Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Tingkat Pengetahuan Peternak terhadap Potensi Susu Kambing Peranakan Etawah di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Level of Breeders' Knowledge of the Potential of Etawah Breed Goat's Milk in Campalagian District. Polewali Mandar Regenc. Dermawan*. Fadli Hasdin. Yusri Mubarak Program Studi Ilmu dan Teknologi Peternakan. Universitas Hasanuddin *Corresponding author: mawand429@gmail. ABSTRACT Etawah Crossbreed (PE) goat milk is known for its high quality and potential as a significant source of income for local farmers. However, farmers' knowledge of the milk production potential of PE goats, as well as their management and feeding practices, remains limited and needs improvement. This study aims to evaluate the level of farmers' understanding of the milk production potential of PE goats in the Campalagian District. Polewali Mandar Regency. The study employs a quantitative descriptive method, using a Likert scale to quantitatively measure attitudes, opinions, and perceptions. Data were collected through structured questionnaires based on the Likert scale, involving 34 farmers from the Campalagian District as respondents. The findings reveal that most farmers . were unaware that PE goats produce milk, placing their knowledge in the "donAot know" category. This lack of awareness negatively affects the management and productivity of goat farming. Thus, there is an urgent need for initiatives to provide information and education to improve farmers' understanding of the milk production potential of PE goats and enhance their livestock management practices. Keywords: Etawah Crossbreed (PE) Goat. Likert Scale. Milk ABSTRAK Susu kambing PE dikenal memiliki kualitas yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi peternak lokal. Namun, pemahaman peternak tentang potensi susu pada kambing PE, manajemen pemeliharaan, dan pakan, masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pengetahuan peternak mengenai potensi susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriktif kuantitatif dan menggunakan skala likert sebagai metode pengukuran yang digunakan untuk mendapatkan data kuantitatif tentang sikap, pendapat atau persepsi Pengumpulan data penelitian menggunaakn kuisioner terstuktur yang diberi angket pada skala Likert. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 34 Responden peternak yang ada di kecamatan Campalagian. Hasil Penelitian yang dilakukan kepada 34 peternak yang di wawancarai yaitu peternak tidak mengetahui bahwa kambing PE dikenal sebagai penghasil susu dan hasil pengetahuan peternak masuk dalam kategori tidak tahu. Pengetahuan yang rendah ini dapat mempengaruhi pengelolaan dan manajemen ternak kambing, sehingga diperlukan upaya peningkatan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai potensi susu pada kambing PE. Kata Kunci: Kambing perankan etawah (PE). Skala Likert. Susu AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Dermawan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 82 Ae 88 Pendahuluan optimal di kalangan peternak. Berdasarkan hasil identifikasi riset awal yang dilakukan pada peternak di Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar dari hasil wawancara dengan peternak yaitu masih kurangnya pengetahuan peternak terhadap potensi susu kambing PE. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pemanfaatan kambing PE sebagai penghasil susu, perlu dilakukan kajian terkait tingkat pengetahuan peternak kambing PE untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peternak terhadap potensi susu pada kambing PE di Kecamatan Campalagian. Kambing merupakan salah satu jenis usaha peternakan tertua di dunia, terutama di negara-negara Asia . Ternak kambing di Indonesia keanekaragaman hayati dengan potensi besar untuk dikembangkan sebagai penghasil daging, susu, kulit, dan pupuk kandang. Kambing juga mampu bertahan di lingkungan yang kurang ideal berkat kemampuan adaptasi dan daya tahan tubuhnya terhadap agroekosistem tertentu. Kehadiran ternak kambing memberikan kontribusi penting bagi kehidupan peternak, tidak hanya sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai sumber pendapatan yang dapat Namun, peternakan kambing di Indonesia umumnya masih didominasi oleh petani kecil di pedesaan dengan kepemilikan sekitar 2 Ae 7 ekor karena keterbatasan modal, jumlah ternak yang dipelihara oleh peternak mempengaruhi pendapatannya, semakin banyak ternak yang dimilikinya, semakin besar peluang untuk meningkatkan pendapatan . Salah satu daerah yang berpotensi dalam pengembangan peternakan adalah Provinsi Sulawesi Barat, di mana pemerintah daerah telah menetapkan pembangunan sektor pertanian sebagai prioritas, termasuk dalam hal penyediaan pangan asal ternak untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat . Kabupaten Polewali Mandar di Sulawesi Barat menjadi wilayah penghasil kambing terbesar, dengan populasi kambing yang terus meningkat dari 92. 036 ekor pada 2016 menjadi 881 ekor pada 2023 . Namun, usaha ternak kambing di kabupaten tersebut masih belum bisa dijadikan sumber utama pendapatan bagi peternak . Kecamatan Campalagian di Kabupaten Polewali Mandar memiliki populasi kambing terbanyak, yakni sekitar 12. 365 ekor . Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi daging dan susu kambing peranakan Etawa, meski belum banyak peternak yang menyadari potensi produksi susu tersebut . , . Kambing peranakan etawa (PE) dikenal memiliki kemampuan menghasilkan susu berkualitas tinggi, tetapi pemanfaatannya masih kurang Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini melibatkan 34 peternak kambing PE di Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar, sebagai sampel. Penelitian dilakukan pada bulan SeptemberNovember 2024. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan peternak kambing PE, sedangkan data sekunder diperoleh dari data populasi kambing di Kecamatan Campalagian. Polewali Mandar, yang memiliki populasi terbesar. Prosedur Penelitian Penelitian ini melibatkan beberapa Pertama, observasi dilakukan untuk melihat secara langsung praktik pemeliharaan kambing dan kondisi peternakan, serta mengidentifikasi pola dan masalah yang mungkin tidak terungkap melalui laporan Kedua, kuesioner dibagikan kepada peternak untuk mengukur pengetahuan mereka terkait nutrisi, manajemen kesehatan, dan PE, menghasilkan data kuantitatif yang dapat dianalisis secara statistik. Ketiga, wawancara dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai pemahaman peternak tentang potensi susu kambing PE. Dermawan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 82 Ae 88 Variabel yang Diamati berhasil," sementara respon "tidak tahu" atau "tidak berhasil" diberi skor 1. Instrumen penelitian berupa kuesioner disebarkan kepada 34 responden. Setiap item pertanyaan dinilai menggunakan skoring, dengan skor terendah 1 dan skor tertinggi 5 . Variebel yang diamati dalam penelitian ini adalah pengetahuan umum tentang potensi kambing peranakan etawah (PE) sebagai penghasil susu yang meliputi: jenis kelamin dan umur peternak, pengalaman beternak, tingkat pendidikan peternak, serta tingkat pengetahuan peternak terhadap potensi susu kambing PE. Hasil dan Pembahasan Karakteristik responden dalam penelitian digunakan untuk menguraikan secara jelas identitas responden menurut sampel penelitian yang ditetapkan sebanyak 34 Peternak kambing PE di Kecamatan Campalagian. Hasil penelitian karakteristik peternak kambing PE disajikan pada Tabel 1. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert, di mana setiap pengukuran diberikan bobot skor. Pertanyaan positif diberi skor 5 untuk respon "sangat baik/sangat Tabel 1. Karakteristik peternak kambing PE Variabel yang diamati Jenis kelamin peternak Laki-laki Perempuan Umur peternak . 15 Ae 20 31 Ae 40 51 Ae 60 61 Ae 70 15 Ae 20 Pengalaman beternak . 0 Ae 10 11 Ae 20 21 Ae 30 Tingkat pendidikan peternak Tidak sekolah SMP SMA/SMK S1/ D3 Jumlah . Persentase (%) Keterangan: Data primer yang telah diolah . Berdasarkan Tabel 1, klasifikasi jenis kelamin menunjukkan bahwa dari 34 peternak kambing peranakan Etawah (PE), 22 adalah laki-laki dan 12 adalah perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas usaha peternakan dilakukan oleh laki-laki, termasuk dalam beternak kambing. Pendapat ini didukung oleh Novarista et al. , yang menyatakan bahwa jenis kelamin peternak mempengaruhi keberhasilan beternak. Astati et al. menambahkan bahwa kegiatan beternak dilakukan oleh laki-laki karena mereka memiliki kekuatan fisik yang lebih besar dibandingkan perempuan, beberapa pekerjaan seperti mengangkut pakan dan membersihkan kandang memerlukan tenaga ekstra agar bisa dilakukan dengan baik. Klasifikasi usia menunjukkan bahwa 12 responden . %) berada dalam rentang umur 41-50 tahun. Usia berpengaruh pada produktivitas kerja, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik. Astati et al. menjelaskan bahwa usia produktivitas terletak pada kisaran usia 15 Ae 56 tahun. Hal Dermawan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 82 Ae 88 ini juga ditambahkan oleh Bere & RifaAoi . bahwa usia dapat mempengaruhi tindakan dan prestasi pada setiap usaha. Dimana tingginya intensitas kerja cenderung mengalami peningkatan jika seseorang tetap dalam keadaan sehat, namun dapat melemah seering bertambahnya usia. Mayoritas responden . %) memiliki pengalaman beternak antara 0 Ae 10 tahun, menunjukkan bahwa sebagian besar peternak masih baru atau berada dalam tahap awal Sementara itu, responden dengan pengalaman 11 Ae 20 tahun dan 21 Ae 30 tahun masing-masing hanya mencakup 15 %, dan yang memiliki pengalaman lebih dari 31 tahun hanya 6 %. Pengalaman yang bervariasi ini memengaruhi produktivitas usaha peternakan Menurut Al Nido et al. peternak yang lebih tua cenderung lebih produktif karena memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas, serta jaringan yang baik untuk akses modal, teknologi, dan pelatihan. Namun, kesehatan dan kesiapan menghadapi tantangan baru juga penting untuk menjaga keberlanjutan Ditambahkan pula oleh Ibrahim et al. bahwa pengalaman seorang peternak dalam merawat ternaknya berperan penting dalam pengalaman yang dimiliki, semakin banyak pengetahuan yang diperoleh tentang cara merawat ternak dengan baik. Sebagian besar peternak dalam penelitian ini hanya berpendidikan setingkat SD . %), dengan 18 % tidak bersekolah, mencerminkan keterbatasan akses pendidikan. Rendahnya pendidikan dapat memengaruhi kemampuan peternak dalam manajemen pakan, kesehatan ternak, dan teknologi produksi. Dolewikou et . menyatakan bahwa pendidikan mencerminkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab, oleh karena itu pendidikan yang memadai sangat diperlukan dalam meningkatkan produksi ternak dan manajemen usaha Akan tetapi. Utami et al. berpendapat bahwa tingkat pendidikan tidak selalu berkorelasi dengan pengembangan usaha, karena tidak ada perbedaan dalam jumlah kepemilikan ternak berdasarkan tingkat pendidikan. Pengetahuan peternak tentang potensi susu kambing PE diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan peternak di Kecamatan Campalagian, dan tingkat pengetahuan tersebut disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2. Tingkat pengetahuan peternak terhadap potensi susu kambing PE Pengetahuan umum tentang potensi kambing PE sebagai hasil susu Pengetahuan bahwa kambing PE dikenal sebagai kambing perah Manfaat kesehatan susu kambing Metode pemeliharaan yang optimal Memeriksa kesehatan kambing Meningkatkan produksi susu Tantangan dan memasarkan susu PE Pelatihan beternak PE untuk produksi susu Total Skor Persen (%) Keterangan: Data primer yang telah diolah . menambahkan bahwa salah satu kendala dalam beternak kambing PE adalah rendahnya pengetahuan peternak dalam menerapkan teknologi dan manajemen pemeliharaan. Rendahnya pengetahuan ini mungkin disebabkan oleh kurangnya informasi tentang potensi susu PE atau anggapan bahwa kambing PE lebih dikenal sebagai penghasil Oleh karena itu, informasi mengenai potensi susu kambing PE sangat penting dan dapat disebarkan melalui seminar, pelatihan, atau penyuluhan. Susu kambing PE memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti lebih mudah Kambing PE dikenal memiliki potensi tinggi dalam produksi susu, namun pengetahuan peternak terkait hal ini masih Hanya 8 % responden yang mengetahui potensi besar kambing PE dalam menghasilkan susu, sehingga mayoritas peternak belum memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan produksi susu. Dolewikou et al. menyatakan bahwa peternak sering kali tidak mendapatkan pendidikan non-formal seperti penyuluhan dan pelatihan tentang manajemen produksi ternak, sehingga mereka hanya mengandalkan Lebih lanjut. Yusuf et al. Dermawan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 82 Ae 88 dicerna dan membantu mengatasi alergi Akan tetapi, hanya 14 % responden yang menyadari manfaat ini, menunjukkan bahwa pemahaman peternak dan masyarakat masih terbatas. Amelia et al. menyebutkan bahwa susu kambing mengandung protein yang lebih tinggi dibanding susu sapi, dikembangkan guna memenuhi kebutuhan susu yang semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan kampanye kesehatan yang menyoroti manfaat susu kambing PE, serta kerja sama antara peternak dan lembaga kesehatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat kesehatan susu kambing PE. Susu ini juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga peternak, meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Pemeliharaan mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu kambing PE. Faktor seperti pakan, kandang, dan manajemen kesehatan harus diperhatikan secara serius untuk memaksimalkan produksi Sebanyak 20 % responden menyadari pentingnya pemeliharaan yang optimal, meskipun belum sepenuhnya memahami bahwa pemeliharaan yang baik adalah kunci kesuksesan produksi susu. Hal ini sejalan dengan pendapat Sari et al. , yang menyatakan bahwa pemberian pakan yang tepat adalah salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak, termasuk produksi susu. Popaliyah & Afa . juga menambahkan bahwa jika pakan yang diberikan tidak sesuai, produksi dan kualitas susu tidak akan optimal. Kesehatan kambing juga penting untuk mendukung produktivitas susu, karena kambing yang sehat akan lebih produktif. Sebanyak 19 % responden menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin pada kambing mereka, meskipun masih banyak peternak yang belum menerapkannya secara Jahrizal et al. menyatakan bahwa pengelolaan kesehatan hewan dan penggunaan teknologi dapat membantu peternak meningkatkan hasil produksi. Perawatan kambing Etawa hampir sama dengan kambing lainnya, dengan penambahan nutrisi untuk meningkatkan produksi susu . Peternak perlu memperhatikan beberapa faktor penting untuk meningkatkan produksi susu kambing PE, seperti: pemilihan bibit unggul, pakan yang berkualitas, dan manajemen yang efisien. Hanya 10 % responden yang memahami langkah-langkah ini, menunjukkan bahwa sebagian besar peternak belum menjadikannya prioritas. Pelatihan tentang cara meningkatkan produksi susu kambing PE, seperti penggunaan pakan yang tepat dan pengelolaan manajemen yang efisien, perlu dilakukan. Susu kambing PE memiliki potensi pasar yang besar, terutama di kalangan konsumen yang peduli kesehatan . Namun, hanya 10 % responden yang menyadari hal ini, dan produksi susu masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Pemerintah perlu membantu peternak membangun kemitraan dengan industri pengolahan susu atau ritel, sehingga dapat meningkatkan permintaan susu kambing PE. Pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas kambing PE juga penting. Sebanyak 19 % responden menyadari pentingnya pelatihan ini, meskipun pengetahuan yang diperoleh belum selalu diimplementasikan untuk meningkatkan produksi susu. Oleh karena itu, program pelatihan yang lebih terstruktur perlu Pemerintah dan lembaga terkait dapat bekerja sama dengan organisasi peternakan untuk menyediakan modul pelatihan yang praktis dan mudah diterapkan. Penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi yang dilakukan secara terpadu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak, mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan mereka . Kesimpulan Pengetahuan peternak tentang potensi susu kambing PE di Kecamatan Campalagian. Kabupaten Polewali Mandar, masih tergolong rendah dan masuk dalam kategori Autidak tahuAy terutama dalam hal potensi kambing PE sebagai pengasil susu, manfaat kesehatan susu kambing, cara meningkatkan produksi susu, dan potensi pasarnya. Pengetahuan yang rendah ini sangat mempengaruhi pengelolaan dan manajemen ternak kambing PE, sehingga diperlukan upaya peningkatan informasi dan Dermawan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 82 Ae 88 edukasi untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai potensi kambing PE sebagai penghasil susu. hijauan pakan. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis. 7, 1 . , 1Ae10. DOI:https://doi. org/10. 30872/jpltrop. Daftar Pustaka