Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 1. April 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index KEBERAGAMAN AGAMA MEMPERKUAT INTEGRASI NASIONAL Nur Azlin Putri1* Institut Agama Islam Negeri. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 12 Januari 2024 Accepted 1 April 2024 Available online 30 April Indonesia merupakan negara padat penduduk diurutan ke-4 setelah Amerika Serikat, tercatat lebih dari 267 juta jiwa dalam SUPAS 2019, yang terdiri dari berbagai keberagaman sosial, agama, kelompok etnis, budaya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberagaman masyarakat Indonesia, yaitu berasal dari dalam maupun luar masyarakat itu sendiri. Kata Kunci: Keberagaman tersebut menjadi sebuah tantangan yang dapat memberikan Integrasi Nasional, ancaman terhadap keutuhan bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan Keagamaan. Agama Islam untuk menganalisis keberagaman agama dalam memperkuat integrasi Keywords: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang National Integration. mengumpulkan literatur-literatur yang memiliki hubungan dengan kajian Religious. Islam yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sebuah keberagaman agama, diperlukan Upaya dalam meningkatkan kerukunan antar suku, pemeluk agama dan kelompok sosial lainnya yang dilakukan melalui kerjasama dengan menggunakan prinsip kebersamaan, kesetaraan dan saling menghormati sebagai integrasi nasional bangsa Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat memberikan landasan ilmiah untuk pengembangan kurikulum pendidikan multikultural dan program-program interreligious yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, toleransi, dan kerja sama antarumat beragama sejak dini. ABSTRACT Indonesia is the 4th most populous country after the United States, recorded more than 267 million people in SUPAS 2019, consisting of various social, religious, ethnic, and cultural diversities. There are several factors that influence the diversity of Indonesian society, namely from within and outside the community itself. This diversity is a challenge that can pose a threat to the integrity of the Indonesian nation. This study aims to analyze religious diversity in strengthening national integration. This study uses a literature study method that collects literature that is related to the study being conducted. The results of this study indicate that in a religious diversity, efforts are needed to improve harmony between ethnic groups, religious adherents and other social groups which are carried out through cooperation using the principles of togetherness, equality and mutual respect as the national integration of the Indonesian nation. The implications of this study are that it can provide a scientific basis for the development of multicultural education curricula and interreligious programs that aim to improve understanding, tolerance, and cooperation between religious communities from an early age. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: azlinputri20@gmail. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Pendahuluan Keberadaan agama, khususnya agama Islam dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mempunyai peranan penting dan utama Pada strata filosofi secara universal dalam dimensi nilai, agama Islam berisi kandungan normatif nilai-nilai spritual dan moral dalam Hubungan tri dimensial, yakni umat Islam dengan Allah Swt, umat Islam dengan umat agama lain, dan umat Islam dengan lingkungannya Hubungan ini sesuai dengan penegasan Al-Qur'an Surah Al Hujuraat, 13 aA aEOeIa aaOeA aAcEEaa aeCOE eIa o acaIA a eO oa acaIa a eE a aIE eIa a eIA a acEEA a aAOeaOac aN EIaca aIac aEa eCIE eIa aI eIa aEaa acO eIO aO aa eEIE eIa eOU acOCaa aiO aEa aEaA "Hai manusia, kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki sorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal". Dalam konteks kehidupan masyarakat bangsa yang menegara, agama Islam mampu berfungsi sebagai sumber kekuatan spiritual, moral dan etik. Sehubungan dengan ini. Nilai-nilai spiritual keagamaan, terutama Agama Islam sangat kuat mendorong umatnya untuk mewujudkan ketenangan dan kebahagiaan hidup, serta menghilangkan keresahan, kegelisah hati, pertentangan . onflik sosia. Anwar. :102. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia merupakan acuan bersama dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, hal ini tampak dari pelaksanaannya yang bersifat imperatif atau memaksa. Pelanggarannya atas tidak usah dipermasalahkan karena perbedaan itu suatu keniscayaan bagi bangsa ini. Widodo. :14-15. Indonesia menjadi negara yang majemuk dengan keanekaragaman etnis, suku, bahasa, agama, dan budaya. Kemajemukan bangsa Indonesia dilihat dari dua perspektif yaitu vertikal dan horizontal. Kemajemukan secara vertikal terbentuk dari struktur lapisan masyakarat dan strata sosial, sedangkan horizontal tergambar adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan suku, agama, adat istiadat dan kedaerahan. Widiyanto. :109 Metode Metode penelitian merupakan suatu cara dan proses memperoleh suatu data agar dapat medeskripsikan, membuktikan, mengembangkan serta memperoleh pengetahuan dan teori untuk mengatasi suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari (Sugiyono,2. Metode penelitian merupakan serangkaian kegiatan ilmiah dengan menggunakan suatu teknik yang sistematis juga cermat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Metode penelitian studi pustaka adalah serangkaian cara sistematis yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi serta pengetahuan yang relevan dengan topik penelitian dari berbagai sumber tertulis. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang isu yang diteliti, mengidentifikasi teori-teori yang relevan, menemukan kesenjangan penelitian . esearch ga. , dan membangun landasan teoretis yang kuat untuk penelitian selanjutnya. Hasil dan Pembahasan Setiap agama mempunyai tuhannya masing-masing, dalam Kristen ada Yesus, bagi Hindu ada Trimurti (Brahman. Wisnu dan Siw. dan sebagainya. Budha dengan Triloka (Sakyamuni. Bhaisajyaguru. Amitabh. dan sebagainya. Konghucu dengan Tridharma ( Lao zi. Kong Hu Cu, dan Sakyamun. Dalam Islam meskipun muslim menyakini bahwa Tuhan hanyalah Allah, tapi bukan berarti melecehkan ataupun menghina tuhan agama lain diperbolehkan Surah al-AnAoam:108 a AOaE aacO Eac aOI O eO aI aII O aI NA AE aOacIac Ea aE aE aacI a aIEa aN eI aac a NE acaa eI acI eaa aN eI AaOa Ia aa aN eI aa aEIa eO Oa e aIEa eO aIA a aAcEEa a e UO aa aeO a eEI aE NEA AcEE AaOa aacO NA e a e ea a a e a a AuDan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakanAy Bentuk toleransi dimasyarakat yang biasanya terjalin dalam bentuk harmonis dimana GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. di dalam kehidupan sehari-hari mereka biasanya mencerminkan bentuk asimiliasi atau pencampuran yang luas timbul karena adanya kepentingan bersama. Seperti menjaga sikap toleransi beribadah, sikap gotong royong dalam menjaga lingkungan tempat tinggal, mereka saling membantu satu sama lain. Tugas menjaga lingkungan sekitar merupakan tanggung jawab dari semua warga negara. Kiptiah. Ruchliyadi. , & Nurmawadah, . :40. Pada sisi lain sejarah membuktikan bahwa muncul kecenderungan negatif sebagai hal yang tidak terhindarkan, dimana agama dapat pula menghadirkan "fanatisme sempit' yang setiap saat begitu mudah menimbulkan konflik social bahkan perang, seperti perang salib antara umat Islam dengan umat Kristen, konflik antara umat Kristen Katolik dan Protestan di Irlandia Utara, umat Islam dan Hindhu di Kasmir. Terkait dengan kondisi ini Sutrisno . perbedaan doktrin keagamaan yang kemudian berkembang rasa kebencian antar umat beragama menjadi sebab utama dari munculnya konflik. Terlepas dari munculnya kecenderungan negatif itu, peranan penting eksistensi agama Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diakui secara historis dan politis oleh the founding faiher Indonesia. Sidney Hook dkk, . Islam mengakui bahwa masyarakat merupakan bagian dari tujuan-tujuan, tujuan menjadi mahluk. Isiam percaya bahwa individu merupakan tujuan dalam dirinya, dan negara merupakan sarana untuk mencapai tujuan itu. Terjadinya berbagai konflik struktural dan horizontal di berbagai daerah di Indonesia salah satu penyebabnya adalah. penerapan kandungan emosional keagamaan yang melampaui batas, serta meningkatnya pengagungan terhadap suku dan etnik. Padahal umat manusia pada hakekatnya adalah satu kesatuan yang diturunkan Oleh Allah Swt kemuka bumi sebagai khalifah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-QurAoan surah Al-Baqarah, 213. a AaE aI EIac aacIU acOA AcO aIa a aOe aI aOaIeI a aOe aIA a A aU Aa a aA a aAcEEa EIacA A NA "Manusia adalah umat yang satu. etelah timbul perselisiha. maka Allah mengutus para Nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan", lihat juga surah Huud, 118: aa AcOA a caOEa eO a a aA a e Aac aacIU acO aU acOaE OaaEaeO aI aIaeaEAA a AE aaEaa aE EIA AuDan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih . AyRahman. :104 pemahaman akan ajaran sila pertama yang dangkal akan menganggap perbedaan keyakinan itu sebagai lawan atau musuhnya yang pada akhirnya memunculkan eklusivitas agama dan kepercayaan. Perbedaan yang adahendaknya disikapi secara inklusif, sehingga tidak akan rasa ada permusuhan perbedaan yang ada, karena pada dasarnya tidak ada satu agamapun yang mengajarkan kebencian, kekerasan atau permusuhanterhadap sesamanya. Keberagaman janganlahdipandang sebagai suatu ancaman untuk terjadinya disintegrasi bangsa maupun wilayah justru untuk memperkaya khasanah budaya bangsa. Indonesia terdiri dari 34 Provinsi, terdapat ribuan pulau didalamnya juga memilki banyak sekali keberagaman mulai dari ras, agama, suku dan budaya. Menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Indonesia yang memiliki banyak keberagaman karena adanya perasaan kedaerahan dan kesukuan yang tumbuh secara berlebihan akan dapat mengancam keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuhan Republik Indonesia. Oleh karena itu Pemerintah harus mampu berusaha menyatukan perbedaan tersebut tanpa menghapus salah satu darinya. Sebagai negara yang multikultur, keberagaman di Indonesia harus betul-betul dijaga dan diharapkan tetap eksis dalam persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Keberagaman masyarakat Indonesia tanpak jelas, antara lain mulai dari perbedaan suku, ras, agama. Negara yang demikian itu memiliki peluang besar akan terjadinya perpecahan dalam masyarakat. Hal tersebut mejadi tanggung jawab serta tantangan bagi masyarakat khususnya pemerintah dalam usaha untuk mencegah akan terjadinya perpecahan. Perpecahan sering terjadi disebabkan karena adanya perasaan kedaerahan serta kesukuan yang berlebihan (Fanati. , sehingga hanya menganggap bahwa apa yang dianut maka dialah yang paling benar (Rahman, dkk, 2. Nur Azlin Putri / Keberagaman Agama Memperkuat Integrasi Nasional Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Keberagaman Masyarakat Indonesia Dipengaruhi oleh Beberapa Faktor. Diantaranya: Wilayah Indonesia Indonesia terletak diantara samudra Pasifik dan Samudra Indonesia serta dua benua yaitu benua Asia dan benua Autralia yang mana mengakibatkan Indonesia menjadi lalu lintas Kondisi Negara Kepulauan Negara Indonesia memiliki banyak pulau dimanamasing-masing penghuni pulau tersebut mengembangkan budayanya akibatnya terjadilah perbedaan budaya antara satu dengan lainnya. Hasil penelitian seorang Antropolog Junus Melalatoa menyatakan bahwa adanya perbedaan etnis pada penduduk yang berada diberbagai pulau-pulau Nusantara yang masingmasing memiliki karakteristik kebhinnekaan sendiri. Gambar 01. Peta Negara Indonesia dengan berbagai Pulaunya Perbedaan Kondisi Alam Indonesia terdiri dari beberapa dataran, mulai dari dataran rendah, dataran tinggi, lembah, bukit dll yang masing- masing diantaranya memiiki pengaruh kepada masyarakat. Masyarakat persisir pantai berbeda dengan masyarakat pegunungan, misalnya perbedaan bentuk rumah, perbedaan mata pencaharian, perbedaan logat bahasa yang digunakan. Keadaan transportasi dan komunikasi Sarana transportasi dan komunikasi membuat masyarakat mudah berhubungan dengan masyarakat lainnya, sebaliknya sarana yang tak terbatas juga dapat menyebabkan keberagaman masyarakat indonesia. Sarana komunikasi yang semakin canggih justru akan semakin memudarkan sosialisasi secara langsung antar masyarakat, sehingga rasa kepedulian sosial juga akan menurun. Gambar 02. Jenis Transportasi di Indonesia Penerimaan Masyarakat terhadap Perubahan. Sikap masyarakat terhadap sesuatu yang baru mampu memberikan perbedaan individu masyarakat Indonesia. Beberapa masyarakat yang mudah menerima terhadap budaya GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. asing, seperti masyakakat perkotaan, namun ada juga masyarakat yang tetap betahap dengan budaya sendiri. Saputra . menyatakan keberagaman merupakan suatu kondisi masyarakat yang terdapat banyak perbedaan didalamnya. Negara Indonesia banyak sekali terdapat perbedaan didalamnya, diantaranya: Keberagaman Suku Menurut Koenjaradiningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran identidas tersebut 6 Setiap suku bangsa memiliki ciri-ciri yang membedakanantara lain bahasa daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan sistem keakraban, kesenian daerah dll. Keberagaman suku dan budaya tidak akan menghalangi persatuan dan kesatuan bangsa bila mana terdapat toleransi yang kuat antar warga. Antar masyarakat harus saling memahami bahwa keberagaman adalah anugrah yang harus disyukuri tanpa harus saling merendahkan satu sama lain. Gambar 03. Keberagaman Suku di Indonesia . Keberagaman Agama dan Kepercayaan. Dalam kehidupan sehari- hari tentu sering kita jumpai seseorang yang memiliki kepercayaan berbeda dengan kita. Akan tetapi perbedaan agama tidak boleh menjadi penghambat dalam pergaulan. Indonesia sendiri mengakui bahwa terdapat 6 agama, yaikni agama Islam. Kristen. Katholik. Hindu. Budha. Kong Hu Cu. Masing- masing masyarakat Indonesia dipersilahkan untuk menganut salah satu agama tersebut. Berdasarkan data sensus penduduk 2010 persebaran agama di Indonedia penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Meskipun demikian tidak menjadikan alasan bagi Bangsa Indonesia untuk saling tidak menghargai perbedaan. Gambar 04. Keberagaman Agama dan Kepercayaan di Indonesia Nur Azlin Putri / Keberagaman Agama Memperkuat Integrasi Nasional Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Keberagaman Ras Keberadaan bangsa asing di Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap Bangsa Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Asing hingga terjadilah persebaran ras selain itu letak dan kondisi geografis Indonesia yang cukup strategis mampu mempermudah persebaran ras tersebut. Beberapa ras yang ada dalam masyarakat Indonesia diantaranya adalah ras Malayan- Mongoloid di Sumatra. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan. Jawa. Bali, dan Sulawesi. Dalam setiap ras di Indonesia memiliki ciri yang berbeda, dan perbedaan tersebutlah yang menjadikan Indonesia semakin beragam, dan harus saling menghormati satu sama lain. Dalam undang- undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, menyebutkan bahwa ras adalah golongan bangsa berdasarkan ciri- ciri fisik dan garis keturunan. Gambar 05. Keberagaman Ras di Indonesia . Keberagaman Antargolongan Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman, adanya penggolongan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. merupakan suatu kewajaran. Keberagaman antara golongan menjadi salah satu keberagaman yang sangat mengancam akan terjadinya konflik antar Namun, hal tersebut dapat dengan secara sadar mengetahui pentingnya pergaulan demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sehingga, tidak sepantasnya bagi kita memicu terjadinya sebuah konflik. Simpulan dan Saran Integrasi nasional itu bukan paksaan itu menyatukan kebudayaan yang berbeda agar sama dengan yang lain, akan tetapi intergasi nasional ini kelestarian persatuan dan hak sebagai penentu nasib sendiri, jadi masyarakat sebagai penentu mereka ingin perbedaan itu menjadisatu kesatuaan yang sama itu adalah hak meraka, intergasi nasional di Desa Karangan Putih ini berdiri multak kemauan dari masyarakatnya tanpa ada dorongan atau paksaan dari siapa pun. Intergrasi nasional ini juga akan membuat masyarakat merasakan bagaimana adaanya pengabungan dua budaya yang berbeda menjadi satu budaya baru dan budaya lama tidak hilang ini dinamakan akultursi budaya ini merupakan suatu nilai budayaan yang sangat di utamakan dulu hingga sekarang. Keberagaman bangsa Indonesia merupakan anugerah yang terindah dari Tuhan YangMaha Esa kepada bangsa Indonesia. Maka sebagai bangsa yang religius, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak bisa dilepaskan dalam relasi antar umat beragama maupun antar umat seagama. Kondisi bangsa yang beragam ini berpotensi untukmenyebabkan timbulnya konflik horisontal di antara anggota masyarakat, dimana keberagaman itu sendiri dijadikan sebagai isu adanya konflik. Keberagaman yang dimiliki Bangsa Indonesia merupakan realitas yang harus dijaga eksistensinya dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang multikultur, keberagaman masyarakat Indonesia tanpak jelas, antara lain mulai dari perbedaan suku, ras, agama. Negara yang demikian itu GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. memiliki peluang besar akan terjadinya perpecahan dalam masyarakat. Oleh karena itu hal tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah bagaimana strategi yang di rancang agar tidak terjadi perpecahan kelompok. Daftar Rujukan Anwar. Islam Dan Kebhinekaan Di Indonesia: Peran Agama Dalam Merawat Perbedaan. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 4. , 1-18. Widodo. Membangun Wawasan Kebangsaan yang Religius Demi Mewujudkan Integrasi Nasional Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraa. , 4. , 13-24. Widiyanto. Pembelajaran toleransi dan keragaman dalam pendidikan pancasila dan kewarganegaraan di sekolah dasar. Kiptiah. Ruchliyadi. , & Nurmawadah. Sikap Toleransi Masyarakat Lokal terhadap Masyarakat Transmigrasi Dalam Rangka Mewujudkan Integrasi Nasional. PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosia. , 1. Rahman. Peran Agama dalam Memperkuat Integrasi Nasional (Dalam Prespektif Sejara. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 12. Rahman. Najah. Furtuna. , & Anti. Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Benteng Terhadap Risiko Keberagaman Bangsa Indonesia. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 6. Saputra. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: kemendikbud. Nur Azlin Putri / Keberagaman Agama Memperkuat Integrasi Nasional