Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Peningkatan Pemahaman Masyarakat tentang Pencegahan Penanganan ISPA Rani Kawati Damanik1*. Janno Sinaga2. Normi Parida Sipayung3 1,2,3Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia *penulis korespondensi : rani140387@gmail. Abstrak. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah salah satu masalah kesehatan yang utama dan penyakit menyebabkan kesakitan, kematian bayi dan balita. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan ISPA dengan memberikan penyuluhan pada masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dapat melakukan upaya preventif dalam mengatasi ISPA. Dilakukan Pencegahan ISPA dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat yang dilakukan dengan cara Cuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas di tempat umum, kemudian hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, selanjutnya menggunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk, sehingga penyakit tidak menyebar ke orang lain. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14-16 Maret 2023 dengan mengundang tokoh masyarakat aparat keamanan dan warga. Beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan sebagai yaitu: . Melakukan Pembukaan, . Pembagian leaflet, . Penyuluhan dan diskusi tentang ISPA, . Evaluasi dan penutup. Pengetahuan merupakan hasil dari suatu hal yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu dapat juga berkaitan dengan sehat, sakit ataupun kesehatan. Setiap individu memiliki pengetahuan yang berbeda-beda tergantung pada penginderaan masing-masing terhadap suatu hal yang dirasakannya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemahaman masyarakat mengalami peningkatan tentang pencegahan ISPA melalui penyuluhan yang diberikan. Abstract. Acute Respiratory Infection Disease (ARI) was one of the main health problems and the disease caused morbidity and mortality of infants and toddlers. The solution offered in this service was to increase public understanding of ISPA prevention by providing counseling to the community. Through increasing public knowledge, they could make preventive efforts to overcome ISPA. Prevention of ARI was carried out by implementing clean and healthy living behaviors in the community which was carried out by washing hands regularly, especially after activities in public places, then avoiding touching the face, especially the mouth, nose and eyes, then using a handkerchief or tissue to cover the mouth when sneezing or coughing, so that the disease did not spread to other people. The activity was carried out on March 14-16 2023 by inviting community leaders from the security forces and residents. Several stages of the activities carried out as followed: . Doing the Opening, . Distribution of leaflets, . Counseling and discussion about ISPA, . Evaluation and closing. Knowledge was the result of something that happened after people sensed a certain object, which could also be related to health, illness or health. Each individual had different knowledge depending on their respective senseds of something that they felt. The conclusion in this study was that people's understanding of ISPA prevention had increased through the counseling provided. Historis Artikel: Diterima: 19 Juli 2023 Direvisi: 30 Juli 2023 Disetujui: 07 Agustus 2023 Kata Kunci: Pemahaman. Masyarakat. Pencegahan. ISPA PENDAHULUAN Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama dan penyakit utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian bayi dan balita. Beberapa penyakit ISPA, salah satunya adalah pneumonia. Pneumonia adalah penyakit ISPA yang menjadi pembunuh utama pada balita di Indonesia, sehingga masalah kesehatan tersebut harus diperhatikan (Pitaloka, 2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari dan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga alveoli (Kemenkes, 2. Terjadinya ISPA yang menyerang anak-anak berusia kurang dari lima tahun sebagai akibat dari cakupan imuninasasi yang rendah. Akan tetapi. ISPA dapat menyerang orang dewasa usia produktif yang disebabkan kepadatan hunian, ventilasi, suhu dan kelembapan. Faktor perilaku yang tidak baik juga dapat menyebabkan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. ISPA seperti asap rokok, asap dari dapur karena memasak gula menjadi faktor penyebab terjadinya ISPA (Purwandari dkk, 2. Pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan cara preventif, kuratif dan rehabilitatif (Suryaputri et al. Berdasarkan Indikator Renstra yang digunakan pada tahun 2020 bahwa persentase kabupaten/kota yang 50% Puskesmas dapat melaksanakan pemeriksaan serta tatalaksana pelaksanaan standar pneumonia sesuai standar sebesar 50%, dengan pendekatan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Saki. , maupun program Pencegahan dan Pengendalian ISPA. Pada tahun 2020 Persentase kabupaten/kota yang 50% puskesmasnya melakukan tatalaksana standar pneumonia sebesar 60,7% yang berarti sudah mencapai target renstra tahun 2020 yaitu sebesar 50% (Kemenkes, 2. Penyakit infeksi menjadi salah satu indikator faktor yang dapat menyebabkan penyakit saluran nafas pada anak terutama Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). ISPA menjadi salah satu penyakit yang banyak dijumpai pada anak mulai gejala ringan hingga berat dan menjadi isu kesehatan global. ISPA berat terjadi apabila infeksi sampai ke jaringan paru sehingga mengakibatkan pneumonia, penyebab kematian terbesar pada anak di dunia. Terjadinya kejadian ISPA pada anak balita di Indonesia, mencapai 3-6 kali per tahun dan 1020% adalah pneumonia (Riskesdas, 2. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Tujuan pada pembangunan berkelanjutan atau biasa dikenal dengan Suistanable Development Goals (SDG. adalah capaian target pada pembangunan yang berhubungan dengan pengembangan internasional yang disepakati lebih dari 190 negara menggantikan Millenium Development Goals (MDG. SDGs menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua orang disegala usia baik pada anak hingga usia lanjut. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan ISPA dengan memberikan penyuluhan pada masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dapat melakukan upaya preventif dalam mengatasi ISPA. Dilakukan Pencegahan ISPA dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat yang dilakukan dengan cara Cuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas di tempat umum, kemudian hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, selanjutnya menggunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk, sehingga penyakit tidak menyebar ke orang lain. Penyakit ISPA juga dapat dicegah dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Membersihakan rumah dan lingkungan sekitar secara rutin, melakukan olahraga secara rutin kemudian menghentikan kebiasaan merokok. Penceghan terahir dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, maupun pneumonia, dan diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini. METODE Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14-16 Maret 2023 dengan mengundang tokoh masyarakat aparat keamanan dan warga. Beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan sebagai yaitu: . Melakukan Pembukaan, . Pembagian leaflet, . Penyuluhan dan diskusi tentang ISPA, . Evaluasi dan penutup. HASIL DAN PEMBAHASAN ISPA adalah salah satu penyakit yang terjadi akibat lingkungan yang menyebar melalui udara. Penyakit ini dapat menular yang apabila virus atau bakteri terbawa ke dalam droplet kemudian terhirup oleh orang Droplet penderita tersebar melalui batuk atau bersin di udara. Proses terjadinya penyakit setelah agent penyakit terhirup berlangsung dengan masa inkubasi selama 1 sampai 4 hari untuk berkembang dan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. menimbulkan ISPA. Kualitas lingkungan udara dapat menentukan berbagai macam transmisi penyakit yang terjangkit ke dalam tubuh manusia. ISPA yang terjadi di Indonesia selalu menempati urutan pertama sebagai salah satu penyebab kematian pada bayi dan balita. ISPA juga menempati daftar 10 penyakit terbanyak terjadi di rumah sakit serta puskesmas. ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia akibat dampak yang ditimbulkan sangatlah besar terhadap penderitanya, tidak hanya pada bayi dan balita, tetapi juga pada orang dewasa, selain itu ISPA juga dapat menjadi pemicu dari penyakit lainnya (Anjum. Riaz & Tayyab. Pengetahuan merupakan hasil dari suatu hal yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu dapat juga berkaitan dengan sehat, sakit ataupun kesehatan. Setiap individu memiliki pengetahuan yang berbeda-beda tergantung pada penginderaan masing-masing terhadap suatu hal yang dirasakannya. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari ISPA diantaranya: . upayakan untuk tetap berada dalam rumah. gunakan masker bila harus keluar rumah. minum air putih yang banyak. hindari aktifitas terlalu berat. terapkan PHBS serta . segera ke fasilitas pelayanan Kesehatan bila ada keluhan sakit (Mahmudah. Riza & Ilmi, 2. Infeksi Saluran Pernapasan Atas merupakan penyakit yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran nafas atas. Pada negara berkembang, angka kematian akibat infeksi 2-6 kali lebih tinggi dibandingkan negara maju. Infeksi merupakan salah satu penyebab utama kematian yang terjadi pada anak balita (Anjum. Riaz & Tayyab, 2. Berikut ini adalah pelaksanaan kegiatan penyuluhan peningkatan pemahaman dalam pencegahan ISPA pada masyarakat seperti gambar berikut ini: Gambar 1. Pelaksanaan penyuluhan pada Masyarakat KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam Pengabdian kepada masyarakat bahwa pemahaman masyarakat mengalami peningkatan tentang pencegahan penanganan ISPA melalui penyuluhan yang diberikan. Sehingga disarankan agar masyarakat dapat menjaga Kesehatan lingkungan dengan baik serta mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada seluruh pihak terkait yaitu Universitas Sari Mutiara Indonesia dan Pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Beringin Desa Karang Anyar telah memberikan dukungan untuk kesuksesan pelaksanaan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA