 . ,3%) Punggung ,8%) Lengan atas kanan . ,7 . ,3%) Pinggang Bokong Pantat Siku kiri Siku Lengan bawah kiri Lengan Pergelang an tangan Pergelang an tangan Tangan Tangan Paha kiri Paha Lutut kiri Lutut Betis kiri Betis Pergelang an kaki Pergelang an kaki Kaki kiri . ,2 . ,2 . ,6 . ,6 . ,1 . % . % . ,4 . ,2 . ,8%) ,4%) ,4%) ,4%) ,4%) ,4%) ,3%) ,4%) ,4%) ,4%) ,4%) ,4%) ,3%) ,8%) ,8%) ,4%) ,4%) Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 179 - 183 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 Kaki ,8%) Pekerjaan sebagai perawat menyebabkan keharusan berada pada posisi dan gerakan yang Salah satu faktor risiko yang dapat menimbulkan nyeri muskuloskeletal adalah praktik ergonomi yang meliputi mengangkat, gerakan berulang serta desain perangkat kerja. berdiri dalam waktu lama, beban kerja fisik yang tinggi, serta gerakan membungkuk dan memutar yang sering (OR:1,. (Adhikari dan Dhakal, 2014: . Selain posisi dan perilaku kerja yang tidak ergonomis, keluhan nyeri muskuloskeletal pada perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan otot rangka, termasuk nyeri pada perawat meliputi pengetahuan, kekerasan di tempat kerja (OR: 2. , ansietas/ depresi (OR:1,. , peningkatan usia setiap 10 tahun (OR:1,. , tinggi badan, berat badan berlebih (OR: 1,. bekerja dengan shift 12 jam lebih, serta frekuensi shift malam (Madiba dkk. , 2013: 22. Thinkhamrop dan Laohasiriwong, 2015: 4. Rochman, dkk. , 2019: . Nyeri muskuloskeletal dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pada perawat. Hasil penelitian menunjukkan saat mengalami nyeri punggung bawah 44% perawat tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan tepat, 33% menjadi kurang produktif, 28% mengalami keterbatasan dalam bekerja, serta 26% tidak dapat memberikan asuhan yang berkualitas pada pasien (Adhikari dan Dhakal, 2014: . Harus dilakukan upaya untuk mengatasi nyeri muskuloskeletal yang terjadi pada perawat. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri muskuloskeletal pada perawat. Secara dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu rekayasa teknik, administratif serta perilaku (Nelson, 2004: . Pengendalian teknik yang dapat dilakukan misalnya dengan penggunaan sabuk punggung serta alat untuk penanganan pasien . atient handling equipment and device. Pengendalian administratif misalnya dengan modifikasi aturan kerja dan prosedur, rotasi kerja, serta pelatihan perawat tentang ergonomi. Pengendalian perilaku dapat dilakukan dengan perawat melakukan teknik kerja yang ergonomis misal pada saat mengangkat, serta latihan punggung . ack exercis. (Nelson, 2004: 5-12. Fiter dkk. , 2018: . Ucapan Terima Kasih Terimakasih disampaikan kepada Fakultas Kedokteran UNDIP yang memberikan hibah pendanaan dalam penelitian ini. PENUTUP Kesimpulan Sebagian besar perawat merasakan nyeri pada salah satu bagian tubuhnya. Bagian tubuh perawat yang paling banyak merasakan tidak nyeri adalah lengan bawah kanan dan kiri, mengalami nyeri dengan kategori agak sakit adalah leher atas dan kategori sakit adalah leher atas dan pinggang. Saran Perawat dan RS diharapkan dapat melakukan upaya untuk mencegah dan menangani gangguan otot rangka pada perawat agar produktivitas kerja dapat dipertahankan. DAFTAR PUSTAKA