Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA GURU (Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam Tahfizh Cahaya QurAoan Depok Jawa Bara. Jamilullah1. Baharudin2 1,2 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah ABSTRACK This study examines the relationship between principals' transformational leadership and teachers' performance at SD Islam Tahfizh Cahaya Qur'an in Depok. West Java. Data were collected through observation and questionnaires completed by 30 teachers at the school. This study aims to determine the effect of the principal's leadership on teacher performance. The validity and reliability of the questionnaire were tested and analyzed using the SPSS 20 application. The results showed that there is a significant relationship between leadership transformation and teacher performance. This study emphasizes the importance of effective leadership in improving teacher performance and ultimately student The findings suggest that schools should focus on developing transformational leadership qualities in their principals to have a positive impact on teacher performance and overall education quality. Thus, this study highlights the complex nature of education and the importance of improving various components of the education system to improve overall quality. Keywords: Transformational Leadership. Teacher Performance ABSTRAK Penelitian ini menguji hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru di SD Islam Tahfizh Cahaya Qur'an Depok. Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner yang diisi oleh 30 guru di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Validitas dan reliabilitas kuesioner diuji dan dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara transformasi kepemimpinan dan kinerja guru. Studi ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan kinerja guru dan pada akhirnya prestasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa sekolah harus fokus pada pengembangan kualitas kepemimpinan transformasional pada kepala sekolah mereka untuk memberikan dampak positif pada kinerja guru dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian, studi ini menyoroti sifat pendidikan yang kompleks dan pentingnya meningkatkan berbagai komponen sistem pendidikan untuk meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional. Kinerja Guru. Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan esensi dalam berbagai organisasi dan cara seseorang mempengaruhi orang lain. Dalam konteks ini dikemukakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses untuk memengaruhi suatu kelompok yang terorganisir untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam organisasi pendidikan yang menjadi pemimpin pendidikan adalah kepala sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah memiliki sejumlah tugas dan tanggung jawab yang cukup berat. Oleh karena itu, keberadaan pemimipin memegang peran penting di dalam jalannya roda organisasi, sesuai dengan perannya sebagai penunjuk arah dan tujuan di masa depan . irec sette. , agen perubahan . hange agen. , negosiater . dan sebagai Pembina . Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berhubungan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Peran kepala sekolah ini menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kepuasan kerja dan kinerja yang semakin efektif dan Setiap kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi perlu mengusai dan mempunyai kemampuan untuk memotivasi bawahannya. Keberhasilan sekolah merupakan keberhasilan kepala sekolah. Tugas kepala sekolah yang mengatur segala bentuk keberhasilan di dalam lembaga pendidikan yang ia kelola. Jadi seorang kepala sekolah harus memberikan dorongan kepada guru-guru, supaya mereka senantiasa berusaha untuk mengembangkan dirinya secara terus menerus. Salah satu tugas kepala sekolah adalah bisa menciptakan guru yang profesioanal agar bisa bekerja sesuai dengan pengarahan yang diberikan. Lebih jauh kepala sekolah sebagai pemimpin harus mengetahui kinerja guru-gurunya. Kinerja guru sangat berkaitan dengan kepemimpinan organisasi sekolah serta juga dengan kinerja akan timbul rasa kepuasan kerja didalam diri guru itu sendiri, oleh karena itu bagi sekolah hasil penilaian kinerja guru sangat penting artinya dan peranannya dalam mengambil keputusan tentang berbagai hal. Salah satu model kepemimpinan kepala sekolah yang perlu untuk diterapkan dan dikembangkangkan di sekolah yang ada di Indonesia yaitu kepemimpinan Kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan kepala sekolah yang mengutamakan pemberian peluang dan kesempatan, serta mendorong semua warga sekolah . eserta didik, guru dan tenaga kependidika. untuk bekerja atas dasar sistem nilai . alues syste. yang baik dan benar, sehingga semua warga Semuil Tjiharjadi. To Be A Great Leader. Yogyakarta: Andi, 2007, hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 sekolah akan bersedia, tanpa paksaan, dan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai visi, misi dan tujuan sekolah2. TINJAUAN PUSTAKA Istilah kepemimpinan trasnformasional dibangun dari dua kata, yaitu kepemimpinan . dan transformasional . Kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok lain yang bergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sementara kata transformasional berinduk dari kata to transform, yang bermakna mentransformasikan atau mengubah suatu menjadi bentuk lain yang berbeda. Misalnya mentransformasi visi menjadi realita, panas menjadi energi, potensi menjadi aktual, dan sebagainya. Kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai model kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan, dan atau mendorong semua unsur yang ada di dalam sekolah . uru, siswa, pegawai, orang tua siswa, masyarakat, dan sebagainy. bersedia tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah3. Terdapat empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu : 4 Idealized Influence . engaruh idea. Idealized influence-charisma merupakan kemampuan pemimpin transformasional membawa kesadaran pengikut ke arah suatu idealisme dengan memunculkan ide-ide produktif, hubungan atau relasi sinergikal, kebertanggungjawaban, kepedulian edukasional, cita-cita bersama, dan nilai moral . oral value. Indikator kepemimpinan transformasional yang menunjukkan idealized influence-charisma, yaitu: . Mendapatkan rasa hormat untuk dipercaya. Kepercayaan kepada yang lain. Menyampaikan rasa pengertian dan memiliki misi yang kuat terhadap pengikutnya. Menampilkan standar moral yang tinggi. Membangun tujuan-tujuan yang menantang bagi pengikutnya. Menjadi model pada pengikutnya. Inspirational motivation . otivasi inspiras. Inspirational motivation merupakan kemampuan seorang pemimpin menjadi sumber inspirasi, menumbuhkan kepercayaan dan menenangkan hati bawahan. Dalam konteks inspirational motivation, pemimpin berupaya memberdayakan staf, dan membagi/menditribusikan fungsi kepemimpinannya. Adapun perilaku pemimpin yang menunjukkan Inspirational motivation, yaitu: . Cara pemimpin transformasional dalam memotivasi. Memberi inspirasi melalui visi yang jelas. Kepercayaan diri. Meningkatkan optimisme. Semangat kelompok. Antusias. Intellectual stimulation . ansangan intelektu Syaiful Rohman. Membangun Kepemimpinan Transformasional di Sekolah, http://edukasi. com/2011/08/08/membangun-kepemimpinan-transformasional-disekolah384840. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2017 Mukhtar. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan (Cet. Jakarta : Gaung Persada, 2. , hlm. Setiawan. Bahar Agus & Muhith. Transformational Leadership Ilustrasi di Bidang Organisasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 Intellectual simulation merupakan upaya pemimpin dalam meningkatkan kesadaran terhadap masalah diri dan organisasi. Dalam dimensi intellectual simulation pemimpin berperan sebagai penumbuhkembang ide-ide kreatif sehingga melahirkan inovasi, maupun sebagai pemecah masalah . roblem solve. yang kreatif, sehingga melahirkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul dalam organisasi pendidikan. Prilaku intellectual simulation mengindikasikan suatu usaha pemimpin untuk meningkatkan kinerja diluar bahkan melebihi harapan AuTransformational leaders make subordinateAos aware of their needs for personal growth, development and accomplishmentAy (Pemimpin transformasional membuat bawahan sadar akan kebutuhan mereka akan pertumbuhan, perkembangan dan pencapaian pribad. Adapun perilaku pemimpin yang menunjukkan intellectual simulation, yaitu: . Menunjukkan usaha pemimpin yang mendorong pengikut menjadi inovatif. Kreatif dalam memimpin untuk mendorong pengikut agar menanyakan asumsi-asumsi. Membuat kembali kerangka permasalahan. Mendekati pengikut dengan cara baru. Individualized consideration . erhatian individ. Individualized consideration merupakan bentuk prilaku kepemimpinan transformasional yang direfleksikan oleh pemimpin dengan selalu mendengarkan dengan penuh perhatian, dan memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan prestasi dan kebutuhan dari orang-orang yang dipimpinnya. Adapun perilaku pemimpin yang menunjukkan Individualized consideration, yaitu: . Memberikan perhatian secara personal pada semua individu. Membuat semua individu merasa . Mendelegasikan tugas sebagai cara pengembangan pengikutnya. Kepala sekolah adalah manajer yang mengorganisasikan seluruh sumber daya madrasah dengan menggunakan prinsip AuteamworkAy yaitu rasa kebersamaan . , pandai merasakan . , saling membantu . , saling penuh kedewasaan . , saling mematuhi . , saling teratur . , saling menghormati . , dan saling berbaik hati . Dengan demikian secara sederhana Kepala Sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu Sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima Peran dan tugas kepala sekolah menurut Keputusun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0296 Kepala Sekolah adalah guru yang memperoleh tambahan tugas untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan dan upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah. Kinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran di sekolah dan bertanggung jawab atas peserta didik dibawah bimbingannya dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menunjukkan kemampuan seorang guru dalam menjalankan tugasnya di sekolah serta menggambarkan adanya Priansa. Juan. Kinerja dan Pofesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 suatu perbuatan yang ditampilkan guru dalam atau selama melakukan aktivitas METODE Penulis menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, dan digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan7. Penelitian ini bermaksud menguji hubungan kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru. Dalam penelitian ini, desain penelitian menggunakan model satu variabel independen dan satu variabel dependen. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Guru SD Islam Tahfizh Cahaya QurAoan Depok Jawa Barat yang berjumlah 30 orang, yang selanjutnya disebut sebagai populasi penelitian. Dalam menentukan sampel, peneliti menggunakan sampling jenuh yaitu apabila jumlah populasi juga menjadi sampel karena dinilai sangat sedikit8. Sampling jenuh biasanya dilakukan apabila populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Dengan demikian, yang menjadi sampel dalam penelitian adalah seluruh guru yang ada di SD Islam Tahfizh Cahaya QurAoan Depok Jawa Barat yang berjumlah 30 orang, termasuk kepala sekolah, guru tetap dan. Uji Validitas Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dari nilai pearson correlation variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah pada tabel 3 dapat dilihat tidak terdapat butir Instrumen yang digugurkan karena jika yeeyeoyeo < 0,325. Tabel 3. 3 Uji Validitas X Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah yeeyeOyeOyeiyenyeayeO Item Kesimpulan yeeyeiyeCyeEyeIyes 0,330 0,325 Valid 0,337 0,325 Valid 0,357 0,325 Valid 0,376 0,325 Valid 0,490 0,325 Valid 0,445 0,325 Valid 0,344 0,325 Valid 0,580 0,325 Valid 0,348 0,325 Valid 0,533 0,325 Valid 0,352 0,325 Valid 0,329 0,325 Valid 0,355 0,325 Valid 0,367 0,325 Valid Supardi. Sekolah Efektif (Konsep Dasar dan Praktikny. , hlm. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Edisi Revisi VI), (Cet Xi. Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Abdullah K. Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian, (Cet. Watampone: Lukman AlHakim Press, 2. , hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. 0,358 0,350 0,425 0,356 0,390 0,335 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Validitas Kinerja Guru Dari nilai pearson correlation variabel Kinerja Guru pada tabel 4 dapat dilihat tidak terdapat butir Instrumen yang digugurkan karena jika yeeyeoyeo E 0,325. Tabel 3. 4 Hasil Uji Validitas Y Kinerja Guru yeeyeOyeOyeiyenyeayeO Item yeeyeiyeCyeEyeIyes Kesimpulan 0,397 0,325 Valid 0,375 0,325 Valid 0,499 0,325 Valid 0,444 0,325 Valid 0,391 0,325 Valid 0,541 0,325 Valid 0,333 0,325 Valid 0,460 0,325 Valid 0,650 0,325 Valid 0,333 0,325 Valid 0,431 0,325 Valid 0,355 0,325 Valid 0,350 0,325 Valid 0,504 0,325 Valid 0,360 0,325 Valid 0,379 0,325 Valid 0,571 0,325 Valid 0,335 0,325 Valid 0,431 0,325 Valid 0,378 0,325 Valid 0,474 0,325 Valid 0,333 0,325 Valid 0,437 0,325 Valid 0,389 0,325 Valid 0,555 0,325 Valid 0,533 0,325 Valid 0,352 0,325 Valid 0,329 0,325 Valid 0,355 0,325 Valid 0,367 0,325 Valid Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Perhitungan Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data, karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjukkan pada suatu tingkat keterandalan instrumen yang reliable artinya instrumen yang dapat dipercaya, dapat Instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan dihasilkan data yang sama. Instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat utama mendapatkan data yang dapat dipercaya. Suatu tes dikatakan mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut menghasilkan hasil yang tetap. Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas dengan menggunakan uji internal consistency, dilakukan dengan cara mencoba intrumen sekali saja kemudian hasilnya diperoleh dengan rumus koefisien alpha. Untuk mendapatkan akurasi dalam perhitungan data, maka digunakan computer melalui program SPSS 2. Uji reliabilitas instrument menggunakan rumus Alpha Croanbach sebagai berikut : yeU Ocyei ya yeeyaya =[ . eUOey. a Oe yei yeiya ] yei Keterangan yc11 = reliabilitas instrument K = Mean kuadrat antar subjek Ocycycn2 =Mean Kuadrat Kesalahan ycyc2 = Varians Total Ocycu 2 ycyc2 = ycu yc Oe (Oc ycuyc )2 ycu2 yayaycn yayayc ycycn = ycu Oe ycu2 Uji coba reliabilitas dihitung dengan menggunakan koefisien Alpha dengan bantuan komputer program SPSS Versi 20 , dimana reliabel jika memenuhi nilai Alpha CronbachAos> 0,60. Berikut adalah hasil dari uji reliabilitas instrumen. Tabel 3. 5 Hasil Uji Realibilitas Instrumen Variabel Nilai Alpha Keterangan Kepemimpinan Transformasional Reliabel Kepala Sekolah Kinerja Guru Reliabel Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach's Alpha untuk variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru berada diatas nilai kritis yang ditetapkan yaitu 0,60. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa istrumen untuk mengukur variabel di atas adalah realibel dan bisa digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Koefisien korelasi dikonsultasikan dengan indeks relibilitas sebagai berikut9 Tabel 3. 6 Koefisien korelasi dikonsultasikan dengan indeks relibilitas Nilai Kategori 0,00 - 0,199 Sangat Rendah Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Edisi Revisi VI), (Cet Xi. Jakarta: Rineka Cipta, 2. Hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 0,20 - 0,399 Rendah 0,40 - 0,599 Sedang 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,000 Sangat Kuat Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas tes dapat disimpulkan bahwa 20 butir angket kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X) yang telah divalidkan adalah reliabel, dan setelah ditafsirkan dengan indeks koefisien korelasi maka instrumen angket yang diujicobakan memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dengan yc11=0,808. Dengan demikian dari 20 butir pernyataan yang telah dinyatakan valid dapat dipercaya untuk digunakan dalam penelitian sebagai alat pengumpulan. Demikian juga halnya variabel kinerja guru (Y) dari hasil perhitungan reliabilitas tes dapat disimpulkan bahwa 30 butir angket kinerja guru (Y) yang telah divalidkan adalah reliabel, dan setelah ditafsirkan dengan indek koefisien kerelasi maka instrumen angket yang diujicobakan memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dengan yc11=0,807. Dengan digunakan dalam penelitian sebagai alat pengumpul data. HASIL PEMBAHASAN 1 Deskripsi Data Data penelitian berupa data hasil angket dari variabel bebas yaitu variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Guru. Dalam penelitian ini digunakan sampel sebanyak 30 guru SD Islam Tahfizh Cahaya QurAoan. Pada bagian ini akan disajikan deskripsi data dari tiap-tiap variabel meliputi skor tertinggi, skor terendah, mean (M), dan standar deviasi (SD). Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS Versi 20. Tabel 4. 1 Data Statistik Variabel X dan Y Kepemimpinan Transformasional Kinerja Guru Kepala Sekolah Valid Missing Mean Median 00yca Mode Std. Deviation Variance Minimum Maximum Sum Multiple modes exist. The smallest value is shown 2 Uji Normalitas Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data dari masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak dapat dilihat dari nilai Asymp. Sig. Jika nilai nilai Asymp. Sig . -taile. <0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai Asymp. Sig . -taile. Ou0,05 maka data berdistribusi normal. Dengan bantuan SPSS Versi 20. 00 hasil uji Normalitas di tunjukkan pada tabel Tabel 4. 2 Hasil. Uji. Normalitas. One-Sample. Kolmogorov-Smirnov Test Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kinerja Guru Normal Parameters Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. 3 Uji Linieritas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linear atau tidak. Jika harga sig tersebut <0,05 maka hubungannya tidak linear, sedangkan jika nilai Sig Ou 0,05 maka hubungannya bersifat linear. Setelah dilakukan perhitungan dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil uji linearitas ditunjukkan tabel berikut: Tabel 4. 3 Hasil Uji Linearitas Variabel Bebas Terikat Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kinerja Guru Sig Kesimpulan 1,148 0,000 Linear 4 Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk melihat kesamaan-kesamaan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah kesamaan responden tentang kinerja yang ditampilkannya, karena responden yang diteliti berasal dari latar belakang pendidikan, suku, budaya dan jenis kelamin yang berbeda, maka diyakini Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 responden tersebut memiliki kinerja yang berbeda. Untuk itu perlu dilakukan Uji Keasamaan atau Homogenitas. Untuk memperkuat pengujian homogenitas digunakan juga uji Rho Spearman. Dalam uji ini yang perlu ditafsirkan hanyalah bagian koefisien korelasi antara Variabel Independen dengan absolut residu. Untuk menguji Homogenitas . ini dapat dibuat suatu ketentuan penolakan atau penerimaan hipotesis sebagai berikut: ya0 = Responden memiliki kinerja yang sama ya1 = Responden tidak memiliki kinerja yang sama Terima: ya0 jika nilai Sig. -taile. Ou 0,05 Jika nilai sig< 0,05 maka tidak homogenitas, jika sebaliknya maka Dengan bantuan SPSS Versi 20. 00 diperoleh hasil uji homogenitas adalah sebagai berikut: Tabel 4. 4 Hasil uji homogenitas SpearmanAos Sig Kesimpulan Variabel Rho Bebas Terikat Gaya Kinerja 2, 190 0,004 Homogenitas Guru Kepala Sekolah 5 Analisis Korelasi Analisis korelasi dilakukan untuk menguji hubungan masing-masing Dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis korelasi. Berikut rangkuman hasil analisis korelasi. Hasil analisis korelasi variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru. Tabel 4. 5 Hasil uji korelasi X dengan Y Correlations Variabel Penelitian Kinerja Guru Pearson Correlation Sig. -taile. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kinerja Guru Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kinerja Guru Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kinerja Guru Jurnal Pena Islam : Vol. 4 No. 2 : Juli Ae Desember 2024 Copyright: A2024. Jamilullah. Baharudin Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Variabel Penelitian Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Vol. 4 No. 2 : Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 1 - 11 Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kinerja Guru Dari tabel di atas menunjukkan bahwa koefisien antara variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X) memiliki hubungan dengan Kinerja Guru (Y) sebesar 0,852. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua penelitian ini telah teruji secara empiris. KESIMPULAN Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah di SD Islam Tahfizh Cahaya QurAoan dapat dikatakan baik, karena kepala sekolah melibatkan guru dalam melaksanakan segala kegiatan, respek terhadap ide-ide guru, serta kepala sekolah juga memberikan kebebasan dalam berpendapat kepada guru-guru. Kinerja guru di SD Islam Tahfizh Cahaya QurAoan juga dapat dikatakan baik terlihat dari guru-guru bertanggung jawab dalam penguasaan materi, metode mengajar, ketika bekerja guru-guru juga merasakan kepuasan siswa dan tingkat pemahaman siswa ketika guru-guru memberikan materi. Antara variabel kepemimpinan kepala sekolah (X) dengan variabel kinerja guru (Y) terdapat kolerasi sebesar 0,852 dan nilai sig = 0,000. Yang dapat diartikan bahwa kontribusi kepemimpinan kepala sekolah kategori kuat dan signifikan. SD Islam Tahfizh Cahaya QurAoan. Hal tersebut dapat ditandai juga dengan nilai ycEaycnycycycuyci= 8,621 sedangkan nilai ycycycaycayceyco = 3,956. Karena nilai ycEaycnycycycuyci lebih besar daripada nilai ycycycaycayceyco maka penelitian ini saling memberikan kecendrungan ataupun dapat dikatakan signifikan. Karena koefisien regresi Square sebesar 0,726 artinya besar kontribusi kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 72,6%, sedangkan sisanya sebesar 27,4 % di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Dengan demikian Baik buruknya kinerja yang dihasilkan oleh guru sangat ditentukan oleh baik buruknya pelaksanaan kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah yang terjadi di dalam sekolah. Semakin tinggi perlakuan kepemimpinan yang di berikan kepala sekolah maka semakin tinggi pula kinerja yang di hasilkan guru, begitu pula sebaliknya. DAFTAR PUSTAKA