Terakreditasi SINTA Peringkat 2 Surat Keputusan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristek Dikti No. 10/E/KPT/2019 masa berlaku mulai Vol. 1 No. 1 tahun 2017 s. d Vol. 5 No. 3 tahun 2021 Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal. JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 - 16 ISSN Media Elektronik: 2580-0760 Kematangan Keselarasan Strategis Bisnis dan TI pada Lembaga Edukasi dan Konsultasi TI Clara Hetty Primasari Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Atma Jaya Yogyakarta hetty@uajy. Abstract The strategic alignment of business and Information Technology (IT) is an important element for an organization so that the organization can realize the benefits of information technology for the business they run. Technological advances, especially in the Industrial Revolution 4. 0 era, made all organizations that wanted to win the competition not only implement technology in their business processes, but also had to align the use of information technology with non-IT units in the The impact of the Industrial Revolution was felt in all fields, including education. In the midst of a lot of research on measuring the level of strategic alignment at higher education institutions, this research focuses on measuring the level of strategic alignment that has been carried out by institutions other than tertiary education, namely the IT Education and Consultation Institute in Yogyakarta. The model used in this alignment measurement is the Strategic Alignment Maturity Model (SAMM). From this research it is known that the IT Education and Consultation Institute which actively provides consulting and education services specifically in the IT field, understands the importance of Strategic Alignment in Business and IT and applies them in carrying out its business activities. However, despite implementing IT best practices as what has been taught to its customers, this institution needs to realize and improve the areas of IT human resources, business communication and IT, and measuring the value of benefits and IT competence. Keywords: maturity, strategic alignment, business and IT. IT educational and consulting institution Abstrak Keselarasan strategis bisnis dan Teknologi Informasi (TI) merupakan elemen penting bagi suatu organisasi agar organisasi tersebut dapat merealisasikan manfaat teknologi informasi untuk bisnis yang mereka jalankan. Kemajuan teknologi khususnya dalam era Revolusi Industri 4. 0 membuat semua organisasi yang ingin memenangkan persaingan tidak hanya menerapkan teknologi dalam proses bisnisnya, namun juga harus menyelaraskan penggunaan teknologi informasi tersebut dengan unit-unit non TI yang ada dalam organisasi. Dampak Revolusi Industri dirasakan di semua bidang, tak terkecuali Di tengah banyaknya penelitian tentang pengukuran level keselarasan strategis pada institusi pendidikan tinggi, penelitian ini berfokus pada pengukuran level keselarasan strategis yang telah dijalankan oleh institusi selain pendidikan tinggi, yakni Lembaga Edukasi dan Konsultasi TI di Yogyakarta. Model yang digunakan dalam pengukuran keselarasan ini adalah Strategic Alignment Maturity Model (SAMM). Dari penelitian ini diketahui bahwa Lembaga Edukasi dan Konsultasi TI yang secara aktif memberi jasa konsultasi dan pendidikan terkhusus di bidang TI, memahami pentingnya Keselarasan Strategis Bisnis dan TI dan menerapkannya dalam menjalani aktivitas usahanya. Namun, meskipun telah melaksanakan best practice TI seperti apa yang telah diajarkannya kepada customernya, lembaga ini perlu menyadari dan meningkatkan area SDM TI, komunikasi bisnis dan TI, dan pengukuran nilai manfaat dan Kompetensi TI. Kata kunci: kematangan, keselarasan strategis, bisnis. TI, lembaga edukasi, konsultasi TI A 2020 Jurnal RESTI yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi. Dampak dari revolusi Industri 4. 0 ini Negara-negara di dunia kini telah memasuki masa dirasakan pada berbagai aspek kehidupan, tak Revolusi Industri 4. 0 yang ditandai dengan terkecuali pendidikan. Para pelaku dalam bidang meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara pendidikan harus mampu menyesuaikan diri baik dari manusia, mesin, dan sumber daya lainnya segi pengetahuan dan pengelolaan mereka untuk Diterima Redaksi : 22-09-2019 | Selesai Revisi : 16-12-2019 | Diterbitkan Online : 01-02-2020 Pendahuluan Clara Hetty Primasari Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 senantiasa memperbarui dan memajukan diri mereka 2. Studi Literatur . Penyesuaian diri ini penting untuk memperoleh Pada tahap ini dilakukan studi literatur terhadap keunggulan kompetitif agar tidak tertinggal oleh penelitian-penelitian yang sejenis dengan penelitian ini kompetitor mereka. Untuk memenuhi tantangan namun dengan objek yang berbeda untuk mendapatkan tersebut, perlu untuk merancang strategi dan pembeda pandangan lain yang lebih luas dan untuk mendukung nilai dengan dukungan teknologi informasi (TI) . penelitian ini. Proses bisnis yang dijalankan dan Teknologi informasi yang diterapkan dalam bisnis harus selaras. Penyelarasan antara bisnis dan TI mengacu pada Analisa Lembaga sinkronisasi yang dioptimalkan antara tujuan / proses bisnis yang dinamis dan masing-masing layanan teknologi yang disediakan oleh TI . Tujuan utama Studi Literatur dari Penyelarasan Teknologi dan Informasi Bisnis ini adalah untuk mengubah cara bisnis dan TI untuk saling memahami dalam hal tujuan dan persyaratan dalam Pengumpulan Data pelaksanaan bisnis . Kegiatan penyelarasan, didefinisikan sebagai perilaku manajerial terkait bisnisTI dan bisnis-TI yang dapat mengaktifkan dan Identifikasi dan pengelompokan Faktor Penghambat dan Pemicu Keselarasan mempromosikan koordinasi dan 'harmonisasi' kegiatan di seluruh bisnis dan domain TI dengan cara yang menambah nilai bisnis . Penyusunan Rekomendasi untuk Peningkatan Tingkat Keselarasan Terdapat beberapa penelitian tentang keselarasan strategis bisnis dan TI untuk di bidang pendidikan Gambar 1. Tahapan penelitian seperti penelitian . , . , . , . , . Penelitian tersebut lebih berfokus kepada keselarasan di Pengumpulan Data pendidikan tinggi atau universitas. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengukuran kematangan keselarasan Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada lembaga edukasi dan konsultasi TI. Lembaga dengan Manajer TI dan Bisnis dari institusi tersebut. yang menjadi objek penelitian ini memberikan Wawancara didasarkan pada pertanyaan kuesioner pelatihan dan pengajaran tentang kerangka kerja di keselarasan strategi bisnis dan TI berdasarkan model bidang TI kepada pihak lain yang membutuhkan. keselarasan Strategic Alignment Maturity Model Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah (SAMM). lembaga yang secara aktif memberi pelatihan terhadap best practice kerangka kerja di bidang TI tersebut, juga menerapkannya dalam menjalankan roda bisnis lembaga tersebut. Metode Penelitian Objek penelitian ini adalah salah satu lembaga edukasi dan konsultan TI di Yogyakarta. Lembaga ini dipilih karena sudah berdiri selama 18 tahun dan menjadi lembaga yang terkenal di bidang edukasi dan konsultan TI di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dengan Manajer TI dan Bisnis dari lembaga tersebut. Tahapan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1. Analisa Lembaga Pada tahap ini dilakukan analisa awal tentang lembaga Gambar 2. Model Keselarasan SAMM. yang dijadikan objek penellitian. Analisa meliputi mempelajari lembaga tersebut melalui company profile Model Keselarasan SAMM ini diperkenalkan oleh dari lembaga tersebut dan menyusun pertanyaan- Luftman dan terdiri dari enam domain area dengan 40 pertanyaan wawancara terkait kematangan keselarasan atribut yang kemudian dikonversikan dalam bentuk 40 strategis dari lembaga. pertanyaan kuesioner . Dari pengukuran kematangan keselarasan ini akan diperoleh level keselarasan dari masing-masing area pada enam Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Clara Hetty Primasari Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Tabel 1. Keselarasan Strategis Bisnis dan TI domain area SAMM. Terdapat lima level antara lain, level 1 (Initial/Ad Hoc Proces. , level 2 (Committed No Area Label Nilai Level Proces. , level 3 (Established Focused Proces. , level 4 Komunikasi Bisnis dan TT KBI 3,79 Pengukuran Nilai-Manfat PNK 3,79 (Improved/Managed Proces. , dan level 5 (Optimized dan Kompetensi TT Proces. Level 1 memiliki arti bahwa bisnis dan Tata Kelola TT TKI TI tidak selaras atau harmonis, level 2 berarti bahwa Hubungan HKB organisasi telah memiliki komitmen terhadap Kerjasama/Kemitraan Bisnis Ae TI keselarasan TI dan bisnis, level 3 berarti keselarasan Ruang lingkup dan Arsitektur RAI 4,13 strategis telah dibentuk dan difokuskan pada tujuan Infrastruktur TI bisnis, level 4 berarti TI telah dianggap sebagai pusat Keahlian SDM TI KSI 3,19 nilai dan dimanfaatkan di seluruh perusahaan untuk Nilai/Level Keselarasan Strategis Bisnis dan TI 3,87 mendorong peningkatan proses untuk keunggulan kompetitif, sedangkan level 5 berarti bahwa organisasi 3. Level Area Komunikasi Bisnis dan TI telah mengintegrasikan perencanaan strategis TI dan Tabel 2 memperlihatkan hasil pengukuran pada Area bisnis . Komunikasi Bisnis dan TI. Pada hasil tersebut terlihat Identifikasi dan pengelompokan Faktor bahwa Area yang mendapatkan nilai terendah adalah Penghambat dan Pemicu Keselarasan Efektivitas liaison dalam komunikasi Bisnis dan TI yang mendapatkan nilai 1 . , sedangkan yang Gambaran tentang tingkat keselarasan strategis TI dan tertinggi ada pada area Metode Pembelajaran dalam bisnis dari institusi diperoleh dari tiap nilai keselarasan dan Lintas Organisasi dengan nilai 5 . dari hasil pengisian kuesioner. Berdasarkan nilai Tabel 2. Pengukuran pada Area Komunikasi Bisnis dan TI keselarasan tiap atribut, dapat diidentifikasikan faktorfaktor penghambat dan pemicu untuk setiap atribut No Area Label Nilai Level Dari faktor-faktor tersebut akan disusun Unit TI Memahami Aspek KBI-1 Bisnis kata-kata kunci dan dideskripsikan sesuai dengan hasil Unit Bisnis Memahami TI KBI-2 4,25 wawancara dengan narasumber. Penyusunan Rekomendasi untuk Peningkatan Tingkat Keselarasan Pada tahap ini, disusun rekomendasi untuk menekan faktor-faktor meningkatkan faktor-faktor pemicu keselarasan strategis bisnis dan TI. Hasil dan Pembahasan Metode Pembelajaran dalam KBI-3 dan Lintas Organisasi Prosedur/Mekanisme KBI-4 Komunikasi antara Bisnis dan TI Knowledge sharing antara KBI-5 Bisnis dan TI Efektivitas liaison dalam KBI-6 komunikasi Bisnis dan TI Nilai/Level pada Area Komunikasi Bisnis dan 4,25 3,75 3,79 Setelah dilakukan pengumpulan data dengan 3. Level Area Pengukuran Nilai Manfaat dan wawancara dengan Manajer TI dan Bisnis, hasil Kompetensi TI pengukuran level keselarasan untuk masing-masing Tabel 3 memperlihatkan hasil pengukuran pada Area area dapat dihitung. Level keselarasan untuk masingPengukuran Nilai Manfaat dan Kompetensi TI. Pada masing area diperlihatkan pada Bagian 3. Setelah hasil tersebut terlihat bahwa Area yang mendapatkan itu dilakukan justifikasi untuk faktor penghambat dan nilai terendah adalah Pengukuran Manfaat Kontribusi pemicu keselarasan yang ditunjukkan pada bagian 3. 8TI terhadap bisnis yang mendapatkan nilai 2 . Berdasar justifikasi dapat diperoleh rekomendasi sedangkan yang tertinggi adalah Area Integrasi untuk peningkatan level keselarasan. Pengukuran Manfaat TI dan kinerja bisnis dengan nilai 3,79 . Level Keselarasan Strategis Bisnis dan TI Tabel 1 memperlihatkan hasil pengukuran keselarasan 3. Level Area Tata Kelola TI strategis TI pada lembaga edukasi dan konsultan TI. Tabel 4 memperlihatkan hasil pengukuran pada Area Tabel 1 memuat nilai area Komunikasi Bisnis dan TI. Tata Kelola TI. Pada hasil tersebut terlihat bahwa Area Pengukuran Nilai-Manfaat dan kompetensi TI. Tata yang mendapatkan nilai terendah adalah IT Steering kelola TI. Hubungan kerja-sama/kemitraan bisnis dan Committee yang mendapatkan nilai 2,25 . TI. Ruang Lingkup dan arsitektur infrastruktur TI, dan sedangkan yang tertinggi terdapat pada empat area keahlian dan SDM TI. Secara keseluruhan, lembaga yaitu Perencanaan Strategis Bisnis. Model Struktur tersebut memperoleh nilai 4,06 dan masuk level 4. Organisasi unit TI dan proses pelaporan TI ke bisnis. Nilai terendah diperoleh oleh Area Keahlian SDM TI IT Budgeting, dan Investasi TI dengan nilai 5 . yaitu 3,19 . dan tertinggi oleh Area Hubungan Kerjasama/Kemitraan Bisnis-TI yaitu 4,3 . Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Clara Hetty Primasari Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Tabel 3. Pengukuran pada Area Pengukuran Nilai Manfaat dan Kompetensi TI Area Label Pengukuran Manfaat Kontribusi PNK-1 TI terhadap Bisnis Pengukuran Kinerja Bisnis dalam PNK-2 Organisasi Integrasi pengukuran manfaat TI PNK-3 dan kinerja Bisnis Penerapan SLA PNK-4 Benchmarking Pengukuran PNK-5 Kinerja TI terhadap bisnis dalam Organisasi Continous Improvement PNK-6 Nilai/Level pada Area Pengukuran Nilai-Manfat dan Kompetensi TI Level Area Ruang Lingkup dan Arsitektur Infrastruktur TI Nilai Level Tabel 6 memperlihatkan hasil pengukuran pada Area 4,25 Ruang Lingkup dan Arsitektur Infrastruktur TI. Pada hasil tersebut terlihat bahwa Area yang mendapatkan nilai terendah integrasi arsitektur SI/TI dengan nilai 3,25 . , sedangkan nilai tertinggi diperoleh oleh 4 Area Tingkat Kemampuan dalam adopsi atau 4 memanfaatkan teknologi baru untuk bisnis dengan nilai 4,75 . Tabel 4. Pengukuran pada Area Tata Kelola TI Area Perencanaan Strategis Bisnis Perencanaan Strategis SI/TI Model Struktur Organisasi unit TI dan proses pelaporan TI ke bisnis IT Budgeting Investasi TI IT Steering Committee Prioritas Pemilihan Proyek Nilai/Level pada Area Tata Kelola TI Tabel 6. Pengukuran pada Area Ruang Lingkup dan Arsitektur Infrastruktur TI Label TKI-1 TKI-2 TKI-3 Nilai Level TKI-4 TKI-5 TKI-6 TKI-7 2,25 4,25 Area Label Penggunaan dalam RAI-1 mendukung proses bisnis Kepatuhan terhadap standar RAI-2 Integrasi arsitektur SI/TI RAI-3 Level Transparansi Arsitektur RAI-4 dalam menghadapi perubahan bisnis dan TI Fleksibilitas Infrastruktur TI RAI-5 terhadap perubahan strategi Tingkat kemampuan dalam RAI-6 adopsi atau memanfaatkan teknologi baru untuk bisnis Nilai/Level pada Area Ruang Lingkup dan Arsitektur Infrastruktur TI Nilai Level 4,25 3,25 4,25 4,13 Level Area Hubungan Kerjasama/Kemitraan Bisnis-TI Level Area SDM TI Tabel 5 memperlihatkan hasil pengukuran pada Area Tabel 7 memperlihatkan hasil pengukuran pada Area Hubungan Kerjasama/Kemitraan Bisnis-TI. Pada hasil SDM TI. Pada hasil tersebut terlihat bahwa Area yang tersebut terlihat bahwa Area yang mendapatkan nilai mendapatkan Otoritas terendah adalah Manfaat TI bagi bisnis. Peran TI dalam pengambilan keputusan TI, kesempatan tenaga kerja perencanaan strategis bisnis. Sasaran dan Resiko untuk berubah/lintas fungsi, kesempatan tenaga kerja Proyek TI jika overtime dan overbudget. Manajemen untuk mendapatkan training/pengetahuan lintas fungsi Hubungan Bisnis dan TI dengan nilai 4,5 . , dengan nilai 2 . , sedangkan nilai tertinggi sedangkan nilai tertinggi diperoleh Area Relasi dan diperoleh oleh Area Budaya Lingkungan Kerja dan Kepercayaan Bisnis dan TI dan Keterlibatan dan Perasn Kemampuan rekrut dan mempertahankan sumber daya Sponsor Bisnis terhadap Pengembangan TI dengan dengan nilai 5 . nilai 5 . Tabel 7. Pengukuran pada Area SDM TI Tabel 5. Pengukuran pada Area Hubungan Kerjasama/Kemitraan Bisnis - TI Area Label Manfaat TI bagi Bisnis HKB-1 Peran TI dalam perencanaan HKB-2 strategis bisnis Sasaran dan Resiko Proyek HKB-3 TI jika overtime dan Manajemen Hubungan HKB-4 Bisnis dan TI Relasi dan Kepercayaan HKB-5 Bisnis dan TI Keterlibatan peran HKB-6 sponsor Bisnis terhadap Pengembangan TI Nilai/Level pada Area Kerjasama/Kemitraan Bisnis Ae TI Nilai Level 4,75 4,25 Area Upaya mendorong inovasi dan Otoritas Pendekatan atau gaya manajemen Kesiapan dalam menghadapi Kesempatan tenaga kerja untuk berubah/lintas fungsi Kesempatan untuk tenaga kerja training/pengetahuan lintas fungsi Budaya lingkungan kerja Kemampuan mempertahankan sumber daya Nilai/Level pada Area SDM TI Label KSI-1 Nilai Level KSI-2 KSI-3 KSI-4 3,25 3,25 KSI-5 KSI-6 KSI-7 KSI-8 3,19 Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Clara Hetty Primasari Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Dari hasil pengukuran keselarasan di atas, dapat diskusi. Diskusi dapat memberikan fungsi korektif diketahui area yang memiliki nilai terendah pada setiap ketika peserta secara individual memiliki informasi domain area adalah yang menjadi faktor penghambat yang bias dan kurang lengkap . Namun keselarasan bisnis dan TI. Sebaliknya, area yang pengambilan keputusan dengan cara diskusi juga memiliki nilai yang tertinggi adalah yang menjadi memiliki kekurangan antara lain, rentan terjadinya faktor pemicu keselarasan. Faktor-faktor penghambat groupthink, kemungkinan adanya peserta diskusi yang dan pemicu tersebut kemudian dijustifikasikan dengan tidak aktif dalam diskusi karena adanya pusat kekuatan hasil wawancara dengan pihak manajer TI dan bisnis yang mendominasi diskusi dan akhirnya keputusan pada lembaga yang bersangkutan. yang dibuat berdasar dari sekumpulan peserta diskusi yang memiliki kewenangan lebih dalam kelompok Justifikasi Faktor Penghambat Keselarasan Bisnis tersebut . Keberagaman asal, pola pikir dan latar dan TI belakang pendidikan, budaya peserta memberikan saran-saran yang variatif, namun jika tidak Nilai rendah yang pertama ada pada area Efektivitas dibicarakan dalam waktu yang dibatasi, keputusan akan liaison dalam komunikasi Bisnis dan TI. Liaison adalah diambil dalam kurun waktu yang cukup lama. penghubung komunikasi antara unit bisnis dan TI. Terdapat beberapa manfaat penggunaan liaison untuk Nilai rendah kelima dan keenam ada pada area strategis Kesempatan tenaga kerja untuk berubah/lintas fungsi Adanya liaison mendukung koordinasi dan Kesempatan untuk tenaga kerja untuk mendapatkan horizontal perusahan . Selain itu. Penggunaan training/pengetahuan lintas fungsi. Pada lembaga ini posisi penghubung atau liaison dalam komunikasi seseorang dengan keahlian tertentu akan menduduki Bisnis dan TI dalam tata kelola TI meningkatkan posisi sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Selain itu pemahaman manajer TI tentang kebutuhan bisnis dan palatihan yang diperoleh pun disesuaikan dengan memungkinkan perilaku proaktif manajer bisnis . bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Dari hasil pengukuran, liaison pada lembaga tersebut Justifikasi Faktor Pemicu Keselarasan Bisnis dan dikatakan malah menjadi penghambat kerja divisiTI divisi yang dihubungkan oleh liaison tersebut. Nilai tinggi diperoleh pada area Perencanaan strategi Berdasarkan wawancara mendalam dengan narasumber Hal ini disebabkan karena lembaga ini dengan sebelumnya ada liaison yang menghubungkan unit jelas menentukan market dari usahanya. Penentuan bisnis dan TI namun dalam pelaksanaannya, market dimulai dari goal. Mereka memiliki kuadran penghubung tersebut malah memperlambat proses strategi dan mengelompokkan target pasar dari lembaga Kenyataan ini membuat perusahaan tidak lagi mereka dalam empat area kuadran. Kategorisasi menggunakan liaison yang ada. Hal ini merupakan kuadran tersebut didasarkan pada knowledge terhadap pemborosan sumber daya karena orang yang TI dan daya belanja untuk pengembangan yang menduduki posisi liaison ada, namun tidak Kuadran 1 untuk target dengan tingkat didayagunakan secara maksimal dan justru tidak knowledge yang baik dan memiliki daya belanja tinggi. melakukan apa yang seharusnya menjadi jobdescnya. Kuadran 2 untuk target dengan tingkat knowledge baik Nilai rendah yang kedua ada pada area Pengukuran namun ebagian COBIT dan COSO. memiliki daya Manfaat Kontribusi TI terhadap Bisnis. Mengukur belanja rendah. Kuadran 3 untuk target dengan tingkat kinerja organisasi, dan menggunakan informasi untuk knowledge yang kurang baik dan daya beli rendah dan mendorong kebijakan dan fungsi organisasi adalah inti kuadran 4 untuk target dengan tingkat knowledge dari manajemen . Manfaat Kontribusi TI terhadap kurang baik namun daya belanja tinggi. Mereka bisnis yang sudah dirasakan perusahaan selama ini mengidentifikasi siapa-siapa saja yang masuk dalam hanya dicek apakah sudah sesuai dengan goalnya. kuadran-kuadran tersebut dan menentukan kuadran Belum ada pengukuran baik secara finansial maupun mana yang akan digarap pada tahun yang berjalan dan efektivitas terhadap kontribusi TI terhadap bisnis. bagaimana strateginya. Strategi tidak hanya mencakup target saja namun mereka juga memiliki strategi Nilai rendah yang ketiga dan keempat ada pada area IT penguatan partnership bisnis dengan pihak eksternal. Steering Commitee dan Otoritas pengambilan Mereka membangun hubungan yang baik dengan keputusan TI. Pada lembaga tersebut tidak ada IT rekan-rekan bisnis dari luar yang akan membantu Steering Committee secara formal. Pengarahan arah TI mereka mengcover urusan selain inti bisnis mereka. dilakukan secara bersama-sama sehingga keputusan Tidak hanya itu, mereka juga sudah menerapkan dalam pengambilan keputusan TI dilakukan dengan beberapa kerangka kerja TI seperti ITIL, sebagian mempertimbangkan koordinasi antar bidang. scope COBIT serta COSO. Pengambilan keputusan dengan cara diskusi memiliki TI dianggap sebagai hal yang harus menyesuaikan tujuan untuk mencapai konsensus di antara anggota perubahan dengan cepat, pada lembaga ini, grup, memperoleh informasi dan judgement perencanaan strategis SI/TI dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan keahlian dan pengetahuan dari para peserta Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Clara Hetty Primasari Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 dan terdiri dari dua rencana yaitu standar dan pengukuran terhadap kontribusi TI terhadap bisnis. Pengukuran diharapkan bisa dilakukan secara finansial, teknikal, dan operasional, tidak hanya mencakup Metode Pembelajaran dalam dan lintas organisasi. internal namun juga eksternal organisasi. Terkait Lembaga ini menggunakan semacam Knowledge pengambilan keputusan dan untuk mengarahkan arah Management System yang digunakan untuk internal TI, perlu dibentuk IT Steering Committee secara Di dalam sistem ini terdapat beragam Walaupun mungkin anggota tim berasal dari informasi yang secara rutin diperbarui dan berisi beberapa fungsi, namun perlu ditegaskan bahwa informasi untuk unit manapun. anggota tim yang ditugaskan menjadi IT Steering Persepsi manfaat TI bagi bisnis dalam lembaga ini Committee memang benar-benar diberi mandat untuk adalah TI bisa bekerja sama dengan bisnis, berjalan menjalankan fungsi sebagai IT Steering Committee. Ini selaras selain itu TI dianggap komponen yang bisa dilakukan dengan membuat surat penugasan atau mendukung keberhasilan strategi bisnis. Hal ini menerbitkan surat keputusan terkait penugasan dibuktikan oleh. Sistem internal yang dibuat oleh divisi tersebut. Dalam surat tersebut dijelaskan apa saja TI disosialisasikan dan dipergunakan oleh seluruh kewajiban dari masing-masing anggota sebagai IT Selain itu lembaga ini juga menerapkan Steering Committee. Terakhir, untuk kesempatan kerangka kerja TI dalam tata kelola TI lembaganya. bekerja lintas fungsi dan mendapatkan pelatihan lintas Jadi tidak hanya mengajarkannya sebagai materi fungsi, ini memang harus melihat keadaan internal kepada customer, namun juga menerapkannya secara perusahaan. Apakah memang dibutuhkan atau memang departementalisasi dalam lembaga tersebut berdasar nyata dalam kegiatan lembaga. fungsi yang dikerjakan, sehingga memang sengaja Relasi TI dan bisnis mampu bersinergi dan TI dianggap karyawan dalam sebuah unit/divisi terfokus untuk sebagai penyedia layanan yang bernilai. Manajer TI mengerjakan fungsi tersebut dan tidak mengurusi dilibatkan dalam pembuatan rencana bisnis. Dimintai bagian lain yang bukan kompetensinya. pendapatnya dan ditanyakan pula kira-kira pada tahun berjalan mau membuat apa. Kesimpulan Budaya lingkungan kerja dalam lembaga ini sangat Tujuan utama dari Penyelarasan Teknologi dan baik, mereka membangun relasi dengan semua Informasi Bisnis ini adalah untuk mengubah cara bisnis karyawan yang ada dan mitra bisnis mereka. dan Teknologi Informasi (TI) untuk saling memahami Kemampuan mempertahankan karyawan sangat baik dalam hal tujuan dan persyaratan dalam pelaksanaan dibuktikan dari loyalitas karyawan yang bekerja pada Penelitian ini berfokus kepada analisa lembaga ini. kematangan pada lembaga edukasi dan konsultasi TI. Berdasarkan hasil wawancara terhadap manajer TI dan Rekomendasi untuk peningkatan tingkat bisnis dalam lembaga tersebut diperoleh nilai 87 . Sebagai lembaga yang Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa Nilai Keselarasan secara aktif memberi pelatihan terhadap best practice untuk Strategi Bisnis dan TI secara keseluruhan adalah kerangka kerja di bidang TI, lembaga ini telah 3,87. Dari 6 area, terdapat 3 area yang memiliki nilai memahami pentingnya TI dalam perencanaan strategi keselarasan di atas 4 antara lain pada area tata kelola bisnis dan bagaimana TI digunakan untuk membantu TI. Hubungan Kerjasama/kemitraan Bisnis Ae TI, dan proses bisnis lembaga dan bagaimana TI digunakan ruang lingkup dan arsitektur Infrastruktur TI. Dari hasil untuk mengusahakan keunggulan kompetitif lembaga. ini dapat disimpulkan bahwa tata kelola TI. Hubungan Hal ini terlihat dari nilai yang diperoleh pada Area Tata Kerjasama/kemitraan Bisnis Ae TI, dan ruang lingkup Kelola TI dan ruang lingkup dan arsitektur Infrastruktur dan arsitektur Infrastruktur TI sudah dijalankan cukup TI yang mendapat level 4. Lembaga ini juga paham TI sudah disadari sebagai komponen utama yang pentingnya partnership dengan mitra bisnis dan terus dapat membantu lembaga tersebut dalam menjalankan berusaha membangun hubungan baik dengan mitra proses bisnis dan beradaptasi dengan perubahan. Area- usahanya. Partnership dilakukan agar lembaga dapat area tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan fokus bekerja pada lini usahanya. Hal ini terlihat pada sehingga dapat naik ke level 5. Kemudian, yang nilai yang diperoleh pada area Hubungan berurgensi tinggi untuk ditingkatkan adalah area Kerjasama/kemitraan Bisnis-TI. Meskipun telah dengan nilai di bawah 4 yaitu area Komunikasi Bisnis melaksanakan best practice TI seperti apa yang telah dan TI. Pengukuran Nilai-Manfaat dan Kompetensi TI, diajarkannya kepada customernya, lembaga ini perlu dan Keahlian SDM TI. Perbaikan sebaiknya difokuskan menyadari bahwa penerapan TI yang baik perlu pada peningkatan efektivitas liaison agar liaison yang didukung oleh SDM yang mungkin memerlukan ada sekarang dapat bertugas sesuai dengan fungsinya. pengetahuan lintas fungsi, dijalankan dengan lancarnya Jika yang ada sekarang dirasa lambat maka bisa komunikasi bisnis dan TI melalui bantuan liaison, dan dilakukan pelatihan intensif dan evaluasi berkala pada akhirnya apa yang telah dilakukan perlu diukur terhadap kinerja liaison. Berikutnya adalah peningkatan efektivitasnya agar mereka dapat mengetahui mana saja Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 Clara Hetty Primasari Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas. Vol. 4 No. 10 Ae 16 yang perlu diperbaiki dan ini akan menjadi input dari perencanaan strategis tahun-tahun berikutnya. Ucapan Terimakasih