NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 ANALISIS KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEMESTER IV INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI KUPANG TAHUN 2022 Moses Yohanis Nimrot Bole1*. Yonatan Foeh1. Petrus Logo Radja1 Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Indonesia *Corresponding author email: mosesbole04@gmail. Article History ABSTRACT Received: 25 March 2024 Revised: 15 May 2024 Published: 21 May 2024 As prospective teachers. Christian religious education students must be able to recognize their own learning styles so that when they become teachers, they can know and recognize the learning styles of their In this way he can determine the appropriate strategy or method for delivering learning to students. Based on the background above, the aim of this research is to find out the learning styles of 4th semester Christian religious education student at the Kupang State Christian Religion Institute and to understand the factors that hinder Christian religious education students from not knowing and recognizing their learning styles. The research method used in this research is quantitative descriptive research. The data collection technique uses a questionnaire. The number of samples in this study was 62 people. The data analysis technique used is descriptive statistics. The results of research conducted on 4th semester Christian religious education student at the Kupang State Christian Religion Institute, concluded that there was a tendency for student learning styles, namely visual kinesthetic . 5%). There are also factors that hinder students in knowing and applying their learning styles, namely feeling bored or bored and stressed in the learning process, physical conditions such as visual and hearing problems, obstacles when lecturers deliver material in the learning process, and the absence of special time provided for Keywords: Learning Style. Visual Learning Style. Audio Learning Style. Kinesthetic Learning Style Copyright A 2024. The Author. How to cite: Bole. Foeh. , & Radja. Analisis Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Semester IV Institut Agama Kristen Negeri Kupang Tahun 2022. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 574Ae581. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Kualitas manusia seperti aspek kemampuan, kepribadian dan tanggung jawab dapat diusahakan melalui pendidikan sehingga pendidikan menjadi unsur penting dalam kehidupan manusia. Usaha untuk mengembangkan kepribadian manusia secara jasmani maupun rohani bahkan mengembangkan talenta yang dimiliki dapat diupayakan melalui pendidikan. Pendidikan adalah proses kegiatan yang melibatkan hubungan antar manusia, oleh manusia dan untuk manusia itu sendiri yang dilakukan sebagai upaya untuk menggali dan mengembangkan seluruh potensi manusia kearah perubahan yang bersifat positif. Dalam proses menggali dan mengembangkan potensi, peserta didik harus belajar karena pendidikan bertujuan membuat orang belajar, termasuk belajar mengembangkan dirinya. Belajar dipandang sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu sebagai hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Perubahan pengetahuan, kecakapan, tingkah laku yang dihasilkan melalui latihan atau pengalaman. Perubahan yang dihasilkan melalui belajar disebut hasil atau prestasi belajar. Hasil atau prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal seperti keluarga dan masyarakat dan faktor internal seperti kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, dan gaya belajar (Susanto, 2. Berdasarkan dimensi internal dari diri peserta didik yang mempengaruhi perolehan belajar, salah satunya adalah gaya belajar. Setiap peserta didik memiliki kebiasaan atau gaya belajar masing-masing. Gaya belajar merupakan modalitas untuk menyerap informasi atau dengan kata lain merupakan cara individu untuk menyerap, memproses dan mengolah informasi yang diterima oleh individu tersebut (Kartika Sari, 2. Gaya belajar merupakan kumpulan karakteristik pribadi yang membuat suatu pembelajaran efektif untuk beberapa orang dan tidak efektif pada orang lain (Dunn dalam Darmadi, 2. Dengan kata lain, gaya belajar adalah cara mahasiswa bereaksi terhadap stimulus-stimulus yang diterima dalam proses pembelajaran. Dunn dan Griggs pada penelitiannya mengungkapkan permasalahan pelajar yang menjelaskan bahwa ada beberapa siswa yang tidak dapat belajar dengan baik pada pagi hari tetapi dapat belajar dengan baik pada siang hari, ada juga yang dapat belajar pada keadaan ruangan yang penerangannya terang, lingkungan yang berisik tetapi ada juga pelajar yang hanya dapat belajar dengan baik pada lingkungan yang tenang dan sunyi saja. Ada pelajar yang dapat belajar dengan dibimbing dan ada juga yang dapat belajar atas inisiatif mereka sendiri, hal inilah yang menjelaskan bahwa setiap pelajar memiliki gaya belajar yang personal dan sangat unik (Ghufron dan Risnawati, 2. Pada umumnya gaya belajar memiliki tiga tipe yaitu Visual. Auditorial dan Kinestetik. Gaya belajar visual ialah gaya belajar yang menitikberatkan pada indra penglihatan . engan meliha. , dapat diartikan bahwa seseorang pelajar yang memiliki gaya belajar visual ini dapat belajar dengan cara melihat bentuk gambar, grafik maupun skala atau belajar dengan menggunakan powerpoint. Gaya belajar auditorial ialah gaya belajar yang cenderung menggunakan indra pendengaran, pada tipe ini mereka akan lebih antusias dalam belajar ketika dosen atau pendidik menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok dan suasana kelas yang tenang. Tipe gaya belajar yang terakhir ialah Kinestetik. Gaya belajar Analisis Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Semester IV Institut Agama Kristen . Oe 575 Bole et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan ini ditandai dengan keadaan mahasiswa yang tidak bisa diam atau sering menyentuh atau mempraktekkan langsung kegiatan belajar dikelas (Wiranata, 2. Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa gaya belajar ialah kebiasaan unik yang ada pada setiap diri mahasiswa dan tidak dapat dirubah oleh siapapun kecuali oleh mahasiswa itu sendiri. Hanya saja gaya belajar itu dapat disesuaikan dengan kondisi atau suasana belajar tertentu. Menyesuaikan gaya belajar disituasi tertentu tidaklah sulit. Gaya belajar ialah cara termudah untuk membantu mahasiswa dalam belajar. Berdasarkan mengenai kecenderungan gaya belajar pada empat orang mahasiswa PAK di IAKN Kupang, didapati bahwa ada beberapa belajarnya dan juga ada mahasiswa yang belum mengetahui gaya belajar yang ada dalam dirinya. Dari keempat mahasiswa ini ada satu orang yang memiliki gaya belajar auditorial yakni dimana ia lebih menekankan kepada pendengaran dalam menangkap setiap penjelasan. Selain itu ada juga dua orang mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik yaitu di mana dia memiliki gaya belajar yang lebih menekankan kepada aktivitas gerak, sehingga ketika belajar ia tidak dapat cenderung diam dan ada satu orang mahasiswa yang belum mengetahui gaya belajar seperti apa yang ada dalam Sebagai seorang calon guru, mahasiswa PAK harus mampu mengenali gaya belajar sendiri sehingga ketika menjadi guru, ia dapat mengetahui dan mengenali gaya belajar daripada peserta didiknya. Dengan demikian ia dapat menentukan strategi atau metode yang tepat dalam peserta didik. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono dalam Putri . , penelitian kuantitatif ialah penelitian yang didasarkan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti populasi pada suatu sampel tertentu, pada umumnya teknik pengambilan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data bersifat kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih . tanpa melakukan perbandingan atau menghubungkan variabel satu dengan variabel lainnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner, yakni dengan melakukan penyebaran angket dan wawancara terhadap 62 mahasiswa mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Prodi PAK Semester IV Kelas A dan kelas F. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika Statistika deskriptif ialah bidang ilmu statistika yang mempelajari cara-cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data suatu penelitian. Walpole . mengemukakan bahwa AuStatistika deskriptif ialah metodeAemetode yang berkaitan pengumpulan dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang bergunaAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini digambarkan sebagai Analisis Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Semester IV Institut Agama Kristen . Oe 576 Bole et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Jumlah Mahasiswa Diagram Kecenderungan Gaya Belajar Keterangan . ecara berurutan dari kiri ke kana. : VAK (Visual Audio Kinesteti. VK (Visual Kinesteti. AV (Audio Visua. AK (Audio Kinesteti. A (Audi. K (Kinesteti. ,dan V (Visua. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 62 mahasiswa dari 2 kelas dapat dilihat pada diagram diatas, bahwa terdapat mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual audio kinestetik sebanyak 6 mahasiswa . ,6%), gaya belajar visual kinestetik sebanyak 27 mahasiswa . ,5%), gaya belajar audio visual sebanyak 5 mahasiswa . ,1%), gaya belajar audio kinestetik sebanyak 8 mahasiswa . %), gaya belajar audio sebanyak 1 mahasiswa . ,6%), gaya belajar kinestetik sebanyak 14 mahasiswa . ,6%), dan gaya belajar visual sebanyak 1 mahasiswa . ,6%). Selain menggunakan angket, dilakukan juga wawancara terhadap 26 mahasiswa. Adapun hasil wawancaranya diperoleh terdapat kondisi fisik yang menghambat dalam proses belajar, seperti memiliki mata minus dan memiliki gangguan pendengaran. Selain itu, terdapat 13 mahasiswa dengan kondisi mental yang menghambat proses belajar, seperti merasa bosan, jenuh, merasa tertekan dalam belajar. Melalui wawancara juga ditemukan 5 mahasiswa yang mengalami kendala dalam memahami materi yang mahasiswa tersebut tidak dapat menyerap Volume 5. Issue 2. Mei 2024 informasi dengan baik, misalnya metode yang digunakan oleh dosen kurang sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Faktor keadaan lingkungan sangat mendukung mahasiswa dalam proses Selanjutnya ,terdapat 5 mahasiswa yang tidak memiliki waktu khusus untuk belajar, misalnya belajar pada saat mengerjakan tugas, mengikuti perkuliahan dan saat menjelang ujian. Pembahasan Bentuk Gaya Belajar Mahasiswa PAK Semester IV IAKN Kupang Tahun 2022 Berdasarkan data penelitian yang telah diperoleh dari 62 orang mahasiswa dan dirangkum, diperoleh hasil bahwa ada beberapa bentuk gaya belajar mahasiswa diantaranya gaya belajar visual kinestetik sebesar 43,5%. Selanjutnya secara berturutturut diikuti dengan gaya belajar kinestetik sebesar 22,6%, gaya belajar audio kinestetik sebesar 13%, visual audio kinestetik sebesar 9,6%, audio visual sebesar 8,1%, visual 1,6%, dan gaya belajar audio sebesar 1,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa kecenderungan gaya belajar yang dimiliki oleh mahasiswa PAK semester IV IAKN Kupang tahun 2022 adalah gaya belajar visual kinestetik. Sementara itu, yang paling sedikit adalah pendengaran . saja dan gaya penglihatan . Hal ini berbeda sebelumnya yakni penelitian yang dilakukan oleh Kartika Sari . dengan judul AuAnalisis Karakteristik Gaya Belajar VAK (Visual. Auditorial. Kinesteti. Mahasiswa Pendidikan Informatika Angkatan 2014Ay, di mana hasil penelitiannya menjelaskan bahwa secara keseluruhan kecenderungan Analisis Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Semester IV Institut Agama Kristen . Oe 577 Bole et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan gaya belajar mahasiswa didominasi oleh tipe gaya belajar visual sebesar 33%. Hasil penelitian Kartika menunjukkan perbedaan dengan penelitian ini yang mana dalam penelitian ini, gaya belajar visual justru merupakan gaya belajar yang tidak dominan atau yang paling sedikit ditemukan di lingkungan IAKN Kupang khususnya di mahasiswa PAK semester IV tahun 2022. Adanya variasi gaya belajar di kalangan mahasiswa juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni dan Yusri . dengan judul AuIdentifikasi Gaya Belajar (Visual. Auditorial. Kinesteti. Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Bung HattaAy di mana mahasiswa program studi pendidikan matematika memiliki gaya belajar yang bervariasi dengan gaya belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika angkatan 2012 didominasi oleh gaya belajar Auditorial 50%, mahasiswa angkatan 2013 didominasi oleh gaya belajar Auditorial 45%. Mahasiswa angkatan 2014 di dominasi oleh gaya belajar auditorial 50% dan mahasiswa angkatan 2015 di dominasi oleh gaya belajar visual 50%. Sementara dalam penelitian ini, dominasi gaya belajar mahasiswa PAK di IAKN Kupang adalah visual kinestetik yakni sebesar 43,5%. Mahasiswa dengan gaya belajar visual mengandalkan kolaborasi penglihatan dan gerak dalam proses pembelajaran. Sebagai gaya belajar yang dominan dimiliki oleh mahasiswa PAK semester IV IAKN Kupang tahun 2022, pada dasarnya gaya belajar ini lebih menekankan pada bagaimana seorang mahasiswa lebih mudah mempelajari materi pelajarannya melalui melihat, mengamati, atau memandangi objek belajarnya. Biasanya dalam belajar, mahasiswa dengan gaya belajar visual kinestetik belajar Volume 5. Issue 2. Mei 2024 langsung dari catatan atau laporan yang dimilikinya, lebih mudah mengingat apa yang dilihat dari pada apa yang didengar, lebih menyukai seni dari pada musik dan ketika berbicara ia selalu menggerakan tangan atau badan. Dalam berkomunikasi, mahasiswa PAK semester IV IAKN Kupang tahun 2022 banyak menggunakan kata-kata fisik seperti pengalaman, kerjakan, praktik dan lain-lain. Gaya belajar visual kinestetik ini didukung oleh teori belajar behaviorisme yaitu belajar merupakan akibat dari adanya stimulus dan respon. Selain mengamati, bagi peserta didik dengan gaya belajar ini, melakukan tindakan secara fisik lebih memudahkan mereka dalam belajar. Oleh karena itu, kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung kegiatan pembelajarannya. Adanya perbedaan gaya belajar pada manusia tidak menutup kemungkinan bahwa setiap individu hanya memiliki satu cara atau satu tipe belajar tertentu sehingga tidak memiliki tipe belajar yang lain. Penggunaan gaya belajar yang dibatasi hanya dalam satu bentuk, terutama yang bersifat verbal atau dengan jalur auditorial tentunya dapat menyebabkan ketimpangan dalam menyerap Demi menciptakan proses pembelajaran yang lebih optimal dan efisien, pendidik dapat menerapkan pembelajaran Quantum Teaching yaitu menekankan bermacam proses interaksi dalam momen Proses ini meliputi elemen-elemen agar terjadi pembelajaran yang efektif yang akan berpengaruh pada keberhasilan peserta didik untuk dapat menggunakan kemampuan serta bakat alaminya sehingga dapat berguna bagi orang lain dan untuk dirinya sendiri. Asas utamanya adalah membawa dunia siswa ke dunia guru dan antarkan dunia guru ke dunia siswa sebagaimana prinsip dari Analisis Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Semester IV Institut Agama Kristen . Oe 578 Bole et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Quantum Teaching yaitu setiap proses pembelajaran memiliki maknanya sendiri dan diterapkan dengan memperhatikan dua elemen yaitu elemen konteks dan isi. Elemen konteks berupa suasana belajar yang memunculkan semangat dan lingkungan yang mendukung serta elemen isi yang keterampilan belajar yang memadai. antara elemen tersebut, hal yang terpenting adalag modalitas atau gaya belajar peserta didik dan menjadi tugas pendidik untuk memfasilitasinya (DePorter dalam Noorbaiti dkk, 2018:. Implementasi model pembelajaran dalam mendukung modalitas belajar peserta didik dapat dirancang oleh pendidik sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Hal ini dapat dilakukan sebagai pengembangan lebih lanjut dari tulisan ini guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan mencapai hasil belajar yang optimal. Faktor Penghambat Mahasiswa PAK Semester IV IAKN Kupang Tahun 2022 Belum Mengetahui Dan Mengenali Gaya Belajarnya Berdasarkan disimpulkan bahwa terdapat hambatanhambatan yang membuat mahasiswa belum mengetahui dan mengenali modalitas Hambatan tersebut berupa kondisi fisik seperti gangguan penglihatan dan pendengaran dan kondisi mental seperti merasa bosan, jenuh dan tertekan dalam Selain itu, adanya kendala saat dosen menyampaikan materi dalam proses belajar misalnya metode yang diberikan oleh dosen tidak sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh mahasiswa serta tidak adanya waktu khusus yang disediakan untuk belajar juga menjadi penghambat bagi mahasiswa dalam mengetahui tipe atau gaya belajar yang dimilikinya. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Berdasarkan disimpulkan bahwa 50% mahasiswa sering merasa bosan atau jenuh serta merasa tertekan dalam proses pembelajaran. Ini menghambat mahasiswa dalam mengetahui gaya belajar yang dimilikinya. Kejenuhan dan rasa tertekan yang dirasakan peserta didik berbeda-beda setiap individunya karena setiap individu dipengaruhi oleh beberapa faktor baik itu faktor internal mau pun faktor eksternal. Ketika peserta didik mengalami kejenuhan dan merasa tertekan, tentu ia akan kesulitan dalam menerima informasi yang diberikan kepadanya. Hal ini akan membuat ia sukar menerapkan modalitas atau gaya belajar yang dimilikinya atau bahkan sulit dalam mengetahui gaya belajar yang ada dalam dirinya. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan Untuk mengatasi hal ini, pendidik dapat menerapkan berbagai metode dan strategi mengajar yang variatif atau tidak monoton, kreatif, dan menyenangkan. Kondisi fisik seperti gangguan penglihatan dan pendengaran merupakan urutan terakhir atau faktor terkecil yang menghambat menerapkan gaya belajarnya. Selain ke dua faktor di atas, adanya kendala saat dosen menyampaikan materi dalam proses belajar misalnya metode yang diberikan oleh dosen tidak sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh mahasiswa sehingga mahasiswa tidak dapat memahami informasi yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, dibutuhkan keterampilan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Sangat penting bagi pendidik untuk mengenali gaya belajar yang dimiliki oleh Analisis Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Semester IV Institut Agama Kristen . Oe 579 Bole et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan mengimplementasikan model pembelajaran dengan mempertimbangkan variasi gaya belajar peserta didik. Faktor terakhir penghambat bagi mahasiswa PAK semester IV tahun 2022 dalam mengenali dan menerapkan gaya belajarnya adalah tidak adanya waktu khusus yang disediakan untuk belajar misalnya belajar pada saat mengerjakan tugas, mengikuti perkuliahan dan saat menjelang ujian. Ketiadaan waktu belajar ini tentu dapat diatasi dengan keterlibatan pendidik, orangtua peserta didik, dan peserta didik itu sendiri untuk memberikan ruang serta meluangkan waktu khusus untuk belajarnya. Dibutuhkan komitmen dan motivasi baik itu secara internal mau pun eksternal agar peserta didik dapat memaksimalkan proses belajarnya. KESIMPULAN Gaya belajar merupakan modalitas belajar yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran dan mencapai keberhasilan belajarnya. Gaya belajar dibagi menjadi tiga yaitu Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa PAK semester IV di IAKN Kupang, disimpulkan bahwa terdapat kecenderungan gaya belajar mahasiswa yaitu visual kinestetik . ,5%). Ada pun faktor yang menghambat mahasiswa dalam mengetahui dan menerapkan gaya belajarnya yaitu merasa bosan atau jenuh serta tertekan dalam proses pembelajaran, kondisi fisik seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, adanya kendala saat dosen menyampaikan materi dalam proses belajar, dan tidak adanya waktu khusus yang disediakan untuk belajar. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DAFTAR PUSTAKA